Tag: konteksnya

  • Mitos yang Menyelimuti Jalan Karanggetas, Sentra Pedagang Emas di Cirebon



    Cirebon

    Jalan Karanggetas dikenal sebagai sentra perdagangan emas di Cirebon. Kawasan ini tenyata diselimuti mitos tersendiri. Bagaimana ceritanya?

    Di Kota Cirebon, terdapat sebuah jalan yang penuh dengan cerita dan kepercayaan turun-temurun. Jalan Karanggetas diambil dari dua kata, ‘karang’ yang berarti hutan dan ‘getas’ berarti tumpul atau patah.

    Sejak dahulu, jalan ini menjadi penghubung antara Keraton Cirebon dan makam Sunan Gunung Jati. Namun, yang membuatnya istimewa bukan hanya sejarahnya, melainkan mitos yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat hingga kini.


    Jalan Karanggetas memang memiliki mitosnya tersendiri. Konon, barang siapa yang memiliki kesaktian dan berniat jahat lalu lewat jalan Karanggetas maka kesaktiannya akan mendadak hilang.

    Hingga hari ini, mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Cirebon. Bahkan karena mitos tersebut, banyak orang yang mencoba membuka usaha di Jalan Karanggetas karena dianggap tempat aman dari orang yang memiliki niat buruk.

    Salah satu usaha yang paling banyak ditemui di Jalan Karanggetas adalah pedagang emas. Salah satu pedagang yang membuka lapak jual beli emas di Jalan Karanggetas adalah Maerah, yang kini berusia 50 tahun.

    Sudah puluhan tahun Maerah membuka lapak jual beli emas di depan emperan toko Jalan Karanggetas.

    “Saya sudah jualan ada dua puluh tahun jualan emas di sini, dari tahun 2004 sudah buka usaha jual beli emas,” tutur Maerah, belum lama ini.

    Bagi, Maerah dipilihnya Jalan Karanggetas sebagai tempat ia melapak bukan tanpa alasan. Selain karena dianggap aman untuk berjualan, menurut Maerah, Jalan Karanggetas juga sudah dikenal sebagai tempat untuk berjualan emas.

    “Orang sewilayah tiga Cirebon, memang sudah banyak yang tahu tentang penjual emas di sini memang banyak, baik penjual maupun pembelinya juga kebanyakan orang bener,” tutur Maerah.

    Disinggung mengenai mitos tentang Jalan Karanggetas. Maerah sendiri mempercayai mitos tersebut. Tetapi, Maerah mengembalikan kepercayaan mitos tersebut ke setiap orang masing-masing.

    “Kalau saya yang orang Cirebon percaya, cuman balik lagi ke setiap orang masing-masing, mau percaya atau tidak. Tapi cerita tentang mitos Jalan Karanggetas memang ada,” tutur Maerah.

    Maerah menceritakan, sebelum memberanikan diri membuka lapak jual beli emas, Maerah mempelajari terlebih dahulu tentang seluk beluk dunia emas selama satu tahun penuh. “Belajar dahulu lama sekitar setahun sama temen, ikut dulu sama temen sampai paham terus teliti, kalau emas tuh nggak bisa sembarangan jual-jual saja,” tutur Maerah.

    Asal-usul Mitos Jalan Karanggetas

    Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, mitos Jalan Karanggetas berasal dari kisah Syekh Magelung Sakti, tokoh yang memiliki kesaktian yang tinggi dan rambut yang panjang. Konon, saking saktinya, rambut panjang Syekh Magelung Sakti sampai tidak bisa dipotong.

    Hingga suatu hari, Syekh Magelung Sakti membuka sayembara berisi barangsiapa yang berani menandingi kesaktian nya, maka akan ia angkat sebagai gurunya. Tantangan tersebut didengar oleh Sunan Gunung Jati yang kala sedang menyebarkan agama Islam di Cirebon.

    Akhirnya, bertemulah Sunan Gunung Jati dan Syekh Magelung Sakti di Jalan yang sekarang bernama Jalan Karanggetas. Di jalan tersebut, oleh Sunan Gunung Jati, rambut Syekh Magelung Sakti dipotong hanya dengan menggunakan dua jari. Oleh Sunan Gunung Jati, rambut tersebut dimakamkan di Karanggetas.

    Menurut Lingga, pesan moral yang dapat diambil dari mitos Jalan Karanggetas adalah jangan menjadi orang yang sombong, angkuh dan memiliki niat yang buruk. Karena mitos tersebut berasal dari tokoh antagonis.

    “Kisah ini berawal dari tokoh antagonis bernama Syekh Magelung Sakti, tokoh sakti yang angkuh dan sombong ketika itu. Namun, kedigdayaannya berhasil dikalahkan oleh Sunan Gunung Jati,” tutur Lingga.

    Banyaknya toko emas di Jalan Karanggetas, menurut Lingga, tidak lepas dari konteks mitos Jalan Karanggetas itu sendiri.

    “Kenapa banyak toko emas, karena konteksnya pengusaha yang berjualan di situ berpikir tidak ada penjahat. Ketika ada penjahat yang ingin berbuat jahat maka kejahatannya akan runtuh,” pungkas Lingga.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tips Jago Prompting Pakai Gemini untuk Bikin Presentasi


    Jakarta

    Platform AI generatif seperti Gemini dan ChatGPT bisa memudahkan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Tapi untuk memanfaatkan layanan secara maksimal harus jago prompting agar mendapatkan output sesuai keinginan.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan ada satu rumus yang harus diingat saat membuat prompt yaitu ‘Persona + Context + Task + Format’.

    “Persona itu adalah kitanya. Jadi kalau kita lagi mau bikin prompt, kasih tahu dulu Gemini, kan Gemini nggak kenal kita. Kita kenalan dulu,” kata Ilham dalam talkshow ‘Beyond Creativity with Everyday AI’ di Jakarta, Kamis (26/11/2025).


    “Personanya sudah nih, dia akan tahu saya orang Samsung, saya Ilham Indrawan. Saya kasih konteksnya saya lagi suka terrarium, saya lagi mau bikin ide bisnis untuk terrarium,” contohnya.

    Selanjutnya Task adalah tugas yang kita ingin Gemini lakukan. Ilham mencontohkan Gemini bisa diperintah untuk membuat presentasi yang komprehensif dan presentable. Setelah itu tentukan Format yang diinginkan, misalnya dalam bentuk Power Point atau gambar.

    Ilham menjelaskan tips prompting ini bisa dipakai untuk menyelesaikan banyak tugas saat memulai bisnis, misalnya membuat presentasi di Gemini Canvas untuk dipaparkan di depan supplier.

    Bisa juga untuk mengedit foto produk menggunakan Nano Banana agar terlihat lebih menarik saat dipamerkan di media sosial atau dipresentasikan ke calon peritel.

    “Kalau empat itu sudah ada semua di prompt kita, percaya sama saya hasilnya akan sangat komprehensif. Tinggal edit-edit kecil lah,” pungkas Ilham. Gemini bisa diakses dengan mulus antara lain di Samsung Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7.

    (vmp/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Kata Psikolog soal Seseorang Punya IQ Rendah, Bisa Terlihat dari Kebiasaan Ini


    Jakarta

    IQ atau Intelligence Quotient merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam berpikir logis, memecahkan masalah, hingga memahami konsep abstrak. Menurut Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, kecerdasan intelektual mencakup banyak aspek seperti kemampuan numerik, daya tangkap, logika, hingga kemampuan berpikir fleksibel dan abstrak.

    “Tapi kalau IQ itu aspeknya ada banyak,ada kemampuan daya abstraksi, secara numerik, secara daya tangkap, secara logika, analisa masalah, kemampuan dia berpikir secara fleksibel dan secara abstrak atau secara utuh, jadi aspeknya itu ada banyak kalau di inteligensi,” jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (15/10/2025).

    Ia menegaskan, seseorang yang pandai berbicara belum tentu memiliki IQ tinggi, begitu juga sebaliknya. “Tidak ada korelasi pasti antara yang jago bicara dengan IQ tinggi, atau yang perilakunya sopan dengan kecerdasan intelektual,” tambahnya.


    Meski begitu, beberapa tanda bisa mengindikasikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang lebih rendah dari rata-rata. Misalnya, sulit berkomunikasi, sering menanyakan hal yang sama berulang kali, atau mengalami kesulitan saat menarik kesimpulan dari suatu masalah.

    “Proses berpikirnya juga tidak jangka panjang. Itu biasanya ciri-cirinya,” kata Sari.

    “Saya rasa nggak ada kebiasaan, paling kebiasaannya nanya yang sama berulang-ulang gitu ya,” lanjutnya.

    Di sisi lain, ia juga menegaskan hobi seseorang tidak bisa dijadikan tolok ukur kecerdasan. Menurutnya, kegiatan yang digemari seseorang lebih banyak mencerminkan karakter dan kepribadian, bukan tingkat IQ.

    “Tapi tentu saja orang dengan inteligensi yang nggak terlalu tinggi biasanya ya sulit untuk melakukan hobi-hobi yang pakai proses berpikir, misalkan hobi catur, hobi merangkai sesuatu, merakit sesuatu. Kalau dia IQ-nya rendah, nih konteksnya ngomong rendah tuh rendah banget ya, tinggi-rendah standar rendah lah, di bawah garis jauh gitu ya, pasti kesulitan untuk menjalankan hobi-hobi yang seperti itu,” sambungnya lagi.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Kemenag Gelar Evaluasi Haji 2024 Besok, Libatkan PPIH dan Embarkasi se-Indonesia



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan evaluasi penyelenggaraan haji 2024. Jika tak ada halangan, evaluasi itu akan digelar besok.

    Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief. Agenda evaluasi akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 7-9 Agustus 2024.

    “Evaluasi (haji) keseluruhan Indonesia akan diselenggarakan tanggal 7-9 besok,” ujar Hilman Latief dalam Diskusi Publik Forjukafi: Haji Antara Transformasi dan Politisasi di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2024).


    Evaluasi ini akan melibatkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan seluruh embarkasi di Indonesia. Tujuannya untuk melihat bagaimana layanan haji tahun ini mulai dari administratif sampai layanan penerbangan.

    “Jadi ini besok hari kita akan ada evaluasi. Kita panggil atau kita undang juga wilayah-wilayah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), embarkasi se-Indonesia yang melayani jemaah haji kita,” tutur Hilman Latief.

    “Kalau ada masukan-masukan kita akan sangat dengan terbuka, aspek apa layanan yang kurang, di mana titiknya, kalau ada kekurangan dilakukan pun langsung kami respons. Jadi saya kira konteksnya seperti itu,” jelasnya.

    Hilman menilai bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini telah berlangsung dengan baik. Namun, pihaknya akan tetap mendengarkan semua masukan dari berbagai pihak untuk evaluasi haji tersebut.

    “Kami melihat ada banyak kemajuan tentunya, dan oleh karena itulah kami juga sebagai penyelenggara mengharapkan ada perspektif yang lebih adil ya terhadap situasi ini. Jangan sampai apa yang memang harus kami perbaiki tentu Kementerian Agama akan memperbaiki itu,” tukasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com