Tag: kopi tuku

  • Begini Rasa ‘Coffee Slush’ Viral, Mirip Tekstur Es Serut!


    Jakarta

    Kopi Tuku meluncurkan menu kopi baru yang berhasil menggaet banyak peminat. Kopinya viral karena berupa ‘coffee slush’ yang mirip es serut. Begini rasanya!

    Toko Kopi Tuku menjadi salah satu kedai kopi terpopuler di Jakarta. Mereka juga terkenal sebagai pelopor kopi susu gula aren.

    Sejak berdiri tahun 2015, menu Kopi Susu Tetangganya sudah mendapat banyak penggemar. Hingga saat ini, gerai Toko Kopi Tuku di beberapa wilayah tidak pernah sepi pembeli.


    Seiring berjalannya waktu, Toko Kopi Tuku menghadirkan inovasi menu baru. Salah satu yang terbaru yaitu varian kopi Tuku Slushy.

    Jika biasanya minuman ‘ice slush’ dibuat dengan menggunakan minuman bersoda rasa buah-buahan, Tuku menghadirkan minuman slushy dengan varian rasa kopi dan teh. Kedua minuman slushy ini digemari banyak orang.

    Penasaran dengan cita rasa Tuku Slushy, detikFood ikut mencobanya. Saat ini variasi menu slushy hanya bisa ditemukan di Toko Kopi Tuku cabang Cipete, Jakarta Selatan dan di BSD. Namun, untuk di BSD belum permanen karena hanya tersedia selama tiga bulan saja.

    Untuk membeli varian Tuku Slushy, kamu perlu masuk ke area toko Toserbaku, bukan gerai toko kopinya. Di bagian dalam kami bisa melihat langsung mesin minuman berisi Tuku Slushy.

    Toko Kopi TukuKamu bisa mencoba Tuku Slushy di cabang Cipete dan di gerai Toserbaku. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami menyambanginya pada (13/06/2024) lalu, terdapat tiga varian Tuku Slushy yang tersedia, yaitu Kopi Susu Tetangga, Es Teh Susu, dan Asam Jawa. Ketiganya dibanderol dengan harga Rp 20.000 per gelas.

    Pembeli bisa memesan kepada pegawai di sana dan akan langsung disiapkan.

    Kami memesan dua varian favorit, yaitu Kopi Susu Tetangga dan Es Teh susu. Dari segi tekstur memang berbeda dari minuman biasa. Teksturnya mirip seperti es serut tetapi lebih lembut.

    Toko Kopi TukuBegini tekstur dan tampilan Tuku Slushy dari Toko Kopi Tuku. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bagi yang suka es kopi susu, bisa mencoba Tuku Slushy Kopi Susu Tetangga. Rasanya cukup mirip dengan Es Kopi Tuku Tetangga biasa, tetapi jauh lebih manis dengan rasa dan aroma kopi yang lebih ringan.

    Sensasi minumnya juga sedikit berbeda karena teksturnya yang dibuat seperti es serut. Namun, tenang saja, tekstur slushynya punya buliran es yang lembut, sehingga tidak sulit diseruput dengan sedotan. Minusnya, tekstur slushy yang lembut ini cepat mencair.

    Varian Es Teh Susu juga tidak kalah enak dan bisa menjadi alternatif yang tepat kalau kamu tidak menyukai kopi. Teksturnya sama seperti varian Kopi Susu Tetangga.

    Meskipun perpaduan antara teh dengan susu, tetapi lebih dominan rasa dan aroma teh jasmine daripada susunya. Teh susunya juga manis, tetapi rasa manisnya lebih berasa gula bukan susu.

    Mereka juga punya varian Asam Jawa yang cocok diminum jika kamu suka rasa manis asam menyegarkan.

    Toko Kopi TukuFamily Mart juga punya varian menu slushy. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami merasa puas dengan varian Tuku Slushy ini karena rasanya dingin manis dan tekstur es slushy membuatnya lebih segar dan cocok diminum saat cuaca panas.

    Tidak hanya Toko Kopi Tuku, tetapi supermarket mini Family Mart juga punya varian slushy. Mereka menawarkan slushy rasa buah-buahan, yang terdiri atas rasa Grape Galactic, Green Lantern, dan Berry breeze.

    Kami sempat menyambangi gerai Family Mart Cipete yang lokasinya tidak jauh dari Toko Kopi Tuku. Sayangnya hanya ada satu varian tersedia saat itu, yaitu Grape Galactic.

    Kami berujung hanya memesan varian tersebut dengan harga Rp 12.000 saja. Slushynya disajikan dalam gelas yang ukurannya lebih besar dari Tuku, sekitar 300 ml.

    Dari segi warna memang lebih menarik karena berwarna ungu cerah. Punya rasa sesuai nama yaitu anggur. Rasa manis anggurnya cukup kuat dengan sedikit sensasi menyengat di mulut. Tekstur slushynya juga jauh lebih kasar dari Tuku, sehingga cukup sulit disedot.

    Toko Kopi TukuSeperti ini tampilannya untuk varian Grape Galactic. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk Slushy dari Family Mart menurut kami lebih cocok dinikmati anak-anak atau remaja karena varian rasa yang lebih manis menyegarkan.

    Jika tertarik mampir, kamu bisa menyambangi gerai Toko Kopi Tuku Cipete yang berlokasi di Jl. Cipete Raya B No.7 6, RT.6/RW.3, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410. Buka setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.

    Family Mart Cipete juga bisa ditemui di lokasi Jl. Cipete Raya Kel No.1 2, RT.2/RW.4, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410. Buka setiap hari, pukul 07.00 – 21.00 WIB.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tempat Nongkrong di Pasar Santa, Kulineran Enak Ramah Kantong


    Jakarta

    Pasar Santa telah bertransformasi menjadi salah satu tempat bagi para pencari tempat nongkrong. Lokasinya ada di Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Walaupun tidak seramai dulu, pasar yang terletak di kawasan Jakarta Selatan ini masih bisa dieksplor. Di area sekitar sana, selain berbelanja kita juga bisa kulineran, menemukan barang-barang vintage, menikmati musik live, hingga berburu buku.

    Rekomendasi Tempat Nongkrong di Pasar Santa

    Berikut adalah beberapa tempat di Pasar Santa yang bisa dijadikan pilihan tempat nongkrong:


    1. Kopi Tuku

    Kedai kopi ini berlokasi di lantai dasar Pasar Santa tepatnya Kiosk 176-177. Tempat ini jadi tempat favorit para pecinta kopi atau mereka yang ingin nongkrong santai.

    Selain menikmati kopi dan teh, traveler juga bisa memesan donat, kukis, hingga bolu yang lezat. Harganya pun cukup terjangkau, menu kopi paling murahnya berkisar Rp 25 ribu saja lho.

    2. Mini Resto Jepang Kaifuku

    Ketika ingin kulineran di Pasar Santa, kamu bisa ke Kaifuku, mini resto berkonsep Jepang. Dari catatan detikTravel, Nanban, Katsudon, Gyoza, dan Teriyaki Aburi adalah menu best seller yang ditawarkan mini resto ini.

    Enaknya, kamu juga bisa langsung melihat proses pembuatannya. Pasalnya, makanan akan dibuat dadakan sesuai pesanan pelanggan. Buka Selasa sampai Minggu, dengan jam operasional ada di pukul 11.00-21.00 WIB dan untuk weekend tutup pukul 22.00.

    Lokasi Kaifuku sangatlah strategis, yakni dekat tangga. Mini resto ini dominasi cat warna putih dan merah khas Jepang.

    3. Kemenkan

    Toko kue bebas gluten, Kemenkan, juga jadi salah satu hidden gem di Pasar Santa. Lokasinya ada di luar Pasar Santa Lt. 1 Blok BKS 57.

    Berdasarkan laman Instagramnya @kemenkan.co, toko kue ini buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 11.00-20.00 WIB.

    Di sini, kamu bisa menikmati aneka brownies, tiramisu, kue stroberi, hingga cheesecake. Semuanya homemade dan fresh from oven. Harganya mulai dari Rp 25 ribuan aja.

    4. Juicible

    Nah, kalau kamu ingin yang seger-seger Juicible bisa jadi pilihan tempat nongkrong di Pasar Santa. Lokasinya ada di lantai 1.

    DI sini, kamu bisa pesan aneka jus buah. Mulai dari pisang, melon, stobori, hingga buah bit. Toko jus ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 sampai 19.00 WIB. Sementara, untuk weekend tutup di pukul 20.00-21.00 WIB.

    5. Rama Ramen

    Buat kamu yang mau ngerasain halal authentic ramen, Rama Ramen bisa jadi pilihannya. Lokasinya ada di basement Pasar Santa.

    Di sini, kamu bisa pesan ramai dengan rasa gurih, creamy, dan pedas dengan topping yang melimpah. Kedai ramen ini buka setiap Selasa-Minggu, mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB.

    Sejarah dan Perkembangan Pasar Santa

    Didirikan sejak tahun 1971, dulunya Pasar Santa hanyalah pasar tradisional dengan tata letak tidak teratur dan becek. Pada 2002, pertama kalinya pemerintah melakukan pemugaran pada pasar ini.

    Barulah setelah itu, Pasar Santa disulap menjadi pasar modern (Santa Modern Market) yang lebih teratur dan bersih.

    Di lantai basement khusus untuk para penjual sembako, sayur mayur, beras, ikan, daging, dan kopi. Di lantai dasar lebih, tempatnya aksesori, jam tangan, toko emas, dan toko pakaian. Sementara di lantai satu, berbagai spot kreativitas anak muda berkumpul.

    Pada tahun 2014-an, Pasar Santa sangat populer di kalangan remaja kala itu. Tempat ini banyak didatangi komunitas yang menggabungkan budaya, musik, dan makanan. Hal ini juga mendorong tarik wisatawan lokal bahkan asing.

    Sekarang, Pasar Santa memang tidak seramai di masa jayanya pada 2014. Namun, pasar ini masih bisa hidup dan bertahan setelah pandemi COVID-19.

    Semoga informasi terkait tempat nongkrong di Pasar Santa tadi bisa referensi buat detikers ya.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com