Tag: korsleting

  • Mengetahui Fungsi Relay pada Sepeda Motor dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Terdapat berbagai komponen penting di dalam sepeda motor, salah satunya adalah relay. Mungkin sebagian detikers ada yang baru mendengar nama komponen ini.

    Meski ukurannya kecil, tetapi relay memiliki peran penting terhadap kelistrikan sepeda motor. Relay juga memiliki sejumlah fungsi pada sepeda motor agar sistem kelistrikan tetap berjalan normal.

    Lantas, apa itu relay? Lalu apa saja fungsi relay pada sepeda motor? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Relay pada Sepeda Motor

    Relay adalah sakelar elektromagnetik yang dapat memberikan daya ketika pemicu internal menerima arus listrik. Komponen ini sering menjadi perhatian utama bagi pengendara yang melakukan modifikasi kelistrikan.

    Mengutip laman Suzuki Indonesia, relay bertugas untuk menjaga kestabilan daya listrik yang digunakan oleh komponen kelistrikan, seperti lampu atau klakson. Maka dari itu, saat detikers mengganti klakson atau lampu LED, maka wajib melakukan pemasangan relay.

    Selain itu, relay juga memiliki sejumlah fungsi lainnya pada sepeda motor, yakni:

    1. Mengurangi Beban pada Sakelar Utama

    Relay berfungsi mengurangi beban arus listrik pada sakelar utama. Misalnya, saat menghidupkan lampu utama atau starter motor dibutuhkan arus listrik yang cukup besar.

    Nah, relay memungkinkan arus besar tersebut untuk dikendalikan oleh sakelar dengan arus kecil. Dengan begitu, masa penggunaan sakelar dapat bertahan lebih lama serta meningkatkan keamanannya.

    2. Memastikan Kinerja Kelistrikan

    Fungsi relay berikutnya adalah membantu memastikan perangkat kelistrikan pada sepeda motor menerima arus yang cukup agar berfungsi normal. Dengan mengurangi resistensi dan memastikan arus yang stabil, relay dapat meningkatkan kinerja komponen kelistrikan, seperti lampu dan klakson.

    3. Mengontrol Banyak Perangkat Secara Efisien

    Mengutip situs Planet Ban, relay dapat mengontrol sejumlah perangkat sekaligus melalui satu sakelar. Cara ini sangat berguna untuk sistem yang kompleks seperti pengapian, sistem injeksi bahan bakar, dan sistem keselamatan lainnya.

    4. Melindungi Sistem Kelistrikan

    Relay juga berfungsi sebagai perangkat perlindungan dengan memutus sirkuit apabila terjadi arus berlebih atau korsleting. Komponen ini dapat membantu mencegah kerusakan pada komponen kelistrikan dan menjaga keamanan sepeda motor.

    Cara Kerja Relay pada Sepeda Motor

    Cara kerja relay cukup sederhana, yakni sebagai pemutus dan menghubungkan arus. Sama seperti sakelar, hanya saja semua tugas relay dilakukan dengan sangat cepat dan otomatis.

    Di dalam relay terdapat dua komponen utama, yakni kumparan atau elektromagnet dan sakelar. Jadi, kumparan bertugas untuk memutus arus listrik dan menghubungkan arus listrik ke sakelar.

    Pada umumnya, relay yang digunakan merupakan relay dengan arus yang kecil, bentuknya lebih kompak dan model bodinya transparan. Desain tersebut dapat memudahkan pemasangan serta pengecekan jika terjadi kerusakan pada relay.

    Memasang relay pada sepeda motor juga mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Namun, pastikan detikers memilih relay berkualitas tinggi.

    Untuk sepeda motor, ukuran standar relay yang biasa dipasang adalah 12V dan 30-40A. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup ideal untuk menjaga kinerja komponen tetap maksimal dan mencegah aki tidak mudah tekor.

    Itu dia pembahasan mengenai fungsi relay pada sepeda motor dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Langkah Menyelamatkan Mobil yang Terendam Banjir



    Jakarta

    Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menimbulkan genangan air di beberapa titik. Banyak kendaraan bermotor yang menjadi korban banjir. Jangan salah langkah, begini cara menyelamatkan mobil yang terendam banjir agar kerusakan tidak merembet ke mana-mana.

    Tak cuma kebanjiran di jalan, ada juga mobil yang terendam banjir saat diparkir di garasi rumah. Penanganan yang salah langkah ketika mobil terendam banjir berisiko membuat mobil mengalami kerusakan fatal. Salah satu risikonya adalah mesin mengalami water hammer, atau kelistrikan mengalami korsleting.

    Agar tidak mengalami kerusakan parah, ada beberapa langkah untuk menyelamatkan mobil yang terendam banjir. Mengutip dari laman Suzuki Indonesia, berikut ini sejumlah tips aman untuk mengatasi mobil yang sudah terendam banjir.


    1. Melepaskan Kabel Aki dari Mobil

    Langkah pertama yang dilakukan adalah melepas bagian kabel aki dari komponen mobil. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi korsleting listrik, soalnya kabel aki saling terkait dengan komponen kelistrikan yang ada di dalam mobil.

    Saat mobil sudah terendam banjir dan kabel aki tidak segera dicabut, risikonya mobil bisa mengalami korsleting serta menyebabkan sistem elektronik mati total. Karena dalam kondisi banjir korsleting sering terjadi akibat masuknya air ke dalam mobil.

    2. Jangan Langsung Hidupkan Mesin

    Saat banjir mulai tinggi dan kamu ingin memindahkan mobil, usahakan untuk tidak menyalakan mesin. Cukup dengan mendorong mobil untuk dipindahkan ke tempat lebih aman. Karena menyalakan mesin mobil setelah terendam banjir sangat berisiko besar. Hal itu dikarenakan mesin yang dinyalakan setelah mobil terendam banjir dapat menimbulkan korsleting listrik, tentu bisa merusak komponen kelistrikan di dalam mobil.

    3. Keringkan Bagian Pengapian Mobil

    Setelah mobil terendam banjir, jangan lupa untuk mengecek kembali bagian pengapian pada mobil yang meliputi busi, saringan udara, alternator, karburator dan koil. Karena komponen tersebut cukup sensitif jika terendam banjir, maka segera mengecek kembali secara teliti.

    Selain itu cek juga apakah fungsi pengapian masih normal atau terdapat gangguan akibat mobil terendam banjir. Jika mobil belum mau menyala, segera bawa mobil ke bengkel resmi terdekat untuk melakukan perbaikan.

    4. Kuras Tangki Bensin

    Menguras tangki bensin perlu dilakukan setelah mobil terendam banjir, hal ini dilakukan agar bensin tidak tercampur dengan air. Selain itu, cara ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi karat pada bagian tangki bensin akibat terendam banjir.

    Selain menyebabkan berkarat, tangki bensin yang terendam banjir dapat mengganggu kinerja pengapian pada mobil, bahkan tangki bensin dapat keropos dan bocor untuk jangka panjang.

    5. Periksa Kondisi Interior Mobil

    Ketika terendam banjir, jangan lupa untuk mengecek kondisi interior mobil. Lakukan pemeriksaan secara detail mulai dari karpet, kursi, pintu, dashboard dan bagian lainnya.

    Mobil yang terendam banjir tentu harus dilakukan pengecekan secara menyeluruh untuk menghindari sejumlah kerusakan. Jangan lupa dibersihkan dengan air yang bersih dan keringkan di bawah sinar matahari, agar tidak muncul jamur hingga bau tak sedap.

    6. Keringkan Panel dan Lampu

    Setelah terendam banjir, periksa juga kondisi lampu mobil untuk menghindari air yang masuk ke dalam. Karena lampu mobil merupakan komponen penting dari mobil dan terdapat arus listrik di dalamnya. Jika terdapat air, segera bersihkan lampu mobil dan keringkan untuk menghindari korsleting listrik.

    7. Keringkan Mobil di Bawah Sinar Matahari

    Saat terendam banjir beberapa komponen di dalam mobil menjadi basah sehingga berdampak pada interior mobil. Cara yang cukup membantu agar mobil cepat kering ialah dengan mengeringkan di bawah panas matahari. Apabila terdapat sejumlah komponen yang harus segera dikeringkan, bisa gunakan alat pengering sebagai antisipasi awal.

    Selain itu jangan lupa untuk membersihkan beberapa komponen dan interior mobil, agar tidak ada kotoran dan kuman yang menempel akibat air banjir yang menggenang.

    8. Cek Kondisi Mobil ke Bengkel Resmi

    Untuk berjaga-jaga, setelah mobil terendam banjir usahakan untuk mengecek kembali ke bengkel resmi terdekat. Hal ini sebagai bentuk antisipasi jika ternyata masih ada beberapa komponen dalam mesin mobil yang masih rusak, sehingga dilakukan perbaikan secara cepat guna mencegah kerusakan yang lebih parah.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Apakah Mobil Listrik Aman Terobos Banjir dan Bagaimana Perawatannya?



    Jakarta

    Curah hujan yang deras di berbagai wilayah akhir-akhir ini kerap menimbulkan genangan air atau banjir. Curah hujan yang tinggi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik kendaraan listrik. Apakah aman mobil listrik kena air sampai banjir-banjiran?

    Tenang, kebanyakan mobil listrik telah dirancang aman untuk kena air. Apalagi kalau mobil listrik tersebut sudah mengantongi sertifikasi IP (Ingress Protection)

    “Mobil listrik Hyundai sebetulnya aman jika terkena genangan air, asalkan air tidak naik sampai menutupi roda mobil. Mobil listrik Hyundai telah dirancang dengan perlindungan khusus terhadap air, termasuk baterai yang tertutup rapat dan sistem kelistrikan yang terisolasi dengan baik. Baterai dan sistem kelistrikannya memiliki isolasi yang kuat serta sertifikasi IP (Ingress Protection) yang melindunginya dari air dan debu,” kata Manager Aftersales Hyundai Gowa, Widi Mulyadi.


    “Semakin tinggi IP maka perlindungan terhadap air semakin besar. Namun, untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal terutama dalam keadaan ekstrem seperti di musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, kami sangat menyarankan agar pelanggan melakukan pengecekan rutin pada mobil listriknya,” lanjut Widi.

    Jika terkena dampak banjir atau melewati genangan air dalam batas aman (biasanya tidak lebih dari setengah tinggi roda), mobil listrik tetap dapat beroperasi dengan normal tanpa risiko korsleting atau mogok. Namun, jika terendam dalam air yang terlalu dalam untuk waktu yang lama, risiko kerusakan pada komponen lain, seperti motor listrik dan sistem elektronik, bisa meningkat.

    Pelanggan tetap disarankan untuk menghindari menerjang banjir. Jika terpaksa harus melewati genangan air atau bahkan banjir, pastikan untuk mengemudikannya secara perlahan dan hati-hati. Kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak.

    Hyundai Gowa juga memberikan tips aman mempersiapkan kendaraan untuk musim hujan. Pertama, mengemudi pada kondisi hujan deras membuat pengemudi biasanya sulit melihat jalanan dengan jelas dan hal ini dapat membahayakan pengemudi. Sebaiknya ganti karet wiper apabila sudah terlihat tanda-tanda goresan pada kaca depan mobil supaya wiper dapat bekerja secara maksimal dan jarak pandang saat mengemudi tampak lebih jelas.

    Pengemudi perlu memastikan ban mobil memiliki tapak yang cukup. Jika ban mobil tidak memiliki tapak yang cukup, menghentikan secara cepat pada jalan yang basah dapat menyebabkan slip dan mungkin menyebabkan kecelakaan.

    Pastikan untuk selalu mengecek daya baterai mobil listrik sebelum berkendara, terutama saat hujan deras, untuk memastikan kendaraan siap digunakan dan menghindari kemungkinan kehabisan daya di tengah perjalanan.

    Pastikan selalu membawa perlengkapan darurat lainnya, seperti jas hujan dan payung untuk berjaga-jaga jika kondisi darurat dan harus keluar mobil saat hujan deras. Obat-obatan pribadi dan kotak P3K juga perlu disiapkan untuk pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Selamatkan Mobil yang Terendam Banjir: Jangan Langsung Dinyalain, Jangan!



    Jakarta

    Beberapa wilayah di Indonesia dilanda banjir. Banjir yang tinggi juga menggenangi beberapa perumahan warga. Bahkan, mobil milik warga sampai ada yang terendam.

    Mobil yang terendam banjir berisiko mengalami kerusakan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat beberapa komponen mobil menjadi rusak atau bahkan berkarat.

    Jika mobil sudah rusak karena banjir, tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Apalagi jika mobil mengalami kerusakan pada bagian vital seperti sistem kelistrikan atau mesin.


    Dikutip dari situs resmi Daihatsu, ada beberapa langkah untuk menyelamatkan mobil yang terendam banjir. Yang penting, pemilik kendaraan tidak panik karena ketika panik penanganan menjadi tidak maksimal dan malah bisa menyebabkan mobil tambah rusak.

    Jangan Nyalakan Mesin

    Saat mobil terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesinnya. Cukup memindahkannya ke area yang lebih aman, kalau bisa memindahkannya jangan sambil menyalakan mesin. Ketika mesin dinyalakan, justru bisa menyebabkan korsleting listrik. Korsleting listrik ini terjadi karena adanya air yang masuk ke area mesin mobil. Hal ini bisa menambah parah kerusakan yang terjadi pada komponen mobil.

    Putus Sumber Listrik

    Hal yang perlu dilakukan adalah memutus sumber listrik pada mobil, yaitu kabel-kabel pada aki. Lepas kabel di kutub negatif pada aki mobil untuk mencegah terjadinya korsleting. Sebab, meskipun mesin mobil sudah dimatikan, masih ada sisa aliran listrik pada aki mobil. Itulah mengapa kabel-kabel yang terpasang pada aki harus dilepaskan. Apalagi pada mobil-mobil keluaran terbaru, biasanya memiliki lebih banyak sistem otomatis yang tentunya lebih mengandalkan transmisi jaringan listrik.

    Ketahui Pergerakan Air

    Dalam kondisi curah hujan yang tinggi seperti akhir-akhir ini, tidak ada salahnya melakukan antisipasi dengan mengetahui pergerakan air hujan dan langsung membawa mobil ke area yang lebih tinggi. Jika berada pada area yang miring, sebaiknya sisi depan mobil berada di bagian paling tinggi. Hal ini untuk mengurangi risiko air masuk ke komponen-komponen penting mobil seperti ECU, alternator atau air intake.

    Bisa juga memanfaatkan dongkrak dan jack stand sebagai penopang agar posisi mobil bisa lebih tinggi. Dengan begitu meski mobil terendam banjir, paling tidak masih ada langkah penyelamatan yang bisa dilakukan.

    Kuras Tangki Bensin

    Mobil yang terendam banjir sangat berisiko untuk membuat air dan bensin menjadi tercampur. Untuk itu, sebaiknya dilakukan pengurasan bensin agar tangki bensin tidak mengalami karat yang terjadi akibat air yang masuk tersebut. Selain menyebabkan karat, air yang masuk ke tangki bensin juga bisa mengganggu sistem pengapian mobil. Tangki mobil yang berkarat juga berisiko mengalami keropos dan pada akhirnya mengalami kebocoran.

    Keringkan Pengapian

    Sistem pengapian mobil merupakan bagian mobil yang rentan mengalami kerusakan ketika terkena air. Untuk menghindarinya, keringkan sistem pengapian mobil agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Jangan lupa untuk mengecek fungsinya, apakah masih normal atau ada gangguan.

    Gunakan Towing

    Pemilik mobil dengan sistem transmisi matik sebaiknya langsung menghubungi mekanik atau bengkel resmi yang terdekat. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecekan secara keseluruhan. Untuk membawa mobil, sebaiknya menggunakan towing dan hindari melakukan pemeriksaan mobil sendiri agar penanganan mobil dilakukan dengan baik.

    Keringkan Panel lampu

    Komponen lampu juga perlu menjadi perhatian karena memiliki arus listrik di dalamnya. Untuk memastikan lampu benar-benar kering, kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk menghindari korsleting.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Klaim Asuransi Diterima, Ini Cara Amankan Mobil yang Terendam Banjir



    Jakarta

    Asuransi bisa saja meng-cover kerusakan mobil yang terendam banjir. Namun perlu dicatat, tidak semua asuransi bisa cover kerusakan mobil karena banjir.

    Perlu diketahui, polis asuransi mobil standar saja tidak bisa meng-cover klaim karena banjir. Ada perluasan jaminan untuk meng-cover klaim banjir. Jadi, kamu perlu memastikan terlebih dahulu apakah asuransi kendaraan yang dimiliki sudah dilengkapi dengan perlindungan yang dibutuhkan.

    Dikutip dari situs resmi Asuransi Astra (Garda Oto), ada beberapa cara mengamankan mobil yang terendam banjir agar klaim asuransi tidak ditolak.


    Pastikan Posisi Mobil Aman

    Pastikan ada opsi untuk memindahkan dan mengevakuasi mobil ke posisi yang lebih tinggi pada saat banjir. Apabila tidak sempat melakukan pemindahan atau evakuasi mobil, kamu bisa menutup knalpot terlebih dahulu supaya air tidak masuk ke dalam mesin mobil dan merusak mesin. Kamu bisa langsung menghubungi pihak asuransi untuk layanan darurat.

    Cegah Korsleting

    Pemilik mobil jangan ragu untuk melepaskan kabel negatif pada aki/baterai guna mencegah korsleting listrik. Pelepasan kabel ini mencegah rusaknya berbagai macam komponen listrik di dalamnya. Lakukan pencabutan kabel negatif sebelum terendam. Ciri-ciri kabel negatif pada aki ditandai dengan simbol – (minus/kurang ). Kabel yang menempel pada terminal negatif aki / baterai adalah warna hitam polos atau yang sejenisnya.

    Cek Kondisi Oli

    Ada kemungkinan oli tercampur air banjir. Periksa kondisi oli. Ketika sudah tercampur dengan air banjir, tangki oli harus dikuras habis terlebih dahulu baru kemudian diisi kembali. Pengurasan sebaiknya dilakukan oleh pihak bengkel resmi. Ciri-ciri oli sudah tercampur air yaitu warna oli berubah menjadi putih seperti susu

    Jangan Nyalakan Mesin

    Apabila mobil kita sudah dalam posisi terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesin. Mesin terendam banjir jika dinyalakan bisa mengakibatkan korsleting pada aki sistem kelistrikan. Selain itu, air banjir yang masuk ke dalam mesin dapat merusak komponen yang ada di dalamnya. Sebaiknya segera menghubungi bengkel resmi untuk mengecek kendaraan yang terendam banjir.

    Jangan Lakukan Perbaikan Mobil Sendiri

    Jika mobil sudah terendam banjir, sebaiknya segera laporkan kepada pihak asuransi. Pemilik kendaraan jangan sampai melakukan perbaikan sendiri sebelum menghubungi pihak asuransi. Keadaan ini memungkinkan terjadinya gagal klaim.

    Merujuk pada penjelasan di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 4, asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan dan biaya atas kendaraan bermotor tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan (ayat 4.4).

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Alasan Mobil Bekas Banjir Susah Laku



    Jakarta

    Bencana banjir yang melanda Jabodetabek akhir-akhir ini turut merendam sejumlah mobil milik warga. Mobil yang terendam banjir memiliki banyak risiko kerusakan. Makanya, mobil bekas banjir kerap dihindari oleh calon pembeli mobil bekas.

    Membeli mobil bekas memang menjadi solusi hemat. Tapi, tidak semua kendaraan bekas bebas masalah. Mobil yang pernah terendam air bisa membawa risiko kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.

    Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, setidaknya ada 6 risiko membeli mobil bekas yang terkena banjir.


    Kerusakan Mesin

    Salah satu dampak terburuk dari mobil bekas banjir adalah kerusakan mesin. Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen penting, seperti sistem pembakaran dan transmisi. Mesin yang terendam berpotensi mengalami water hammer, yaitu kerusakan akibat tekanan air di dalam silinder. Akibatnya, mesin menjadi tidak berfungsi optimal dan membutuhkan perbaikan besar yang memakan biaya tinggi.

    Kerusakan Sensor dan Kelistrikan

    Air banjir dapat menyebabkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil. Komponen seperti ECU (Engine Control Unit) dan kabel kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi kinerja mesin, tetapi juga sistem pendukung lainnya, seperti lampu, wiper, hingga AC. Mungkin saja perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang harganya cukup mahal.

    Bagian Bawah Mobil Karatan

    Air banjir biasanya mengandung garam atau zat kimia lain yang mempercepat korosi pada logam. Bagian bawah mobil, seperti rangka dan sistem suspensi, menjadi area paling rentan terkena dampak ini. Jika dibiarkan, korosi dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk menghindari risiko ini.

    Masalah Sistem Rem

    Sistem rem juga sangat rentan terhadap dampak banjir. Air yang menggenangi rem dapat menyebabkan kelembapan berlebih, yang pada akhirnya mempengaruhi performa pengereman. Dalam beberapa kasus, komponen seperti kampas rem dan cakram bisa mengalami karat atau kerusakan permanen. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Juga membutuhkan penggantian komponen rem secara menyeluruh.

    Biaya Perbaikan Tinggi

    Mobil bekas banjir memerlukan perbaikan besar dan biayanya tidak sedikit. Masalah seperti perbaikan atau penggantian mesin, kelistrikan, hingga penghilangan karat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Selain itu, risiko kerusakan yang terus muncul setelah perbaikan membuat pemilik harus mengeluarkan uang lebih banyak dalam jangka panjang. Membeli mobil semacam ini justru bisa merugikan daripada menguntungkan.

    Kebocoran Oli

    Kendaraan yang pernah terkena banjir rentan mengalami kebocoran oli. Sebab, mungkin seal melemah atau rusak. Air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan seal kehilangan elastisitasnya, sehingga oli dapat merembes keluar. Kebocoran ini berbahaya karena dapat merusak komponen internal mesin jika tidak segera ditangani. Selain itu, oli yang tercampur air juga dapat menurunkan performa mesin secara signifikan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Cara Aman Pakai APAR di Mobil Listrik



    Jakarta

    Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi perangkat yang wajib ada di kendaraan roda empat yang dijual di Indonesia, tak terkecuali mobil listrik. Ini cara aman memakai perangkat APAR di mobil listrik.

    Sebagai informasi, penyematan APAR di kendaraan roda empat, sejalan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020, yang mengatur tentang penyediaan APAR pada kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik.

    APAR berfungsi sebagai alat penyelamatan pertama dalam kondisi darurat, seperti kebakaran ringan yang dapat terjadi akibat korsleting listrik atau insiden teknis lainnya.


    Dijelaskan Neta Auto Indonesia dalam keterangan resminya, berikut tips menggunakan APAR yang aman di mobil listrik:

    1. Mengetahui Letak APAR

    Letak APAR pada mobil listrik Neta ada di dalam laci dashboard pada sisi penumpang depan (sebelah kiri). Konsumen Neta cukup membuka laci tersebut untuk mengambil APAR saat dibutuhkan. Penempatan ini dirancang agar mudah diakses dalam kondisi darurat, sekaligus tetap rapi dan tidak mengganggu kenyamanan kabin.

    2. Cek APAR

    Setelah mengambil APAR yang terletak di dalam laci dashboard (di sisi penumpang depan), pengguna mobil disarankan terlebih dahulu memeriksa kondisi APAR. Pastikan segel pengaman pada tabung masih utuh, sebagai tanda bahwa APAR belum pernah digunakan. Selain itu, periksa informasi tanggal kedaluwarsa atau expired date yang tercantum pada tabung, karena masa pakai APAR ini mencapai hingga 8 tahun sejak tanggal produksi. Jika APAR akan digunakan, konsumen bisa melanjutkan dengan membuka segel berwarna kuning yang terdapat pada tabung sebelum mengoperasikannya.

    Tips aman pakai APAR di mobil listrikTips aman pakai APAR di mobil listrik Foto: Dok. Neta Auto Indonesia

    3. Pemakaian APAR

    Setelah membuka segel berwarna kuning, pengguna mobil dapat menekan katup merah yang terletak di bagian atas tabung. Pastikan bubuk atau asap putih keluar dari tabung sebagai indikasi bahwa APAR berfungsi dengan baik. Arahkan semprotan ke sumber api ringan untuk membantu memadamkan kebakaran dalam kondisi darurat. Jangan lupa baca petunjuk manual yang tertera langsung pada badan tabung APAR.

    “Penggunaan tabung APAR pada kendaraan diperuntukkan khusus dalam kondisi darurat atau emergency, seperti munculnya panas berlebih, percikan api, atau api ringan di dalam kendaraan. Meski demikian, penggunaan APAR hanya sebagai tindakan penanganan awal. Konsumen tetap sangat disarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan menyeluruh,” kata Raditio Hutomo selaku After Sales Director PT Neta Auto Indonesia.

    “Sebagai bagian dari edukasi keselamatan, penting bagi setiap pemilik mobil listrik Neta untuk memahami potensi risiko yang dapat menyebabkan korsleting listrik (short circuit), percikan api, atau panas berlebih. Salah satu penyebab umum dari risiko tersebut adalah penambahan atau modifikasi perangkat kelistrikan yang tak sesuai standar, seperti instalasi audio system, lampu, GPS, atau aksesori elektronik lainnya yang tidak dianjurkan oleh pihak Neta, yang di mana dapat menghilangkan atau membatalkan garansi kendaraan tersebut,” sambung Raditio.

    Dengan mengikuti tips-tips di atas, konsumen mobil listrik dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat secara sigap dan tepat.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Mengatasi HP Kemasukan Air Sendiri di Rumah, Mudah!

    Jakarta

    HP kemasukan air? Jangan terlalu panik. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan ketika HP kemasukan air.

    Dengan penanganan yang cepat dan tepat, HP kamu masih punya peluang lebih besar untuk bisa selamat dan berfungsi normal. Selain itu, kamu juga bisa mengenali tanda-tanda yang menunjukkan bahwa komponen internal ponsel telah rusak karena air.

    Cara Mengatasi HP Kemasukan Air

    Dilansir laman Pandas Security, berikut adalah hal yang harus dilakukan jika air masuk ke ponsel:


    1. Selamatkan HP dari Air

    Hal pertama ketika HP terkena air adalah menyelamatkannya. Karena semakin lama terkena air, maka semakin besar kemungkinan HP akan terisi air. Hal ini akan memperkecil kemungkinannya untuk diselamatkan.

    2. Matikan HP

    Ketika HP kemasukan air dalam posisi menyala, segeralah untuk mematikannya. Langkah ini bertujuan untuk memutus sumber daya dan menghentikan aliran listrik di perangkat.

    Dengan begitu, kita bisa mengurangi kemungkinan terjadinya korsleting, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

    3. Lepas Bagian HP

    Bongkar bagian atau komponen HP yang bisa dilepas. Misalnya, casing HP, kartu SIM, dan baterai.

    Cara ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan, dan mempersiapkannya untuk pengeringan secara terpisah.

    Sementara bagi pengguna iPhone, melepas baterai memerlukan pembongkaran menyeluruh. Lebih baik hal ini dilakukan oleh profesional.

    4. Bersihkan Sisa Air

    Setelah komponen HP dibongkar, pakailah kain kering atau tisu untuk mengeringkan air yang tersisa pada bagian-bagiannya. Pastikan kamu mengelap dengan lembut, jangan menggosoknya.

    Kamu bisa menepuk-nepuk dengan perlahan. Cara ini dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    5. Menyerap Kelembapan

    Setelah mengeringkan permukaan HP, langkah selanjutnya adalah menyerap sisa air (yang mungkin masuk ke bagian dalam HP).

    Banyak orang menaruh HP di dalam kantung beras mentah, namun cara mengatasi HP masuk air dengan beras sebenarnya bukan cara terbaik untuk mengeluarkan air dari HP.

    Alternatifnya, kamu bisa pertimbangkan untuk meletakkan komponen HP ke dalam wadah tertutup dengan bungkusan gel silika (bungkusan kecil yang sering ditemukan dalam kotak sepatu baru atau botol pil). Bungkusan gel silika lebih baik daripada beras, karena dirancang khusus untuk menyerap kelembapan.

    Kamu bisa menggunakan metode beras, meletakkan komponen HP di dekat kipas angin atau ventilasi AC, untuk mengeringkan HP dari air.

    Jika memungkinkan, hindari penggunaan pengering rambut. Karena cara ini bisa risiko signifikan mendorong air lebih dalam ke celah-celah ponsel, bahkan bisa menyebar ke area yang sebelumnya kering.

    6. Tunggu Sampai Benar-benar Kering

    Biarkan komponen HP dalam metode pengeringan selama 24 sampai 48 jam. Jangka waktu ini akan memastikan sebagian besar air menguap.

    Hal ini bermanfaat dalam mengurangi risiko korsleting dan kerusakan. Waktu pengeringan yang tepat untuk HP juga bergantung pada beberapa variabel, seperti teknik pengeringan yang dipilih dan tingkat paparan air.

    Jika mengeringkan HP dengan gel silika, waktu pengeringan yang umum adalah 24 jam. Sementara, jika mengeringkan HP yang masuk air dengan menggunakan beras atau kipas angin sebaiknya 48 jam.

    Kalau HP terkena air sebentar, mungkin akan lebih cepat kering. Namun, dalam kasus HP terendam seluruhnya waktu pengeringan yang diperlukan lebih lama.

    7. Mencoba Menyalakan Kembali HP

    Setelah melakukan pengeringan awal, kamu bisa nyalakan HP. Ini dilakukan menguji untuk mengetahui apakah HP masih berfungsi.

    Jika HP dinyalakan secara normal, layar sentuh berfungsi, dan audio jernih, kemungkinan HP kamu aman.

    Jika mengalami layar terdistorsi, suara tak jernih, atau tidak bisa menyala, sebaiknya cari bantuan profesional untuk memperbaikinya, sehingga tidak memperparah kerusakan.

    Dampak HP yang Terkena Air

    Kita bisa mengetahui potensi kerusakan HP akibat terkena air. Salah satunya, HP kemasukan air bisa merusak LCD dan mengganggu layar sentuh sehingga menyebabkan layar tidak responsif.

    Berikut adalah akibat jika HP kemasukan air:

    • Layarnya berkabut, ada pengembunan di lensa kamera atau di bawah layar. Hal ini mengindikasikan adanya air yang masuk ke dalam perangkat.
      Ada tindakan tak terduga, seperti aplikasi terbuka dan tertutup sendiri (karena air yang
    • mempengaruhi sirkuit internal).
    • Kinerja HP jadi lemot.
    • Layar sentuhan yang tidak responsif.
    • Baterai jadi cepat terkuras.
    • Daya yang tidak konsisten.
    • Suara teredam dan kualitas audio menurun, karena air yang mempengaruhi speaker atau mikrofon.
    • Masalah pengisian daya karena mengganggu port pengisian daya.
    • Adanya korosi, seperti muncul bintik-bintik hijau atau putih pada komponen internal akibat paparan air.
    • Ada perubahan warna pada motherboard atau bagian internal lainnya.

    (khq/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Hal yang Bikin HP Meledak dan Cara Mencegahnya, Mesti Tahu!

    Jakarta

    Sejumlah kasus HP meledak dan terbakar terjadi beberapa kali. Karena itu, kamu harus tahu apa sebabnya serta bagaimana cara mencegah HP meledak.

    Ada beberapa hal yang membuat HP meledak dan terbakar, paling utama adalah karena panas berlebih. Jika baterai yang sedang diisi daya atau prosesor yang bekerja terlalu keras menjadi terlalu panas terlalu cepat, hal itu dapat merusak susunan kimiawi komponen ponsel. Pada baterai, reaksi berantai yang disebut ‘thermal runaway’ menyebabkan baterai menghasilkan lebih banyak panas dan akhirnya terbakar atau meledak.

    Penyebab ponsel terlalu panas bisa beragam. Kerusakan fisik, misalnya karena terjatuh atau tertekuk berlebihan, dapat mengganggu kerja internal baterai. Membiarkan ponsel terlalu lama terkena sinar matahari, malware yang bekerja terlalu keras pada CPU, atau masalah pengisian daya dapat menyebabkan korsleting di dalam perangkat.


    Melansir PCMag, bisa juga karena sesuatu yang berada di luar kendali langsung pengguna. Baterai mengalami penurunan kualitas seiring waktu, jadi jika perangkat telah digunakan selama beberapa tahun, komponen internalnya mungkin memudar, yang menyebabkan pembengkakan dan panas berlebih.

    Cara Mencegah HP Meledak dan Terbakar

    1. Kenakan case HP

    Meski tidak umum, smartphone yang terjatuh mungkin saja merusak baterai ponsel. Analis Seluler PCMag terdahulu, Steven Winkelman, pernah mengalaminya. Jadi, dia menerima HP melalui pos, kemudian dia tidak sengaja menjatuhkannya dari meja dapur ke lantai. Eh, telepon tersebut mengeluarkan bau kimia dan terbakar dalam hitungan menit.

    Tapi tidak semua HP bakal mudah terbakar begitu. Cuma, tak ada salahnya kan untuk mengenakan casing HP agar smartphone selalu aman.

    2. Hindari temperatur ekstrem

    Hindari pemakaian HP di bawah sinar matahari yang menyengat, itu dapat membuat perangkat ikut memanas. Perlu dicatat juga, tak cuma kelewat panas, temperatur dingin sekali pun tak baik untuk smartphone.

    Jangan iseng sekali-kali memasukkan HP ke dalam freezer, atau meninggalkannya di dalam mobil ketika cuaca lagi dingin-dinginnya.

    3. Jangan taruh HP di bawah bantal

    Ketika mengisi daya smartphone, jangan tinggalkan HP di bawah bantal atau apapun yang dapat menutupinya. Ada banyak cerita di mana seseorang yang mengalami HP terbakar setelah melakukan hal tersebut.

    Paling benar adalah meletakkan HP di permukaan yang rata semisal meja. Ini akan menghindari HP terguling dan terlilit selimut.

    4. Jaga Battery Health

    Disarankan agar ponsel terisi daya antara 30-80%. Tidak harus sampai 100%. Kemudian, hindari pengisian daya cepat semalaman, jika memungkinkan. Untung saja smartphone modern sudah punya fitur night charging yang mengisi daya pelan-pelan selama jam tidur. Pastikan fitur ini dinyalakan untuk menjaga kesehatan baterai.

    Perlu diketahui, baterai akan rusak secara alami dalam beberapa tahun. Jika kamu mengganti ponsel setiap beberapa tahun, maka semua akan baik-baik saja.

    5. Pakai charger yang benar

    Perangkatmu memerlukan tegangan dan arus yang optimal untuk mengisi daya dengan benar, jadi disarankan untuk tetap menggunakan pengisi daya yang disertakan dalam kotak atau membeli yang langsung dari produsen ponsel. Artinya, jika kamu memiliki ponsel Samsung, belilah kabel dari Samsung dan jika kamu memiliki iPhone, belilah pengisi daya dari Apple Store.

    (ask/afr)



    Sumber : inet.detik.com