Tag: kota surabaya

  • Kabar Baik, Kuota dan Uang Beasiswa Pemuda Tangguh 2026 Bakal Ditambah!



    Jakarta

    Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menambah kuota Beasiswa Pemuda Tangguh 2026 untuk 16.787 siswa. Penambahan kuota ini bertujuan untuk memudahkan akses pendidikan bagi para pelajar SMA/SMK/MA.

    Beasiswa ini mendapatkan anggaran sebesar Rp71,5 miliar dari APBD Surabaya. Diketahui, program Beasiswa Tangguh sendiri telah berjalan sejak 2022 lalu dengan total penerima 21.000 siswa.


    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerangkan, beasiswa ini akan diberikan kepada 6.929 siswa dari sekolah negeri dan 9.858 dari sekolah swasta. Selain uang beasiswa, siswa baru juga akan mendapat seragam sekolah.

    “Selain beasiswa bulanan, untuk yang kelas X atau pelajar baru tingkat SMA/sederajat juga akan mendapat seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki gratis dari Pemkot Surabaya,” jelas Eri dalam laman Pemkot Surabaya, Rabu (1/10/2025).

    Eri menambahkan, beasiswa ini merupakan usaha untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa harus terkendala masalah ekonomi.

    “Sehingga kita harapkan, terutama bagi keluarga miskin dan pra miskin dapat mengakses pendidikan dengan lebih baik. Setelah SD-SMP negeri gratis, berlanjut beasiswa SMA/sederajat dan kuliah. InsyaAllah akses pendidikan yang mudah, dan diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, akan meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial dan ekonomi warga,” terangnya.

    Siswa SMA Swasta Dapat Beasiswa Rp 500 Ribu Per Bulan

    Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menambahkan, beasiswa Pemuda Tangguh 2026 akan mengalami perubahan skema. Hal ini termasuk peningkatan nilai beasiswa dari Rp200.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan untuk siswa SMA/SMK/MA swasta. Adapun siswa sekolah negeri tetap menerima Rp200.000 per bulan karena sekolah negeri telah mendapat dukungan bantuan operasional sekolah yang memadai.

    “Arahan Bapak Wali Kota Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya tidak ingin anak-anak dari keluarga miskin dan pr miskin kesulitan biaya, terutama di sekolah swasta. Sehingga kita tingkatkan nominal beasiswanya dari Rp200.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan,” jelas Arief.

    Arief memaparkan, dari target 16.787 penerima, disiapkan alokasi sebesar 5.278 pelajar SMP/MTs kelas IX yang pada saat pendaftaran beasiswa sedang dalam masa transisi menuju SMA/SMK/MA.

    “Saat pembukaan beasiswa ini, pelajar SMP/MTs kelas IX yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya bisa ikut daftar. Sehingga ketika beasiswa diumumkan saat mereka masuk SMA/SMK/MA, mereka sudah langsung mendapatkan program ini bagi yang terpilih,” pungkas Arief.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Sirnas Padel 2025 Lagi Sambangi Surabaya, Makin Meriah


    Surabaya

    Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2025 lagi menyambangi kota Surabaya. Penyelenggara pun mencoba mengemas acara semenarik mungkin.

    PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) menggelar Sirnas Padel 2025 di 3 kota, Bandung (25-27 Juli), Surabaya (28-31 Agustus), dan puncaknya di Bali (11-14 September_.

    Ajang ini digelar di tengah hype padel yang lagi menanjak di Indonesia. Sirnas Padel 2025 juga menggandeng GoFood sebagai mitra resminya.


    Selain GoFood, PBPI juga menggandeng beberapa mitra di daerah tempat sirnas berlangsung. Kebetulan saat ini karena Surabaya lagi jadi tuan rumah, maka salah satu perusahaan otomotif terkemuka ikut menyemarakkan acara itu.

    Adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer otomotif terkemuka di Indonesia, yang berpartisipasi mendukung Sirnas Padel di Graha Padel Club, Dukuhpakis, Surabaya.

    Kehadiran MPMX dalam turnamen padel ini menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan komunitas di sekitar wilayah operasional, sekaligus mencerminkan komitmen untuk mendukung gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan.

    “Popularitas padel meningkat pesat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Olahraga ini bukan hanya sekadar tren baru, tetapi juga mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin peduli pada kesehatan, kebersamaan, dan aktivitas rekreasi yang berkualitas,” ujar CFO MPMX Group Beatrice Kartika dalam rilis kepada detikSport.

    “Dukungan MPMX terhadap turnamen ini sejalan dengan komitmen kami untuk hadir dekat dengan masyarakat, mendukung gaya hidup aktif, sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui olahraga,” sambungnya.

    Sirnas Padel 2025 lagi sambangi Surabaya 28-31 Agustus.Sirnas Padel 2025 lagi sambangi Surabaya 28-31 Agustus. (Foto: dok.MPMX)

    Partisipasi MPMX dalam turnamen ini diwujudkan tidak hanya melalui dukungan terhadap jalannya kompetisi, tapi juga lewat kehadiran booth MPM Honda Jatim yang menghadirkan aktivitas dan promosi menarik.

    Kehadiran booth ini menjadi sarana interaksi langsung dengan pengunjung dan komunitas olahraga, sekaligus menambah semarak penyelenggaraan turnamen.

    MPMX ingin partisipasinya di Sirnas Padel 2025 tidak hanya menjadi bentuk dukungan pada perkembangan olahraga padel, tetapi juga mencerminkan sinergi bisnis perusahaan dalam menghadirkan nilai tambah yang relevan dengan tren gaya hidup masyarakat saat ini.

    (mrp/bay)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • 10 Tempat Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya, Cocok untuk Edukasi!


    Jakarta

    Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam, traveler dapat menemukan sejumlah historical site dengan bangunan lama berdiri kokoh hingga sekarang yang tersebar di kota ini.

    Sederet situs tersebut kini menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah. Lantas, di mana saja tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya?

    Situs Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya

    Berikut deretan historical site yang tersebar di Surabaya Selatan, Utara, hingga Pusat yang cocok untuk untuk wisata edukasi sejarah:


    1. Gedung Setan Surabaya

    gedung setan surabayaGedung Setan Surabaya. (Esti Widiyana)

    • Lokasi: Jl. Banyu Urip Wetan IA No.107, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

    Mendengar namanya mungkin terkesan agak seram. Padahal, gedung ini ditinggali oleh warga sebanyak 40 KK lho, mengutip pemberitaan detikcom. Dulunya, Gedung Setan sendiri bekas kantor gubernur VOC di Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1809.

    Setelah VOC bangkrut dan hengkang dari Indonesia, bangunan ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie namun tidak dijadikan tempat tinggalnya. Lahan kosong di sekitar gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa dan tidak ada lampu yang menyinari sekelilingnya. Oleh sebab itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan.

    2. Monumen Tugu Pahlawan

    Sejarah Tugu Pahlawan adalah sebuah bangunan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November. Tugu Pahlawan terletak di Surabaya, Jawa Timur.Monumen Tugu Pahlawan. (Bappeko Surabaya)
    • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

    Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai penghormatan bagi perjuangan para pahlawan Indonesia yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

    Tugu ini didirikan pada 10 November 1951 dan selang satu tahun kemudian barulah monumen diresmikan oleh Presiden Soekarno, dilansir situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

    3. Museum Sepuluh Nopember

    Museum 10 November SurabayaMuseum 10 November Surabaya (Tedi Permana/d’Traveler)
    • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

    Museum Sepuluh Nopember berada di Kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini mulai didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

    Pembangunan museum seluas 1366 m2 itu dilakukan pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, sehingga hanya atap bangunan yang terlihat. Penempatan ini dilakukan agar gedung museum tidak mengganggu view Tugu Pahlawan.

    4. Monumen Kapal Selam

    Pengunjung mengunjungi Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2023). Monumen yang terbuat dari kapal selam buatan Rusia tahun 1952 dengan panjang 76 meter itu merupakan destinasi wisata edukatif di kota pahlawan tersebut yang sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.Monumen Kapal Selam. (Iggoy el Fitra/Antara)
    • Lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

    Monumen Kapal Selam, yang disebut juga Monkasel, adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Kapal ini dibuat di Rusia pada 1952.

    Mengutip situs resmi Monkasel, KRI Pasopati 410 memainkan peran penting selama masa-masa kemerdekaan Indonesia, di antaranya pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari Belanda di masa lampau.

    Monkasel dibangun sebagai simbol penghargaan atas jasa KRI Pasopati dan awaknya yang berani melawan penjajah. Di dalam monumen yang dibuka pada 2 Oktober 1988, traveler dapat melihat berbagai eksibisi yang menunjukkan kehidupan di kapal selam, peralatan yang dipakai, hingga sejarah KRI Pasopati.

    5. Museum Surabaya (Gedung Siola)

    Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Di Museum Surabaya, kamu dapat mengetahui kesejarahan Kota Surabaya. Museum ini disebutkan memiliki lebih dari 1.000 koleksi yang mendukung informasi sejarah Kota Pahlawan itu. Koleksi berupa arsip, furnitur kuno, piano, hingga trofi.

    Museum Surabaya menempati Gedung Siola yang awalnya dibangun sebagai toserba pada 1877. Di masa pemerintahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan toko tas oleh pengusaha mereka. Usai Jepang menyerah pada Sekutu, gedung digunakan sebagai tempat pertahanan pahlawan Indonesia.

    Setelahnya, Gedung Siola berganti-ganti fungsi dan pemilik. Salah satunya sempat dianggap sebagai pusat perbelanjaan terbesar pertama di Surabaya yang menyediakan berbagai kebutuhan. Hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Surabaya pada 3 Mei 2015.

    6. Museum Dr. Soetomo

    Museum Dr. SoetomoMuseum Dr. Soetomo. (Tiket Wisata Surabaya)
    • Lokasi: Jl. Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Surabaya

    Sesuai namanya, museum ini menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pergerakan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo. Di museum ini bisa dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat kesehatan, foto-foto, dan terdapat makam Dr. Soetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan pada November 2017 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

    7. Monumen Jalesveva Jayamahe

    monumen jalesveva jayamahe.monumen jalesveva jayamahe. (Deny Prastyo Utomo detikcom)
    • Lokasi: Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya

    Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya merupakan tempat wisata edukasi maritim. Mengutip pemberitaan detikcom, monumen ini terdiri dari dua bagian: patung dan bangunan. Patung Jalesveva Jayamahe memiliki ketinggian 31 meter dan gedung yang menopangnya sekaligus dijadikan sebagai museum setinggi 29 meter.

    Monjaya dibangun pada 5 Desember 1990 dan rampung kurang lebih enam tahun setelahnya. Pembangunan monumen ini menunjukkan kesiapan dan optimisme tinggi Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

    8. Museum H.O.S Tjokroaminoto

    Museum HOS Tjokroaminoto, rumah masa muda Soekarno di Surabaya ramai dikunjungi di Hari Lahir Pancasila.Museum HOS Tjokroaminoto. (Esti Widiyana/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Museum H.O.S Tjokroaminoto dulunya adalah tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto semasa hidup. Kediamannya juga merupakan tempat para tokoh pergerakan nasional bertemu dan berdialog.

    Oleh karena itu, rumah sang pahlawan diresmikan sebagai museum sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah pada 27 Desember 2017. Di sini dapat ditemukan lebih dari 140 koleksi peninggalan H.O.S Tjokroaminoto.

    9. Museum W.R. Soepratman

    Melihat Museum WR Soepratman, Pencipta Lagu Ibu Kita KartiniMelihat Museum WR Soepratman. (Rifki Afifan Pridiasto)
    • Lokasi: Jl. Mangga No. 21, Gedang Sewu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya

    Museum W.R. Soepratman termasuk destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah kakak W.R. Soepratman yang juga tempat sang pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya itu wafat.

    Terpampang foto-foto W.R. Soepratman bersama keluarga dan kerabat dekatnya di dalam museum ini. Di samping itu terdapat dua kamar tidur yang salah satunya adalah kamar tidur W.R. Soepratman.

    Uniknya, kamar beliau tidak mempunyai akses pintu dan hanya ada jendela depan. Dibuat demikian untuk mengelabui aparat Hindia Belanda pada masa itu.

    10. Museum Pendidikan Surabaya

    Museum Pendidikan di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Pendidikan di Surabaya. (Dok tiketwisata.surabaya.go.id)
    • Lokasi: Jl. Genteng Kali No. 10, Kecamatan Genteng, Surabaya

    Museum Pendidikan Surabaya didirikan sebagai museum tematik yang menyimpan bukti materiil pendidikan pada masa pra aksara, klasik, kolonial, dan masa kemerdekaan. Tempat museum ini berdiri dulunya merupakan Sekolah Taman Siswa cabang Surabaya milik Ki Hajar Dewantara.

    Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan dibangun untuk mendukung kegiatan edukasi, riset, sekaligus rekreasi di Surabaya.

    Nah, itu tadi sederet historical site atau tempat bersejarah di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Jadi, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih?

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Wisata Surabaya Terkenal 2024 yang Ramah di Kantong


    Surabaya adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, yang memiliki berbagai destinasi wisata terkenal dan menarik untuk dikunjungi.

    Mulai dari kekayaan budaya, situs bersejarah, hingga keindahan alam pun ada di sini. Menjadikannya tujuan liburan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

    Wisata Surabaya Terkenal

    Berikut adalah rekomendasi objek wisata Surabaya yang wajib dikunjungi:


    1. Taman Hiburan Pantai Kenjeran

    Taman Hiburan Pantai (THP) KenjeranTaman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. (Aprilia Devi)

    Dilansir Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya,Taman Hiburan Pantai Kenjeran adalah destinasi wisata Surabaya, yang menyuguhkan pengalaman pesisir pantai di utara Kota Surabaya.

    Keindahan pantai dengan pemandangan Jembatan Suramadu, merupakan salah satu daya tarik di tempat ini.

    Selain menikmati pemandangan, traveler juga bisa bersantai sambil kulineran di foodcourt yang ada di sana. Tersedia juga playground, gazebo, anjungan, hingga tempat yang menjual souvenir produk UMKM.

    • Alamat: Jalan Pantai Lama Kenjeran No. 1, Kecamatan Bulak, Surabaya.
    • Jam buka: 07:00-16:30 WIB.
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000 untuk weekdays, dan Rp 15.000 per orang di weekend.

    2. Kota Lama Surabaya

    Wisata Surabaya Kora LamaWisata Surabaya Kota Lama. (Deny Prastyo)

    Kota Lama Surabaya adalah kawasan di sekitar Jalan Rajawali yang bangunannya didominasi oleh berarsitektur kolonial.

    Dikutip dari situs Surabaya Tourism, ini adalah salah satu dari tiga “kampung lama” atau dikenal juga dengan “pertigaan”.

    Daya tarik objek wisata Surabaya ini di antaranya gedung Cerutu, Taman Sejarah, Hotel Arcadia, De Javasche Bank, Bank BNI, Kantor Pos Besar Kebonrojo, Jembatan Merah, Pabrik Siropen, Misoa, dan masih banyak lagi.

    Tidak hanya menjadi tujuan wisata Surabaya bagi wisatawan lokal, kawasan Jalan Rajawali juga banyak dikunjungi wisatawan asing.

    • Alamat: Jalan Rajawali, Krembangan, Surabaya.
    • Jam buka: 15:00-21:00 Tersedia sesi sore dan malam.
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    3. Monumen Tugu Pahlawan

    Monumen Tugu PahlawanMonumen Tugu Pahlawan. (Deny Prastyo Utomo)

    Monumen Tugu Pahlawan adalah salah satu landmark atau ikon kota Surabaya. Bentuk monumen ini mirip seperti “paku terbalik”, yang tingginya sekitar 40,50 meter.

    Monumen ini dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan pahlawan dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945.

    • Alamat: Jalan Pahlawan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
    • Jam buka: Selasa-Minggu 07:00-15:00 WIB. Senin dan hari libur nasional tutup.
    • Harga tiket masuk: Rp 2.000 per orang.

    4. Museum Sepuluh Nopember

    Museum Sepuluh Nopember adalah salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya. Meski demikianMuseum Sepuluh Nopember adalah salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi di Surabaya. (Nabila Meidy Sugita)

    Museum 10 Nopember adalah tempat bagi ratusan koleksi foto, senjata rampasan, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya. Asyiknya, di sini ada fasilitas pendukung lain yakni diorama elektronik dan diorama statis.

    Museum ini dibangun untuk melengkapi Monumen Tugu Pahlawan, yang dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan Pahlawan Kemerdekaan RI.

    • Alamat: Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
    • Jam buka: 08:00- 15:00 WIB (Senin tutup)
    • Harga tiket masuk: Rp 8.000 per orang. Untuk pelajar biaya masuknya gratis.

    5. Ekowisata Mangrove Wonorejo

    Hutan Mangrove Wonorejo SurabayaHutan Mangrove Wonorejo Surabaya. (Dhianna Puspitasari/d’Traveler)

    Ekowisata Mangrove Wonorejo adalah konservasi Hutan Bakau seluas 200 hektar. Di sini, pengunjung bisa menikmati keberadaan hutan mangrove, yang juga menjadi rumah bagi ratusan spesies burung migrasi.

    Lokasinya ada di Surabaya Timur. Fungsi kawasan ini berguna untuk mencegah ancaman intrusi air laut.

    • Alamat: Jalan Raya Wonorejo No.1, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
    • Jam buka: buka setiap hari mulai dari 08:00 – 16:00 WIB.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    6. Alun-alun Surabaya

    Basement Alun-alun Surabaya dibuka untuk umum mulai hari ini. Area itu pun bisa jadi destinasi wisata alternatif bagi warga dan wisatawan yang kunjungi SurabayaAlun-alun Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

    Dulunya, Alun-alun Surabaya dikenal juga sebagai Gedung Balai Pemuda Surabaya. Sekarang, Balai Pemuda digunakan pusat kegiatan seni dan budaya.

    Di kawasan ini, ada area basement dan area outdoor yang terbuka untuk publik.

    Di basement, pengunjung bisa melihat area pameran dan arena skateboarding yang dibuka untuk umum. Kamu juga bisa mengisi perut di fasilitas food court di sekitar alun-alun.

    • Alamat: Jalan Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya,
    • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 07.00 – 22.00 WIB
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    7. Rumah Kelahiran Bung Karno

    Rumah Kelahiran Bung Karno di SurabayaRumah Kelahiran Bung Karno di Surabaya. (Zainal Effendi)

    Rumah ini adalah rumah dari orang tua Bung Karno, yakni Bapak Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ibu Nyoman Rai Srimben.

    Rumah Kelahiran Bung Karno menjadi objek wisata sejarah yang menyimpan koleksi perjalanan keluarga Bapak R. Soekami dan Ibu Nyoman Rai Srimben sekaligus Sukarno. Koleksi tersebut bisa dinikmati dalam bentuk video mapping dan teknologi Augmented Reality.

    • Alamat: Jalan Pandean IV No.40, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya.
    • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 08:00-15:00 WIB.
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    Bagi kamu pecinta seni, kamu bisa mengunjungi Visma Art & Design Gallery. Lokasinya strategis, karena ada di pusat kota Surabaya.

    Visma Arts adalah galeri ikonik seni rupa dan desain di Indonesia yang banyak memamerkan kreasi para desainer Indonesia.Selain pameran, di sini juga ada workshop seni (berbayar), coworking space, hingga coffee shop.

    • Alamat: Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
    • Jam buka: Senin – Sabtu mulai dari jam 08:00 – 20:00 WIB.
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    9. Museum W.R. Soepratman

    Museum Museum W.R. Soepratman di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Museum W.R. Soepratman. (Dok situs tiketwisata.surabaya.go.id)

    Museum ini menyimpan koleksi barang-barang yang berkaitan dengan W.R Soepratman, Sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya.

    Tempat ini menjadi dokumentasi sejarah berkaitan dengan perjuangannya, dalam dunia musik dan pergerakan kemerdekaan. Di sana juga ada replika biola milik Sang Maestro.

    Bangunan museum ini dulunya adalah rumah milik kakak pertama W.R. Soepratman. Ia penang tinggal di rumah tersebut pada tahun 1937.

    • Alamat: Jalan Mangga No. 21 Tambaksari, Gedang Sewu, Surabaya.
    • Jam buka: Selasa – Minggu : 08.00 – 15.00 WIB.
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    10. Romokalisari Adventure Land

    Objek wisata ini baru diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Cak Eri) pada September 2022 lalu. Lokasinya, berada di pesisir pantai utara Surabaya.

    Romokalisari Adventure Land adalah destinasi wisata menawarkan sejumlah wahana sekaligus pemandangan yang berhadapan langsung dengan laut.

    Di sini, traveler bisa menikmati wahana yang terdiri dari ATV, playground, Mini Zoo, Arena Berkuda, hingga Kano dan Sekoci di mangrove dan Jetski.

    • Alamat: Jalan Romokalisari I, Kecamatan Benowo, Surabaya.
    • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 08:00 – 17:00 WIB.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    11. Taman Hutan Raya (Tahura) Lempung

    Objek wisata alam Surabaya lainnya adalah Taman Hutan Raya (Tahura). Hutan kota ini cocok dijadikan destinasi untuk mengisi waktu weekend.

    Di lahan seluas 1,9 heltak ini, kamu bisa melihat aneka jenis pepohonan dan juga dilengkapi dengan tambak-tambak tempat budidaya ikan.

    Dari catatan detikJatim, ada beberapa pilihan Tahura di Surabaya mulai dari Tahura Balas Klumprik, Tahura Pakal I & II, Tahura Lempung, dan Sentra Pertanian Terpadu Jeruk.

    • Alamat: Jalan Lempung Perdana IV, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
    • Jam buka: Sabtu-Minggu dari jam 8.00- 14.00 WIB.
    • Harga tiket masuk: gratis.

    12. Taman Suroboyo

    Taman Suroboyo ramai dikunjungi sejumlah keluarga saat akhir pekan.Taman Suroboyo ramai dikunjungi sejumlah keluarga saat akhir pekan. (Aprilia Devi/detikJatim)

    Taman Suroboyo adalah objek wisata terkenal yang berada di depan Sentra Ikan Bulak (SIB). Kawasan ini menempati lahan seluas 11.000 meter persegi.

    Salah satu yang membuat Taman Suroboyo terkenal adalah karena di sini ada ikon Surabaya yaitu Patung Suro Boyo setinggi 25 m.

    Selain itu, di area tengah tamam juga ada ruang terbuka yang bisa dipakai untuk tempat olahraga, playground, bermain sepatu roda, ataupun nongkrong menikmati suasana.

    • Alamat: Jalan Pantai Kenjeran, Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.
    • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 06:00 – 21:00 WIB.
    • Harga tiket masuk: Gratis.

    (khq/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024


    Jakarta

    Ada banyak tempat wisata edukasi yang berada di Surabaya, salah satunya yang terkenal adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, khususnya saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

    Sedikit membahas tentang sejarahnya, Tugu Pahlawan Surabaya didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952.

    Mengutip situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, tujuan utama pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam pertempuran sengit pada 10 November 1945 di Surabaya.


    Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya, sebaiknya cek dahulu jam buka dan harga tiket masuknya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Daya Tarik Tugu Pahlawan Surabaya

    Daya tarik utama dari Tugu Pahlawan Surabaya adalah bentuk monumennya yang mirip seperti paku terbalik. Monumen tersebut memiliki ketinggian sekitar 40,15 meter.

    Selain itu, ada juga museum bernama Museum Sepuluh Nopember. Museum tersebut dibangun pada 10 November 1991 di area Kompleks Tugu Pahlawan. Museum itu resmi dibuka oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

    Menariknya, bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah (basement), sehingga hanya terlihat atapnya saja dari kejauhan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya.

    Di dalam museum, travelers dapat melihat ratusan koleksi foto, senjata rampasan penjajah, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya.

    Lalu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti diorama elektronik dan diorama statis. Hal ini dapat mempermudah pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.

    Fasilitas di Tugu Pahlawan Surabaya

    Fasilitas yang tersedia di Tugu Pahlawan Surabaya cukup lengkap, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat berwisata ke museum ini. Beberapa fasilitas yang dimiliki di antaranya:

    • Toilet
    • Mushola
    • Area parkir kendaraan
    • Lapangan luas
    • Ruang diorama elektronik
    • Ruang diorama statis
    • Ruang auditorium
    • Perpustakaan
    • Kidzone dan laktasi.

    Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya

    Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya akan dikenakan tiket masuk. Dilansir situs resmi Tiket Wisata Surabaya, untuk harga tiket masuk (HTM) Tugu Pahlawan sebesar Rp 8.000 per orang.

    Bagi pengunjung yang merupakan pelajar, tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis. Menyenangkan bukan?

    Nah, untuk pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online lewat situs tiketwisata.surabaya.go.id. Untuk metode pembayarannya tersedia secara tunai dan QRIS.

    Lokasi dan Jam Buka Tugu Pahlawan Surabaya

    Tugu Pahlawan Surabaya beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Tempat wisata ini buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

    Jika detikers berkunjung ke Tugu Pahlawan, sempatkan juga untuk mampir ke Museum Sepuluh Nopember. Usahakan datang sejak pagi hari agar bisa puas berkeliling museum.

    Itu dia jam buka dan harga tiket masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Religi Terkenal di Surabaya buat Ramadan



    Surabaya

    Selain kaya akan wisata sejarah, Surabaya juga kaya akan wisata religi. Berikut 5 destinasi wisata religi di Surabaya yang bisa dikunjungi saat Ramadan.

    Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi saksi perjalanan panjang Bangsa Indonesia. Hal ini tercermin dalam keberagaman masyarakat Surabaya yang begitu dinamis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk keagamaan.

    Memasuki bulan suci ramadan, tak sedikit masyarakat berkunjung ke wisata-wisata religi di Surabaya. Tujuannya untuk berziarah dan mempelajari sejarah perjalanan ajaran umat muslim di kota ini.


    Kehadiran berbagai situs wisata religi, menjadi sebuah simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Surabaya.

    Berikut 5 Wisata Religi di Surabaya yang Bisa Dikunjungi saat Ramadan:

    1. Masjid Al-Akbar Surabaya

    Masjid nasional Al-Akbar merupakan salah satu masjid terbesar dan terindah di Indonesia. Berlokasi di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, masjid ini salah satu landmark dari Kota Pahlawan.

    Masjid ini memiliki luas bangunan sebesar 28.509 m2 dan dapat menampung hingga 36.000 jemaah. Masjid ini pun diproyeksikan sebagai Islamic Center dengan peran multidimensi yang mencakup misi religius, kultural, edukatif, dan wisata religi.

    Beberapa daya tarik dari Masjid Al-Akbar di antaranya kubah dengan bentuk unik yang menyerupai setengah telur, serta keindahan ukiran dan kaligrafi yang memenuhi dinding-dinding masjid.

    Harga Tiket: Rp10.000
    Jam Operasional: 08.00-12.00, 13.00-16.00 WIB (Senin-Jumat)

    2. Masjid Cheng Hoo

    Dibangun tahun 2001, masjid ini menghadirkan konsep akulturasi antara budaya Tionghoa dan Agama Islam yang sangat menarik. Masjid Cheng Hoo salah satu ikon wisata religi di Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Gading Nomor 02, Ketabang, Kecamatan Genteng.

    Ciri khas dari masjid ini adalah gaya arsitekturnya yang banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa klasik yang kental. Hal ini ditunjukkan dengan ornamen-ornamen seperti relief naga dan pagoda dengan lafaz Allah di puncaknya.

    Gaya arsitektur dan interior masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika semata, melainkan juga mengandung makna filosofi yang mendalam.

    Salah satunya, dikutip dari laman resmi Dunia Masjid, Ketiadaan pintu pada Masjid Cheng Hoo menyimbolkan keterbukaan. Bahwa masjid ini adalah tempat yang dapat digunakan oleh semua orang untuk beribadah tanpa memandang etnis apa pun.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: – 04.00-22.00 WIB (Senin-Minggu)

    3. Makam Sunan Ampel

    Sunan Ampel merupakan salah satu tokoh dari Wali Songo, yakni 9 ulama yang memiliki kontribusi besar terhadap sejarah penyebaran ajaran Agama Islam di Indonesia.

    Sebagai sosok yang dihormati oleh masyarakat, Makam Sunan Ampel selalu ramai akan pengunjung yang hendak berziarah. Makam Sunan Ampel masih berada di kompleks yang sama dengan Masjid Ampel, salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan pada abad ke 15.

    Traveler yang tertarik untuk berkunjung, Makam Sunan Ampel berlokasi di Jalan Ampel Blumbang Nomor 2 A, Ampel.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: 24 jam (Senin-Minggu)

    4. Kampung Santri Ndresmo

    Kampung Santri Ndresmo dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan santri, dengan banyaknya kehadiran pondok pesantren dan kegiatan keagamaan yang berlangsung di sekitarnya sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda.

    Hingga saat ini, diketahui tidak hanya santri yang berasal dari Surabaya saja yang belajar di kampung ini, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia.

    Sebagai kota yang dikelilingi oleh penduduk yang mayoritas menganut agama Muslim, Kampung Santri Ndresmo menjadi simbol penting yang menjaga identitas keislaman masyarakat d Surabaya.

    Di sini para pengunjung dapat menggali lebih dalam mengenai jejak perjalanan agama Islam di Surabaya, serta menilik peninggalan religi dan adat di Kampung Ndresmo.

    Alamat: Jl. Sidosermo III No.10A, Sidosermo, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur.

    5. Makam Sunan Bungkul

    Sunan Bungkul atau yang memiliki nama asli Ki Ageng Supo merupakan salah satu tokoh yang juga berperan penting dalam penyebaran Agama Islam di Indonesia di akhir masa Kerajaan Majapahit.

    Sesuai namanya, Makam Sunan Bungkul berlokasi di belakang Taman Bungkul Surabaya. Meskipun Taman Bungkul sendiri dikenal dengan salah satu destinasi rekreasi baik untuk warga lokal maupun wisatawan.

    Tidak sedikit pula orang yang berkunjung ke taman ini untuk berziarah di Makam Sunan Bungkul, menikmati suasana religius dan sejarah yang ada di tempat tersebut.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: 24 jam (Senin-Minggu)

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com