Tag: kraken

  • Konflik Kraken-SEC dan Rumor Staking Dilarang di US Bikin Kripto Turun

    Market kripto terpantau turun pada Jumat (10/2) pagi saat industri diterpa kabar bursa kripto, Kraken yang setuju untuk menutup fitur staking dan membayar denda ke US Securities and Exchange Commission (SEC). Hal ini membuat banyak investor khawatir tentang rencana investasi mereka.

    Menjelang akhir pekan, investor kripto dikejutkan dengan posisi market yang jatuh lebih dalam. Bahkan Bitcoin (BTC) kembali ke keluar dari zona US$ 22.000 atau sekitar Rp 332 juta. Apa penyebab harga kripto turun kali ini?

    Tim Riset Tokocrypto menjelaskan bahwa sentimen bearish masih cukup kuat menghantui market pada pekan ini. Ada beberapa penyebabnya, utama adalah soal industri kripto di AS sedang menghadapi tekanan peraturan yang meningkat sejak awal tahun. Ini bahkan memicu diskusi di media sosial tentang apakah pemerintah AS diam-diam mencoba menekan seluruh industri kripto.

    “Terbaru yang membuat market kripto begitu terpukul karena ada rumor bahwa The Fed dan Comptroller of the Currency (OCC) akan melakukan pelarangan pelayanan bank ke crypto exchange. Hal ini juga berkaitan dengan New York Department of Financial Services (NYDFS) yang melakukan investigasi atas penerbitan stablecoin Paxos,” jelas tim.

    Sentimen Negatif Kuat

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

    Tidak hanya itu, kabar yang menyebutkan US Securities and Exchange Commission (SEC) meminta bursa kripto global, Kraken untuk segera menghentikan fitur staking dan membayar denda US$ 30 juta juga mendorong market kripto lesu. Berita Kraken mengikuti rumor dari CEO Coinbase, Brian Armstrong, yang mengatakan SEC berniat untuk menyingkirkan staking kripto di AS untuk investor ritel.

    Serangkaian kabar buruk tersebut cukup untuk kembali melemahkan harga kripto. Saat ini kemungkinan besar investor masih takut dan khawatir imbas dari perkembangan regulasi kripto di AS yang belum menunjukan hal positif. Selain itu mereka juga resah dengan data pekerjaan AS terakhir yang kuat dan kelanjutan kebijakan moneter AS dari The Fed yang masih hawkish dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

    “Sama seperti kripto, saham berjangka AS diperdagangkan cenderung turun pada Jumat (10/2) pagi. Indeks dolar AS (DXY) terpantau kembali level 103 (+0.05) yang memicu penurunan berkorelasi terbalik di seluruh aset berisiko, termasuk kripto dan saham.”

    Analisis Teknikal

    Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
    Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

    Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 atau anjlok hampir 5% selama 24 jam terakhir. Ini menandai level terendah sejak 25 Januari lalu. Tekanan jual terlihat mendominasi meskipun volume perdagangan ditutup rendah, di bawah 20-day moving average (MA). Dari relative strength index (RSI) juga perlahan bergerak naik menuju area overbought.

    “Level support BTC terkuat saat ini berada di US$ 21.300, apabila berhasil breakout support, maka akan terjadi penurunan lebih lanjut di bawah US$ 21.000. Pergerakan harga Bitcoin untuk kembali bulish harus bisa menembus level resistance di US$ 22.304.”

    Namun, diproyeksikan selama akhir pekan nanti, Bitcoin belum mampu untuk meneruskan laju naik atau tidak berhasil bounce. Tekanan jual masih besar dan belum menjadi momen baik untuk mengakumulasi BTC. Prediksi dalam waktu dekat BTC akan kembali ke level US$ 21.000 atau Rp 317 juta.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kraken, Backed, dan Solana Hadirkan Saham AS Tokenisasi Global

    Kraken resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Backed dan Solana Foundation dalam peluncuran xStocks, sebuah inisiatif yang menghadirkan ekuitas AS dalam format tokenisasi berbasis blockchain. Melalui platform ini, investor global dapat mengakses saham-saham Amerika dalam bentuk token SPL di jaringan Solana.

    Langkah ini menandai upaya serius untuk membuka akses yang lebih luas terhadap investasi saham dengan memanfaatkan teknologi blockchain demi menghadirkan pengalaman perdagangan yang lebih terbuka, instan, dan efisien. Peluncuran xStocks ditargetkan terutama untuk pasar di luar Amerika Serikat, mencakup wilayah Eropa, Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

    Transformasi Investasi Tradisional lewat Blockchain

    Menurut laporan Coincu, xStocks merepresentasikan pergeseran paradigma dalam cara masyarakat berinvestasi di saham. Dengan tokenisasi, saham-saham AS dapat diperdagangkan secara real-time, di luar sistem keuangan konvensional. Mark Greenberg dari Kraken menyatakan:

    “Kami membayangkan ulang bagaimana investasi ekuitas seharusnya berjalan dan merespons meningkatnya permintaan akan solusi alternatif dari para investor global.”

    Backed juga menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah besar menuju adopsi massal sekuritas tokenisasi, yang dapat mendorong peningkatan volume transaksi dan likuiditas di ekosistem Solana.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: WalletConnect Perluas Ekosistem ke Solana: Luncurkan Token WCT

    Solana dan Masa Depan Aset Dunia Nyata dalam Blockchain

    Popularitas konsep tokenisasi terus meningkat karena memungkinkan kepemilikan fraksional dan peningkatan likuiditas, terutama di pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

    Dengan peluncuran xStocks, peran Solana semakin menonjol sebagai fondasi teknologi dalam tokenisasi aset dunia nyata. Hal ini mengingatkan pada upaya serupa yang pernah dilakukan oleh FTX dan Binance. Saat ini, token SOL diperdagangkan di harga $172,00 dengan kapitalisasi pasar sebesar $89,49 miliar. Meski turun 1,67% dalam 24 jam terakhir, SOL mencatatkan kenaikan 13,76% dalam 30 hari terakhir. Namun, volume perdagangan harian mengalami penurunan sebesar 55,57%, mencerminkan fluktuasi minat pasar.

    Menurut analisis Coincu, peluncuran xStocks diperkirakan akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai regulasi sekuritas tokenisasi, khususnya terkait integrasi dengan dunia DeFi. Jika berhasil, ini bisa menempatkan Solana sebagai blockchain pilihan untuk penerbitan aset dunia nyata yang terregulasi—dan menjadi acuan bagi proyek serupa di seluruh dunia.

    Baca juga: Kalshi Kini Terima Setoran Solana Setelah Tambahkan Dukungan Bitcoin


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tonggak Penting Pi Network: Peluncuran Futures di Kraken

    Pi Network kembali menjadi sorotan setelah dua perkembangan signifikan: peluncuran kontrak futures perpetual untuk token PI di bursa Kraken dan pengumuman dua pembaruan utama dalam ekosistemnya.

    Langkah ini menandai kemajuan penting dalam upaya Pi Network untuk memperluas adopsi dan meningkatkan utilitas tokennya.

    Peluncuran Futures PI di Kraken: Akses Baru bagi Trader

    Pada 23 Mei 2025, Kraken mengumumkan peluncuran kontrak futures perpetual untuk token PI, memungkinkan trader untuk berspekulasi terhadap harga PI dengan leverage hingga 20x.

    Ini adalah pertama kalinya token PI tersedia di platform derivatif utama, memberikan akses baru bagi investor untuk mengambil posisi panjang atau pendek tanpa harus memiliki aset secara langsung.

    Futures perpetual ini tersedia di Kraken Pro, yang mendukung lebih dari 360 pasar perdagangan dan menawarkan lebih dari 40 opsi kolateral.

    Meskipun peluncuran ini meningkatkan visibilitas PI di pasar, harga token mengalami penurunan sekitar 5,33% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $0,77.

    Dua Pembaruan Utama dalam Ekosistem Pi Network

    Bersamaan dengan peluncuran di Kraken, tim Pi Network mengumumkan dua pembaruan signifikan untuk memperkuat ekosistemnya:

    1. Integrasi Lima Aplikasi Komunitas Baru: Pi Network menambahkan lima aplikasi terdesentralisasi (dApps) ke dalam antarmuka ekosistem utama mereka, memperluas fungsionalitas dan memberikan lebih banyak utilitas bagi pengguna.
    2. Penyederhanaan Proses Pemulihan Akun: Proses pemulihan akun telah disederhanakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi pengguna, memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengakses kembali akun mereka jika terjadi kehilangan akses.

    Pembaruan ini mencerminkan upaya berkelanjutan Pi Network untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memperluas ekosistemnya.

    Baca Juga: Mengapa Harga Pi Network Berpotensi Mandek di Tengah Reli Kripto?

    Meskipun ada perkembangan positif, Pi Network menghadapi kritik terkait sentralisasi dan privasi data.

    Sekitar 60% dari total pasokan PI masih dikendalikan oleh tim inti, menimbulkan kekhawatiran tentang distribusi token yang adil.

    Selain itu, konsentrasi node validator di Vietnam, yang menghadapi regulasi kripto yang lebih ketat, menimbulkan pertanyaan tentang desentralisasi dan stabilitas jaringan.

    Kekhawatiran juga muncul terkait praktik privasi data Pi Network, dengan beberapa pihak menyoroti kurangnya transparansi dalam pengumpulan dan penggunaan data pengguna.

    Prospek Masa Depan PI

    Peluncuran futures PI di Kraken dan pembaruan ekosistem menunjukkan langkah maju bagi Pi Network dalam upayanya untuk memperluas adopsi dan utilitas tokennya.

    Namun, tantangan terkait sentralisasi, privasi data, dan regulasi tetap menjadi perhatian utama.

    Keberhasilan jangka panjang Pi Network akan bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi kritik ini dan membangun kepercayaan di antara komunitas dan investor.

    Dengan langkah-langkah yang tepat, Pi Network memiliki potensi untuk memperkuat posisinya di pasar kripto yang kompetitif.

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik 11% Akibat Guncangan Pasokan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance dan Kraken Gagalkan Serangan Siber

    Dua bursa kripto terkemuka, Binance dan Kraken, berhasil menggagalkan upaya peretasan melalui rekayasa sosial (social engineering) yang sebelumnya menimpa Coinbase.

    Serangan siber ini menyoroti kerentanan dalam sistem keamanan bursa kripto dan pentingnya kewaspadaan terhadap taktik peretasan yang semakin canggih.

    Serangan Rekayasa Sosial: Taktik Baru Para Peretas

    Berbeda dengan serangan langsung ke sistem teknis, rekayasa sosial memanfaatkan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi sensitif.

    Dalam kasus Coinbase, peretas menyuap staf dukungan di luar negeri untuk mendapatkan akses ke data pribadi dan catatan manajemen akun pengguna.

    Akibatnya, Coinbase harus menanggung kerugian sekitar 400 juta dolar AS untuk mengatasi dampak insiden ini dan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

    Baca Juga: Binance Umumkan Airdrop Token NXPC untuk Pemegang BNB

    Binance dan Kraken Lebih Siap

    Tidak seperti Coinbase, Binance dan Kraken memiliki sistem keamanan internal yang lebih kuat.

    Ketika para peretas mencoba menghubungi perwakilan dukungan mereka melalui Telegram untuk meminta informasi pelanggan seperti saldo akun dan alamat rumah, sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) di kedua bursa berhasil mendeteksi dan memblokir upaya tersebut.

    Ilustrasi hacker Lazarus Group. Sumber: Pixabay.

    Pelajaran Berharga bagi Industri Kripto

    Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh industri kripto. Metode peretasan semakin canggih, dan para pelaku tidak hanya fokus pada celah teknis, tetapi juga mencari “mata rantai terlemah” dalam organisasi, yaitu karyawan.

    Staf dukungan, terutama yang bekerja jarak jauh dan kurang terlatih dalam keamanan informasi, menjadi target yang rentan.

    bitcoin segera melonjak

    Ancaman yang Berkembang

    Serangan terhadap bursa kripto semakin terarah. Peretas tidak hanya berusaha membobol pertahanan, tetapi juga mencari celah melalui karyawan.

    Pelatihan keamanan informasi yang komprehensif bagi seluruh staf, terutama yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, menjadi sangat penting.

    Baca Juga: Ekonom Kraken Ramal Daftar Altcoin Bakal Melejit

    Keamanan Berlapis: Kunci Pertahanan

    Keberhasilan Binance dan Kraken menunjukkan pentingnya sistem keamanan berlapis.

    Selain perlindungan teknis yang kuat, bursa kripto juga harus berinvestasi dalam pelatihan karyawan, menerapkan protokol keamanan yang ketat, dan memanfaatkan teknologi seperti AI untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

    Masa Depan Keamanan Kripto

    Industri kripto harus terus beradaptasi dengan ancaman yang terus berkembang.

    Kerja sama antara bursa, penegak hukum, dan perusahaan keamanan siber sangat penting untuk mengembangkan strategi pertahanan yang efektif.

    Edukasi pengguna tentang praktik keamanan terbaik juga merupakan bagian penting dari upaya kolektif untuk melindungi aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekonom Kraken Ramal Daftar Altcoin Bakal Melejit

    Dalam wawancara terbaru dengan TheStreet, Thomas Perfumo, Kepala Ekonom di Kraken, menyatakan bahwa altcoin menunjukkan potensi untuk mengalami lonjakan harga signifikan.

    Namun, menurutnya, investor masih menunggu katalis yang tepat untuk memicu pergerakan tersebut .

    Dominasi Bitcoin dan Tantangan Altcoin

    Bitcoin (BTC) baru-baru ini mencapai harga tertinggi sepanjang masa, menembus angka $100.000.

    Sementara itu, Ethereum (ETH) dan altcoin lainnya belum menunjukkan performa serupa.

    Perfumo mencatat bahwa dominasi Bitcoin di pasar kripto saat ini memberikan tantangan bagi altcoin untuk menarik perhatian investor.

    Baca Juga: Kenaikan 9,5% Mantra (OM) Pimpin Altcoin Mei, Didukung Coinbase

    Faktor-Faktor yang Dapat Mendorong Altcoin

    Perfumo mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat menjadi katalis bagi lonjakan harga altcoin:

    • Adopsi Teknologi Baru: Pengembangan dan penerapan teknologi baru dalam ekosistem altcoin dapat meningkatkan minat investor.
    • Regulasi yang Mendukung: Kebijakan regulasi yang jelas dan mendukung dapat memberikan kepercayaan tambahan bagi investor untuk berinvestasi di altcoin.
    • Inovasi Produk: Peluncuran produk atau layanan baru yang inovatif dapat menarik perhatian pasar dan mendorong permintaan terhadap altcoin tertentu.

    Strategi Investor

    Perfumo menyarankan investor untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum berinvestasi di altcoin.

    Meskipun potensi keuntungan besar ada, risiko yang terkait dengan volatilitas harga dan ketidakpastian pasar juga perlu dipertimbangkan.

    Secara keseluruhan, meskipun altcoin saat ini belum menunjukkan performa sekuat Bitcoin, pandangan optimis dari ekonom Kraken menunjukkan bahwa potensi lonjakan harga masih ada.

    Dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat menjadi katalis dan melakukan strategi investasi yang bijak, investor dapat memanfaatkan peluang yang mungkin muncul di pasar altcoin.

    Baca Juga: Altcoin Tertekan Menjelang Token Unlock Besar di Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Mau Bikin Kripto Berjaya, Janji Bakal Longgarkan Aturan


    Jakarta

    Donald Trump ingin membuat popularitas aset kripto naik, Presiden Terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan akan melonggarkan aturan untuk perusahaan kripto di negaranya.

    Sejak kampanye untuk kembali menjadi presiden, Trump memang aktif mempromosikan mata uang kripto. Melansir Reuters, Minggu (19/1/2025), kini dia berencana untuk menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi regulasi yang dihadapi oleh perusahaan aset kripto. Bahkan, Trump disebut ingin mempromosikan adopsi aset digital dalam beberapa hari pertamanya menjabat.

    Kabar soal rencana melonggarkan aturan untuk kripto pertama kali berembus pada hari Kamis kemarin. Bloomberg News melaporkan rencana kelonggaran aturan ini muncul setelah Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang membentuk dewan kripto. Dewan yang akan beranggotakan 20 orang ahli itu akan membantunya memberi nasihat kepada pemerintah tentang kebijakan yang ramah terhadap kripto.


    Penasihat Trump juga telah membahas penggunaan perintah eksekutif untuk mengarahkan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk mencabut pedoman akuntansi tahun 2022 yang dikenal sebagai SAB 121.

    SAB 121 dinilai terlalu mahal bagi beberapa perusahaan, khususnya bank, untuk menyimpan mata uang kripto atas nama pihak ketiga. Trump juga diperkirakan akan memerintahkan diakhirinya Operation Choke Point 2.0, operasi ini menurut para eksekutif kripto merupakan upaya bersama oleh regulator bank untuk mencekik perusahaan kripto keluar dari sistem keuangan tradisional.

    Operasi itu memerintahkan bank untuk menolak memberikan layanan kepada pengguna kripto. Regulator bank membantah adanya upaya semacam itu, namun selama ini operasi itu diyakini sudah berjalan dengan masif.

    Belum jelas apakah Trump akan mengarahkan perubahan regulasi kripto melalui satu atau beberapa perintah eksekutif, tetapi sumber informasi yang ada mengatakan tujuannya adalah untuk segera mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintahan baru secara luas mendukung adopsi aset digital.

    Kebijakan Trump berpotensi mendorong mata uang kripto ke arus utama. Hal itu sangat kontras dengan kebijakan Presiden Joe Biden yang kurang mendukung aset kripto.

    Biden berupaya untuk melindungi warga Amerika dari penipuan dan pencucian uang, menindak tegas perusahaan kripto, menggugat bursa Coinbase, Binance, Kraken, dan puluhan lainnya di pengadilan federal.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Teken Aturan Baru Kripto, Batalkan Kebijakan IRS


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani undang-undang yang membatalkan aturan Internal Revenue Service (IRS) tentang laporan transaksi kripto.

    Langkah ini sejalan dengan janji politik Trump pada saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) AS. Saat itu, Trump berjanji menjadi ‘Presiden Kripto’ dan serta mempromosikan aset digital.

    Pada minggu pertamanya menjabat, Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja kripto yang bertugas mengusulkan regulasi aset digital baru. Kemudian pada bulan Maret, ia menandatangani perintah eksekutif untuk membuat persediaan bitcoin federal.


    Mengutip Reuters, Jumat (11/4/2025), aturan wajib lapor transaksi kripto digulirkan IRS dimulai pada akhir periode jabatan Presiden Joe Biden. Aturan tersebut mewajibkan DeFI, selaku bursa kripto, melakukan pelaporan transaksi ke IRS dan mengklasifikasikan broker.

    Baik Parleman maupun Senat AS telah memberikan suara untuk membatalkan aturan tersebut melalui Undang-Undang Peninjauan Kongres, yang memungkinkan untuk membatalkan aturan federal baru dengan mayoritas sederhana.

    Industri kripto pun sempat menyuarakan kecaman atas aturan aturan tersebut. Mereka mengklaim bahwa aturan tersebut tidak dapat diterapkan pada platform DeFi, kemudian mendesak Partai Republik untuk mencabutnya.

    Bursa kripto seperti Coinbase dan Kraken bertindak sebagai perantara antara pembeli dan penjual, sementara bursa DeFi bertujuan untuk menghilangkan perantara dan memungkinkan pengguna bertransaksi langsung pada jaringan blockchain yang mendukung mata uang kripto.

    Pelaku industri kripto berpendapat, bursa DeFi tidak bertindak sebagai perantara lantaran tidak memiliki visibilitas penggunanya, sehingga mustahil mengikuti aturan IRS.

    Adapun kerangka kerja IRS baru bertujuan untuk menindak tegas pengguna kripto yang tidak membayar pajak, di mana berdasarkan Undang-Undang Investasi Infrastruktur dan Pekerjaan, pengguna kripto mesti membayar senilai US$1 triliun tahun 2021.

    Undang-undang ini mengharuskan pialang aset digital untuk mengirimkan formulir kepada IRS dan pemegang aset digital untuk membantu persiapan pajak.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com