Tag: kram

  • Kunci Rahasia biar Lari Makin Cepat dan Staminanya Gila

    Jakarta

    Lari merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.

    Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan kecepatan yaitu dengan latihan interval (interval training). Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.

    Dalam olahraga lari, metode latihan interval dapat dikombinasikan dengan lari sprint dengan durasi 20-90 detik dan interval istirahat selama 30-120 detik.


    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara latihan interval, detikers dapat menyimak ulasan berikut ini.

    Teknik Latihan Interval pada Lari

    Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi. Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot, sehingga efektif digunakan saat berlari.

    Tak hanya itu, latihan interval juga dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, sehingga detikers dapat terus meningkatkan kecepatan saat berlari tanpa merasa cepat lelah.

    Agar lebih optimal, detikers dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:

    1. Melakukan Pemanasan dengan Benar

    Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.

    Sebelum mulai berlatih, pastikan detikers melakukan pemanasan selama 5-10 menit untuk mencegah terjadinya kram otot dan permasalahan lain selama latihan.

    2. Lari Sprint

    Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6-8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1-2 menit.

    3. Pendinginan

    Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik yang berat maupun sedang.

    detikers dapat melakukan pendinginan dengan gerakan santai seperti jogging dan jalan selama beberapa menit.

    Jenis-jenis Lari Interval

    Dalam olahraga lari, terdapat beberapa jenis latihan interval yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Short interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
    • Long interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
    • Progressive interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
    • Pyramid interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.

    Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci bagi pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. Semoga dapat dipraktekkan dengan baik ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Le Minerale Jadi Official Mineral Water Ajang Lari Elite Borobudur Marathon


    Jakarta

    Le Minerale berhasil memenuhi seluruh kriteria, standar nutrisi, dan keamanan internasional yang harus dipenuhi untuk mendukung Borobudur Marathon 2025. Dalam acara ini, Le Minerale menunjang 11.500 pelari yang berkompetisi di area Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah sebagai satu-satunya air mineral yang memenuhi syarat.

    Digelar pada Minggu, (16/11) lalu, Borobudur Marathon 2025 yang telah mengantongi predikat baru Elite Label World Athletics hadir dengan standar pelaksanaan dan peningkatan kualitas rute yang telah terverifikasi World Athletics, salah satunya terkait official mineral water.

    Race Director Borobudur Marathon 2025, Andreas Kansil mengungkapkan dengan perubahan status menjadi Elite Label, Borobudur Marathon tetap memilih Le Minerale sebagai official mineral water.


    “Kami memang terus memastikan dan menjamin kualitas water station yang dapat memenuhi kebutuhan cairan sesuai standar internasional. Maka dari itu kami kembali menggandeng Le Minerale sebagai official mineral water. Le Minerale memiliki kandungan mineral alami untuk mengganti mineral yang hilang dan menjadi kunci agar pelari tidak loyo,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).

    Diketahui, status elite mensyaratkan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk kualitas produk yang disajikan di water station mulai dari kandungan mineral, rasa yang segar, dan sesuai standar keamanan pangan.

    Terlebih, tahun ini Borobudur Marathon menghadirkan rute baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pelari. Meski rute berubah, medan tanjakan legendaris tetap warnai Borobudur Marathon.

    Atas kepercayaan yang diberikan, Head of Public Relation and Digital Le Minerale berterima kasih dan bangga bisa menjadi bagian dari ajang lari berstandar Elite Label World Athletics.

    “Kami sangat berterima kasih kembali dipercaya menjadi official mineral water di event Borobudur Marathon. Dengan rute baru yang penuh tantangan ‘tanjakan cinta’, kami yakin bahwa menjaga kebugaran tubuh para pelari adalah hal utama. Lewat kandungan mineral alami, Le Minerale ingin memastikan setiap atlet dapat terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya serta menjaga performanya hingga garis finish,” ungkap Yuna.

    Yuna menilai melalui keterlibatan Le Minerale di 24 titik water station, Le Minerale turut bangga menjadi bagian dari setiap langkah pelari menuju garis finish.

    Menanggapi hadirnya keterlibatan Le Minerale di 24 titik water station, Medical Doctor Borobudur Marathon 2025, dr. Wawan Budisusilo Sp.KO menambahkan penempatan water station Le Minerale yang tersebar di sepanjang jalur lomba, 24 titik untuk kategori full marathon, 10 titik untuk half marathon, dan 3 titik untuk kategori 10K tersebut bukanlah tanpa alasan.

    “Penempatan water station setiap jarak tertentu ini sangat penting untuk menentukan hydration point di sebuah running event, apalagi event marathon di cuaca yang panas. Kalau kita bandingkan dengan di luar negeri, jarak antar water station mereka lebih jauh karena perbedaan iklim,” ungkapnya.

    “Indonesia yang beriklim tropis memerlukan strategi hidrasi yang lebih intensif. Kita standby di kilometer-kilometer awal sampai tengah setiap 2,5 km. Makin jauh jaraknya, makin tinggi kebutuhan hidrasi dan mineral, sehingga jarak antar water station akan semakin pendek. Yang penting bukan hanya soal cairan, tapi juga penggantian mineral yang hilang melalui keringat. Kita harapkan pelari memanfaatkan asupan mineral ini dengan baik,” sambung dr. Wawan.

    Tak hanya itu, pelari profesional Le Minerale Running Squad Ibnu Jamil turut merasakan manfaat Le Minerale yang memiliki kandungan mineral alami. Belasan ribu pelari di Borobudur Marathon dapat terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya, sehingga performa dapat lebih optimal.

    “Sebelum, selama, dan sesudah lari saya selalu cukupi kebutuhan cairan dan mineral dengan Le Minerale. Dan tentunya selama berkompetisi di Borobudur Marathon ini, setiap water station selalu saya singgahi dan saya minum meski sedikit-sedikit untuk meminimalisir kram karena kekurangan cairan,” pungkas Ibnu.

    (akn/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Mengenal Senyawa Nitrit, Pemicu Keracunan MBG di Bandung Barat


    Jakarta

    Kasus keracunan massal yang menimpa 1.315 siswa di Bandung Barat bikin geger publik. Dari hasil investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), ditemukan kadar nitrit yang sangat tinggi pada hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para siswa.

    Senyawa ini ditemukan terutama pada sampel melon dan lotek, dengan kadar mencapai 3,91 mg/L dan 3,54 mg/L. Padahal menurut US Environmental Protection Agency (EPA), batas aman nitrit dalam minuman hanya 1 mg/L. Artinya, kadar dalam sampel makanan itu nyaris empat kali lipat dari batas maksimum yang disarankan.

    Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: sebenarnya seberapa berbahaya nitrit bagi tubuh, dan dari mana zat ini bisa muncul dalam makanan?


    Apa Itu Nitrit dan Kenapa Bisa Berbahaya?

    Nitrit adalah senyawa kimia turunan nitrogen yang sering terbentuk dari hasil reduksi nitrat yaitu senyawa yang banyak ditemukan di tanah, air, dan tanaman. Dalam kondisi tertentu, seperti penyimpanan yang tidak higienis atau pengolahan yang kurang tepat, nitrat bisa berubah menjadi nitrit akibat aktivitas bakteri.

    Selain muncul secara alami, nitrit juga sengaja ditambahkan dalam industri pangan sebagai bahan pengawet, terutama pada produk seperti sosis, kornet, ham, dan daging asap. Tujuannya adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya dan menjaga warna serta rasa daging tetap menarik.

    Namun, jika kadarnya berlebihan, nitrit bisa berbalik jadi racun. Dalam tubuh, nitrit mampu mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin, yaitu bentuk hemoglobin yang tidak bisa mengikat oksigen dengan baik. Kondisi ini disebut methemoglobinemia dan bisa membuat tubuh kekurangan oksigen.

    Dalam jangka panjang, nitrit juga bisa membentuk nitrosamin yaitu senyawa yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker, terutama jika makanan yang mengandung nitrit dipanaskan berulang kali atau dibakar pada suhu tinggi.

    Sumber Nitrit dan Makanan yang Mudah Tercemar

    Senyawa nitrit memang bisa terbentuk secara alami di beberapa jenis makanan, terutama dari bahan yang mengandung nitrat tinggi. Tapi, ada juga pangan yang rawan mengalami cemaran nitrit tambahan akibat proses pengolahan, penyimpanan, atau kontaminasi mikroba.

    Menurut beberapa penelitian, nitrit bisa berasal dari banyak sumber, baik alami maupun akibat kontaminasi. Ini beberapa di antaranya:

    1. Daging olahan dan produk pengawet

    Penelitian dari Jurnal Food Additives & contaminants, tahun 2020 menunjukkan bahwa nitrit digunakan sebagai bahan tambahan untuk mencegah bakteri dan menjaga warna daging tetap merah muda. Karena itu, sosis, bacon, atau kornet bisa mengandung nitrit dalam batas tertentu.

    2. Sayuran berdaun hijau seperti bayam, selada, dan sawi

    Sayuran ini kaya nitrat secara alami. Dalam kondisi penyimpanan yang lembab atau tidak higienis, bakteri di permukaan daun bisa mengubah nitrat menjadi nitrit. Menurut penelitian, kadar nitrit meningkat signifikan bila sayur disimpan lebih dari 48 jam pada suhu ruang.

    3. Buah-buahan seperti melon dan semangka

    Meski jarang disangka, buah berair juga bisa jadi media tumbuh bakteri pengubah nitrat menjadi nitrit, terutama bila sudah dikupas, dipotong, lalu dibiarkan terbuka terlalu lama. Hal inilah yang juga ditemukan pada kasus Bandung Barat, di mana sisa buah melon mengandung nitrit tinggi.

    4. Air yang terkontaminasi

    Menurut Journal Water and Health tahun 2023, Air tanah atau sumur di area pertanian kadang mengandung nitrat tinggi dari pupuk. Bila air ini digunakan mencuci atau memasak makanan tanpa pengolahan memadai, nitrit bisa ikut masuk ke dalam tubuh.

    5. Penyimpanan dan kontaminasi silang

    Kondisi dapur yang lembab, suhu ruang tinggi, serta alat masak yang tidak bersih bisa mempercepat konversi nitrat menjadi nitrit.

    Gejala Keracunan Nitrit, Tidak Selalu Diare

    Gejala yang muncul akibat keracunan nitrit bisa berbeda dari keracunan makanan biasa. Dalam kasus Bandung Barat, sebagian besar siswa justru mengalami mual, muntah, dan nyeri lambung dibandingkan diare.

    “Sekitar 36 persen korban mengalami gangguan di saluran cerna bagian atas, sementara diare hanya 3 persen,” jelas Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Dra Karimah Muhammad Apt.

    Selain itu, gejala pusing dan kepala terasa ringan juga banyak dilaporkan. Hal ini disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah akibat paparan nitrit. Sekitar 29 persen korban mengalami gejala ini.

    Dalam beberapa kasus, lemas dan sesak napas juga bisa muncul karena kadar oksigen di darah menurun. Ini terjadi saat nitrit mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin. Gejala beratnya bisa berupa kulit kebiruan, jari-jari terasa kram, bahkan penurunan kesadaran.

    Penanganan Keracunan Nitrit: Fokus pada Oksigen dan Cairan Tubuh

    Meski terdengar menakutkan, sebagian besar kasus keracunan nitrit bisa ditangani dengan baik jika segera mendapat pertolongan medis.

    Menurut laporan BGN, 93 persen korban di Bandung Barat langsung diperbolehkan pulang setelah mendapat observasi dan obat oral, seperti paracetamol, ondansetron, atau omeprazol. Hanya 7 persen yang perlu rawat inap untuk infus cairan dan observasi lanjutan.

    Penanganan medis umumnya meliputi:

    • Pemberian oksigen bagi pasien yang tampak sesak atau kadar oksigennya turun.
    • Terapi cairan intravena (seperti Ringer Laktat atau Dextrose) untuk menjaga keseimbangan tubuh.
    • Methylene blue dapat diberikan pada kasus berat yang disertai methemoglobinemia, di bawah pengawasan dokter.
    • Jika gejala ringan, seperti mual atau nyeri lambung, cukup diberikan terapi suportif dan observasi ketat.

    Bisa Ditangani, Asal Pengolahan Pangan Tepat

    Kasus ini jadi pengingat penting bahwa sumber keracunan makanan tak selalu berasal dari bakteri. Senyawa kimia seperti nitrit pun dapat menjadi penyebab serius.

    Agar hal serupa tidak terulang, berikut langkah pencegahan yang disarankan menurut beberapa penelitian:

    • Pastikan bahan makanan disimpan dalam suhu dingin dan tidak terlalu lama sebelum diolah.
    • Gunakan air bersih yang sudah melalui proses filtrasi atau perebusan.
    • Hindari penggunaan bahan pengawet nitrit berlebihan pada produk olahan.
    • Perhatikan kebersihan alat masak dan hindari kontaminasi silang.
    • Terapkan sistem keamanan pangan seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) di dapur sekolah, katering, atau penyedia makanan massal.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Mengenal Senyawa Nitrit, Pemicu Keracunan MBG di Bandung Barat


    Jakarta

    Kasus keracunan massal yang menimpa 1.315 siswa di Bandung Barat bikin geger publik. Dari hasil investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), ditemukan kadar nitrit yang sangat tinggi pada hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para siswa.

    Senyawa ini ditemukan terutama pada sampel melon dan lotek, dengan kadar mencapai 3,91 mg/L dan 3,54 mg/L. Padahal menurut US Environmental Protection Agency (EPA), batas aman nitrit dalam minuman hanya 1 mg/L. Artinya, kadar dalam sampel makanan itu nyaris empat kali lipat dari batas maksimum yang disarankan.

    Temuan ini memunculkan pertanyaan besar: sebenarnya seberapa berbahaya nitrit bagi tubuh, dan dari mana zat ini bisa muncul dalam makanan?


    Apa Itu Nitrit dan Kenapa Bisa Berbahaya?

    Nitrit adalah senyawa kimia turunan nitrogen yang sering terbentuk dari hasil reduksi nitrat yaitu senyawa yang banyak ditemukan di tanah, air, dan tanaman. Dalam kondisi tertentu, seperti penyimpanan yang tidak higienis atau pengolahan yang kurang tepat, nitrat bisa berubah menjadi nitrit akibat aktivitas bakteri.

    Selain muncul secara alami, nitrit juga sengaja ditambahkan dalam industri pangan sebagai bahan pengawet, terutama pada produk seperti sosis, kornet, ham, dan daging asap. Tujuannya adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya dan menjaga warna serta rasa daging tetap menarik.

    Namun, jika kadarnya berlebihan, nitrit bisa berbalik jadi racun. Dalam tubuh, nitrit mampu mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin, yaitu bentuk hemoglobin yang tidak bisa mengikat oksigen dengan baik. Kondisi ini disebut methemoglobinemia dan bisa membuat tubuh kekurangan oksigen.

    Dalam jangka panjang, nitrit juga bisa membentuk nitrosamin yaitu senyawa yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker, terutama jika makanan yang mengandung nitrit dipanaskan berulang kali atau dibakar pada suhu tinggi.

    Sumber Nitrit dan Makanan yang Mudah Tercemar

    Senyawa nitrit memang bisa terbentuk secara alami di beberapa jenis makanan, terutama dari bahan yang mengandung nitrat tinggi. Tapi, ada juga pangan yang rawan mengalami cemaran nitrit tambahan akibat proses pengolahan, penyimpanan, atau kontaminasi mikroba.

    Menurut beberapa penelitian, nitrit bisa berasal dari banyak sumber, baik alami maupun akibat kontaminasi. Ini beberapa di antaranya:

    1. Daging olahan dan produk pengawet

    Penelitian dari Jurnal Food Additives & contaminants, tahun 2020 menunjukkan bahwa nitrit digunakan sebagai bahan tambahan untuk mencegah bakteri dan menjaga warna daging tetap merah muda. Karena itu, sosis, bacon, atau kornet bisa mengandung nitrit dalam batas tertentu.

    2. Sayuran berdaun hijau seperti bayam, selada, dan sawi

    Sayuran ini kaya nitrat secara alami. Dalam kondisi penyimpanan yang lembab atau tidak higienis, bakteri di permukaan daun bisa mengubah nitrat menjadi nitrit. Menurut penelitian, kadar nitrit meningkat signifikan bila sayur disimpan lebih dari 48 jam pada suhu ruang.

    3. Buah-buahan seperti melon dan semangka

    Meski jarang disangka, buah berair juga bisa jadi media tumbuh bakteri pengubah nitrat menjadi nitrit, terutama bila sudah dikupas, dipotong, lalu dibiarkan terbuka terlalu lama. Hal inilah yang juga ditemukan pada kasus Bandung Barat, di mana sisa buah melon mengandung nitrit tinggi.

    4. Air yang terkontaminasi

    Menurut Journal Water and Health tahun 2023, Air tanah atau sumur di area pertanian kadang mengandung nitrat tinggi dari pupuk. Bila air ini digunakan mencuci atau memasak makanan tanpa pengolahan memadai, nitrit bisa ikut masuk ke dalam tubuh.

    5. Penyimpanan dan kontaminasi silang

    Kondisi dapur yang lembab, suhu ruang tinggi, serta alat masak yang tidak bersih bisa mempercepat konversi nitrat menjadi nitrit.

    Gejala Keracunan Nitrit, Tidak Selalu Diare

    Gejala yang muncul akibat keracunan nitrit bisa berbeda dari keracunan makanan biasa. Dalam kasus Bandung Barat, sebagian besar siswa justru mengalami mual, muntah, dan nyeri lambung dibandingkan diare.

    “Sekitar 36 persen korban mengalami gangguan di saluran cerna bagian atas, sementara diare hanya 3 persen,” jelas Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Dra Karimah Muhammad Apt.

    Selain itu, gejala pusing dan kepala terasa ringan juga banyak dilaporkan. Hal ini disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah akibat paparan nitrit. Sekitar 29 persen korban mengalami gejala ini.

    Dalam beberapa kasus, lemas dan sesak napas juga bisa muncul karena kadar oksigen di darah menurun. Ini terjadi saat nitrit mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin. Gejala beratnya bisa berupa kulit kebiruan, jari-jari terasa kram, bahkan penurunan kesadaran.

    Penanganan Keracunan Nitrit: Fokus pada Oksigen dan Cairan Tubuh

    Meski terdengar menakutkan, sebagian besar kasus keracunan nitrit bisa ditangani dengan baik jika segera mendapat pertolongan medis.

    Menurut laporan BGN, 93 persen korban di Bandung Barat langsung diperbolehkan pulang setelah mendapat observasi dan obat oral, seperti paracetamol, ondansetron, atau omeprazol. Hanya 7 persen yang perlu rawat inap untuk infus cairan dan observasi lanjutan.

    Penanganan medis umumnya meliputi:

    • Pemberian oksigen bagi pasien yang tampak sesak atau kadar oksigennya turun.
    • Terapi cairan intravena (seperti Ringer Laktat atau Dextrose) untuk menjaga keseimbangan tubuh.
    • Methylene blue dapat diberikan pada kasus berat yang disertai methemoglobinemia, di bawah pengawasan dokter.
    • Jika gejala ringan, seperti mual atau nyeri lambung, cukup diberikan terapi suportif dan observasi ketat.

    Bisa Ditangani, Asal Pengolahan Pangan Tepat

    Kasus ini jadi pengingat penting bahwa sumber keracunan makanan tak selalu berasal dari bakteri. Senyawa kimia seperti nitrit pun dapat menjadi penyebab serius.

    Agar hal serupa tidak terulang, berikut langkah pencegahan yang disarankan menurut beberapa penelitian:

    • Pastikan bahan makanan disimpan dalam suhu dingin dan tidak terlalu lama sebelum diolah.
    • Gunakan air bersih yang sudah melalui proses filtrasi atau perebusan.
    • Hindari penggunaan bahan pengawet nitrit berlebihan pada produk olahan.
    • Perhatikan kebersihan alat masak dan hindari kontaminasi silang.
    • Terapkan sistem keamanan pangan seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) di dapur sekolah, katering, atau penyedia makanan massal.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Dear Paksu, Ini 5 Minuman Ajaib Biar Stamina Makin ‘Gaspol’ saat Bercinta

    Jakarta

    Stamina menjadi salah satu elemen yang penting bagi para suami ketika bercinta. Pasalnya, performa yang prima dapat membuat kehidupan seksual pasangan suami istri menjadi lebih baik.

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan stamina seksual bagi laki-laki. Salah satunya adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

    Dikutip dari For Men Health, beberapa jenis minuman diketahui dapat memberikan efek positif terkait stamina saat bercinta. Sederet minuman ini dapat membantu agar seseorang bertahan lebih lama di atas ranjang.


    Berikut adalah 5 minuman alami yang dapat membantu para pria meningkatkan performa seksual.

    1. Jus Aloe Vera

    Aloe vera diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Salah satunya dapat merangsang produksi testosteron pada pria guna meningkatkan libido dan stamina seksual.

    Jus ini penuh dengan nutrisi sehat yang mampu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan memberi energi pada tubuh. Jus aloe vera mungkin dapat meningkatkan rutinitas dengan cara yang akan bermanfaat bagi kesehatan umum dan vitalitas seksual.

    2. Jus Semangka

    Semangka kaya akan asam amino yang disebut citrulline. Ini dapat membantu merelaksasi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke area genital.

    Aliran darah yang lebih baik dapat membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi, sekaligus meningkatkan kenikmatan seksual bagi kedua pasangan.

    3. Air Kelapa

    Air kelapa dikenal sebagai minuman menyegarkan dan menghidrasi yang dapat memberikan dorongan energi alami. Hal ini karena air kelapa kaya akan elektrolit seperti kalium, magnesium, dan natrium, yang membantu mengisi kembali kadar hidrasi tubuh dan menjaga fungsi otot yang tepat.

    Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat memengaruhi performa seksual seseorang. Air kelapa sendiri dapat membantu mencegah dehidrasi, kelelahan, dan kram otot.

    4. Teh Jahe

    Jahe sendiri diketahui dapat meningkatkan libido seseorang. Pasalnya, rempah tradisional ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan panas tubuh, sehingga meningkatkan gairah dan performa seksual.

    Mengonsumsi teh jahe secara rutin dapat mendatangkan efek yang bagus terkait performa seksual. Teh jahe dapat memberikan rasa yang segar, membangkitkan gairah, dan menambah bumbu pada momen-momen yang intim.

    5. Jus Delima

    Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan yang ada dalam jus buah delima membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah yang lebih baik sangat penting untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang kuat dan tahan lama.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mendadak Kram saat Bercinta, Coba Ubah Posisi Seks


    Jakarta

    Kram adalah kontraksi pada otot yang terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa sakit. Kram otot juga bisa terjadi saat berhubungan seks. Dikutip dari Health Shots, kram adalah salah satu hal yang umum terjadi saat berhubungan seks, terutama pada bagian otot kaki dan perut bagian bawah.

    Terkadang, kram otot terjadi ketika sedang orgasme atau dalam kondisi adanya ketidakseimbangan dalam tubuh. Sejumlah faktor pemicu yang paling umum adalah dehidrasi, kelelahan otot, dan keringat yang berlebih.

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kram otot saat berhubungan seksual. Berikut 5 hal yang bisa dicoba, dikutip dari berbagai sumber.


    1. Coba untuk mengubah posisi seks

    Sejumlah posisi seks bisa memberikan tekanan pada otot yang dapat meningkatkan risiko mengalami kram otot. Dalam kondisi seperti ini, cobalah untuk mengubah posisi seks menjadi posisi yang lebih mudah dan ringan, serta tidak membutuhkan banyak tenaga atau tekanan. Posisi seks harus disesuaikan ketika otot sudah terasa terlalu banyak menerima tekanan.

    2. Mengubah pola makan

    Pola makan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, tak terkecuali kesehatan otot. Kondisi tubuh yang kekurangan asupan potasium dinilai lebih rentan terhadap kram otot atau otot kaku.

    Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan potasium bisa memperbaiki dan memperlancar sirlukasi darah sehingga dapat menurunkan risiko mengalami kram. Beberapa contoh makanan yang kaya akan potasium adalah pisang, jeruk, kentang, tomat, dan nanas.

    3. Mencegah dengan konsumsi vitamin

    Selain potasium, asupan vitamin B dan E juga memegang peranan yang tak kalah penting. Vitamin E adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imunitas, juga dapat menurunkan risiko terkena kram. Vitamin E banyak ditemukan dalam kacang-kacangan dan sayuran seperti brokoli dan bayam.

    Kekurangan vitamin B juga bisa menyebabkan rasa sakit atau kaku pada sejumlah bagian tubuh. Untuk itu, penting untuk memenuhi asupin vitamin ini dengan mengonsumsi ikan, telur, atau kacang-kacangan.

    4. Pemanasan sebelum memulai seks

    Sangat dianjurkan untuk tidak langsung berhubungan seks tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu karena sangat rentan untuk memicu terjadinya kram pada otot. Pemanasan dapat dilakukan dengan foreplay bersama pasangan atau memulai dengan posisi yang ringan. Ketika kondisi tubuh sudah terasa lebih siap, barulah memulai hubungan seks dalam intensitas yang lebih tinggi.

    5. Mengonsumsi banyak air

    Dikutip dari SheSaid, salah satu penyebab terjadinya kram adalah dehidrasi. Untuk itu, penting untuk menjaga asupan cairan tubuh agar tetap terpenuhi. Minumlah air putih yang banyak, sebelum, sesudah, atau bahkan di tengah berhubungan seksual.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy