Tag: kreator nft

  • Yuk, Intip 3 Gambar Animasi Keren 3D yang Sudah Menjadi NFT!

    Banyak dari kita yang sudah gak asing dengan animasi 3 dimensi (3D). Ditambah animasi 3D hadir makin terlihat nyata dan keren. Ya, ini semua tentunya disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Gak ketinggalan, pengadopsian NFT pada animasi 3D pun turut berkembang. Tapi sebelum membahas gambar animasi 3D yang sudah di-NFT-kan, yuk, simak penjelasan mengenai animasi 3D terlebih dahulu!

    Apa itu Animasi 3 Dimensi?

    Dilansir dari Idseducation.com, animasi 3D adalah penciptaan gambar yang bergerak di dalam ruang digital 3D. Penciptaan ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan tiap gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan kemudian hasilnya akan berbentuk video yang sudah di-rendering.

    Sederhananya konsep dari 3D adalah model atau objek yang memiliki bentuk, volume, serta ruang. Nah, objek ini mempunyai 3 titik koordinat, yang disebut koordinat X, Y, dan Z. Ketiga koordinat ini yang membuat objek dapat digerakkan ketiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y), dan depan-belakang (Z). 

    Perkembangan Animasi 3D menjadi NFT Animasi 3D

    NFT 3D AnimasiKehadiran animasi 3D bisa ditemukan di mana saja. Sebut saja pada efek visual pada film dan video, atau secara khusus pada film. Kini bisa Anda temukan berbagai film yang menggunakan animasi 3D. Sebut saja Pixar, salah satu perusahaan animasi dunia yang berhasil dengan film Toy Story-nya.

    Gak hanya itu, animasi 3D juga memiliki peranan penting dalam dunia game dan virtual reality. Mulai dari karakter, item-item pada game, hingga efek visual pada game, semuanya berbentuk animasi. Seiring dengan itu, hadirnya NFT (non-fungible-token) turut meramaikan perkembangan animasi 3D. NFT sendiri merupakan token digital unik yang dibuat dengan menggunakan teknologi blockchain

    Nah, tren ramainya NFT sendiri bermula dari kegilaan sebuah game blockchain bernama “CryptoKitties” pada Oktober 2017 silam. Walaupun pada saat itu game blockchain dan pengadopsian NFT ini belum ramai diperbincangkan, setidaknya 2 tahun belakangan pesona NFT mulai dilirik banyak orang khususnya para pekerja seni. Mulai dari motion designer, 2D animator,  musisi, mural artist, hingga tattoo artist menjadikan karya mereka sebagai NFT. 

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Tentunya hal ini pun turut berpengaruh kepada perkembangan NFT animasi 3D, khususnya 3D artist. Apalagi didukung dengan tingginya minat para kolektor pada pencarian NFT 3D. Dilansir dari Rakoko.com, riset yang dilakukan oleh sebuah art blog, Artnome pada sebuah platform menyebutkan pada Maret 2021, 3D art adalah bentuk NFT yang paling banyak dilihat.

    Deretan Gambar Animasi Keren 3D dari Indonesia

    Berikut adalah beberapa gambar animasi 3D keren yang sudah menjadi NFT. Oh iya, semuanya berasal dari Indonesia, lho

    1. GMO Utility Trike by Rimbawan Gerilya

    NFT animasi 3D keren GMO Utility TrikeAnimasi 3D keren pertama yang sudah di-NFT-kan adalah karya “GMO Utility Trike” dari Rimbawan Gerilya. Video animasi ini merupakan kolaborasi antara Gabber Modus Operandi, duo musisi musik elektronik bersama Rimbawan Gerilya, visual artist. Adapun kolaborasi ini berawal dari batal manggungnya Gabber Modus Operandi secara live di tahun 2020. 

    Gak tanggung-tanggung, karya yang dilelang pada bulan Maret 2021 melalui platform Foundation ini laku dengan harga US$678.80 atau sekitar Rp9,9 juta, lho!

    2. No Internet Today by Rubah Hitam

    NFT animasi 3D keren No Internet TodayGambar animasi 3D keren ini merupakan karya dari Rifqi Ardiansyah atau yang dikenal Rubah Hitam. Karya-karya dari Rubah Hitam sendiri memang sangat lekat inspirasinya dengan keseharian kita, seperti seputar teknologi, gadget, hingga makanan. 

    Nah, kalau karyanya yang berjudul “No Internet Today” ini menggambarkan seorang laki-laki yang duduk di depan komputernya namun hanya memainkan “game dino”, yaitu permainan dinosaurus yang muncul ketika komputer tidak terhubung ke jaringan internet.  Karya ini terjual pada bulan Desember 2020 di harga 1.5 ETH atau setara Rp87 juta (harga fluktuatif). Keren, kan?

    3. HumanRadio_NASAproject#01 by Venzha Christ

    Terakhir, animasi 3D NFT datang dari Venzha Christ, seorang seniman yang lekat dengan space art. Adapun karya ini adalah animasi 3D yang menampilkan sebuah antena besar yang terhubung dengan tubuh manusia sebagai medium sensornya.

    Sebenarnya animasi 3D keren yang di-NFT-kan ini sudah dipamerkan terlebih dahulu dengan nama “Listening for The Dark”. Karya ini bermula dari kerja sama ia dengan lembaga antariksa Amerika, NASA, di Art Museum di  tahun 2016. Barulah pada 13 Agustus 2021, NFT ini dirilis. 

    Itulah penjelasan gambar animasi 3D secara umum, pengadopsian NFT pada animasi 3D, hingga deretan gambar animasi 3D keren yang sudah di-NFT-kan asal Indonesia. Yuk, bagi Anda pekerja seni, daftarkan diri Anda  dan pamerkan karya Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Fitur Baru Adobe Photoshop untuk Anda Kreator NFT!

    Berbagai fitur Adobe Photoshop selama ini sudah banyak membantu para digital art designer dalam menciptakan karya mereka. Software desain ini memang punya segudang fitur yang bisa membantu para kreator untuk menghasilkan karya yang berkualitas, termasuk kreator NFT.

    Melihat perkembangan NFT yang semakin pesat, Adobe pun tergerak untuk menambahkan fitur yang mendukung para kreator NFT. Seperti apa fitur terbaru Adobe Photoshop yang ditujukan khusus untuk para kreator NFT ini? Berikut ulasan selengkapnya!

    Kolaborasi Adobe Photoshop dengan NFT Marketplace

    Pada penghujung bulan Oktober 2021 lalu, Adobe Photoshop mengumumkan melalui blog Adobe tentang penjajakan mereka di ekosistem NFT. Adobe meluncurkan beberapa fitur baru untuk Photoshop yang memudahkan para kreator ‘menandai’ karya mereka.

    Selain pengumuman mengenai fitur Adobe Photoshop, postingan tersebut juga menyebutkan soal proyek kerja sama Adobe dengan beberapa NFT marketplace besar dunia seperti OpenSea, KnownOrigin, dan SuperRare. Nantinya, karya yang dibuat melalui Photoshop dan dipamerkan di marketplace tersebut akan memiliki kredensial khusus sebagai tanda kepemilikan karya.

    Keuntungan bagi Kreator NFT

    fitur Adobe Photoshop nft Keuntungan bagi Kreator NFTApa keuntungan dari fitur Adobe Photoshop ini bagi para kreator NFT? Masih dalam postingan yang sama, Adobe menyebutkan bahwa fitur baru Photoshop akan memudahkan kreator dalam memberikan kredensial pada karya yang mereka buat.

    Selain itu, kerja sama Adobe dengan NFT marketplace besar dunia juga diharapkan bisa memberikan exposure yang lebih besar kepada kreator NFT, terutama kreator yang masih belum diketahui banyak orang.

    Dari sisi kolektor NFT, hadirnya fitur baru dari Adobe Photoshop ini juga akan sangat membantu. Adanya kredensial yang dibubuhkan pada karya NFT bisa memudahkan pelacakan. Kolektor akan lebih mudah mengetahui orisinalitas karya tanpa harus melakukan tracking yang memakan waktu lama.

    Baca Juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sekarang mari membahas satu per satu fitur baru yang ditawarkan oleh Adobe Photoshop khusus untuk para kreator NFT beserta cara kerjanya.

    1. Content Credentials

    Fitur pertama yang ditawarkan bernama Content Credentials. Apa yang bisa dilakukan dengan fitur ini? Dengan Content Credentials, Anda para kreator NFT bisa memberikan identitas unik pada karya yang dibuat melalui Adobe Photoshop. Selain itu, Anda juga bisa menautkan kredensial karya pada website Behance yang merupakan platform portofolio digital dari Adobe.

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sumber: https://blog.adobe.com/

    Fitur Adobe Photoshop ini akan menyimpan identitas karya yang dibuat melalui Photoshop dalam sebuah database. Sebagai pelengkap, Adobe juga meluncurkan sebuah website resmi yang memungkinkan kolektor untuk memverifikasi keaslian karya NFT bernama Verify.

    Untuk memudahkan pembuatan kredensial melalui Content Credentials ini, kreator sebaiknya menautkan akun Adobe mereka dengan profil media sosial atau dompet crypto mereka. Jadi, saat kreator menjual karyanya, sistem akan langsung mencocokkan dengan data dompet crypto yang sudah didaftarkan. Jika cocok, berarti karya tersebut asli. Namun, jika tidak, bisa jadi ada kemungkinan replikasi karya.

    2. Prepare as NFT

     fitur Adobe Photoshop nftSebagai sebuah software design yang digunakan banyak orang, Adobe Photoshop memang terus mengembangkan fitur mereka. Untuk menyesuaikan perkembangan tren desain yang mulai dipengaruhi ekosistem NFT, Adobe pun meluncurkan fitur-fitur baru yang berhubungan dengan NFT.

    Selain Content Credentials, Adobe Photoshop juga akan meluncurkan fitur lain yang disebut-sebut akan membantu para desainer untuk mempersiapkan karya mereka agar bisa menjadi NFT. Fitur yang belum punya nama resmi ini akan didukung oleh Inter-Planetary System.

    Harapannya, fitur baru ini mampu mengatasi permasalahan yang kerap dihadapi para kreator NFT saat menggunakan Adobe Photoshop. Salah satunya adalah masalah penjiplakan karya. Beberapa kreator menemukan bahwa karya yang di-mint melalui software Adobe bisa ditiru oleh kreator lain tanpa ada solusi untuk menemukan siapa kreator asli karya tersebut.

    Dengan adanya fitur Adobe Photoshop terbaru ini, diharapkan proses kreatif para kreator NFT akan menjadi lebih mudah. Risiko yang kerap dihadapi seperti masalah penjiplakan karya pun nantinya bisa diminimalisir.

    Sudah punya karya untuk dijadikan aset digital NFT? Anda bisa coba langsung pamerkan di TokoMall. TokoMall merupakan inovasi oleh TokoCrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT di Indonesia. Di TokoMall, kreator bisa menjual karyanya dengan satuan harga ETH. Tunggu apa lagi? Daftar segera di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa depan NFT dan Peluang Besar yang Menjanjikan

    Belakangan ini, NFT selalu saja menjadi buah bibir, entah itu di media sosial maupun melalui pemberitaan. NFT dianggap sebagai sebuah metode investasi masa depan. Benarkah demikian? Selain itu, bagaimana perkembangan dan masa depan NFT nantinya, termasuk di Indonesia? Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Membahas soal masa depan NFT tak akan lengkap tanpa membahas sejarahnya. NFT pertama yang terlacak di dunia adalah “Quantum” yang diciptakan Kevin McCoy pada 2014 dan dipresentasikan pada konferensi Seven on Seven New Museum, New York. Saat itu, NFT dianggap sebagai sebuah teknologi untuk monetisasi grafik.

     masa depan NFT - Kevin McCoy

    NFT Pertama di Dunia, “Quantum” (2014) oleh Kevin McCoy

    Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Pada 2015, proyek NFT pertama yang bernama Etheria diluncurkan. Meski begitu, NFT baru benar-benar terdengar oleh publik pada akhir tahun 2017 saat proyek CryptoKitties viral. CryptoKitties merupakan proyek NFT berbasis online game atau NFT game. Dalam game tersebut, para pemain bisa bertukar kucing dalam dunia virtual.

    Popularitas NFT mencapai puncaknya pada tahun 2021, diawali dengan seniman digital ternama yaitu Beeple yang merilis NFT art pertamanya dengan judul “Everyday: The First 5000 Days”. Berkat popularitasnya tersebut, blockchain yang menjadi buku besar’ bagi NFT pun makin pesat perkembangannya hingga melahirkan tiga raksasa, yaitu Ethereum, Flow, dan Tezos. Kini, NFT menjadi alat untuk memperdagangkan aset digital, terutama yang berhubungan dengan seni atau NFT art.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, NFT kini digunakan sebagai alat komodifikasi aset digital yang berhubungan dengan seni. Lalu, apakah dengan begitu seniman akan diuntungkan dengan adanya NFT?

    Jawabannya, ya. NFT membuka peluang bagi para seniman termasuk digital artist untuk menjual karyanya secara langsung. Selain itu, NFT juga memberikan esensi penting karya seni, yaitu orisinalitas. Aset digital yang dijual dengan NFT tidak bisa digandakan karena sudah tersimpan dalam blockchain.

    Akan tetapi, bukankah karya digital dapat di-copy dan diunduh siapa saja? Nah, di sinilah letak keunikan NFT. Meski suatu karya bisa diperbanyak, tapi yang bisa dianggap orisinil hanya ada satu di dunia, dikarenakan dalam karya tersebut telah dipatenkan sebuah kode unik yang membuat karya tersebut otentik. Ibarat lukisan “The Starry Night” milik Van Gogh yang sudah direplikasi dan bahkan diubah medianya berulang kali, yang bisa dikatakan asli adalah tetap yang tersimpan di Museum of Modern Art.

    Masa Depan NFT di Sektor Lain

    Lalu, bagaimana dengan masa depan NFT? Benarkah NFT juga akan merambah ke sektor lain? 

    Selain digital art, kini NFT sudah mulai diterapkan pada beberapa hal lain, seperti musik dan bahkan interaksi sosial. Sebab, kepemilikan NFT sangat unik. Di satu sisi, NFT bisa memberikan kuasa kepada kolektor atas objek yang diciptakan oleh kreator. Namun, di sisi lain, kepemilikan tersebut juga terbatas. Berikut adalah beberapa rencana penerapan NFT pada beberapa sektor lain, beserta gambaran masa depannya.

    1.NFT dalam Real Estate

    NFT dalam Real EstateSelama ini, industri real estate dianggap sebagai sebuah investasi yang menjanjikan dan minim risiko. Namun, jika melihat situasi saat ini, sektor real estate rasanya sudah memasuki masa saturasi. Dapat dilihat dengan semakin sedikitnya luas tanah yang bisa dibangun dan risiko penipuan semakin besar. Dengan demikian, migrasi ke NFT bisa menjadi solusi.

    Dengan memindahkan sertifikat bangunan atau kontrak pembangunan real estate ke NFT dan menyimpannya dalam blockchain, investor bisa meminimalisir risiko penipuan. Di masa depan, bukan tidak mungkin lagi jika sertifikat bangunan konvensional akan berubah menjadi sebuah aset digital  yang tersimpan dalam blockchain.

    2. Kehidupan Sosial

    Sektor berikutnya yang berpotensi merasakan efek NFT adalah kehidupan sosial manusia. Bagaimana bisa? Saat ini, sudah terdapat  perusahaan yang mulai tertarik untuk menciptakan ‘dunia alternatif’ melalui Metaverse, gagasan milik pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg. 

    Metaverse merupakan sebuah dunia virtual yang penggunaannya diharapkan bisa mendekati pengalaman di dunia nyata. Pasalnya, Metaverse akan memanfaatkan kelima teknologi yaitu media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga kripto. 

    Dalam Metaverse, Anda bisa menciptakan “‘kehidupan baru’”, berinteraksi dengan orang lain secara virtual tetapi dengan rasa yang nyata, hingga mengeksplor dunia baru tersebut. 

    Dikarenakan akan memanfaatkan teknologi kripto, Metaverse sendiri dinilai bisa mendorong penggunaan NFT ke jumlah yang lebih masif. 

    Jika penggunaan NFT diibaratkan dalam Metaverse, nantinya NFT akan berperan sebagai aset di dunia nyata. Seperti misalnya, untuk membeli avatar di Metaverse, Anda bisa menjual NFT art. Selain itu, nda juga dapat mengajak teman virtual untuk mendengarkan NFT music bersama-sama di rumah virtual.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa popularitas NFT masih akan terus berjalan, lho. Bahkan, bisa dibilang baru dimulai. Ingin menjadi bagian dari perkembangan masa depan NFT di Indonesia? Tidak sulit, kok, Anda bisa bergabung sebagai Official Partner (kreator) dan juga Creator (kolektor) di TokoMall. Ayo daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Tidak dapat dipungkiri, kehadiran NFT merupakan angin segar bagi dunia industri kreatif. Mulai dari seni rupa dan ilustrasi, musik, hingga game pun beralih untuk mengadopsi NFT. Salah satu penyebab NFT punya banyak penggemar adalah karena memungkinkan para kreatornya untuk mendapatkan biaya royalti yang terus mengalir. Kok bisa? Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Menghapus Sistem ‘Beli-Putus’ dengan NFT

    Jika membahas mengenai koleksi seni konvensional, seniman hanya akan merasakan hasil penjualan karya seni tersebut dari penjualan pertama. Saat pembeli menjual kembali dan terjadi pembelian kedua, seniman tidak lagi mengantongi apapun. Selain hasil penjualan, seniman juga seringkali kesulitan untuk melacak keberadaan karya seni tersebut. Hal inilah yang lebih dikenal dengan sistem ‘beli-putus’.

    Sistem ‘beli-putus’ tersebut dihapus dengan kehadiran teknologi NFT atau Non-Fungible Token. NFT merupakan sebuah token yang bisa digunakan untuk merepresentasikan suatu hal yang unik, umumnya adalah konten digital seperti seni digital dan musik. Karena unik, NFT hanya bisa dimiliki oleh satu pemilik saja alias otentik.

    Kehadiran NFT tentunya membawa banyak perubahan ke arah yang lebih positif, terutama bagi industri seni. Pasalnya, seniman yang menjual karya seni dalam bentuk NFT art akan mendapatkan treatment khusus yang pastinya menguntungkan. Salah satunya adalah memungkinkan para seniman untuk mendapatkan biaya royalti tiap kali NFT art tersebut terjual. 

    Dengan NFT, seniman atau kreator bisa merasakan adanya apresiasi dalam bentuk penghasilan secara terus-menerus atas satu buah karya seni yang diciptakan, meski karya seni tersebut sudah berkali-kali pindah tangan. Selain itu, tiap karya seni yang dijadikan NFT juga akan secara otomatis memiliki kredensial dari kode unik sehingga tidak bisa diduplikasi.

    Oleh karena itu, sudah mulai banyak seniman rupa dan ilustrator yang hijrah dan menjajaki dunia NFT. NFT membuat para seniman lebih merasa bahwa karyanya “menghasilkan” dan mempunyai value lebih. Hal ini tentu disebabkan oleh adanya jaminan biaya royalti, kode unik yang menciptakan karya menjadi orisinil, dan aktivitas jual-beli yang lebih praktis lewat NFT marketplace, salah satunya TokoMall.

    Baca Juga: Cara Mudah Membuat NFT Dan Rekomendasi Platform Untuk Pemula

    Bagaimana Konsep Biaya Royalti dalam NFT?

    Jadi, konsep biaya royalti dalam NFT berarti sejumlah persentase yang diberikan pada kreator NFT tiap kali NFT miliknya terjual di pasar, tidak hanya pasar pertama saja. Royalti dalam NFT ini akan tercatat secara otomatis di dalam blockchain dengan smart contract

    Namun, apakah konsep biaya royalti NFT berbeda dengan konvensional?

    Jawabannya adalah sangat berbeda. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, konsep biaya royalti dalam NFT tentunya berbeda dengan biaya royalti konvensional yang biasa ditemukan di industri kreatif. Jika biasanya seniman konvensional hanya akan mendapat penghasilan dari penjualan pertama, maka dengan biaya royalti dalam NFT, penghasilan seniman atas karya seni tersebut bisa terus mengalir dari setiap penjualan.

    Kini, seniman tidak perlu khawatir akan perlunya mengeluarkan karya sebanyak-banyaknya agar penjualan ikut meningkat. Karena hanya dengan satu karya yang tentunya unik dan berkualitas, kolektor akan berebut untuk mendapatkannya dan seniman akan terus menerima jatahnya berupa persentase biaya royalti dari setiap penjualan tersebut.

    Cara Royalti Bekerja bagi Kreator NFT

    Nah, kreator dapat mengaktifkan pilihan royalti pada saat upload atau minting NFT. Pilihan royalti maksudnya berupa persentase penghasilan bagi kreator atas penjualan NFT kedua dan seterusnya. Persentase royalti ini juga kisarannya beragam, lho. Berkisar mulai dari 10% hingga 25%, tergantung dengan keinginan kreator dan menyesuaikan juga dengan ketentuan yang dimiliki marketplace tempat minting NFT.

    Setelah NFT art Anda berhasil di-minting dan terjual, NFT art Anda akan menghasilkan sejumlah penghasilan sesuai dengan persentase yang Anda pilih sebelumnya. Proses pengaktifan royalti ini juga akan dilakukan secara otomatis dikarenakan address Anda sudah tercatat di metadata token dan tidak dapat diubah, sehingga Anda hanya tinggal duduk manis dan menerima pembayaran biaya royalti.

    Praktik biaya royalti pada NFT ini tidak hanya berlaku pada NFT art saja, tetapi juga pada NFT music dan NFT game. Sudah banyak musisi dan developer game ikut terjun memamerkan karya dan item-nya dalam bentuk NFT. Sehingga, konsep royalti NFT ini tidak terbatas dan dapat dinikmati oleh kreator dari berbagai kalangan, selama menerbitkan karya miliknya dalam bentuk NFT.

    Oh iya, para kolektor yang membeli suatu NFT keluaran kreator juga akan mendapatkan exposure, lho. Dikarenakan para kolektor telah ikut serta dalam verifikasi keaslian dari NFT yang mereka beli. NFT tersebut juga bisa dijadikan aset dan dipamerkan, ataupun dijual kembali dengan harga yang bersaing. Win-win solution, bukan?

    Itu dia penjelasan mengenai konsep biaya royalti NFT beserta cara kerjanya bagi para kreator. Kemunculan biaya royalti dalam NFT ini memang terbukti membawa harapan baru bagi para pegiat industri kreatif yang sempat terpuruk akibat pandemi. Apakah Anda salah satunya? Yuk, segera minting karya seni Anda dalam bentuk NFT di mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Unique Selling Point dan Kenapa Wajib Dimiliki Kreator NFT

    Apakah Anda merupakan seniman yang baru ingin terjun ke dunia bisnis? Tentu, hal ini akan berbeda dengan kebiasaan Anda yang sebelumnya hanya berkarya untuk kesenangan belaka. Selain memikirkan rencana bisnis dengan matang, terdapat satu hal yang harus diperhatikan yaitu unique selling point (USP). Sebab, USP berpengaruh besar dalam perjalanan Anda di bisnis kesenian ke depannya, termasuk jika Anda ingin mencoba peruntungan di dunia NFT. Ingin tahu selengkapnya mengenai USP? Simak informasinya berikut ini!

    Apa itu Unique Selling Point?

    cara membuat unique selling point

    Secara umum, Unique Selling Point merupakan faktor yang membuat bisnis, produk, atau layanan yang ditawarkan terlihat berbeda dari kompetitor sejenisnya. Jadi, USP menentukan keunikan dan kekuatan brand atau bisnis di pasaran. 

    Apa yang Harus Diketahui Sebelum Menentukan USP Suatu Produk?

    Setidaknya ada 3 proses yang harus dilakukan sebelum menentukan USP yang telah kami rangkum berdasarkan Shopify. 

    1. Tahu keunikan produk sendiri

    Pertama-tama, Anda bisa membuat daftar hal-hal apa saja yang menjadikan produk Anda spesial secara spesifik. Produk dan marketing yang menarik bagi orang ialah mereka yang mampu memecahkan masalah yang tepat dan mengkomunikasikan manfaat tersebut kepada calon pelanggan dengan cara maupun kata-kata tersendiri. 

    Produk terobosan dan pesan pemasaran yang menarik bergantung pada ketepatan: mereka memecahkan masalah yang tepat dan mengkomunikasikan manfaat itu kepada pelanggan dengan kata-kata mereka sendiri.

    1. Riset kompetitor adalah keharusan

    Bagaimana mengetahui keunikan produk sendiri jika tidak tahu apa yang dilakukan oleh kompetitor? Untuk itu, melakukan riset kepada pesaing harus dilakukan. Misalnya dengan cari tau kenapa produk mereka bisa laku terjual, kenapa produk mereka disenangi oleh pelanggan, atau apa yang mereka hadirkan pada produk mereka supaya pelanggan loyal pada mereka. 

    1. Jadilah “teman yang mengerti” untuk calon pelanggan

    Siapa yang tidak senang jika barang atau produk yang mereka pakai bisa mengerti kebutuhan mereka? Dalam beberapa kasus, pelanggan akan menyukai produk-produk yang mereka rasa memiliki keterikatan batin dan dapat menjawab semua kebutuhannya. 

    Bagaimana USP pada NFT?

    Setelah membahasnya secara umum, kini mari kita telisik dari segi NFT. NFT (non-fungible token) merupakan aset digital milik individu yang memanfaatkan teknologi blockchain. Contoh sukses kreator NFT adalah ‘Ghozali Everyday’ yang menjual ratusan foto selfie dirinya sendiri. Kini, sudah banyak orang Indonesia lainnya yang juga meluncurkan NFT mereka sendiri dan meraup keuntungan. 

    NFT memberi kreator lebih banyak otonomi dalam hal pendapatan dan hak konten, sehingga memungkinkannya untuk memaksimalkan penghasilan. NFT juga memberikan nilai lebih pada kreasi digital berkat sifatnya yang terbatas dan memiliki kode unik. 

    Nah, bagi kreator yang baru akan terjun ke dalam dunia NFT, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu Unique Selling Point (USP). Sebab, hal ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan kedepannya. Anda perlu meluangkan waktu untuk melakukan riset dan menawarkan USP dalam karya NFT yang dibuat sehingga berkualitas dan menarik bagi orang lain.

    Untuk teknologi NFT sendiri, USP yang dimiliki adalah non-fungible dan hanya bisa dimiliki oleh satu orang. Oleh karena itu, setiap kreator harus memiliki USP-nya masing-masing agar menambah keunikan dari NFT dan bisa bersaing di pasar.

    Agar NFT laris manis di pasar digital, Anda wajib membuat karya yang langka dan unik. Mulailah dengan menentukan tujuan karya NFT yang dibuat, kemudian pastikan karya NFT yang ingin dijual memenuhi tiga syarat utama agar laku di pasar digital. Berikut syarat-syaratnya:

    1. Syarat pertama adalah kelangkaan (rarity). Sebab, karya NFT harus punya unsur kelangkaan atau keunikan agar tidak umum. 
    2. Kedua, NFT juga harus punya nilai tambah (additional value) yang bisa menarik minat para calon pembeli. 
    3. Ketiga, community yang berarti karya NFT akan sukses jika dibangun atas interest (minat) yang sama dari banyak individu agar mempunyai value.

    Salah Satu Proyek NFT Baru di Indonesia yang Punya Nilai Tambah

    Salah satu contoh proyek NFT asal Indonesia yang memberi nilai tambah adalah AZNVERSE. Proyek NFT ini berasal dari Indonesia yang menggambarkan keragaman budaya yang ada di Asia.. AZNVERSE juga merupakan proyek NFT collectibles pertama yang dibawahi oleh Tokocrypto, yang berperan sebagai Official Partner yang pertama dari AZNVERSE. Proyek ini meluncurkan 10.000 NFT collectibles yang berhasil terjual satu persepuluhnya di Pre-Sale 1, lho!

    aznverse nft di tokomall

    Source: Tokomall

    Selain itu, hal yang menjadi nilai tambah dan membuat proyek NFT ini berbeda dari yang lain adalah memberikan kesempatan bagi para kolektor untuk mendapatkan reward tambahan seperti diskon trading fee dari Tokocrypto, masuk ke Crazy Rich AZN Club (CRAC) dan akses ke layanan T-Hub, crypto hub & co-working space milik Tokocrypto. Benefitnya akan semakin bertambah seiring berkembangnya komunitas AZN. untuk lebih detail bisa kunjungi websitenya di aznverse.com dan gabung dengan discordnya.

    Mengapa Unique Selling Point penting dimiliki oleh kreator NFT?

    Karya NFT memiliki nilai tinggi sebab pada dasarnya kepemilikan atas apa pun yang diinginkan orang begitu berharga. Orang-orang menginginkan NFT karena ingin memiliki karya seni, benda-benda penting, dan barang-barang yang menurut mereka akan dihargai. 

    cryptopunk 7523

    CryptoPunk 7523 on Sotheby’s

    Contohnya, CryptoPunk 7523, karya NFT bertopeng berwajah biru yang terdiri dari 24 x 24 piksel dan dijual seharga hampir $12 juta USD. Karya ini dilelang oleh Sotheby’s, salah satu pialang seni rupa terbesar di dunia. Jadi, jelas bahwa USP penting dimiliki oleh kreator karena hanya dengan begitulah karya NFT yang Anda buat akan laku. 

    Sama seperti pasar seni (fisik), pasar NFT adalah pasar prediksi. Artinya, NFT dinilai berdasarkan signifikansi budayanya, nilai masa lalunya, dan prediksi nilai masa depannya. Keuntungan yang Anda dapatkan sebagai kreator NFT berasal dari orang-orang yang tertarik membeli karya NFT Anda. Oleh, karenanya penting untuk menawarkan value lewat Unique Selling Point yang memang mereka minati dan unik.

    Baca juga: Ternyata Inilah Penyebab Harga NFT Menjadi Mahal

    Mengambil contoh NFT yang sukses selama ini, umumnya NFT yang sukses bisa berharga karena sejarah dan signifikansi budayanya. Contohnya adalah Nyan Cat yang merupakan bagian awal dari sejarah internet. Karya NFT ini adalah salah satu GIF viral paling awal dan telah dibagikan berkali-kali di seluruh web.

    opensea nyancat

    Source by Nyan Cat on OpenSea

    Itulah ulasan tentang Unique Selling Point, salah satu hal yang membuat produk atau layanan Anda lebih baik daripada pesaing. Dalam pemasaran online, mengomunikasikan USP dengan jelas dan cepat adalah salah satu kunci untuk membuat calon pelanggan melakukan konversi. Bagi para kreator Anda bisa ciptakan NFT art dengan USP Anda sendiri dan daftarkan diri sebagai Official Partner, di TokoMall, platform marketplace NFT pertama di Indonesia. Jangan lupa tuk bergabung di Komunitas Resmi TokoMall di Telegram juga, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com