Tag: kripto

  • Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Jumat, 13 Maret 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. AS Izinkan Pembelian Minyak Rusia
      Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara selama 30 hari bagi negara lain untuk membeli minyak Rusia yang terdampar. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan pasar energi di tengah konflik dengan Iran.
    2. Stablecoin Negara Bagian Wyoming Diluncurkan
      Stablecoin Frontier Token ($FRNT) dari negara bagian Wyoming resmi diluncurkan di jaringan Hedera. Token ini menjadi stablecoin pertama yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian di AS.
    3. JPMorgan Digugat Terkait Skema Ponzi Kripto
      Investor mengajukan gugatan terhadap JPMorgan atas dugaan memfasilitasi skema Ponzi kripto senilai US$328 juta. Skema tersebut dikaitkan dengan perusahaan Goliath Venture.
    4. Grayscale Avalanche Staking Mulai Diperdagangkan
      Produk investasi Grayscale Avalanche Staking ($GAVA) dijadwalkan mulai diperdagangkan. Produk ini memberi eksposur staking terhadap ekosistem Avalanche.

    Bank of England Tinjau Aturan Stablecoin
    Bank of England mempertimbangkan revisi aturan stablecoin berbasis pound setelah mendapat penolakan dari industri. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan pasar.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ENA/USDT (🔼 +5.57%)

    • Entry: $0.1077
    • Stop Loss: $0.1033
    • Take Profit: $0.1156

    ENA/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan momentum bullish dengan MACD yang bergerak di area positif serta volume yang relatif stabil, menandakan aktivitas pasar yang cukup terjaga.

    RSI berada mendekati level 70, yang menunjukkan harga mulai memasuki area jenuh beli sehingga kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan pergerakan. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,1077, stop loss di 0,1033, dan take profit di 0,1156.

    EIGEN/USDT (🔼 +8.81%)

    • Entry: $0.189
    • Stop Loss: $0.181
    • Take Profit: $0.206

    EIGEN/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan breakout dari area konsolidasi sebelumnya dengan MACD yang bergerak ke area positif, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Volume terlihat stabil, sementara RSI juga menunjukkan peningkatan yang cukup kuat, menandakan minat beli yang mulai meningkat.

    Struktur harga saat ini mengarah pada potensi pergerakan menuju area resistance terdekat. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,189, stop loss di 0,181, dan take profit di 0,206 dengan estimasi kenaikan sekitar 8,81%.

    WIF/USDT (🔼 +11.03%)

    • Entry: $0.170
    • Stop Loss: $0.160
    • Take Profit: $0.190

    WIF/USDT pada timeframe 4 jam masih berada dalam tren downtrend, namun mulai terlihat indikasi potensi pembalikan arah dengan terbentuknya pola double bottom di area support. MACD mulai menunjukkan perbaikan momentum, sementara volume terlihat meningkat, menandakan aktivitas pasar mulai bertambah.

    RSI juga bergerak naik dari area bawah, menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai muncul. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,17, stop loss di 0,16, dan take profit di 0,190 dengan estimasi kenaikan sekitar 11,03%.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 13 Maret 2026: Bitcoin Tembus Lagi $71.000!

    Pasar kripto hari ini, Jumat (13/3) kembali menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $71.000, didorong oleh membaiknya sentimen global.

    Salah satu pemicunya adalah wacana dari Donald Trump terkait potensi penangguhan Jones Act, yang dipandang dapat membantu kelancaran distribusi energi dan menurunkan tekanan ekonomi. Selain itu, pelonggaran akses di Selat Hormuz oleh Iran turut meredakan kekhawatiran pasar dan memberikan dorongan bagi aset berisiko seperti kripto.

    Di tengah pemulihan tersebut, sejumlah altcoin mencatat kenaikan signifikan. TURBO memimpin dengan lonjakan 27% hingga mencapai $0,00118. FET juga menguat 16% ke level $0,185759, sementara ENSO naik 15% hingga menyentuh $1,305. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kripto Rebound

    • TURBO melesat 27% dan kini menyentuh angka $0,00118.
    • FET menguat 16% ke posisi harga saat ini $0,185759.
    • ENSO naik tajam 15% hingga mencapai level $1,305.

    Pasar Kripto Pulih Usai Wacana Penangguhan Jones Act oleh Trump

    Bitcoin kembali rebut level psikologis $71.000.
    Sentimen positif dari potensi penghentian Undang-undang Jones.
    Kripto naik setelah Iran longgarkan akses Selat Hormuz.

    Dadakan DRX! Cashback 100% Total Hadiah Rp50 JUTA*

    Trump Serukan Pemangkasan Suku Bunga Darurat Jelang FOMC

    Trump desak Powell segera turunkan suku bunga.
    The Fed Diprediksi tahan suku bunga pada FOMC pekan depan.
    Pemotongan bunga darurat terakhir terjadi pada Maret 2020.

    Dampak Kemenangan AS Atas Iran Terhadap Harga XRP?

    • Harga Ripple volatil di tengah sentimen regulasi.
    • Konflik AS-Iran picu kepanikan pasar dan tekan kripto.
    • Pasar waspada, XRP uji support $1,35.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum di $2.000, Tapi Sinyal Pasar Masih Tarik-Menarik?

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan meskipun data pasar terbaru menunjukkan mulai munculnya aliran pembelian di pasar derivatif. Indikator on-chain memperlihatkan bahwa aktivitas beli mulai meningkat, namun dominasi pasar antara pembeli dan penjual masih belum menunjukkan arah yang jelas.

    Dilaporkan Crypto Quant, situasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish di tengah volatilitas yang tinggi.

    Indikator CVD Tunjukkan Aktivitas Pembelian

    Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat dinamika pasar adalah Cumulative Volume Delta (CVD). Indikator ini mengukur selisih kumulatif antara volume order beli dan order jual di pasar.

    Data dari Binance menunjukkan bahwa Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar level US$2.000 dengan nilai CVD sekitar 31.207 kontrak. Angka tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kecil ke arah order beli dibandingkan order jual pada saat pengamatan.

    Namun dalam beberapa bulan terakhir, indikator CVD menunjukkan fluktuasi tajam antara wilayah positif dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar Ethereum masih berada dalam kondisi persaingan ketat antara pembeli dan penjual.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meski buying flow mulai membaik, gambar menegaskan bahwa Ethereum belum benar-benar keluar dari tekanan karena beberapa bulan terakhir masih diwarnai fluktuasi tajam antara dominasi buyer dan seller.

    “Secara onchain dan derivatif, ini berarti demand mulai pulih, tetapi belum cukup kuat untuk menghapus fakta bahwa ETH masih berada di fase rapuh dan tetap butuh konfirmasi lanjutan sebelum bisa dianggap berbalik sehat,” ungkapnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

    Korelasi Harga dan Aktivitas Trading

    Selain itu, indikator korelasi harga terhadap CVD dalam periode 30 hari menunjukkan nilai sekitar 0,682. Angka ini tergolong positif dan relatif kuat, yang berarti pergerakan harga Ethereum cukup sejalan dengan aktivitas order beli dan jual di pasar.

    Ketika nilai korelasi berada pada level positif seperti ini, pergerakan harga biasanya mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang nyata di pasar, bukan sekadar dipengaruhi oleh faktor likuiditas rendah atau pergerakan eksternal.

    Tekanan Jual Sempat Mendominasi

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data sebelumnya juga menunjukkan bahwa penurunan harga tajam pada awal 2026 terjadi bersamaan dengan melemahnya momentum CVD. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual saat itu lebih kuat dibandingkan permintaan beli.

    Tekanan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga Ethereum selama periode tersebut.

    Sinyal Awal Pemulihan Permintaan

    Meski demikian, perubahan terbaru pada indikator CVD yang kembali bergerak ke wilayah positif dapat mengindikasikan adanya upaya dari pembeli untuk kembali mengambil kendali pasar.

    Pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan, meskipun arah tren pasar Ethereum secara keseluruhan masih belum sepenuhnya jelas.

    Para analis menilai bahwa selama volatilitas masih tinggi dan dominasi pembeli belum stabil, harga Ethereum kemungkinan akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meme Coin Kembali Viral, Sinyal Pasar Kripto Masuk Fase Spekulasi?

    Meme coin kembali menjadi sorotan di pasar kripto seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aset digital berbasis komunitas ini. Berbeda dengan banyak proyek kripto lain yang mengandalkan teknologi atau utilitas tertentu, pergerakan harga meme coin lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan penyebaran di media sosial.

    Dilaporkan Crypto Quant, fenomena ini menciptakan pola siklus perhatian (attention cycle) yang sering terlihat dalam pasar kripto, di mana popularitas meme coin dapat melonjak dengan cepat sebelum kembali mereda.

    Meme Coin Didorong Sentimen Komunitas

    Meme coin adalah jenis cryptocurrency yang biasanya lahir dari meme internet, tren online, atau narasi viral di komunitas digital. Permintaan terhadap aset ini sering kali dipicu oleh popularitas di media sosial dan pertumbuhan komunitas, bukan oleh nilai fundamental dari produk atau teknologi.

    Akibatnya, harga meme coin sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Ketika minat publik meningkat, harga dapat melonjak tajam dalam waktu singkat.

    Namun ketika perhatian publik menurun, harga juga dapat terkoreksi dengan cepat, menciptakan pola siklus yang berulang.

    Kapitalisasi Pasar Meme Coin

    Data pasar menunjukkan bahwa sektor meme coin memiliki kapitalisasi sekitar US$31 miliar pada Maret 2026. Meski hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar kripto, sektor ini sempat mengalami pertumbuhan sangat cepat selama periode spekulasi tinggi.

    Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar meme coin bahkan pernah melampaui US$150 miliar sebelum kembali turun ketika kondisi pasar mulai mendingin.

    Lonjakan dan penurunan tersebut menunjukkan bagaimana sektor meme coin sangat dipengaruhi oleh siklus minat investor.

    Baca juga: Bukan Meme Coin, 3 Altcoin Generative AI Ini Justru Paling Bersinar

    Aktivitas On-Chain Ikuti Siklus Perhatian

    Data on-chain juga memperlihatkan pola yang serupa. Volume perdagangan meme coin sering meningkat tajam pada tahap akhir kenaikan harga yang signifikan.

    Lonjakan volume ini biasanya mencerminkan meningkatnya minat publik serta fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor.

    Dalam banyak kasus, kenaikan harga itu sendiri dapat memicu permintaan tambahan karena semakin banyak investor yang tertarik untuk ikut berpartisipasi di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, pola ini penting karena meme coin sering menjadi barometer psikologi pasar retail: Ketika volume spot dan perhatian sosial melonjak, appetite risiko biasanya ikut memanas.

    “Namun gambar juga menekankan bahwa lonjakan perhatian tidak identik dengan keberlanjutan, jadi fase overhype di meme coin lebih tepat dibaca sebagai indikator spekulasi ekstrem ketimbang fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ungkapnya.

    Indikator Psikologi Pasar Kripto

    Karena sifatnya yang sangat dipengaruhi sentimen, meme coin sering dianggap sebagai indikator psikologi investor dalam pasar kripto.

    Lonjakan aktivitas perdagangan dan interaksi di media sosial sering menandakan meningkatnya selera risiko di kalangan pelaku pasar.

    Sebaliknya, ketika aktivitas tersebut menurun, pasar biasanya memasuki fase yang lebih berhati-hati.

    Risiko di Balik Popularitas Meme Coin

    Meski dapat memberikan peluang bagi sebagian investor, popularitas meme coin juga membawa sejumlah risiko.

    Narasi viral dan momentum komunitas yang kuat tidak selalu mencerminkan keberlanjutan jangka panjang sebuah proyek.

    Dalam periode hype yang tinggi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati serta memeriksa informasi terkait proyek, struktur token, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan investasi.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

    Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan XRP di bursa Binance mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level terendah dalam sekitar 10 bulan terakhir. Penurunan ini memicu perhatian analis pasar karena dapat mengindikasikan berkurangnya pasokan XRP yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung di bursa.

    Dilaporkan Crypto Quant, Binance sendiri merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, sehingga perubahan cadangan aset di platform tersebut sering dianggap sebagai indikator penting dalam membaca dinamika pasar.

    Cadangan XRP Turun ke Level Terendah Sejak 2025

    Data menunjukkan nilai total cadangan XRP di Binance turun menjadi sekitar US$3,7 miliar pada 10 Maret 2026. Angka ini menjadi level terendah sejak April 2025.

    Metrik cadangan ini dihitung berdasarkan nilai dolar AS dari XRP yang tersimpan di bursa. Karena menggunakan denominasi dolar, perubahan harga XRP juga memengaruhi total nilai cadangan yang tercatat.

    Penurunan cadangan ini melanjutkan tren yang terlihat beberapa hari sebelumnya. Pada 6 Maret 2026, nilai cadangan XRP di Binance masih berada di sekitar US$3,9 miliar.

    Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, penurunan ini cukup signifikan. Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance bahkan sempat melampaui US$10 miliar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

    “Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

    Baca juga: Open Interest XRP Anjlok, Tanda Trader Mulai Menyerah?

    Cadangan Tinggi Pernah Diikuti Penurunan Harga

    Menariknya, periode ketika cadangan XRP di Binance berada di level tertinggi tersebut diikuti oleh penurunan harga yang cukup tajam.

    Setelah cadangan mencapai lebih dari US$10 miliar pada 2025, harga XRP kemudian turun lebih dari 60% hingga berada di bawah US$1,20.

    Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa jumlah aset yang tersimpan di bursa dapat berpengaruh terhadap tekanan jual di pasar.

    Cadangan Bursa Jadi Indikator Supply

    Analis sering menggunakan metrik cadangan bursa untuk memperkirakan seberapa besar pasokan aset yang tersedia untuk dijual dalam jangka pendek.

    Ketika cadangan meningkat, hal tersebut biasanya menandakan lebih banyak koin tersedia di bursa dan berpotensi meningkatkan tekanan jual.

    Sebaliknya, ketika cadangan menurun, kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

    Jika tren penurunan cadangan terus berlanjut, kondisi ini dapat memperketat likuiditas XRP di bursa dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi meluncurkan Crypto Partner Program dengan menggandeng lebih dari 85 perusahaan aset digital. Program ini bertujuan membangun infrastruktur pembayaran baru berbasis kripto, termasuk untuk transfer lintas negara, pembayaran antar bisnis (B2B), dan sistem pembayaran global.

    Dikutip Crypto Briefing, langkah ini menjadi salah satu ekspansi terbesar Mastercard ke dalam ekosistem aset digital, terutama di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin yang mulai menantang sistem pembayaran tradisional.

    Mastercard Bangun Ekosistem Pembayaran Berbasis Kripto

    Program kemitraan ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia wallet, penerbit stablecoin, hingga perusahaan infrastruktur blockchain.

    Semua pihak tersebut akan terhubung melalui platform Mastercard Multi-Token Network (MTN), sebuah jaringan yang memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time menggunakan berbagai jenis aset digital.

    Melalui jaringan ini, bank tradisional dan perusahaan kripto dapat memproses transaksi pada infrastruktur yang sama. Salah satu institusi keuangan besar yang telah terhubung ke jaringan ini adalah JPMorgan Chase, yang menggunakan sistem tersebut untuk penyelesaian transaksi stablecoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Mastercard penting karena memperluas legitimasi crypto sebagai komponen infrastruktur pembayaran, bukan hanya aset spekulatif.

    “Jika kolaborasi dengan puluhan mitra ini menghasilkan produk nyata, adopsi crypto di pembayaran global bisa bergerak lebih cepat lewat rel yang sudah dipercaya pengguna dan institusi besar,” jelasnya.

    Lonjakan Penggunaan Stablecoin Dorong Inovasi

    Ekspansi Mastercard ke sektor kripto terjadi di tengah pertumbuhan pesat penggunaan stablecoin di seluruh dunia.

    Pada Februari 2026 saja, volume transaksi stablecoin mencapai sekitar US$1,26 triliun, dengan USDC menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas tersebut.

    Secara tahunan, transaksi stablecoin bahkan telah mencapai sekitar US$27,6 triliun sepanjang 2025. Nilai ini disebut telah melampaui total volume transfer yang diproses oleh jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Selain itu, penggunaan stablecoin untuk pembayaran melalui kartu meningkat tajam. Pada 2025, transaksi kartu berbasis stablecoin mencapai sekitar US$4,5 miliar, meningkat sekitar 673% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca juga: Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Pembayaran Antar Perusahaan Tumbuh Pesat

    Salah satu segmen yang berkembang paling cepat adalah pembayaran business-to-business (B2B). Nilai transaksi stablecoin untuk pembayaran antar perusahaan kini diperkirakan mencapai sekitar US$226 miliar per tahun.

    Pertumbuhan ini mencapai sekitar 733% secara tahunan, menunjukkan bahwa stablecoin mulai digunakan dalam aktivitas bisnis nyata seperti pembayaran vendor, pengiriman dana lintas negara, dan pengelolaan kas perusahaan.

    Mastercard menilai teknologi ini dapat mempercepat proses pembayaran global yang selama ini masih bergantung pada sistem perbankan koresponden yang memakan waktu tiga hingga lima hari.

    Dengan stablecoin, pembayaran lintas negara berpotensi diselesaikan dalam hitungan detik.

    Persaingan Raksasa Pembayaran Semakin Ketat

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan pembayaran global yang berinvestasi dalam teknologi kripto.

    Visa juga telah memperluas layanan penyelesaian transaksi stablecoin ke lebih dari 40 negara, dengan volume penyelesaian yang mencapai sekitar US$3,5 miliar pada 2025.

    Di sisi lain, pasar stablecoin juga semakin kompetitif dengan munculnya berbagai penerbit baru. Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, sementara SoFi memperkenalkan SoFiUSD yang menjadi stablecoin pertama dari bank nasional di Amerika Serikat.

    Meski demikian, USDC yang diterbitkan oleh Circle masih menjadi salah satu stablecoin terbesar di pasar.

    Stablecoin Jadi Infrastruktur Keuangan Baru

    Dengan semakin banyak perusahaan besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayaran mereka, teknologi ini mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan global.

    Mastercard menilai bahwa masa depan pembayaran global akan melibatkan kombinasi sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan kripto, Mastercard berharap dapat membangun jaringan pembayaran baru yang lebih cepat, efisien, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

    Pergerakan harga Bitcoin dinilai masih berada dalam fase pasar bearish hingga mampu menembus level harga tertentu yang menjadi acuan bagi investor besar atau whale baru. Data terbaru menunjukkan bahwa whale yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari memiliki rata-rata harga beli sekitar US$85.600.

    Level tersebut kini menjadi salah satu titik resistensi penting dalam siklus pasar Bitcoin saat ini. Selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi kelompok investor tersebut, potensi bull market dinilai belum sepenuhnya terbentuk.

    Harga Bitcoin dan Siklus Pergerakan Whale

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Crypto Quant, dalam siklus pasar sebelumnya, terdapat pola yang relatif konsisten antara harga Bitcoin dan perilaku whale jangka pendek atau short-term holder (STH). Ketika harga Bitcoin turun di bawah harga rata-rata pembelian kelompok ini, pasar cenderung memasuki fase bearish.

    Sebaliknya, ketika harga Bitcoin kembali naik dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar biasanya memasuki fase bullish.

    Dalam siklus terbaru, level US$85.600 menjadi indikator penting karena mewakili harga rata-rata pembelian whale baru yang memasuki pasar dalam beberapa bulan terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam siklus saat ini, area US$85.600 terlihat sebagai resistance paling kritikal karena pada Januari 2026 level tersebut sempat diuji, tertahan sebagai resistance, lalu Bitcoin kembali jatuh ke area US$60.000.

    “Artinya, selama BTC belum reclaim dan hold di atas cost basis new whales, struktur pasar masih lebih dekat ke fase pemulihan rapuh daripada awal bull market yang bersih,” katanya.

    Baca juga: Bitcoin Masuk Fase Paling Melelahkan, Investor Mulai Ragu?

    Level US$85.600 Jadi Resistensi Penting

    Level tersebut sempat diuji pada Januari 2026, namun gagal ditembus dan berubah menjadi area resistensi kuat. Setelah penolakan di area tersebut, harga Bitcoin kemudian turun kembali hingga mendekati US$60.000.

    Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa level harga rata-rata whale jangka pendek masih menjadi penghalang utama bagi pemulihan pasar yang lebih luas.

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, banyak whale baru berpotensi kembali berada dalam kondisi profit.

    Sentimen Pasar Bisa Berubah

    Perubahan kondisi dari rugi menjadi profit bagi kelompok investor besar sering kali berdampak signifikan terhadap sentimen pasar. Ketika whale mulai mencatat keuntungan, tekanan jual biasanya berkurang dan minat beli baru dapat meningkat.

    Kondisi tersebut berpotensi menjadi pemicu awal bagi fase bullish berikutnya.

    Namun selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi whale jangka pendek, analis menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi dan belum memasuki bull market secara penuh.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Transaksi Kripto RI Melesat Tembus Rp 276,45 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai transaksi kripto Juli 2025 mencapai Rp 52,46 triliun. Dengan demikian, total transaksi kripto sepanjang 2025 tembus Rp 276,45 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi mengatakan, capaian pada Juli melesat 62,26% dibandingkan Juni sebesar Rp 32,31 triliun.

    “Nilai transaksi aset kripto sepanjang periode Juli 2025 tercatat sebesar Rp 52,46 triliun yang juga meningkat signifikan sebesar 62,36% jika dibandingkan posisi Juni 2025 yang mencatat angka sebesar Rp 32,31 triliun,” kata Hasan dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Agustus 2025, Kamis (4/9/2025).


    Jumlah investor kripto mencapai 16,5 juta, naik 4,11% dibandingkan Juni yang sebesar 15,85 juta. Dari sisi kapitalisasi pasar aset kripto hingga Juli mencapai Rp 36,58 triliun, tumbuh dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 31,24 triliun.

    Di samping itu, Hasan juga merespons huru-hara beberapa waktu terakhir. Menurutnya, industri aset kripto, pemeringkatan kredit alternatif, penyelenggara agregasi jasa keuangan, atau terkait inovasi teknologi sektor keuangan berjalan normal dan tidak mengalami gangguan.

    “Ini ditandai dengan kami mencatat angka permintaan data skor kredit kepada pemeringkat kredit alternatif, nilai transaksi yang diselesaikan oleh penyelenggara agregasi jasa keuangan maupun angka nilai aktivitas penempatan dan penarikan dana dan aset kripto yang tercatat di pedagang aset keuangan digital, berada dalam kisaran normal,” ujar Hasan.

    Hasan berharap kondisi ini juga dapat menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar pada industri Aset Keuangan Digital (AKD) tetap terjaga dengan baik.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ethereum Diprediksi Bakal Tembus Rp 78 Juta Gegara BlackRock


    Jakarta

    Koin Ether (ETH) di jaringan Ethereum diprediksi bakal menguat. Salah satu sentimennya adalah manuver BlackRock, perusahaan manajemen investasi besar dunia.

    Prediksi itu dikeluarkan oleh Bittime, platform investasi aset kripto yang resmi terdaftar di Indonesia. Dalam keterangan resminya dijelaskan bahwa BlackRock baru saja meluncurkan tokenized fund atau product investasi dari tokenisasi pertamanya yang diterbitkan pada blockchain publik Ethereum. Produk investasi itu dikembangkan melalui BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL).

    BUIDL akan memberikan akses produk kepada investor yang memenuhi syarat dengan imbal hasil dolar AS melalui produk tokenisasi tersebut. BUIDL menawarkan nilai stabil sebesar US$1 per token dan membayar dividen yang terakumulasi setiap hari langsung ke wallet investor sebagai token baru.


    CEO Bittime Ryan Lymn mengatakan pihaknya menilai langkah BlackRock tersebut bakal memberikan imbas positif terhadap industri dan pasar aset kripto. Pasalnya, manuver tersebut memberikan sinyal adanya ketertarikan perusahaan besar untuk menggunakan blockchain.

    “Ini pertama kalinya BlackRock menggunakan blockchain publik seperti Ethereum. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar mulai tertarik menggunakan blockchain untuk investasi mereka,” ujarnya.

    Menurutnya BlackRock ingin memudahkan masyarakat berinvestasi dengan menggunakan sistem Ethereum yang dikenal mudah digunakan dan aman melalui BUIDL. Langkah ini menyoroti pentingnya Ethereum dalam menciptakan produk keuangan baru, yang membuat lebih banyak orang ingin berinvestasi di Ethereum, sehingga membuat harganya naik.

    “Oleh karena itu, peluncuran tokenized fund BUIDL oleh BlackRock di Ethereum menandakan dukungan institusional serta minat terhadap aset blockchain, yang mampu meningkatkan permintaan untuk Ether (ETH) dan mendukung harganya,” jelas Ryan.

    Ryan menambahkan, tim riset Bittime telah memantau pergerakan harga ETH dan berbagai sentimen yang mempengaruhinya. Ia mengaku, pihaknya terbilang optimistis terhadap kinerja ETH sepanjang 2024 ini.

    “Tim riset Bittime memprediksi ETH bisa menembus level US$5.000 atau sekitar Rp79 juta di tahun ini. Hal tersebut menimbang manuver BlackRock, pandangan terkait produk ETF Ethereum, dan kondisi pasar aset kripto yang tengah bullish pada tahun ini,” ungkap Ryan.

    (das/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Berantas Investasi Bodong, Aset Kripto Baru Wajib Masuk Regulatory Sandbox OJK


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang memiliki produk dan layanan baru harus dimasukkan pada regulatory sandbox atau ruang uji coba atau pengembangan inovasi. Aturan itu termasuk untuk produk aset kripto baru.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi mengatakan nantinya aset kripto jika pengawasan dan pengaturannya sudah di OJK, maka juga harus melalui regulatory sandbox. Langkah itu dilakukan juga untuk memberantas investasi bodong.

    “Saya kira ini menjadi spirit kami di OJK, terutama di perlindungan konsumen dan edukasi memang kami mengharapkan seluruh mekanisme peraturan kita hadir dan berdampak langsung atas pencegahan investasi bodong ini,” kata dia dalam media briefing di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024).


    Hasan menyebut ke depan bagi perusahaan kripto yang memiliki produk atau dengan model bisnis baru harus dimasukkan ke sandbox. Jika tidak dan tetap beroperasi maka akan digolongkan sebagai produk yang tidak berizin atau ilegal.

    “Jadi gampangnya nati penyelenggaraan ITSK yang tidak tercatat sebagai peserta di sandbox kita, maupun nanti setelah ada cluster yang kita tetapkan dengan berizin di OJK maupun tidak berizin maka seperti sama dengan yang lain, kita akan mendorong masyarakat konsumen memilih dengan baik dan tidak,” jelas dia.

    Syarat untuk diuji coba dalam sandbox ini tentu akan menjadi hal baru bagi pelaku usaha kripto. Sesuai dengan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pengawasan dan pengaturan ase kripto akan dialihkan ke OJK dari sebelumnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

    “Nah sandbox ini jadi sarana ya bagus untuk pembiasaan para penyelenggara, praktisi keuangan digital aset kripto dia akan terbiasa bagaimana sih kalau diatur oleh OJK, di sisi lain kami akan memperkenalkan pengaturan dan pengawasan di OJK,” pungkasnya.

    Regulatory Sandbox adalah ruang uji coba/pengembangan inovasi sebagai sarana dan mekanisme untuk memfasilitasi uji coba dan
    pengembangan inovasi yang disediakan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk menilai kelayakan dan keandalan ITSK.

    Tujuan penyediaan Sandbox untuk memastikan inovasi dan pengembangan teknologi di sektor keuangan dilakukan secara bertanggung jawab dengan pengelolaan risiko yang baik.

    (ada/das)



    Sumber : finance.detik.com