Tag: kuah

  • Surga Kuliner Murah dan Pesta UMKM



    Depok

    Lebaran Depok bukan cuma soal tradisi tetapi juga surga kuliner murah meriah yang ditunggu warga tiap tahun. Ratusan UMKM tumpah ruah di Alun-alun Timur GDC, jadi motor penggerak ekonomi lokal dalam satu festival rakyat yang penuh cita rasa.

    Berbagai macam UMKM ditawarkan, mulai dari jajanan, makanan berat, minuman sampai fesyen. Yang paling menonjol adalah yang Betawi banget, di antaranya dodol dan kerak telor.

    Ya, Lebaran Depok memang menjadi arena untuk melestarikan kekhasan Betawi Depok.


    Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Wali Kota Supian Suri mengatakan bahwa pemkot telah melakukan pendataan pada perajin atau orang-orang yang masih melestarikan makanan khas Depok, termasuk dodol Betawi. Ia mengaku telah memberikan support kepada mereka dalam sisi pemasaran.

    “Juga, kita akan men-support orang-orang yang selama ini belum perhatian terhadap ini untuk juga perhatian terhadap makanan-makanan yang memang menjadi kekhasan kita,” kata Supian pada Kamis (15/5).

    Dodol adalah produk yang memiliki biaya produksi mahal tapi tidak mudah dipasarkan, katanya.

    “Makanya kita pemerintah harus hadir di sana dan insya Allah mudah-mudahan dengan kehadiran kita pemerintah mendorong UMKM bisa tumbuh sehingga kita bisa dua hal kita dapatkan,” ujar dia.

    Menyinggung programnya, UMKM Naik Kelas, Supian akan memberikan support sesuai kebutuhan UMKM, seperti pemasarann, packaging, atau di perizinannya.

    “Ini yang kita coba dorong untuk kita bisa, prinsipnya event-event seperti ini menjadi ajang mereka menunjukkan produksi-produksinya,” kata dia.

    Sebagai putra Betawi Depok, Supian menunjukkan kebolehannya untuk mengaduk dodol dalam wajan kayu besar di dalam booth UMKM Haji Satibi. Dia mengatakan bahwa pekerjaan itu memang butuh keahlian khusus.

    Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Haji Satibi mengaku sangat senang dengan kunjungan wali kota. Ia tak pernah ketinggalan untuk muncul tiap tahun di Lebaran Depok.

    “Omzetnya terbilang bagus, ngangkat budaya lokal,” kata pria berusia 53 tahun itu.

    Dodol yang paling laris adalah rasa original dan wijen. Yang kecil dibandrol dengan harga Rp 20 ribu, dan besar Rp 35 ribu. Biasanya, dagangannya laku keras di hari terakhir. Digelar Sabtu, pengunjung ramai dari pagi hingga malam.

    “Tahun kemarin tembus 35 juta di satu titik,” kata dia.

    Haji Satibi menambahkan informasi bahwa dia membuka lebih dari satu booth di Lebaran Depok itu.

    Yang suka ngemil, mungkin bisa mampir ke Dimsun Kuy milik Ibu Deva (25). Meski dalam keadaan mengandung, ia tetap melayani pembeli dengan sumringah.

    Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    “Tiap tahun ikut, sama kaya tahun kemarin ramenya di weekend,” kata dia.

    Dimsum seharga Rp 20 ribu itu ramai peminat saat cuaca bersahabat. Tapi di kala hujan, Deva mengaku sangat sedih karena sepi.

    “Kalau weekend biasanya sampai tembuh di atas Rp 1 juta,” katanya.

    Jajanan seperti bakso goreng, crab, yakitori, pizza, tumpah ruah di sana. Tak perlu takut kehabisan, ada sekitar 250 UMKM yang berjualan di sana dengan harga yang dijamin murah meriah. Apalagi makanan-makanan berkuah panas seperti soto, bakso, dan mie kocok.

    Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

    Mie Kocok Geulis berada di booth bagian depan, dekat jembatan. Ibu Fitri, yang menjaga lapak, mengaku bahwa pagi adalah waktu yang paling ramai selain weekend.

    “Kalau ramai tembuslah Rp 2 juta,” jawabnya sambil menyiapkan semangkuk mie kocok khas Sukabumi yang menggugah selera di saat hujan.

    Dengan harga Rp 25 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati kuah panas gurih dengan campuran mie, tulang rangu, bakso dan sayuran. Meja makannya pun disediakan di dalam booth, jadi jangan khawatir soal panas atau hujan.

    Ibu Fitri datang dengan anak dan cucu-cucunya. Cucunya yang bernama Aril (2), tampak gembira memegang balon dengan lampu LED. Meski belum lancar berbicara, ia menggut-manggut senang saat ditanya tentang perasaanya bermain di sana.

    “Sering ke sini bawa cucu kalo weekend, senang dengan acara ini,” kata dia.

    (bnl/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Rekomendasi 7 Wisata Kuliner Dekat Stasiun Solo Balapan, Cukup Jalan Kaki



    Jakarta

    Temukan tempat makan enak dan terjangkau dekat Stasiun Solo Balapan. Dari selat hingga gudeg, nikmati kuliner khas Solo hanya beberapa menit berjalan kaki!

    Di sekitar Solo Balapan, kita bisa menjumpai berbagai warung dan rumah makan yang menjual makanan khas Solo. Ada warung yang menjual selat, sate kambing, tahu kupat, hingga gudeg.

    Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Solo Balapan

    1. Selat Vien’s Pusat


    Rekomendasi yang pertama adalah Selat Vien’s Pusat yang beralamat di Jalan Hasanudin Nomor 99, Punggawan, Banjarsari, Kota Solo. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJateng dari laman Google Maps, detikers bisa berjalan kaki 9 menit dari Stasiun Solo Balapan menuju lokasi Selat Vien’s Pusat.

    2. Sate Kambing Pak H Kasdi

    Selain selat, Solo juga punya makanan khas berupa sate kambing. Jika detikers ingin mencicipi kelezatan sate kambing khas Solo di sekitar Stasiun Solo Balapan, pilihannya adalah Sate Kambing Pak H Kasdi. Lokasinya sendiri berada tepat di seberang stasiun dan bisa ditempuh hanya dengan 1 menit berjalan kaki karena jaraknya tidak sampai 100 meter.

    3. Rumah Makan Pak Die

    Kalau tidak suka dengan kuliner berbahan dasar kambing, kita bisa mampir ke Rumah Makan Pak Die yang beralamat di Kestalan, Banjarsari, Kota Solo. Untuk sampai ke lokasi rumah makan tersebut, kamu cukup berjalan kaki sejauh 130 meter dari Stasiun Solo Balapan yang bisa ditempuh dengan 2 menit berjalan kaki.

    4. Sate Ayam Ponorogo Pak Mangun

    Di dekat Stasiun Balapan, ada juga kuliner berupa sate khas Ponorogo. Namanya adalah Sate Ayam Ponorogo Pak Mangun (P Har) yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 91, Kestalan, Banjarsari, Kota Solo. Lokasinya hanya berjarak 220 meter dari Stasiun Solo Balapan dan bisa ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki.

    5. Bakso Alex Gajah Mada

    Nah, kalau traveler ingin menyantap bakso di dekat Stasiun Solo Balapan, pilihannya ada Bakso Alex Gajah Mada. Meski tidak sedekat tempat makan sebelumnya, jaraknya bisa terbilang belum terlalu jauh, yaitu 450 meter. Kita bisa menuju Bakso Alex dengan berjalan kaki selama kurang lebih 6 menit dari Solo Balapan. Mereka buka pukul 10 pagi hingga 9 malam.

    6. Tahu Kupat Sido Mampir

    Di dekat Stasiun Solo Balapan, kita juga bisa mencicipi makanan khas Solo yang bernama Tahu Kupat. Seperti namanya, hidangan ini memiliki komposisi utama berupa tahu dan ketupat yang disiram dengan kuah bawang dan gula cair. Untuk menuju ke sini, kita perlu berjalan kaki selama 9 menit dari Stasiun Solo Balapan dengan menempuh jarak 650 meter.

    7. Gudeg Ayu Solo

    Masih di Jalan Gajahmada, kita juga bisa mencicipi kuliner gudeg khas Solo. Nama tempat makannya adalah Gudeg Ayu Solo yang beralamat di Jalan Gajahmada Nomor 152 Ketelan, Banjarsari, Solo. Lokasinya sendiri hanya berjarak 300 meter dari Solo Balapan dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 menit.

    Baca artikel selengkapnya di detikJateng

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Panduan ‘Clean Eating’ Buat Anak Kos, Turun BB Nggak Perlu Makanan Mahal


    Jakarta

    Viral di media sosial Twitter atau yang sekarang menjadi X, anak-anak kos mulai mencoba hidup sehat dengan menjalani metode clean eating. Banyak dari mereka yang memilih makanan warung tegal (warteg) untuk mendukung pola hidup sehat ini.

    “Warteg kan banyak pilihan, nasi, sayur, dan protein. Cut tepung-tepungan macam gorengan dan pastry,” tulis salah satu warganet di X, dikutip detikcom, Senin (25/11/2024).

    “Warteg banyak pilihan sayurnya kakk, trs kalo di tempatku ada yg jual salad sayur murah sih jd aku beli itu,” tulis akun lain.


    “Ke warteg kakk yang bisa prasmanan. aku skrg kalo ga masak ya ke warteg prasmanan terus. soalnya enak bisa portioning nasi sm lauk sesuka hati termasuk sayurnyaa (krn sayur biasanya ambil bebas),” tambah akun lain.

    Lantas, apakah bisa menu makanan di warteg mendorong pola hidup sehat clean eating?

    Menjawab hal ini,spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengatakan sebenarnya clean eating bisa dilakukan anak-anak kos dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dibeli di warteg.

    Namun, dr Putri menegaskan makanan yang dipilih adalah yang tidak terlalu banyak pemrosesan, pemanis, pengawet, perasa.
    Jadi untuk gula, garam, atau bumbu-bumbu yang lain itu hanya sebatas bumbu aja, jangan sampai berlebihan.

    “Sayur sop, tumis-tumisan, atau pecel itu masih ok,” kata dr Putri saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2024).

    dr Putri menambahkan jika anak-anak kos ingin mencoba clean eating namun dengan budget yang minim, dirinya merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang direbus, dikukus, atau yang segar.

    “Makanan clean eating gak harus mahal, jadi untuk anak kos-kosan bisa yang simpel misalkan sarapan dengan telur rebus, kentang rebus, atau roti gandum atau tawar, dengan telur omelet ala-ala, atau salad parutan wortel dengan daun selada, itu kan murah meriah,” kata dr Putri.

    “Tidak harus mahal, kalaupun mau diolah yang lain bisa ditumis. Kalau protein hewani seperti ikan, itu bisa dikukus atau dimasak kuah gitu,” sambungnya.

    dr Putri juga mengimbau pada para anak-anak kos yang mau mencoba clean eating untuk tetap memerhatikan keseimbangan nutrisi yang masuk pada tubuh. Pasalnya, jika hal ini dilewatkan, maka bisa saja tubuh menjadi gampang lemas.

    “Kalau menjalani clean eating malah jadinya lemas, berarti salah dilakukan. Pada dasarnya kalau clean eating dilakukan dengan komposisi gizi seimbang, harusnya tetap membuat kita tetap sehat dan bugar,” tutupnya.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Saran Dokter agar Opor-Ketupat Lebaran Tak Bikin Gendut


    Jakarta

    Lebaran selalu identik dengan makanan enak seperti opor ayam, rendang, hingga ketupat sayur. Meskipun menu makanan Lebaran sangat menggoda, para pejuang diet kerap takut menikmatinya karena takut berat badan naik.

    Padahal, makanan-makanan khas Lebaran ini aman-aman saja dicicipi. Namun, perlu adanya penyesuaian agar kalori yang masuk ke tubuh tetap dalam batas aman.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) membagikan trik bagi para pejuang diet yang ingin tetap makan enak di momen Hari Raya Idul Fitri tanpa takut berat badan naik.


    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” lanjutnya.

    dr Oki menambahkan bahwa pemilihan sumber karbohidrat juga penting dipertimbangkan. Seperti yang diketahui, biasanya di meja makan tersedia nasi dan ketupat.

    “Pasti mending nasi, karena kan ketupat makanan olahan ya,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com