Tag: kuliner alam sutera

  • Lezatnya Artisan Dimsum dan Nasgor ala Fujian di Apartemen Alsut


    Jakarta

    Terletak di dalam kawasan apartemen, restoran ini sajikan menu artisan dimsum sampai nasi goreng ala Fujian yang menggugah selera.

    Kulineran di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, memang tidak ada habisnya. Kawasan ini terkenal dengan banyaknya restoran, kafe, sampai toko kue kekinian yang menarik untuk dicoba.

    Salah satunya restoran Come-Xia yang berlokasi di dalam area apartemen Yukata Suites. Restoran ini spesialis dimsum dan hidangan oriental lain yang tak kalah menarik untuk dicoba.


    Mulai dari Har Gow, Lo Mai Gai, sampai mie wonton ada di sini. Berikut menu yang menarik dicoba di Come-Xia:

    Detail Informasi Come-Xia
    Nama Tempat Makan Come-Xia
    Alamat Yukata Suites, unit retail D, Jl. Alam Sutera Boulevard No.Kav. 22-26.
    No Telp [phone]
    Jam Operasional 07.00 – 21.30
    Estimasi Harga Rp 60.000 – Rp 200.000
    Tipe Kuliner China Kontemporer
    Fasilitas
    • Outdoor Dining
    • Parking Space

    1. Restoran Artisan Dimsum di dalam Apartemen

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Meski letaknya di dalam apartemen, tapi restoran ini mudah ditemukan karena lokasinya berada di area retail di pinggir jalan. Come-Xia mengusung restoran dengan perpaduan kuliner khas China kontemporer dan sentuhan kuliner ala Jepang.

    Semua menu di sini tidak menggunakan campuran babi, lemak babi, dan alkohol. Tentunya menu yang jadi andalan di Come-Xia adalah artisan dimsum yang dibuat homemade menggunakan bahan-bahan yang berkualitas.

    Sementara di menu makanan utamanya ada hidangan nasi goreng sampai mie wonton, dengan kisaran harga dari Rp 58.000++.

    2. Assorted Dim Sum yang Lezat

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Come-Xia menawarkan lebih dari 15 jenis dimsum. Namun kalau datang di hari kerja, resto ini menawarkan menu paket dimsum spesial yaitu Assorted Dimsum seharga Rp 162.000. Paket ini terdiri dari delapan jenis dimsum dimana satu jenis dimsum berisi dua buah.

    Pilihannya mulai dari Har Gow, Lo Mai Gai, Jiao Zi, Fried Beancurd Roll, Salted Egg Bao, Siu Mai, Shrimp Wonton dan Bao.

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Dimsum ditata cantik di atas klakat bambu. Setiap jenis dimsum memiliki ciri khas serta karakter rasa masing-masing. Misalnya dimsum Har Gow, kulitnya tipis tapi bagian dalamnya lembut dengan potongan daging udang yang royal.

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Kemudian ada Lo Mai Gai, salah satu menu favorit saat makan dimsum. Berupa nasi ketan yang dikukus dengan daun teratai. Kalau suka dimsum goreng, di sini ada wonton goreng dengan isian udang dan ayam cincang, dimsum kulit tahu yang diisi dengan daging udang. Kalau suka pedas, cocolan chili oil di Come-Xia cukup pedas tapi tetap gurih.

    3. Chili Oil Noodle & Wonton Layak Dicoba

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Selain dimsum, kamu bisa pesan menu lain yang tak kalah enak yaitu Chili Oil Noodle & Wonton (Rp 58.000). Di sini menggunakan tipe mie besar seperti mie karet, tapi teksturnya lebih lembut dan kenyal.

    Bumbu dengan chili oilnya berpadu dengan sempurna, rasa pedasnya terasa dari suapan pertama sampai suapan terakhir.

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Begitu juga dengan toppingnya yaitu wonton atau pangsit rebus. Wonton berisi daging cincang ayam dan udang yang royal. Porsinya pun mengenyangkan dan cocok untuk jadi teman makan dimsum.

    Cek Menu Lainnya di Halaman Selanjutnya!

    4. Nikmatnya Fujian Fried Rice

    Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum.Come-Xia, Restoran Artisan Dimsum. Foto: detikFood

    Come-Xia juga menyajikan menu nasi goreng andalan. Salah satunya Fujian Fried Rice (Rp 55.000) yang disajikan di atas hotplate.

    Uniknya, nasi goreng ini mirip seperti nasi siram ala Chinese food. Karena nasi goreng diguyur dengan saus kental dari kaldu ayam. Nasi goreng ini disajikan tanpa kecap dan menggunakan potongan daging ayam.

    Rasanya gurih dan enak karena nasi goreng ini menggunakan minyak wijen. Selain itu tekstur kuah ayamnya yang cukup kental menambah rasa baru saat melahapnya.

    Selain ketiga menu di atas, Come-Xia juga memiliki menu makanan lainnya. Seperti Mala Ramien, Signature Mapo Tofu Ramen, Furikake Fried Rice hingga Bamboo Chicken Soup.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Warung Pecel Lele Modern di Alam Sutera Ini Punya 4 Jenis Sambal


    Jakarta

    Warung pecel lele ini punya konsep lebih modern, nyaman, dan bersih. Pilihan menunya juga komplet, bahkan ada 4 jenis sambal yang bisa dinikmati gratis sepuasnya!

    Umumnya hidangan pecel lele dijual di warung tendaan kaki lima. Pelanggan yang ingin menikmatinya dipersilahkan untuk duduk di bangku seadanya atau lesehan.

    Sekalipun cita rasa pecel lele yang ditawarkan enak, tetapi tempat yang nyaman dan bersih pasti lebih diharapkan pelanggan.


    Sisi inilah yang ingin diangkat oleh warung pecel lele baru di Alam Sutera, Pecel Lele Oma. Umurnya memang belum genap satu tahun, tetapi dengan konsep warung yang lebih modern, bersih, dan nyaman, warung pecel lele ini berhasil memikat perhatian banyak orang.

    Selain konsep, warung Pecel Lele Oma juga menawarkan inovasi menu yang tidak kalah menarik. Pilihan lauknya komplet, bahkan tersedia empat jenis sambal berbeda yang bisa dinikmati sepuasnya!

    1. Berawal dari misi mencari pecel lele terenak

    Pecel Lele OmaPecel Lele Oma didirikan berdasarkan pemiliknya yang gemar makan pecel lele. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pecel Lele Oma dibangun atas dasar ‘misi’ mencari pecel lele terenak.

    Nickolas Alfons, pemiliknya, bersama keempat partnernya pada dasarnya menyukai pecel lele. Mereka mencari sekaligus mencoba berbagai macam pecel lele yang ada di sekitar Tangerang, seperti daerah Gading Serpong hingga BSD. Namun, tidak menemukan warung pecel lele yang sesuai selera lidah mereka.

    Akhirnya, Nickolas dan teman-temannya memutuskan untuk membangun warung pecel lelenya sendiri.

    “Kita kan aslinya ber-5 ya, jadi dulu tuh kita coba-coba makan lah. Kan kita suka pecel lele, kita coba makan keliling di BSD di Gading Serpong, kita gak nemu tempat pecel lele yang enak. Trus kita lihat, wah ini jadi kesempatan nih. Kenapa kita gak buka pecel lele yang enak gitu loh dan nyaman,” jelasnya kepada detikFood (13/11/2024).

    Pecel Lele Oma pun dibuka Januari 2024. Belum genap satu tahun dibuka, warung pecel lele ini berhasil menggaet banyak pengunjung untuk datang dan menikmati hidangan lele goreng dan lele bakar yang sedap di sini.

    Bahkan, soal pendapatan, Nickolas mengaku selama kurang lebih 10 bulan ini mereka sudah berhasil balik modal.

    2. Konsep warung pecel lele modern

    Pecel Lele OmaBegini konsep gerai Pecel Lele Oma yang dibuat lebih modern. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nickolas awalnya berpikir membuka warung pecel lele tendaan. Namun, tidak jadi dilakukan karena khawatir tidak ada pembeda antara warung pecel lelenya dengan warung pecel lele pada umumnya.

    Mencari nilai unik (unique value) tersendiri, Nickolas dan partner-partnernya akhirnya berfokus pada konsep warung pecel lele yang nyaman dan bersih. Sehingga, semua orang, bahkan keluarga bisa makan di warung ini dengan nyaman.

    Semua hal tampak dipikirkan oleh kelima orang ini dalam membuka usaha pecel lele. Bahkan, nama ‘Pecel Lele Oma’ pun memiliki arti dan maksud tersendiri.

    Kata ‘Oma’ pada nama warung pecel lele ini merujuk pada pada hal kenyamanan yang ditawarkan oleh warung ini. Diharapkan pelanggan yang makan di warung ini merasa nyaman dan senang, layaknya ketika makan di rumah nenek.

    Pecel Lele OmaKonsep gerainya juga dibuat nyaman seperti di rumah nenek. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    “Dimana ‘Oma’ tuh ingin kita bawa sebagai kenyamanan. Jadi kalau orang denger kata oma atau rumah oma itukan biasanya makannya enak, suasananya nyaman, jadi itu yang kita mau kita angkat dari kata ‘oma’,” ujar Nickolas kepada detikFood.

    Konsep warung pecel lelenya memang cukup berbeda. Berada di sebuah bangunan ruko pinggir jalan dengan area yang semi terbuka, sehingga tidak pengap dan panas.

    Sejumlah meja dan kursi kayu tersedia di dalamnya. Adapun sentuhan ornamen piring-piring zaman dulu yang diletakkan di dinding sebagai hiasan, dan beberapa pajangan foto pelanggan.

    Kenikmatan hidangan lele bakar dan lele goreng dengan sambal spesial ada di halaman selanjutnya!

    3. Hidangan lele bakar jadi andalan

    Pecel Lele OmaHidangan pecel lele bakar menjadi andalan di Pecel Lele Oma. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika biasanya warung pecel lele lebih fokus ke menu gorengan, Pecel Lele Oma menghadirkan menu yang dibakar. Mulai dari pecel lele bakar, ayam bakar, tahu bakar, tempe bakar, kulit bakar, tahu bakar, dan lain sebagainya.

    Kami mencoba hidangan pecel lele bakar (Rp 19.000), ayam bakar dada (Rp 24.000), beserta kulit bakar (Rp 7.000), dan tahu (Rp 3.000) tempe (Rp 3.000) bakar.

    Proses pembakarannya cukup unik karena lele dan beberapa pelengkap lain digoreng terlebih dahulu, baru diolesi bumbu bakar spesial, dan dibakar selama kurang ke lebih 3 sampai 5 menit.

    Semua rasa lauk pauk yang dibakar punya cita rasa manis yang dominan, tetapi ada beberapa sentuhan rasa berbeda.

    Lele bakarnya punya ukuran cukup besar dengan daging yang lumayan tebal. Kulit bagian luar lele pun punya tekstur renyah yang pas dengan daging lele yang lembut.

    Lelenya juga tidak amis dengan rasa yang didominasi manis seperti kecap. Bagi yang suka rasa pedas gurih, lele ini akan semakin nikmat dicocol ke sambal.

    empat jenis sambal ditawarkan pecel lele oma, dan free refill sepuasnya.empat jenis sambal ditawarkan pecel lele oma, dan free refill sepuasnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pecel Lele Oma juga menawarkan empat jenis sambal berbeda yang bisa diambil gratis sepuasnya. Pilihannya ada sambal bawang, sambal ijo, sambal terasi tidak pedas, dan sambal terasi pedas. Keempat jenis sambal ini bisa disesuaikan saja dengan selera.

    Untuk lele bakarnya menurut kami paling pas dicocol ke sambal bawang yang gurih dan pedasnya nampol. Namun, jika ingin yang tidak begitu pedas, bisa dicocol ke sambal terasi.

    Pecel Lele OmaAyam bakarnya juga tidak kalah enak dan perlu dicoba di Pecel Lele Oma. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Beda dengan lele, ayam bakarnya justru punya rasa bumbu yang tidak begitu manis. Lebih dominan gurih, dengan sentuhan rempah seperti lengkuas yang tercap kuat di lidah. Meskipun ayam yang disajikan adalah bagian dada, tetapi teksturnya masih lembut dan dadanya tidak begitu berserat.

    Ayam bakar ini bisa dicocol ke sambal terasi yang aroma terasi dan tingkat kepedasannya masing ringan.

    Kulit bakar, tahu, dan tempenya juga didominasi dengan rasa manis yang sedap.

    4. Lele dan ayam goreng yang tidak kalah enak

    Pecel Lele OmaPecel lele gorengnya juga tidak kalah enak di Pecel Lele Oma. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu favorit di tempat ini memang olahan ayam dan lelenya. Dalam satu hari, Pecel Lele Oma pun bisa menghabiskan kurang lebih 100 ekor ayam atau lele.

    “Ini biasanya gak tentu dan agak unik juga sih. Ada satu hari dimana ayamnya lebih tinggi, ada satu hari lelenya lebih tinggi. Jadi nggak bisa dipastiin, tapi rata-rata mirip,” ungkapnya.

    Kami juga mencoba hidangan gorengannya, mulai dari lele goreng (Rp 17.000), ayam goreng paha (Rp 22.000), kulit goreng (Rp 6.000), tahu dan tempe goreng (Rp 2.000).

    Mereka menggoreng lele, ayam, dan sate-satean dalam tiga wajan berbeda. Sehingga, tidak perlu khawatir akan bercampur aroma amis pada hidangan lain.

    Lele gorengnya punya ukuran yang sama dengan lele bakar. Digoreng sampai renyah, tetapi tetap dagingnya lembut. Seperti lele bakar, lele gorengnya juga tidak beraroma amis, didominasi rasa gurih.

    Akan lebih enak dimakan dengan nasi uduknya yang punya tekstur agak pulen, dengan aroma dan rasa gurih yang pas. Dicocol ke sambal bawang atau sambal ijonya semakin istimewa.

    Pecel Lele OmaKalau tidak mau lele bisa mencoba ayam goreng di Pecel Lele Oma. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Begitu juga dengan ayam goreng pahanya yang tekstur dagingnya masih juicy dengan rasa ayam yang sudah berbumbu gurih. Ayam gorengnya pun cocok dipadukan dengan segala macam sambal yang tersedia.

    Kulit gorengnya juga tidak boleh dilewatkan, karena punya perpaduan tekstur renyah dan kenyal yang nikmat.

    5. Jukut hingga kangkung goreng nikmat

    Jukut goreng hingga kangkung gorengnya juga tidak boleh dilewatkan di sini.Jukut goreng hingga kangkung gorengnya juga tidak boleh dilewatkan di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tidak seperti warung pecel lele pada umumnya yang hanya menawarkan sayuran lalapan atau kol goreng, di Pecel Lele Oma sayurannya lebih lengkap.

    Pilihannya mulai dari jukut goreng, kangkung goreng, kol goreng, sampai sayur asem. Harga sayurannya dibanderol mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 10.000 per porsi.

    Jelas, tidak boleh melewatkan jukut dan kangkung gorengnya. Jukut goreng atau selada airnya punya tekstur yang lebih renyah, dengan rasa yang didominasi gurih sedap dan berhasil membuat kami ketagihan. Sangat cocok dipadukan nasi uduk, lauk pauk, dan sambalnya.

    Kangkung gorengnya punya rasa yang serupa, hanya saja teksturnya tidak serenyah jukut. Sama-sama nikmat dipadukan dengan nasi uduk, lauk lain, dan sambal.

    Pecel Lele Oma juga menawarkan menu lain, seperti ayam kampung, ikan nila, nasi putih, sate usus, hingga sate ati ampela yang bisa jadi opsi lain. Ke depannya, mereka juga akan menambah menu bebek goreng dan bakar.

    Jika mencari warung pecel lele yang nyaman untuk makan bersama keluarga, anak kecil, atau sekadar ingin kumpul makan bareng teman, Pecel Lele Oma bisa jadi tujuan. Lokasinya di Jl. Kyai Maja, RT.001/RW.004, Panunggangan, Kec. Pinang, Kota Tangerang. Buka Selasa-Minggu, pukul 12.00-22.30 WIB (22.00 last order).

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com