Tag: kuliner cibubur

  • Suguhan Pecak Nila hingga Bubur Manis di Joglo Asri Penuh Pepohonan


    Jakarta

    Di kawasan Cibubur-Bekasi, ada resto tradisional asri yang tawarkan beragam kegiatan seru buat anak. Suguhan menunya juga spesial, dari pecak nila sampai bubur manis.

    Beragam konsep tempat makan ‘ndeso’ di pinggiran kota Jakarta bisa ditemui. Jika ingin santap di tempat luas yang ramah keluarga, terutama anak, kamu bisa menyambangi Makan Bawah Pohon.

    Lokasinya di Jalan Raya Kalimanggis Nomor 90, Jati Karya, Bekasi. Namun, akses ke Makan Bawah Pohon juga tak jauh dari Cibubur, tepatnya di belakang Plaza Cibubur. Karenanya beberapa pengunjung juga menyebut Makan Bawah Pohon sebagai kuliner Cibubur.


    Masuk ke sini, pengunjung serasa mendatangi rumah kakek-nenek nuansa Jawa yang asri dipenuhi pohon dan tanaman. Area parkirnya luas, pun untuk bersantapnya terdiri dari beberapa bagian.

    Joglo dengan nuansa vintage

    Makan Bawah PohonSalah satu spot bersantap di Makan Bawah Pohon yang memiliki kesan vintage. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bangunan utama Makan Bawah Pohon layaknya joglo dengan langit-langit tinggi. Kesan vintage dan ‘jadul’ diperkuat dengan lampu temaram bercahaya kuning sampai kursi dan meja kayu panjang.

    Ubin tegelnya pun terkesan jadul dengan motif bunga dan mirip batik. Pengunjung bisa bebas ingin duduk menghadap mana. Jika ingin menyegarkan pandangan mata, maka bisa pilih pemandangan menghadap ke sawah.

    Uniknya, Makan Bawah Pohon juga menyandingkan joglo vintage dengan tempat ngopi kekinian di sisi kirinya. Nuansanya lebih terang serba putih dan mengusung tema tropis.

    Tempat ngopi ini menjual aneka racikan kekinian racikan barista. Pemandangannya juga tak kalah asri karena berdekatan dengan galeri tanaman.

    Makan Bawah Pohon memang menawarkan aneka tanaman hias, berikut perlengkapan berkebun. Jenisnya kaktus hingga sansevieria dengan harga termurah mulai dari Rp 30 ribuan per pot kecil.

    Lalu ada juga area santap di sisi kanan joglo yang nuansanya Jawa klasik. Ini tercermin dari dinding bata merah yang diberi ornamen lukisan jadul sampai rantang warna-warni ikonik.

    Aktivitas berkuda hingga berkebun untuk anak

    Makan Bawah PohonMakan Bawah Pohon termasuk ramah anak karena ada beragam kegiatan yang ditawarkan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Makan Bawah Pohon termasuk restoran ramah anak karena ada segudang aktivitas yang ditawarkan. Salah satu yang jadi favorit, mengendarai kuda poni. Harganya juga terjangkau sekitar Rp 30 ribuan.

    Lalu ada Paket Berkebun Anak yang sesuai dengan konsep Makan Bawah Pohon sebagai galeri tanaman. Dengan Rp 35 ribu, anak sudah dapat polybag/pot kecil dan bibit tanaman.

    Tak ketinggalan area playground anak yang cukup luas. Di atas hamparan rumput sintetis, anak bisa main jungkat-jungkit, ayunan, dan perosotan.

    Beragam sajian makanan enak di Makan Bawah Pohon ada di halaman selanjutnya.

    Makan Bubur Manis di warung

    Makan Bawah PohonSeporsi bubur manis dibanderol Rp 20 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Terpisah sedikit dari bangunan joglo utama, ada bangunan warung kecil serba kayu yang menarik disinggahi. Sebab di sini ditawarkan aneka jajanan manis.

    Pengunjung pun bisa ‘nongkrong’ di warung mungil ini. Selain ketan susu, mereka menawarkan Bubur Manis seharga Rp 20 ribu seporsi.

    Dalam mangkuk diisi bubur sumsum, pacar cina, biji salak, kuah santan, dan gula merah. Isiannya royal dengan tampilan warna yang cantik.

    Yang terpenting, rasanya juga enak. Legit manisnya kuah bubur manis terasa, tapi tak terlalu ‘giung’. Ditambah isian biji salak yang empuk kenyal, makin juara!

    Suguhan pecak ikan hingga ayam bacem

    Makan Bawah PohonPecak ikan hingga ayam bacem yang sedap di Makan Bawah Pohon. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Jika lapar tak perlu khawatir karena Makan Bawah Pohon menyediakan banyak makanan utama. Salah satu yang jadi andalan Pecak Ikan Goreng (Rp 43 ribu).

    Pecak ikan dibuat dari ikan nila ukuran sedang yang digoreng kering. Lalu disiram kuah pecak bening, diberi topping irisan daun bawang, dan irisan jeruk limau untuk diperas sendiri.

    Pecaknya tipe kuah bening dengan gerusan cabe merah yang royal. Rasanya asam segar dengan jejak kencur dan jahe yang kuat. Menyeruput kuahnya yang berempah bisa bikin hangat tenggorokan!

    Makan Bawah Pohon juga punya olahan ayam favorit. Namanya Ayam Bacem Pejantan (Rp 38 ribu). Dibuat dari potongan ayam pejantan yang gurih lalu dibumbui bacem khas Jawa.

    Ayam bacem ini teksturnya mirip ayam bakar, tapi tidak terlalu basah. Rasa bacemnya manis gurih dan meresap sampai ke serat-serat daging. Dicocol ke sambal merah, makin enak rasanya.

    Menu lain yang bisa dicoba adalah olahan sayur lodeh kampung, burung puyuh goreng, mangut pari asap, sampai rawon timuran.

    Jika sudah puas makan utama, jangan lupa pesan Wasgitel di sini. Racikan teh yang wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel (kental) ini diracik dari berbagai teh tubruk yang dijadikan satu.

    Bisa pesan versi panas atau dingin. Rasa tehnya yang pekat diiringi aromanya yang wangi membuat pengalaman menyesap Wasgitel di sini makin nikmat. Ada juga yang ditambahkan sereh (Rp 15 ribu) sehingga lebih wangi!

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Slurp! Nikmatnya Pho Vietnam dengan Kuah Dimasak 18 Jam di Kawasan Cibubur


    Jakarta

    Pencinta kuliner kini punya pilihan baru di kawasan Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Pho Tastical, restoran dengan spesialisasi makanan Vietnam. Meski baru hitungan minggu beroperasi sejak 28 Agustus 2025 lalu, resto ini sudah ramai pengunjung karena menawarkan menu autentik khas Vietnam dengan harga ramah di kantong.

    Pho Tastical bukan sekadar pendatang baru. Restoran ini sebenarnya sudah lebih dulu hadir di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Cabang di Kota Wisata menjadi outlet kedua sekaligus pionir pho di kawasan Cibubur.

    “Di kota wisata ini belum ada pho sama sekali, Ini pho satu-satunya di luar Trans Studio Mall (TSM) Cibubur,” ujar Ellen, pemilik Pho Tastical, kepada detikFood, Rabu (17/8/2025).


    Ellen mengaku terkejut dengan sambutan warga Cibubur. Baru seminggu beroperasi, resto ini langsung dipadati pengunjung. Harga yang relatif lebih murah dari restoran pho lain menjadi salah satu daya tarik.

    “Kalau di mall bisa Rp 80 ribuan, di sini hanya sekitar Rp 50 ribuan. Bahkan sekarang masih ada promo diskon,” jelasnya.

    Rahasia Kaldu: Direbus Selama 18 Jam

    Menariknya, yang membuat Pho Tastical berbeda adalah kuah kaldu pho yang direbus hingga 18 jam. Proses panjang ini menghasilkan kaldu gurih dengan aroma rempah yang dalam, namun tetap ringan ketika disantap.

    “Untuk menghasilkan kaldu. Kaldunya pakai daging sapi. Ada pakai sumsumnya. Dimasak 18 jam. Itu yang paling penting. Udah pernah coba juga, karena kan kadang mikir 18 jam gini juga ya? Itu cuma berapa jam yang harus dimasak. Coba kalau di bawah itu, ternyata kurang gitu. Rempahnya kurang nendang,” kata Ellen.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resep ini bukan sembarangan. Ellen dan tim belajar langsung dari chef asli Vietnam yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dapur. Bahkan sekitar 50% bahan baku, mulai dari noodle pho, kulit lumpia, hingga minyak khusus, diimpor langsung dari Vietnam. Sisanya dipadukan dengan bahan lokal agar tetap cocok dengan selera orang Indonesia. Meski autentik, Ellen memastikan cita rasa pho mudah diterima lidah lokal.

    “Kalau 90 persen sih saya bilang masuk ya, Mirip lidahnya (Indonesia sama VIetnam. Karena masih sama-sama Asia. Orang Indonesia kan masih suka sop buntut, masih suka bakso. Mirip kan berkuah-kuah juga,” katanya.

    Selain mengedepankan keaslian resep, Pho Tastical juga hadir dengan konsep ‘fantastik enak, fantastik murah’. Nama Tastical sendiri diambil dari kata tasty dan fantastical, yang mencerminkan cita rasa enak dengan harga bersahabat.

    Ellen menuturkan bahwa dirinya memang pecinta pho. Dari kecintaannya itu, ia tahu betul pho yang enak seperti apa.

    “Terus kan ada rempah-rempah. Herbs. Makanya dia sehatnya itu karena dari herbsnya. Herbal. Nggak sekedar makan enak, tapi herbalnya banyak,” ujarnya.

    detikFood pun berkesempatan mencoba langsung menu andalan Pho Tastical. Pastinya yang paling utama adalah Pho yang original, Mi khas Vietnam dalam kuah kaldu 18 jam dengan irisan daging sapi dan taburan daun bawang. Kuahnya segar, tidak bikin eneg, apalagi dengan tambahan cabai rawit hijau, jeruk nipis, tauge, dan daun mint.

    Selain itu, ada varian Pho Cha Gio Thit Bo yang terdiri dari Bihun siram dengan grilled beef. Kuahnya disajikan terpisah sehingga bisa disesuaikan selera. Pelengkap seperti lumpia kering, wortel, dan tauge membuat rasanya makin kompleks.

    detikFood juga sempat mencoba Com Chien Trung atau Nasi Goreng khas Viternam. Sekilas tampak seperti nasi goreng kecap berwarna kuning keemasan. Ternyata warnanya berasal dari minyak khas Vietnam, bukan kecap. Rasanya gurih dengan aroma yang unik.

    Camilan andalannya ada Cha Gio (Lumpia Goreng) dan Goi Cuon (Lumpia Basah). Lumpia dengan kulit tipis impor dari Vietnam, renyah di luar dan segar di dalam. Cocok disantap dengan saus asam manis khas Vietnam.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Sebagai penutup, detikFood mencoba Salad Daging Sapi yang terdiri dari sayuran segar, bawang merah, dan irisan daging sapi tipis yang membuatnya ringan sekaligus mengenyangkan.

    Tak lupa, minuman khas yang unik di antaranya ada Es Che Ba Mau. Minuman segar berisi kacang merah, kacang hijau, jelly, dan susu. Rasa manis gurihnya pas untuk menutup santapan. Selain itu ada kopi Vietnam yang pekat serta lemongrass tea hangat dengan batang serai utuh. Setiap menu menghadirkan cita rasa yang berbeda namun tetap konsisten ringan, segar, dan tidak bikin eneg.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resto ini hadir dengan interior kasual modern yang cocok untuk keluarga. Target pasarnya pun luas, mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga keluarga yang ingin makan bersama.

    Pho Tastical juga aktif mengikuti tren digital. Mereka menggandeng food vlogger untuk promosi serta memaksimalkan layanan pesan antar melalui GoFood, Grab, dan ShopeeFood.
    Kisah Inspiratif di Balik Resto

    Di balik lahirnya Pho Tastical, ada cerita inspiratif dari sang pemilik. Ellen merupakan penyintas kanker ovarium yang baru selesai menjalani kemoterapi pada akhir 2024. Kondisi itu sempat membuatnya berhenti sejenak dari dunia kuliner, namun kecintaan pada memasak membuatnya kembali bangkit.

    “Aku setahun, waktu menjalani ini. Kemo-nya 6 kali. Sebulan sekali. Tapi nggak kelihatan ya, badannya ini ya. Sehat-sehat aja. Masih bisa dikasih waktu untuk berkarya, ya kan,” semangatnya.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Ellen berharap Pho Tastical bisa menjadi ikon kuliner Vietnam di Cibubur dan berkembang ke kota lain.

    “Maunya sih jadi ikonnya pho di Cibubur. Karena memang belum ada pho di sini kan. Jadi orang tahu kalau mau makan pho, ya di Tastical,” kata Ellen.

    Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan sentuhan personal dari pemiliknya, Pho Tastical hadir sebagai opsi kuliner yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Cibubur.

    (akn/ega)



    Sumber : food.detik.com

  • Menikmati Gule Entok hingga Lodeh Terong di Bawah Rindangnya Pohon Bambu


    Jakarta

    Di Ciangsana, Kabupaten Bogor ada tempat makan konsep kampung dan ‘ndeso’ yang tengah viral. Latarnya pohon bambu asri dengan suguhan menu Jawa-Sunda prasmanan yang sedap.

    Tempat makan ‘ndeso’ banyak berdiri di pinggiran Jakarta, termasuk di kawasan Ciangsana yang masuk Kabupaten Bogor. Meski begitu, tempat ini juga berada di dekat Cibubur. Lokasinya mudah dijangkau dari Tol Cimanggis-Cibitung.

    Namanya Tanabambu yang menghadirkan konsep perkampungan zaman dulu (jadul) dengan latar pepohonan bambu yang asri dan rindang. Pohon bambunya bukan baru ditanam atau dihadirkan, melainkan memang sudah ada sebelum tempat makan ini didirikan.


    Kesan ‘ndeso’ pun langsung terasa begitu memasuki Tanabambu. Bangunannya dihiasi pagar-pagar bambu yang digantungi padi-padi kering.

    Begitu masuk, juga langsung terlihat area luas yang dipenuhi beberapa rumah joglo tua. Tiap joglo ini difungsikan jadi ruang bersantap dan area menyajikan makanan.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Tanabambu
    Alamat Jalan Letda Nasir Nomor 36A, Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor
    Instagram
    tanabambu
    Jam Operasional 09.00-20.00
    Estimasi Harga mulai dari Rp 7.000
    Tipe Kuliner masakan Jawa-Sunda prasmanan
    Fasilitas
    • area makan di tempat
    • area parkir luas

    Di atas lahan pohon bambu 4.000 m2

    TanabambuTanabambu berdiri di atas lahan pohon bambu seluas 4.000 meter persegi. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Tanabambu didirikan pada 14 Desember 2024 dan baru akan grand opening akhir Januari 2025. Meski baru, tempat makan ini terbilang sudah viral di media sosial berkat konsep perkampungan yang ditawarkan.

    Tanabambu betul-betul berdiri di atas lahan pepohonan bambu. Luasnya mencapai 4.000 meter persegi. Kemudian pemiliknya mengisi dengan rumah-rumah joglo yang didatangkan dari Sragen, Jawa Tengah.

    Area bersantapnya berupa kursi kayu dan bale bambu yang menguatkan kesan ‘ndeso’. Ditambah lagi para pegawai memakai baju dan kain tradisional Jawa.

    Kepada detikfood (8/1/2025), Aniss selaku Operational Manager Tanabambu mengatakan berdirinya Tanabambu dilatari asal-usul sang pemilik. Ia berasal dari daerah pegunungan Sindoro, Gunung Sumbing di Wonosobo.

    “Jadi memang temanya itu kayak kembali ke desa. Jadi untuk membangkitkan memori masa lalunya pemilik kami bahwa waktu kecilnya, daerahnya itu dekat dengan alam, masih dekat dengan sesama manusia,” ujar Aniss.

    60 masakan Sunda-Jawa prasmanan

    TanabambuMasakan Sunda-Jawa prasmanan jadi primadona di Tanabambu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Mengenai menunya, Tanabambu hadirkan menu tradisional khas Sunda dan Jawa. Total keseluruhan ada 50-60 menu. Aniss menyebut pemilihan menu Sunda lantaran pemiliknya juga besar di Jawa Barat.

    “Jadi menu-menunya itu adalah dari keluarga yang memang jadi favorit,” kata Aniss. Semuanya dimasak fresh di dapur yang diberi nama Pawon Bu War, kemudian disajikan di Parasmanan Bude Suprap yang lokasinya berdekatan.

    Sistem bersantap di sini prasmanan. Jadi pengunjung bisa ambil piring kaleng sendiri, taruh nasi sesuai porsi, hingga pilih dan ambil lauk sendiri.

    Lauk ditempatkan di baskom-baskom lurik yang disusun di area tengah. Ada juga yang masih ditaruh di atas wajan yang dimasak pakai tungku kayu bakar.

    Harga menunya terjangkau, mulai dari Rp 7 ribu per porsi sampai yang termahal Rp 40 ribu. Menu ini terdiri dari olahan sayuran, ayam, telur, ikan asin, sampai entok.

    Uniknya, Tanabambu juga punya pelengkap sambal selain sambal bawang dan terasi yang populer . “Kita ada pencok kacang panjang, pencok leunca, sama renceuh tomat. Itu bukan sambal yang cabai saja, tapi ada isiannya. Pakai nasi hangat saja sudah enak,” tutur Aniss.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu menu andalan di Tanabambu.

    Gule entok dan lodeh terong jadi andalan

    TanabambuGule entok (depan) dibanderol Rp 40 ribu seporsi. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood mencicipi gule entok yang jadi andalan. Entok sering kali disamakan dengan bebek, tapi sebenarnya agak berbeda. Entok tubuhnya lebih besar dan paruhnya memanjang.

    Entok dimasak bumbu gule, dengan paduan santan dan rempah yang menghasilkan warna oranye kemerahan. Potongan entoknya besar-besar, terdiri dari bagian paha, dada, sayap, dan potongan lain.

    Slurpp! Kuah gule entok terasa gurih berempah dengan paduan santan yang tak terlalu pekat. Sensasi menyantapnya jadi ringan dan tak bikin ‘eneg’, meski diseruput beberapa kali.

    Gule entok diracik dari paduan banyak rempah dan bumbu, mulai dari kunyit, kemiri, jahe, bawang, dan cabai. Paduan antar rempah ini terasa pas hingga tak menghasilkan jejak rasa sebuah rempah yang terlalu dominan.

    TanabambuLodeh terong dihangatkan di tungku kayu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Ada juga lodeh terong yang jadi andalan Tanabambu. Lodehnya memakai santan cair dengan isian hanya potongan terong ungu saja.

    Terong dimasak bersama kuah lodeh sampai teksturnya empuk dan lembut. Cita rasanya gurih tak terlalu pekat di mulut.

    Kunci kelezatan 2 masakan ini ada pada santan yang berasal dari kelapa perahan sendiri. Tanabambu tidak menggunakan santan instan.

    Semur jengkol hingga telur dadar crispy jadi pelengkap

    TanabambuTelur dadar crispy jadi andalan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Tanabambu menyediakan banyak pilihan menu pelengkap. Jangan sampai melewatkan semur jengkolnya yang empuk, pulen, dan rasanya manis berempah.

    Bumbu semurnya cokelat pekat khas semur Betawi. Tercium aroma jengkol yang amat kuat dari sajian ini, tapi setelah dimakan rupanya jengkol tidak meninggalkan aftertaste tidak enak di mulut.

    Ada juga telur dadar crispy yang digoreng dadakan di sini. Digoreng dengan minyak panas sehingga telur mengembang dan kering. Telur hanya diberi bumbu minimalis lada, garam, dan sedikit daun bawang.

    Pelengkap lainnya yang tak kalah nikmat adalah pepes jamur atau tahu, ikan asin kapas balado, sampai cumi asin cabai hijau yang pedas segar.

    Gorengan dan es cendol untuk penutup

    TanabambuWarung Mas Yadi sediakan gorengan dan es cendol. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Puas santap makanan utama, kamu bisa jajan gorengan di Tanabambu. Gorengan ini dibuat fresh di joglo yang diberi nama Warung Mas Yadi.

    Ada pisang kepok, nangka, tempe, tahu, hingga tape. Harganya Rp 3 ribu per buah. Jika ingin yang benar-benar panas, kamu bisa minta pegawai menggoreng yang baru.

    Sebagai minumannya, ada Es Cendol Original (Rp 15 ribu) dan Es Cendol Durian (Rp 25 ribu). Es cendol di sini homemade dibuat oleh pegawai yang diajarkan langsung oleh pembuat cendol asal Banjarnegara.

    Kuah santan dan gulanya terasa manis ringan. Disusul buliran cendol yang teksturnya empuk, tapi tak terlalu kenyal. Ukurannya kecil-kecil sehingga enak juga diseruput langsung.

    Tanabambu buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 8 malam. Areanya yang luas dan konsepnya yang unik membuat tempat ini cocok disambangi bersama rombongan keluarga maupun teman.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com