Tag: kuliner indonesia

  • Ayam Goreng Krispi Sambal Bawang yang Nonjok Pedasnya


    Jakarta

    Tempat makan penyetan ini baru buka di kawasan Bangka, Jakarta Selatan. Ada bebek goreng hingga ayam goreng crispy dengan 3 jenis pilihan sambal yang sedap.

    Menu penyetan khas Jawa Timur kini sudah menyebar ke berbagai kota. Bisa dinikmati di mana saja. Juga di restoran yang baru buka di kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

    Adalah Penyetan Indonesia yang menyajikan menu aneka lauk goreng menggugah selera. Bisa mencoba menu ayam, bebek, ikan, dan lainnya bersama 3 jenis sambal yang bisa disesuaikan dengan selera.


    Penasaran dengan kelezatannya, detikFood mencoba Penyetan Indonesia itu dengan beberapa menu lezat.

    Detail Informasi (Penyetan Indonesia)
    Nama Tempat Makan Penyetan Indonesia
    Alamat Jl. Bangka Raya No.29A, Pela Mampang, Mampang Prpt, Jakarta Selatan
    No Telp 0851-4300-7193
    Jam Operasional 24 jam
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 25.000
    Tipe Kuliner Ayam Penyet
    Fasilitas
    • Area Parkir
    • Bisa cash / QRIS

    Konsep Prasmanan

    Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol.Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Penyetan Indonesia baru buka sekitar 1 bulan ini. Tempatnya cukup nyaman dan luas untuk menikmati makanan serba pedas, cocok kamu kunjungi bersama kerabat.

    Penyetan Indonesia memakai konsep buffet atau prasmanan. Pengunjung bebas mengambil sendiri menu yang diinginkan sesuai selera.

    Ada dua cooler (lemari pendingin) di rumah makan ini. Satu cooler untuk lauk ayam dan sayuran segar. Satu lagi ada cooler lauk gorengan yang dibalut tepung. Semuanya digoreng atau dimasak setelah dipilih.

    Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol.Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Setelah memilih lauk, pengunjung bisa menyebutkan jenis sambal yang diinginkan untuk setiap lauknya. Setelah itu, barulah membayar pesanan makanan.

    Penyetan Indonesia juga mengklaim bahwa pesanan akan diantar cepat. Jika tak kunjung datang selama 10 menit, pelanggan berhak meminta uang kembali.

    Nasi dan Kol Goreng Ambil Sepuasnya

    Penyetan Indonesia juga menawarkan promo menarik berupa makanan yang bisa diambil sepuasnya. Ini berlaku untuk menu nasi putih, kol goreng, dan es teh manis.

    Untuk menu nasi dan es teh manis, pengunjung cukup membayar sekali di kasir. Setelah itu, bisa dinikmati sepuasnya, bahkan diperbolehkan menambah. Kalau kol goreng memang diberikan secara gratis.

    Ayam Goreng Crispy yang Bumbunya Meresap

    Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol.Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menu favorit dari Penyetan Indonesia salah satunya adalah ayam goreng crispy (Rp. 17.727). Awalnya kami menganggap ayam ini tak beda dengan ayam goreng umumnya. Ternyata rasanya enak dan berbeda dari racikan ayam goreng crispy lainnya.

    Ayam gorengnya memiliki bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam daging. Bumbu yang mereka gunakan juga tak hambar, lebih mirip rasa bumbu ungkep yang populer.

    Lapisan tepungnya keriting renyah ala fried chicken Amerika. Teksturnya renyah garing. Ketika ayam goreng crispy ini dicocol sambal bawang pedasnya langsung menyengat. Meskipun rasa sambal bawangnya kurang gurih.

    Bebek Goreng dan Pelengkap Lainnya

    Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol.Penyetan Indonesia, restoran baru di Bangka, Jakarta Selatan. Menunya berupa lauk ayam goreng hingga cah kangkung dengan 3 jenis sambal yang nampol. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Selain menu ayam goreng crispy, kami juga memesan bebek gorengnya (Rp 25.455). Bebek gorengnya berukuran cukup besar, digoreng biasa tanpa ada balutan tepung renyah.

    Kami memadukan bebek goreng ini dengan sambal tomat yang pedas segar. Sambalnya juga tak kalah menyengat dari sambal bawang.

    Tekstur daging bebek goreng cukup empuk. Sayangnya masih tercium aroma lemak bebek yang sedikit tajam menyengat. Sebagai lauk pelengkap, ada cah kangkung, jamur goreng crispy, dan sate kulit goreng. Untuk rasa dari ketiga lauk pelengkap ini cukup enak. Harganya dibanderol mulai dari Rp 5.000 – Rp 15.000-an.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kresss! Donat Kaca Buatan Food Vlogger yang Lembut dan Krispi


    Jakarta

    Donat ini dibuat terinspirasi dari tanghulu. Donatnya dibalut dengan karamel gula yang menghasilkan tekstur renyah yang pecah seperti serpihan kaca.

    Donat menjadi jajanan yang populer di dunia. Kreasinya pun semakin banyak, salah satu yang menarik perhatian di Indonesia belakangan ini adalah donat kaca.

    Disebut donat kaca karena donat tersebut dibalut dengan karamel gula. Karamel gula yang sudah mengering pada lapisan donat tersebut terlihat bening seperti serpihan kaca.


    Donat kaca tersebut merupakan usaha kuliner milik seorang food vlogger yang eksis dengan akun media sosial @KulinerSamaCici. Berawal hanya Pre Order (PO), kini punya gerai sendiri.

    1. Berawal ingin mengisi waktu luang

    Oh My DonutOh My Donut, usaha kuliner milik Food Vlogger Kuliner Sama Cici. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (06/12/24) food vlogger dengan nama asli Vinny Laurencia tersebut mengatakan bahwa ide membuat donat hanya ingin mengisi waktu luang seusai melahirkan.

    “Karena waktu itu aku habis lahiran, kayak 1-2 bulan setelah lahiran aku gak banyak ambil kerjaan di luar. Job-job endorsement di luar aku gak ambil,” tutur Vinny.

    Karenanya, untuk mengisi kekosongan waktu,terbesit untuk jualan donat dalam skala kecil. Mengingat dirinya juga suka baking, termasuk membuat donat sendiri.

    2. Terinspirasi dari tanghulu

    Oh My DonutOh My Donut menawarkan donat kaca yang terinspirasi dari tanghulu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bukan donat biasa, ia pun membuat donat yang berbentuk bomboloni atau donat khas Italia. Kemudian, pada kreasinya ia menambahkan karamel gula agar terlihat seperti kaca.

    Food vlogger dengan 6 juta followers di TikTok ini mengaku terinspirasi dari tanghulu. Tanghulu sendiri merupakan jajanan khas China berupa sate buah-buahan segar yang dibalut karamel gula.

    “Aku tuh kepikiran gimana caranya ya biar donatnya tuh ada crispy-crispynya. Jadi aku terinspirasi tanghulu, aku pernah coba waktu aku ke Korea,” tuturnya.

    Varian Oh My Donut ada di halaman selanjutnya.

    3. Awalnya hanya buka PO

    Oh My DonutOh My Donut awalnya hanya buka PO. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah menemukan resep yang pas, Vinny pun mulai menawarkan donat tersebut dengan sistem PO. Tak disangka, pesanan pun bisa mencapai 200-300 donat dalam sekali batch.

    Pesannya pun terus membludak hingga akhirnya membuat Vinny sempat menutup pesanan. Vinny mengatakan bukan hal yang mudah untuk membuat donat dengan balutan karamel gula.

    “Gak gampang bikin donat kaca ini, udah pesanannya juga banyak. Nah dari situ aku gak kepegang, aku tutuplah selama 2-3 bulan. Paling bikin buat makan di rumah aja,” ujar Vinny.

    4. Punya gerai sendiri

    Oh My DonutOh My Donut kini punya gerai sendiri Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah itu, Vinny dengan dukungan suami berpikir untuk meneruskan usaha ini agar semakin berkemban. Karena menurut mereka, ini bisa menjadi kesempatan yang menguntungkan.

    Vinny kemudian mulai mencari tempat yang pas untuk membuka gerainya. “Kebetulan aku pernah bikin konten tentang gedung Senyum 5.000 ini yang jual alat makan murah dan bagus,” ujarnya.

    “Video itu viral dan aku dikenalin sama owner gedung ini dan beliau nawarin aku untuk buka gerai di sini,” lanjutnya.

    Gerainya pun buka di lantai 1 gedung Senyum 5.000 yang lokasinya ada di Jalan Gading Serpong Boulevard No.06 Blok O, Kelapa Dua, Tangerang.

    5. Ada 7 varian rasa

    Oh My DonutOh My Donut punya 7 varian rasa. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak hanya donat kaca saja, di gerainya yang bernama Oh My Donut ini Vinny menawarkan 7 varian donat menarik. Mulai dari Lemon, Strawberry, Matcha, Cokelat, Kopi, dan Martabak.

    Untuk donatnya sendiri dibuat dari adonan tepung, jadi tanpa tambahan kentang atau labu. Meskipun begitu, berkat resep rahasianya membuat donatnya lembut, empuk dan tidak kempes.

    Untuk varian donat kaca, ada sensasi sendiri ketika memecahkan lapisan karamel gulanya. Rasanya manisnya pas, karena hanya berasal dari karamelnya saja. Adonannya tidak menambah rasa manis.

    Sementara untuk varian Matcha, donatnya diisi dengan custard Matcha yang royal. Untuk varian ini, adonannya berwarna hijau. Rasa custard Matchanya cenderung manis.

    Oh My DonutOh My Donut punya varian Strawberry yang segar dan manis. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Jika ingin yang segar, bisa cicip varian Strawberry. Custard strawberry di dalamnya lembut dan creamy. Rasanya seimbang antara asam dan manis. Selain itu, juga disajikan dengan topping irisan buah strawberry utuh.

    Varian Martabak juga tak kalah menarik. Pada sisi samping donat disajikan dengan cokelat dan taburan kacang tanah. Rasanya mengingatkan dengan martabak kacang yang klasik.

    Masing-masing varian dibanderol Rp 25.000. Namun, kamu bisa juga beli satu boks dengan isian 6 donat seharga Rp 150.000.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine Dining


    Jakarta

    ESA Restaurant masuk daftar salah satu restoran terbaik di Indonesia. Menunya merupakan hidangan Indonesia yang ditafsirkan lebih elegan dalam sajian fine dining penuh rasa dan aroma.

    Terletak di dalam SCBD Park, Lot 7A3, Jakarta Selatan, restoran yang satu ini menarik perhatian karena menghadirkan pengalaman bersantap yang unik. ESA Restaurant juga baru saja mendapatkan penghargaan dari PRESTIGE Gourmet Awards 2025: Indonesia’s 30 Best Restaurants of the Year.

    Restoran ini berhasil masuk ke dalam daftar ‘Gold’ di PRESTIGE Gourmet Awards 2025, karena keunikannya menggabungkan kuliner tradisional sebagai hidangan fusion dan penyajian yang modern elegan.


    Dengan interior restoran bergaya natural dan dibuat seperti galeri seni, ESA Restaurant kini menjadi salah satu tempat makan fine dining favorit di kawasan SCBD. Berikut berbagai menu makanan menarik yang disajikan di ESA Restaurant:

    1. Restoran Fine Dining yang Inovatif

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine Dining Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    ESA Restaurant merupakan hasil kolaborasi tiga sosok di dunia kuliner yaitu Kevindra Soemantri, Jessica Eveline, dan Chef Aditya Muskita. Nama “ESA” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “tunggal” atau “satu”.

    “Jika dilihat dari menu-menu yang disajikan di sini, ESA Restaurant memang mengangkat tema makanan yang terinspirasi dari kota Jakarta. Tentunya dengan sentuhan modern,” jelas Kevindra Soemantri, Brand Director sekaligus salah satu pendiri dari ESA Restaurant.

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine Dining Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    Restoran ini menyajikan menu a la carte, serta set course untuk makan siang dan makan malam. Di menu set makan siang, ESA Restaurant menghadirkan 11 menu makanan dari makanan pembuka sampai makanan penutup.

    2. Makanan Pembuka Penuh Nostalgia

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningCorn & Cocoa, camilan ini terinspirasi dari snack stik jagung Momogi.Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    Menurut Kevindra, setiap menu yang disajikan di ESA Restaurant memiliki kisahnya masing-masing. Seperti di hidangan pembuka yang pertama ada Corn & Cocoa, camilan ini terinspirasi dari snack stik jagung zaman dulu yaitu Momogi.

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine Dining Kaastengels ala ESA Restaurant. Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    Begitu juga dengan camilan Kaastengels, bentuknya yang cantik seperti biskuit keju modern, akan tetapi rasanya tetap familiar seperti kue kaastengel. Tak ketinggalan ada Tahu Gejrot ala ESA Restaurant yang tampilannya modern. Jajanan kaki lima ini berhasil disulap menjadi hidangan pembuka yag mewah.

    Puas dengan hidangan pembukanya yang bikin nostalgia, ESA Restaurant juga punya menu Rujak Ikan yang diatata dengan labu dan irisan daun kecombrang sehingga menghasilkan rasa yang asam, segar dan sedikit hint pedas di akhir suapan.

    Cek Menu Makanan Lainnya di Halaman Selanjutnya!


    3. Sayur Besan dan Steak yang Juicy

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningMenu Pumpkin di ESA Restaurant Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    Spesial di menu vegetarian ada Pumpkin, hidangan dari labu ini disajikan dengan daun kari dan bumbu kuning. Labu kuning disajikan dengan remahan rengginang yang unik. Rasa dari hidangan ini mirip seperti bumbu gulai khas Minang, namun versi lebih lembutnya lengkap dengan labu kuningnya yang menyempurnakan rasa.

    Kemudian ada menu Besan, terinspirasi dari sayur Besan khas Betawi yang mulai langka ditemukan di Jakarta. Chef Aditya menyulap sayur Besan menjadi hidangan yang memukau. Hidangan ini menggunakan cangkang kerang yang mirip seperti topeng tradisional Betawi. Ada espuma foam dan potongan scallop yang lembut dan gurih.

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningMenu Besan, terinspirasi dari sayur Besan khas Betawi yang mulai langka. Foto: detikFood/ Sonia Basoni

    Kemudian di menu utamanya ESA Restaurant menyajikan menu Duck Porridge, hidangan bebek dry aged yang dilayukan selama 14 hari kemudian disajikan dengan bubur dari olahan buckwheat.

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningESA Restaurant menyajikan menu Duck PorridgeFoto: detikFood/ Sonia Basoni

    Dilanjut dengan menu Steak & Rice, beefsteak dengan tambahan sukun dan nasi telur asin yang dibungkus daun teratai.

    4. Hidangan Penutup yang Beragam

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningMemories of Conpehagen, menu sherbet yang disajikan bersama Hyoshii Strawberry. Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Menu hidangan penutup di sini tak kalah menarik untuk dibahas. Seperti Memories of Conpehagen, menu sherbet yang disajikan bersama Hyoshii Strawberry dan buah leci.

    Di hidangan penutup selanjutnya ada Ginger & Mungbeans, yang terinspirasi dari wedang angsle yang merupakan minuman hangat khas Jawa Timur. Terakhir ada Mignardises, aneka kue manis yang bisa dibawa pulang.

    ESA Restaurant Sajikan Makanan Khas Jakarta dengan Gaya Fine DiningGinger & Mungbeans di ESA Restaurant. Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Semua menu makanan ini bisa dinikmati dari harga Rp 665.000++ per orang, dengan durasi penyajian dan waktu makan sekitar dua jam per sesi.

    Selain menu set, ada juga menu a la carte yang tak kalah menarik untuk dicoba. Seperti BBQ Fish, Ikura Tart, Steak hingga Prawn Toast dengan kisaran harga dari Rp 165.000++. Untuk informasi menu dan pemesanan bisa cek Instagram @esarestaurant.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Menikmati Racikan Kopi dari Kebun Tertua Ditemani Serabi Hangat


    Jakarta

    Sebuah kedai kopi baru buka di kawasan Menteng punya konsep bernuansa alami. Menunya serabi hangat serta segarnya racikan kopi dari kebun tertua di Jawa Timur.

    Sulit rasanya menemukan tempat makan dengan nuansa yang asri nan tradisional di tengah kota besar seperti Jakarta. Kehadiran Kawisari Coffee seolah menjadi jawaban untuk menyambangi oase yang teduh di tengah kota.

    Kafe yang berada di kawasan Menteng ini merupakan salah satu cabang dari All About Koffie by Kawisari yang sudah ada sejak 1870. Konsepnya yang mengutamakan keaslian tradisional Indonesia menyajikan menu-menu comfort food yang akrab di lidah orang Indonesia.


    Ketika menyambangi kafe ini, detikfood disambut dengan pohon besar di halaman depan yang langsung memberikan nuansa sejuk. Masuk ke dalamnya kami dibuat nyaman dengan dekorasi hingga beragam menunya yang enak.

    Baca juga: Tradisi Unik di Gunungkidul, Sego Kiso dalam ‘Tas Ayam’ Daun Kelapa

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Kawisari Coffee
    Alamat Jalan Teuku Cik Citiro No.4, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
    No Telp 0813-8547-4869
    Jam Operasional Setiap hari, 11.00 – 23.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 38.000 – Rp 150.000
    Tipe Kuliner Indonesia
    Fasilitas
    • Toilet
    • Bawa Pulang
    • Parkiran Luas
    • Area Merokok
    • Ruang VIP
    • dll
    Kawisari Coffee: Menikmati Racikan Kopi dari Kebun Tertua Ditemani Serabi HangatSuasa asri namun dengan sentuhan bangunan tua dihadirkan oleh Kawisari Coffee Menteng. Foto: Tim detikfood

    Konsep Tradisional dengan Sentuhan Kolonial

    Kawisari Coffee menempati area yang sama dengan restoran Lara Djonggrang. Sentuhan kolonial yang kental sudah terasa sejak memasuki area gerbangnya.

    Di sekeliling bangunannya ditumbuhi lebat pohon-pohon tinggi dan tanaman merambat yang menambah suasana sejuk. Masuk ke bagian dalamnya, pengunjung akan disambut dengan dekorasi semacam rumah tua yang baru saja dipugar dengan sentuhan kayu-kayu di setiap sudutnya.

    Setiap ruangan dan sudut kafenya menyimpan sejarahnya masing-masing. Sentuhan sejarah terlihat dari lukisan-lukisan besar yang ada di ruang utama maupun ruangan-ruangan VIP yang memamerkan lukisan Basoeki Abdullah dan masih banyak seniman Indonesia lainnya.

    Kawisari Coffee: Menikmati Racikan Kopi dari Kebun Tertua Ditemani Serabi HangatMenu pembuka seperti colenak maupun serabi nikmat disantap selagi hangat. Foto: Tim detikfood

    Menu Pembuka Sekaligus Camilan

    Kawisari Coffee, selayaknya gerainya di tempat lain, mengutamakan menu-menu khas Indonesia dalam daftarnya. Pilihan makanan ringan atau makanan pembukanya sekalipun menonjolkan berbagai camilan khas daerah secara tradisional.

    Ada dua menu khas Jawa Barat dan Jawa Tengah yang kami cicipi sebagai menu pembuka. Ialah Colenak khas Bandung dan Serabi khas Solo.

    Colenak yang terbuat dari peuyeum atau tapai disajikan dengan cocolan gula merah sebagai pendampingnya. Tekstur tapai yang lembut namun tetap sedikit padat membuat sensasi mengunyahnya lebih terasa.

    Cairan gula merahnya disajikan dengan konsistensi pas, tidak terlalu cair maupun terlalu kental hingga terasa tertinggal di tenggorokan. Rasa asam khas tapai menjadi lebih kompleks ketika berpadu dengan manisnya gula merah.

    Begitupula dengan serabi bergaya khas Solo yang disajikan selagi hangat. Walaupun tetap merujuk pada resep serabi otentik tetapi ada sedikit perubahan pada racikannya, ialah penambahan adonan pandan tak hanya adonan serabi pada umumnya.

    Serabinya semakin lezat dengan tambahan topping potongan nangka yang harum dan legit. Kami juga tak lupa mengucurkan gula merah untuk memberikan tambahan rasa manis yang berpadu seimbang dengan gurihnya santan pada adonan serabi.

    Lezatnya menu utama dan racikan kopi dari kebun tertua di Jawa Timur ada di halaman selanjutnya.

    Kawisari Coffee: Menikmati Racikan Kopi dari Kebun Tertua Ditemani Serabi HangatMenu utama seperti Besek Bebek Goreng Ireng yang ditawarkan juga cocok untuk mengisi perut agar lebih kenyang. Foto: Tim detikfood

    Olahan Bumbu Berempah yang Meresap

    Datang ke Kawisari Coffee tak hanya bisa menikmati camilan saja. Tetapi ada juga beragam pilihan menu utama yang tak kalah enak.

    Menu-menu tradisionalnya dimasak dengan resep otentik dan tak pelit bumbu. Rempahnya meresap hingga ke bagian terdalam baik potongan ayam goreng maupun bebek yang kami cicipi.

    Pecinta ayam goreng rasanya akan merugi jika melewati Ayam Goreng Kremes di sini. Sambal goreng terasi yang disajikan sebagai pendampingnya memberikan sentuhan rasa pedas yang menggelitik di tenggorokan dengan sentuhan manis dari campuran gula merah di dalamnya.

    Selain ayam ada juga menu Nasi Besek Bebek Goreng Sambal Ireng sebagai pilihan menu lain. Bebeknya dimasak dengan bumbu lengkuas yang kemudian digoreng hingga renyah bagian luarnya serta tambahan serundeng dari lengkuas yang gurih harum.

    Sebagai pelengkapnya menu ini ditemani sayuran serta sambal. Ada dua sambal yang kami dapatkan dalam sepaket Nasi Besek Bebek Gorengnya, ialah sambal matah dan sambal hijau yang menambah pedas bumbu hitam dari bebeknya itu sendiri.

    Agar tak terlalu menyedak, nikmati bebek goreng dengan berbagai jenis sambalnya harus pakai nasi putih. Porsinya cukup mengenyangkan, bahkan bisa saja dinikmati oleh dua orang jika ingin mencoba menu lain tapi tak mau terlalu kenyang.

    Kawisari Coffee: Menikmati Racikan Kopi dari Kebun Tertua Ditemani Serabi HangatDi sini ada racikan kopi yang bijinya dipanen dari kebun kopi tertua di Jawa Timur. Foto: Tim detikfood

    Racikan Kopi Segar untuk Bersantai

    Setelah menikmati makanannya yang enak-enak, racikan minumannya tetap menjadi bintang utama sebagai sebuah kafe. Kawisari Coffee menggunakan kopi-kopi yang dipasok langsung dari kebun kopi di Gunung Kawi, Blitar, Jawa Timur.

    Perkebunan kopi tersebut sudah ada sejak era kolonial 1870an dan dinobatkan sebagai perkebunan kopi tertua di Jawa Timur. Kualitas kopinya terjaga karena masih diproses secara manual oleh para petani lokal yang memastikan seluruh proses dan kualitas biji kopinya sesuai dengan standar yang diinginkan.

    Biji kopi Arabika maupun Robusta diracik menjadi kopi-kopi yang menyegarkan untuk diseruput. Ada dua menu es kopi yang kami nikmati saat datang ke Kawisari Coffee, yaitu Es Kopi Cincau dan Kawisari Double Shaken.

    Es Kopi Cincau yang disajikan mirip seperti penyajian latte dengan tambahan gula merah dan potongan cincau hitam di dalamnya. Rasa kopinya tak terlalu menonjol, melainkan lebih seimbang dan bercampur dengan susu. Ada sedikit aroma rempah yang khas mirip kayu manis ketika kami menyesapnya.

    Sementara jika menyukai kopi yang lebih kuat dapat memesan Kawisari Double Shaken. Racikan kopi ini terbuat dari double shot espresso yang ditambahkan dengan susu dan pemanis, kemudian dikocok hingga sedikit berbuih.

    Penyajian kopinya menggunakan botol kaca yang kokoh dengan penutup kayu di bagian atas, sehingga bisa dinikmati sedikit demi sedikit dengan dituang ke dalam gelas saji. Rasanya yang tak terlalu manis cocok untuk dinikmati sebagai teman untuk ngemil serabi maupun colenak.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    Baca juga: Tupai King Dinobatkan Sebagai Durian Premium Kalahkan Black Thorn

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Adu 3 Roti Abon Gulung di Jakarta, Mana Paling Lembut Gurih?


    Jakarta

    Roti abon gulung sedang menjadi tren di kalangan foodies hingga banyak gerai yang menawarkan dengan berbagai merek. Mana yang lebih enak?

    Roti abon gulung populer sebagai oleh-oleh dari Papua. Dikutip dari detikTravel (19/09/18) roti ini dibuat pertama kali oleh pria bernama Jimmy Irianto.

    Jimmy merupakan pendatang di Papua yang menawarkan roti abon gulung di toko rotinya yang bernama Hawaii Bakery. Toko roti tersebut berdiri sejak 2005 di Manokwari, Papua Barat.


    Sejak saat itu, roti abon gulung identik sebagai oleh-oleh khas Papua. Kini, roti dengan taburan abon daging sapi itu tengah menarik perhatian para pecinta kuliner.

    Bahkan banyak toko roti yang secara khusus menawarkan roti abon gulung dengan berbagai merek. Beberapa yang populer ada Abon Gulung Kesayangan, The Jakarta Floss, dan Botuna.

    Dari ketiga merek tersebut, mana yang jadi favorit? Berikut keistimewaan masing-masing:

    1. Abon Gulung Kesayangan

    Adu lembut 3 merek abon gulung populerKemasan Abon Gulung Kesayangan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Abon Gulung Kesayangan masih terbilang baru, karena berdiri pada tahun 2024. Gerainya berlokasi di kawasan Gading Serpong, tepatnya di Ruko Maggiore Grande Blok 1-10.

    Gerai ini menawarkan varian Sapi Original, Sapi Pedas, Ayam Original, dan Ayam Pedas. detikFood mencicipi varian Sapi Original seharga Rp 79.000 yang menjadi andalan.

    Kemasannya berwarna kuning kokoh dan aman untuk perjalanan jauh. Satu boksnya berisi 6 potong roti abon gulung. Masing-masing ukurannya cukup padat.

    Adu lembut 3 merek abon gulung populerAbon Gulung Kesayangan seharga Rp 79.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rotinya lembut, ringan, dan seperti bulu halus. Aroma butternya sangat kuat dan rasa rotinya sendiri sudah manis dan milky.

    Pada bagian rotinya ditaburi biji wijen dan daun bawang yang memberi aroma tersendiri. Kemudian, berpadu dengan mayonaise yang menambah rasa manis.

    Abon sapinya memberi sentuhan rasa gurih yang seimbang. Abonnya punya serat yang besar dan disajikan royal.

    Ketika digigit dalam satu suapan terasa lembut, sedikit juicy, dengan aroma biji wijen yang khas. Rasanya perpaduan manis dan gurih yang seimbang.

    2. The Jakarta Floss

    Adu lembut 3 merek abon gulung populerKemasan The Jakarta Floss Foto: detikcom/Riska Fitria

    The Jakarta Floss juga cukup populer. Gerai roti abon gulung yang satu ini berdiri lebih dulu, yakni tahun 2022. Gerai ini juga punya cukup banyak cabang.

    Mulai dari Blok M, SCBD, Tebet, Bintaro, Petukangan, Serpong KM7, Gading Serpong, dan Aeon Deltamas. The Jakarta Floss sering buka di satu bangunan yang sama dengan London Layers karena masih satu grup yang sama.

    detikFood menyambangi gerainya yang berlokasi di kawasan Gading Serpong. Gerai ini punya tiga varian, yakni Sapi Original, Pedas, dan Keju.

    Adu lembut 3 merek abon gulung populerPer boksnya dibanderol Rp 90.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Abon gulungnya dikemas dengan boks yang sangat kokoh dan dirapatkan dengan plastik rekat, sehingga menghindari kerusakan pada abon gulung saat dibawa perjalanan.

    Untuk membandingkan rasa, detikFood mencicipi varian Sapi Original yang dibanderol seharga Rp 95.000. Perboksnya berisi 5 potong abon gulung.

    Namun, abon gulungnya punya ukuran yang lebih panjang tapi agak ramping. Berbeda dengan Abon Gulung Kesayangan yang tidak terlalu panjang tapi padat dan gemuk.

    Selain itu, rotinya juga ditaburi biji wijen yang cukup banyak tanpa ada daun bawangnya. Meski begitu, aroma biji wijennya cukup terasa.

    Untuk rotinya tebal dan cenderung kering. Mayonaisenya juga tidak terlalu manis, dan disajikan dengan abon sapi yang royal dan seratnya halus. Rasanya lebih dominan gurih dan sedikit manis.

    Keistimewaan Botuna Bakehouse ada di halaman berikutnya.

    3. Botuna Bakehouse

    Botuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas JakartaBotuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas Jakarta Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Mengklaim sebagai oleh-oleh khas Jakarta, gerai bernama Botuna Bakehouse berdiri pada 2020. Gerainya mungil, berlokasi di Jalan Kartini Raya, nomor 5, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

    Gerai ini menawarkan berbagai varian roti yang dibuat secara homemade. Mulai dari abon tuna, abon sapi dan ayam atau yang diberi nama Golden Floss.

    Menu Golden Floss sapi tersebut dibanderol seharga Rp 80.000 per boksnya. Untuk satu boksnya berisi 6 potong abon gulung dengan ukuran kecil dan tidak terlalu padat.

    Rotinya disajikan dengan taburan biji wijen putih dan hitam cukup banyak, sehingga aromanya harum. Selain itu, juga disajikan dengan irisan daun bawang.

    Untuk teksturnya cukup empuk dengan isian mayonaise yang sedikit manis. Abonnya punya serat yang tipis dan disajikan royal di bagian dalamnya. Rasanya cenderung gurih dan sedikit manis.

    4. Mana yang jadi favorit

    Adu lembut 3 merek abon gulung populerAbon Gulung Kesayangan yang lembut dan abon royal. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Masing-masing abon gulung punya keistimewaan masing-masing. Dimulai dari Abon Gulung Kesayangan yang punya ukuran padat dan teksturnya yang lembut dan juicy.

    Isian abon royal dengan cita rasa manis dan gurih yang seimbang. Begitu juga dengan The Jakarta Floss yang punya ukuran lebih panjang dengan cita rasa dominan gurih dan sedikit manis.

    Abon gulung dari Botuna Bakehouse juga tak kalah menarik. Memiliki penyajian yang serupa dengan Abon Gulung Kesayangan, dengan ciri khas penggunaan dua jenis biji wijen, yakni yang putih dan hitam.

    Hal tersebut membuat adon gulungnya sangat harum dengan cita rasa yang dominan gurih dan sedikit manis.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Maknyus! Bakso Bening Topping Tetelan Brutal yang Diantre Panjang


    Jakarta

    Berawal jadi pelayan di warung bakso, pria ini berhasil mendirikan usaha baksonya sendiri. Tak disangka, warungnya selalu diantre panjang hingga habis 1.000 porsi dalam sehari.

    Diadaptasi dari China, bakso menjadi makanan khas Indonesia yang digilai banyak orang. Harganya ramah di kantong dan perpaduan bola daging juga kuah kaldu selalu memuaskan lidah.

    Apalagi jika disajikan dengan tetelan daging dalam jumlah yang royal, seperti yang ditawarkan oleh warung bernama Bakso Bening Bang Gobar. Lokasinya ada di Jalan Villa Melati Mas Raya, Serpong, Tangerang Selatan.


    Rasanya yang gurih lezat apalagi dengan tambahan potongan daging dan tetelan yang royal, warung Bakso Bening Bang Gobar viral di media sosial. Warungnya pun selalu diantre panjang.

    1. Antreannya selalu panjang

    Bakso Bening Bang GobarBakso Bening Bang Gobar selalu antre setiap hari. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gilang Purnama, selaku keponakan Bang Gobar yang juga melayani bakso di sana mengatakan bahwa warung ini sudah berjalan selama 7 tahun. Namun, viralnya baru berjalan 7 bulan.

    “Viralnya itu karena banyak didatangi food vlogger, mereka tertarik dengan tetelannya yang brutal di sini, istilahnya banyak ya,” tutur Gilang saat ditemui detikFood di warungnya (23/10/24).

    Warung ini buka mulai pukul 08.00, dan saat itulah antrean sudah panjang. Sesekali antrean terhenti, karena menunggu bangku kosong, agar pembeli yang sudah mendapat pesanan bisa duduk.

    2. Seporsinya dibanderol Rp 25.000

    Bakso Bening Bang GobarBakso Bening Bang Gobar seporsinya dibanderol Rp 25.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bakso di sini harganya murah, seporsinya Rp 25.000. Sesuai dengan namanya, bakso disajikan dengan kuah kaldu yang bening.

    Dengan harga tersebut, serposinya berisi 6 butir bakso polos, 3 butir bakso urat, tetelan, dan potongan daging yang royal.

    Sementara untuk pelengkapnya ada bihun dan kwetiau. Kuah kaldu yang bening tersebut rasanya gurih dan ringan. Ditambah dengan kucuran air jeruk limau, semakin segar rasanya.

    Bakso polosnya bertekstur renyah dengan cita rasa daging yang kuat. Bakso urat bagian luarnya bertekstur kasar, tetapi renyah ketika digigit.

    Aroma daging sapinya pun cukup gurih tajam. Itu juga karena tambahan tetelan dan potongan daging. Jika ingin menikmati sensasi rasa yang berbeda, bisa pesan kwetiau yang kenyal sebagai pelengkap.

    Kisah penjual Bakso Bening Bang Gobar ada di halaman selanjutnya.

    3. Bisa ludes 1.500 porsi per hari

    Bakso Bening Bang GobarBakso Bening Bang Gobar dalam sehari bisa habis 1.500 porsi. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain makan di tempat, ramai juga pembeli yang memesan untuk dibawa pulang. Terkadang ada yang sampai pesan puluhan bungkus. Gilang mengatakan bahwa dalam sehari bisa menghabiskan 1.500 porsi.

    “Kalau hari biasa omzet kita itu kalau dari porsi bisa habis 1.000 porsi. Kalau akhir pekan kayak Jumat, Sabtu, Minggu itu lebih banyak lagi, bisa sampai 1.500 porsi,” tutur Gilang.

    4. Awalnya jadi pelayan di warung bakso

    Bakso Bening Bang GobarBakso Bening Bang Gobar Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lebih lanjut, Gilang bercerita bahwa sang paman atau yang akrab disapa Bang Gobar awalnya bekerja sebagai pelayan di warung milik saudara. Namun, sang pemilik kemudian pensiun.

    “Iya kerja masih saudaralah, tapi pemiliknya itu pamannya Bang Gobar pensiun karena sudah tua. Jadi, Bang Gobar buka warung sendiri di sini,” ujar Gilang.

    Kelezatan bakso racikan Bang Gobar sejak 7 tahun yang lalu masih konsisten hingga sekarang. Salah seorang pelanggan pun mengakui hal tersebut.

    “Saya langganan dari anak saya masih TK, sekarang anak saja udah SMA. Gak pernah berubah baksonya, biasanya saya pesan via WA, sekarang ramai jadi WA jarang dibaca sama Bang Gobar,” tutur salah satu pelanggan.

    Bakso Bening Bang Gobar ini buka setiap hari Selasa-Minggu (Senin tutup), mulai dari pukul 08.00-15.00.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Menikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu Bali


    Canggu

    Dibalut dengan karya seni dan peninggalan sejarah yang megah. Hotel Tugu Bali menawarkan pengalaman bersantap di dalam kuil yang tak terlupakan.

    Berdiri sejak 1998, Hotel Tugu Bali yang berlokasi di tepi pantai Canggu, Bali, diisi dengan ribuan koleksi karya seni dan barang antik peninggalan sejarah yang dikurasi langsung oleh sang pemilik, Anhar Setjadibrata.

    Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ruang makan bernama Bale Sutra 1706 yang berada di Hotel Tugu Bali. Ruang makan ini diisi dengan bangunan kuil kunoChina berusia lebih dari 318 tahun pada masa Kang Xi.


    Menikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu BaliMenikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu Bali Foto: detikFood

    Kuil ini nyaris dihancurkan pada tahun 1990-an, sebelum akhirnya dipindahkan lalu dipugar dan direkonstruksi secara kelseluruhan oleh Pak Anhar ke Hotel Tugu Bali. Kini kuil kuno penuh sejarah itu masih berdiri kokoh, dengan patung, ornamen hingga karya seni yang memanjakan mata setiap pengunjung.

    Bersantap di dalam Bale Sutra 1706 tentu menjadi pengalaman tak terlupakan. Pengunjung yang sudah memesan ruangan ini, bisa memesan makanan dari Ji Restaurant atau IWA Restaurant.

    Menikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu BaliMenikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu Bali Foto: detikFood

    Menu yang paling menarik ada ‘The Congklak Dishes of Indonesian Archipelago’. Menu ini merupakan versi nasi campur dari IWA yang menggunakan congklak sebagai wadah untuk menyajikan tempat makannya.

    Congklak merupakan permainan tradisional dari Jawa yang dimainkan di Asia Tengara, India sampai Srilanka. Konsep lubang-lubang kecil di atas congklak, digunakan untuk menaruh berbagai makanan sehingga setiap pengunjung yang memesan menu congklak bisa merasakan keberagaman kuliner khas Indonesia.

    Menikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu BaliMenikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu Bali Foto: detikFood

    Pilihan menu congklak ini ada empat dengan per porsi sekitar Rp 220.000++/ per orang minimal pemesanan untuk dua orang.

    Salah satunya ada menu Lumpia Pecinan Sayur, hidangan pembuka yang gurih renyah. Kemudian disusul dengan menu utama yaitu Rendang Kalam Wagyu, menggunakan daging wagyu yang dimasak dengan proses slow-cooked.

    Lalu ada Kare Ayam Asap dengan kuahnya yang kental sedap, di menu sayuran disajikan Cah Kangkung Ampenan sampai taburan Serundeng Kelapa Pesisir dengan aneka sambal seperti sambal matah, sambal lombok hingga sambal bajak. Semua menu ini sudah termasuk tiga pilihan nasi yaitu nasi merah, nasi kuning dan nasi putih.

    Menikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu BaliMenikmati Kuliner Indonesia dalam Kuil Kuno di Hotel Tugu Bali Foto: detikFood

    Selain penampilan makanan di congklak yang unik, semua rasanya tak mengecewakan. Ditambah pengunjung seakan masuk ke dalam mesin waktu. Menikmati makanan Indonesia di dalam kuil kuno yang klasik dan tak bisa ditemukan di manapun.

    Bale Sutra 1706 tersedia untuk acara makan yang lebih privat. Pilihan makanannya tak hanya menu Indonesia saja, tapi juga kuliner peranakan, hidangan Jepang dan masih banyak lagi.

    Untuk informasi seputar menu, harga hingga reservasi bisa langsung kunjungi web www.tuguhotels.com atau Instagram @tuguhotels.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Garing dan Lembut Sate Buntel Resep Warisan 3 Generasi


    Jakarta

    Dikelola oleh generasi ke-3, sate buntel di tempat ini menggunakan resep warisan. Satenya padat daging dengan balutan lemak tipis tanpa bau prengus.

    Sate buntel merupakan makanan khas Solo yang terbuat dari daging kambing. Sate ini berbeda dengan sate kambing pada umumnya karena dagingnya digiling dan dibalut lapisan lemak tipis.

    Menemukan sate buntel di Jakarta mungkin agak sulit, tetapi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan ada warung sate buntel yang legendaris.


    Warung bernama Sate Buntel Khas Solo tersebut menjadi favorit dan langganan para karyawan kantoran. Rasanya yang autentik diracik menggunakan resep warisan.

    Detail Informasi Sate Buntel Khas Solo
    Nama Tempat Makan Sate Buntel Khas Solo
    Alamat Jl. Prof. DR. Satrio No.16B, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940
    No Telp
    Jam Operasional 11.00-20.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 30.000-an
    Tipe Kuliner Sate kambing khas Solo
    Fasilitas

    1. Dikelola oleh generasi ke-3

    Sate Buntel khas SoloSate Buntel khas Solo dikelola oleh generasi ke-3 Foto: detikcom/Riska Fitria

    Putri, selaku pemilik warung sate buntel mengatakan bahwa usahanya ini sudah berjalan sekitar 30 tahun. Kini, warungnya dikelola oleh generasi ke-3.

    Putri dan suaminya menggunakan resep warisan turun temurun hingga membuat racikan sate buntelnya autentik dan konsisten rasanya. Sate buntel menjadi menu yang paling dicari.

    “Kalau per tusuk, sehari itu bisa habis 40-50 tusuk. Kadang kalau lagi ramai bisa 55 tusuk, paling cepat habis sate buntelnya,” ujar Putri kepada detikcom (27/05/25).

    2. Dibakar pakai api arang

    Sate Buntel khas SoloSate Buntel khas Solo dibakar pakai arang dan anglo. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain resep warisan, proses pembuatan sate buntelnya yang masih tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri. Sate buntelnya dibakar menggunakan arang yang ditaruh dalam anglo atau tungku.

    Cara tradisional tersebut memberikan aroma dan rasa smokey yang khas. Sate buntel di sini berisi full daging tanpa tambahan apapun. Lalu, dibalut dengan lemak tipis.

    Selain itu, sate buntelnya dibumbui dua kali. Pertama, setelah digiling dagingnya dimarinasi dengan 9 jenis rempah untuk menghilangkan bau prengus.

    “Pakai 9 rempah, ada ketumbar, jinten, bawang, dan lainnya. Itu supaya daging kambingnya gak bau prengus,” tutur Putri lebih lanjut.

    Keistimewaan sate buntel ada di halaman berikutnya.

    3. Sate buntel yang lembut maknyus

    Sate Buntel khas SoloSate buntel dengan isian 2 tusuk dibanderol Rp 60.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah dimarinasi, lalu daging kambingnya dibalut dengan lemak tipis dan ditusuk dengan tusuk bambu. Karena ukurannya yang besar sampai menggunakan 3 tusukan bambu.

    Saat dibakar, satenya dicelup dengan bumbu yang sama. Seporsi dengan isian 2 tusuk dibanderol sekitar Rp 60.000. Satenya disajikan dengan tomat, kol, dan sambal kecap.

    Selain itu, satenya juga ditaburi dengan lada bubuk. Sate buntelnya terasa garing dan renyah di bagian luar ketika digigit tetapi juga terasa lembut.

    Pemberian bumbu sebanyak dua kali benar-benar menghilangkan aroma prengus. Tercecap rasa ketumbar yang gurih wangi. Rasa perpaduan gurih dan manis dari campuran bumbu kecapnya.

    4. Tongseng buntel berkuah kental

    Sate Buntel khas SoloTongseng berisi sate buntel. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain disajikan sebagai sate, buntel kambing di sini juga ada yang dihidangkan sebagai tongseng. Tongseng buntel di sini dibanderol Rp 35.000.

    Tongsengnya berisi dengan beberapa potong daging kambing, kol, tomat, dan buntel kambing. Kemudian diguyur dengan kuah yang diracik dengan santan dan rempah.

    Kuahnya agak pekat, rasanya gurih dan sedikit manis sehingga rasanya seimbang. Lagi-lagi, rasa ketumbarnya cukup mendominasi dan aroma serai yang samar.

    Potongan daging kambingnya empuk, sementara sate buntel yang disajikan di dalamnya lebih garing daripada yang disajikan sebagai sate.

    5. Nasi goreng kambing yang smokey

    Sate Buntel khas SoloNasi goreng kambing. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu Nasi Goreng Kambing di sini juga tak kalah jadi favorit. Seporsinya dibanderol sekitar Rp 33.000. Nasi gorengnya diracik dengan bumbu Jawa yang dominan manis.

    Namun, rasanya tetap seimbang dengan campuran daging kambing yang gurih dan smokey. Nasi gorengnya agak berminyak disajikan dengan tomat dan kol iris.

    Nasi gorengnya terasa bawang putih yang cukup kuat, tetapi aromanya tidak mengganggu. Selain itu, warung ini juga menawarkan menu serba kambing lainnya.

    Mulai dari sate kambing, gulai kambing, hingga tengkleng. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan daging kambing sebanyak 5-7 kilogram.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Laris Manis Sejak Dulu, 5 Resto Indonesia Ini Bikin Orang Rela Antre!


    Jakarta

    Selalu ramai dan penuh dengan antrean, lima restoran ini selalu populer sejak dulu. Menunya beragam, ada soto Betawi sampai mie pedas murah meriah.

    Bagi pencinta kuliner, mengantre demi sepiring hidangan lezat bukan lagi hal asing, terutama jika yang disajikan adalah makanan legendaris dengan cita rasa tak tergantikan.

    Di tengah maraknya restoran baru di Jakarta, ada beberapa tempat makan yang justru tak pernah sepi pengunjung sejak dulu. Hal ini berkat racikan rasa autentik, harga ramah di kantong, hingga suasana yang unik dan nyaman.


    Mulai dari Mie Gacoan yang hits di kalangan anak muda dengan mie pedas harga hemat hingga Waroeng SS dengan aneka sambal nagih. Sampai tak ketinggalan warung soto Betawi legendaris dan restoran nyentrik yang sajikan menu khas Jawa.

    Berikut lima tempat makan yang laris manis selalu dipadati antrean sejak dulu:

    1. Mie Gacoan

    Sah! Seluruh Gerai Mie Gacoan Resmi Kantongi Sertifikasi HalalGerai Mie Gacoan Foto: Instagram/mie.gacoan

    Mie Gacoan adalah restoran mie pedas favorit di kalangan anak muda yang selalu dipadati antrean. Dengan harga makanan dan minuman mulai Rp10.000-an, Mie Gacoan menawarkan menu mie dengan berbagai level pedas yang bisa disesuaikan selera, serta menu pendamping seperti dimsum.

    Konsep restorannya yang mirip kafe, lengkap dengan tempat luas, area merokok, dan kadang buka 24 jam, menjadikannya tempat nongkrong ideal. Popularitasnya diperkuat oleh banyaknya ulasan di media slosial serta harga makanan terjangkau yang jadi daya tarik utamanya.

    Selain itu, Mie Gacoan kerap membuat promosi hingga paket menu yang menarik banyak pengunjung. Dengan cabang yang tersebar di kota besar hingga kecil di Indonesia, Mie Gacoan menjadi salah satu restoran paling ramai dan selalu diantre di Indonesia.

    2. Waroeng SS

    Cuitan Kunto Aji Suka Makan di Warung Sambal Picu KontroversiWarung Sambal SS Foto: X

    Waroeng Spesial Sambal (SS) adalah restoran sambal autentik asal Yogytakarta yang selalu dipenuhi pengunjung di setiap cabangnya. Restoran ini terkenal dengan aneka lauk pauk khas Indonesia dan pilihan sambal yang melimpah. Didirikan sejak 2002, Waroeng SS menyajikan menu lezat seperti iga bakar, nila bakar, bebek goreng, hingga sayur asem, dipadukan dengan sambal bawang, terasi, mangga, dan banyak pilihan lainnya.

    Harga ekonomis, mulai dari Rp3.000, membuatnya digemari mahasiswa dan pecinta kuliner Nusantara. Dengan konsep warung modern yang sederhana namun nyaman, Waroeng SS hadir di berbagai kota besar dan kecil, termasuk Jakarta, Tangerang, hingga Bali.

    Cita rasa makanan yang sedap, harga terjangkau, dan variasi menu yang beragam adalah resep utama mengapa Waroeng SS selalu antr. Saking suksesnya restoran ini juga punya cabang di Malaysia. dengan sensasi pedas nagih.

    3. Soto Betawi H. Husein

    soto betawi h. huseinAntrean di warung soto betawi h. husein Foto: Devi S. Lestari / detikFood

    Selalu ludes terjual dalam hitungan jam. Soto Betawi H. Husein masuk ke dalam jajaran tempat makan soto legendaris di Jakarta, sekaligus tempat makan yang tak pernah sepi pengunjung sejak dulu. Kalau mau makan di sini harus siap antre untuk dilayani.

    Buka sejak tahun 1988 silam, warung soto Betawi yang ada di Manggarai, Jakarta Selatan ini punya racikan soton yang tidak pernah berubah. Kuah soto Betawi H. Husein ini termasuk tim kuah kuning karena ada beberapa soto betawi yang berkuah putih menggunakan paduan santan dan susu.

    Untuk pilihan menunya ada soto daging serta soto campur, yang terdiri dari jeroan, babat, dan paru. Kisaran harga satu porsinya sekitar Rp 35. 000 saja.


    4. Pagi Sore

    Sajian makanan di Pagi Sore.Sajian makanan di Pagi Sore. Foto: Instagram @pagisoreid

    Restoran Padang Pagi Sore adalah salah satu kuliner legendaris yang selalu diantre, terkenal dengan cita rasa Minang otentik dan bahan baku premium.

    Berdiri sejak 1973 di Palembang, restoran ini kini memiliki banyak cabang, terutama di Jakarta. Menu andalan seperti rendang, dendeng lambok, dan ayam panggang disajikan langsung di meja dengan tampilan khas rumah makan Padang yang berlimpah.

    Meski harga lauk mulai dari Rp35.000 dan menyasar kalangan menengah ke atas, pelanggan tetap setia antre karena kelezatan dan konsistensi rasa. Restorannya luas dan nyaman, cocok untuk makan bersama keluarga. Terdapat dua versi Pagi Sore akibat pemisahan kepemilikan tahun 2003, namun keduanya tetap mempertahankan kualitas tinggi. Cocok untuk pencinta masakan Minang premium.

    5. Warung MJS

    Ayam Rambut Setan dan Krecek Sedap Ada di Dekat SMA 3 JakartaAyam Rambut Setan dan Krecek Sedap Ada di Dekat SMA 3 Jakarta Foto: detikcom

    Warung MJS (Mbah Jingkrak Setiabudi) adalah restoran masakan Jawa autentik yang selalu dipadati antrean terutama saat jam makan siang dan jam makan malam. Hal ini berkatcita rasa khas dan suasananya yang unik. Berlokasi di Setiabudi, Jakarta Selatan, restoran ini menyajikan menu prasmanan ala Jawa yang dilayani staf, dengan hidangan populer seperti Ayam Kobong super pedas, Cumi Hitam, dan Tempe Mendoan.

    Interiornya homey, penuh ornamen antik dan nuansa Jogja yang instagramable, membuat pengunjung seolah makan di rumah tradisional. Viral di media sosial sejak 2013, tempat ini jadi favorit foodie dan pegawai kantoran di kawasan Setiabudi.

    Dengan kisaran harga makanan dari Rp 20.000, Warung MJS menawarkan pengalaman kuliner lengkap mulai dari menu prasmanan ala Jawa yang lengkap, suasana hangat, dan spot foto estetik di tengah maraknya resto modern di Jakarta.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Berproduksi Selama 140 Tahun, Cap Meong Jadi Legenda Tauco Cianjur



    Jakarta

    Kelezatan tauco Cap Meong bertahan sejak 1880 hingga sekarang. Dirintis suami – istri asal Tionghoa, usaha ini dikelola generasi kelima.

    Saat traveler pelesiran ke Cianjur, Jawa Barat tak afdol kiranya bila tak menjadikan tauco sebagai oleh-oleh. Sebab, di kota inilah bumbu masak berbahan dasar fermentasi kacang kedelai ini pertama kali diproduksi, yakni sejak 1880.

    Tak heran bila pemerintah daerah setempat sampai membuatkan tugu khusus berupa empat botol tauco berukuran jumbo di persimpangan Jalan Dr Muwardi dan Jalan HOS Cokroaminoto.

    Orang yang pertama kali memperkenalkan tauco adalah pasangan imigran asal tionghoa, Tan Kei Hian (Babah Tasma) dan Tjoa Kim Nio. Suami istri itu memulai usaha tauconya dari industri rumahan.


    Nah, setelah masyarakat mulai menggemari, barulah produksi diperbanyak. Uniknya, Tan dan Tjoa membuat tauco dengan rasa berbeda. Kalau Babah Tasma rasa tauconya cenderung manis, Ny. Tasma lebih menyerap selera lokal, menyuguhkan rasa asin.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    “Saat mereka bercerai, Babah Tasma memberi label produksi tauconya Cap Gedong, sedangkan Nyonya Tasma menggunakan Cap Meong,” tutur Rachmat Fajar saat memandu 50 anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor yang berkunjung ke toko tauco Cap Meong di Jalan HOS Cokroaminoto No 160 Cianjur, Rabu (20/8/2025).

    Sejak bertahun lalu, Cap Gedong sudah jarang ditemui di pasaran. Mungkin sudah tak diproduksi lagi. Begitu juga dengan tauco merek lain seperti Biruang, Badak, dan Harimau. yang meredup sejak beroperasinya jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) pada 2005.

    Bentuk bangunan toko Cap Meong tampak sederhana, khas rumah toko milik orang Tionghoa tempo dulu. Di depannya terpampang papan nama bertuliskan ‘Tauco No. 1 buatan Nyonya Tasma Cap Meong’. Penggunaan kata dan gambar Meong menurut cerita turun-temurun warga sekitar, kata Fajar, karena pada suatu hari di kediaman Babah dan Nyonya Tasma terdapat bekas tapak hewan tersebut.

    “Meong itu sebetulnya bukan kucing, dia ukurannya lebih besar tapi juga tidak sebesar macan atau harimau,” kata Fajar yang merupakan cucu buyut Bupati Cianjur ke-10, RA Aria Prawiradiredja.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    Terkait asal usul tauco di Nusantara, Darma Ismayanto menuliskannya dalam Majalah Historia No. 11 Tahun I yang terbit pada 2013. Ia antara lain merujuk ‘History of Miso and Soybean Chiang’ karya William Shurtleff and Akiko Aoyagi. Di Nusantara, referensi pertama mengenai tauco dapat dirunut dari tulisan seorang ilmuwan Belanda, Prinsen Geerligs pada 1895-1896. Geerligs menyebutnya tao tsioe dalam artikel Belanda pada 1895 dan tao tjiung dalam artikel Jermannya pada 1896.

    Dalam tulisannya, Shurtleff and Aoyagi juga mengatakan kalau tauco masih berhubungan dengan jiang, bumbu masak asal Tiongkok. Diperkirakan berasal sebelum Dinasti Chou (722-481 SM), jiang diklaim sebagai bumbu tertua yang diketahui manusia. Awalnya dikembangkan sebagai cara melestarikan makanan kaya protein hewani untuk digunakan sebagai bumbu.

    Dari situ, bangsa-bangsa Asia Timur juga menemukan bahwa ketika seafoods dan daging (kemudian kedelai) yang asin atau direndam dalam campuran garam dan anggur beras (atau air), protein mereka dipecah oleh enzim menjadi asam amino, yang pada gilirannya dapat merangsang selera makan manusia, serta dapat digunakan sebagai penambah rasa makanan lain.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    Saat ini manajemen pengelolaan tauco Cap Meong sudah oleh generasi kelima. Namanya Stefany Tasma, putri Harun Tasma (generasi keempat) yang lebih banyak tinggal di Tangerang. “Tapi dia lebih sering tinggal di Tangerang,” kata Abdul Raup, yang mengaku telah 35 tahun bekerja di Nyonya Tasma.

    Sebagai generasi penerus berlatar pendidikan manajemen perguruan tinggi, Stefany disebut memberikan sentuhan kekinian dalam pemasaran, seperti kemasan yang berwarna, desain label yang lebih modern, diversifikasi produk olahan berbahan tauco, membuka outlet baru yang lebih luas dan strategis di Gn Lanjung Km 5, Cugenang, memperkenalkan sistem penjualan online, hingga mempromosikan seluk belum tauco lewat media sosial seperti Instagram.

    (jat/fem)



    Sumber : travel.detik.com