Tag: kuliner jakarta barat

  • Gurih Renyah! Gorengan Khas Taiwan Hidden Gem di Jakarta


    Jakarta

    Di dalam gang daerah Jelambar, ada restoran yang menawarkan jajanan khas Taiwan. Pilihannya mulai dari crispy chicken hingga tempura goreng yang diberi bumbu pedas otentik.

    Jajanan kaki lima, terutama gorengan khas Taiwan mungkin belum banyak ditemui di Jakarta dan sekitarnya. Sekalipun ada, pilihannya kurang bervariasi.

    Namun, ternyata ada gerai makanan di daerah Jakarta Barat yang menawarkan gorengan khas Taiwan. Namanya Salt and Pepper yang berlokasi di daerah Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.


    Gerainya memang nyempil di dalam gang, tetapi mereka selalu ramai dipadati pengunjung.

    Di sini tersedia berbagai macam jajanan khas Taiwan, mulai dari XXL Crispy Chicken, Mix Veggies, hingga otak-otak khas Taiwan. Tidak hanya jajanan, ada juga pilihan nasi, seperti rice bowl hingga nasi goreng yang bisa dicoba.

    Menu-menu khas Taiwan di sini juga diracik dengan bumbu dan dimasak dengan teknik seperti di Taiwan asli. Alhasil, cita rasa dan sensasinya begitu otentik.

    DetikFood membuktikan kenikmatan jajanan Taiwan hidden gem di Jelambar ini. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Salt and Pepper
    Alamat Salt and Pepper Jl.Jelambar Selatan XVI no.2A, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia 1146
    No Telp +62 897-8883-968
    Jam Operasional Selasa – Minggu : Sesi I 10.00 – 14.00 / Sesi II 17.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 39.000
    Tipe Kuliner Jajanan Taiwan
    Fasilitas
    • Tempat makan indoor
    • Toilet

    1. Jajanan Taiwan dengan cita rasa otentik

    Salt and PepperSalt and Pepper menawarkan sejumlah menu jajanan dan ricebowl ala Taiwan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salt and Pepper merupakan sebuah gerai makanan yang menawarkan jajanan khas Taiwan. Kurang lebih ada 9 variasi jajanan atau snack yang bisa dipesan satu porsi atau digabung (mix) antara yang satu dengan lainnya.

    Variasi jajanannya mulai dari XXL Crispy Chicken, Sistagor, Tempura, Money Bag, Spring Roll, French Fries, Beef Sausages, Fishball, dan Salmon Ball.

    Semua camilan ini diolah dengan cara digoreng, kemudian ditaburi dengan bumbu pedas gurih khas Taiwan. Harganya dibanderol mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 38.000.

    Uniknya, mereka juga punya pilihan sayuran yang digoreng. Bisa pesan Mixed Veggies seharga Rp 33.000 atau bisa pesan satu-satu. Pilihannya terdiri atas jagung, baby corn, kacang panjang, dan kembang kol.

    Bagi yang mencari makanan lebih mengenyangkan, ada pilihan rice bowl dengan berbagai macam lauk juga. Mulai dari Rice Bowl Crispy Chicken, Beef sausages, Fish ball, dan Salmon Ball.

    Harga per porsi rice bowl dibanderol mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 28.000. Semuanya bisa ditambah dengan telur dengan biaya tambahan seharga Rp 5.000.

    2. Dua sesi pemesanan

    Salt and PepperBegin bagian depan gerai Salt and Pepper. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salt and Pepper merupakan bisnis kuliner yang sudah berdiri sejak 2018. Namun, mereka sempat beberapa kali pindah tempat sampai akhirnya menetap di Jelambar ini.

    Letak gerai Salt and Pepper cukup nyempil di dalam gang daerah Jelambar. Tidak jauh dari gang, kamu bisa langsung menemukan sebuah pintu rumah dengan plang bertuliskan bahasa Mandarin.

    Masuk ke pintu tersebut, kamu sudah bisa langsung melihat ada sejumlah meja dan kursi di area luar. Untuk pemesanannya, bisa langsung ke area dalam dan langsung memesan di kasir.

    Namun, tidak seperti gerai makanan pada umumnya, di sini mereka menerapkan sistem batch atau sesi. Karena permintaan yang semakin melonjak, Salt and Pepper pun buka setiap Selasa-Minggu dengan sesi satu setiap pukul 10.00 – 14.00. Sedangkan sesi dua setiap pukul 17.00 – 21.00.

    Salt and PepperTerdapat area makan, meja dan kursi di gerai ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Oleh karena itu, sebelum datang langsung ke tempat, disarankan untuk bertanya terlebih dahulu terkait stok menu. Bisa juga dipantau melalui Instagram story mereka @saltpepper.id.

    Jika memang tidak mau kehabisan stok, kamu bisa memesannya melalui nomor WhatsApp (+62 897-8883-968) terlebih dahulu. Karenanya bisa disiapkan dan disisihkan stoknya.

    Kenikmatan camilan Taiwan hingga ricebowlnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Gurih renyah XXL Crispy Chicken dan Tempura

    Salt and PepperBegini tampilan XXL Crispy Chicken dan tempura yang ditawarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Camilan khas Taiwan di tempat ini dibuat dengan resep dan teknik memasak khas Taiwan. Pemiliknya bernama Aming sempat bekerja di Taiwan. Ia dulunya bekerja di gerai street food di Taiwan, sehingga tidak heran jika jajanan di sini punya rasa yang otentik dan enak.

    Salah satu yang paling banyak dipesan di sini adalah XXL Crispy Chicken. Kami tentu mencoba ayam goreng Taiwan ini yang dibanderol dengan harga Rp 38.000.

    Selain crispy chicken, kami juga memesan Tempura goreng (Rp 20.000). Kami meminta ayam dan tempuranya digabung dan disajikan dalam satu tempat saja.

    Tidak hanya soal rasa, teknik memasak di sini pun mengikuti teknik di Taiwan. Ayam dibalur tepung sudah dipotong sebelumnya, baru digoreng menggunakan minyak panas. Sehingga matangnya merata tekstur renyahnya juga merata.

    Keunikan lainnya, mereka juga menggorengnya dengan tambahan daun basil sehingga terdapat aroma yang lebih keluar dan segar.

    Setelah digoreng, barulah ayam dan tempura ini dibumbui. Bumbunya juga sangat sederhana. Hanya garam, lada, bawang putih dan jika ingin pedas, ditambah dengan cabai bubuk.

    Meskipun bumbunya sederhana, tetapi rasa gurih pedasnya tetap keluar. Ayam gorengnya sendiri punya tekstur yang sangat renyah di bagian luar, tetapi dagingnya tidak kering.

    Tempuranya mirip seperti otak-otak ikan, tetapi aroma ikannya tidak amis. Dipadukan dengan bumbu sederhana ini memang sangat cocok. Takaran bumbunya juga sangat pas antara gurih garam dan rasa pedas gurih dari lada dan bubuk cabainya.

    Selain harum dari basil, tercap juga aroma bawang putihnya, tetapi sangat ringan sehingga tidak meganggu.

    Usai makan satu, dijamin ketagihan ingin menghabiskannya.

    4. Mix veggies dan rice bowl yang nikmat

    Salt and PepperAdapun Mix Veggies yang tidak kalah niikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain crispy chicken dan tempura, jangan lupa memesan mix veggies (Rp 33.000). Dalam satu porsinya sudah lengkap ada jagung, jagung muda, kembang kol, dan kacang panjang yang sudah dipotong atau dirisi menjadi lebih kecil.

    Sayuran ini pun langsung digoreng begitu saja lalu dibumbui. Bumbunya juga terdiri dari garam, bawang putih, lada, dan cabai bubuk. Sayuran goreng ini cocok menjadi alternatif bagi yang ingin makan sayur dengan sensasi berbeda.

    Rasa asli dari sayurannya tetap terasa, tetapi teksturnya renyah. Karenanya sensasinya seperti makan camilan renyah saja. Bumbunya membuat sayuran ini terasa semakin nikmat.

    Salt and PepperKalau ingin yang lebih kenyang, bisa beli ricebowl mereka. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika ingin yang lebih mengenyangkan, bisa pesan ricebowl. Kami memesan ricebowl beef sausage dengan tambahan telur.

    Mereka menggunakan sosis premium yang diiris tipis kemudian digoreng dengan daun basil dan diberi bumbu. Disajikan dengan telur tambahan sayuran berbumbu dan telur mata sapi.

    Rasanya sebenarnya sama dengan gorengan Taiwan lain, tetapi rasa gurihnya lebih ringan karena dimakan bersama nasi dan telur.

    Kami merasa puas mencicipi berbagai menu khas Taiwan di sini. Selain karena harganya terjangkau, rasanya juga enak, dan porsinya besar.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah


    Jakarta

    Di dalam perumahan mewah ada tempat makan pizza yang belakangan viral. Tempat makan ini terkenal dengan pizza topping melimpah yang bikin ngiler.

    Jika biasanya gerai atau restoran pizza kekinian biasa ditemukan di dalam mal hingga kawasan tempat nongkrong, berbeda dengan gerai pizza satu ini yang lokasinya berada di dalam perumahan mewah di Jakarta Barat.

    Dikenal dengan nama Pepperino, gerai pizza ini memiliki kisah yang unik. Berrawal dari pizza rumahan yang jualan di garasi rumah. Tapi hebatnya dalam berapa bulan, gerai pizza ini berkembang jadi tempat makan yang nyaman sekaligus memiliki menu-menu pizza yang viral.


    Didirikan oleh food vlogger Quentin Harvardinata dan partnernya, keduanya berhasil mengembangkan konsep pizza dengan topping yang tak pelit.

    Berikut beberapa menu pizza andalan di Pepperino yang kini tengah viral di media sosial.

    Detail Informasi Pepperino
    Nama Tempat Makan Pepperino
    Alamat JL. Permata Mediterania Raya No.25
    Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.
    No Telp 08111969507 | Instagram @pepperino.id
    Jam Operasional 10.00 – 01.00
    Estimasi Harga [price]
    Tipe Kuliner [tipe]
    Fasilitas
    • Parking Area
    • Dine In & Cashless Payment

    1. Berawal dari Jualan Pizza di Garasi

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Terletak di area perumahan mewah di Permata Mediterania, Srengseng, Jakarta Barat, gerai Pepperino berhasil menarik perhatian foodies yang penasaran dengan pizza yang mereka sajikan. Ditemui detikFood (15/07), Quentin Harvardinata yang juga dikenal sebagai food vlogger di balik akun @jktinstafood menceritakan perjalanannya mendirikan bisnis kulinernya ini.

    “Sebenarnya saya dan partner mulai berjualan pizza itu sejak Desember 2023 lalu. Tapi dulu kita jual via online dengan sistem pre-order, tapi karena semakin banyak peminatnya akhirnya kami di bulan Februari lalu mulai buka usaha ini kecil-kecilan di garasi rumah,” ungkap Quentin yang aktif membagikan konten kulinerannya di Instagram dan TikTok.

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Pepperino sendiri konsepnya berawal dari kesukaan Quentin dan partner yang hobi makan pizza, tapi sulit bagi mereka untuk menemukan pizza dengan topping yang royal dan tak pelit.

    “Dari sana saya dan partner saya akhirnya memutuskan untuk menciptakan pizza dengan topping yang melimpah, karena banyak orang suka makan pizza yang toppingnya banyak,” sambung Quentin.

    2. Pizza Pepperoni Viral Topping Brutal

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk Quentin mengembangkan resep sampai menu pizza yang akan mereka jual di Pepperino. Salah satunya menu andalan mereka yaitu The Signature (Large: Rp 349.000). Menu pizza jumbo ukuran 35 cm ini terdiri dari 50 iris pepperoni.

    “Kalau di Pepperino itu jenis pizzanya thin crust, dan spesial di menu The Signature, itu garansi pengembalian kalau topping Pepperoninya kurang dari 50 biji jika pesan ukuran large. Jadi kalau setelah dihitung ternyata pepperoninya kurang dari 50, kita siap buatkan pizza yang baru,” ungkap food vlogger yang sudah memiliki 149 ribu followers di Instagram ini.

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Dari segi penampilan jelas pizza The Signature ini tampil menggoda dengan saus tomat, parutan keju mozzarella yang tak pelit sampai irisan daging pepperoni yang menutupi hingga ke bagian ujung pizza. Penyajiannya juga cepat karena pizza dipanggang dalam waktu 6,5 menit saja di suhu 250c-350c.

    Karena thin crust, jadi tekstur pizzanya renyah dengan topping lumer dari keju mozzarella dan gurihnya pepperoni yang terpanggang sempurna. Apalagi pizza ditambah taburan oregano yang membuat rasanya semakin kompleks. Oh ya, perpaduan rasa antara keju dan pepperoninya cukup seimbang, sehingga di setiap suapan terasa meaty hingga gurih dari kejunya.

    Untuk ukuran large, bisa dinikmati hingga 3-6 orang dengan potongan pizza lebih dari 12 slices.

    3. Pizza Tuna Truffle

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Selain The Signature, Pepperino juga memiliki varian pizza dari tuna yaitu Tuna Truffle. Harganya Rp 349.000 untuk ukuran large dengan besar mencapai 35cm. Untuk olesan sausnya di sini menggunakan cream cheese mayo yang royal, baru di atasnya diberikan adonan tuna mayo yang menutupi seluruh bagian pizza.

    Tak ketinggalan tambahan jamur champignon yang merata sampai ke sisi-sisi pizza. Setelah matang pizza ini ditambahan truffle oil yang membuat aroma dari pizza ini sangat harum, begitu juga dengan rasa pizza yang memuaskan.

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Meski menggunakan tuna mayo, tapi tidak ada rasa atau aroma amis sama sekali dari pizza yang sudah diseimbangkan dengan truffle oil. Tekstur renyah pizza juga pas dan bagian kejunya tetap lumer karena menggunakan mozzarella. Pizza yang satu ini cocok buat penggemar ikan.

    4. Cheese Bomb

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Ketika ditanya gaya pizza di Pepperino, Quentin menyebut bahwa ia tak terlalu fokus menyajikan satu gaya pizza saja.

    “Kalau pizza khas Italia biasanya toppingnya lebih klasik ya kaya Margherita. Tapi kalau kita liat menu-menu pizza di sini, memang lebih mengarah ke pizza gaya Amerika. Misalnya di menu pizza Cheese Bomb, itu lebih ke Chicago Style. Bentuknya seperti pie,” lanjut Quentin.

    Untuk menu pizza ini sekarang baru tersedia ukuran medium saja di harga Rp 229.000. Tapi tak perlu khawatir karena topping di pizza Cheese Bomb sama berlimpahnya dengan dua pizza sebelumnya.

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    Menu ini fokus memadukan empat jenis keju yang berbeda, dari olesannya menggunakan Cheese sauce, kemudian ditaburkan keju mozzarella, red cheddar dan blue cheese, keju bercak jamur yang viral beberapa waktu lalu.

    Rasanya tentu saja sangat unik, empat keju dicampurkan jadi satu ke dalam topping pizza berhasil menciptakan rasa umami, gurih dan sedikit asam. Namun semua itu diseimbangan dengan tambahan sirup maple yang manis sebagai cocolannya.

    5. Pizza Viral yang Laris Manis

    Pepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan MewahPepperino : Pizza Topping Melimpah yang Viral di Perumahan Mewah Foto: detikFood

    “Untuk sekarang di Pepperino memang masih fokus menjual pizza, tapi kami sedang mengembangkan menu lainnya seperti lasagna, pasta dan minuman lainnya. Semua resep yang ada di sini kita kembangkan sendiri jadi punya ciri khas yang berbeda dari makanan lainnya,” tutur Quentin.

    Setiap harinya Pepperino bisa menjual lebih dari 180 loyang pizza dalam satu hari. Apalagi semenjak pizza ini viral di media sosial, penjualannya langsung melonjak pesat.

    Semua menu di Pepperino menggunakan bahan-bahan yang halal atau no pork dan no lard. Semua pizza di Pepperino sudah bisa dipesan via aplikasi ojek dan makanan online hingga via WhatsApp. Yuk cobain!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Dessert ATM Viral Ini Punya Crepe Brulee hingga Burnt Toast Enak


    Jakarta

    Mr. Milk & Co di Puri Kembangan terkenal sebagai kafe dessert unik. Konsep pemesanannya di dessert ATM dengan menu andalan crepe brulee hingga burnt toast nikmat.

    Di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, berjejer banyak kafe Instagramable dan nyaman untuk santai. Salah satu yang banyak diperbincangkan, Mr. Milk & Co di Jalan Puri Kembangan Nomor 10.

    Tempatnya mungil menyatu dengan tenant kuliner hingga pilates dalam sebuah kawasan layaknya compound space. Bangunan Mr. Milk & Co mudah dikenali dari jendela kaca besar dan pintu warna terracotta yang ikonik.


    Area kafe tidak terlalu besar, hanya dapat menampung sekitar 6-7 orang dalam sekali waktu makan. Namun suasananya nyaman dengan pendingin udara yang sejuk.

    Mr. Milk & CoSuasana bersantap yang nyaman dan estetik di Mr. Milk & Co. Foto: detikfood

    Setiap sudutnya juga dibuat estetik sehingga banyak pengunjung mengabadikan momen di sini. Menariknya, Mr. Milk & Co kini juga mendesain kafenya dengan hiasan Natal dan buket bunga cantik.

    Mr. Milk & Co menghadirkan sekitar 10 pilihan menu dessert dan minuman. Terbagi dalam kategori ‘Dine in Specials’, ‘All Time Favorites’, dan ‘Drinks’.

    Ada crepe brulee, burnt toast with vanilla flan, watermelon cup cake, tiramisu, burrata cheesecake, hingga watermelon cake yang viral. Sementara dari kategori minuman, mereka punya paduan susu dan panacotta serta es cokelat marshmallow.

    Untuk menikmati menu di sini, Mr. Milk & Co menghadirkan pengalaman unik dan seru lewat Dessert ATM. Jadi, kamu perlu pesan sendiri di mesin mirip ATM dengan layar sentuh.

    Setelah itu lakukan pembayaran online, ambil struk sebagai bukti, dan tunggu pesanan rampung. Pegawai Mr. Milk & Co meracik langsung pesanan begitu masuk. Kamu bisa melihat dapur dan keseluruhan prosesnya dari balik kaca bening.

    Mr. Milk & CoDessert di sini bisa dipesan via Dessert ATM. Foto: detikfood

    Crepe Brulee The Cheesecake Club (Rp 65 ribu) jadi favorit di sini. Tampilannya seperti cone yang dibuat dari French crepe lembut. Di dalamnya diisi fresh cream, irisan stroberi segar, potongan cheese cake, selai stroberi, dan creamy custard Mr. Milk & Co.

    Setelah itu diberi topping potongan cheese cake lagi. Ditaburi gula pasir dan dibakar dengan blow torch hingga menghasilkan sensasi karamel manis renyah.

    Mr. Milk & CoCrepe Brulee The Cheesecake Club yang patut dicoba. Foto: detikfood

    Dessert kolaborasi Mr. Milk & Co dan The Cheesecake Club ini punya rasa kompleks yang nikmat di mulut. Pada gigitan pertama tercecap rasa manis agak gosong dari topping karamel, disusul rasa gurih dari cheese cake yang dibuat dari 3 jenis keju.

    Begitu crepe brulee digigit lebih dalam, baru terasa manis lembutnya paduan custard dan krim, serta selingan asam dari potongan stroberi. Kemudian disusul rasa gurih lagi ketika menggigit potongan cheese cake di dalam crepe.

    Mr. Milk & Co juga punya Burnt Toast with Vanilla Flan (Rp 65 ribu) yang sayang dilewatkan. Berupa roti panggang yang dibuat sampai seluruh permukaannya agak gosong terkaramelisasi.

    Mr. Milk & CoBurnt Toast with Vanilla Flan yang juga jadi menu favorit. Foto: detikfood

    Dessert ini lalu diberi topping vanilla flan, strawberry compote, irisan stroberi segar, dan taburan gula halus. Nyamm! Ada harmoni rasa dan tekstur yang nikmat saat mencicipinya.

    Bagian luar rotinya renyah di luar dan lembut di dalam. Sensasi rasa gosong karamelnya agak kuat, tapi terimbangi dengan manis lembutnya vanilla flan.

    Yang kami suka, vanilla flan ini punya tekstur padat dan halus, seolah kontras dengan roti panggang yang renyah. Disusul cita rasa strawberry compote yang asam segar.

    Penasaran dengan cake dalam cup, kami memesan Watermelon Cake (Rp 50 ribu) yang tampilannya cantik berupa lapisan. Bagian atas diisi potongan stroberi segar, disusul almond dacquoise, rose-scented cream, dan semangka ukuran tebal.

    Mr. Milk & CoWatermelon Cake dengan isian potongan semangka segar. Foto: detikfood

    Rasanya juga unik karena bisa mencecap manisnya buah semangka segar, asamnya stroberi, dengan iringan fresh cream aroma mawar. Sementara penggunaan almond dacquoise memberikan tekstur serupa cookie crumble yang gurih.

    Untuk minumannya, kami mencoba Cereal Milk with Pannacotta (Rp 42 ribu). Berupa susu botolan rasa sereal yang gurih, tapi ketika diaduk ada topping potongan pannacotta yang lembut manis.

    Pencinta dessert yang mau cicip menu enak dengan sensasi unik pesan via Dessert ATM, bisa mampir ke Mr. Milk and Co. Pada akhir pekan, tempat ini buka pukul 10 pagi hingga 8 malam.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bistik Jadul hingga Fuyunghai Peranakan Autentik ala Milenial


    Jakarta

    Di antara jalan kecil Jakarta Barat, ada tempat makan peranakan yang punya menu enak. Cita rasa bistik jadul hingga fuyunghai yang autentik ini buatan milenial.

    Tren tempat makan hidden gem masih banyak diburu foodies yang merasa bosan dengan makanan viral. Di Jakarta Barat, yang biasanya terkenal dengan bakmi, ternyata ada juga tempat makan peranakan yang tak kalah menarik.

    Lokasinya berada di jalan kecil di Jakarta Barat menawarkan suasana yang lebih tenang. Desain tempat makannya dibuat lebih homey dan nyaman dengan racikan menu yang autentik peranakan.


    Uniknya sosok di balik pemilik Kisah Nyonya adalah seorang milenial. Walaupun terbilang muda tetapi rasa makanannya tak kalah dengan restoran lain yang sudah eksis lebih lama.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Kisah Nyonya
    Alamat Jalan Mandala Raya No.1A, Tomang, Grogol petamburan,Jakarta Barat
    No Telp 0811-8888-0338
    Jam Operasional Setiap hari, 10.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 150.000
    Tipe Kuliner Peranakan
    Fasilitas
    • Area Parkir
    • Metode Pembayaran Non-tunai
    • Makan di Tempat
    • Toilet Bersih
    • Bawa Pulang
    • Pesan Online,
    • dll
    Kisah NyonyaTulisan tahun 1983 pada bagian atas Kisah Nyonya menunjukkan tahun lahir pemilik restorannya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Resep Racikan Milenial

    Berdiri di dalam bangunan yang tak terlalu besar layaknya restoran, Kisah Nyonya menghadirkan sentuhan nyaman ala rumah nenek. Penulisan tahun 1983 sempat membuat kami salah fokus dan mengira tahun tersebut adalah tahun berdiri restorannya.

    Ternyata setelah kami konfirmasi, 1983 merupakan tahun lahir dari pemiliknya. Di tangan seorang milenial tempat makan ini berhasil menyajikan rasa peranakan yang autentik dan tak kalah enak dari restoran legendaris lainnya.

    Rupanya ada peran besar resep keluarga turun temurun yang telah dijaga dua generasi. Dikatakan bahwa pemiliknya menggunakan resep neneknya yang sudah lama dipegang oleh keluarga untuk menyajikan hidangan makanan sehari-hari di rumah, sehingga tak perlu diragukan keaslian rasa peranakannya.

    Kisah NyonyaRacikan ragam sayur seperti tumisan hingga supnya enak sebagai menu pembuka. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Ragam Menu Sayur

    Tak perlu takut menu makanan yang dipesan tak seimbang. Ada banyak racikan sayur-sayuran yang dapat dipesan pelanggan dan menyesuaikan dengan selera lidah setiap orang.

    Mulai dari tumisan hingga sup diisi dengan berbagai bahan pelengkap yang komplet. Salah satu yang kami cicipi ialah Aneka Jamur Cah Paprika seharga Rp 59.000 per porsinya.

    Dalam seporsi sayuran ini berisi jamur kancing, jamur enoki, jamur kuping, serta irisan paprika merah dan hijau. Tumisan ini menggunakan sedikit kuah yang konsistensinya kental dan gurih umami karena jamurnya.

    Isiannya royal dan cukup untuk disantap 2-3 orang dalam sekali makan. Menu ini cocok disantap tanpa nasi sebagai makanan pembuka maupun pendamping nasi putih hangat.

    Pengalaman menyantap menu jadul hingga otentik peranakan berlanjut di halaman berikutnya.

    Kisah NyonyaMenu jadul seperti Bistik Sapi menggunakan resep otentik turunan keluarga pemiliknya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menu Jadul Resep Keluarga

    Walaupun dimiliki oleh seorang milenial tetapi penyajian makanan dan menu yang dipilihnya memiliki sentuhan lawas. Seperti menu Bistik Sapi yang harganya dibanderol Rp 69.000 per porsi.

    Seporsi bistik sapi masih disajikan dengan cara jadul. Daging sapi dipotong memanjang dilapisi adonan tepung dan digoreng kering. Disajikan dengan kentang goreng, irisan timun dan tomat serta saus pelengkapnya.

    Saus pelengkapnya memiliki rasa gurih dan manis dengan konsistensi yang kental. Saus yang disajikan terpisah juga diberi dengan royal hampir memenuhi semangkuk kecil sehingga tak perlu takut kehabisan.

    Tekstur daging sapi has dalam yang digunakan tidak terlalu juicy tetapi juga tak kering. Lapisan tekstur di luarnya renyah empuk dengan daging yang tak alot sehingga akan tetap nyaman menikmatinya.

    Kisah NyonyaFuyunghai kepiting yang tebal dan melimpah sausnya disajikan dengan rasa peranakan otentik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Citarasa Peranakan yang Khas

    Tak lengkap rasanya datang ke tempat makan peranakan tanpa mencicipi hidangan peranakannya yang otentik. Ada dua menu khas peranakan yang kami pesan yaitu Nasi Goreng Ikan Asin dan Fuyunghai Kepiting.

    Seporsi Nasi Goreng Ikan Asinnya dibanderol Rp 49.000. Porsi nasinya banyak dengan jenis ikan asin jambal roti yang dipotong dadu-dadu kecil serta tambahan sayuran seperti jagung pipil dan irisan buncis.

    Rasanya gurih lembut seperti hanya menggunakan sedikit penyedap saja. Nasi goreng ini semakin kaya rasa dari sentuhan ikan asinnya yang tak terlalu menusuk asinnya tetapi menyebar dengan cukup baik.

    Sementara untuk Fuyunghai Kepiting dibanderol Rp 59.000 per porsi yang bahkan cukup untuk 3-4 orang. Fuyunghainya begitu tebal dengan isian berupa potongan dgaing kepiting dan irisan sayur pelengkap.

    Walaupun tak terlalu banyak tetapi komposisi daging kepitingnya cukup dan selalu terasa pada tiap gigitan. Racikan saus fuyunghai pelengkapnya juga menggunakan resep otentik peranakan yang ditandai dengan tambahan kacang polong di dalamnya.

    Ada sedikit rasa pedas, manis, dan gurih pada sausnya. Salah satu cara menikmatinya yang paling enak ialah dengan mengguyur sedikit sausnya pada potongan fuyunghai yang ingin dimakan, diamkan sesaat sampai sausnya sedikit menyerap, dan menyantapnya tanpa nasi atau sebagai lauk nasi.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Laris! Bakmi Jogja Mas Kus di Palmerah yang Masih Dimasak Pakai Anglo


    Jakarta

    Di daerah Palmerah, Jakarta Barat ada warung bakmi Jawa autentik Jogja. Menunya masih dimasak pakai anglo dan harganya hanya Rp 20 ribu per porsi!

    Bakmi Jawa menjadi salah satu kuliner tradisional Jawa yang diminati banyak orang. Secara umum bakmi Jawa merupakan olahan mie yang dimasak dengan bumbu khas Jawa, seperti bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempahan lainnya. Disajikan dalam bentuk godhog atau berkuah, goreng, maupun nyemek.

    Namun, setiap daerah di Jawa punya variasi bakmi yang berbeda-beda. Misalnya bakmi Jawa khas Jogja yang biasanya menggunakan mie kuning berbentuk bulat kecil dan dimasak pakai anglo atau tungku berbahan arang.


    Bakmi Jawa khas Jogja mudah bisa ditemukan di sekitar Jakarta. Salah satu yang terkenal enak dan banyak diburu warga Jakarta adalah Bakmi Jawa Jogja Mas Kus, berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat.

    1. Warung bakmi Jawa berusia 13 tahun

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBegini tampilan warung Bakmi Jawa Jogja Mas Kus yang sudah berjualan kurang lebih 13 tahun. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi Jawa Jogja Mas Kus sudah berdiri kurang lebih 13 tahun. Pemiliknya Kusmiyanto memang orang asli Gunung Kidul, Jawa, sehingga racikan bakmi di tempat ini bisa dibilang autentik.

    Mereka menawarkan bakmi Jawa Jogja yang berfokus pada bumbu rempah-rempahan Jawa, termasuk penggunaan bawang putih yang cukup banyak sehingga menciptakan aroma harum.

    Memang bakmi Jawa di sini tidak dimasak satu per satu supaya lebih menghemat waktu. Namun, untuk menyiasatinya, mereka berani menambahkan bumbu cukup banyak. Misalnya mereka masak langsung 5 porsi dalam satu wajan, bumbu yang dipakai tidak hanya lima sendok, tetapi bisa 7 sampai 8 sendok agar rasanya tidak berubah.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa Jogja Mas Kus masih dimasak menggunakan anglo atau tungku tanah liat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Racikan bakmi di sini semakin nikmat karena menggunakan air kaldu yang dimasak dari rebusan ayam kampung. Pemilihan ayam kampung karena gurihnya lebih kuat dan keluar. Menurut istri mas Kus, jika pakai ayam broiler atau negeri, rasa kaldu ayamnya juga tidak keluar dan tidak akan cocok dipadukan dengan bumbu bakmi Jawa.

    Warung bakmi Jawa ini memang kecil dan sederhana. Hanya menempati sebuah bangunan kios di dalam gang. Pelanggan bisa makan langsung di tempat karena tersedia meja dan kursi yang jumlahnya cukup terbatas.

    2. Produksi 25 kilogram mie

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusMereka masih memproduksi mie sendiri, dan sehari bisa sampai 25 kilogram mie. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain bumbu, Bakmi Jawa Mas Kus juga memproduksi mienya sendiri. Mie yang diproduksi adalah mie kuning berbentuk panjang dan bulat.

    Mienya tidak pakai bahan pengawet, pengenyal, maupun pewarna kimia. Bahan-bahan yang digunakan hanya terdiri dari telur, garam, dan kunyit sebagai pewarna alami.

    Setiap harinya mas Kus harus memproduksi mie yang ‘fresh’ karena tidak pakai bahan pengawet. Produksi mie bisa mencapai 25 kilogram sehari.

    Mas Kus biasanya sudah mulai membuat mie sejak pukul 08.00 pagi. Sekitar pukul 11.00 – 11.30 WIB mie sudah siap dan warung bisa segera dibuka.

    Citarasa bakmi Jawa Jogja di warung makan ini bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Sedapnya mie godhog suwiwi

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusSalah satu menu andalan di sini yaitu bakmi godhog nya yang gurih dan bisa ditambah topping suwiwi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu menu andalan di tempat ini yaitu Mie Godhog yang hanya Rp 20.000 per porsi. Mie godhog di sini bisa dipesan polosa atau ditambah dengan aneka topping, seperti suwiwi atau sayap ayam, uritan (telur muda), kepala ayam, hingga ati ampela.

    Kami memesan bakmi godhog dengan tambahan topping suwiwi. Untuk penambahan topping biayanya Rp 5.000.

    Bakmi Jawa langsung dimasak dadakan dengan menggunakan anglo atau tungku dari tanah liat dan arang. Kurang lebih 10 menit menunggu, pesanan bakmi Jawa godhog kami pun selesai.

    Dari segi tampilan, bakmi godhog ini terlihat menggugah selera. Seporsinya terdiri dari mie, suwiran ayam kampung, irisan kol, tomat, hingga daun bawang. Tidak lupa ditambah dengan topping sayap ayam dan taburan bawang goreng.

    Adapun tambahan telur yang sudah diorak arik dengan bakminya. Telur yang dipakai memang telur ayam negeri biasa karena menyesuaikan dengan lidah pelanggan yang lebih suka jika pakai telur ayam biasa.

    “Sebenarnya kita ada tiga pilihan telur, yaitu telur ayam biasa, telur ayam kampung, sama telur bebek. Tapi orang Jakarta lebih suka telur ayam biasa karena katanya kalau telur ayam kampung atau bebek rasanya jadi agak amis. Cuma kalau ada yang request telur bebek atau ayam kampung juga bisa,” ujar istri mas Kus kepada detikFood.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusTopping suwiwi atau sayap ayamnya kurang lebih diberi 2 potong. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakminya disiram dengan kuah kaldu berwarna bening dan tekstur yang cair. Kuahnya punya rasa gurih dengan aroma dan rasa bawang putih yang kuat. Ada pun sentuhan rasa pedas lada yang tercap di lidah. Meskipun menggunakan kaldu ayam kampung yang direbus selama lebih dari 5 jam, tetapi tidak tercap rasa amis dan masih ringan di mulut.

    Bakmi Jawa godhog ini lebih enak dinikmati dengan racikan bumbu asli, tanpa perlu ditambah sambal. Karena ketika kami mencobanya dengan tambahan sambal, rasanya justru kurang sedap.

    Mienya juga dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, karena tidak begitu keras maupun terlalu lembut. Topping suwiwinya juga menambah cita rasa lezat. Memang agak keras karena pakai sayap ayam kampung, tetapi rasanya tidak hambar dan nikmat dipadukan dengan bakmi Jawa.

    4. Bakmi goreng Jawa yang manisnya khas

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa gorengnya juga tidak kalah nikmat dengan rasa manis yang khas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood juga mencicipi bakmi goreng Jawa yang seporsinya juga dibanderol dengan harga Rp 20.000. Untuk bakmi gorengnya, kami memilih ati ampela sebagai topping tambahan.

    Bakmi goreng ini sebenarnya bisa dibuat nyemek dengan sedikit kuah, tetapi kami lebih memilih agar bakminya digoreng kering saja.

    Tampilannya cukup berbeda dari mie godhog. Warnanya cokelat pekat karena memang ditambah dengan bumbu kecap manis. Rasanya juga dominan manis dari kecapnya, tetapi tetap ada sentuhan rasa bawang putih.

    Bakmi Jawa Jogja Mas KusBakmi Jawa Jogja Mas Kus sering jadi langganan banyak artis dan tokoh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi goreng ini juga menurut kami punya aroma smokey (dari proses masak di anglo) yang lebih keluar. Aroma smokey itu pun membuat citarasa bakmi goreng ini semakin nikmat.

    Topping ati ampelanya juga tidak amis atau berbau, dan menyatu sempurna bersama bakmi.

    Meskipun menunya sederhana, tetapi warung bakmi ini banyak sekali peminatnya. Bahkan, sering menjadi langganan para artis dan tokoh ternama. Misalnya Krisdayanti yang beberapa kali sering memesan bakmi Jawa ini untuk acara di rumahnya.

    Bakmi Jawa Jogja Mas Kus punya jam buka khusus. Jam buka pertama sekitar pukul 11.30 – 14.00 WIB dan jam kedua bukanya pukul 17.00 sampai jam 19.00 biasanya sudah habis. Namun, lebih baik memesan lewat WhatsApp dulu agar tidak kehabisan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Pak Eko


    Jakarta

    Tidak hanya bakmi Jawa Jogja, di Jakarta Barat juga ada tempat makan bakmi Jawa Solo yang sering jadi incaran. Ciri khasnya pakai mie pipih lebar dengan tambahan potongan kekian.

    Bakmi Jawa tidak hanya berasal dari Jogja, tetapi ada juga yang dari Solo. Meskipun namanya sama-sama ‘bakmi Jawa’, tetapi terdapat ciri khas yang berbeda.

    Di daerah Tanjung Duren, ada penjual bakmi Jawa Solo gerobakan yang bisa dicoba. Namanya Bakmi Jawa Solo Pak Eko yang sudah berjualan sejak 2011.


    Jualannya di pinggir jalan gang perumahan daerah Tanjung Duren. Baru mulai buka pukul 17.00, sehingga sering menjadi tujuan makan malam para pekerja kantoran yang tinggal di daerah sana.

    Racikan bakmi Jawa Solo di tempat ini juga spesial karena disajikan dengan tambahan kekian atau semacam cakwe khas China. Porsinya juga besar, sehingga dijamin memuaskan perut.

    1. Bakmi Jawa enak pakai kekian

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoBakmi Jawa dan menu lainnya di tempat ini spesial karena menggunakan kekian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pak Eko, selaku pemilik mengaku jika ciri khas bakmi Jawa Solo dan Semarang biasanya memang ada pada penambahan kekian. Oleh karena itu, bakmi Jawa dan segala macam menu lain di tempat ini memang ada tambahan kekiannya.

    “Iya biasanya kalau bakmi Jawa Solo dan Semarang pakai kekian. Kayak semacam bakwan gitu,” jelasnya kepada detikFood.

    Kekian sendiri merupakan makanan khas China yang mirip seperti otak-otak atau cakwe berbahan dasar cincangan daging dan lemak babi.

    Namun, tenang saja, kekian yang dipakai oleh pak Eko dibuat sendiri dengan bahan-bahan halal. Pak Eko mengungkap jika dirinya hanya menggabungkan bahan-bahan, seperti telur, terigu, daun bawang, sehingga menciptakan kekian yang mirip seperti adonan bakwan.

    2. Pakai mie pipih dan agak lebar

    Jangan terkejut ketika melihat racikan bakmi Jawa di tempat ini. Cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja yang mienya bulat panjang, di sini mie yang digunakan pipih dan agak lebar, mirip seperti bentuk kwetiau.

    Pak Eko mengungkap jika mie yang mereka gunakan diambil langsung dari pabrik mie di Purwokerto. Meskipun tidak dibuat sendiri, tetapi mie ini tetap disajikan dalam keadaan segar dan tekstur yang tidak kalah enak dari mie lainnya.

    3. Dimasak dengan cara unik

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoPak Eko punya teknik sendiri dalam memasak bakmi Jawanya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakmi di sini memang tidak dimasak menggunakan anglo atau tungku tanah liat, tetapi pak Eko membuat bakmi atau menu lain satu per satu. Sehingga citarasa dan porsinya juga tidak akan bercampur dengan hidangan lain.

    Ada juga teknik unik yang digunakan pak Eko ketika memasak bakmi Jawa di sini. Wajan yang sudah diberi minyak akan dipanaskan, kemudian pak Eko mulai menambah bahan-bahan, seperti telur dan berbagai bumbu halus.

    Setelah aroma bumbunya mulai tercium harum, pak Eko langsung memasukkan mie kuning pipih lebar beserta kekian ke dalam wajan panas. Ia juga menambahkan saus, kecap, dan bumbu penyedap lainnya ke atas bakmi.

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoSalah satu teknik yang ia lakukan yaitu dengan menutup wajan satu menit. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Namun, beliau tidak langsung mengoseng bakmi tersebut, tetapi justru menutup wajan kurang lebih satu menit.

    Pak Eko menjelaskan jika teknik ini dilakukan agar bumbu-bumbu yang sudah ditambahkan lebih meresap dan aromanya lebih keluar. Barulah setelah itu pak Eko mengoseng bakmi dan segala macam isiannya sampai merata dan bakmi matang sempurna.

    Penasaran dengan bakmi Jawa Solo di sini? Bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    4. Bakmi Jawa godhog dan goreng yang istimewa

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoTampilan bakmi godhognya cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood memesan dua menu andalan di sini, yaitu Bakmi Jawa Kuah (Rp 27.000) dan Bakmi Jawa Goreng (Rp 27.000).

    Kedua bakmi ini dimasak satu persatu secara bergantian. Karenanya, memakan waktu agak lama menunggu pesanan tersebut datang.

    Kurang lebih 20 sampai 25 menit, bakmi kami akhirnya sampai. Jika dilihat dari tampilan, rupanya sangat jauh berbeda dibandingkan bakmi Jawa Jogja.

    Dimulai dari Bakmi Godhog yang kuahnya tidak bening, tetapi cokelat agak oranye dan teksturnya agak kental. Rasanya dominan manis kecap dan pedas, seperti rasa saus sambal.

    Namun, ada sentuhan bumbu-bumbu lain yang membuat bakmi ini menjadi sangat nikmat. Kami bisa mengecap rasa bawang putih dan bawang merah pada kuah bakmi ini

    Sepiring bakmi godhog di sini juga punya isian yang berbeda dari bakmi Jawa Jogja. Isiannya terdiri dari mie kuning, irisan sayuran, seperti sawi dan kol, potongan kekian, dan ada tambahan irisan bakso ikannya juga.

    Kekian dan bakso ikannya disajikan dalam takaran yang pas, tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kekiannya garing di luar, tetapi kenyal di dalam dan benar saja punya rasa mirip seperti bakwan sayur tetapi terasa lebih ringan di mulut.

    Bakso ikannya seperti bakso ikan pada umumnya, tetapi aromanya tidak amis dan ternyata cocok dipadukan dengan racikan bumbu bakmi Jawa ini.

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoBakmi Jawa gorengnya juga tidak kalah enak,dilengkapi juga dengan topping kekian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dari segi tampilan, bakmi Jawa gorengnya mirip seperti bakmi Jawa goreng khas Jogja karena warnanya sama-sama cokelat pekat. Namun, komposisinya berbeda.

    Mirip seperti bakmi godhognya, bakmi Jawa goreng juga disajikan dengan mie kuning lebar pipih dan tambahan kekian hingga bakso ikan.

    Soal rasa, ternyata tidak hanya tercap rasa manis kecap saja, tetapi ada sedikit sentuhan rasa pedas gurihnya juga.

    5. Nasi goreng teri juga ada

    Sedapnya Bakmi Jawa ala Solo Pakai Kekian Racikan Mas EkoSelain bakmi Jawa, warung ini juga menawarkan menu lainnya, seperti nasi goreng teri. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Uniknya pak Eko tidak hanya menawarkan menu bakmi Jawa, tetapi juga ada pilihan menu lain ala masakan China. Pengunjung yang tidak mau makan bakmi Jawa bisa pesan menu nasi goreng, bihun goreng, bihun kuah, sampai capcay.

    Kami sempat mencoba menu Nasi Goreng Teri mereka. Datang-datang kami sangat terkejut dengan porsinya yang sangat banyak. Nasi goreng ini mirip seperti nasi goreng Jawa yang warna cokelatnya cukup pekat. Namun, dari segi rasa ternyata tidak dominan manis kecap, melainkan gurih.

    Terlebih kami memesan menu dengan tambahan ikan teri yang membuat rasa gurihnya semakin kuat. Seporsi nasi gorengnya juga disajikan dengan tambahan bakso ikan dan kekian. Tekstur nasinya memang pera, tetapi tidak keras atau kering.

    Jika mencari bakmi Jawa khas Solo yang racikannya cukup berbeda dari bakmi Jawa Jogja, bisa mampir ke Bakmi Jawa Solo Pak Eko berlokasi di Jl. Tanjung Duren Utara I No.1 12, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat. Buka setiap hari pukul 17.00 – 02.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pecel Lele Terlaris di Jakarta Barat Ini Jual 300 Ekor dalam 4 Jam


    Jakarta

    Warung pecel lele ini menjadi salah satu yang paling ramai di Jakarta Barat. Hidangan andalan lele goreng renyah dengan sambal khas bakal ludes dalam waktu 4 jam saja!

    Pecel lele merupakan hidangan asal Lamongan yang sudah tersebar luar ke penjuru Indonesia. Tidak heran jika warung pecel lele juga bisa dengan mudah ditemukan di mana saja.

    Sebagian besar warung pecel lele menawarkan hidangan lele goreng yang bisa dinikmati dengan nasi uduk atau nasi putih, lalapan, dan sambal. Namun, variasi menunya bisa lebih beragam tergantung penjual itu sendiri.


    Selain jenis lauk pauk, beberapa perbedaan warung pecel lele datang dari teknik menggoreng ikan lele dan juga sambalnya.

    Salah satu warung pecel lele di Jakarta yang memiliki keunikan tersendiri adalah Pecel Lele Briyan Jaya. Olahan lelenya yang spesial membuat warung pecel lele ini selalu ramai diantre pelanggan. Bahkan, hanya dalam kurun waktu empat jam, pecel lele mereka sudah habis terjual.

    1. Lele digoreng dua kali hingga renyah

    Warung pecel lele sejak tahun 2005 ini memiliki keunikan tersendiri pada hidangan pecel lelenya. Sajiannya bukan lele goreng biasa yang digoreng satu kali dengan ukuran lele yang cenderung kecil.

    Pecel lele di sini digoreng dengan metode berbeda. Lelenya digoreng dua kali sehingga menciptakan tekstur sangat renyah.

    Pertama digoreng biasa di minyak panas sampai setengah matang. Lalu diangkat, dicelupkan ke adonan basah tepung terigu, lalu digoreng lagi sampai kering, Barulah lele disajikan dengan nasi pilihan (nasi uduk atau nasi putih biasa), lalapan, dan sambal spesial.

    Tidak hanya teknik menggoreng, tetapi ukuran lele gorengnya juga lebih besar dari lele di warung pecel lele tendaan pada umumnya.

    2. 300 ekor lele ludes dalam 4 jam

    Pecel LeleBerikut sejumlah menu yang tersedia di pecel lele ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu paling favorit di sini tentu pecel lele gorengnya. Dikenal punya tekstur yang sangat renyah, bahkan sampai disamakan dengan keripik.

    Keunikan pecel lele goreng ini pun membuat Pecel Lele Briyan Jaya mampu menjual 250 sampai 300 ekor lele per hari.

    Meskipun warungnya kecil dan sangat sederhana, tetapi selalu ramai dipadati pengunjung. Palin ramai sekitar pukul 17.00 sampai 19.00.

    Salah satu pegawai juga mengungkap, mereka biasanya hanya jualan empat jam. Karenanya jika ingin makan pecel lele ini, disarankan datang lebih awal.

    “Ini kalau lagi rame kita jualan dari buka jam 15.00 nanti jam 19.00 juga udah habis,” jelas pegawai pecel lele Briyan Jaya kepada detikFood.

    Kenikmatan pecel lele di warung satu ini bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Lele goreng yang renyah gurih

    Pecel LelePecel Lele gorengnya jadi yang paling favorit, bisa ludes 300 ekor dalam waktu 4 jam. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Lele goreng dibanderol Rp 16.000 per ekor. Bisa dinikmati dengan nasi uduk atau nasi putih yang sama-sama dibanderol Rp 6.000. Seporsi lele gorengnya sudah dilengkapi lalapan dan sambal yang melimpah.

    Dari tampilan, lele goreng ini tampak berbeda. Ada baluran tepung berwarna cokelat di sekitar lele. Ukurannya juga agak besar. Tekstur kulit bagian luarnya memang sangat garing, tetapi bagian dagingnya masih lembut.

    Sebenarnya soal rasa mirip seperti lele goreng pada umumnya, tetapi teksturnya lebih renyah dan bumbunya juga maksimal, sehingga tercap aroma amis tak sedap.

    Ketika dicocol ke sambalnya, ikan lele ini jauh lebih istimewa. Racikan sambalnya memang dasarnya tidak pedas.

    Sambalnya terbuat dari cabai, terasi, kacang mede, dan tomat. Namun, kami tidak merasakan sentuhan terasi dan kacangnya. Lebih dominan manis agak asam dari tomat. Jika kurang pedas, sambalnya bisa minta dibuat lebih pedas.

    Lele goreng ini paling pas dipadukan dengan nasi uduknya. Tekstur nasi uduknya pera, dengan aroma dan rasa gurih yang ringan. Taburan kremesnya juga membuat hidangan pecel lele goreng ini semakin nikmat.

    4. Ayam goreng dan ikan mas renyah

    Selain ikan lele goreng, mereka juga menawarkan menu ayam goreng dan ikan mas. Harganya sama-sama dibanderol Rp 16.000 belum termasuk nasi.

    Baik ayam maupun ikan mas, keduanya juga digoreng dengan teknik yang sama seperti lele. Dibaluri tepung dan digoreng dua kali sampai renyah.

    Ayam gorengnya punya baluran tepung yang sedikit lebih tebal. Digoreng sampai teksturnya benar-benar renyah.

    Pecel LeleSelain lele mereka juga punya hidangan ayam goreng yang tak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tidak ada sentuhan rasa unik atau berbeda pada ayam goreng ini. Rasanya dominan gurih, tetapi berhasil membuat kami ketagihan. Terlebih jika dimakan barengan dengan sambal, kremes, dan nasi uduknya.

    Pecel LeleIkan mas juga menjadi alternatif bisa dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau mau opsi ikan lain, bisa cicip ikan mas goreng. Ukuran ikannya sedang, dengan daging ikan yang agak tebal. Sayangnya, aroma amis tanah dari ikan ini masih terasa kuat.

    Bagi yang kurang suka ikan, hal ini mungkin mengganggu. Namun, bisa disiasati dengan mencocol sambalnya agak banyak.

    5. Sate usus hingga tahu tempe nikmat

    Pecel LeleAneka sate, tahu, dan tempe juga tersedia. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sebagai pelengkap, pelanggan bisa memesan menu pelengkap, seperti tempe, tahu, ati ampela, usus, dan pete. Harganya dibanderol mulai dari 2.000 sampai Rp 8.000.

    Kami mencoba usus, tahu. dan tempe gorengnya. Disajikan dalam satu piring bersama remahan kremes tambahan.

    Ususnya punya tekstur yang tidak terlalu garing, tetapi tidak juga basah. Teksturnya pas antara keduanya. Aroma amis ususnya juga tidak begitu tercium, tetapi ketika dimakan, ada sentuhan rasa pedas rempah yang khas.

    Tahunya juga tidak boleh dilewatkan, karena tidak asam dan semakin nikmat karena dibalur tepung terigu dan kremesan.

    Tertarik mampir? Pecel Lele Briyan Jaya beralamat di Jl. Pejuangan Gg. Melati No.1, RT.1/RW.10, Kebon Jeruk. Buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB – habis.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Legit Mulur! Bakmi Ayam Legendaris Topping Suikiaw


    Jakarta

    Jakarta Barat merupakan surga bakmi! Bagi yang mau cicip bakmi ayam enak, coba mampir ke Bakmi Acang legendaris sejak 1969.

    Menemukan bakmi enak di Jakarta Barat bukan perkara sulit. Banyak nama sudah terkenal, seperti Bakmi Aheng, Bakmi Asui, Bakmi Alok, hingga Bakmi Acing.

    Menurut pencinta bakmi, Tirta Lie, sebenarnya nama-nama penjual bakmi di atas masih punya hubungan keluarga dan kerabat. Salah satu yang juga tak boleh ditinggalkan, Bakmi Acang.


    Tempat makan bakmi ini sudah diliput banyak food vlogger dan dicicip pencinta bakmi sejati. Banyak dari mereka ketagihan dengan racikan bakmi topping ayam kampung di sini.

    Tempat sarapan favorit warga Jakarta Barat

    Bakmi Ayam AcangBakmi Ayam Acang buka sejak pukul 06.30 pagi. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bakmi Acang buka mulai pukul 06.30 sehingga jadi spot sarapan favorit. Pelanggan bisa pesan via ojek online atau makan di tempat dengan area yang tak terlalu besar, tapi nyaman.

    Bakmi Acang menempati bangunan rumah 3 tingkat dengan bagian bawahnya difungsikan sebagai tempat jualan. Sementara di lantai atas adalah rumah anak pemilik usaha bakmi ini, Acang.

    Menu bakmi ayam bisa dipesan polos, dengan topping bakso, pangsit, atau kwetiau. Bisa juga pesan pelengkap ati ampela, jantung, ginjal, telor muda, usus, sampai brutu ayam.

    Harga seporsi bakmi ayam polos mulai dari Rp 42 ribu. Kalau dengan topping, harganya Rp 60 ribu. Tak heran jika bakmi di sini disebut bakmi sultan karena harganya relatif tinggi.

    Selain bakmi, tersedia juga kwetiau dan bihun. Semuanya juga bisa dipesan dengan topping dan pelengkap serupa bakmi ayam.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Bakmi Acang
    Alamat Jalan Dr. Susilo III Nomor 14, Grogol, Jakarta Barat
    Instagram bakmiayamacang
    Jam Operasional 06.30-14.00 (Senin tutup)
    Estimasi Harga mulai dari Rp 42 ribu
    Tipe Kuliner bakmi
    Fasilitas
    • makan di tempat
    • pemesanan via ojek online

    Bakmi ‘homemade’ pakai telur bebek

    Bakmi Ayam AcangBakmi di sini dibuat homemade dengan telur bebek. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Kepada detikfood (26/11/2024), Acang selaku pemilik usaha Bakmi Acang mengatakan usahanya bermula tahun 1969. Dimulai dari gerobakan, mangkal di garasi rumah, hingga pindah ke tempat sekarang sekitar tahun 2003.

    Acang pun meneruskan usaha ini pada ketiga anaknya. Mereka membuka cabang Bakmi Acang di kawasan BSD dengan total 2 lokasi.

    Ciri khas bakmi di sini adalah memakai bakmi buatan sendiri (homemade). Warnanya cokelat agak keruh karena memakai telur bebek.

    “Nggak pakai (pengawet), asli (bakminya). Jadi cuma pakai tepung, telur bebek, dan garam,” kata pria 76 tahun ini lewat sambungan telepon. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 1 bal alias 25 kilogram (kg) bakmi.

    Untuk ayam kampung, Bakmi Acang bisa mengolah 40-50 ekor sehari. Ayam kampung ini direbus sampai keluar sari-sari kaldunya dan dagingnya dijadikan topping.

    Bagaimana cita rasa Bakmi Acang? Baca halaman selanjutnya.

    Legit gurih bakmi topping ayam kampung

    Bakmi Ayam AcangBakmi Ayam Acang menawarkan bakmi topping ayam kampung yang sedap. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood memesan menu favorit di sini, Bakmi Ayam topping bakso, pangsit, dan suikiaw. Harganya Rp 60 ribu. Bakmi diracik fresh setelah kami memesan.

    Mengintip dapurnya, ada pemandangan unik dari proses menyiapkan bakmi. Setelah bakmi kecokelatan itu direbus sekitar 1-2 menit, bakmi dibagi di mangkuk-mangkuk dengan cara dipotong menggunakan pisau daging alias pisau kapak yang bentuknya persegi panjang!

    Bakmi juga diracik dengan bumbu serupa minyak bawang, lada, dan penyedap. Pegawai lalu mengaduk rata hingga tiap helaian bakmi terlumuri bumbu.

    Slurpp! Cita rasa bakminya saja sudah gurih enak tanpa ditambah apa-apa. Agaknya karena memakai telur bebek sehingga rasa gurihnya juga lebih legit. Helaian tiap mie-nya lumayan tebal sehingga memuaskan selera.

    Untuk topping ayam kampung, kami memilih campur dada dan paha. Potongan dada berwarna putih susu, sedangkan paha agak kecokelatan.

    Irisan daging ayamnya empuk, tapi teksturnya agak kering. Untuk bagian paha sedikit lebih lembut dibandingkan dada.

    Semangkuk kaldu yang jadi pelengkap bakmi ayam juga patut diacungi jempol. Rasa gurihnya amat dalam akibat perebusan daging dan tulang ayam hingga 1 jam, sampai semua sari-sari kaldunya keluar.

    Kaldu berwarna cokelat agak keruh ini paling enak diseruput saat masih panas-panas. Sebab menurut kami, jika kuah sudah dingin, akan tercecap sedikit amis.

    Uniknya, Bakmi Acang juga punya pelengkap daun selada. Jika diaduk dan dimakan bersama bakmi, maka akan memunculkan sensasi renyah segar yang nikmat.

    Pelengkap bakso, pangsit, dan suikiaw yang jempolan

    Bakmi Ayam AcangAneka topping di Bakmi Ayam Acang yang sedap. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Acang mengungkap topping bakso, pangsit, dan suikiaw di sini diambil dari supplier langganannya.

    Untuk bakso merupakan bakso sapi yang warna cokelatnya gelap. Tekstur baksonya empuk dan kenyal dengan jejak rasa daging sapi yang kuat. Ada juga bakso ikan yang teksturnya kenyal dengan rasa sedikit manis.

    Bagi pencinta suikiaw, wajib pesan menu ini. Jenis dumpling China ini dibalut kulit amat tipis sehingga isian adonannya bisa tercecap maksimal.

    Tekstur yang dominan kenyal dengan rasa gurih manis. Kami menduga ada campuran ayam dan udang pada adonan suikiaw.

    Sementara pangsit punya ukuran paling besar di antara pelengkap bakmi lain. Kulit pangsit yang lembut membalut adonan ayam yang padat berserat. Rasanya nikmat!

    Kwetiau dan bihun ayam yang tak kalah enak

    Bakmi Ayam AcangKwetiau ayam kampung bisa jadi pilihan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bagi yang sedang bosan atau kurang suka bakmi, Bakmi Acang menawarkan menu berbeda yang tak kalah enak. Ada kwetiau yang teksturnya lembut mulur. Jika suka tekstur lebih padat, maka bisa pesan bihun.

    Proses meracik dan menyiapkan menu ini sama dengan bakmi ayam. Hanya saja waktu merebusnya sedikit berbeda untuk mencapai tingkat keempukan yang pas menurut pegawai.

    Oh ya, bakmi, kwetiau, hingga bihun di sini makin enak dengan tambahan sambal khas Bakmi Acang. Warna sambalnya gelap dengan rasa pedas asam yang kuat.

    Minuman kietna dan liang teh yang unik

    Bakmi Ayam AcangLiang teh (kiri) dan kietna (kanan) untuk menyegarkan tenggorokan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bakmi Acang menawarkan pilihan minuman unik. Ada kietna dan es liang teh yang masing-masing dibanderol Rp 17 ribu.

    Kietna merupakan minuman khas Medan yang memakai jeruk dan kiamboy, manisan buah plum kering. Cita rasa asam segarnya pas untuk membilas mulut usai makan bakmi yang gurih.

    Kalau suka minuman tradisional lain, es liang teh juga wajib dipesan. Minuman ini dibuat sendiri (homemade) oleh pegawai Bakmi Acang.

    Bahannya berupa tumbuhan herbal, salah satunya krisantemum. Rasa minuman khas China ini khas dengan jejak pahit dan manis cukup seimbang.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Yeppeo! 5 Kafe Korea di Jakarta Barat yang Estetik dan Punya Dessert Enak


    Jakarta

    Semakin banyak kafe berkonsep estetik minimalis ala Korea di Jakarta. Selain konsep menarik, kafe-kafe ini juga punya pilihan roti hingga dessert yang sayang dilewatkan.

    Kafe di Jakarta kini punya konsep yang semakin beragam. Beberapa bahkan punya konsep minimalis dan estetik ala kafe-kafe di Korea Selatan.

    Kafe bergaya Korea biasanya didominasi warna lembut (soft), seperti putih, cream, beige, atau warna pastel lainnya yang memberi kesan hangat dan menenangkan. Penggunaan furnitur sederhana berbahan kayu alami membuat suasananya juga lebih santai dan tenang.


    Selain konsep, kafe ala Korea juga digemari karena menawarkan roti dan dessert dengan pilihan menarik. Mulai dari salt bread, pie, aneka cake, sampai tiramisu bisa ditemukan di kafe Korea ini.

    Di Jakarta, khususnya bagian Barat, banyak kafe ala Korea yang bisa disambangi. Berikut rekomendasinya!

    1. Chulos Bakehouse

    Chulos BakehouseChulos Bakehouse menawarkan pastry dan kue ala Korea yang autentik. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakery Korea ini dimiliki oleh orang Korea asli yang sudah tinggal di Indonesia selama 34 tahun. Lokasinya memang nyempil, karena terletak di pojok jalanan.

    Mereka menawarkan berbagai produk patisserie, mulai dari salt bread, financier, Korean Cake, Macaroon, sampai cream pudding.

    Salah satu yang jadi andalan yaitu salt breadnya. Variannya beragam, ada plain, coffee butter, garlic, sampai coconut. Salt bread dibuat dengan teknik khusus sehingga menciptakan tekstur roti yang renyah di luar tetapi lembut dan kenyal di dalam.

    Harga roti dan cakenya dibanderol mulai dari Rp 17.000. Sayangnya saat ini mereka hanya menerima pembelian untuk dibawa pulang.

    Lokasinya bisa ditemukan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

    2. Westloop Coffee and Kitchen

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratWestloop menawarkan pastry dan aneka makanan yang menarik dicoba. Foto: instagram @westloop.id

    Korean cafe ini juga sedang viral karena punya konsep estetik dengan ornamen batu bata berwarna terakota. Cocok menjadi tempat untuk foto-foto.

    Kafe ini menawarkan menu variatif yang menggugah selera. Kalau mau sarapan di sini bisa pesan Kaya Toast atau French Toastnya yang juara. Tersedia juga pilihan menu gurih, seperti Bihun Bebek, Nasi Lemak, hingga Mie Ayam.

    Namun kalau hanya mau nongkrong santai, bisa pesan kue mereka. Pilihannya mulai dari Matcha Berry cake, Tiramisu, sampai Brownies.

    Menu minumannya juga beragam, ada kopi dan non-kopi. Harga menu-menunya dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan.

    Kafe ini bisa ditemukan di Jl. Pesanggrahan no 18, Jakarta Barat.

    3. Apron Signature

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratApron Siganture punya nuansa minimalis ala Korea dengan pilihan dessert menarik. Foto: instagram @apron.signature

    Kalau sedang berada di Green Lake, Jakarta Barat, coba mampir ke kafe Korea ini. Namanya Apron Signature.

    Kafenya punya konsep modern minimalis ala Korea dengan nuansa berwarna putih yang hangat dan nyaman.

    Berbagai macam dessert bisa dicoba di sini, mulai dari Tiramisu Cake, Strawberry Mango Cake, Peach Ricotta Tart, sampai Cookie and Cream Scone.

    Selain menjadi tempat nongkrong, kafe ini juga sering mengadakan workshop pembuatan cake lucu yang bisa diikuti oleh umum.

    Lokasinya bisa ditemukan di Ruko Great Wall, Blok C No. 1, Green Lake City, Jl. Green Lake City Boulevard, Cengkareng, Jakarta Barat.

    4. Coffee Dia

    Kafe ala Korea di Jakarta BaratDi kafe ala Korea ini bisa menikmati dessert pie segar manis. Foto: instagram @coffee.dia

    Kafe ini punya konsep yang cukup unik karena kamu bisa merasakan sensasi piknik seru di halaman.

    Sebagai teman piknik, kamu bisa sambil mencicipi aneka cake dan pastry andalan mereka. Pilihannya beragam, tetapi Sliced Tart menjadi salah satu yang banyak dipesan. Sliced Tartnya tersedia dalam berbagai variasi rasa, ada mangga, krim coklat, matcha berry, sampai tiramisu.

    Kafe ini juga punya menu bento cake dengan pilihan rasa strawberry, sampai earl grey.

    Harga menunya dibanderol mulai dari Rp 20.000 an. Coffee Dia bisa ditemukan di Jalan Tanjung Duren Utara V Nomor 246, Jakarta Barat.

    5. Layers Bakehouse

    Di daerah Tomang juga ada kafe bergaya Korea yang lucu dan estetik. Nuansa-nya homey, menjadi tempat yang pas untuk nongkrong sambil ngobrol dengan teman atau jadi tempat WFC (work from cafe).

    Kalau ke sini, kamu bisa mencoba berbagai pilihan pastry dan cake. Mulai dari Einspanner Salted Caramel Chocolate, Tom and Jerry Cheesecake, sampai Smoke Beef & Cheese Croissant.

    Tiramisu di sini juga menjadi andalan. Harganya Rp 41.000 disajikan dengan krim bercita rasa kopi yang khas.

    Lokasi Layer Bakehouse bisa ditemukan di Jl. Gelong Baru No.11 F, RT.10/RW.1, Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia 11440.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com