Tag: kuliner jakarta selatan

  • Empuk Berempah Sate Maranggi Pedas ala Jaksel


    Jakarta

    Di Jakarta Selatan ada sate maranggi yang tak kalah enak dari menu populernya di Purwakarta. Bernama Sate Maranggi Guru Mughni, ada sate maranggi pedas berempah versi Jaksel di sini.

    Mendengar nama sate maranggi identik dengan kota Purwakarta. Muncul dan populernya olahan sate dengan daging sapi di Purwarkarta membuat hidangan ini dikenal sebagai khasnya Jawa Barat.

    Ternyata di Jakarta juga ada sate maranggi yang tak kalah enak dengan di Purwakarta. Bedanya, sate maranggi versi Jakarta ini memilih menciptakan identitasnya sendiri dengan sentuhan rasa pedas yang lebih nyata.


    Bernama Sate Maranggi Guru Mughni, warung sate ini berawal justru dengan sebuah tempat makan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Rempahnya yang meresap serta ciri khas olesannya yang pedas seolah memberi sentuhan berbeda pada karakter rasa sate maranggi di sini.

    Baca juga: Apa Boleh Muslim Makan Cokelat Hadiah Valentine? Ini Kata Ulama

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Sate Maranggi Guru Mughni
    Alamat Jl. Radio Dalam Raya No.1, Gandaria Utara, Jakarta Selatan.
    No Telp 0818-885-133
    Jam Operasional

    Minggu-Kamis, 10.30 – 21.00 WIB

    Jumat – Sabtu, 10.30 – 24.00 WIB

    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Tradisional
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Toilet
    • Area Merokok
    Sate Maranggi Guru MughniPenyajian maranggi yang dilakukan oleh Sate Maranggi Guru Mughni menggunakan bagian potongan sapi has dalam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Daging has dalam yang empuk

    Sate Maranggi Guru Mughni tak memiliki banyak cabang, hanya ada dua di kawasan Jakarta Selatan yaitu Kuningan dan Radio Dalam. Walaupun cabangnya sedikit, tetapi hal ini menjadi kelebihannya karena memudahkan pemiliknya untuk memerhatikan kualitas rasa dengan lebih efektif.

    Ketika ke cabangnya di Radio Dalam, tim detikfood membuktikan sendiri kelezatan menu di sini. Potongan daging sapi yang digunakan ialah bagian has dalam, terlihat dari seratnya yang halus serta kadar lemaknya yang sangat minim.

    Tak sekadar aroma, seluruh menu berjudul maranggi saat dicicipi memiliki rasa rempah, khususnya ketumbar, yang begitu meresap. Ini menandakan daging has dimarinasi dengan bumbu dalam waktu yang lama.

    Pemilihan daging sate tentu berpengaruh pada hasil teksturnya setelah matang dan disajikan. Penggunaan daging has dalam sukses bikin sate empuk lembut dengan kadar lemak yang minim sehingga tidak meninggalkan jejak berminyak usai menyantapnya.

    Kreasi menu bercampur telur yang unik

    Sate Maranggi Guru MughniSelain dijadikan sate menu maranggi dan iganya juga ditumis dengan campuran telur. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tak hanya fokus dengan hidangan sate, tetapi Sate Maranggi Guru Mughni punya ciri khas hidangan khasnya. Menu ini diberi imbuhan ‘gila’ karena penyajiannya yang mirip seperti topping pada nasi gila.

    Ada dua varian yang kami pesan pada jenis menu ini ialah Maranggi Gila dan Iga Gila yang masing-masing dibanderol Rp 75.000 per porsi.

    Maranggi Gila berupa potongan daging has dalam berbentuk persegi, kira-kira 2×2 sentimeter, yang ditumis bersama telur orak-arik. Memesan level pedas 2, racikan bumbu tumisannya memadukan sambal yang pedas menggelitik dan legitnya kecap manis.

    Menu ini berwarna cokelat yang membuat kami berpikir tak terlalu pedas, tetapi ternyata lambat laun rasa pedasnya meningkat dari yang menggelitik hingga membuat berkeringat. Perbedaan antara Maranggi Gila dan Iga Gila terdapat pada jenis dagingnya.

    Maranggi Gila menggunakan potongan daging sate maranggi yang dilepaskan dari tusukan bambunya, sehingga memiliki aroma dan rasa ketumbar yang lebih kuat.

    Sementara untuk Iga Gila menggunakan potongan daging iga yang sebelumnya sudah dipresto hingga empuk, tapi tidak dimarinasi dengan bumbu ketumbar seperti maranggi.

    Ada olahan sup hingga sate maranggi yang khas di halaman selanjutnya.

    Daging iga yang tebal dan tak amis

    Sate Maranggi Guru MughniSelain potongan maranggi ada juga olahan iga yang tak kalah empuk. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Olahan iga di Sate Maranggi Guru Mughni juga tak bisa dipandang sebelah mata. Selain menu Iga Gila, ada Sop Iga dan Iga Goreng yang masing-masing dibanderol Rp 65.000.

    Keduanya memiliki karakter yang berbeda. Iga Goreng menyajikan daging iga yang ditumis dengan bumbu dasar putih yang ditambahkan kecap manis. Dibuktikan dengan aroma harum lembut bawang putih dengan rasa gurih tipis dan kecap manis yang manis legit sebab sudah terkaramelisasi.

    Iga Goreng disajikan dengan kuah pelengkap yang bening kecokelatan. Rasa kuah kaldunya gurih lembut dengan sedikit sentuhan manis dan irisan daun bawang serta bawang goreng yang memperkaya aromanya. Jika ingin lebih pedas segar, bisa tambah sambal dan perasan jeruk nipis.

    Sementara untuk Sop Iga lebih cocok dinikmati bagi penggemar hidangan berkuah yang bening dan ringan. Potongan iganya besar-besar dengan daging yang tebal tetapi empuk. Dagingnya bahkan mudah lepas dari tulang!

    Seporsi sop iga berisi potongan daging iga, irisan tomat merah, potongan tomat hijau, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Rasa kuahnya sendiri benar-benar mendefinisikan sop, gurih lembut kaldu, asin yang tipis, serta sengatan pala dan cengkeh yang menambah aroma harum serta rasa hangat ketika kuahnya disesap.

    Lagi-lagi, jika ingin menambahkan rasa pedas atau asam segar dapat mengandalkan sambal merah dan potongan jeruk nipis sebagai pelengkapnya. Sop iga di Sate Maranggi Guru Mughni akan lebih enak dimakan hangat dengan nasi putih.

    Sate maranggi pedas minim lemak

    Sate Maranggi Guru MughniCiri khas sate maranggi di sini terdapat pada bumbunya yang pedas manis. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Beralih ke bintang utama menunya, ada Sate Maranggi Pedas (Rp 70.000) yang sepenuhnya daging tanpa selipan lemak atau gajih. Kami memesan level pedas 1 agar tak terlalu mengubah rasa original dari bumbu satenya itu sendiri.

    Untuk menunggu sate maranggi disajikan butuh waktu yang lebih lama daripada menu lainnya, kira-kira 15-20 menitan pelayannya baru mengantar menu tersebut pada kami. Penyajian sate marangginya cenderung sederhana, dengan 10 tusuk sate yang ditumpuk dan dilengkapi irisan tomat hijau juga merah.

    Pelanggan dipersilahkan menuangkan kecap manisnya sendiri. Saat disajikan aroma harum ketumbar langsung menyeruak bahkan sebelum dinikmati.

    Berbeda dengan sate maranggi di Purwakarta atau Cianjur, sate maranggi di sini tak didominasi rasa kecap manis. Perpaduan gurih, manis, rempah dari ketumbar, dan pedas terasa saat mengunyah potongan demi potongan dagingnya.

    Meski kami memesan tingkat kepedasan level 1, ternyata pedasnya tidak hanya di awal. Perlahan rasa pedasnya terasa semakin kuat.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pedasnya Menggoda! Di Sini Ada Sambal Ngondek Favorit Anak Jaksel


    Jakarta

    Warung tenda sederhana di kawasan Gandaria ini punya menu spesial. Menyajikan aneka lauk ditambah sambal ‘ngondek’ rawit pedas dengan pelayanan yang menghibur.

    Mampir ke kawasan Gandaria, ada banyak pilihan kuliner kaki lima malam hari yang bisa jadi pilihan. Namun salah satu yang tidak boleh dilewatkan yaitu warung SS Ngondek.

    Warung tenda dengan spanduk lebar berwarna pink tersebut sangat memikat perhatian, terutama dengan nama dan pelayanannya yang disebut ‘ngondek.’


    Meskipun hanya berjualan di warung tenda sederhana, SS Ngondek tidak pernah sepi pembeli. Apalagi jika disambangi tepat saat jam buka, sekitar pukul 18.00 sore. Pelanggan harus siap-siap berebut meja dan kursi.

    Tak sekadar nama unik, tetapi warung ini juga punya konsep dan menu menarik. Menyajikan berbagai macam lauk dengan sambal rawit yang pedasnya menyengat. Pelanggan juga akan mendapat pelayanan ‘ngondek’ yang menghibur.

    Begini konsep warung SS Ngondek serta berbagai menu andalan yang bisa dicoba :

    1. Konsep warung tendaan yang unik

    Kuliner kaki lima di kawasan GandariaSS Ngondek merupakan salah satu kuliner yang ramai di jalan Gandaria. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Usaha kuliner ini sudah berjalan 12 tahun lamanya. Awalnya buka di daerah Ciledug, lalu mereka mulai membuka cabang di daerah lain, seperti di Gandaria dan Permata Hijau, Tetapi menurut Aji, cabang Gandaria termasuk paling lama bertahan dengan pengunjung yang selalu berdatangan.

    Soal nama gerai dan menu yang ada unsur ‘ngondek’, Aji mengungkap, “Ownernya itu gemulai sayang. Jadi warung ini diciptakan dari sebuah mimpi. Diterbitkanlah di Ayam Ngondek ini.”

    Sebenarnya nama ‘ngondek’ dan unsur nama unik di menu lainnya dibuat sebatas untuk lucu-lucuan. Namun, siapa sangka rupanya nama tersebut yang membuat pelanggan semakin tertarik mampir ke warung tendaan ini.

    “Beda daripada yang lain kan, kita pakai bahasa gemulai sayang. Ala-ala imut gitu,” jelas Aji kepada detikFood.

    Alasan lain kenapa diberi nama ‘ngondek’ karena memang ada beberapa pelayan ‘ngondek’ yang akan mengincar dan menggoda para pengunjung.

    2. Menu Ayam Ngondek hingga Cumi-Cumi yang menggoda

    SS NgondekAda menu Ayam Ngondek dan Sate Kulit yang menggoda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Banyak variasi menu yang bisa dicoba. Mulai dari Ayam Ngondek, Bebek Belur, Ceker Ngetril Kuah, Jengkolita Asin, Satay Kulit Ken…?, Terbakar Cinta Laila Sari (terong bakar), Nila Setitik, dan lain sebagainya. Harganya menu lauknya dibanderol mulai dari Rp 3.000 san sampai Rp 40.000 an.

    Menurut Aji menu andalannya yaitu Ayam Ngondek, bisa digoreng (Rp 20.000) maupun dibakar dengan bumbu spesial yang sedap (Rp 22.000). Menggunakan ayam pilihan yang diproses sedemikian rupa sampai punya tekstur daging yang pas.

    Ayam ini bisa dinikmati dengan tiga pilihan sambal, yaitu sambal ngondek, sambal matah, sampai sambal permata hijau (sambal ijo).

    Ayam Ngondek Gorengnya punya tekstur daging cukup lembut meski tetap berserat. Bumbu marinasinya juga meresap sampai ke dalam daging.

    Perlu dimakan berbarengan dengan sambal ngondeknya yang gurih dan pedas menyengat karena fulll pakai cabai rawit merah. Meskipun ada tambahan terasi, tetapi rasanya sangat tipis. Sambal ini juga diracik pakai kuah rahasia sehingga rasa gurihnya tidak sekadar mecin dan garam.

    SS NgondekCumi-Cumi Hot.comm juga tidak kalah spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain ayam, bisa pesan pesan Cumi-Cumi Hott.com (Rp 18.000). Berupa cumi asin goreng yang disajikan dengan kangkung rebus dan jagung rebus manis diatasnya. Cuminya kenyal, tidak alot maupun amis.

    Aneka lauk ini tidak hanya bisa dinikmati dengan nasi putih (Rp 6.000), tetapi juga bisa dinikmati dengan nasi gurih daun jeruk (Rp 7.000). Nasi gurihnya pas, dengan sentuhan aroma daun jeruk yang menyegarkan.

    Ada juga tambahan tahu dan tempe goreng (Rp 3.000 an) yang bisa langsung disajikan dalam sepiring nasi dan lauk utama. Penyajian nasinya juga unik karena dialasi oleh daun pisang.

    3. Renyahnya sate kulit goreng gurih

    Jangan lupa memesan Sate Kulit Ken,,,? yang juga jadi andalan. Bisa dipesan per porsi isi 4 atau 5 tusuk harganya Rp 40.000.

    Kulitnya besar-besar, digoreng pas, tidak begitu kering maupun basah. bumbu gurihnya juga meresap sampai ke dalam. Sangat nikmat dimakan bersama nasi dan sambalnya.

    SS NgondekLele goreng yang dipadukan dengan sambal ngondek nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu Pedhati Achin (Rp 20.000) juga menarik untuk dicoba. Berupa ikan peda yang dimasak dengan bumbu rahasia sehingga rasa gurihnya pas. Ada juga Lele Luluran (Rp 17.000) yang digoreng kriuk dengan baluran bumbu spesial. Menu-menu ini disajikan juga dengan sambal, lalapan, dan jagung.

    Kalau bosan yang digoreng, bisa pesan Ketahuan Pepes (Rp 15.000) lembut, gurih, sedikit pedas.

    4. Jengkolita Acin dan Ceker Ngetril Kuah Spesial

    SS NgondekAdapun Jengkolita Acin hingga Ceker berkuah gurih rempah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung SS Ngondek punya menu baru yang bisa dicoba. Namanya Jengkolita Acin (Rp 20.000) yang teksturnya tidak keras dan diolah spesial. Sensasi makannya seperti makan kentang saja. Jengkol ini juga digeprek dengan bawang putih dan sajikan bersama sambal ngondek, sehingga rasa dan aroma asli jengkolnya tertutup.

    Pecinta Ceker bisa mencicipi Ceker Ngetril Kuah (Rp 18.000) yang tidak kalah spesial, Ceker yang empuk lembut dimasak bersama kuah semacam kari gulai yang gurih berempah.

    5. Racikan minuman manis menyegarkan

    Setelah menikmati lauk dengan sambal ngondek pedas, kamu bisa menutupnya dengan aneka minuman manis menyegarkan.

    Melon Manja (Rp 10.000) memadukan sirup melon dengan jeruk limau sehingga rasanya manis segar asam. Melon Till (Rp 15.000) juga nikmat. Tidak hanya ada potongan irisan limau tetapi juga ditambah soda.

    SS NgondekRacikan minuman manis menyegarkan menjadi penghilang dahaga. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Honeymoon Ice juga jadi andalan (Rp 15.000), memadukan jeruk limau pakai madu. Kalau mau rasa agak berbeda bisa pesan Strawberry Till (Rp 15.000) yang kurang lebih racikannya sama seperti melon hanya sirupnya diubah menjadi stroberi.

    Teh Tarik Kocokin Eke (Rp 15.000) yang manis dengan rasa teh ringan tak kalah menyegarkan tenggorokan.

    SS Ngondek buka setiap hari, mulai pukul 18.00 sampai 04.00 dini hari. Lokasi tepatnya ada di Jl. Gandaria 1 No.335 3, RT.3/RW.9, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ayam Sambal Asap hingga Nasi Goreng Sengkel di Warung Anak Jaksel


    Jakarta

    Di kawasan Wijaya hadir sebuah warung makan ‘nyempil’ yang menawarkan berbagai sambal asap spesial. Pelanggan bisa menikmatinya dengan 20 macam lauk, seperti ayam hingga kikil.

    Hidangan berupa nasi, lauk, dan sambal memang tidak pernah gagal jadi pilihan makanan yang menggugah selera lidah orang Indonesia.

    Kalau biasanya warung nasi sambal punya konsep terkesan tradisional, saat ini hadir warung yang jauh lebih modern dan kekinian. Namanya Mades yang berlokasi di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.


    Warung makan yang buka Juli lalu ini punya menu spesial sambal asap. Sambal tersebut bisa dinikmati dengan berbagai macam lauk pauk yang disajikan dalam bentuk prasmanan. Warung makan kekinian ini juga punya menu lain yang tidak kalah nikmat.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan MADES spesial Sambal Asap
    Alamat Jl. Wijaya II No.123, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
    No Telp/Instagram 0851-1759-3850 / @madesmakanpedes
    Jam Operasional Setiap hari 10.00-22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 5.000 sampai Rp 40.000
    Tipe Kuliner Makanan Indonesia
    Fasilitas
    • Area indoor ber-AC
    • Meja dan kursi yang cukup banyak
    • Toilet

    1. Konsep warung makan kekinian ala anak Jaksel

    Mades warungMades punya konsep yang estetik, modern, nyaman. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu yang ditawarkan mungkin mirip seperti warung makan Sunda tradisional atau semacam warung pecel lele. Namun dibalut dengan konsep yang sangat jauh berbeda.

    Tempat yang agak tersembunyi di Wijaya ini disulap menjadi warung makan dengan konsep modern-minimalis yang mementingkan estetika. Perpaduan warna interior antara merah, hijau, dan cokelat memberi kesan colorful, tetapi tetap memberi kesan hangat dan nyaman.

    Dengan konsep seperti itu, warung makan ini tak sekadar menjadi tempat mengisi perut, tetapi sudah naik level jadi tempat ‘nongkrong’ berkelas. Beberapa pelanggan yang datang ke sini tidak langsung pergi usai selesai makan, tetapi mereka bisa nongkrong agak lama untuk bersantai layaknya di kafe.

    2. Ada 4 macam sambal dan 20 jenis lauk

    Mades warungTersedia 4 macam sambal asap berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Konsep warung makan yang estetik dan nyaman ini tentu menarik perhatian banyak pelanggan, khususnya anak muda ‘kalcer’ di Jakarta Selatan. Terlebih menu yang ditawarkan juga menarik.

    Mades menawarkan 4 macam sambal asap spesial, mulai dari Mades asap (sambal mercon), ijo asap, hitam rempah asap (mirip seperti sambal bumbu bebek Madura), dan terasi bakar asap.

    Keempat jenis sambal ini dipajang di meja dekat kasir dan boleh dicicip terlebih dahulu untuk menentukan sambal yang ingin dipilih.

    Mades warungLauknya disajikan prasmanan seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sambal asap ala Mades bisa dinikmati dengan kurang lebih 20 macam jenis lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauknya tersusun rapi di meja prasmanan dekat kasir dalam wadah stainless steel yang tertutup. Tenang saja, kalau mau melihat bentuk lauknya, kamu bisa minta pelayan membuka semua penutup.

    Pilihan lauk pauknya mulai dari ayam, paru, brutu, paru, kulit ayam, daging ungkep, ampela, pete, jengkol, ikan asing, usus goreng, dan masih banyak lagi. Harga lauknya dibanderol mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 37.500.

    Selain nasi, lauk, dan sambal, Mades juga punya menu lain, seperti nasi goreng sampai nasi oseng yang tidak kalah menarik perhatian.

    3. Nasi daun jeruk ayam goreng plus sambal Mades

    Mades warungNasi daun jeruk disajikan dengan ayam goreng dan sambal spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tak hanya prasmanan, di sini juga bisa pilih menu paket nasi sambal asap. detikFood mencoba menu Ngasep 3. Dengan harga Rp 55 ribu, seporsinya sudah dapat nasi, ayam, tahu/tempe goreng, tumis kangkung, sambal, air putih/es teh tawar.

    Nasinya juga bisa dipilih antara nasi putih, nasi gurih, nasi merah, atau nasi daun jeruk.

    Kami mencoba nasi daun jeruk dilengkapi dada ayam dan tahu goreng. Sebagai pelengkap, kami juga pesan tambahan sate kulit (Rp 19 ribu) dan sate usus goreng (Rp 15 ribu). Oiya, setelah mencoba sambalnya, pilihan kami jatuh kepada sambal Mades mercon asap.

    Dimulai dari nasinya yang punya aroma daun jeruk cukup kuat, tetapi tidak begitu gurih. Untuk potongan ayam goreng dada, menurut kami teksturnya sangat empuk dan tidak begitu berserat. Ayamnya dimasak dengan bumbu kuning dengan rasa rempah ringan yang meresap sampai dalam daging.

    Mades warungTampilan kangkung yang tidak kalah menggugah selera. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jangan lupa dimakan bersama sambal Mades yang punya aroma smokey asap cukup kuat. Baru disusul dengan rasa gurih dan pedas agak menyengat di akhir. Tercecap juga sedikit rasa asam pada sambal ini yang mungkin muncul dari tambahan kecombrang.

    Paketan Ngasep 3 ini juga sudah termasuk dapat tumis kangkung. Kami cukup terkejut karena porsi tumisannya disajikan dalam piring besar dan bisa dinikmati oleh 2-3 orang. Karena kangkungnya baru dimasak, jadi sangat nikmat dimakan. Aroma bawang putihnya tercium kuat dengan sentuhan rasa gurih sedap.

    Mades warungBisa dilengkapi dengan kulit atau usus, dan jangan lupa dimakan sama sambal asapnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kulit gorengnya tak kalah enak. Ukurannya terbilang besar dan digoreng pas, tidak terlalu basah atau kering. Namun usus gorengnya menurut kami terlalu kering sehingga agak keras saat dimakan.

    4. Nasi Goreng Sengkel bumbu hitam rempah

    Mades warungMades juga punya menu nasi goreng rempah dengan topping sengkel. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau ke Mades bisa pesan menu Nasi Gorengnya. Berbeda dari nasi goreng pada umumnya, di sini mereka punya nasi goreng yang dimasak bumbu rempah dan sambal asap pilihan.

    Pelengkapnya ada ayam, sengkel, udang, cumi, dan paru. Bisa dimasak dengan sambal mercon atau hitam rempah. Bisa pula dilengkapi dengan telur, ikan asin, atau pete.

    detikFood mencicipi Nasi Goreng Sengkel dengan sambal hitam rempah (Rp 35.000).

    Datang-datang aroma smokeynya langsung tercium. Nasi goreng ini memang dimasak menggunakan wok dengan api besar. Masaknya juga cuma bentar, kurang lebih 5 menit.

    Porsi nasi gorengnya terbilang banyak, dengan tekstur nasi cenderung pulen basah, tidak pera atau terlalu kering. Rasanya smokey, gurih, berempah, dan sedikit pedas dari tambahan sambal hitamnya. Makin nikmat karena ada potongan daging sengkel yang besar-besar dan teksturnya empuk.

    5. Nasi oseng kikil mercon yang tak kalah nikmat

    Mades warungIni dia kikil mercon yang tidak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mades juga punya menu nasi oseng sambal asap dengan aneka pilihan lauk. Kami pesan Nasi Oseng Kikil Mercon Asap (Rp 25 ribu) yang disajikan dengan nasi gurih (Rp 3 ribu).

    Kikil merconnya punya tampilannya sangat menarik karena ada perpaduan dari warna bumbu kikil oranye dengan irisan tomat hijau segar. Tekstur kikilnya empuk, lembut, dan tidak begitu kenyal. Mengunyahnya pun dirasa sangat mudah.

    Kikilnya juga tidak amis karena sudah dimasak oseng menggunakan bumbu mercon yang rasa gurihnya pas dengan sentuhan pedas agak kuat. Namun rasa pedasnya masih bisa ditoleransi, karena tidak langsung ‘nyegrak’ di tenggorokan. Tercecap juga rasa asam segar dari tomat hijaunya.

    Dimakan begitu saja sudah enak, tetapi kalau mau puas bisa dinikmati bersama nasi gurihnya.

    Usai makan berbagai macam masakan gurih, bisa ditutup dengan minum Es Teh Pandan (Rp 16.500) yang aroma dan rasa pandannya sangat dominan dan manis.

    Kalau tertarik makan di sini, bisa mampir ke Mades yang berlokasi di Wijaya, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Uniknya Mie Ayam Topping Ati Ampela dan Uritan H. Batong Sejak 1978


    Jakarta

    Mie ayam di warung ini istimewa dengan topping ati ampela dan uritan. Racikan ini ternyata sudah diusung pemilik Pangsit H. Batong sejak 1978. Begini kisahnya.

    Pangsit H. Batong sempat viral di kalangan foodies dan food vlogger. Ternyata Pangsit H. Batong termasuk legendaris di Jakarta Selatan. Bertemu dengan sang pemilik, Sumardi, ia mengungkapkan jika sudah berjualan mie ayam sejak 1978.

    “Kalau jualan mie ayam sudah lama, dari 1978. Waktu itu saya jualan keliling. Terus sekarang mangkal di sini,” ungkap Sumardi kepada detikFood (8/10/2024).


    Lokasi berjualannya kini ada di Jalan H. Batong I No. 89, Cilandak, Jakarta Selatan. Nama yang digunakan oleh Sumardi ini juga merujuk pada lokasinya.

    Mie ayam khas Jawa yang manis

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Warung Pangsit H. Batong ada di kawasan Cilandak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sumardi berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Karena itu ia mengusung racikan mie ayam ala Jawa Tengah yang rasanya dominan manis.

    Ayam kecapnya dibumbui pekat. Sumardi tak hanya menggunakan daging ayam saja, tapi juga jeroan. Kami melihat ada campuran uritan (telur muda) dan ati ampela.

    Uritan dan ati ampela ini juga disajikan melimpah sebagai topping. Ini juga yang membuat racikan mie ayam Sumardi populer dan disukai banyak orang.

    Racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan ini juga sudah ada sejak awal Sumardi berjualan. “Iya, topping ati ampela itu sudah dari dulu. Ternyata banyak yang suka, ya saya lanjutin,” katanya.

    Mie ayam dan yamien topping jeroan melimpah

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Mie ayam dengan topping jeroan melimpah jadi keunggulan H. Batong. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Seporsi mie ayam dan yamien masing-masing dibanderol sekitar Rp 26 ribu. Isinya ada topping ayam kecap, ati ampela, uritan, dan bakso. Sayangnya, kami kehabisan topping baksonya.

    Selain itu, Sumardi juga menawarkan tambahan ceker atau tulangan yang dapat dinikmati gratis. Pelengkap ini akan diberikan jika pelanggannya ingin saja.

    Mie ayam di sini berbumbu gurih manis dan agak pedas. Untuk tekstur mienya juga bisa dipilih sesuai selera, ingin setengah matang atau matang yang agak lembek.

    Topping ati ampela dan uritan benar-benar melimpah. Setiap suapan kami bisa merasakannya. Untuk ati ampelanya juga tak terasa amis, bumbunya juga sangat meresap. Bagi pencinta ati ampela, racikan mie ayam ini patut dicoba.

    Untuk pelengkapnya, Sumardi juga telah menyediakan pangsit goreng. Pangsit goreng itu disediakan satu mangkuk, bahkan bisa menambah jika dirasa kurang.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lagi Tren! 5 Warung Jepang Kaki Lima Enak dan Murah di Jaksel


    Jakarta

    Kuliner tema Jepang semakin menjamur di Jakarta Selatan, terutama dalam bentuk warung tenda kaki lima yang menghadirkan cita rasa Jepang dengan sentuhan khas lokal. Berikut rekomendasinya!

    Tempat makan Jejepangan merujuk pada tempat makan yang menyajikan hidangan khas Jepang. Dalam konteks tren kuliner di Indonesia, Jejepangan sering kali mengacu pada warung tenda sederhana yang menawarkan menu seperti katsu, teriyaki, dan yakimeshi dengan harga terjangkau.

    Konsep ini terinspirasi dari yatai, gerobak makan malam khas Jepang yang populer karena suasananya yang hangat dan santai. Di Jakarta Selatan, sejumlah warung tenda Jejepangan berhasil menyajikan menu nikmat dengan suasana yang khas.


    Dari ramen gurih hingga chicken katsu berukuran jumbo, kuliner ini menjadi pilihan favorit pencinta makanan Jepang tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

    Berikut lima rekomendasi warung Jejepangan yang enak dan populer di Jakarta Selatan versi detikFood (12/11/2025).

    1. Higenaka

    HigenakaHigenaka Foto: Tim detikfood

    Higenaka di kawasan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan, menawarkan pengalaman kuliner Jepang ala warung tenda dengan nuansa Ghibli yang menawan.

    Terinspirasi dari yatai Fukuoka, Jepang, tempat ini menghadirkan suasana hangat dengan gerobak kayu dan kain bertuliskan “Higenaka”. Kapasitasnya terbatas, hanya 10 kursi, sehingga pengunjung disarankan melakukan reservasi lebih dulu melalui Instagram @higenaka.jkt.

    Menu andalannya antara lain Beef Misodemi (Rp 68.000) dengan daging wagyu panggang beraroma arang dan saus miso gurih, serta Shisamo Fish (Rp 45.000) yang renyah di luar dan lembut di dalam. Ada pula Tori Paitan Ramen (Rp 38.000) dan beragam yakitori mulai Rp 10.000-an.

    2. Sopo Ngiro

    Bikin Laper! Enaknya Makanan Jepang Kaki Lima di 'Sopo Ngiro'Bikin Laper! Enaknya Makanan Jepang Kaki Lima di ‘Sopo Ngiro’ Foto: Bikin Laper Trans TV

    Sopo Ngiro menjadi salah satu pelopor kuliner kaki lima bergaya Jepang di Jakarta Selatan. Berlokasi di Jalan Panglima Polim No. 46, Kebayoran Baru, kedai ini dikenal sebagai warung tenda Jejepangan legendaris yang selalu ramai pengunjung.

    Menu andalannya chicken katsu dan tempura udang dengan rasa gurih dan porsi yang pas. Meski sederhana, suasana khas kaki lima Jepang terasa kental, membuat pengalaman makan di sini semakin unik.

    Pengunjung disarankan datang lebih awal karena antrean bisa mengular bahkan sebelum jam buka. Dengan harga terjangkau mulai Rp 15.000 hingga Rp 40.000 per porsi, Sopo Ngiro menawarkan cita rasa autentik makanan Jepang yang ramah di kantong.

    3. Gandarichi

    Jejepangan: Kriuk Gurih Chicken Katsu Jumbo dI Warung Tenda JepangKatsu jumbo. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Melipir sedikit ke kawasan Gandaria, ada warung tenda Gandarichi yangan dikenal sebagai salah satu Warung Jejepangan enak di Jakarta Selatan. Berlokasi di Jalan Gandaria III No. 3, Gandaria, tempat ini selalu ramai dikunjungi karena menawarkan cita rasa autentik dengan harga terjangkau.

    Menu andalan seperti kuotie, gyoza, dan chicken katsu berporsi jumbo menjadi favorit pelanggan. Sejak awal berdiri, banyak pengunjung rela antre panjang demi menikmati hidangan di sini. Dengan harga mulai Rp 20.000-an per porsi, Gandarichi berhasil memadukan konsep tenda sederhana dengan rasa makanan khas Jepang yang memuaskan.

    Popularitasnya yang tinggi membuat Gandarichi kini memiliki beberapa cabang, menjadikannya salah satu destinasi kuliner Jejepangan kaki lima paling dikenal di Jakarta Selatan.


    4. Abusan

    Ini 5 Jejepangan Kaki Lima Enak Favorit Anak JakselIni 5 Jejepangan Kaki Lima Enak Favorit Anak Jaksel Foto: Google Review

    Warung Abusan menjadi salah satu tenda kuliner Jepang kaki lima yang populer di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Mengusung konsep sederhana dengan gerobak dan kursi plastik di pinggir jalan, tempat ini tetap ramai pengunjung setiap hari.

    Menu andalan seperti chicken katsu ukuran jumbo dan chicken curry menjadi favorit pelanggan karena porsinya besar dan rasanya gurih. Dengan harga mulai Rp25.000-an per porsi, pengunjung bisa menikmati makanan Jepang lezat dan mengenyangkan tanpa perlu merogoh kocek dalam.

    Warung Abusan memiliki tiga cabang, yaitu di Setiabudi (Jakarta Selatan), Lenteng Agung, dan Karawaci (Tangerang).

    5. Asasuka Japanese Food

    Berlokasi tak jauh dari Stasiun MRT Cipete, Asasuka Japanese Food menjadi salah satu warung tenda Jepang yang populer di kawasan Fatmawati sebagai destinasi kuliner malam. Tempat ini menyajikan beragam hidangan khas Jepang, mulai dari camilan ringan hingga menu utama dengan cita rasa autentik.

    Porsinya cukup mengenyangkan untuk satu hingga dua orang dan cocok untuk santap malam santai. Daya tarik Asasuka tak hanya pada rasa, tetapi juga harga yang ramah di kantong.

    Dengan budget mulai Rp 20.000, kamu bisa menikmati menu Jepang lezat seperti katsu, ramen, hingga tempura. Lokasinya berada di Jalan RS Fatmawati Raya No.80, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dan selalu ramai dikunjungi saat jam makan malam.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com