Tag: kuliner jakarta timur

  • Nasi Mandhi Lauk Ayam dan Kambing Panggang Berempah


    Jakarta

    Kawasan Condet, Jakarta Timur terkenal sebagai Kampung Arab yang banyak menawarkan kuliner Timur Tengah. Salah satunya ada Nasi Mandhi Bosgil yang populer.

    Condet merupakan kawasan di Jakarta Timur yang memiliki julukan sebagai ‘Kampung Arab’. Lantaran banyak warga keturunan Arab yang bermukim di kawasan ini.

    Menurut berbagai sumber, warga keturunan Arab yang meramaikan kawasan Condet ini merupakan perantau dari berbagai daerah. Seperti Pekalongan, Tegal, Solo, dan lainnya.


    Awalnya para perantau ini tinggal di Pekojan, Jakarta Barat. Namun, kawasan tersebut sudah mulai ramai hingga akhirnya sebagian warga pindah ke kawasan Condet, Jakarta Timur.

    Para pendatang yang merupakan keturunan Arab ini membuka beberapa lini usaha. Di antaranya ada usaha pakaian, minyak wangi, hingga kuliner Arab (Timur Tengah).

    Dari sekian banyak tempat makan Timur Tengah yang ada di Condet, Nasi Mandhi Bosgil salah satu yang populer. Ribuan ulasan telah diberikan oleh netizen terhadap Bosgil.

    Baru Berjualan 4 Tahun

    Nasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di CondetNasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di Condet Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Jika melihat kepopulerannya, detikFood sempat mengira kalau Nasi Mandhi Bosgil sudah legendaris. Ternyata, usianya baru sekitar 4 tahun saja.

    Gerai Nasi Mandhi Bosgil pertama berlokasi di Karawaci, Tangerang. Kini sudah memiliki banyak cabang, salah satunya di Condet, Jakarta Timur. Kawasan ini dipilih karena sesuai dengan target pasarnya.

    Nasi Mandhi Bosgil cabang Condet memiliki tempat yang cukup luas 2 lantai. Selain ruangan yang terbuka di area depan, ada juga 3 ruangan VIP, 1 ruangan serbaguna, dan lantai atas khusus untuk area merokok.

    Dapurnya berkonsep ‘open kitchen’. Sehingga proses pembuatan dan kebersihannya dapat terlihat langsung oleh pelanggan. Mereka juga telah menggunakan peralatan memasak yang profesional, jadi tak diragukan lagi kualitasnya.

    Nasi Mandhi Berempah yang Gurih

    Nasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di CondetNasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di Condet Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Jika nasi mandhi biasanya disajikan dengan rasa yang tak begitu gurih, berbeda dengan Nasi Mandhi Bosgil. Untuk rasa telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia yang terkenal menyukai rasa gurih kuat.

    Om Iza, selaku Brand dan Marketing dari Nasi Mandhi Bosgil mengungkapkan kepada detikFood (5/2/2025), bahwa semua bahan yang digunakan berkualitas, bahkan ada yang impor sehingga kelezatannya tetap terjaga.

    “Kita pakai beras basmati asli, kita impor langsung. Untuk rasa juga kita berani di rempah, nasi mandhi kita memang tidak meninggalkan ampas rempah, tapi dijamin rasa rempahnya pekat, dari aroma juga,” ungkap Om Iza.

    “Rasa juga kita sesuaikan dengan lidah Indonesia. Alhamdulillah banyak yang suka,” lanjutnya.

    Cita rasa nasi mandhi dari Bosgil dapat dibaca di halaman selanjutnya…

    Ayam dan Kambing Panggang Empuk Lembut

    Nasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di CondetNasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di Condet Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Nasi mandhi di sini disajikan dengan dua jenis lauk, yaitu ayam panggang dan kambing panggang. Sebelum dipanggang, keduanya direbus dengan teknik presto terlebih dahulu selama 90 menit.

    Setelah itu, barulah dipanggang untuk mengeluarkan aroma smoky-nya. Tak heran jika tekstur daging ayam dan kambing untuk lauk nasi mandhi ini sangat empuk. Bumbu marinasinya juga meresap ke dalam, terasa sedap aromatik.

    Untuk bumbu ayam panggang, terlihat ada taburan oregano dan thyme kering di bagian atas ayam. Ini menambahkan cita rasa yang lebih nikmat.

    Kami memberikan nilai plus pada kambing panggangnya. Potongannya besar, aromanya tidak prengus, empuk lembut sampai mudah dilepaskan dari tulangnya. Rasa gurihnya juga meresap sampai ke dalam.

    Ketika disantap dengan nasi mandhi yang gurih, semuanya terasa begitu pas. Apalagi saat dipadukan dengan sambal ala Indonesia yang pedasnya nagih dan acar mentimun campur nanas yang segar.

    Tersedia Ukuran Personal hingga Loyang Besar

    Nasi mandhi di sini disajikan dalam berbagai porsi. Di antaranya ada porsi personal seharga Rp 50.000 – Rp 132.000 yang berisikan 1 lauk saja, yaitu ayam atau kambing panggang.

    Kemudian, tersedia 3 ukuran loyang dari mini hingga besar. Untuk loyang mini seharga Rp 154.000 – Rp 275.000, berupa nasi mandhi yang dapat dinikmati 3-4 orang dengan 3 lauk, yaitu 2 potong ayam panggang dan 1 potong kambing panggang. Bisa juga lauknya hanya ayam panggang atau kambing panggang saja.

    Untuk loyang sedang seharga Rp 259.000 – Rp 440.000, berupa nasi mandhi yang dapat dinikmati 5-7 orang dengan isian lauk sebanyak 5 potong yang dapat disesuaikan dengan selera. Sedangkan pada loyang besar seharga Rp 495.000 – Rp 902.000, berisikan nasi mandhi dengan 10 macam lauk (bisa dicampur maupun tidak).

    Om Iza menyebutkan bahwa ukuran yang paling favorit adalah loyang mini yang cocok untuk makan tengah. Nasi mandhi loyang besar biasanya menjadi favorit untuk acara, banyak juga perkantoran yang memesannya.

    “Kalau paling favorit yang loyang mini mix, karena bisa buat makan 3-4 orang dan lauknya dapat mencicipi semuanya. Kalau kantoran biasanya ada event pesan yang loyang besar,” ujar Om Iza.

    Menu Lain yang dapat Dinikmati

    Nasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di CondetNasi Mandhi Bosgil, racikan nasi mandhi populer di Condet Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Nasi Mandhi Bosgil juga memiliki beberapa pilihan menu lain, seperti kebab, omelet telur keju, dan teh adeni. Untuk menu pendamping ini kami mencicipi teh adeni.

    Teh adeni adalah teh khas Arab atau Timur Tengah yang terbuat dari campuran rempah dan susu. Terasa creamy dengan sentuhan rempah yang pekat, kapulaga paling terasa di lidah kami. Namun, terasa nikmat dan memberikan sensasi hangat di tubuh.

    “Teh adeni ini patut dicoba sekali. Jadi teh dicampur susu dan rempah, bisa diminum panas atau dingin,” kata Om Iza.

    Ke depannya, Nasi Mandhi Bosgil akan terus melebarkan sayapnya dengan membuka cabang baru di Jabodetabek. Selain itu, mereka dikabarkan akan melakukan ekspansi ke Malaysia dan Brunei Darussalam.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Asrinya Kafe Nuansa Puncak yang ‘Tersembunyi’ di Jakarta Timur


    Jakarta

    Kafe yang suasananya asri dan sejuk ternyata bisa ditemui di kawasan Jakarta Timur. Namanya Rene Cafe yang berlokasi di Pondok Rangon.

    Jakarta Timur tak hanya terkenal dengan kuliner legendarisnya, tapi banyak juga kafe keren dengan beragam konsep. Namun, keberadaan kafe-kafe ini tak begitu banyak diketahui.

    Salah satu yang lokasinya tersembunyi adalah Rene Cafe. Kafe ini berlokasi di pinggiran Jakarta Timur, yaitu kawasan Pondok Rangon.


    Tawarkan Suasana Puncak yang Asri Sejuk

    Rene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana PuncakRene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana Puncak Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Keberadaan Rene Cafe ini memang jauh dari hiruk pikuk. Tempatnya satu kawasan dengan Villa Basofi yang di dalamnya juga terdapat beberapa area lain, seperti barn, ballroom serbaguna, dan lainnya.

    Rene Cafe memiliki area yang cukup luas, terlebih pada area outdoor-nya. Suasananya yang asri membuat banyak pengunjungnya betah berlama-lama.

    Suasana asri dan sejuk ini didukung dengan banyaknya pepohonan rindang yang berada di sekitar area kafe. Kafe ini juga memiliki taman yang begitu luas dengan pemandangan hijau-hijau yang menyejukkan mata.

    Banyak Spot Foto Aesthetic

    Rene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana PuncakRene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana Puncak Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Spot foto aesthetic di Rene Cafe sangat beragam. Salah satu bangunannya yang berwarna putih bertuliskan ‘Rene’ menjadi spot paling favorit.

    Pada bangunan putih tersebut juga tersedia beberapa kursi yang dapat dijadikan area bersantai dan foto aesthetic. Tak hanya spot ini saja, tapi beberapa spot lainnya juga bisa dijadikan area foto menarik.

    Santai Menikmati Es Kopi Susu dan Matcha Affogato

    Rene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana PuncakRene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana Puncak Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Untuk teman bersantai, Rene Cafe memiliki sajian minuman yang nikmat. Di antaranya ada beragam pilihan es kopi susu dan non-kopi.

    Kami mencoba Rene Coffee (Rp 27.500) yang menjadi menu andalannya. Es kopi susu yang disajikan bercita rasa creamy, tapi manisnya tak begitu legit karena tanpa sirup gula aren.

    Kami juga mencicipi Matcha affogato (Rp 27.000), tapi menurut kami rasanya kurang istimewa. Sebab matcha yang digunakan cenderung encer. Kalau lebih pekat, pasti rasanya lebih enak.

    Strawberry milkshake bisa menjadi pilihan jika menyukai rasa yang manis segar dengan sentuhan asam. Berupa jus stroberi yang ditambahkan susu dan dihaluskan menggunakan es batu.

    Lidah Penyet dan Pisang Goreng Pasir yang Mantul

    Rene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana PuncakRene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana Puncak Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Untuk makanan, kami memesan beberapa menu andalan. Hidangan utama berupa lidah penyet (Rp 42.000) memiliki porsi sangat besar. Isinya beberapa iris lidah sapi berbumbu ungkep gurih.

    Lidah penyet ini terasa gurih nikmat dengan bumbu ungkep yang didominasi rasa ketumbar. Sambal untuk menikmati lidah sapi gorengnya juga sedap, terasa pedas dan terasi yang dominan. Nilai plus untuk lidah penyet ini tidak berbau amis, sehingga terasa nikmat.

    Rene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana PuncakRene Cafe, kafe di Jakarta Timur yang punya suasana Puncak Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Camilan favorit kami dari Rene Cafe adalah Pisang Goreng Pasir (Rp 20.000). Pisangnya manis digoreng dengan balutan tepung roti yang memberikan sensasi renyah. Tambahan cokelat dan keju parutnya menambah kenikmatan.

    Sayangnya, kami tak merasakan istimewa untuk sajian tape lumer (Rp 15.000). Sajiannya mirip dengan piscok, hanya saja diganti dengan tape yang dilumatkan. Cokelat yang ditambahkan juga tak lumer seperti namanya.

    Rene Cafe

    Villa Basofi, Jalan Raya Pondok Rangon,
    Cipinang, Jakarta Timur
    Jam operasional: 10.00-21.00 WIB
    No. Telp: 08118805341

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mau Jajan di BKT? Ini 7 Makanan Enak yang Bisa Kamu Coba


    Jakarta

    Kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta Timur populer jadi spot jogging. Di sepanjang kawasan itu juga banyak tempat kulineran yang menarik dicoba.

    Jakarta Timur kini semakin dikenal sebagai destinasi kuliner seru yang harga menunya ramah di kantong. Dari seafood segar hingga jajanan pedas, banyak pilihan yang siap memanjakan lidah.

    Salah satu kawasan favorit adalah BKT yang dipenuhi tempat makan dengan cita rasa khas. Para pengunjung bisa jalan-jalan santai dan mampir untuk kulineran.


    Mulai dari bebek goreng hingga sosis bakar pedas, setiap sudut BKT menawarkan pengalaman makan berbeda. Rasa yang otentik dan harga terjangkau membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi.

    Berikut ini 7 rekomendasi kuliner menarik di kawasan BKT:

    1. Bebek Gantung 10 BKT

    Kuliner enak di kawasan BKT Jakarta TimurBebek Gantung 10 BKT Foto: Google Review/Dianthy San

    Bebek Gantung 10 BKT jadi salah satu spot kuliner yang lagi naik daun berkat olahan bebeknya yang juicy dan aromatik. Menu andalannya bebek panggang dan bebek peking dengan kulit renyah serta daging lembut.

    Harganya masih ramah di kantong, mulai dari Rp 45.000-Rp 70.000 per porsi, tergantung pilihan daging dan ukuran. Cita rasanya gurih, smokey, sedikit manis dari bumbu panggangnya, dan bikin nagih dari gigitan pertama.

    2. Sosis Bakar Nampol

    Sosis Bakar Nampol terkenal dengan sosis bakar jumbo yang empuk dan juicy. Menu andalannya, Sosis Mozzarella Pedas, dijual mulai Rp 15.000 saja dan lumer dengan keju leleh serta bumbu pedas menggigit.

    Rasa pedas manis berpadu sempurna dengan aroma bakaran yang khas. Setiap gigitan memberikan sensasi gurih dan legit, membuat para pengunjung rela antre demi menikmatinya.

    3. Seafood BKT 48

    Warung kaki lima ini menyajikan seafood segar dengan harga murah. Menu andalannya, Kepiting Saus Padang, dibanderol mulai Rp 120.000 per porsi dan terkenal dengan sausnya yang pedas gurih.

    Selain itu, pilihan ikan bakarnya juga beragam. Ada ikan bakal dengan ukuran besar, dagingnya lembut, dan bumbu bakarnya yang royal hingga meresap ke bagian dalam.

    4. Kerang Jahanam BKT

    Resep Kerang Hijau Saus TiramIlusrasi kerang hijau. Foto: iStock

    Tak lengkap jika ke BKT tanpa menikmati kerang hijau. Kamu bisa mampir ke Kerang Jahanam BKT yang terkenal dengan kerang segar yang dimasak super pedas.

    Menu andalannya, Kerang Saus Pedas Gila, yang dijual mulai Rp50.000 per porsi, dengan bumbu pedas nendang dan aroma bakar khas. Rasa pedasnya berpadu gurih alami kerang yang kenyal dan juicy.

    5. Bakwan Malang Pisangan

    Kuliner enak di kawasan BKT Jakarta TimurBakwan Malang Pisangan. Foto: Google Review

    Dengan harga Rp 12.000 kamu bisa mendapat seporsi bakwang Malang yang gurih. Isiannya ada bakso halus, bakwan Malang yang renyah, sayur, dan tahu putih.

    Baksonya lembut dengan rasa daging yang cukup kuat. Kemudian disajikan dengan kuah kaldu bening yang gurih. Enak dimakan pakai sambal dengan sensasi pedas membakar.

    6. Nasi Gandul Pakde

    Nasi Gandul Pakde menyajikan nasi hangat dengan lauk daging sapi berkuah santan pedas. Seporsi Nasi Gandul Komplit, dibanderol Rp25.000 dengan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis.

    Kuah santannya kaya rempah dan dagingnya empuk, membuat setiap suapan terasa lezat. Selain itu, penyajian dagingnya juga terbilang royal dengan potongan yang tebal.

    7. Pecel Berkah Jakarta

    Kuliner enak di kawasan BKT Jakarta TimurPecel Berkah Jakarta Foto: Google Review/Jajan Beken

    Pecel Berkah Jakarta terkenal dengan menu pecel sayur segar dan bumbu kacang khas yang kental. Kamu bisa pesan paket komplet dengan harga Rp 18.000 per porsi.

    Kondimennya lengkap, mulai dari sayur bayam, kangkung, tauge, kol, dan bumbu pecel yang kental dengan cita rasa manis, gurih, dan pedas yang seimbang.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com