Tag: kuliner legendaris

  • 7 Kuliner Lezat di Dekat Stasiun Palmerah Ini Layak Dicoba


    Jakarta

    Di sekitar Stasiun Palmerah, kamu bisa menemukan banyak tempat kulineran menarik. Dari nasi uduk legendaris hingga makanan kekinian ada di sini.

    Stasiun Palmerah terletak strategis di Jakarta Barat, menghubungkan commuter line dari Tanah Abang ke Merak. Karena lokasinya yang ramai, stasiun ini jadi titik transit favorit warga ibukota.

    Di sekitar Palmerah, berderet kuliner enak dari warung tradisional hingga restoran modern. Mulai dari nasi uduk legendaris, bubur ayam gurih, hingga hidangan Barat dan seafood.


    Keramaian stasiun juga membuat harga kuliner di kawasan ini relatif bersahabat. Harga per porsinya kisaran Rp 20.000 hingga Rp 50.000.

    Berikut rekomendasi kuliner enak di dekat stasiun Palmerah:

    1. Rumah Makan Simay

    Kuliner dekat stasiun Palmerah.Rumah Makan Simay menawarkan nasi Padang dengan berbagai lauk. Foto: Instagram/@rm_simay

    Rumah Makan Simay di Palmerah Barat jadi surganya pecinta masakan Padang autentik. Restoran ini sudah eksis sejak tahun 1980-an, jadi kelezatanya tak perlu diragukan lagi.

    Menu andalan Simay antara lain rendang dengan bumbu pekat dan daging sapi empuk yang meleleh di mulut, juga dendeng balado, ayam pop, dan kikil yang teksturnya pas. Harganya kisaran Rp 30.000-an per porsi.

    2. Soto Goreng Bang Ateng

    Soto Goreng Bang Ateng di Pasar Palmerah tampil beda dari warung soto biasa karena proses masaknya yang unik. Daging sapi, kikil, paru dan kentang direbus lebih dulu.

    Kemudian digoreng agar sisi luar renyah tapi bagian dalam tetap empuk. Seporsi Soto Goreng Bang Ateng dijual mulai sekitar Rp 29.000, sudah termasuk nasi.

    3. Waroeng Western

    Kuliner dekat stasiun Palmerah.Waroeng Western. Foto: Instagram/@waroengwestern

    Waroeng Western di Palmerah menjadi pilihan tepat bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati hidangan Barat dengan sentuhan lokal.

    Menu andalan seperti Chicken Katsu, Curry Chicken, dan Dori Mayo disajikan dengan rasa yang menggugah selera, cocok untuk lidah Indonesia. Harganya kisaran Rp 20.000-Rp 50.000.

    4. Nasi Uduk Bang Udin

    Nasi Uduk Bang Udin di Palmerah Barat sudah menjadi legenda kuliner Betawi sejak 1986. Warung tenda sederhana ini menyajikan nasi uduk gurih dengan berbagai lauk khas.

    Harga seporsi nasi uduk lengkap mulai dari 20.000, tergantung kombinasi lauk yang dipilih. Rasa nasi uduk di sini autentik, cocok untuk sarapan atau makan siang.

    5. Bubur Ayam Spesial 77

    Kuliner dekat stasiun Palmerah.Bubur Ayam Spesial 77. Foto: Instagram/@buburayamspecial77

    Berdiri sejak 1977, Bubur Ayam Spesial 77 di Palmerah Utara jadi langganan banyak orang. Harga seporsi mulai dari Rp 28.000 hingga Rp 40.000, tergantung porsi dan tambahan yang dipilih.

    Buburnya disajikan dengan suwiran ayam kampung, cakwe, emping, dan telur mentah. Tekstur buburnya lembut, rasanya

    6. WSM Palmerah (Warung Sambelin Mulutnya)

    WSM Palmerah (Warung Sambelin Mulutnya) menawarkan berbagai pilihan menu lezat dengan harga terjangkau. Menu andalan ada tongseng kambing yang dibanderol Rp 40.000 per porsi.

    Selain itu, tersedia juga menu ayam, lele, dan nila dengan pilihan seperti ayam goreng, lele kremes, dan nila bakar, masing-masing dihargai sekitar Rp 25.000

    7. Nasi Ayam Ori

    Kuliner dekat stasiun Palmerah.Nasi Ayam Ori. Foto: Instagram/Google Review

    Nasi Ayam Ori di Palmerah menyajikan hidangan ayam panggang kekinian. Menu utamanya adalah nasi ayam dengan sayur cuciwis dan sambal bawang, disajikan dalam kemasan praktis.

    Harga seporsi mulai dari Rp 37.500. Rasa ayamnya gurih dan teksturnya juicy. Selain itu, potongan ayamnya tebal, empuk, dan semakin enak dipadukan dengan sambal merah.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari


    Bogor

    Di kota Bogor tepatnya di Jalan Suryakencana ada tempat makan nasi goreng berusia setengah abad. Nasi goreng di sini terkenal dengan topping pete gorengnya.

    Tak sulit untuk mencari kuliner legendaris yang enak dan beragam di Bogor. Di kota ini ada puluhan tempat makan yang uisanya mencapai setengah abad lebih dan masih diminati sampai sekarang.

    Salah satunya ada kedai makan sederhana bernama Nasi Goreng Guan Tjo yang berada di Jalan Suryakencana. Bagi warga Bogor, nama nasi goreng ini sudah tidak asing lagi yang pertama kali berdiri pada tahun 1965 silam.


    Selama lebih dari enam puluh tahun berdiri ternyata ada banyak kisah menarik di balik Nasi Goreng Guan Tjo. Misalnya kisah pemilik generasi pertama yaitu Lo Kan Tjiong yang merupakan pendiri dari Guan Tjo.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Menurut salah satu karyawan Nasi Goreng Guan Tjo bernama Jajat, ia menceritakan bahwa dulunya Lo Kan Tjiong berjualan di pasar tradisional hanya menggunakan gerobak.

    “Kalau pindah ke Jalan Suryakencana memang baru 12 tahun. Tapi kalau mulai jualan sendiri dari tahun 1965, sekarang nasi goreng ini dikelola oleh generasi kedua dari Lo Kan Tjiong,” jelas Jajat.

    Nasi Goreng Guan Tjo uniknya tidak pernah berjualan sendirian, melainkan Lo Kan Tjiong berteman baik dengan Lo Kan Wat yang berdagang bubur kacang ijo serta Pak Oo yang terkenal dengan sate sumsum sapinya.

    Jadi mereka bertiga selalu berjualan beriringan sampai sekarang. Sayangnya saat detikFood sampai ke kedai Nasi Goreng Guan Tjo, bubur kacang ijo maupun sate sumsumnya sedang tutup. Jadi hanya ada nasi gorengnya saja.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    “Kalau untuk ciri khas nasi goreng Guan Tjo yang pasti itu kita pakai topping pete (petai) goreng. Jadi petenya tidak kita tumis bareng nasi dan bumbu, melainkan kita goreng dulu sampai garing baru di atasnya kita taburkan pete. Sehingga rasa dan bumbu nasi gorengnya tidak beraroma pete,” jelas Jajat yang sudah menjadi karyawan sekaligus juru masak di Nasi Goreng Guan Tjo sejak 12 tahun lalu.

    Menu yang ditawarkan memang sederhana hanya dua jenis nasi goreng saja, yaitu Nasi Goreng Ayam Pete (Rp 35.000) atau Nasi Goreng Ayam Sosis (Rp 35.000).

    “Mungkin bisa dibilang ini nasi goreng gaya Chinese yang klasik. Karena isian nasi goreng di sini cuma telur, daging ayam, dengan topping pete atau sosis. Sama mungkin yang membedakan karena di bumbu tumisan nasi goreng kita kasih bubuk ebi kering biar rasanya lebih gurih,” sambung Jajat.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Benar saja rasa nasi goreng petenya sangat garing dan tidak lembek. Rasa gurih dari ebi dan tumisan bumbu yang pas membuat nasi goreng Guan Tjo ini menjadi spesial meski bahan-bahannya sederhana.

    Nasi gorengnya juga tidak berminyak dan rasa petenya juga tidak pahit karena sudah digoreng lebih dulu sampai garing. Lengkap dengan acar timun dan acar rawitnya yang segar dan bisa diambil sepuasnya.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Meski kini bermunculan banyak restoran hingga tempat makan nasi goreng yang lebih modern, namun Nasi Goreng Guan Tjo tetap memegang predikat sebagai nasi goreng legendaris sekaligus salah satu nasi goreng tertua yang ada di Bogor sampai sekarang.

    Bagi yang tertarik mampir untuk mencicipi nasi goreng petenya yang legendaris, setiap harinya kedai nasi goreng ini buka dari jam 11.00 – 20.00. Pembayaran bisa non-tunai dan sudah bisa dipesan di aplikasi ojek online. Oh ya, semua menu di sini halal.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’


    Jakarta

    Di Tangerang ada rumah makan berusia puluhan tahun terkenal dengan menu ayam goreng dan bakarnya. Tak ketinggalan sambal terasinya yang mantap.

    Menu ayam goreng dan ayam bakar memang jadi ‘comfort food’ banyak orang. Di setiap restoran, rumah makan hingga warung tenda banyak menyajikan kedua menu ini.

    Kalau sedang berada di kota Tangerang, wajib untuk mampir ke rumah makan Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur yang ada di JL. MT. Haryono, Tangerang.


    Rumah makan ini sudah berdiri ada tahun 1992 atau , konsisten dengan menu ayam bakar dan ayam gorengnya yang menggunakan ayam kampung enak.

    Berikut beberapa menu andalan yang wajib dicoba di sini.

    1. Rumah Makan Ayam Goreng Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Berlokasi di jalan raya MT. Haryono, tak sulit untuk menemukan rumah makan yang satu ini. Di tepi jalan tampak plang kuning dengan tulisan Ayam Goreng/Bakar ‘BOROBUDUR’. Rumah makan sederhana ini berdiri di bangunan yang mirip seperti rumah lama.

    Area tempat makannya luas dan mampu menampung ratusan pengunjung dalam satu waktu. Menilik sejarahnya, rupanya rumah makan Borobudur ini pertama kali didirikan oleh Aliong di tahun 1992.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Dulu orangtua saya yang mendirikan ini di tahun 1992. Dari awal lokasinya sudah di sini, memang kami sempat pindah ke seberang jalan tapi karena waktu itu bangunan ini sedang direnovasi,” ungkap Manggara Sintong selaku anak dan penerus dari rumah makan Borobudur ke detikFood (24/05).

    Sintong meneruskan usaha ini sejak tahun 2015 silam, meski begitu semua resep dan racikan makanan di sini masih menggunakan pakem resep dari sang ayah.

    2. Hanya Menggunakan Ayam Kampung

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Sintong bercerita bahwa sang ayah merintis restoran ayam goreng ini tanpa ada background di dunia kuliner. Hanya saja sang ayah suka kulineran dan mencicipi makanan di berbagai kota.

    Inspirasi munculnya rumah makan ayam goreng ini tak lepas ketika Aliong kulineran di Glodok dan menemukan tempat makan ayam goreng yang enak. Berbekal dengan keahlian dan pengetahuannya, Aliong akhirnya berhasil menciptakan resep ayam goreng yang enak dan sesuai dengan seleranya.

    “Menu andalan kami tentu saja ayam gorengnya ya. Kami hanya pakai ayam kampung yang masih muda, terus kami ungkep cukup lama agar bumbunya meresap dan teksturnya itu tidak alot. Besar api juga kita kontrol agar tingkat kematangan ayam ini sempurna,” ungkap Sintong.

    3. Ayam Goreng dan Ayam Bakar Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Satu ekor ayam goreng dan ayam bakar harganya Rp 92.000. Bisa dimakan untuk 3-4 orang. Banyak pelanggan di sini yang bilang ketagihan sama kremesan dari ayam goreng kita. Begitu juga dengan bumbu ayam bakar kita yang tidak dominan kecap tapi sedikit kemerahan,” lanjut Sintong.

    Benar saja rasa ayam goreng di sini memang juara. Paduan kremesan yang sudah gurih, ditambah dengan bumbu ungkep kuning rahasia ala Borobudur yang menyerap sampai ke serat daging.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Tak lupa cocolan sambal terasinya yang menjadi ikon di rumah makan ini. Tipe sambal terasi yang sedikit manis, tidak terlalu pedas tapi menyempurnakan rasa umami dari ayam goreng tersebut.

    Begitu juga dengan rasa ayam bakarnya, karena diungkep dalam waktu yang lama jadi daginnya mudah terlepas dari tulangnya. Rasa ayam bakarnya unik karena ada sensasi rasa pedas, manis dan asam layaknya saus BBQ.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Kalau ayam goreng ciri khasnya di kremes, kalau ayam bakar kami memang di bumbu olesannya yang kami racik sendiri. Sambal terasinya pun kami olah dengan resep milik keluarga,” sambung Sintong.

    4. Sayur Asam dan Tahu Tempe yang Enak

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Bukan hanya menjual ayam goreng dan ayam bakar saja, tapi rumah makan Borobudur ini juga terkenal dengan menu sayur asemnya yang bikin nagih.

    Seporsi sayur asem di sini harganya Rp 15.000 bisa disantap untuk dua orang. Untuk isiannya sebenarnya standar, ada labu, jagung hingga kacang tanah. Namun letak spesialnya terdapat pada tambahan asem Jawa yang cukup banyak sehingga warna kuah sedikit keruh dan asam segar.

    “Memang di sini sayur asemnya kita tambahkan asam Jawa yang cukup banyak. Ada pelanggan yang suka, tapi tak sedikit juga yang komplain katanya keaseman. Kembali lagi sebenarnya ke selera masing-masing ya,” tutur Sintong.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Untuk tahu dan tempe pun semuanya diracik dengan bumbu ungkep pilihan. Mereka rupanya sudah langganan dengan pemasok tahu dan tempe selama puluhan tahun untuk menjamin kualitas tahu dan tempe yang disajikan.

    5. Pelanggan dari Mana-mana

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Rumah makan ini karena sudah cukup lama berdiri memang pelanggan dan pembelinya ada dari mana-mana. Kalau untuk nama Borobudur sendiri sebenarnya kami terinspirasi dari candi Borobudur, harapannya semoga rumah makan ini dapat bertahan seperti Borobudur,” tutur Sintong.

    Ketika ditanya gaya makanan di sini, Sintong menuturkan bahwa makanan yang disajikan lebih ke arah masakan Sunda. Jadi jelas rasanya berbeda dengan ayam goreng serta ayam bakar khas Jawa.

    Sementara untuk para pelanggannya kebanyakan yang datang sudah langganan lebih dari sepuluh tahun. Salah satunya Pak Subeng, pria berusia 65 tahun ini sudah berlangganan di rumah makan Borobudur sejak 15 tahun yang lalu.

    “Rumah saya kan di Bintaro, nah saya sering ke sini buat makan siang sendiri. Biasanya saya ke sini sama istri saya, cuma karena istri saya sedang pergi jadi saya makan ke sini sendirian. Untuk menu makanan yang saya suka pastinya ayam goreng ya, tapi kadang pesan juga ayam bakar. Sama yang tak boleh ketinggalan itu sayur asemnya. Sayur asem di sini enak dan beda dari tempat lain,” pungkas Pak Subeng.

    Selain menu di atas, rumah makan ini juga menjual sop buntut, usus goreng, karedok, gurame goreng hingga udang goreng mentega. Semua makanan dan minuman di sini halal.

    Setiap harinya rumah makan ini buka dari jam 08.00 – 21.00. Tidak tersedia di aplikasi online, jadi hanya bisa pesan langsung di tempat.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Sejak Tahun 80-an, Roti Sobek di Bakery Pasar Baru Ini Jadi Favorit


    Jakarta

    Di dalam Pasar Atom Pasar Baru, ada bakery kecil yang menawarkan beragam jenis roti. Disebut-sebut menunya sudah eksis sejak mereka buka tahun 1980-an.

    Pasar Baru tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi sejak dulu kawasan ini juga sudah dikelilingi dengan berbagai macam kuliner menarik.

    Sejumlah kuliner legendaris juga masih bisa ditemui di sini. Salah satunya adalah Bistro Bakery, bakery legendaris yang sudah ada sejak tahun 1980-an.


    Bistro Bakery merupakan bakery kecil legendaris yang lokasinya berada di dalam Pasar Metro Atom Plaza, Pasar Baru. Lokasi tepatnya ada di sekitar Food Court lantai dasar atau GF, bersebelahan dengan kedai Pondok Bakso Loncat.

    Toko rotinya memang kecil, tetapi selalu ramai pengunjung. Ketika kami menyambangi pada hari Rabu (05/06/2024) sekitar pukul 11.30, terlihat gerainya sudah diantre pembeli.

    Kami pun ikut mengatre dan membeli roti spesial yang ditawarkan Bistro Bakery. Bistro Bakery punya pilihan roti paling favorit, berupa roti sobek yang bentuknya bulat.

    Bistro BakeryBistro Bakery merupakan salah satu bakery legendaris di Pasar Baru. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut pegawai di sana, roti ini paling banyak dicari orang. Biasanya juga disebut dengan roti mahkota atau roti matahari karena bentuknya.

    Terdapat beberapa varian rasa roti sobek, tetapi favoritnya adalah roti sobek 5 rasa. Isiannya terdiri dari coklat, keju, vanilla, srikaya, kopi, dan coklat kacang. Satu roti sobek berbentuk bulat ini dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Beruntung ketika kami sampai di Bistro Bakery, stok roti sobek tersebut masih ada. Sebab, tidak lama kemudian stok roti sobek habis dan pelanggan perlu menunggu sampai roti yang baru matang.

    Bistro BakeryBistro Bakery menawarkan beberapa jenis roti tapi favoritnya adalah roti sobek. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bistro Bakery terus membuat roti dari pagi sampai tutup, pukul 19.00 WIB. Namun, tetap stoknya tidak selalu ada. Kalau memang sedang habis, pelanggan perlu menunggu roti selanjutnya.

    Kami mencoba dua jenis roti favorit di sini, yaitu roti sobek 5 rasa dan rasa coklat keju. Keduanya sama-sama dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Tidak seperti roti sobek pada umumnya yang berbentuk loaf panjang, tetapi di sini bentuknya bulat. Saat kami beli, kondisi rotinya masih sedikit hangat. Keduanya juga punya bentuk dan ukuran sama, hanya isiannya berbeda.

    Bistro BakeryBegini tampilan dua jenis roti sobek yang kami pesan di Bistro Bakery. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika dipotek, tekstur rotinya sangat lembut dan sedikit berserat. Adonan rotinya pun sudah punya rasa manis susu yang ringan. Rotinya juga memiliki sentuhan aroma mentega.

    Untuk roti 5 rasa, meski namanya 5 rasa, tetapi mereka datang dengan 8 potongan. Ada beberapa potongan yang punya rasa sama.

    Dimulai dari coklat yang hampir memadati adonan roti. Tekstur coklatnya seperti pasta coklat yang agak kering, dengan rasa manis yang pas.

    Untuk roti cokelat kacang, kacang nya seperti sudah dihancurkan dan menyatu dengan coklat. Rasa kacangnya lebih dominan, dengan sentuhan aroma smokey seperti kacang yang sudah disangrai.

    Jika suka yang manis, kamu akan menyukai varian vanilla. Vanillanya berbentuk vla yang teksturnya cukup pekat. Rasanya manis, dengan aroma essence yang kuat.

    Bistro BakeryBegini tekstur dan isian roti sobek varian coklat kejunya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Varian srikaya tidak boleh dilewatkan karena selai srikayanya punya rasa manis legit yang pas. Untuk varian kopi, rasa kopinya cukup kuat dengan sentuhan pahit yang tercap di lidah. Varian kopi cocok bagi mereka yang tidak begitu suka manis.

    Sedangkan kejunya menurut kami tidak begitu spesial. Diisi dengan parutan keju cukup banyak dan rasanya perpaduan antara manis dari roti dan gurih keju.

    Untuk varian roti sobek keju coklatnya diisi dengan parutan keju dan coklat yang sudah dicampur. Coklatnya lebih mendominasi baik dari tingkat kepadatan maupun rasanya. Namun, tetap terasa sentuhan rasa gurih dari keju. Kalau memang suka rasa keju coklat, bisa membeli varian ini.

    Selain roti sobek, mereka juga punya varian roti kesed isi keju separo, coklat separo, roti satuan yang isi nya ada coklat, kelapa, coklat keju, pisang coklat, pisang keju, dan masih banyak lagi. Harga roti-rotinya dibanderol mulai dari Rp 9.000 an saja.

    Kami cukup puas dengan rasa roti jadul di tempat ini. Sebab, punya adonan lembut dan rasa manis yang pas. Menurut pengalaman kami, meski roti baru dimakan beberapa hari setelah dibeli, teksturnya juga masih sangat lembut dan enak dimakan. Tertarik coba?

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989


    Jakarta

    Di tengah banyaknya kafe dan restoran modern di Tebet, masih ada warung pempek tersembunyi yang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1989.

    Blusukan cari kuliner enak di Tebet bisa dibilang susah-susah gampang. Karena di wilayah Tebet sendiri tak terhitung berapa banyak tempat makan, kafe sampai restoran modern yang terus bermunculan.

    Di antara kuliner modern dan viral di Tebet, masih ada tempat makan yang bisa dibilang ‘hidden gem’ atau tersembunyi. Salah satunya warung sederhana Pempek Palembang Enak milik Bu Emi. Warung pempek ini sudah berdiri sejak tahun 1989 di Jalan Tebet Timur Dalam III.


    Selama lebih dari 35 tahun berjualan, Ibu Emi masih mempertahankan resep hingga cita rasa pempek autentik Palembang yang digemari banyak orang. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Pempek Legendaris di Tebet

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Ibu Emi jualan pempek di Tebet dari 1989 Foto: detikFood

    Kalau membicarakan kuliner legendaris di kawasan Tebet, orang-orang biasanya lebih mengingat warung mie ayam atau bakso yang banyak ditemukan di sana. Ternyata selain bakso dan mie ayam legendaris, Tebet punya warung pempek sederhana yang ada sejak 1989.

    Warung Pempek Palembang Enak ini diapit oleh restoran dan kafe modern di Jalan Tebet Timur Dalam III. Sang pemilik Ibu Emi, merantau ke Jakarta pada tahun 1980-an dari Palembang dan akhirnya memutuskan untuk jualan pempek sendiri di Tebet.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Saya asli orang Palembang, dulu merantau ke Jakarta kerja dulu cari pengalaman. Habis itu saya buka warung pempek ini tahun 1989. Saya dari kecil memang sudah terbiasa buat pempek, diajarin oleh ibu saya, jadi pas besar pun langsung jualan pempek pakai resep keluarga,” ungkap Ibu Emi ke detikFood (05/07).

    2. Menu Pempek Autentik Palembang

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Ibu Emi dibantu dengan dua anaknya membuat enam jenis pempek dari jam empat pagi. Yaitu pempek jenis Kapal Selam, Lenjer Besar, Telor Kecil, Lenjer Kecil, Adaan, Tahu, Kulit, Pistel hingga Pempek Belah.

    “Kalau di sini memang ada beberapa pempek yang jarang ditemukan di penjual pempek di Jakarta. Misalnya seperti pempek tahu, pempek pistel yang isinya pepaya lalu ada pempek belah isinya sambal,” sambung Ibu Emi.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Untuk adonan pempeknya, Ibu Emi selalu memakan perbandingan 1:1 antara ikan tenggiri dan adonan terigu, jadi dari segi rasa semua pempeknya ini tetap terasa ikannya.

    “Pempek buatan saya ini dibuat fresh setiap harinya, tidak pakai pengawet, pemutih atau bahan-bahan lainnya. Kalau disimpan di freezer bisa tahan lebih dari sebulan, banyak pelanggan yang datang buat stok makan di rumah,” pungkas Ibu Emi.

    3. Direkomendasikan Pemkot Jakarta Selatan

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Semua menu pempek buatan Ibu Emi memang tak perlu diragukan lagi. Bahkan warung pempeknya sempat direkomendasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan di Instagram mereka sebagai salah satu kuliner di Jakarta Selatan yang harus dicoba.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Yang paling unik dari pempek di sini tentunya menu Pempek Stick Crispy (Rp 20.000). Ibu Emi berkreasi dengan membuat adonan pempek lenjer yang diiris tipis hingga menyerupai potongan kentang, lalu digoreng sampai garing. Teksturnya mirip seperti kentang goreng yang renyah, bedanya rasanya tetap seperti pempek yang enak.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Begitu juga dengan menu pempek kecilnya seperti Adaan, Kulit hingga Pistel. Tekstur bagian dalam pempek masih empuk dan tidak keras, rasa ikan tenggirinya tak amis sama sekali, lengkap dengan cuko khas Palembang yang dominan rasa pedas dan asam serta sedikit kental.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Kisaran harga pempek kecil di warung ini hanya Rp 7.000 saja dengan ukuran yang cukup besar. Sementar untuk menu pempek besar harganya Rp 20.000 per biji dan bisa disajikan dengan mie kuning, irisan timun serta ebi.

    4. Pempek Enak Bikin Nostalgia

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Karena saya berasal dari Palembang, jadi di warung ini saya tak hanya menjual pempek saja. Tapi saya jual makanan rumahan khas Palembang lainnya misalnya Tekwan, Model, Lenggang dan Rujak Mie Tahu itu harganya Rp 20.000 saja per porsi. Ada juga Es Kacang Merah harga Rp 15.000, itu kacangnya saya presto dulu sampai empuk,” lanjut Ibu Emi.

    Seperti menu Lenggang dan Model, keduanya memiliki ciri khas tersendiri. Untuk lenggang, irisan pempek dan telurnya jadi ciri khas. Sementara untuk Mode, pempek tahu diberi kuah kaldu dengan irisan jamur dan sayur.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Sebenarnya ada laksa Palembang tapi orang Jakrta lebih suka sama kuah yang bening seperti Tekwan dan Model,” pungkas Ibu Emi.

    Pelanggan Ibu Emi datang dari berbagai tempat, salah satunya ada Ibu Tut Wuri Handayani yang akrab disapa Ibu Tutut. Dia dan teman-temannya memang baru jadi pelanggan selama tiga tahun, tapi jika sedang berada di Tebet, ia tak pernah absen makan pempek ini.

    “Yang saya suka dari pempek buatan Ibu Emi ini, rasanya tuh cocok di lidah saya. Semuanya pas, harganya juga masih terjangkau dan pilihan pempeknya banyak. Jadi saya meski rumahnya di Pasar Rebo, tapi bela-belain makan di sini kalau sedang ke wilayah Tebet,” pungkas Ibu Tutut.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Warung Pempek Palembang Enak buka dari jam 08.00 – 17.00. Mulai dari tanggal 20 Juli 2024 nanti, Ibu Emi akan pindah tempat berjualan ke ART Dining yang ada di Tebet Timur Dalam No. 4. Dengan tempat makan yang lebih luas dan modern. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis


    Jakarta

    Berlokasi di kawasan Tebet yang ramai, kedai mie legendaris ini tampil sederhana. Sejak dibuka tahun 1981 terkenal sebagai langganan para artis.

    Selain makan pempek legendaris, Tebet punya banyak tempat makan lainnya yang sudah terkenal sejak dulu. Salah satunya ada Mie Ayam Senjaya yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam II, Jakarta Selatan. Lokasi kedai ini persis di pinggir jalan raya jadi mudah untuk mencarinya.

    Selain itu tempat makan yang sudah ada sejak 1981 ini terkenal dengan racikan mie ayamnya yang enak, sampai porsi makanan jumbo dengan harga terjangkau yang punya kisah unik di baliknya.


    Berikut beberapa menu andalan di Senjaya sekaligus ciri khasnya.

    1. Kedai Mie Ayam Legendaris di Tebet

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Layaknya tempat makan mie ayam lainnya, Mie Ayam Senjaya tampak sederhana dengan bagian depan diisi dengan gerobak mie yang menarik perhatian. Area tempat makannya memang tidak luas tapi pembeli selalu datang silih berganti.

    “Mie Ayam Senjaya ini saya dirikan dari usia saya masih 26 tahun, tepatnya kedai ini berdiri tahun 1981 dan dari awal sudah di sini posisinya,” jelas Senjaya atau akrab dipanggil Koh Senjaya ke detikFood (07/07).

    Sejak kecil keluarganya memang sudah mahir membuat mie dan aneka masakan lainnya. Sampai saat itu salah satu saudara Koh Senjaya, mendirikan tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang berlokasi di Tebet Barat. Tempat makan ini terkenal juga dengan racikan mienya yang sudah ada sejak 1964.

    2. Belajar Buat Mie dari Kecil

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    “Karena saudara saya buka Mie Ayam Gaya Baru, saya ikut bantu-bantu di sana. Dari awalnya cuci piring, bersih-bersih, lalu mulai belajar cara buat mie, cara racik mie di sana. Setelah 14 tahun saya bekerja di sana, akhirnya saya memutuskan untuk buka usaha sendiri dan bertahan sampai sekarang,” ungkap Koh Senjaya yang pertama kali belajar buat mie di usia 10 tahun.

    Koh Senjaya menuturkan bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya, selama puluhan tahun berjualan mie, tak pernah sekalipun dia merasa bosan menjalankan usahanya.

    “Saya sekarang dibantu oleh lima orang pegawai di sini. Yang lain tugasnya itu masak makanan di dapur, kalau saya fokus buat pesanan mie ayam di depan. Semua mie kita buat fresh setiap hari tanpa bahan pengawet dan bisa habis 15 kg mie setiap harinya,” sambung Koh Senjaya.

    3. Makanan dengan Porsi Melimpah

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Berkiblat ke masakan Chinese Food, Mie Ayam Senjaya tak hanya menawarkan varian mie ayam saja. Tapi ada banyak hidangan ala Chinese Food yang disajikan dengan porsi melimpah. Salah satu yang paling terkenal ada Mie Goreng Seafood (Rp 55.000) dan Kwetiau Ayam Goreng (Rp 45.000).

    “Ciri khas makanan yang terkenal di Mie Senjaya memang terletak pada porsinya yang jumbo dan melimpah. Kalau menu makanannya dibungkus atau dibawa pulang, pasti porsinya lebih banyak dibandingkan porsi yang makan di tempat tapi harganya tetap sama,” ungkap Koh Senjaya.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Alasannya ternyata menurut Koh Senjaya, makanan yang dibawa pulang biasanya dimakan bersama keluarga sehingga ia memberikan porsi yang melimpah dan bisa disantap 2-4 orang. Tapi kalau makanan tersebut di makan di tempat, rata-rata pengunjung tak mampu menghabiskannya.

    “Meski porsinya lebih banyak yang dibawa pulang, tapi porsi makanan kalau makan di sini juga banyak. Bisa untuk 1-2 orang. Tak hanya mie goreng atau kwetiaunya saja, tapi semua makanan di sini kalau dibawa pulang memang lebih banyak porsinya,” pungkas Koh Senjaya yang kini sudah berusia hampir 70 tahun.

    4. Mie Ayam Enak Langganan Artis

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Ada banyak artis ternama yang sudah jadi pelanggan Mie Senjaya sejak dulu. Mulai dari Uya Kuya, Cing Abdel, Budi Doremi, Cak Lontong sampai food vlogger ternama Farida Nurhan.

    “Banyak memang pelanggan dari kalangan artis yang makan di sini. Mereka paling suka sama mie ayamnya. Bahkan Cing Abdel pas makan di sini sampai nambah mie ayam dua porsi,” kenang Koh Senjaya.

    5. Rasa Mie Ayam Legendaris

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Rasa dari racikan Mie Ayam Bakso Jamur (Rp 32.000) di Mie Senjaya memang sangat enak. Mie direbus kurang dari tiga menit hingga teksturnya kenyal dan tidak lembek, selain itu Koh Senjaya meraciknya dengan minyak ayam yang diolahnya, lalu tambahan kecap asin, merica, lada dan sedikit penyedap rasa.

    “Bumbu mienya cuma itu saja, tapi memang istimewanya itu di minyak ayam yang digunakan. Karena pakai resep sendiri jadi beda sama mie ayam lainnya,” pungkas Koh Senjaya.

    Rasa mie ayamnya dominan gurih asin seperti mie ayam gaya Chinese yang tidak menggunakan kecap sama sekali. Kuahnya juga ringan dan tak terlalu gurih sehingga pas dimakan dengan mie yang rasa gurihnya cukup kuat.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Begitu juga dengan rasa makanan lainnya seperti mie goreng dan kwetiaw goreng yang dimasak dengan wok dan api besar, menciptakan rasa umami dan smokey harum dari makanan tersebut.

    Bagi yang penasaran ingin mencoba mie ayam legendaris ini, setiap harinya Koh Senjaya berjualan dari jam 11.00 – 21.00. Setiap hari Selasa libur dan pembayaran sudah bisa non-tunai. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun


    Jakarta

    Di Tebet, Jakarta Selatan, memang surganya kuliner enak. Salah satunya tempat makan mie ayam legendaris ini yang sudah berdiri sejak 1964.

    Kalau sedang berada di kawasan Tebet dan bingung mau makan apa, bisa mampir ke tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang lokasinya tak jauh dari Pasar Tebet Barat.

    Dari luar tempat makan ini tampak seperti ruko biasa, namun racikan mie ayam dan semua makanan di sini sudah ada sejak tahun 1964 sampai sekarang.


    Mulai dari mie ayam jamur hingga locupannya yang enak ada di sini.

    Detail Informasi Mie Ayam Gaya Baru
    Nama Tempat Makan Mie Ayam Gaya Baru
    Alamat [JL. Tebet Barat IX No.28, Jakarta Selatan.
    No Telp 021-8300689
    Jam Operasional 08.30 – 20.30 (Minggu Tutup)
    Estimasi Harga Rp 50.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Mie ayam & Chinese food
    Fasilitas
    • Parkiran
    • Pembayaran non-tunai

    1. Mie Ayam Legendaris 60 Tahun

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Mie Ayam Gaya Baru berawal dari usaha keluarga yang kini diteruskan secara bergenerasi. Awalnya tempat makan ini berdiri pada tahun 1964 dan masih bertahan sampai sekarang.

    Layaknya tempat makan dengan konsep Chinese food, semua makanan di sini dibuat dengan resep keluarga yang turun temurun. Menu utamanya memang mie ayam, tapi pilihan menu makanan lainnya sangat variatif.

    Ada locupan, bihun goreng, mie keriting, tahu cah brokoli, fuyunghai, hingga bawal asam manis ala Chinese food dengan harga bersahabat.

    2. Mie Ayam dan Mie Keriting Andalan

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Menu utama Mie Ayam Gaya Baru memang di mie ayam jamur dan mie keritingnya. Untuk menu Mie Bakso Jamur (Rp 40.909), disajikan dalam porsi besar dengan potongan jamur kecap dan ayam rebus dadu yang tak pelit.

    Tekstur mienya mirip seperti mie karet, cukup tebal tapi tetap kenyal. Rasa gurih dari minyak ayamnya ini lah yang membuat mie ayam jadi spesial, tanpa tambahan sambal atau lada, rasa mienya sudah pas. Aromanya mienya harum dari minyak ayam homemade yang digunakan.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Apalagi jika dimakan dengan ayam rebus dan jamur kecapnya, sensasi manis gurihnya terasa. Sementara untuk bakso dan kuah kaldunya yang gurih, cocok jadi pelengkap di setiap suapan.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Sama seperti mie ayam jamur, menu Mie Keriting (Rp 36.000) juga tak kalah juara. Menu legendaris ini disajikan dengan bakso gepeng yang garing. Begitu juga dengan tekstur mie yang lebih kecil tapi tetap gurih dan sedap karena menggunakan racikan minyak ayam dan kecap asin yang sama.

    3. Locupan Goreng Ayam

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Selain mie ayamnya, ada menu yang cukup jarang ditemui di tempat makan mie ayam lainnya. Namanya Locupan, sering juga disebut lao shu fen dalam bahasa China. Locupan merupakan mie pendek berukuran setengah jari, yang bagian tengahnya tebal dan ujungnya lancip.

    Di Mie Ayam Gaya Baru, locupan dibuat secara homemade dengan pilihan locupan kuah atau goreng. Namun kebanyakan pelanggan setia di sini lebih suka Locupan Goreng Ayam (Rp 45.000). Sekilas tampilannya mirip seperti kwetiau goreng, karena ditumis dengan sayuran, bakso dan telur.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Di suapan pertama langsung terasa gurih asin manis dari racikan locupan ini. Disusul dengan tekstur kenyal yang unik, rasanya seperti makan kwetiau tapi versi lebih empuk dari kwetiau. Menu ini menarik untuk dicoba kalau sedang bosan makan mie atau kwetiaw biasa.

    4. Bihun Goreng dan Es Mangga Muda

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Terakhir ada menu Bihun Goreng (Rp 45.000), kalau menu yang satu ini cocoknya memang untuk makan tengah. Karena porsinya yang melimpah dan bisa disantap untuk 2-3 orang.

    Sama seperti locupan, bihun goreng ditumis dengan sayuran, bakso dan telur. Tapi di sini tipenya bihun goreng yang ditumis sampai garing, sehingga ada rasa dan aroma ‘smokey’ dari menu ini.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Puas menyantap mie ayam hingga bihun goreng, wajib minum Es Mangga Muda (Rp 17.000). Minuman jadul dengan isian mangga muda yang enak dan sedikit asam segar.

    Oh ya, semua menu makanan yang ada di Mie Ayam Gaya Baru dijamin halal. Mereka juga melayani pesan antar dan pembayarannya sudah bisa non-tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngemil Onde-onde hingga Tahu Petis Legendaris di Dalam Perumahan


    Jakarta

    Lokasinya tersembunyi di dalam area perumahan, toko onde-onde yang satu ini terkenal menggunakan resep asli dari tahun 1927. Onde-ondenya kerap jadi incaran.

    Mencari kuliner atau tempat makan enak di dalam perumahan memang tidak biasa, seperti mencari tempat makan di jalan raya hingga di dalam mall.

    Namun, jika ditelusuri lebih lanjut ada banyak tempat makan tersembunyi yang lokasinya berada di dalam perumahan dan sudah berjualan selama puluhan tahun lalu lamanya.


    Salah satunya toko snack La Onde HTS Serpong. Lokasinya di dalam perumahan Villa Melati Mas Blok B3/3, di Serpong, Tangerang Selatan.

    Toko ini terkenal menyajikan kudapan seperti onde-onde, tahu petis, bakwan udang dan masih banyak lagi. Berikut beberapa menu yang wajib dicoba di La Onde HTS.

    1. Usaha Rumahan yang Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Kalau mampir ke toko La Onde HTS Serpong, pengunjung tidak akan menemukan papan nama atau tampilan toko layaknya penjual makanan pada umumnya. La Onde HTS Serpong berjualan di area garasi rumah, dengan bagian dalam garasi yang disulap menjadi dapur untuk membuat onde-onde dan menggoreng camilan.

    Sang pemilik, Pak Karto rupnya sudah berjualan onde-onde ini sejak tahun 2003 silam. Dulunya beliau berjualan di pusat perbelanjaan, tapi pada tahun 2019, beliau memutuskan untuk berjualan di rumah saja.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    “Saya pertama kali mendirikan La Onde HTS Serpong itu di tahun 2003, tapi baru berjualan di rumah sejak 2019. Lalu pas COVID, kita full jualan dari rumah sistemnya pesan antar, tak bisa makan di tempat,” jelas Pak Karto kepada detikFood (27/09).

    2. Resep Turun Temurun dari 1927

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Jika menilik sejarahnya, La Onde HTS Serpong ini masih memiliki kaitan dengan Depot HTS yang terkenal di Malang, Jawa Timur. Depot HTS sudah berdiri sejak tahun 1927 dan masih berjaya sampai sekarang.

    “Awalnya itu Depot HTS usaha milik ibu mertua saya di Malang. Memang sudah ada dari tahun 1927 dan sekarang dijalani generasi ketiga. Dari dulu memang terkenalnya itu menu onde-onde dan tahu petisnya,” ungkap Pak Karto.

    Karena banyaknya pengunjung dari Jakarta yang sering memborong onde-onde dan tahu petis dari Depot HTS sebagai oleh-oleh, akhirnya tahun 2003 baru Pak Karto membuka La Onde HTS di Serpong. Ia berharap orang tak perlu jauh-jauh ke Malang jika kangen dengan onde-onde dan tahu petis di Depot HTS.

    3. Onde-onde Legendaris

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semua resep dan bahan baku pembuatan onde-onde masih menggunakan pakem yang sama dari tahun 1927. Karenanya untuk kualitas dan cita rasanya tidak perlu diragukan lagi.

    “Sampai sekarang semuanya saya masih buat sendiri, dibantu oleh beberapa karyawan di sini. Mulai dari pemilihan kacang hijaunya, gulanya itu masih saya sortir sendiri,” sambung Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Setiap harinya Pak Karto bisa menghabiskan sekitar 3 kg kacang hijau untuk isian onde-onde. Kacang hijau ini semuanya direndam dulu selama 24 jam. Jadi kalau sudah habis, sulit untuk menambah stok onde-ondenya lagi.

    Cita rasa onde-ondenya legit dan gurih, paduan dari kacang hijau dihaluskan dengan gula pilihan. Kulit onde-ondenya pun garing sempurna, karena digoreng dalam minyak panas dan api yang dikontrol agar kulit onde tak gampang gosong.

    Ada tiga ukuran onde-onde yang tersedia, yaitu ukuran mini, kecil dan besar semua isiannya sama hanya saja beda di ukuran karena menyesuaikan selera pelanggan. Kisaran harganya dari Rp 1.900 per buah – Rp 8.000 per buah.

    Menu menarik di La Onde HTS ada di halaman berikutnya!

    4. Tahu Petis dan Bakwan Udang La Onde

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Selain onde-ondenya, di sini ada Tahu Petis dan Bakwan Udang yang layak dicoba. Kalau Tahu Petis memang sudah ada sejak dulu, keistimewaannya terletak pada bumbu petis ala Jawa Timur yang kental dengan rasa pedas gurih.

    “Ada beberapa bahan seperti bumbu petis itu memang kita masih terbangkan langsung dari Jawa Timur, untuk menjaga keaslian rasanya. Harga tahu petis per buahnya Rp 5.000, kita pakai tahu pong yang masih segar,” lanjut Pak Karto.

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Semetara untuk menu Bakwan Udang, harganya dari Rp 15.000 isi dua buah. Bakwan ini digoreng dadakan sehingga tekstur bakwan masih renyah dan panas. Menu bakwan ini terbilang baru, karena Pak Karto ingin menjual menu-menu camilan yang mudah dibuat tapi disukai banyak orang.

    5. Pelanggan dari Mancanegara

    La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas.La Onde HTS Serpong di dalam perumahan Villa Melati Mas. Foto: detikFood

    Berjualan lebih dari 21 tahun di kawasan Serpong, membuat nama La Onde HTS ini tak kalah populer dengan gerai camilan lainnya. Tak hanya warga komplek saja yang jadi pelanggan tetap La Onde HTS, tapi banyak pembeli dari luar kota yang memesan onde-onde hingga tahu petis di sini.

    “Banyak pelanggan saya, mereka beli onde-onde dan tahu petis jumlahnya banyak untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke Belanda, Australia hingga Amerika. Mereka panaskan onde-onde dan tahu petis itu pakai air fryer,” sambung Pak Karto.

    Oh ya, semua menu onde-onde hingga tahu petis di sini dibuat secara homemade dan tanpa bahan pengawet. Semua menu ini bisa dipesan via aplikasi ojek online atau pesan langsung via WhatsApp La Onde HTS.

    La Onde HTS Serpong
    Vila Melati Mas Blok B3/3.
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 08.00 – 20.00
    Telp/WA: 0815-5158-681

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Bakso khas Wonogiri ini sudah ada sejak tahun 90-an. Lokasi jualannya tak pernah berubah yaitu di dalam perumahan Villa Melati Mas, Serpong.

    Menelusuri tempat makan enak di area perumahan memang tidak pernah ada habisnya. Kebanyakan tempat makan di area perumahan ini sudah berjualan selama belasan sampai puluhan tahun.

    Seperti Bakso Big Top yang menjadi bakso favorit bagi warga perumahan di Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang Selatan. Kedai bakso ini berlokasi di Ruko Villa Melati Mas, Blok B10. Tempat makannya luas, nyaman dan bersih.


    Menurut salah satu pegawai di sana yaitu Suryo, Bakso Big Top awalnya berjualan menggunakan gerobak sederhana dan keliling area perumahan tersebut. Usaha ini rupanya sudah ada sejak tahun 90-an.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Sang pemilik yang berasal asli dari Wonogiri, mahir membuat bakso urat hingga bakso polos. Meski kini kedai bakso ini dijalankan oleh karyawan-karyawannya, tapi semua komposisi bahan bakso sampai racikannya masih sama seperti yang dulu.

    “Kalau jenis bakso di sini ada tiga. Yaitu bakso kecil, bakso urat, bakso telur sama ada juga tahu bakso. Semuanya buat sendiri, dagingnya juga giling sendiri. Sehari bisa habis 30-45 kg bakso. Kalau hari libur biasanya lebih banyak lagi,” ungkap Suryo ke detikFood (30/09).

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Oh ya, di sini juga menyediakan mie instan sebagai pengganti mie atau bihun. Menu ini diadakan karena dulunya banyak pelanggan Big Top yang memesan bakso tapi menggunakan mie instan.

    Untuk tipe bakso dan kuahnya khas Wonogiri, kuah kaldu sapinya bening tapi tetap gurih. Sementara baksonya kenyal dan garing dengan rasa daging sapi yang kuat di setiap gigitan.

    Kalau suka pedas, wajib tambah sambal cabenya yang masih tergerus kasar mirip sambal goreng, tapi rasa pedasnya cukup menyengat lidah.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    “Bisa pesan pakai tetelan juga itu gratis. Kalau bakso standar, yaitu bakso polos seporsi Rp 21.000. Kalau Bakso komplet harganya Rp 27.000 sudah dapat bakso telur, urat, tahu dan bakso polos. Kalau pakai mie instan jadi Rp 30.000 kalau baksonya komplet,” sambung Suryo.

    Selain bakso, Big Top juga menjual menu mie ayam hingga pangsit kuah dengan kisaran harga Rp 15.000 saja. Harganya yang masih terjangkau dan rasa baksonya yang enak. Karenanya kedai ini kerap diulas oleh food vlogger bahkan mendapat sebutan bakso legendaris di Villa Melati Mas.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Setiap harinya Bakso Big Top buka dari jam 09.00 – 22.00. Menu di sini halal dan pembayarannya sudah bisa menggunakan non-tunai. Semua menu bakso dan mie ayam di sini sudah bisa dipesan lewat aplikasi online.

    Bakso Big Top
    Ruko Villa Melati MAS, Blok B10 No 40,
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 09.00 – 22.00
    Telp: 0812-9355-7370

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mie Ayam Topping Ati Ampela dan Uritan Populer Sejak 1978


    Jakarta

    Tempat makan mie ayam legendaris banyak tersebar di Jakarta. Salah satunya adalah Pangsit H. Batong yang punya racikan mie ayam dengan topping ati ampela melimpah.

    Tempat makan mie ayam enak di Jakarta selalu menarik perhatian. Banyak yang tempatnya tersembunyi, bahkan legendaris. Tak pernah sepi pengunjung karena punya pelanggan tetap.

    Seperti warung mie ayam Pangsit H. Batong di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pangsit H. Batong ini belum lama jadi perbincangan, karena ulasan dari banyak food vlogger. Terutama soal rasa dan topping yang konsisten.


    Legendaris 46 Tahun

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ternyata Pangsit H. Batong ini termasuk legendaris di Jakarta Selatan. Bertemu dengan sang pemilik, Sumardi, ia mengungkapkan jika sudah berjualan mie ayam sejak 1978.

    “Kalau jualan mie ayam sudah lama, dari 1978. Waktu itu saya jualan keliling. Terus sekarang mangkal di sini,” ungkap Sumardi kepada detikFood (8/10).

    Lokasi berjualannya kini ada di Jalan H. Batong I No. 89, Cilandak, Jakarta Selatan. Nama yang digunakan oleh Sumardi ini juga merujuk pada lokasinya.

    Racikan Mie Ayam Khas Jawa yang Manis

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sumardi mengatakan kalau dirinya berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Pastinya, racikan mie ayam yang disajikan oleh Sumardi ini khas Jawa Tengah yang dominan rasanya manis.

    Ayam kecapnya dibumbui pekat. Sumardi tak hanya menggunakan daging ayam saja, tapi juga jeroannya. Kami melihat ada campuran uritan (telur muda) dan ati ampela.

    Uritan dan ati ampela ini juga disajikan melimpah sebagai topping. Ini juga yang membuat racikan mie ayam Sumardi populer dan disukai banyak orang.

    Racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan ini juga sudah ada sejak awal Sumardi berjualan. “Iya, topping ati ampela itu sudah dari dulu. Ternyata banyak yang suka, ya saya lanjutin,” katanya.

    Detail Informasi (Pangsit H. Batong)
    Nama Tempat Makan Pangsit H. Batong
    Alamat Jl. H. Batong I No.89, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan
    No Telp 0813-1409-4639
    Jam Operasional 10.00 – 15.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 24.000 – Rp 26.000
    Tipe Kuliner Mie Ayam
    Fasilitas
    • Tempat duduk terbatas
    • Pembayaran cash atau transfer

    Mie Ayam dan Yamien Topping Jeroan Melimpah

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Saat kami berkunjung, porsinya pas tinggal 2 mangkuk saja. Kami bisa minta racikan mie ayam biasa atau dibuat menjadi yamin. Akhirnya, kami memesan keduanya.

    Seporsi lengkap dibanderol Rp 26.000, isinya ada mie ayam atau yamien dengan topping ayam kecap, ati ampela, uritan, dan bakso. Sayangnya, kami kehabisan topping baksonya.

    Selain itu, Sumardi juga menawarkan tambahan ceker atau tulangan yang dapat dinikmati gratis. Pelengkap ini akan diberikan jika pelanggannya ingin saja.

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Karena kami menyukai ceker, akhirnya 2 potong ceker ayam berbumbu kecap itu diberikan pada kami. Kami juga memesan kuah terpisah, agar racikan bumbu aslinya dapat kami rasakan.

    Untuk mie ayamnya berbumbu gurih dengan sentuhan agak pedas dari lada bubuk. Gurih bumbunya terasa pas dengan tekstur mie yang kenyal mulur menambah kenikmatan. Untuk tekstur mienya juga bisa dipilih sesuai selera, ingin setengah matang atau matang yang agak lembek.

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Saat mencicipi racikan yamien, justru kami lebih berselera. Rasa gurih agak pedas itu jadi lebih seimbang dengan kecap manis. Apalagi ketika ditambahkan sambalnya yang pedas menyengat.

    Topping ati ampela dan uritannya benar-benar melimpah. Setiap suapan kami bisa merasakannya. Untuk ati ampelanya juga tak terasa amis, bumbunya juga sangat meresap. Bagi pencinta ati ampela, racikan mie ayam ini patut dicoba.

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978 Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Untuk pelengkapnya, Sumardi juga telah menyediakan pangsit goreng. Pangsit goreng itu disediakan satu mangkuk, bahkan bisa menambah jika dirasa kurang.

    Pangsit H. Batong

    Jalan H. Batong I No.89,
    Cilandak Barat, Jakarta Selatan
    Jam operasional: 10.00 – 15.00 WIB
    No. Telp: 0813-1409-4639

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com