Tag: kuliner legendaris

  • Adu Rasa 3 Asinan Sayur Betawi Legendaris di Jakarta, Mana Paling Enak?


    Jakarta

    Penjual asinan sayur khas Betawi banyak ditemukan di Jakarta. Namun, ada 3 tempat legendaris yang kerap menjadi favorit sejak dulu karena rasanya. Mana yang terenak?

    Asinan sayur khas Betawi tidak kalah enak dan populer dibanding asinan Bogor. Sejak puluhan tahun lalu, hidangan ini sudah punya banyak penggemar.

    Makanan hasil akulturasi budaya Betawi dan China ini terbuat dari olahan sayur, umumnya terdiri dari selada, kol, tauge, timun segar, dipadukan dengan tahu, dan siraman bumbu kacang yang rasanya gurih manis.


    Kerupuk mie yang renyah menambah tekstur dan kenikmatan dari asinan sayur ini. Rasa yang kompleks dan menyegarkan kerap membuat makanan tradisional ini dijadikan menu pembuka.

    Di Jakarta tersebar sejumlah penjual asinan sayur Betawi. Namun, beberapa penjual kerap menjadi andalan banyak orang sejak dulu sampai saat ini karena keunggulannya.

    Penasaran dengan asinan Betawi legendaris, detikFood mencoba membandingkan dari tiga tempat paling populer. Pertama, Asinan Kamboja H.Mansyur yang terkenal di Rawamangun dan berdiri sejak tahun 1970-an.

    Asinan H.Asymuni sejak tahun 1978 juga sering diantre banyak pelanggan. Lalu ada Asinan Ny.Isye yang punya harmoni rasa spesial dengan isian tak kalah komplet.

    Ketiganya dipesan melalui aplikasi ojek online, dalam porsi standar, tanpa ada tambahan apapun. Lantas, di antara ketiga asinan ini, mana yang paling enak dan sepadan?

    Jenis sayuran yang dipakai

    Battle asinan sayur BetawiAsinan Ny.Isye punya isian sayur yang paling lengkap karena ada tambahan irisan wortelnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Secara umum, asinan sayur Betawi dilengkapi dengan sayur kol, selada, mentimun, tauge, dan tahu putih. Namun, ketiga asinan ini dilengkapi dengan sayur yang berbeda-beda.

    Asinan Ny.Isye memiliki isian sayur yang paling komplet, terdiri dari selada, irisan kol, tauge, dan irisan wortel yang tak ada di dua asinan lainnya. Kemudian ditambah tahu putih, kerupuk, taburan kacang.

    Sedangkan isian asinan H.Mansyur dan H.Asymuni sama-sama dilengkapi selada, irisan kol, tauge, tahu putih, kerupuk, dan kacang tanah saja. Tidak ada pelengkap lain, termasuk wortel.

    Battle asinan sayur BetawiJika dibandingkan, begini isian sayuran asinan dari ketiga tempat tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun komposisi sayurannya berbeda, tetapi ketiga tempat ini menawarkan sayuran yang segar. Misalnya pada tauge yang masih renyah dan tidak bau kecambah sama sekali.

    Untuk komposisi dari setiap bahan, menurut kami ketiganya menyajikannya dengan porsi yang kurang lebih sama. Sayuran yang menjadi komposisi utama disajikan cukup melimpah, tetapi kerupuk, kacang, dan tahunya disajikan dalam porsi lebih sedikit.

    Isian tahu dan jenis kerupuk

    Battle asinan sayur BetawiIsian tahu dan kerupuk dari ketiga tempat itu juga punya rasa dan variasi yang berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketiga asinan ini juga dilengkapi dengan potongan tahu putih. Sekilas, memang tahu putihnya terlihat sama, tetapi ternyata ada sedikit perbedaan pada tekstur dan rasa.

    Soal tahu, asinan H.Mansyur lebih unggul daripada yang lain karena tahunya punya tekstur yang lembut dan rasanya juga tidak asam. Sedangkan, tahu yang disajikan pada asinan Ny.Isye, terutama pada asinan H.Asymuni cukup keras dan rasanya agak asam.

    Perbedaan lainnya juga terdapat pada kerupuk yang disajikan. Asinan H.Mansyur dan H.Asymuni sama-sama menyajikan kerupuk mie berwarna kuning yang rasanya standar, sepertinya terbuat dari campuran tepung-tepungan biasa. Selain itu, kedua asinan ini juga dilengkapi dengan kerupuk merah.

    Sedangkan Asinan Ny.Isye hanya menyajikan kerupuk mie saja yang punya warna lebih gelap. Rasanya seperti terbuat dari singkong, dengan tekstur yang agak lebih keras.

    Perbedaan bumbu kacang dan harga dari ketiga asinan tersebut bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    Kenikmatan berbeda bumbu kacang

    Battle asinan sayur BetawiTerlihat perbedaan yang sangat mendalam pada warna dan tampilan bumbu kacang ketiga asinan sayur ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain isian, kenikmatan asinan sayur Betawi juga tidak lepas dari lumuran saus kacangnya. Ketika kami bandingkan, rupanya ketiga asinan ini punya bumbu kacang yang berbeda, mulai dari warna sampai rasa.

    Asinan H.Mansyur memiliki bumbu kacang dengan warna cokelat agak muda dan tekstur sangat encer. Sedikit berminyak, bisa jadi karena dimasak dulu. Kacangnya juga diblender sampai halus karena tidak ada butiran kacang yang kasar tercap di mulut.

    Soal rasa, menurut kami lebih dominan manis dari gula merahnya daripada gurih. Kami juga tidak mencecap rasa asam sehingga sensasinya seperti menikmati bumbu kacang siomay saja.

    Battle asinan sayur BetawiBegini tampilan asinan sayur dari H,Mansyur yang kuahnya dominan manis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Asinan Ny.Isye punya bumbu kacang dengan warna cokelat yang tidak jauh berbeda dengan H.Mansyur. Namun, agak lebih cokelat gelap dan sedikit oranye. Teksturnya juga sedikit lebih kental. Sama seperti H.Mansyur, kacangnya juga diblender sampai sangat halus.

    Namun, rasanya berbeda. Bumbu kacang Ny.Isye lebih dominan gurih, dengan rasa kacang lebih pekat. Kami tidak bisa memastikan jenis kacang yang dipakai, tetapi seperti ada sentuhan rasa yang mirip seperti kacang mede. Bumbu kacangnya juga sedikit manis.

    Battle asinan sayur BetawiAsinan H.Asymuni punya variasi bumbu kacang yang warnanya paling berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Asinan H.Asymuni punya bumbu kacang paling berbeda. Warnanya dominan ke oranye dan teksturnya juga jauh lebih kental, dengan buliran kacang yang masih agak kasar. Rasa kacangnya tidak begitu dominan, tetapi ada perpaduan rasa antara manis, gurih, dan sentuhan rasa asam kecut yang cukup kuat. Ada pun rasa pedas yang muncul di akhir.

    Menurut kami, asinan H.Asymuni punya rasa bumbu kacang yang paling berbeda, tetapi ketiganya bisa dinikmati sesuai dengan selera masing-masing.

    Harga yang bervariasi

    Battle asinan sayur BetawiKetiga asinan ini dibanderol dengan harga bervariasi, mulai sari rp 18 ribu sampai Rp 30 ribu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketiga asinan Betawi ini dipesan melalui aplikasi ojek online dengan harga berbeda. Tentu ada perbedaan harga antara pesan langsung dengan pesan melalui aplikasi.

    Asinan paling murah datang dari Asinan H.Asymuni yang harga per porsinya dibanderol sekitar Rp 17.799.

    Kami tidak bisa menemukan asinan ini di aplikasi ojek online, sehingga kami pesan melalui aplikasi Shopee, dan dikirim melalui jasa instan. Meskipun pesan lewat Shopee, tetapi asinannya tetap fresh. Penjual tetap akan mengirim pesanan langsung, layaknya pesan makan di ojek online.

    Asinan H.Mansyur pun bisa ditemukan di Jalan Pisangan Baru RT 002, RW05 No.31, Kec. Matraman, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13110.

    Urutan kedua ada Asinan H.Mansyur yang dibanderol dengan harga Rp 20.000. Bisa dipesan melalui ojek online. Lokasinya di Jl. Taman Kamboja No.10 8, RT.8/RW.11, Rawamangun.

    Sedangkan, asinan termahal datang dari Asinan Ny.Isye yang seporsinya Rp 30.500. Asinan ini dikemas sangat rapi dan praktis, dimana semua bahan-bahan asinan dijadikan satu plastik besar. Asinan ini pun dapat ditemui di Jl. Kamboja 3 No.12, RT.5/RW.11, Rawamangun.

    Asinan sayur Betawi paling enak versi detikfood

    Setelah mencicip ketiganya, menurut kami Asinan H.Asymuni paling sesuai selera kami karena kombinasi rasa bumbu kacangnya pas. Terjejak rasa gurih, manis, asam, dan sedikit pedas.

    Untuk Asinan Ny.Isye sebenarnya juga tak kalah nikmat dengan bumbu gurih yang rasa kacangnya terjejak kuat. Disusul oleh Asinan H.Mansyur yang bumbu kacangnya lebih dominan rasa manis. Namun semuanya tentu kembali kepada selera setiap orang. Yuk, jajan asinan sayur Betawi!

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pecel Lele Terlaris di Jakarta Barat Ini Jual 300 Ekor dalam 4 Jam


    Jakarta

    Warung pecel lele ini menjadi salah satu yang paling ramai di Jakarta Barat. Hidangan andalan lele goreng renyah dengan sambal khas bakal ludes dalam waktu 4 jam saja!

    Pecel lele merupakan hidangan asal Lamongan yang sudah tersebar luar ke penjuru Indonesia. Tidak heran jika warung pecel lele juga bisa dengan mudah ditemukan di mana saja.

    Sebagian besar warung pecel lele menawarkan hidangan lele goreng yang bisa dinikmati dengan nasi uduk atau nasi putih, lalapan, dan sambal. Namun, variasi menunya bisa lebih beragam tergantung penjual itu sendiri.


    Selain jenis lauk pauk, beberapa perbedaan warung pecel lele datang dari teknik menggoreng ikan lele dan juga sambalnya.

    Salah satu warung pecel lele di Jakarta yang memiliki keunikan tersendiri adalah Pecel Lele Briyan Jaya. Olahan lelenya yang spesial membuat warung pecel lele ini selalu ramai diantre pelanggan. Bahkan, hanya dalam kurun waktu empat jam, pecel lele mereka sudah habis terjual.

    1. Lele digoreng dua kali hingga renyah

    Warung pecel lele sejak tahun 2005 ini memiliki keunikan tersendiri pada hidangan pecel lelenya. Sajiannya bukan lele goreng biasa yang digoreng satu kali dengan ukuran lele yang cenderung kecil.

    Pecel lele di sini digoreng dengan metode berbeda. Lelenya digoreng dua kali sehingga menciptakan tekstur sangat renyah.

    Pertama digoreng biasa di minyak panas sampai setengah matang. Lalu diangkat, dicelupkan ke adonan basah tepung terigu, lalu digoreng lagi sampai kering, Barulah lele disajikan dengan nasi pilihan (nasi uduk atau nasi putih biasa), lalapan, dan sambal spesial.

    Tidak hanya teknik menggoreng, tetapi ukuran lele gorengnya juga lebih besar dari lele di warung pecel lele tendaan pada umumnya.

    2. 300 ekor lele ludes dalam 4 jam

    Pecel LeleBerikut sejumlah menu yang tersedia di pecel lele ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu paling favorit di sini tentu pecel lele gorengnya. Dikenal punya tekstur yang sangat renyah, bahkan sampai disamakan dengan keripik.

    Keunikan pecel lele goreng ini pun membuat Pecel Lele Briyan Jaya mampu menjual 250 sampai 300 ekor lele per hari.

    Meskipun warungnya kecil dan sangat sederhana, tetapi selalu ramai dipadati pengunjung. Palin ramai sekitar pukul 17.00 sampai 19.00.

    Salah satu pegawai juga mengungkap, mereka biasanya hanya jualan empat jam. Karenanya jika ingin makan pecel lele ini, disarankan datang lebih awal.

    “Ini kalau lagi rame kita jualan dari buka jam 15.00 nanti jam 19.00 juga udah habis,” jelas pegawai pecel lele Briyan Jaya kepada detikFood.

    Kenikmatan pecel lele di warung satu ini bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Lele goreng yang renyah gurih

    Pecel LelePecel Lele gorengnya jadi yang paling favorit, bisa ludes 300 ekor dalam waktu 4 jam. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Lele goreng dibanderol Rp 16.000 per ekor. Bisa dinikmati dengan nasi uduk atau nasi putih yang sama-sama dibanderol Rp 6.000. Seporsi lele gorengnya sudah dilengkapi lalapan dan sambal yang melimpah.

    Dari tampilan, lele goreng ini tampak berbeda. Ada baluran tepung berwarna cokelat di sekitar lele. Ukurannya juga agak besar. Tekstur kulit bagian luarnya memang sangat garing, tetapi bagian dagingnya masih lembut.

    Sebenarnya soal rasa mirip seperti lele goreng pada umumnya, tetapi teksturnya lebih renyah dan bumbunya juga maksimal, sehingga tercap aroma amis tak sedap.

    Ketika dicocol ke sambalnya, ikan lele ini jauh lebih istimewa. Racikan sambalnya memang dasarnya tidak pedas.

    Sambalnya terbuat dari cabai, terasi, kacang mede, dan tomat. Namun, kami tidak merasakan sentuhan terasi dan kacangnya. Lebih dominan manis agak asam dari tomat. Jika kurang pedas, sambalnya bisa minta dibuat lebih pedas.

    Lele goreng ini paling pas dipadukan dengan nasi uduknya. Tekstur nasi uduknya pera, dengan aroma dan rasa gurih yang ringan. Taburan kremesnya juga membuat hidangan pecel lele goreng ini semakin nikmat.

    4. Ayam goreng dan ikan mas renyah

    Selain ikan lele goreng, mereka juga menawarkan menu ayam goreng dan ikan mas. Harganya sama-sama dibanderol Rp 16.000 belum termasuk nasi.

    Baik ayam maupun ikan mas, keduanya juga digoreng dengan teknik yang sama seperti lele. Dibaluri tepung dan digoreng dua kali sampai renyah.

    Ayam gorengnya punya baluran tepung yang sedikit lebih tebal. Digoreng sampai teksturnya benar-benar renyah.

    Pecel LeleSelain lele mereka juga punya hidangan ayam goreng yang tak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tidak ada sentuhan rasa unik atau berbeda pada ayam goreng ini. Rasanya dominan gurih, tetapi berhasil membuat kami ketagihan. Terlebih jika dimakan barengan dengan sambal, kremes, dan nasi uduknya.

    Pecel LeleIkan mas juga menjadi alternatif bisa dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau mau opsi ikan lain, bisa cicip ikan mas goreng. Ukuran ikannya sedang, dengan daging ikan yang agak tebal. Sayangnya, aroma amis tanah dari ikan ini masih terasa kuat.

    Bagi yang kurang suka ikan, hal ini mungkin mengganggu. Namun, bisa disiasati dengan mencocol sambalnya agak banyak.

    5. Sate usus hingga tahu tempe nikmat

    Pecel LeleAneka sate, tahu, dan tempe juga tersedia. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sebagai pelengkap, pelanggan bisa memesan menu pelengkap, seperti tempe, tahu, ati ampela, usus, dan pete. Harganya dibanderol mulai dari 2.000 sampai Rp 8.000.

    Kami mencoba usus, tahu. dan tempe gorengnya. Disajikan dalam satu piring bersama remahan kremes tambahan.

    Ususnya punya tekstur yang tidak terlalu garing, tetapi tidak juga basah. Teksturnya pas antara keduanya. Aroma amis ususnya juga tidak begitu tercium, tetapi ketika dimakan, ada sentuhan rasa pedas rempah yang khas.

    Tahunya juga tidak boleh dilewatkan, karena tidak asam dan semakin nikmat karena dibalur tepung terigu dan kremesan.

    Tertarik mampir? Pecel Lele Briyan Jaya beralamat di Jl. Pejuangan Gg. Melati No.1, RT.1/RW.10, Kebon Jeruk. Buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB – habis.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun


    Jakarta

    Tempat makan ini letaknya tersembunyi di Cikini, Jakarta Pusat. Meskipun sederhana, racikan bakmi ayam kampunya kondang sejak 1970.

    Menelusuri sepanjang jalan Cikini, ada banyak jajanan, restoran sampai tempat makan tersembunyi yang belum banyak orang tahu. Salah satunya Bakmi Tan Ayam Kampung yang lokasinya ‘nyempil’ di Jalan Probolinggo, Gondangdia.

    Tempat makan bakmi ini lokasinya berada di halaman rumah lama yang sederhana. Sang pemilik Ko Petrus, terjun langsung untuk meracik bakmi halal ini yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu.


    Berikut beberapa menu klasik di Bakmi Tan Ayam Kampung:

    Detail Informasi Bakmie Tan Ayam Kampung
    Nama Tempat Makan Bakmie Tan Ayam Kampung
    Alamat Jl. Probolinggo No.4 Pav, RT.1/RW.2, Gondangdia, Jakarta Pusat.
    No Telp 0818-798-989
    Jam Operasional 09.00 – 17.00 (Minggu tutup).
    Estimasi Harga Rp 35.000 – Rp 64.000
    Tipe Kuliner Bakmi
    Fasilitas
    • Cashless
    • Semi outdoor dining

    1. Bakmi ayam kampung diracik pemiliknya

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sebelum pindah ke Cikini, Bakmi Tan pertama kali berjualan di kawasan Pecenongan. Ko Petrus sang pemilik kedai menceritakan bahwa ia mulai jualan di Cikini pada tahun 2010 atau sekitar 15 tahun silam.

    “Saya memang dari kecil hobi masak, keluarga saya juga jago masak jadi bisa dibilang buat bakmi itu sudah keturunan. Ciri khas Bakmi Tan semuanya bahannya tanpa pengawet, saya olah sendiri dan tanpa tambahan MSG serta halal,” ungkap Ko Petrus yang usianya sudah menginjak angka 70.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Meski sudah tak muda lagi, setiap harinya Ko Petrus masih semangat membuat mie hingga melayani pengunjung.

    “Sempat pernah ada karyawan kerja di sini, meski karyawan itu punya latar belakang memasak tapi rupanya racikan bakminya kurang sesuai sama pelanggan. Jadi akhirnya saya turun tangan lagi untuk racik bakminya,” ujar Ko Petrus ramah.

    2. Bakmi dibuat dengan telur bebek

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sempat didatangi food vlogger Nex Carlos, tempat makan ini mulai diketahui banyak orang. Akan tetapi Ko Petrus menyebut bahwa pelanggan setianya masih berdatangan untuk makan di tempatnya.

    “Saya selalu berinovasi, memang resep mie ini pakai resep keluarga. Mie saya buat pakai telur bebek dan tanpa pengawet atau campuran apapun, jadi mie hanya kuat di suhu ruangan selama 1-2 jam untuk menjaga kualitasnya. Begitu juga dengan sayurnya saya pakai sayur siomak bukan sawi, teksturnya lebih renyah meski sudah direbus,” ungkap Ko Petrus.

    Setiap harinya Ko Petrus tidak menghitung berapa jumlah porsi yang terjual. Ia biasanya menghitung dari jumlah ayam kampungnya. Dalam sehari bisa menghabiskan 5-10 ekor ayam kampung.

    3. Cita Rasa Bakmi Ayam Kampung Halal

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Menu utama yang paling banyak dipesan ada Bakmi Bakso Sapi (Rp 64.000) dan Bakmi Swikiaw Shitake (Rp 64.000). Mie diracik tanpa menggunakan minyak ayam melainkan minyak dari campuran kacang tanah dan kacang kedelai tanpa campuran minyak hewani atau bawang putih.

    Disajikan dengan kuah terpisah, tampilan bakmi tampak menggugah selera dengan irisan jamur shitake dan taburan wijen di atasnya. Jenis mienya keriting kecil dengan tekstur mie yang kenyal dan garing. Meski tidak menggunakan MSG, tapi rasanya tetap enak karena mie direbus dengan kaldu ayam kampung yang gurih.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Irisan daging kampung yang direbus cukup royal, tak terlalu berminyak dan daging ayamnya tetap empuk. Tampilan mie ayam ini mirip dengan mie ayam ala Hong Kong yang bersih.

    Topping suikiaw tak kalah menarik perhatian Suikiaw, sejenis pangsit dibuat dadakan ketika ada yang pesan, menggunakan isian daging udang dan ayam yang dicincang halus. Ukurannya cukup besar mirip seperti gyoza, rasanya tidak terlalu asin cocok disantap dengan bakmi dan kaldu ayam.

    Cek menu lainnya di halaman berikutnya!

    4. Menu Bihun dan Otak-otak

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Di Bakmi Tan menu makanannya memang tidak banyak, hanya ada bakmi dan bihun serta camilan seperti otak-otak dan bakso goreng. Alasannya karena Ko Petrus ingin menjaga mutu kualitas makanan yang ia sajikan ke pembeli.

    Seperti menu Bihun Pangsit Swikiaw Shitake (Rp 64.000), berbeda dengan bihun di kedai bakmi Bangka, di sini Ko Petrus menggunakan jenis bihun beras yang lebih tinggi serat. Bihun direndam menggunakan air panas selama kurang dari 2-3 menit agar teksturnya tidak hancur. Rasanya sama enaknya dengan bakmi, porsinya pun mengenyangkan.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Terakhir ada Otak-otak (Rp 35.000) dan Bakso Goreng Ayam (Rp 35.000). Kedua camilan ini dibuat secara homemade oleh Ko Petrus.

    “Otak-otak saya pakai ikan tenggiri segar sebagai bahan utamanya. Begitu juga dengan bakso gorengnya pakai daging ayam. Keduanya tidak menggunakan MSG atau pengawet tapi pakai bumbu sederhana saja,” pungkas Ko Petrus.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Ia sejak dulu memiliki misi untuk menyajikan makanan yang enak dan lebih sehat untuk pelanggannya. Meskipun harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal dari mie ayam umumnya, tetapi setara dengan kualitas dan rasa yang diberikan.

    Bagi yang tertarik ingin mencoba bakmi legendaris ini bisa berkunjung langsung ke Bakmi Tan atau memesannya via aplikasi ojek online.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati Ampela


    Jakarta

    Mie ayam legendaris di Pulo Mas ini sudah ada sejak 1986. Pilihan topping mie ayamnya beragam dengan cita rasa nikmat, tanpa bahan pengawet.

    Di antara deretan gerobak kaki lima kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur, nama Mie Ayam Cak Kandar sudah lama jadi perhatian. Sejak didirikan pada 1986, gerobak sederhana ini konsisten menyajikan mie ayam dengan cita rasa khas dan pilihan topping yang tak biasa.

    Lokasi tepatnya di Jalan Pulo Mas Timur K No.47, tepatnya kawasan perumahan besar. Pemiliknya, Sukandar, yang lebih akrab disapa Cak Kandar merupakan perantau asal Malang, Jawa Timur atau Arema.


    Ia menawarkan racikan mie ala Wonogiri. Pelanggannya datang dari berbagai penjuru, tak hanya karena rasanya tetapi juga karena kualitas mie ayam yang tak pernah berubah selama puluhan tahun.

    Salah satu keistimewaan dari Mie Ayam Cak Kandar terletak pada ragam topping yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari ati ampela, ceker, bakso, telur muda, hingga pangsit goreng dan rebus, tersedia di sini.

    Dengan harga mulai dari Rp 20.000, porsi yang disajikan pun tergolong besar dan mengenyangkan. Berikut kisah menarik perjalanan Cak Kandar menjalankan usaha mie ayam gerobaknya:

    1. Merantau dari Malang ke Jakarta

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaGerobak Mie Ayam Cak Kandar. Foto: detikFood

    Mungkin banyak yang mengira bahwa Mie Ayam Cak Kandar ini menjual mie ayam ala Malang. Akan tetapi gerobak sederhana ini spesialis penyaji mie ayam aneka topping dengan bumbu racikan khas Wonogiri.

    “Sebelum jualan mie ayam, saya itu kerja di bagian ekspedisi. Tapi kemudian setelah itu saya belajar cara buat mie ayam Wonogiri ke sahabat saya yang merupakan asli orang Wonogiri,” ujar Cak Kandar ketika ditemui detikFood di kedainya (03/07/2025).

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati Ampela Sukandar, yang lebih akrab disapa Cak Kandar merupakan perantau asal Malang, Jawa Timur atau Arema. Foto: detikFood

    Dari sana ia mulai berjualan keliling di sekitar Pulo Mas.

    “Tahun 1986, Pulo Mas masih sepi dan belum ada rumah-rumah besar seperti ini. Saya dulu jualannya keliling pakai gerobak depan lapangan tennis, nah karena lapangan tennisnya lagi direnovasi sementara pindah ke sini. Tapi nanti kalau sudah selesai pembangunannya kita akan jualan di area kantinnya,” jelasnya.

    2. Mie Ayam Aneka Topping

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaRacikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati Ampela Foto: detikFood

    Setiap harinya Cak Kandar bisa menghabiskan 15-20 kg mie. Untuk mie di sini memang buatan pabrik yang sudah menjadi langganannya sejak dulu, akan tetapi Cak Kandar tetap memilih mie tanpa pengawet demi menjaga kualitas dan keamanan makanan.

    “Ciri khasnya di sini itu banyak topping. Dari ati ampela, bakso, telur, pangsit sampai ceker semuannya ada. Untuk harga seporsinya itu dari Rp 20.000, mungkin banyak yang pikir harganya mahal, tapi bisa saya jamin kualitas dan rasanya beda dari mie ayam gerobak lainnya,” tuturnya.

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaMie Ayam Yamin Bakso. Foto: detikFood

    Karena usianya yang sudah tak muda lagi, Cak Kandar hanya melayani pengunjung pada jam makan siang saja. Sisanya, ia menyerahkan ke pegawainya yang sudah dilatihnya untuk meracik mie.

    3. Rasa Mie Ayam yang Bikin Nagih

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaMie Ayam Cak Kandar Aneka Topping. Foto: detikFood

    Di Mie Ayam Cak Kandar, jenis mie yang digunakan hanya ada satu yaitu bentuk mie keriting yang teksturnya garing dan tidak lembek. Racikan bumbunya standar ala mie ayam khas Wonogiri, yang memadukan rasa gurih dan sedikit manis.

    Namun yang membedakannya memang terletak pada toppingnya. Pada mie ayam ati ampela contohnya, potongan ati dan ampela ayamnya besar dengan bumbu sedikit berminyak. Rasanya enak dan tidak amis sama sekali.

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaTopping Ati Ampela Foto: detikFood

    Kemudian pada menu mie yamin bakso, Cak Kandar meracik bumbunya agar rasa manis dari kecap seimbang dengan minyak ayamnya. Tak ketinggalan kehadiran sambal pedasnya yang digoreng dan pedas menyengat jadi ciri khas sendiri di sini.

    4. Mie Ayam Legendaris di Pulo Mas

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaMie Ayam khas Wonogiri dengan Sambal Pedas. Foto: detikFood

    Dulu Cak Kandar sempat memiliki beberapa cabang, tapi karena jumlah pembeli yang menurun, akhirnya ia kembali fokus dengan kedai utamanya ini. Meski begitu ia tetap bersyukur karena pelanggannya tetap setia dan bahkan banyak food vlogger ternama seperti Nex Carlos yang pernah mampir untuk mengulas tempatnya.

    Spesial! Racikan Mie Ayam Sejak 1986 Diberi Topping Ati AmpelaMie Ayam Cak Kandar Pelanggannya di mana-mana. Foto: detikFood

    “Selain itu pelanggan kita itu ada dari mana-mana. Banyak yang bawa mie ayam ini ke luar negeri, dari Singapura sampai Inggris. Saya yang buat racikan khusus, dari mienya yang harus divakum, terus bumbunya dikemas khusus jadi nanti tinggal direbus saja seperti mie instan,” sambung Cak Kandar.

    Setiap harinya mie ayam Cak Kandar buka sejak pukul 07.00 sampai jam 14.30. Sudah tersedia di aplikasi makanan online dan pembayarannya pun sudah bisa non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Raos Pisan! Ayam Goreng dan Prasmanan Sunda Sejak 1989


    Jakarta

    Berasal dari Bogor, tempat makan prasmanan ala Sunda ini bertahan sejak tahun 1989. Menu andalannya ayam goreng hingga nasi liwet daun kemangi.

    Restoran Ayam Goreng Fatmawati pertama kali berdiri di Kota Bogor pada tahun 1989 sebagai restoran yang mengangkat masakan khas Nusantara, lebih tepatnya masakan rumahan khas Sunda.

    Di tengah kemunculan banyak kafe dan resto kekinian, restoran ini tetap konsisten mempertahankan cita rasa tradisional Indonesia. Ayam Goreng Fatmawati bahkan telah membuka banyak cabang di berbagai kota, termasuk Jakarta.


    Ciri khas restoran Ayam Goreng Fatmawati terletak pada konsep prasmanan semi self-service, yang memudahkan pelanggan memilih langsung aneka lauk yang telah dimasak setengah matang dan akan digoreng kembali saat dipesan. Hidangannya diolah dengan bumbu rempah asli Indonesia tanpa bahan pengawet. Jadi rasanya tetap otentik dan segar.

    Menu andalan yang paling digemari adalah Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu, tersedia juga sate udang, pepes teri, tempe orek balado, nasi liwet kemangi, serta aneka sambal dan lalapan segar yang bisa diambil sepuasnya. Kisaran harga makanannya pun masih terjangkau, dari Rp 6.000 saja.

    Berikut beberapa makanan favorit di Ayam Goreng Fatmawati:

    Detail Informasi Ayam Goreng Fatmawati
    Nama Tempat Makan Ayam Goreng Fatmawati
    Alamat Jl. DI. Panjaitan No.16 2, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.
    No Telp (021) 8560684
    Jam Operasional 08.00-17.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Masakan Sunda
    Fasilitas
    • Parkir
    • Pembayaran Non Tunai

    1. Restoran Prasmanan Ala Sunda

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Cabang Ayam Goreng Fatmawati di Cipinang, Jakarta Timur menghadirkan nuansa sederhana dan tradisional ala rumah makan Sunda ala tempo dulu. Namun jangan salah, pilihan menunya luar biasa lengkap. Pengunjung akan disambut dengan meja panjang berisi aneka makanan prasmanan yang bisa dipilih sesuai selera.

    Menu andalannya Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu tersedia aneka lauk seperti Ayam Bakar, gepuk, sate udang dan cumi, pepes jamur, tempe orek, teri kacang, sayur asem, hingga nasi liwet kemangi. Untuk nasi liwet disajikan langsung dalam satu kastrol.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaAneka sambal di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta. Foto: detikFood

    Lauk-lauk yang ada di prasmanan disiapkan setengah matang, lalu digoreng ulang saat dipesan, menjamin kehangatan dan kerenyahan saat dimakan.

    Selain itu ada juga area prasmanan isi makanan yang sajikan makanan matang, isinya ada anek sayuran tumis, teri kacang sampai orek balado. Pengunjung juga bisa mengambil aneka sambal dan lalapan segar sepuasnya secara gratis.

    2. Nasi Liwet Kemangi dan Ayam Goreng Kuning

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiNasi Liwet dan lauk Ayam Kuning Favorit di Ayam Goreng Fatmawati. Foto: detikFood

    Salah satu menu makanan yang paling banyak dipesan di sini adalah Ayam Goreng Kuning (Rp 22.000/ per potong). Berbeda dengan restoran ayam goreng lainnya yang kebanyakan menggunakan ayam kampung, kalau di sini pakainya ayam pejantan.

    Tapi rasanya tak kalah gurih dari ayam kampung. Apalagi ayamnya sudah diungkep pakai bumbu kuning khas Ayam Goreng Fatmawati. Ayam digoreng garing ditambahkan serundeng lengkuas yang menambah rasa gurihnya.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak. Foto: detikFood

    Menu ini cocok disantap dengan Nasi Liwet Teri (Rp 41.000). Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak bisa untuk 2-4 orang. Bagian dalam nasi liwetnya penuh dengan teri Medan, irisan cabe rawit dan daun kemangi yang menambah aroma harum. Dijamin rasa ayam kuningnya semakin gurih saat dimakan dengan nasi liwet ala Sunda ini.

    3. Aneka Pepes hingga Gepuk

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Karena ukuran ayam gorengnya yang kecil, kebanyakan pengunjung di sini memilih lauk lebih dari satu. Salah satu yang tak kalah populer dari ayamnya, ada lauk Gepuk Sapi (Rp 22.000), Pepes Teri (Rp 18.000), dan Pepes Jamur (Rp 10.000).

    Untuk menu gepuknya digoreng garing, tapi tekstur daging sapinya tak alot sama sekali. Rasanya pun kombinasi dari rasa manis dan gurih khas gepuk Sunda. Begitu juga dengan menu pepesnya yang dibakar sebentar agar tetap hangat saat dimakan.

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiLauk Gepuk Sapi di Ayam Goreng Fatmawati, Foto: detikFood

    Menu pepes terinya tampil berbeda karena menggunakan teri Medan berukuran kecil dan tambahan parutan kelapa yang diberi bumbu kuning. Jadi rasanya asin dari teri, tapi ada sentuhan rasa manis dari kelapa.

    Terakhir menu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing, diiris kecil dan ditumis dengan sambal dan irisan cabe merah. Rasanya cukup pedas dan bikin nafsu makan bertambah saat disantap dengan nasi liwet.

    4. Gorengan dan Menu Makanan Rumahan

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya menyantap nasi liwet tanpa tambahan gorengan dan makanan pelengkap. Di Ayam Goreng Fatmawati, menu gorengan seperti tahu dan tempe (Rp 4.000) serta Bakwan Jagung (Rp 6.000) jadi menu pelengkap primadona. Semuanya digoreng sampai garing dan rasanya enak.

    Begitu juga dengan menu makanan rumahan yang juga jadi ciri khas dari Ayam Goreng Fatmawati. Ada Orek Tempe (Rp 13.000) dengan bumbu balado manisnya yang medok dan tak pelit bumbu.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Orek Tempe dan Teri Kacang di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Kemudian ada juga lauk Teri Kacang (Rp 25.000), sedikit mahal tapi sebanding dengan kualitasnya yang menggunakan teri Medan. Selain itu semua menu makanan rumahan ini bisa diambil sepuasnya dan sebanyak mungkin jadi terhitungnya tetap murah jika untuk dimakan bersama-sama.

    Selain menu di atas, Ayam Goreng Fatmawati juga punya menu andalan lainnya seperti Sayur Asem, Ayam Bakar, Ikan Goreng, Paru Goreng dan masih banyak lagi dengan kisaran lauk utama dari Rp 20.000.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bihun Goreng Bumbu Kacang yang Pedas Menyengat ala Mak Atun


    Jakarta

    Kawasan Glodok sudah terkenal dengan ragam kuliner legendarisnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah warung makan Bakmi Baskom Mak Atun di Gang Gloria.

    Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat menarik perhatian para penikmat kuliner sejak dulu. Gang ini sebenarnya pasar kecil yang kanan kirinya diisi lapak penjual bahan makanan maupun makanan siap santap.

    Gang Gloria banyak dijadikan destinasi kuliner legendaris karena tempat makan yang ditemui di sana berusia puluhan tahun. Salah satunya Bakmi Baskom Mak Atun yang berlokasi sekitar 100 meter dari gang masuk.


    Detail Informasi (Bakmi Baskom Mak Atun)
    Nama Tempat Makan Bakmi Baskom Mak Atun
    Alamat Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat
    No Telp
    Jam Operasional 10.00-17.30 WIB
    Estimasi Harga Rp 6.000 – Rp 22.000
    Tipe Kuliner Bakmi goreng
    Fasilitas
    • Tersedia area makan
    • Pembayaran tunai dan nontunai

    Jualan Sejak 1995

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakmi Baskom Mak Atun termasuk yang legendaris di kawasan tersebut. Ibu Atun atau akrab disapa Mak Atun sendiri menjelaskan kepada detikFood bahwa mulai berjualan sejak 1995 (16/7/2025).

    “Sebenarnya kalau jualan bakmi baskom ini mulai dari 1995. Tapi kita sempat vakum 5 tahun, jadi kira-kira sudah 20 tahunan lebih lah,” ungkap Atun.

    “Dari dulu udah jualan bakmi goreng ini. Kita namainnya baskom karena berjualannya langsung pakai wadah baskom,” tambahnya.

    Nama baskom itu diambil dari cara penyajiannya ketika berjualan. Bakmi bukan dibuat satu per satu, melainkan sudah dimasak langsung dan tinggal disajikan ketika pembeli memesannya.

    3 Jenis Mie yang Disajikan

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng legendaris di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Mak Atun juga menjelaskan bahwa sejak dulu dirinya telah menjual 3 jenis mie. Di antaranya ada bakmi goreng, bihun goreng, dan kwetiau goreng.

    Menu yang Atun sediakan itu bisa dibeli per porsi ataupun dicampur variannya. Harganya tetap sama, yaitu Rp 22.000 per porsi. Namun, menurut Atun bihun goreng yang paling laris.

    “Sebenarnya selera orang sih lebih suka yang mana, tapi kalau paling laris sih bihun,” tutur Atun.

    “Biasanya juga orang-orang suka memesan porsian campur. Terserah mau campur 2 atau 3 varian, harganya juga tetap sama,” sambungnya.

    Bakmi, bihun, dan kwetiau goreng ini dibumbui sama dengan dasar rasa manis gurih. Pelengkap hidangan ini ada sawi hijau dan potongan bakso ikan.

    Ulasan sambal kacang dan jajanan lain ada di halaman selanjutnya…

    Sambal Kacang yang Pedas Menyengat

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jika sering melihat penjual pecel sayur menawarkan bihun goreng siram sambal kacang, sajian itu juga dapat ditemui di Bakmi Baskom Mak Atun. Sambal kacang tersedia di tempat makan ini.

    Penyajian sambal kacangnya bisa langsung ditambahkan ke atas bakmi goreng yang dipesan atau disajikan terpisah. detikFood mencoba menyiramkan sambal kacang itu ke atas bakmi goreng yang kami pesan.

    Setelah itu, kami mengaduknya sampai tercampur rata. Suapan pertama yang kami rasakan adalah rasa pedas yang begitu menyengat. Pedasnya sambal kacang itu juga disusul sensasi agak asam dan manis.

    Meski pedas, rasa sambal kacangnya ini begitu nikmat. Sambal kacang ini juga membuat cita rasa bakmi atau bihun gorengnya lebih meningkat.

    Bakwan Udang dan Ketan Serundeng Patut Dicoba

    Bakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di GlodokBakmi Baskom Mak Atun, bakmi goreng hingga ketan serundeng yang nikmat di Glodok Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakmi Baskom Mak Atun juga menyediakan camilan lain yang dapat dinikmati bersama bakmi atau bihun goreng. Salah satunya bakwan udang (Rp 15.000) yang renyah gurih dengan potongan udang yang melimpah.

    detikFood juga mencoba combro (Rp 6.000) yang ukurannya cukup besar. Adonan singkongnya padat agak kenyal dengan tekstur luar yang garing, tapi tetap empuk di dalamnya.

    Ketan serundeng (Rp 6.000) juga patut dicoba. Ketannya padat dan legit. Sementara serundengnya ditambahkan gula pasir jadi terasa sensasi agak manis.

    Jadi, kalau sedang mengeksplorasi kuliner legendaris di Gang Gloria Glodok jangan lupa mampir ke Bakmi Baskom Mak Atun. Bisa makan di tempatnya juga lho!

    Bakmi Baskom Mak Atun

    Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat
    Jam operasional: 10.00 – 17.30 WIB

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenikmatan Bakmi dan Bakso Goreng Gurih di Matraman Sejak 1978


    Jakarta

    Ada satu warung bakmi legendaris di Jakarta Timur yang masih belum banyak orang tahu. Namanya Bakmi BBT yang berdiri sejak 1978.

    Terletak di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Warung Bakmi Babah Tong atau BBT sudah menjadi destinasi kuliner legendaris sejak 1978.

    Meski tampak sederhana dan ‘jadul’ dari luar, tempat makan ini menawarkan cita rasa lawas makanan Chinese food yang lezat.


    Nama BBT merupakan singkatan dari Bakmi Babah Tong yang diambil dari nama pemilik warung. Dulunya ia mengelola toko kelontong sebelum mengalihkannya jadi kedai bakmi.

    Dari sana nama Bakmi BBT ini mulai terkenal luas, apalagi menu bakminya yang enak dengan racikan bakmi gaya oriental. Berikut beberapa menu enak yang bisa ditemukan di warung legendaris ini:

    Detail Informasi Bakmi BBT
    Nama Tempat Makan Bakmi BBT
    Alamat Jl. Matraman Raya No.131, Jakarta Timur.
    No Telp (021) 8581490 dan (021) 8583981
    Jam Operasional 06.30 – 17.00
    Estimasi Harga Rp 50.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Chinese Food.
    Fasilitas

    1. Warung Bakmi Legendaris di Matraman

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniAda Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 Ini Foto: detikFood

    Jika biasanya berburu bakmi enak dan legendaris banyaknya di Jakarta Barat, ternyata di Jakarta Timur pun ada di kedai Bakmi BBT. Dari luar tampilan tempat makan ini mirip seperti toko kelontong yang banyak ditemukan era tahun 1970-an, lokasinya persis di pinggir Jalan Matraman Raya.

    Dengan cat berwarna hijau muda, bagian depan digunakan sebagai dapur untuk meracik makanan. Baru setelahnya area makan yang tak terlalu besar, tapi memanjang ke dalam.

    Meski tempat makannya kecil, tapi tetap cukup menampung sekitar 20-50 pengunjung. Ruangan makannya juga bersih dan pelayanannya cepat.

    2. Bakmi Bakso Pangsit yang Nikmat

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniSalah satu menu utama yang paling banyak dipesan, Bakmi Bakso Pangsit (Rp 47.000). Foto: detikFood

    Salah satu menu utama yang paling banyak dipesan, Bakmi Bakso Pangsit (Rp 47.000). Bakso dan pangsit disajikan dengan kuah terpisah. Ukuran mie di sini sedikit tebal mirip mie karet, tapi teksturnya lebih kenyal dan lembut dari mie karet.

    Ciri khas bakmi di sini terletak pada ayam cincang manis yang jadi toppingnya. Potongan daging ayam cincangnya tak terlalu halus, tapi banyak dan padat. Rasanya manis gurih, beda dengan rasa manis dari ayam kecap di mie ayam ala Jawa.

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniPorsinya yang banyak menambah nilai plus dari bakmi legendaris ini. Foto: detikFood

    Porsinya yang banyak menambah nilai plus dari bakmi legendaris ini. Tak ketinggalan rasa bakmi yang gurih asin khas racikan bakmi oriental. Cocok dipadukan bersama bakso sapi dan pangsit rebusnya yang lembut dengan isian adonan ayam padat.


    3. Bihun Bakso ala BBT

    Bakmi BBT: Kenikmatan Bakmi dan Bakso Goreng Gurih di Matraman Sejak 1978Bihun Bakso (Rp 43.000) ala Bakmi BBT. Rebusan bihun jagung dengan tingkat kematangan yang pas jadi juara di sini. Foto: detikFood

    Selain bakmi ayam yang terkenal, di sini juga punya menu enak lainnya yang wajib dicoba. Salah satunya Bihun Bakso (Rp 43.000) ala Bakmi BBT. Rebusan bihun jagung dengan tingkat kematangan yang pas jadi juara di sini.

    Secara bumbu dan komposisi memang sama seperti menu bakminya. Tapi cita rasanya tetap beda, karena tekstur bihun ini lebih ringan dan racikan minyak ayam hingga bumbunya teraduk sempurna jadi bihun rasanya tak hambar.

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniAda Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 Ini Foto: detikFood

    Belum lagi tambahan bakso sapinya yang tak kalah enak. Bakso di sini tipenya bakso polos halus tapi rasa daging sapinya terasa di setiap suapan. Kuah mie ayamnya juga tipe yang tidak terlalu asin dan gurih, jadi rasa bihun tetap seimbang meski dicampur kuahnya.

    4. Bakmi Goreng dan Bakso Goreng

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniAda Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 Ini Foto: detikFood

    Bakmi BBT ini terkenal juga dengan hidangan ala Chinese foodnya. Di sini menjual nasi goreng, kwetiau goreng hingga mie gorengnya yang tak kalah populer. Seporsi Mie Goreng (Rp 47.000) isinya cukup banyak dengan tambahan bakso, telur, bakso ikan, udang dan potongan daging ayam.

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniAda Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 Ini Foto: detikFood

    Rasanya gurih dengan aroma harum dari tumisan wok ala Chinese Food yang bikin lapar. Tak ketinggalan ada menu camilan wajib yang harus dipesan saat makan di sini yaitu Bakso Goreng (Rp 8.000).

    Bakso goreng di sini menggunakan daging udang yang harum, dengan tipe bakso goreng padat dan tak kopong. Dicocol dengan sambal pedasnya yang khas, rasa bakso goreng ini semakin lezat.

    Ada Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 IniAda Bakmi Ayam, Mie Goreng sampai Bakso Goreng Enak di Warung Bakmi Legendaris Sejak 1978 Ini Foto: detikFood

    Selain menu-menu di atas, di Bakmi BBT bisa pesan menu nasi juga seperti nasi dengan lauak empal, ayam, gado-gado sampai sayur asem. Setiap harinya warung bakmi ini sudah buka mulai pukul 06.30 pagi. Jadi cocok buat yang mau sarapan.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Hangat Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di Jaksel


    Jakarta

    Tak lekang oleh waktu, tempat makan yang satu ini sudah eksis menyajikan menu soto Betawi hingga nasi goreng kambing yang enak sejak era 1970-an di Jakarta.

    Sejak pertama kali dirintis pada 1974 oleh H. Asmawi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, geraiSoto Sob H. Asmawi menjadi salah satu ikon kuliner khas Jakarta. Berawal dari hidangan di gerobak kaki lima yang sederhana, racikan soto daging sapi berkuah santan gurih itu kini menjelma sebagai warisan kuliner yang dicintai lintas generasi.

    Kini usaha Soto Sob H. Asmawai diteruskan oleh Ahmad Fauzi, cucu dari H. Asmawi, yang menjadi generasi ketiga. Ia konsisten menjaga cita rasa asli soto Betawi yang masih menggunakan resep asli dari sang kakek.


    Hingga saat ini, Soto Betawi H. Asmawi sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta, salah satu gerai paling populer berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hampir setiap jam makan siang, rumah makan ini selalu ramai oleh para pelanggan yang memesan aneka menu. Mulai dari soto Betawi kuah santan, sop iga kuah bening, nasi goreng kambing sampai sate ayam.

    Berikut beberapa menu enak dan legendaris yang wajib dicoba di Soto Sob H. Asmawi:

    Detail Informasi Soto Sob H. Asmawi
    Nama Tempat Makan Soto Sob H. Asmawi
    Alamat Jl. Komp. Pln Jl. Sigura Gura.
    Duren Tiga, Jakarta Selatan.
    No Telp 0812-4734-4746
    Jam Operasional 10.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Soto Betawi
    Fasilitas
    • Parkiran
    • Pembayaran Non-Tunai

    1. Tempat Makan Soto Betawi Legendaris

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSuasana Soto H. Asmawi Cabang Duren Tiga. Foto: detikFood

    Memang tak sulit mencari soto Betawi yang enak di Jakarta. Rata-rata penjual soto Betawi ternama di Jakarta sudah berjualan selama puluhan tahun lamanya, seperti rumah makan Soto Sob H. Asmawi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

    Meski awalnya berjualan di kawasan Tanah Abang, tapi cabang di Duren Tiga ini yang paling banyak dikunjungi terutama saat jam makan siang. Dengan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung proses meracik soto sampai nasi goreng Kambing yang bikin lapar.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselDengan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung proses meracik soto sampai nasi goreng Kambing. Foto: detikFood

    Menu yang ditawarkan tak hanya soto Betawi, tapijuga nasi goreng, sate kambing, soto paru, soto kaki, sop iga, sampai iga bakar. Kisaran harganya masih terjangkau yaitu mulai dari Rp 32.000.

    2. Soto Betawi Jadi Menu Andalan

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSeporsi Soto Betawi Daging di Soto Sob H. Asmawi. Foto: detikFood

    Tentunya menu utama yang wajib dicoba di sini adalah Soto Betawi. Isiannya bebas bisa campur dengan kikil dan jeroan atau hanya daging sapi saja. Untuk seporsi Soto Betawi Daging harganya Rp 33.000, belum termasuk nasi putih (Rp 7.000).

    Tampilannya sekilas mirip soto Betawi lainnya, tapi yang membedakannya adalah kuahnya menggunakan santan tanpa campuran susu. Teksturnya kuahnya lebih cair tapi tetap gurih karena paduan santan dan rempah serta bumbu yang tak pelit.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselPotongan daging sapinya pun royal dan cukup empuk. Foto: detikFood

    Selain itu potongan daging sapinya pun royal dan cukup empuk. Paling menarik, soto ini disajikan bersama asinan khas Betawi dari irisan kol dan wortel untuk pengganti acar.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselPaling menarik, soto ini disajikan bersama asinan khas Betawi dari irisan kol dan wortel untuk pengganti acar. Foto: detikFood

    Jadi ada sensasi rasa asam segar jika soto Betawi ini disantap dengan asinannya.

    3. Sop Iga Sapi Kuah Bening

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselMenu Sop Iga Sapi. Kuahnya bening, tapi tetap berkaldu. Foto: detikFood

    Bagi yang tak terlalu suka soto dengan kuah santan, di Soto Sob H. Asmawi ada pilihan lainnya yaitu Sop Iga Sapi (Rp 38.000). Kuahnya bening, tapi tetap berkaldu dari rebusan potongan daging iga yang tak kalah melimpah di dalam mangkuk.

    Disajikan dengan wortel, tomat dan emping membuat rasa sop ini semakin enak. Belum lagi potongan daging iganya masih ada sedikit lemaknya sehingga menambah rasa gurih di setiap suapan.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSop ini potongan daging iganya masih ada sedikit lemaknya sehingga menambah rasa gurih di setiap suapan. Foto: detikFood

    Tanpa tambahan sambal atau kecap pun, rasa dari sop iga ini sudah pas dan tidak hambar sama sekali. Cocok bagi penggemar makanan berkuah bening.

    4. Nasi Goreng Kambing dan Sate Ayam

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselNasi Goreng Kambing. Foto: detikFood

    Menu selanjutnya yang banyak dipesan di sini adalah Nasi Goreng Kambing (Rp 30.000). Jika datang pada jam makan siang, pelanggan harus sabar menunggu nasi goreng ini karena dibuatnya dadakan tapi sebanding dengan rasanya.

    Berbeda dengan nasi goreng kambing kebanyakan yang menggunakan minyak samin, kalau di sini mengandalkan bumbu dapur seperti bawang hingga kecap. Rasanya mirip nasi goreng rumahan, lengkap dengan potongan daging kambing yang tidak bau prengus dan pastinya empuk.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di Jaksel Sate Ayam, seporsi isi 10 tusuk. Foto: detikFood

    Terakhir ada menu pelengkap untuk makan soto dan nasi goreng, yaitu Sate Ayam (Rp 28.000). Seporsi isi sepuluh tusuk dengan tipe bumbu kacang gurih yang kental dan tidak terlalu manis. Satenya sekilas mirip sate khas Cilacap karena ukuran daging ayamnya yang besar dan juicy.

    Setiap harinya Soto Sob H. Asmawi cabang Duren Tiga buka mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 21.00 malam. Pembayaran di sini bisa tunai dan non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tahu Campur Pak Subari, Kuliner Legendaris di Fatmawati yang Tak Pernah Sepi


    Jakarta

    Di sepanjang kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, berjejer aneka kuliner kaki lima yang menggoda selera. Namun, ada satu warung makan yang selalu ramai.

    Kulineran di sepanjang Jalan Fatmawati memang tidak pernah ada habisnya. Meski kawasan ini tidak sepopuler kawasan Blok M atau Tebet sebagai spot kuliner, tapi tak sulit mencari makanan enak bahkan legendaris berusia puluhan tahun.

    Salah satunya warung tenda yang dikenal dengan nama Tahu Campur Pak Subari dengan menu makanan rumahan ala Surabaya. Mulai dari tahu campur dengan kikil sapi yang lembut, kemudian tahu tek telur dengan petis yang dibawa langsung dari Gresik sampai menu rawon dan soto ayam yang menggoda.


    Berikut ulasan lengkap tentang warung kaki lima legendaris di Fatmawati yang terkenal dengan menu tahu campurnya:

    1. Warung Tenda khas Surabaya yang Melegenda

    .Warung Tenda khas Surabaya yang Melegend. Foto: detikFood

    Di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, ada kuliner kaki lima legendaris yang namanya sudah begitu melekat bagi para pencinta makanan khas Jawa Timur, yaitu Tahu Campur Pak Subari. Tempat makan ini berlokasi di Jl. Anuraga No. 14 dan kerap disebut juga Tahu Campur Kantor Pos Fatmawati. Karena ketika didirikan oleh Pak Subari tahun 1998, ia menempati kawasan di depan kantor pos.

    .Pak Subari, pemilik warung tenda Tahu Campur Pak Subari. Foto: detikFood

    Beliau merupakan perantau asal Lamongan yang sejak awal memang memboyong hidangan khas Surabaya untuk ditawarkan ke Jakarta. Pada tahun 2016, usahanya pindah ke lokasi yang sekarang dan semakin berkembang pesat.

    “Saya asli orang Lamongan, tapi memang makanan yang saya jual ini kebanyakan khas Surabaya ya. Di sini paling populer tahu campur sama tahu tek telornya,” ujar Pak Subari ke detikFood (12/09/2025).

    2. Jatuh Bangun Merintis Usaha Tahu Campur dari Nol

    .Proses pembuatan bumbu tau tek telur. Foto: detikFood

    Menjadi salah satu kuliner ikonik di kawasan Fatmawati tentu bukan hasil yang instan. Pak Subari mengisahkan saat pertama kali membuka lapak sederhana di depan Kantor Pos Fatmawati, dagangannya tidak langsung laris.

    “Waktu awal-awal buka di depan Kantor Pos Fatmawati, tidak langsung ramai seperti ini. Masih sepi. Jadi jatuh bangunnya mempertahankan usaha ini sampai lima tahun, dari sana mulai banyak pelanggan dan ramai sampai sekarang,” tuturnya.

    Perjuangan panjang itu ia jalani dengan penuh kesabaran, sambil terus konsisten menjaga cita rasa otentik masakan Jawa Timur. Kini warung sederhana miliknya sudah memiliki 6 karyawan tetap, melayani ratusan pelanggan setiap hari, dan bahkan semua menu di sini sudah bisa dipesan via aplikasi ojek online.

    3. Menu Tahu Campur yang Selalu Diburu

    .Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Foto: detikFood

    Dari sekian banyak hidangan yang tersedia, menu tahu campur adalah primadona dan menjadi alasan utama orang rela antre panjang saat jam makan siang maupun malam.

    Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Kuahnya gurih segar dengan tambahan petis udang yang menghadirkan cita rasa Surabaya asli.

    .Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Foto: detikFood

    Tak heran, setiap hari Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Aroma kuah dan petis yang menggoda langsung terasa saat disajikan. Porsinya pun melimpah dengan kerupuk yang boleh ditambah sepuasnya.

    Keistimewaan tahu campur inilah yang membuat pelanggan datang kembali, bahkan seringkali sudah habis lebih cepat dari jam tutup karena banyaknya peminat. Apalagi harganya terjangkau yaitu dari Rp 25.000 saja.

    4. Makanan khas Surabaya ala Pak Subari

    .Makanan khas Surabaya ala Pak Subari. Foto: detikFood

    Selain makan tahu campur, pengunjung juga bisa menemukan ragam kuliner khas Jawa Timur, khususnya makanan Surabaya. Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Menu ini juga paling laris karena rasanya berbeda dengan tahu tek lainnya.

    Rahasia kelezatannya terletak pada petisnya yang dikirim langsung dari kota Gresik, sama seperti yang digunakan sejak awal Pak Subari berdagang.

    .Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Foto: detikFood

    “Dulu bumbu petisnya ini saya bawa dari Surabaya. Tapi beberapa tahun kemudian, ada produsen bumbu petis dari Gresik yang rasa dan kualitas sama. Jadi saya pakai petis Gresik ini sampai sekarang,” kata Pak Subari.

    .Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. . Foto: detikFood

    Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. Harga makanannya pun ramah di kantong, mulai dari Rp15.000 untuk soto ayam hingga Rp35.000 untuk rujak cingur. Tempat makan ini buka setiap hari pukul 08.00-23.00, dan pembayarannya sudah bisa non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Resto Chinese Food Jadul di Jakarta yang Masih Pakai Piring Seng Vintage


    Jakarta

    Tak hanya mempertahankan resep otentik puluhan tahun, restoran Chinese food legendaris ini juga masih pakai piring seng yang ada sejak dulu.

    Bagi kebanyakan orang, makan di restoran legendaris tak hanya sekedar untuk menikmati makanannya saja, tapi juga jadi ruang nostalgia hingga untuk mengenang momen manis di masa lalu.

    Di Jakarta, ada banyak restoran legendaris yang sudah berusia puluhan tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Kebanyakan merupakan restoran Chinese food yang eksis tahun 1960-an.


    Tak heran kebanyakan tempat makan ini masih mempertahankan suasana jadul sampai peralatan makan yang sudah jarang dipakai di restoran modern. Salah satunya piring saji berbahan stainless steel atau dulu lebih akrab disebut piring seng.

    Piring seng justru menambah kesan vintage yang bikin pengunjung nostalgia. Berikut lima restoran Chinese food legendaris di Jakarta yang masih menggunakan piring seng untuk makanannya.

    1. Restoran Trio

    Restoran TrioRestoran Trio Foto: dok. detikFood

    Bagi kamu yang melintas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pasti mudah menemukan Restoran Trio. Tempat makan legendaris ini berdiri di tepi jalan dengan bangunan sederhana berwarna hijau dan putih yang khas.

    Berdiri sejak1947, restoran ini dikenal dengan sajian khas masakan ala Kanton yang autentik dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya hingga kini. Beberapa menu andalannya antara lain lumpia udang, mie goreng oriental, ayam lada hitam, fuyunghai, serta sup asparagus, semuanya dimasak dengan resep warisan turun-temurun.

    Ciri khasnya juga terletak pada penggunaan piring seng yang sudah berusia puluhan tahun. Rasa makanannya pun terkenal lezat.

    Tak heran jika pelanggan yang datang berasal dari beragam kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pejabat. Konon, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pun termasuk pelanggan setianya. Harga makanannya berkisar Rp 100.000 ke atas, sepadan dengan porsi besar dan rasa yang memuaskan.

    2. Restoran Paramount

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

    Tak jauh dari Restoran Trio, ada lagi tempat makan legendaris di kawasan Menteng bernama Restoran Paramount. Restoran ini menempati bangunan yang cukup luas dengan nuansa klasik yang masih dipertahankan sejak dulu.

    Berdiri sejak 1970, Paramount dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner yang menyajikan masakan Chinese food autentik dan tetap ramai dikunjungi hingga kini.

    Dengan ruang makan yang lapang, restoran ini sering digunakan untuk acara keluarga maupun pesta kecil. Beberapa menu yang paling diminati antara lain sup jagung telur puyuh, lumpia Paramount ayam, udang kuluyuk, hingga bistik saus tomat. Setiap hidangan diolah dengan cita rasa khas oriental yang kaya bumbu.

    Tentunya piring saji yang digunakan masih menggunakan piring seng, meskipun untuk piring makan sudah menggunakan piring keramik. Harga makanannya berkisar mulai dari Rp 90.000, sebanding dengan porsinya yang melimpah.

    3. Rendezvous

    Tak Tergerus Zaman, Restoran Legendaris 'Rendezvous' Eksis Sejak 1973Tak Tergerus Zaman, Restoran Legendaris ‘Rendezvous’ Eksis Sejak 1973 Foto: detikFood

    Satu lagi restoran Chinese food legendaris di kawasan Jakarta Pusat adalah Rendezvousyang berlokasi di Jalan Johar No. 2B-C, Kebon Sirih. Berdiri sejak 1973, tempat makan ini sudah melayani pelanggan selama lebih dari setengah abad dan tetap mempertahankan pesonanya hingga kini.

    Suasana klasik di dalamnya memberi nuansa nostalgia, seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu, tapi tetap nyaman untuk bersantap bersama keluarga. Hidangan andalan Rendezvous adalah bistik yang terkenal karena cita rasanya yang kaya dan lembut.

    Selain itu, semua piring saji di sini masih menggunakan piring seng yang vintage. Jangan lupa pesan menu andalannya seperti lumpia udang goreng, nasi goreng kepiting, capcay, bakmi goreng, hingga siomay Bandung juga menjadi favorit pengunjung. Dengan harga mulai sekitar Rp 100.000 per porsi, kelezatan yang disajikan terasa sepadan dengan kualitasnya.

    4. RM Otista Jaya

    .RM Otista Jaya. Foto: Site Culinary/Visual

    Bagi pencinta kuliner Chinese food, RM Otista Jaya di kawasan Jatinegara, JakartaTimur bisa jadi pilihan tepat. Rumah makan legendaris yang berdiri sejak 1976 ini terkenal dengan sajian Chinese food autentik dengan harga ramah di kantong.

    Restorannya luas dan nyaman menghadirkan nuansa klasik lewat penggunaan piring seng sebagai wadah saji. Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari mie, bihun, kwetiau, bakso, pangsit, ayam, sapi, ikan, lindung, hingga kodok, yang dimasak dengan berbagai saus seperti rica-rica, mentega, tauco, dan nanking.

    Salah satu menu andalannya Mie Cap Ayam Kungfu, terkenal dengan mie lembut, ayam gurih, dan tingkat kepedasan yang bisa dipilih. Semua kelezatan ini bisa dinikmati dengan harga mulai Rp 45.000 per porsi.

    5. Fajar Restaurant (Google Photos: Andy Hendrawan)

    .Fajar Restaurant. Foto: (Google Photos: Andy Hendrawan)

    Fajar Restaurant di kawasan Kembangan dikenal sebagai salah satu restoran Chinese food legendaris di Jakarta Barat. Berdiri sejak 1958, tempat makan ini mempertahankan suasana klasik dengan konsep sederhana dan penggunaan piring seng lawas yang khas.

    Mengusung konsep restoran keluarga, setiap hidangan di sini disajikan dalam porsi besar sehingga cocok untuk disantap bersama. Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari olahan ikan, ayam, sapi, kodok, kepiting, tahu, hingga aneka sup. Salah satu menu favorit pelanggan adalah lumpia goreng yang renyah dan lezat, serta fuyunghai kepiting yang gurih dan kaya rasa.

    Semua hidangan di restoran ini dibanderol dengan harga mulai sekitar Rp 90.000 per porsi, sebanding dengan cita rasanya yang memanjakan lidah.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com