Tag: kuliner legendaris

  • Legendaris dan Kekinian! Martabak Mini & Jus Buah Enak Wajib Coba di Pasar Puri


    Jakarta

    Pasar Puri punya kuliner unik yang siap memanjakan lidah, mulai dari Martabak Mini legendaris sejak 1998 hingga jus buah segar yang kekinian.

    Pasar Puri menyimpan beragam kuliner menarik untuk sarapan dan cemilan. Dari jajanan legendaris hingga minuman segar, semuanya bisa ditemui di satu tempat.

    Tak hanya makanan berat saja, di Pasar Puri Indah juga terdapat pilihan makanan ringan. Untuk camilannya ada martabak mini yang legendaris, karena sudah berdiri sejak 1998.


    Selain itu, ada juga pilihan minuman jus kekinian yang menyegarkan. Masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri yang menjadikan keduanya sebagai jajanan favorit.

    1. Martabak Mini Valencia

    Martabak Mini Valencia di Pasar Puri Indah.Martabak Mini Valencia di Pasar Puri Indah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Martabak manis dikenal sebagai jajanan tradisional khas Bangka. Umumnya martabak dibuat berukuran diameter 20-28 cm. Namun berbeda dengan kios ini yang ukurannya lebih mini.

    Martabak mini di Pasar Puri Indah ini digagas oleh Valencia, yang sudah menjual martabak sejak tahun 1998. Ia memulai dari martabak besar, lalu berinovasi membuat versi mini.

    “Ini kita dari ide sendiri sih ya. Jadi kita olah sendiri, coba bikin yang kecil,” ujar Valencia saat ditemui detikcom (25/9) di kiosnya di area depan pasar.

    Martabak mini tersedia dalam beberapa varian rasa, seperti coklat kacang, coklat keju, dan keju susu. Varian yang paling diminati pelanggan adalah coklat kacang dan coklat keju.

    Martabak Mini Valencia di Pasar Puri Indah.Martabak Mini Valencia yang manis. Foto: detikcom/Riska Fitria

    “Kalau untuk pagi hari di pasar itu yang berminat lebih banyak martabak yang mini, jadi saya fokus sama martabak mini aja sampai sekarang,” tambah Valencia.

    Harga martabak mini berkisar Rp 35.000 per lima potong, dan pelanggan bisa memilih mix rasa. Kios buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 06.00-14.00.

    Selain martabak, gerai ini juga menyediakan camilan seperti kacang-kacangan, sukun goreng, singkong goreng, kerupuk ikan, hingga kerupuk Nyonya Syok.

    Tak kalah menarik, di sini juga ada pilihan martabak kering. Kreasi tersebut dibuat dari adonan martabak basah yang tersisa, sehingga lebih awet. Harganya sama Rp 35.000 per 5 buah.

    2. Pilihan jus buah yang segar dan kekinian

    Jus For You di Pasar Puri Indah.Jus For You di Pasar Puri Indah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain martabak, ada juga Jus For You, gerai dengan berbagai pilihan jus buah dan minuman sehat. Layla, karyawan gerai, menjelaskan menu best seller mereka adalah mixed berry dan durian.

    “Best seller biasanya durian sama mixed berry,” ujar Layla.

    Mixed beri merupakan campuran strawberry dan blueberry. Kombinasi keduanya menawarkan rasa asam segar. Jus durian menjadi favorit karena rasa khas dan tekstur kentalnya.

    Jus For You di Pasar Puri Indah.Jus For You di Pasar Puri Indah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Harga jus dimulai dari Rp 12.000 untuk varian seperti markisa, strawberry, dan sirsak, hingga Rp 20.000 untuk jus durian. Menariknya, jus di sini dibuat dari buah frozen atau yang dibekukan.

    Dengan begitu menghasilkan jus buah yang teksturnya agak kental, dinginnya tahan lama, dan sensasinya seperti menikmati smoothie, karena hanya ditambah sedikit air.

    Gerai Jus For You memiliki beberapa cabang, antara lain Permata Buana, Meruya, dan Taman Semanan Indah. Gerai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-15.00.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rumah Makan Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Nikmat


    Jakarta

    RM Pondok Djaja disebut sebagai rumah makan (RM) Padang tertua di Jakarta. Berdiri sejak 1969, tempat makan ini punya keistimewaan dari sisi menu.

    Di kawasan Gambir, tepatnya di Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat,ada rumah makan keluarga legendaris yang masih mempertahankan menu aslinya sejak 1969.

    Dengan papan nama restoran menggunakan ejaan zaman dulu, RM Pondok Djaja kini menjadi salah satu rumah makan Padang tertua di Jakarta. Berbeda dengan rumah makan Padang pada umumnya, Pondok Djaja memiliki menu atau masakan yang menggabungkan antara kuliner Minang dan China.


    Pak Djunaidi, generasi kedua dari pemilik RM Pondok Djaja, menuturkan kedua orang tuanya adalah sosok yang membuka RM Pondok Djaja pada 1969.

    “Pondok Djaja ini dulu didirikan oleh kedua orangtua saya, saat itu umur saya masih 4-5 tahun ya. Pertama kali lokasinya itu di Jalan Krekor Bunder, Pasar Baru. Terus kami sempat pindah ke Jl. Hayam Wuruk, tak jauh dari sini. Kemudian kurang lebih sekitar 12 tahun lalu kami pindah ke lokasi ketiga di sini,” ungkap Pak Djunaidi ke detikFood (9/10/2024).

    Ada Tahu Tauco dan Ayam Goreng Kampung Enak di RM Padang Tertua di JakartaAda Tahu Tauco dan Ayam Goreng Kampung Enak di RM Padang Tertua di Jakarta Foto: detikFood

    Menu makanan di Pondok Djaja menggabungkan kuliner peranakan Minang dan China.

    “Saya dan keluarga memang keturunan (Tionghoa/ China). Tapi orangtua dan kami itu lahir serta besar di Padang, dulu ibu saya sering masak dan mulai membuat masakan yang bisa dibilang Minang dengan sentuhan kuliner China,” lanjut Pak Djunaidi yang merupakan, anak bungsu dari 4 bersaudara.

    Menu Legendaris di Pondok Djaja

    “Kalau menu makanannya itu variatif, setiap harinya kita menyajikan kurang lebih sekitar 30 jenis masakan. Itu semua pakai resep keluarga turun temurun sampai sekarang. Saya dan kakak-kakak saya juga belajar masak itu otodidak, karena dari kecil sudah bantu kedua orangtua untuk masak dan menyiapkan makanan di Pondok Djaja,” kata Pak Djunaidi.

    Salah satu menu yang menjadi ikon di Pondok Djaja ada ayam goreng kampungnya yang garing. Kemudian ada Ikan Tauco dan Tahu Tauco yang memakai gagrak Minang China. Tak ketinggalan Rendang hingga Ayam Gulai, Gulai Otak, Dendeng,dan masih banyak lagi.

    Cita Rasa Ayam Goreng Legendaris

    Di Pondok Djaja, menu yang paling cepat habis adalah ayam goreng. Menggunakan ayam kampung dan racikan bumbu spesial khas Pondok Djaja, menu ini bikin nagih.

    “Di Pondok Djaja itu memang yang paling populer ayam gorengnya. Kita pakai ayam kampung, potongannya kecil tapi dagingnya itu gurih sekali. Kalau dari segi bumbu atau metode pembuatan, saya rasa tidak ada bedanya dengan ayam goreng lain,” sambung Pak Djunaidi.

    Harga ayam goreng kampung di sini Rp 28.000 per potong. Ayam digoreng dadakan ketika ada yang pesan. Berbeda dengan ayam goreng kampung gaya Jawa yang sedikit basah, kalau ayam goreng ini bagian luarnya garing dan sama sekali tidak berminyak.

    Tekstur daging ayamnya tetap empuk dan tak alot. Cita rasa gurih dan sedap dari ayam goreng ini mengingatkan dengan rasa ayam goreng ala Kanton, yang gurih asin.

    “Karena ukuran ayamnya yang tak besar, pelanggan di sini sekali makan bisa sampai 10 potong. Ada juga yang pesan sampai puluhan potong untuk dibawa pulang,” lanjut Pak Djunaidi.

    Rendang hingga Tahu Tauco yang Nikmat

    Ada Tahu Tauco dan Ayam Goreng Kampung Enak di RM Padang Tertua di JakartaAda Tahu Tauco dan Ayam Goreng Kampung Enak di RM Padang Tertua di Jakarta Foto: detikFood

    Selain ayam goreng, Pondok Djaja terkenal dengan menu lainnya seperti Rendang (Rp 30.000) dan Tahu Tauco (Rp 10.000). Untuk rendangnya, warnanya lebih hitam pekat karena menggunakan gagrak rendang darek.

    “Kalau kebanyakan rendang di RM Padang lainnya kemungkinan masih kalio ya bentuknya. Tapi kalau di sini itu kita masak dan proses sampai benar-benar hitam. Tekstur dagingnya itu lembut sekali, jadi dipotong pakai sendok pun langsung lepas,” tutur Pak Djunaidi.

    Sementara menu Tahu Tauco menandakan pertemuan kuliner Minang dan China. Tauco merupakan bahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai dan sering diolah jadi masakan China peranakan.

    “Menu seperti Tahu Tauco dan Ikan Tauco ini yang membedakan Pondok Djaja dengan RM Padang lainnya. Banyak pelanggan yang datang ke sini dari mereka masih kecil, kemudian mereka sudah besar, sudah bawa anak sendiri masih makan di sini. Jadi memang ini rumah makan yang sering dikunjungi keluarga,” pungkas Pak Djunaidi.

    Setiap harinya Pondok Djaja buka sejak pukul 11.00 – 16.00. Namun kalau mau cicip menu ayam gorengnya, disarankan datang sebelum pukul 13.00 agar tidak kehabisan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngiler! Ini 5 Spot Kuliner Bandung yang Sering Didatangi Artis & Pejabat


    Jakarta

    Kuliner di Bandung memang selalu menarik perhatian. Beberapa tempat bahkan sudah dikenal sebagai favoritnya artis hingga pejabat untuk makan. Berikut daftarnya!

    Sejak lama Bandung dikenal sebagai surga kuliner. Kuliner yang bisa ditemukan di Bandung pun beragam, mulai dari makanan atau jajanan tradisional Sunda hingga kafe kekinian. Tak heran kalau ke Bandung banyak warga lokal langsung tertuju untuk berburu kulinernya.

    Bahkan beberapa tempat makan disebut-sebut menjadi favoritnya para artis hingga pejabat karena rasa menunya yang menggugah selera. Mulai dari warung makan ayam goreng, bakso, hingga lontong kari.


    Berikut daftar 5 kuliner Bandung yang jadi favoritnya pada artis hingga pejabat!

    1. Rumah Makan Wangi Seruni

    Kuliner bandung favorit artis dan pejabatRumah makan ini terkenal dengan hidangan ayam goreng kremesnya yang berempah. Foto: Instagram @rm.wangiseruni

    Rumah Makan Wangi Seruni dikenal sebagai salah satu spot kuliner yang lagi viral di Bandung. Tempat makan ini pun sudah beberapa kali didatangi para artis, mulai dari Ariel Noah, Melki Bajaj, hingga Raffi Ahmad.

    Mereka spesial menawarkan ayam goreng berbumbu rempah yang meresap sampai ke dalam daging. Ada taburan kremesan rempah krispi yang memberi sentuhan unik. Selain ayam goreng, sop seruni, tumis bunga bawang, hingga perkedel bisa dipesan sebagai pelengkap.

    Harga menu makanan dan minumannya dibanderol mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 55.000 saja.

    Mereka punya dua cabang di Bandung yaitu di Jl. Cimanuk No.42 Bandung dan Jl. Cisangkuy No.20 Bandung. Buka setiap hari pukul 09.00-22.00 WIB.

    2. Bakso Tjap Haji

    Gurih Mantap! Bakso Spesial dengan Tetelan Oseng Buatan 'Tjap Haji'Bakso Tjap Haji juga menawarkan kenikmatan yang banyak disukai oleh para artis dan pejabat. Foto: detikFood

    Kedai bakso ini tergolong sebagai kuliner legendaris di Bandung karena baksonya sendiri sudah diproduksi sejak 1996.

    Bakso Tjap Haji turut dikenal dengan variasi bakso, mie ayam, dan tetelan koyor yang jadi topping favorit banyak pelanggan.

    Tempat makan bakso ini menjadi sangat populer usai dikunjungi oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Beberapa artis lain juga sempat mampir makan di sini, seperti Yuki Kato, Rachel Vennya, hingga Rian D’Masiv.

    Untuk menu andalannya yaitu Paket Bakso Spesial 1 (Rp 50.000). Isiannya lengkap ada bakso telur, bakso urat, bakso cincang, bakso halus kecil, pangsit goreng, dan pilihan bihun atau mie. Disajikan dengan kuah bening beraroma kaldu sapi yang cukup kuat.

    Supaya lebih lengkap, bisa pesan Oseng Tetelan dan Oseng Koyor yang jadi tipping favorit. Disajikan terpisah, tetapi bisa dimakan bersama bakso, mie ayam, atau dengan nasi putih.

    Bakso Tjap Haji di Bandung bisa disambangi di Jl. Burangrang No.21, Malabar, Bandung. Buka setiap hari pukul 10.00-21.00/22.00 WIB.

    3. Mie Kocok Persib Gorowok

    Berawal dari jualan pikulan, kini Mie Kocok Persib Gorowok telah menjadi favorit banyak orang. Bahkan beberapa artis hingga food vlogger, seperti Uya Kuya dan Nex Carlos juga langganan makan di sini.

    Penggunaan resep turun temurun membuat mie kocok ini semakin disukai. Ciri khasnya punya rasa kuah kaldu sapi yang gurih dengan pelengkap topping kikil dan iga di dalamnya.

    Semangkuk mie kocok terdiri dari mie kuning, tauge, kikil sapi, iga sapi, dan kuah kaldu sapi. Semakin nikmat dimakan bersama taburan pangsit goreng berukuran kecil.

    Harga mie kocok yang ditawarkan dibanderol sekitar Rp 30.000 sampai Rp 42.000 tergantung isian topping.

    Jika tertarik bisa mampir ke lokasi Jl. A. Yani No.262, Kacapiring, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40271. Buka setiap hari pukul 10.00 – 16.00 WIB.

    4. Warung Mak Eha

    Legendaris di Pasar Cihapit! Warung Mak Eha Tawarkan Gepuk dan Pepes NikmatWarung legendaris ini juga banyak disambangi artis dan pejabat. Terkenal menawarkan masakan rumahan sedap. Foto: detikcom

    Tentu belum lengkap rasanya pergi ke Bandung tanpa mampir ke warung Sunda. Warung Mak Eha menjadi salah satu yang terkenal dan legendaris di Bandung karena sudah berdiri sejak tahun 1947.

    Warung Nasi Mak Eha menawarkan beragam menu yang bisa bikin pelanggan kalap. Sebagian besar menu yang ditawarkan adalah masakan rumahan, seperti gepuk, babat, limpa, gorengan udang, gorengan jagung, hingga telur balado.

    Di antara banyaknya menu, gepuk yang opaling jadi andalan. Gepuknya punya tekstur sangat empuk dan berbumbu manis gurih.

    Kenikmatan makanan di sini sekaligus kesederhanaan Mak Eha membuat warungnya menarik perhatian para pesohor. Artis hingga politisi, seperti Melly Goeslaw, Puan Maharani, Dewi Lestari, hingga Gibran Rakabuming pernah mengunjungi warung ini.

    Warung Nasi Mak Eha juga jadi favoritnya Ridwan Kamil hingga mendiang pakar kuliner Bondan Winarno.

    Kalau tertarik bisa mampir ke lokasi Ps. Cihapit, Jl. Cihapit No.8A, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114. Buka Selasa-Minggu pukul 06.00 – 15.00 WIB.

    5. Lontong Kari Kebon Karet

    Kuliner bandung favorit artis dan pejabatLontong Kari Kebon Karet termasuk salah satu andalannya Ridwan Kamil. Foto: Instagram @lontongkarikebonkaret

    Lontong Kari Kebon Karet menjadi salah satu kuliner Bandung yang menggugah selera.

    Seporsinya terdiri dari lontong, daging lembut, telur rebus, emping, taburan kacang serta bawang goreng. Lalu disiram kuah santan yang gurih, sedikit manis, dan ada sentuhan rempah khas. Sejak tahun 1966 dibuka. lontong kari di sini konon menggunakan resep turun temurun.

    Warung Lontong Kari ini pun telah disambangi oleh banyak artis hingga pejabat. Beberapa bahkan menjadi langganan di sini, seperti Ridwan Kamil dan Ahmad Heryawan.

    Jika tertarik bisa mampir ke Jl. Otista Gg Kebon Karet no 28. Buka setiap hari pukul 07.00 – 19.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



    Jakarta

    Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

    Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

    Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


    Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

    Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

    “Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

    Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

    Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

    “Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

    Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

    “Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

    Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

    Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

    Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

    Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

    Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

    Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

    Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



    Jakarta

    Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

    Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

    1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

    Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


    Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

    Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

    2. Nasi Bali Pak Gede

    Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

    Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

    Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

    Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

    Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

    3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

    Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

    Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

    Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

    Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

    Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

    4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

    ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

    Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

    Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

    Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

    5. Soto Betawi H. Husein

    Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

    Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

    Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

    Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari yang Legendaris Hingga Kekinian


    Jakarta

    Kota Bogor tak hanya dikenal dengan pesona wisata alamnya, tetapi juga menawarkan beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda. Mulai dari sajian legendaris hingga makanan kekinian yang sedang tren, semua bisa ditemukan di kota yang dijuluki Kota Hujan ini.

    Bagi para traveler yang berencana menjelajahi kuliner di Bogor, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan legendaris hingga kekinian yang layak dicoba.

    Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis

    Toge Goreng H. Gebro

    Telah hadir sejak tahun 1967, Toge Goreng H. Gebro menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang melegenda. Hidangan ini terdiri dari lontong, mie kuning, tahu, taoge, dan oncom merah, disiram dengan bumbu tauco yang khas dan gurih. Seporsi toge goreng ini dapat dinikmati mulai dari harga Rp 15.000 di Pasar Anyar, Blok B2, Jalan Dewi Sartika.


    Soto Kuning Pak Salam

    Mulai berjualan sejak era 1980-an, Soto Kuning Pak Salam dikenal berkat kuah santan kuningnya yang kaya rempah. Menunya terdiri dari aneka isian seperti daging, paru goreng, dan berbagai jenis jeroan. Lokasinya berada di Jalan Suryakencana, Sukasari, dengan harga mulai dari Rp 11.000.

    Martabak Encek

    Martabak Encek yang telah berdiri sejak tahun 1975 menyajikan martabak manis berukuran besar yang dimasak menggunakan arang. Tekstur martabaknya yang lembut dan rasanya yang khas membuatnya tetap menjadi pilihan favorit hingga kini.

    5 Martabak Enak di Bogor yang Kelezatannya Teruji Puluhan TahunIlustrasi martabak. (Istimewa)

    Nasi Uduk Kaum 58

    Sudah ada sejak tahun 1890, Nasi Uduk Kaum 58 menawarkan cita rasa nasi uduk beraroma rempah khas, lengkap dengan lauk tradisional seperti ayam goreng, tongkol, hingga jengkol. Lokasinya berada di Jalan Masjid 1, kawasan Empang, Bogor Selatan.

    Kuliner Kekinian yang Instagramable

    Two Stories Cafe

    Terletak di Jalan Pajajaran Indah V, Two Stories Cafe menyuguhkan suasana rooftop yang nyaman dengan desain interior yang menarik untuk berswafoto. Menu yang ditawarkan antara lain pasta, rice bowl, hingga burger cocok sebagai tempat hangout bersama teman.

    Kopi Daong

    Menikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong BogorMenikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong Bogor. (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Berlokasi di kawasan Puncak Dua, Pancawati, Kabupaten Bogor, Kopi Daong menghadirkan pengalaman ngopi di tengah hutan pinus yang sejuk dan asri. Berbagai pilihan kopi dan camilan tersedia untuk dinikmati sambil meresapi keindahan alam sekitar.

    The Lake House

    Berlokasi di Pesona Alam Sedayu Resort & Spa, Puncak, The Lake House menawarkan area makan outdoor dengan pemandangan danau yang menenangkan. Menu yang disajikan beragam, mulai dari masakan lokal hingga hidangan Barat.

    Breve Hills

    Terletak di Jalan Raya Puncak No. 81, Desa Leuwimalang, Cisarua, Breve Hills menyajikan panorama pegunungan yang memukau. Dengan suasana yang tenang dan menyegarkan, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati hidangan dan pemandangan alam yang indah.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com