Tag: kuliner palembang

  • Pencinta Pempek Wajib Coba! Ini 7 Spot Pempek Autentik di Jakarta


    Jakarta

    Jakarta dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pempek khas Palembang yang menggugah selera. Ini rekomendasinya!

    Makanan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih. Semakin nikmat ketika ditambahkan kuah cuko yang asam manis pedas.

    Banyak tempat di Jakarta menawarkan pempek autentik dengan cita rasa asli Palembang. Mulai dari warung legendaris hingga restoran modern, semuanya memiliki keunikan tersendiri.


    Berikut 7 rekomendasi tempat makan pempek terenak di Jakarta yang wajib dicoba, dari yang klasik hingga pempek gerobakan yang tetap mempertahankan rasa khas Palembang.

    1. Pempek Nony 168

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: Site Culinary/Visual

    Sudah berdiri sejak 1993, Pempek Nony 168 dikenal karena variasi uniknya, seperti kapal selam kuah udang yang gurih dan berukuran besar. Teksturnya kenyal dengan cita rasa autentik khas Palembang.

    Selain kapal selam, tersedia juga varian adaan, kulit, dan keriting dengan harga mulai Rp 5.850 per buah. Untuk yang ingin hemat, ada paket isi 30 pempek seharga Rp 165.000. Cabangnya di Jakarta ada di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama.

    2. Pempek Pak Jenggot

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: Site Culinary/Visual

    Berlokasi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pempek Pak Jenggot termasuk salah satu tempat makan pempek paling terkenal di Jakarta.

    Pengunjung bisa menikmati pempek kapal selam, lenjer, kulit, adaan, hingga lenggang yang gurih. Menu lain seperti tekwan, model, dan pempek isi tahu juga tersedia.

    Uniknya tempat ini juga menyediakan minuman segar khas Palembang seperti es kacang merah dan es teler. Harga menu berkisar Rp 25.000 per porsi. Tak heran, banyak food vlogger yang menjadikan tempat ini rekomendasi utama kalau mau cari pempek enak di Jaksel.

    3. Pempek Apy

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: Site Culinary/Visual

    Pempek Apy punya banyak cabang di Jakarta Barat dan Utara, serta bisa dipesan lewat layanan daring. Selain pempek, tempat ini juga menawarkan berbagai hidangan Palembang seperti pindang ikan patin dan mie celor.

    Pilihan pempeknya meliputi lenjer, celor, dan lenggang bakar atau goreng. Tersedia juga martabak kari khas Palembang hingga es kacang merah yang manis menyegarkan. Dengan harga sekitar Rp 25.000, Pempek Apy jadi favorit untuk cicip aneka makanan bergaya rumahan khas Palembang.

    4. Pempek Palembang dan Otak-Otak 161

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: YouTube Gourmet

    Tempat ini terkenal dengan variasi menu Palembang yang sangat lengkap. Selain pempek lenjer dan kapal selam, ada juga pempek kulit, panggang isi ebi, hingga pastel pepaya muda. Menu lainnya seperti rujak mie tahu dan celimpungan disajikan dengan cita rasa khas Sumatera Selatan.

    Dengan kisaran harga Rp 30.000, Pempek 161 menjadi pilihan ideal untuk menikmati berbagai hidangan otentik dalam satu tempat. Cabangnya mudah ditemukan di berbagai wilayah Jakarta.

    5. Pempek Oke Losufan

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: Site Culinary/Visual

    Terletak di gang sempit kawasan Mangga Besar, Pempek Oke Losufan adalah warung legendaris yang sudah berjualan selama puluhan tahun.

    Meski sederhana, cita rasanya tidak kalah dengan restoran besar. Namun kalau mau makan di sini harus siap masuk blusukan ke dalam gang untuk mencari warung pempek ini.

    Menu andalannya ada pempek kecil seperti kulit, adaan, dan keriting dijual mulai Rp 7.000 per biji. Menu lain seperti tekwan, model ikan, hingga lenggang bakar bisa dinikmati dengan harga Rp 22.000. Warung ini juga sempat diliput oleh berbagai media dan food vlogger ternama.

    6. Pempek G Putra

    Pempek Enak di JakartaPempek Enak di Jakarta Foto: Site Culinary/Visual

    Pempek G Putra di Kemayoran, Jakarta Pusat, termasuk legendaris karena sudah berdiri sejak tahun 1998 dan terkenal karena konsistensi rasa menunya.

    Ragam menunya meliputi pempek kapal selam unyil, lenjer, kulit, hingga varian modern seperti pempek keju dan sosis. Selain pempek, tersedia nasi pindang patin dan pempek panggang khas Palembang.

    Minuman seperti es kietna menambah kesegaran setelah menyantap hidangan gurih seperti pempek. Dengan harga mulai Rp 30.000, tempat ini menjadi salah satu destinasi pempek Palembang enak di Jakarta Pusat.

    7. Pempek Putri Bangka

    Pempek Putri Bangka menjadi primadona malam hari di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Meski hanya dijual pakai gerobak sederhana, antrean pembeli tak pernah sepi setiap malam.

    Menunya beragam, mulai dari kapal selam besar seharga Rp 25.000 hingga paket pempek kecil isi 10 biji seharga Rp 30.000. Kuah cukonya kuat dan seimbang, menghadirkan rasa autentik yang membuat pembeli selalu kembali.

    Pelanggan bisa juga pesan pempek campur harga Rp 25.000 isinya pempek kecil terdiri dari lenjer kecil, bulat putih, irisan, adaan, dos dan kulit. Pempek Putri Bangka setiap harinya buka dari pukul 19.00 hingga 23.00, tempat ini cocok bagi yang ngidam makan pempek dengan harga terjangkau di malam hari.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Pesona Palembang di Balik Sorotan Rendang Hilang: Sejarah dan Wisata



    Jakarta

    Palembang, kota yang belakangan ini menjadi sorotan, memiliki daya tarik yang jauh melampaui kontroversinya. Palembang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, memiliki Sungai Musi, dan kuliner khas pempek.

    Palembang sedang disorot setelah konten kreator Willie Salim dinilai merusak citra masyarakat Palembang. Kegaduhan itu bermula ketika Willie membuat konten memasak 200 kilogram daging rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa (18/3/2025). Di tengah proses memasak, Willy meninggalkan lokasi untuk pergi ke toilet.

    Saat kembali lagi, rendang 200 kilogram yang belum masak sempurna itu sudah habis direbut warga. Rendang tersebut raib hanya dalam waktu semenit.


    Kejadian itu menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk di media sosial. Banyak yang menyudutkan warga Palembang terkait peristiwa hilangnya rendang itu. Warga Palembang juga tidak terima hingga melaporkan Willie ke kepolisian.

    Peristiwa itu menjadi sorotan yang kontras dengan citra Palembang yang kaya akan budaya dan kuliner. termasuk, lokasi pembuatan konten itu di Benteng Kuto Besak (BKB).

    Berikut fakta tentang Palembang ibu kota Sumatera Selatan dan Benteng Kuto Besak:

    1. Tentang Benteng Kuto Besak

    BKB, yang menjadi salah satu landmark Kota Palembang, adalah tempat bersejarah peninggalan Kesultanan Palembang yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dilansir palembang.go.id, menurut sejarah, Benteng Kuto Besak merupakan bagian bangunan istana keraton Palembang Darussalam dari abad ke-18.

    BKB dibangun pada 1772 dengan diprakarsai oleh Sultan Muhammad Bahaudin bin Susuhunan Ahmad Najmuddin Adi Kesumo yang memerintah kesultanan Palembang pada saat itu. BKB diresmikan pada 23 Februari 1790. Artinya, lama pembangunan Benteng Kuto Besak sekitar 18 tahunan.

    Benteng Kuto Besak memiliki tinggi sekitar 9,9 meter kaki, dengan panjang 288,75 meter x 183,75 meter, dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng itu berdiri mengarah ke arah tenggara dan Sungai Musi. BKB terbuat dari batu bata yang direkatkan oleh bahan yang terbuat dari batu kapur. Bahan tersebut didatangkan dari daerah pedalaman Sungai Ogan.

    BKB dibangun dengan tujuan menjadi dinding pertahanan (bastion) kerajaan Palembang Darussalam dari serangan musuh sekaligus dijadikan sebagai tempat pusat kesultanan Palembang pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II (1803-1821).

    2. Kota Tertua di Indonesia

    Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berdasarkan prasasti Sriwijaya atau Prasasti Kedudukan Bukit. Prasasti itu berangka tahun 16 Juni 682.

    Dulu Palembang adalah ibu kota Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan maritim yang berpusat di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Kerajaan itu berkembang menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara pada abad ke-7 M.

    3. Sungai Musi

    Sungai Musi menjadi jantung kota sejak zaman Sriwijaya. Sungai itu membelah Palembang menjadi dua bagian yaitu Ilir di utara dan Ulu di selatan. Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang 750 km.

    4. Julukan Kota

    Palembang memiliki beberapa julukan yang melekat, diantaranya: Bumi Sriwijaya, Kota Pempek, dan Venice of the East.

    5. Landmark Palembang:

    • Jembatan Ampera: ikon kota yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir, menjadi simbol kemegahan Palembang, dibangun pada tahun 1962. Nama Ampera kependekan dari Amanat Penderitaan Rakyat, sebagai slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960.
    • Benteng Kuto Besak: benteng peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam, menyimpan sejarah perjuangan melawan penjajah.
    • Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I: salah satu peninggalan Kesultanan Palembang. Pendirinya adalah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Pembangunan masjid ini memakan waktu 10 tahun, dari tahun 1738 sampai 1748. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738 M). Masjid ini pertama kali diresmikan pemakaiannya pada 26 Mei 1748.
    • Pulau Kemaro: pulau yang berada di tengah Sungai Musi dan memiliki kelenteng yang sangat indah.
    • Al-Qur’an Al-Akbar: Al-Qur’an raksasa dengan ukiran indah, menjadi daya tarik wisata religi.

    6. Kuliner Palembang

    • Pempek: makanan khas berbahan dasar ikan dan sagu, dengan berbagai jenis seperti pempek kapal selam, lenjer, dan adaan.
    • Tekwan: sup ikan dengan bola-bola sagu, bercita rasa gurih dan segar.
    • Model: mirip tekwan, tetapi dengan tambahan tahu dan isian telur.
    • Martabak HAR: martabak dengan cita rasa khas India yang sudah sangat legendaris

    7. Pariwisata Palembang:

    • Wisata Sejarah:

      Mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.

    • Wisata Sungai Musi:

      Menikmati keindahan Sungai Musi dengan naik perahu atau kapal wisata, mengunjungi Pulau Kemaro, dan menikmati suasana malam di tepi sungai.

    • Wisata Kuliner:

      Mencicipi berbagai kuliner khas Palembang di pasar tradisional atau restoran terkenal.

    • Wisata Belanja:

      Mengunjungi pusat perbelanjaan modern atau pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir untuk mencari oleh-oleh.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com