Tag: kuliner pik

  • Sedapnya Mie Tarik Autentik China yang Halal di PIK


    Jakarta

    Kenikmatan lamian khas China bisa dicoba di gerai ini. Diracik spesial dengan bumbu dan teknik masak tradisional, menciptakan mie kenyal yang menggugah selera!

    Sebagai pusat kuliner, tentu banyak sekali tenant makanan menarik di Dragon Point 2. Mulai dari kuliner khas China, kuliner tradisional Indonesia, menu ala Barat, dan banyak lainnya.

    Jika ingin menikmati kuliner China halal, kamu bisa mampir ke Lanzhou Lamian. Sesuai namanya, gerai ini menawarkan hidangan lamian khas China, tepatnya kota Lanzhou.


    Menariknya lagi, mie beserta kaldunya dibuat homemade menggunakan bahan-bahan yang mirip seperti di Lanzhou. Menghasilkan racikan lamian dengan cita rasa yang masih autentik.

    1. Lamian terinspirasi kota Lanzhou

    Lanzhou LamianLanzhou Lamian menawarkan hidangan lamian autentik dari kota Lanzhou. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sesuai namanya, Lamian Lanzhou di Dragon Point ini memang menawarkan hidangan terinspirasi dari lamian di kota Lanzhou, China.

    Hidangan mie Lanzhou sangat populer di kota tersebut. Melansir Radii, hampir semua area perkotaan di sana memang menyajikan mie khas. Biasanya mie ini disantap untuk sarapan atau makan siang.

    Kebetulan suami dari pemilik restoran ini orang asli Lanzhou. Dengan hadirnya restoran ini, pemiliknya berharap orang China yang datang ke Indonesia bisa melepas rindu dengan hidangan lamian tersebut.

    Meskipun berasal dari China, tetapi lamian yang ditawarkan halal. Mereka sengaja menggunakan bahan-bahan yang bisa dikonsumsi Muslim karena ingin semua kalangan bisa menikmati racikan lamian ini.

    2. Proses dan teknik pembuatan lamian

    Lanzhou LamianProses pembuatan mienya masih pakai teknik tradisional. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mie Lanzhou tidak bisa dipisahkan dengan sebutan ‘Lamian’ yang secara harfiah berarti mie yang ditarik. Bahannya tepung terigu, telur, dan garam.

    Biasanya lamian dibuat dengan cara memuntir, menarik, dan membentangkan mie, lalu dibentuk sampai menjadi mie yang lebih tipis.

    Proses pembuatan lamian di Lamian Lanzhou juga masih berkiblat pada pembuatan tradisional di kota asalnya. Tidak menggunakan mesin, melainkan menggunakan tangan langsung.

    “Jadi itu ditariknya masih manual, masih tradisional, masih mirip orang sananya langsung,” jelas Mimi Andini selaku Manajer Restoran.

    Dalam sehari biasanya mereka menyiapkan 5 kilogram adonan mie di awal. Namun, menjelang sore ke malam biasanya adonan mie ini ditambah 2 kilogram lagi.

    Jika pesan lamian di sini, adonan mie baru mulai dibentuk dan ditarik ketika ada pesanan masuk. Mie ditarik selama kurang lebih tiga menit sebelum direbus sebentar sampai matang.

    Kenikmatan berbagai variasi lamian bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Lamian daging sapi jadi favorit

    Lanzhou LamianLamian daging sapi jadi salah satu menu paling favorit di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Terdapat lebih dari 10 jenis menu yang ditawarkan Lamian Lanzhou.

    Menu utama mereka adalah lamian dengan pilihan mie lebar, mie kecil, dan mie besar.

    Salah satu menu lamian yang tidak boleh dilewatkan yaitu Lamian Daging Sapi. Semangkuknya Rp 45,000, terdiri dari mie, irisan daging sapi, dan lobak. Disajikan dalam mangkuk yang cukup dalam. Porsinya besar, bisa untuk berdua.

    Menurut kami lamian ini punya bentuk yang agak mirip seperti spaghetti atau mie ramen Jepang, tetapi lebih tebal. Ukurannya panjang dengan tekstur mulur, kenyal, dan kelembutan yang pas.

    Menurut salah satu pegawai, lamian di sini memang direbus dalam waktu khusus. Kurang lebih hanya 15 detik.

    Lanzhou LamianBegini bentuk dan tekstur lamian di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Lalu disiram dengan kuah kaldu sapi yang proses perebusannya memakan waktu 5 jam agar kaldunya lebih keluar.

    Ketika kuah diseruput kaldunya memang terasa, tetapi tidak sekuat yang kami bayangkan. Rasa kaldunya masih ringan dan sedikit gurih. Penambahan daun cilantro di dalamnya juga memengaruhi rasa kuah karena jadi ada sentuhan aroma hangat khas daun tersebut.

    Irisan dagingnya juga melimpah. Meskipun tipis, tetapi masih terasa tekstur serat daging.

    Bagi yang suka kuah polosan dengan rasa gurih yang sangat ringan sepertinya akan suka dengan lamian ini. Namun, kalau suka rasa kuah kaldu yang pekat, mungkin kurang cocok atau bisa ditambah dengan chilli oil supaya rasanya lebih kompleks.

    4. Lamian Mala dan Mie Goreng Xin Jiang tak kalah nikmat

    Lanzhou LamianLamian mala bisa dicoba jika suka kuah pedas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika ingin menikmati lamian pedas, bisa pesan Lamian Mala seharga Rp 58.000.

    Tampilannya menurut kami lebih menggugah selera karena kuahnya merah berkaldu. Semangkuknya terdiri dari lamian, daging sapi, dan kacang tanah.

    Meskipun warna kuahnya merah pekat, tetapi rasa pedasnya masih bisa diterima. Tidak menyiksa dan membuat tenggorokan atau mulut langsung panas. Namun, tetap saja sepertinya tidak cocok dimakan oleh mereka yang tidak suka pedas.

    Sensasi pedasnya datang secara perlahan, didominasi oleh sensasi pedas dari lada sichuan atau mala. Tambahan biji sichuan juga tidak begitu banyak, sehingga tidak perlu takut tergigit dan menimbulkan efek getir.

    Rasa kaldu daging sapinya masih tercecap di lidah dengan kuah yang gurih asinnya pas. Irisan daging sapinya juga royal dengan tekstur daging lembut tetapi masih berserat.

    Lanzhou LamianAlternatif lamian gorengnya juga tidak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau tidak mau lamian kuah, bisa pesan Mie Goreng Sapi Xin Jiang. Terdiri dari mie, pakcoy, dan potongan daging sapi.

    Rupanya lamian goreng tidak kalah nikmat. Meskipun tidak disajikan dengan kuah kaldu sapi, tetapi rasa bumbunya medok. Tidak hanya gurih, ada juga sentuhan manis dan pedas dari penambahan cabe kering mala. Aroma wok hei yang tercium kuat membuat mie goreng ini semakin lezat.

    5. Pangsit dengan isian daging penuh

    Lanzhou LamianSebagai pendamping, bisa pesan pangsitnya yang dagingnya penuh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain menu utama, seperti lamian atau nasi goreng, mereka juga punya menu camilan seperti pangsit.

    Harga seporsi pangsit Rp 55.000. Seporsinya mengenyangkan karena pangsitnya dibuat dengan isian full daging cincang dan sayur.

    Namun komposisi dagingnya jauh lebih banyak dibandingkan sayur. Hal ini yang juga membuat harga pangsit cukup mahal.

    “Menu termahal ada di pangsit seporsinya Rp 55 ribu. Isiannya daging dan sayur, tapi itu pun sayurnya dikit lebih banyak daging,” jelas Mimi.

    Kulitnya kenyal lembut dan tipis, diisi dengan daging cincang yang sudah berbumbu gurih. Lebih enak dinikmati dengan chili oil yang tidak begitu berminyak dan tidak pedas.

    Kalau tertarik bisa mampir ke Lamian Lanzhou di Dragon Point PIK 2. Buka Setiap hari, Senin-Jumat pukul 16.00 – 22.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 11.00 – 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIK


    Jakarta

    Selain masakan China, di Dragon Point juga ada makanan Indonesia. Salah satunya gerai ini yang menawarkan sate sampai kepala kambing muda berbumbu sedap!

    Tenant kuliner di Dragon Point Pantai Indah Kapuk 2 sangat beragam. Selain masakan China dan jajajan kekinian, di sini juga bisa menikmati hidangan tradisional Indonesia, seperti yang ditawarkan gerai Sate Kambing Muda Haji Parto.

    Gerai yang berdiri sejak 2023 ini menawarkan beberapa macam olahan kambing, mulai dari sate, tongseng, sampai menu paling unik adalah olahan kepala kambing.


    Menggunakan kambing muda yang dimasak dengan teknik dan bumbu spesial sampai menciptakan hidangan sedap.

    1. Habiskan 100 kepala kambing sehari

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKHaji Parto menawarkan sate kambing dan kepala kambing yang berbbumbu sedap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sesuai namanya, Sate Kambing Pak Haji Parto jelas menawarkan menu sate kambing. Namun, seiring waktu mereka mencoba melihat minat pasar.

    Rupanya banyak pelanggan bertanya tentang hidangan kepala kambing. Akhirnya mereka mencoba menawarkan olahan kepala kambing sampai menu ini jadi salah satu andalan pelanggan.

    Bahkan di cabang Dragon Point PIK 2, gerai makan ini bisa habiskan 100 kepala kambing setiap harinya.

    “Awalnya cuma jualan sate, tapi kita lihat pasarnya banyak yang nanya kepala kambing. Lalu kita coba, dan ternyata banyak yang minat juga,” jelasnya.

    Selain olahan kambing, gerai makanan ini juga punya menu lain, seperti sate ayam dan sop iga sapi yang tak kalah lezat.

    Menu makanan yang ditawarkan dibanderol mulai dari Rp 65.000, berupa paket lengkap nasi, lauk, dan minuman, sampai menu termahal ada pada kepala kambing seharga Rp 269.000.

    2. Dimasak dengan teknik khusus

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKSejumlah menu yang ditawarkan di Haji Parto. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Daging kambing identik mengeluarkan bau prengus yang khas. Karenanya, proses pengolahan dan masak menjadi penting agar aroma ini tidak muncul dan menganggu.

    Gerai ini pun memiliki cara tersendiri untuk menghindari aroma prengus, terutama pada menu kepala kambing.

    Pertama, kepala kambing dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu-bulu yang menempel pada kulit kambing.

    Lalu masuk ke proses kedua. Mereka tidak menggunakan presto untuk mengempukkan daging, tetapi dengan cara perebusan tradisional. Ada 2 tahap perebusan yang berbeda.

    Tahap pertama kepala kambing direbus dalam air biasa selama kurang lebih satu jam. Fungsinya untuk menghilangkan kotoran dan bau dari kepala kambing.

    Air rebusan tersebut diganti baru, lalu kepala kambing direbus kembali. Namun, untuk tahap kedua, air rebusannya ditambah dengan sejumlah rempah, seperti lengkuas dan sereh.

    Tahap rebusan kedua memakan waktu sekitar 4 jam sampai mencapai tingkat keempukan yang sempurna.

    Kenikmatan sate kambing dan kepala kambing bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    4. Kepala Kambing kuah tengkleng

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKKepala kambing kuah tengkleng yang jadi incaran. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu Kepala Kambing menjadi salah satu favorit di gerai ini. Bisa disajikan dengan empat jenis kuah atau saus, mulai dari sop, gulai, tengkleng, dan dengkil.

    Setiap pembelian kepala kambing sudah dapat gratis empat kaki kambing.

    Kami pesan kepala kambing yang disajikan dengan kuah tengkleng.

    Mereka menggunakan kepala kambing muda dengan minimal umur 3 bulan ke bawah agar dagingnya tidak alot. Ukurannya juga tidak besar, disajikan dalam mangkuk.

    Disiram dengan kuah tengkleng berwarna kuning agak kecokelatan yang teksturnya cair dan agak berminyak.

    Sluurp! Kuah tengklengnya punya perpaduan rasa antara pedas rempah, manis, dan gurih karena pakai santan.

    Proses masak yang cukup lama membuat kepala kambing ini sangat empuk, tidak alot sama sekali. Aromanya juga tidak prengus, sehingga tidak menganggu kenikmatan kambing ini.

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKKalau suka pedas bisa pesan kuah dengkil seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami juga pesan kuah dengkil sebagai tambahan. Kuahnya berwarna merah pekat dengan rasa pedas yang cukup kuat karena memang terbuat dari full cabai. Pecinta pedas sepertinya lebih suka disajikan dengan kuah ini.

    4. Sate kambing dan sop iga tak kalah nikmat

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKSate kambing muda yang tak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood juga pesan menu sate kambingnya. Bisa dipesan 5, 8, atau 15 tusuk. Pilihannya mulai dari daging, ati, dan lemak, atau bisa campur.

    Harganya tergantung dari jumlah tusuk sate, mulai dari Rp 45.000 sampai Rp 120.000.

    Sate kambingnya juga sama-sama diambil dari kambing muda berusia minimal 3 bulan sehingga dagingnya tidak alot sama sekali.

    Dihidangkan dengan sambal kecap terdiri dari irisan tomat dan bawang merah melimpah. Rasanya dominan manis, dengan pedas masih bisa ditolerir. Dalam satu tusuk sate terdiri dari daging kambing diselingi lemak dan ati yang tak kalah enak.

    Kalau tidak suka kambing, bisa pesan sate ayamnya. Dibaluri bumbu kacang yang cukup unik.

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKSate ayam bisa jadi pilihan yang tak kalah enak di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Rasa bumbu kacangnya punya tekstur yang lebih creamy kental. Sepertinya ditambah dengan selai kacang bukan kacang tanah karena rasa kacangnya sangat lembut ringan, dengan sentuhan asin, berlemak, dan ada manisnya.

    Sop iga juga bisa dipesan sebagai tambahan. Harga semangkuknya sekitar Rp 64.000.

    Haji Parto: Sate dan Kepala Kambing Muda Berbumbu Sedap di Dragon Point PIKAda juga sup iga berbumbu gurih ringan dan menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Potongan iganya cukup besar dan dagingnya banyak. Dagingnya juga tidak keras atau alot, lembut, tetapi masih ada serabut daging yang khas.

    Disiram dengan kuah berkaldu yang gurih ringan, sehingga menyegarkan tenggorokan.

    Sate Kambing Pak Haji Parto buka setiap hari pukul 15.00 sampai 23.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngopi Americano Muscat dan Ngemil Corn Cheesecake di Kafe Goa


    Jakarta

    Di Pantai Indah Kapuk ada kafe dengan konsep dalam goa. Menunya juga tak kalah menarik, ada americano muscat hingga cheesecake topping jagung melimpah!

    Kafe dengan konsep yang unik memang selalu menarik perhatian. Sebab, pengunjung bisa merasakan sensasi minum kopi dan makan dengan suasana berbeda.

    Jika ingin merasakan pengalaman menarik seperti itu, bisa mampir ke kafe yang ada di Pantai Indah Kapuk ini. Namanya Blueline Coffee.


    Kafe ini punya konsep suasana di dalam goa dengan sisi tembok kafe dari bebatuan. Area dalam kafenya juga agak gelap dengan pencahayaan yang hanya fokus pada area bar di tengah.

    Kafenya juga tidak begitu luas, hanya bisa diisi kurang lebih 10 sampai 15 orang. Namun, pengunjung bisa menempati tempat duduk di luar atau di lantai dua.

    Selain konsepnya yang unik, menu minuman dan makanan yang ditawarkan juga tidak kalah menarik perhatian. Terutama menu kopinya.

    Kami memesan salah satu menu andalan mereka yaitu Green Muscat Americano (Rp 45.000). Tri racik dari biji kopi grotta blend dan sirup anggur Muscat.

    Biji kopi grotta blendnya merupakan perpaduan antara Arabika dan Robusta. Punya karakter rasa dan aroma seperti cokelat, kacang, karamel dan semburat aroma vanilla.

    Pertama disetujui terasa manis dan sedikit asam dari sirup anggur muscatnya. Seiring waktu sensasi rasa kopinya muncul, yang lebih didominasi dengan rasa asam. Barulah diiringi aftertaste yang pahit.

    Americano Muscat bisa jadi pilihan kalau mau mencicipi kopi americano dengan sentuhan asam manis menyegarkan.Americano Muscat bisa jadi pilihan kalau mau mencicipi kopi americano dengan sentuhan asam manis menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu Strawberry Matcha Latte (Rp 50.000) juga tidak kalah enak jika kamu ingin menikmati minuman non-kopi. Minuman ini memadukan antara matcha, susu, dengan tambahan buah strawberry yang dimemarkan.

    Sebelum diseruput, lebih baik diaduk rata terlebih dahulu agar semua komposisinya berpadu sempurna. Rasa pahit matcha terasa cukup kuat di lidah. Namun, menjadi seimbang karena ada rasa creamy susu segar dan asam manis stroberi.

    Blueline coffeeStrawberry matcha latte tak kalah enak jika ingin minum minuman non-kopi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain itu ada juga tujuh pilihan single origin kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

    Sebagai teman ngopi ada Corn Cheesecake (Rp 78.000). Komposisi cheesecake ini cukup unik karena terdiri dari beberapa lapisan.

    Lapisan paling bawah diberikan crumble biskuit renyah, lalu bagian atasnya ada sponge cake vanilla yang tidak begitu manis. Di atasnya ada cream cheese dan tambahan topping jagung melimpah.

    Blueline coffeeCorn Cheesecake di Blueline coffee bisa dipesan sebagai menu pendamping lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bagian atasnya juga diberi tambahan serutan jagung yang dibakar dengan blow torch sehingga ada kesannya sedikit gosong.

    Sesuai dengan namanya rasa jagung manis lebih dominan, diiringi rasa manis dari sponge cake. Barulah di akhir terasa sedikit sentuhan rasa gurih dari cream cheese.

    Blueline coffeeBegini tampilan truffle croissant yang tak kalah lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau mau yang lebih gurih, bisa pesan Truffle Cheese Croissant (Rp 35.000). Bagian luar croissant flaky renyah dengan bagian dalam yang lembut.

    Terdapat lumuran saus keju di bagian dalam croissant yang rasanya gurih, dengan sedikit sentuhan pedas. Aroma minyak truffle tipis-tipis tercium halus.

    Masih ada sejumlah menu menarik yang bisa dicoba di Blueline Coffee, mulai dari Coffee Stout yang diproses dengan metode khusus hingga tiramisu.

    Kalau tertarik, bisa mampir ke Blueline coffee di ruko Arcade unit PA Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Jakarta, Indonesia 14460. Buka Setiap hari pukul 07.00 sampai 20.00 WIB.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK



    Jakarta

    Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu daerah yang menghadirkan magnet tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pasalnya, Kawasan tersebut memiliki perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata yang cukup menarik.

    “Bagi pencinta kuliner, sejarah, dan budaya, Batavia PIK merupakan destinasi yang tak boleh dilewatkan. Terinspirasi dari kota pelabuhan Batavia tempo dulu di abad ke-18, kawasan ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan arsitektur khas kolonial, atmosfer kota pelabuhan, serta sajian kuliner dan hiburan khas Nusantara,” tulis PIK dalam keterangan resmi, Sabtu (15/3/2025).

    Lebih dari sekedar destinasi wisata, Batavia PIK menghidupkan kembali kejayaan Batavia, yang dahulu dikenal sebagai ‘Queen of the East’ yaitu sebuah pusat perdagangan maritim yang mempertemukan berbagai bangsa dan budaya. Layaknya seperti Batavia di masa lampau, destinasi ini kini menjadi melting pot modern, di mana akulturasi budaya hadir dalam seni, hiburan, kuliner, dan arsitektur autentik.


    Tak hanya menawarkan nostalgia, Batavia PIK juga menghadirkan pengalaman imersif yang mengajak pengunjung menjelajahi sejarah melalui konsep interaktif dan inovatif sehingga dapat dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai generasi, baik lokal maupun mancanegara.

    Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

    Alun-Alun Batavia: Pusat Festival dan Hiburan

    Sebagai jantung dari Batavia PIK, Alun-alun Batavia menjadi tempat berkumpulnya para pengunjung untuk menikmati berbagai event spesial. Dari bazar kerajinan lokal, kuliner, pertunjukan seni teater, hingga live music bernuansa keroncong.

    Lebih dari sekadar tempat hiburan, Alun-Alun Batavia juga menjadi panggung bagi para seniman kreatif Indonesia. Berbagai sanggar seni dan pertunjukan ternama seperti Jember Fashion Carnaval, Sanggar Tari Ayodya Pala, hingga Teater Mhyajo turut berkolaborasi menampilkan karya-karya yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan modern.

    Pasar Rakjat: Menikmati Nostalgia Lewat Kuliner dan Kerajinan Tradisional

    Batavia PIK juga tetap menjaga semangat lokal dengan menghadirkan Pasar Rakjat. Lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini menjadi wadah bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan memamerkan produk terbaik mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga seni kreatif.

    Pada Maret 2025, Batavia PIK akan menyambut Sarinah, department store ikonik yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah bagi produk-produk lokal unggulan. Kehadirannya akan semakin memperkaya pengalaman belanja di Batavia PIK, menghadirkan beragam karya anak bangsa, mulai dari tekstil, fesyen, hingga kerajinan tradisional.

    Jembatan Kota Intan dan Dermaga Taksi Air: Menghubungkan Tradisi dan Modernitas

    Salah satu daya tarik utama Batavia PIK adalah jembatan kayu yang menghubungkan fase pertama di Golf Island PIK dengan Batavia Pasar Rakjat di Riverwalk Island. Jembatan ini terinspirasi dari Jembatan Kota Intan yang legendaris, menghadirkan sentuhan arsitektur klasik yang pernah menghiasi Batavia tempo dulu.

    Menariknya, pengalaman di Batavia PIK semakin lengkap dengan kehadiran dermaga taksi air. Moda transportasi itu memungkinkan pengunjung menjelajahi kanal menggunakan perahu listrik.

    Menyusuri kawasan ini dari jalur air menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati keindahan Batavia PIK, menjadikannya pilihan wisata unik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

    Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

    Kuliner Otentik dari Nusantara hingga Internasional

    Tak lengkap rasanya menjelajahi Batavia tanpa mencicipi kelezatan kulinernya. Batavia PIK menyuguhkan pengalaman bersantap yang menggugah selera dengan deretan tenant F&B yang menghidangkan berbagai masakan khas Nusantara dan internasional.

    Beberapa tenant ternama yang dapat dinikmati antara lain seperti Dewata by Monsieur Spoon yang menawarkan sentuhan kuliner Bali yang autentik, Sate & Seafood Senayan yang menyajikan sate dan hidangan laut khas Indonesia, Canton 168 yang merupakan pilihan tepat bagi pencinta masakan Kanton, Orasa’s yaitu restoran dengan menu khas Thailand, Saigon Ngon untuk menikmati cita rasa otentik Vietnam, dan Rumah Jajan Bu Nanik yang menyajikan jajanan legendaris khas Indonesia.

    Melalui berbagai menu yang beragam, Batavia PIK tentunya juga menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kuliner.

    Kilau Ramadhan 1001 Malam: Menyambut Bulan Suci dengan Tradisi yang Megah

    Memasuki bulan Ramadan, Batavia PIK semakin semarak dengan ‘Kilau Ramadhan 1001 Malam Batavia’, sebuah festival kuliner dan hiburan yang menghadirkan suasana khas Timur Tengah dan Nusantara.

    Salah satu atraksi utama adalah buka puasa bersama Chef Muto, yang dikenal dengan atraksi kungfu cooking-nya. Pengunjung dapat menikmati hidangan istimewa sambil menyaksikan keahlian memasak yang menghibur.

    Tak hanya itu, rangkaian acara Ramadhan juga dimeriahkan oleh penampilan artis papan atas setiap akhir pekan, pertunjukan seni dari Jember Fashion Carnaval, serta live music dari Mustafa ‘DEBU’ yang membawa suasana syahdu di bulan suci.

    Menambah keistimewaan acara ini, kedutaan besar dari negara-negara ASEAN dan Maroko, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, turut hadir untuk merayakan momen kebersamaan dalam semangat Ramadhan.

    Sebagai destinasi yang menggabungkan sejarah, budaya, dan gaya hidup modern, Batavia PIK menghadirkan pengalaman wisata yang tak hanya menghibur tetapi juga memperkaya wawasan. Dengan arsitektur klasik yang memukau, ragam kuliner autentik, serta berbagai acara dan atraksi menarik, kawasan ini menjadi tempat ideal bagi siapa saja yang ingin merasakan pesona Batavia tempo dulu dalam balutan modernitas.

    Baik bagi pencinta sejarah, penggemar kuliner, maupun wisatawan yang mencari pengalaman unik, Batavia PIK menawarkan perjalanan waktu yang tak terlupakan menghidupkan kembali kejayaan masa lalu dalam nuansa yang lebih hidup, berwarna, dan penuh cerita. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Batavia PIK dan menciptakan kenangan berharga di destinasi wisata yang kaya akan pesona dan budaya ini.

    (akd/akd)



    Sumber : travel.detik.com