Tag: kuliner pontianak

  • Ada Ce Hun Tiau dan Kopi Telur Siantar Segar di Dragon Point PIK


    Jakarta

    Menikmati jajanan khas Pontianak juga bisa di Dragon Point PIK 2. Mulai dari ce hun tiau Pontianak sampai kopi telur creamy Siantar yang menggugah selera!

    Dragon Point PIK 2 juga menjadi tempat yang cocok untuk nongkrong santai di sore hari. Banyak tenant makanan manis yang bisa dicoba untuk menemani momen santai.

    Beragam jajanan manis khas daerah juga bisa ditemukan di kawasan ini. Mulai dari ce hun tiau khas Pontianak yang manis menyegarkan sampai berbagai olahan kopi dan minuman manis lainnya dari kedai kopi khas Siantar.


    Ce Hun Tiau khas Pontianak yang segar

    Ce hun tiau dan kopi siantarBegini tampilan Ce hun tiau yang manis legit khas Pontianak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ce Hun Tiau Atong menawarkan minuman manis khas Pontianak yang menyegarkan. Sering juga disebut sebagai cendol sagu atau cendol putih khas Pontianak.

    Sebelum hadir di Dragon Point, gerai Ce Hun Tiau Atong pertama buka gerai di Pontianak. Lalu melebarkan sayap ke Fresh Market PIK dan Dragon Point PIK.

    Nama Ce Hun Tiau berasal dari bahasa orang China Tio Ciu dimana Che berarti ubi, Hun artinya tepung, dan Tiauw artinya balok.

    Nama ini merujuk pada bahan utama yang dipakai yaitu adonan putih susu panjang, seperti mie yang dibuat dari tepung sagu.

    Selain adonan putih mirip mie, dalam satu mangkuknya juga terdiri dari kacang merah, ketan hitam, cincau, mutiara, dan bongko. Dinikmati dengan tambahan sirup gula aren, es batu, dan santan agar rasanya manis menyegarkan.

    Seporsi Ce Hun Tiau Atong komplet dibanderol dengan harga Rp 35.000. Isiannya komplet, semakin enak diaduk hingga tercampur rata.

    Beda dari yang lain, pemiliknya mengungkap ce hun tiau di sini menggunakan gula aren khas Pontianak. Santannya juga ditambah dengan sedikit garam.

    Sluurp! Setelah kuah santannya diaduk, rasanya manis ringan legit dan menyegarkan. Ada sentuhan rasa gurih dari penambahan santannya.

    Ce hun tiau dan kopi siantarDi dalamnya terdapat bongko, semacam dodol terbuat dari daun suji dan pandan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ce hun tiau yang berupa mie putih punya tekstur mirip agar-agar yang lebih kenyal dan mulur di mulut. Dipadukan dengan bongko hijau yang mirip hunkwe ini rasanya agak pahit karena mamakai air daun suji dan daun pandan yang wangi.

    Penambahan kacang merah dan ketan hitamnya membuat semangkuk es ini menjadi lebih spesial. Kacang merahnya besar, merah kecokelatan dan empuk legit. Bikin puas dan kenyang!

    Kenikmatan kopi telur Siantar dan minuman lain bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    Racikan kopi telur Siantar yang creamy

    Ce hun tiau dan kopi siantarHua Nan Kopi Siantar bisa jadi alternatif kalau mau minum kopi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menikmati racikan kopi khas sampai minuman manis lainnya juga bisa dirasakan di Dragon Point PIK 2, tepatnya di Hua Nan Kopi Siantar.

    Bisnis ini berawal dari mertua pemiliknya, Arvin Herlianto yang sempat merantau dari Siantar ke Jakarta dengan membawa resep racikan kopi khas ini.

    Setelah berjalan kurang lebih delapan tahun, akhirnya usaha ini dikembangkan oleh Arvin mulai dari tahun 2021.

    Hua Nan Kopi Siantar menawarkan beberapa racikan minuman, mulai dari kopi, teh tarik, thai tea, green tea, air mata kucing, olahan teh, dan lain sebagainya.

    Ce hun tiau dan kopi siantarKopi susu telur jadi salah satu menu andalan di sini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu yang jadi andalan adalah Kopi Susu Telurnya. Diracik menggunakan biji kopi Sidikalang khas Pematang Siantar yang ciri khasnya punya aroma rempah. Dicampur dengan kuning telur ayam kampung, susu kental manis, dan krim.

    Rasa kopinya cukup kuat dan agak pahit, tetapi tetap lembut karena dicampur dengan telur dan susu. Penambahan telur tidak membuat racikan ini menjadi amis, tetapi justru membuat teksturnya creamy nikmat.

    Ce hun tiau dan kopi siantarBerbagai camilan sedap cocok menjadi pendamping minum kopi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain minuman, tersedia juga camilan, mulai dari roti bakar, onde-onde, talas goreng, cempedak goreng, dan talas, dan masih banyak lagi.

    Roti bakar menjadi perpaduan yang pas diminum bersama kopi susu telurnya. Tekstur roti bakarnya masih lembut, tidak dipanggang sampai terlalu garing. Berisi selai srikaya yang manis legit.

    Ce hun tiau dan kopi siantarOnde-onde dan pisang goreng sedap bisa dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Camilan, seperti onde-onde atau pisang goreng wijennya juga tak kalah enak. Tekstur onde-ondenya kenyal renyah, dengan isian kacang hijau padat. Pisang wijennya semakin spesial karena ditaburi gula aren.

    Harga menu di sini dibanderol mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 40.000 an.

    Hua Nan Kopi Siantar buka setiap hari, Senin-Jumat buka pukul 14.00 – 22.00 dan Sabtu-Minggu pukul 11.00 – 23.00 WIB.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Lengkap! Kwetiau Arang dan Kaloci Autentik Ada di Warung Makan Ini


    Jakarta

    Makanan khas Pontianak di Jakarta yang pilihannya lengkap bisa ditemui di warung makan ini. Mulai dari kwetiau ekonomis yang dimasak pakai arang hingga jajanan jadul kaloci.

    Pontianak terkenal dengan kulinernya yang beragam. Pilihan makanannya juga lengkap, mulai dari camilan gurih, manis, makanan berat hingga dessert yang menggugah selera.

    Mungkin agak sulit menemukan makanan khas Pontianak di Jakarta. Namun, kalau cari makanan Ponti lengkap yang cita rasanya autentik, bisa datang ke warung makan ini, namanya KCKT Tiammie Kochai.


    Lokasinya di dalam kawasan Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Dihimpit oleh beberapa penjual makanan dan minuman lainnya.

    Di Pasar Modern Paramount Gading Serpong memang banyak penjual kuliner khas Pontianak. Namun, warung makan ini menarik perhatian karena menjual makanan Pontianak yang lengkap dan halal. Pilihannya mulai dari Kwetiau KCKT, sate kuah, nasi telur, hingga kaloci pun ada di sini.

    Penjualnya, orang Pontianak asli juga mengaku masih mempertahankan keautentikan masakan ini. Mulai dari metode memasak hingga cita rasanya.

    DetikFood menyambangi warung makan tersebut untuk mencicipi langsung cita rasa kuliner khas kota khatulistiwa itu. Begini informasi menariknya!

    1. Makanan Pontianak dengan cita rasa autentik

    Kuliner Pontianak Pasmod Paramount GSCita rasa makanan Pontianak di warung makan ini masih autentik dan halal. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung makan KCKT Tiammie Kuchai telah beroperasi selama 7 tahun di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Pemiliknya, Pak Tanto dan sang istri memang orang asli Pontianak. Mereka sudah merantau selama 10 tahun di Jakarta.

    Dulunya pak Tanto bekerja di percetakan, sampai akhirnya memutuskan untuk berjualan makanan khas Pontianak.

    “Saya dulu sebenarnya kerja di percetakan, terus dateng ke Jakarta dan buka warung makan ini,” jelasnya kepada detikFood.

    “Awalnya pertama kali saya tinggal di sini, di Gading Serpong saya lihat ada kuliner gitu, menarik, apalagi banyak masakan Pontianak, yaudah lah, coba minta ke kantor, dulu bukan di sini, di ujung, ada kosong baru ke sini, kalau di sana kan Pontianaknya lebih kurang, kalau arah sini lebih banyak,” lanjutnya.

    Tidak hanya menjadi pemilik, Pak Tanto juga memasak dan menyiapkan pesanan makan. Keahliannya dalam memasak ia dapat karena memang sejak dulu suka masak. Resep-resep masakannya juga ia dapat dari resep turun temurun.

    “Kalau masak emang pada dasarnya orang Kalimantan itu suka masak, jadi bisa,” jelasnya.

    2. KCKT, kwetiau ekonomis yang dimasak pakai arang

    Kuliner Pontianak Pasmod Paramount GSDi sini bisa mencicipi KCKT tau kengcie kwetiau yang dimasak pakai arang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu menu andalan di warung makan ini adalah KCKT, kependekan dari kengcie kwetiau.

    Pak Tanto mengungkap, kengcie kwetiau di Pontianak maksudnya adalah kwetiau yang ekonomis. Sebab, bahan-bahan yang dipakai memang sangat sederhana.

    Kengcie kwetiau hanya dibuat dari kwetiau, sejenis mie dari tepung beras yang dimasak bersama sayuran dan bumbu. Topping tambahannya pun biasanya hanya telur mata sapi.

    Keistimewaan KCKT di tempat ini yaitu metode memasaknya yang masih pakai arang.

    Seporsinya dibanderol dengan harga Rp 20.000 saja. Jika ingin tambah telur, bisa membayar Rp 5.000 lagi.

    Kwetiaunya bisa dimasak dengan tiga macam, yaitu goreng, bun, atau siram. Kami memesan menu andalan kwetiau gorengnya.

    Kwetiau datang dalam porsi yang melimpah. Meskipun digoreng, tetapi tidak sampai kering. Teksturnya masih kenyal dan kwetiaunya cenderung basah karena masih tersisa kuah dari bumbu tumisnya.

    Rasanya dominan manis seperti kecap, tetapi ada sentuhan rasa gurihnya. Karena dimasak pakai arang, aroma smokeynya pun muncul.

    Pak Tanto memang sengaja masih memasak menggunakan arang untuk memberi rasa dan aroma yang berbeda.

    “Karena saya masaknya pakai arang, karena sekarang lebih banyak kompor nih, pasti wanginya beda, kalau pakai arang itu beda lagi wanginya, lebih harum,” jelasnya.

    3. Sate kuah bumbu kacang yang tidak kalah enak

    Sate kuah ini punya cita rasa yang manis dengan kuah kaldu yang gurih lembut.Sate kuah ini punya cita rasa yang manis dengan kuah kaldu yang gurih lembut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pontianak juga terkenal dengan sate kuahnya. Di warung makan ini, pak Tanto menawarkan menu sate kuah terdiri dari pilihan daging ayam dan daging sapi.

    Seporsinya dibanderol dengan harga sekitar Rp 40.000, sudah termasuk 10 tusuk sate dan lontong.

    Kami memesan sate kuah ayam dengan potongan ayam yang besar-besar. Satenya dibakar dengan bumbu spesial, kemudian disajikan dengan lontong. Baru diberi kucuran bumbu kacang dan kuah kaldu. Jangan lupa peras jeruk kunci agar rasanya semakin enak.

    Daging ayamnya juicy dan sangat pas dipadukan dengan bumbu kacang yang gurih manis. Tambahan kuah kaldunya pun menghasilkan rasa gurih lembut di mulut.

    Kuah kaldunya juga seoalah membilas bumbu-bumbu kacang yang menempel di lidah.

    Kenikmatan nasi telur hingga kaloci bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Nasi telur khas Pontianak yang hits ada di sini

    Kuliner PontianakNasi telur khas Pontianak yang sederhana tetapi lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau penasaran dengan cita rasa nasi telur Pontianak, kamu bisa memsannya di sini. Seporsi nasi telurnya dibanderol dengan harga Rp 18.000 saja. Telurnya bisa minta dimasak setengah matang maupun matang.

    Kami memesan satu porsi. Isinya terdiri dari nasi putih hangat, telur mata sapi, taburan ebi dan kecap.

    Meskipun sederhana, tetapi rasanya enak dan nyaman. Mengingatkan kami dengan bekal makan siang ala rumahan.

    Tambahan ebi membuat cita rasa nasi telur ini menjadi spesial. Rasanya pun tidak manis saja, tetapi ada juga rasa gurih yang khas dari ebi-nya.

    Pak Tanto mengaku menu makanan ini paling sering dibeli oleh para anak muda, terutama mahasiswa-mahasiswa. Karena harganya murah dan rasanya sudah pasti disukai.

    5. Kaloci, jajanan Pontianak yang bikin nagih

    Kuliner PontianakKaloci, semacam mochi yang manis ini bikin nagis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami memesan kaloci sebagai hidangan penutup. Kaloci di sini ada dua rasa, yaitu original dan pandan.

    Namun, pak Tanto mengungkap lebih banyak pelanggan membeli rasa original. Ia pun akhirnya lebih banyak mempersiapkan adonan kaloci original daripada pandan.

    DetikFood memesan kedua rasa kaloci tersebut. Kalocinya baru akan dibuat ketika pelanggan memesan.

    Pelanggan juga bisa melihat sendiri proses kaloci itu disiapkan. Mulai dari adonannya diuleni, dicampur dengan kacang tanah dan gula, dipotong-potong menjadi bentuk kotak, sampai siap dimakan.

    Rasanya mirip seperti mochi ala Jepang, tetapi teksturnya menurut kami lebih lembut dan kenyal.

    Begini cara pembuatan kaloci, jajanan jadul khas Pontianak yang mirip mochi.Begini cara pembuatan kaloci, jajanan jadul khas Pontianak yang mirip mochi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut kami tidak ada perbedaan rasa antara original dan pandan. Keduanya sama-sama manis dengan sentuhan gurih smokey dari kacang tanahnya.

    Pak Tanto mengungkap, kaloci ini dibuat menggunakan campuran tepung beras dan tepung ketan. Diuleni cukup lama sekitar 3 jam.

    Kacang tanah yang dipakai kacang tanah tuban asli Pontianak. Pak Tanto tetap menggunakan bahan-bahan khas Pontianak untuk mempertahankan rasanya. Menurutnya, kacang tanah tuban ini akan menghasilkan aroma dan rasa yang lebih enak daripada kacang tanah biasa.

    Setiap hari pak Tanto juga menghaluskan kacang tanah sekitar 30 kilogram menggunakan alat tradisional.

    Jika penasaran ingin menikmati beragam kuliner Pontianak di Pasar Modern Paramount Gading Serpong, bisa mampir ke warung makan KCKT Tiammie Kuchai, buka Selasa-Minggu mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mantan Chef di Australia Jualan Choipan Singkawang, Ludes Ribuan per Hari!


    Jakarta

    Selain kuliner Pontianak, di Pasar Modern Paramount Gading Serpong juga ada kuliner Singkawang. Salah satunya Choipan Singkawang yang dimiliki seorang mantan chef!

    Daerah Kalimantan Barat memang terkenal dengan kulliner yang beragam. Tidak hanya kuliner Pontianak-nya yang enak, tetapi kuliner di Singkawang juga tidak kalah menarik.

    Kota yang letaknya di sebelah utara Pontianak itu juga terkenal dengan hidangan choipannya. Namun, choipan di Singkawang punya kulit lebih tipis, dengan variasi isian yang pilihannya lebih sedikit.


    Jika menyukai choipan atau mau mencoba choi pan ala Singkawang, kamu bisa mampir ke gerai ini. Namanya Choipan Singkawang di Pasar Modern Paramount Gading Serpong.

    Menempati sebuah ruko di dalam pasar, gerai Choipan Singkawang punya area cukup luas. Terdapat banyak meja dan kursi yang bisa ditempati. Makan choipan langsung di tempatnya juga akan terasa sangat nyaman.

    Choipan SingkawangBegini suasana bagian dalam gerai Choipan Singkawang yang berlokasi di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan Singkawang punya beberapa cabang, tetapi cabang utamanya di Pasar Modern Paramount. Sehingga, kegiatan produksi choipan di cabang ini dilakukan setiap hari. Pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana choipan itu dibuat.

    Menyambangi Choipan Singkawang pada Rabu (24/01), kami mencicipi sejumlah variasi choipan yang mereka tawarkan. DetikFood juga berbincang dengan pemilik gerai ini, yang rupanya merupakan mantan chef dimsum di Autsralia!

    1. Usaha milik mantan chef dimsum di Australia

    Choipan SingkawangChoipan Singkawang ini merupakan usaha milik seorang mantan chef di restoran dimsum di Australia bersama sang istri. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan Singkawang merupakan bisnis kuliner yang dibangun oleh seorang mantan chef dimsum di Australia. Pada 2019, mantan chef bernama Marco itu mulai berjualan choipan bersama sang istri.

    Setelah kembali dari Australia ke Indonesia, Marco dan istrinya menghadapi pandemi. Akhirnya mereka berpikir berjualan choipan saja. Kebetulan, istri Marco orang asli Singkawang, sehingga resep choipan langsung datang dari istrinya.

    “Awalnya itu saya di akhir 2019 itu pulang dari Australia sama istri, nah sampai Indonesia ternyata lockdown covid, jadinya kita ga tau mau ngapain, karena istri orang Singkawang kita coba bikin makanan Singkawang Choipan khususnya di situ kita coba kasih ke teman-teman ternyata enak, setelah itu baru kita mulai coba jualan Choipan,” jelasnya kepada detikFood.

    Marco yang pernah bekerja sebagai chef di restoran dimsum dengan penghargaan Michelin itu mengaplikasikan teknik pembuatan dimsum ke dalam proses pembuatan choipan ini. Tidak heran choipan yang ditawarkan punya rasa dan kualitas yang tidak main-main.

    “Sebelumnya belum pernah buat, saya di Australia jadi chef, chef dimsum. Jadi teknik dari choipan ini kita ambil dari teknik dimsum saya,” ujar Marco kepada detikFood.

    2. Choipan spesial ludes ribuan buah per hari

    Choipan SingkawangChoipan Singkawang menawarkan choipan spesial yang bisa ludes ribuan buah per hari. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan yang ditawarkan adalah khas Singkawang dengan tiga keistimewaan yaitu, kullitnya tipis, ebinya banyak, dan dilengkapi sambal istimewa.

    Choipan Singkawang juga punya tiga pilihan isian, terdiri dari bengkuang, kuchai, dan rebung. Ketiga isiannya memadati kulit choipan yang tipis. Ukurannya memang tidak begitu besar, tetapi menyantapnya tetap terasa puas.

    Choipannya bisa dibeli ala carte atau paketan. Untuk ala carte, bisa dipesan 10 pcs tau 5 pcs yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp 20.000 (5 pcs) dan Rp 40.000 (Rp 10 pcs).

    Selain isian bengkuang, kuchai, dan rebung, Choipan Singkawang juga menawarkan choipan vege tanpa ebi atau bawang. Namun, choipan ini haya bisa dipesan h-1 sebelumnya.

    Sejak awal berjualan, Marco mengungkap choipannya sudah mendapat kesan baik dari banyak pelanggan.

    Sampai saat ini, choipannya masih banyak diminati. Choipan Singkawang pun bisa membuat ribuan pieces choipan setiap harinya.

    Bahkan mereka menghabiskan 30 kilogram bengkuang setiap hari, yang dipakai sebagai isian choipan.

    “Kalau per harinya udah sampe ribuan lah. Mulai buat dari jam 06.30. Choipan juga dibuat terus. Kadang pada istirahat dulu tiga jam terus buat choipan lagi. Karena ini cabang pusat jadi kami buat terus choipannya untuk dikirim ke cabang lain,” jelas Marco.

    Cita rasa choipan Singkawang hingga mie asin bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Choipan dandang yang menggiurkan

    Choipan SingkawangSalah satu menu yang menggiurkan di Choipan Singkawang adalah menu choipan dandang ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain dijual ala carte, mereka juga menawarkan pilihan menu Choipan Dandang berisi 20 buah (Rp 80.000). Variasinya bisa dicampur antara bengkuang, kuchai, dan rebung.

    Choipannya disajikan dalam dandang bulat berbahan stainless steel. 20 choipan pun disusun memenuhi dandang tersebut.

    Bentuknya berbeda-beda tergantung dari isian. Ada yang bentuknya agak lonjong, ada juga yang bulat.

    Kulit choipannya memang tipis, mirip seperti kulit dimsum hakau. Namun, isiannya sangat padat. Ketika digigit, kulitnya seolah langsung meleleh di mulut.

    Marko mengungkap, variasi paling favorit adalah bengkuang. Saat dicoba, kami pun mengerti kenapa bengkuang menjadi varian paling favorit.

    Tekstur bengkuangnya lembek tetapi masih meninggalkan kerenyahan. Rasa bengkuangnya manis tetapi karena ada taburan minyak bawang putih goreng sehinga aroma bawang putihnya lebih mendominasi.

    Minyak bawang putih goreng itu juga menambah kelezatan choipan. Tambahan ebi di dalamnya juga memberi rasa gurih yang khas.

    Untuk choipan kuchai nya enak. Kuchainya juga tidak menyisakan jejak pahit, tetapi tidak menurut kami tidak begitu berkesan.

    Variasi rebungnya tidak kalah enak. Rebungnya tidak bau sama sekali. Rasa rebungnya juga tidak menyisakan aroma atau jejak rasa tidak enak di mulut. Potongan rebungnya padat dan tidak kalah renyah ketika digigit.

    Makan begitu saja choipan ini sudah sedap. Namun, jika ingin ada sentuhan rasa pedas, bisa dicocol ke sambal merahnya. Sedangkan, jika ingin yang pedas manis, bisa dicocol ke saus spesialnya.

    4. Sop Mie Asin hingga Rujak Singkawang yang menyegarkan

    Choipan SingkawangDi gerai Choipan Singkawang ada juga menu sop mie asin yang terdiri dari aneka topping seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain choipan, di gerai ini juga ada beberapa menu makanan lain, seperti bakmie, mie asin, maupun camilan rujak.

    Kami mencoba Sop Mie Asin (Miensien Sop) seharga Rp 25.000. Semangkuknya terdiri dari misoa, dilengkapi topping teri, kacang, bakso ikan, dan keripik singkong pedas.

    Jika toppingnya terasa kurang, kamu bisa menambah ekstra seharga Rp 5.000 per topping.

    Kuah mie asinnya berwarna merah oranye. Rasa mie asinnya cenderung gurih dengan sedikit jejak rasa pedas.

    Tekstur misoanya juga lembut dan tidak licin. Misoanya lebih enak jika dimakan berbarengan dengan topping dan kuah kaldunya.

    Rujak khas Singkawang juga bisa dipesan. Spesialisasinya pada tambahan emping.Rujak khas Singkawang juga bisa dipesan. Spesialisasinya pada tambahan emping. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sebagai camilan, bisa pesan rujak Singkawangnya. Terdiri dari potongan tipis mangga muda yang disiram dengan kuah kental berwarna cokelat gelap, kemudian ditaburi ebi.

    Ciri khasnya, rujak ini dimakan bersama dengan emping.

    Mangga mudanya memberi rasa asam, tetapi rasanya menjadi seimbang jika dipadukan dengan kuahnya yang manis. Rasa manisnya perpaduan antara petis dan gula merah.

    Cara makannya dengan menyendokkan mangga muda dan kuah menggunakan emping. Empingnya selain memberi tekstur renyah, juga memberi jejak rasa pahit pada rujak.

    Choipan SingkawangEs sonkit dan es nammong bisa dipesan untuk menghilangkan dahaga setelah makan choipan yang gurih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk menghilangkan dahaga, kamu bisa pesan es sonkit yang asam menyegarkan. Ada juga es nammong, es dengan jeruk sonkit yang telah difermentasi. Rasanya tawar tetapi ada jejak rasa asam manisnya.

    Jika tertarik mencoba Choipan Singkawang, bisa langsung mampir ke cabang yang berlokasi di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Bukanya mulai pukul 06.30 sampai 21.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com