Tag: kuliner solo

  • Wedangan Pendhopo Padukan Nasi Kucing, Jangan Ndeso, dan Benda Antik



    Solo

    Wedangan Pendhopo tidak cuma menawarkan jajanan khas Solo. Tempat ini mengajak traveler untuk sejenak melambat sembari menyantap nasi kucing dan jangan ndeso (sayur kampung) di dalam sebuah museum mungil.

    Sebuah rumah bertembok bercat putih dengan pintu biru muda di Jalan Srigading 1 No.7, Mangkubumen, Banjarsari Solo, Jawa Tengah tidak jauh dari Paragon Mall, mencolok dengan nyala lampu lebih terang dibandingkan rumah-rumah lain di deretan itu. Ada papan penanda Wedangan Pendhopo di atas pintu masuk.

    Di teras, sejumlah pengunjung duduk sembari berbincang-bincang. Di meja, ada sejumlah piring dengan bermacam-macam gorengan, sate, dan sosis solo. Juga piring dengan nasi yang disiram kuah sayur.


    Melewati pintu, dinding penuh dengan poster iklan lawas, dan mesin jahit bekas, meja dan kursi kayu, serta patung loro blonyo, serta botol-botol minuman beling dan minuman kemasan disuguhkan. Ada lagi ruangan lain dengan nuansa serupa, hanya saja ukurannya lebih kecil. Kemudian, ada pintu keluar di sisi kiri. Rupanya, pintu ini mengarah ke lapak jajanan, nasi kucing, dan meja kasir.

    Di balik lapak, seorang perempuan sepuh, yang disapa Mbah Kati, menuangkan kuah santan di atas nasi dengan ukuran mini. Nasi kucing. Nasi putih dengan porsi kecil khas di wedangan Solo, juga angkringan di Yogyakarta.

    Wedangan Pendhopo di SoloBarang antik terpajang di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

    “Kita tinggal ambil makanan di sini, kemudian dilaporkan ke kasir. nanti akan diantar ke meja kita. Sekalian saat di kasir pesan minum,” kata Shinta Aditya, general manager Solo Safari, yang mendampingi rombongan wartawan, termasuk detikTravel, beberapa waktu lalu.

    Rupanya, setelah melaporkan makanan yang diambil ke kasir, piring beserta isinya tidak bisa langsung dibawa ke meja. Gorengan, sate, dan jadah, telor dadar, sosis Solo, dan jajanan lain lebih dulu dibakar. Setelah itu, barulah kemudian disuguhkan kepada pemesan. Agar tidak salah meja, piring-piring itu ditandai sesuai nama pemesan.

    Yang bikin penasaran, di mana minuman dibuat?

    Wedangan Pendhopo di SoloPeracik minuman di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

    Ternyata, pintu di belakang kasir bukan pintu keluar. Pintu itu mengarah ke tempat duduk lain berupa sejumlah balai-balai yang masih bagian dari Wedangan Pendhopo. Di sana juga ada satu blok untuk membuat macam-macam minuman.

    “Minuman bermacam-macam, ada es teh atau teh panas, teh krampul, wedang jahe, dan yang khas dan banyak dipesan adalah JKJ jahe, kencur, jeruk,” kata Ustiani, pemilik Wedangan Pendhopo.

    Tidak hanya menjelaskan soal beragam minuman, Ustiani yang melayani langsung para pembeli juga menyapa dan berbincang dengan pengunjung.

    Koleksi Barang Lawas

    Wedangan Pendhopo bukan sekadar tempat nongkrong. Kedai makan ini, laiknya sebuah museum mungil. Pengunjung menyantap makanan yang sudah dipesan di tengah-tengah koleksi benda antik milik keluarga Ustiani.

    Di dalam rumah dengan fasad rumah lama khas Jawa itu tersimpan beragam benda-benda lawas. Mulai dari dinding kayu berukir, patung loro blonyo, toples tabung, kaleng kerupuk, lonceng kalung sapi, mesin jahit, peti beras, poster iklan jaman dulu, sampai sepeda kebo.

    Wedangan Pendhopo di SoloKoleksi benda0benda lawas di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

    “Sejak dulu kami mengumpulkan barang-barang ini. Dulu nggak di sini, di rumah. Di sebelah sana, ini rumah tetangga. Meja-meja ini juga,” kata Ustiani.

    Tidak hanya Ustiani, yang merupakan pensiunan ASN Kota Surakarta itu, yang menyukai berburu benda-benda lawas, suami pun setali tiga uang, mempunyai hobi serupa. Mereka sama-sama suka traveling. Sama-sama suka mengumpulkan benda antik.

    “Ternyata malah melengkapi wedangan ini,” kata Ustiani.

    Mbah Kati, Pemegang Resep Sayur Ndeso

    Belum ke Wedangan Pendhopo kalau belum mencicipi nasi kucing plus sayur ndesonya. Sayur santan ini sungguh menggoyang lidah.

    Gorengan, tempa atau tahu bacem, bermacam-macam sate, jadah, atau sosis bisa ditemukan di wedangan lain di Solo. Teh Solo yang tersohor dengan cita rasa khas itu juga bisa jadi ada di setiap wedangan, tetapi tidak semua wedangan di Solo melengkapi nasi kucing dengan jangan ndeso ini.

    Wedangan Pendhopo di SoloMbah Kati (kiri) dan pemilik Wedangan Pendhopo di Solo, Ustiani (Femi Diah/detikcom)

    “Mbah Kati ini yang meracik bumbunya. Ini resep keluarga dan Mbah Kati sudah menjadi bagian keluarga ini sejak lama,” kata Ustiani.

    Ustiani menyebut seluruh jajan dan makanan serta minuman di wedangan ini merupakan racikan sendiri. Bukan pesan di tempat lain. Jadi, cita rasanya pun tidak akan dimiliki wedangan lain.

    Langganan Iriana Jokowi

    Dari foto-foto yang dipamerkan di dinding Wedangan Pendhopo, sohor di kalangan pejabat. Sejumlah menteri dan istri Presiden Joko Widodo ada di antara foto-foto itu.

    Wedangan Pendhopo di SoloFoto Ibu Iriana di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

    “Bu Iriana sering ke sini. Biasanya telpon dulu buat datang, tapi ya datang saja tidak tutup untuk yang lain, tetap dibuka buat pengunjung lain. Gabung saja dengan yang lain. Kebetulan kami teman SMA, di SMA 3 Surakarta,” ujar Ustiani.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Resep Selat Solo Topping Keju Leleh yang Gurih Mulur

    1. Marinade potongan daging sapi dengan pala dan kecap manis. Diamkan 1jam. 2. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, masukkan tomat cincang dan tambahkan daging sapi, kemudian masukkan telur rebus, tutup dengan api sedang. 3. Tambahkan kayu manis, cengkeh, cuka/asam, garam dan kaldu sapi. Aduk sebentar, tambahkan air dan masak hingga daging empuk meresap. Test rasa. 4. Potong wortel, kentang, siapkan buncis. Rebus wortel dan buncis dengan air dan sejumput garam. 5. Goreng kentang, sampai golden brown. Tiriskan. 6. Siapkan wajan, letakkan daging dan sedikit kuah, beri atasnya parutan keju, tutup 3 menit, dengan api kecil. 7. Siapkan piring saji, tata daging, telur dan semua sayuran.



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Resep Tongseng yang Lezat Buat Makan Siang, Pakai Ayam hingga Kambing

    Jakarta

    Kalau ingin menikmati makanan berkuah, tongseng bisa menjadi pilihan menarik. Pilihannya ada tongseng ayam, sapi, hingga kambing. Cek resepnya berikut ini!

    Tongseng merupakan makanan khas Solo yang umumnya terbuat dari daging atau tulangan kambing. Namun, saat ini tongseng banyak ditawarkan dengan daging sapi dan ayam.

    Racikan tongseng ada yang dimasak memakai santan ataupun tanpa santan. Terpenting ada tambahan irisan kol, tomat hijau, dan kecap manis yang membuat sajian ini semakin nikmat.


    Berikut 3 resep yang dapat dikreasikan untuk makan siang di rumah:

    1. Resep Tongseng Kambing Tanpa Santan

    Tongseng kambing yang gurih nikmat bisa jadi menu makan siang andalan. Kalau kamu ingin menikmati tongseng kambing yang lebih sehat, bisa mengolahnya tanpa santan. Pakai daging bagian has kambing yang lebih empuk dan sedikit lemak.

    Resep Tongseng Kambing Tanpa Santan

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Sedang 5
    Daerah Asal Masakan : Jawa Tengah
    Kategori Masakan : Sup

    Bahan Bahan

    • 500 gram daging has kambing, potong kecil

    • 1 bungkus bumbu gule instan
    • 1 liter air untuk merebus daging

      Bumbu:

    • 6 butir bawang merah, iris tipis, goreng

    • 3 siung bawang putih, iris tipis
    • 5 buah cabai rawit, iris kasar
    • 100 g daun kol, iris kasar
    • 1 batang daun bawang, iris kasar
    • 1 buah tomat merah, iris kasar
    • 1 sdt garam
    • 4 sdm kecap manis

    Cara Memasak:

    1. Rebus daging bersama dengan 1 batang sereh, daun salam dan daun jeruk hingga empuk. Sisihkan kaldunya 500 ml.
    2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
    3. Masukkan bumbu gule, aduk hingga menyatu dan harum.
    4. Masukkan daging yang sudah empuk dan tambahkan air kaldu.
    5. Tambahkan kecap manis, cabai rawit, tomat, irisan kol dan daun bawang.
    6. Tambahkan garam, gula dan kaldu jamur, masak hingga matang.
    7. Sajikan tongseng kambing tanpa santan dengan taburan bawang goreng.

    2. Resep Tongseng Ayam

    Selain daging kambing, tongseng juga dapat diolah menggunakan daging ayam. Bisa berupa potongan kecil maupun potongan dadu dari daging ayam fillet. Berikut resep tongseng ayam yang bisa kamu coba

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 3
    Daerah Asal Masakan : Jawa Tengah
    Kategori Masakan : Sup

    Bahan Bahan

    • 1/2 ayam yang dipotong menjadi 4 bagian
    • 10 buah cabai rawit merah
    • 1/4 buah kol yang telah diiris kasar
    • 2 buah tomat, yang dibelah menjadi 8
    • 2 batang serai yang dimemarkan
    • 3 lembar daun salam
    • 1 sdm gula pasir
    • 5 sdm kecap manis
    • 3 sdm minyak untuk menumis
    • 1,2 liter santan

      Bumbu yang Dihaluskan:

    • 10 bawang merah

    • 12 buah cabai merah keriting
    • 7 siung bawang putih
    • 3 cm kunyit
    • 2 cm jahe
    • 1 sdm garam
    • 1/4 sdt merica
    • 1/4 sdt ketumbar biji

    Cara Memasak:

    1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan, bersamaan dengan daun salam dan serai, masak sampai harum.
    2. Masukkan daging ayam bersama bumbu, dan masak hingga daging berubah warna.
    3. Tambahkan santan dan gula pasir, aduk merata dan masak hingga daging ayam empuk.
    4. Masukkan irisan kol, cabai rawit, tomat, dan kecap manis, masak hingga sayuran layu.
    5. Tongseng ayam pun siap untuk disajikan

    3. Resep Tongseng Sapi

    Daging sapi juga sangat lezat dikreasikan menjadi tongseng yang kuahnya kental. Tambahkan irisan cabe rawit yang melimpah agar semakin lezat. Berikut adalah resep tongseng sapi yang gurih:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 5
    Daerah Asal Masakan : Solo, Jawa Tengah
    Kategori Masakan : Sup

    Cara Memasak:

    1. Iris tipis daging sapi sesuai selera, bisa melintang.
    2. Panaskan minyak samin, tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu dan wangi.
    3. Masukkan irisan daging sapi, aduk hingga kaku dan berubah warna.
    4. Tambahkan cabe merah dan bumbu gule, aduk hingga tercampur rata.
    5. Tuangi santan dan air, tambahkan kecap, merica dan garam, lalu masak hingga mendidih.
    6. Masukkan daun kol, tomat, daun bawang dan cabe rawit merah. Masak hingga sayuran layu.
    7. Sajikan dengan pelengkapnya.

    Simak Video “Cita Rasa Tongseng Kambing yang Dimasak di Tungku Arang
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com