Tag: kuliner tangerang

  • Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun


    Tangerang

    Di Tangerang banyak restoran legendaris yang enak, salah satunya Ayam Tjap Banteng. Ayam goreng berbalut rempah ini sudah ada sejak tahun 1958.

    Kuliner atau tempat makan legendaris memang tak pernah lekang oleh waktu. Banyak tempat makan legendaris yang akhirnya memutuskan untuk membuka cabang sampai mengubah tampilan tempat makannya menjadi lebih nyaman dan modern.

    Konsep inilah yang diterapkan oleh restoran Ayam Tjap Benteng. Sesuai dengan namanya tempat makan ini terkenal dengan menu ayam goreng. Ayam gorengnya berempah dan dikenal sejak puluhan tahun lalu di kawasan Pluit, Jakarta Utara.


    Setelah sukses selama 66 tahun, akhirnya restoran ayam goreng legendaris ini membuka cabang di kawasan Pasar Lama, Tangerang dengan konsep yang lebih modern di Mr. Hungry.

    Berikut beberapa menu andalan yang wajib dicoba di Ayam Tjap Benteng.

    Detail Informasi Ayam Tjap Benteng
    Nama Tempat Makan Ayam Tjap Benteng
    Alamat Jl. Kisamaun No. 225 (Lantai 3), Pasar Lama, Tangerang
    No Telp 081298156219
    Jam Operasional 11.00
    21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Ayam Goreng Tradisional
    Fasilitas
    • Indoor Outdoor Dining
    • Parking Space

    1. Ayam Goreng Peranakan

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Jika melihat sejarahnya, restoran Ayam Goreng Tjap Benteng ini pertam kali dibuka di Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara pada tahun 1958. Konsep awalnya cukup sederhana, yaitu menjual ayam goreng dengan resep keluarga turun temurun.

    Nama Tjap Banteng sendiri ternyata diadaptasi dari makanan komunita swarga keturunan China Benteng. Jadi dari bumbu dan cara mengolahnya, ayam goreng ini memiliki banyak pengaruh dari kuliner peranakan yang sudah bertahan selama empat generasi.

    Ciri khas ayam goreng di sini menggunakan ayam penjantan, ukurannya tidak sebesar ayam negeri tapi dagingnya tetap empuk dan tidak terlaluliat seperti ayam kampung.

    2. Menggunakan Banyak Rempah

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Berbeda dengan ayam goreng yang biasanya hanya diungkep dengan bumbu kuning. Ayam goreng tjap Banteng dimasak dengan teknik ungkep, memakai sedikit air dan dilakukanselama satu jam lebih.

    Agar rasa ayam gorengnya gurih dan umami, ayam pejantan diungkep dengan rempah seperti kunyit, kemiri, lengkuas, cabe, bawang merah hingga bawang putih serta beberapa rempah daun. Setelah itu baru ayam digoreng sampai garing dan renyah.

    Tak ketinggalan ayam goreng disajikan dengan serutan halus lengkuas muda yang harum semerbak. memberi tekstur renyah dan gurih pada ayam. Per potong ayam goreng harganya Rp 28.000, kalau mau beli satu ekor lengkap dengan nasi uduknya harganya Rp 185.000.

    3. Cita Rasa Ayam Goreng Legendaris

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Jika bersantap di Ayam Tjap Benteng,paduan yang pasadalah ayam goreng dan nasi uduk. Nasinya pulen dengan wangi daun salam dan serai yang enak. Tersedia menu Paket Goreng Koening (Rp 50.000), yang terdiri dari potongan dada atau paha ayam, dilengkapi dengan nasi uduk, tahu, tempe sampai sayur asem.

    Ayam goreng disajikan dengan sambal kacang dan sambal bawang yang diberi air jeruk nipis yang segar. Potongan daging ayamnya cukup besar meski menggunakan ayam pejantan.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Saat disobek, teksturnya garing di bagian luar dengan daging ayam yang lembut juicy. Bukan tipe ayam goreng basah ala Sunda. Gurih rempah bumbunya meresap sempurna, terasa sedap di setiap suapan.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Dicocol dengan racikan sambal kacangnya yang tidak terlalu pedas, ayam goreng ini makin sedaprasanya. Nasi uduk yang harum dan pulen jadi pelengkap yang sempurna.

    4. Menu Pelengkap di Ayam Tjap Benteng

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Selain sambal kacangnya yang enak, sebagai lauk pelengkap ada sayur asem. Kuahnya tidak terlalu kental tapi rasa asam dan gurihnya pas. Isiannya ada jagung manis, labu siam,dan kacang panjang.

    Ada juga sate usus dan sate kulit ayam (Rp 6.927) yang digoreng garing buat pelengkap makan ayam dan nasi uduk. Jangan lewatkan juga Sambal Cabe Pete Udang (Rp 15.585) yang berupa tumisan udang kecil, rajangan cabe merah besar, pete dan bawang merah. Pedas segar rasanya!

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Kakau tak mau pesan ayam goreng, di gerai Ayam Tjap Benteng versi modern ini juga ada menu lainnya dengan harga terjangkau. Salah satunya Nasi Goreng Spesial (Rp 30.000) yang tak kalah enak. Juga ada Ketupat Sayur, Semur Jengkol, hingga Tahu Semur dengan harga mulai dari Rp 9.000 saja.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Setiap harinya Ayam Tjap Benteng cabang Pasar Lama Tangerang buka dari jam 11.00 – 21.00. Tersedia area makan outdoor dan indoor yang nyaman dan pembayarannya sudah bisa non tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bisa Ngemil Waffle Sambil Main Boardgame di Kafe Ini


    Jakarta

    Kafe yang menawarkan aktivitas bermain boardgame satu ini menarik untuk dikunjungi. Ratusan boardgame bisa dimainkan sambil bersantap.

    Kafe dengan aktivitas seru kerap menarik perhatian. Tak hanya bisa bersantap, tapi juga bisa dikunjungi untuk memanfaatkan waktu luang.

    Salah satu konsep kafe dengan aktivitas seru bisa ditemui di kawasan Gading Serpong. The Bunker Cafe menawarkan pengalaman seru bermain ratusan boardgame.


    Penasaran dengan pengalaman seru itu, detikFood menyambanginya. Kami bermain boardgame sambil menikmati makanan yang lezat di sana.

    Detail Informasi (The Bunker Boardgame Cafe)
    Nama Tempat Makan The Bunker Boardgame Cafe
    Alamat Ruko Graha Boulevard D-10 Summarecon Serpong, Tangerang
    No Telp 0812-8636-1011
    Jam Operasional 09.30-22.00 WIB
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 15.000
    Tipe Kuliner Menu modern
    Fasilitas
    • Boardgame
    • Area luas 3 lantai
    • Indoor / outdoor
    • Camilan hingga makanan berat
    • Parkir
    • Smoking area

    Sudah Ada Sejak 2015

    The Bunker Boardgame Cafe di Gading SerpongThe Bunker Boardgame Cafe di Gading Serpong Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Vania, Manager dari The Bunker Cafe menjelaskan kepada detikFood (11/7) tentang konsep kafe. Ternyata, kafe ini sudah beroperasi cukup lama, yaitu sejak 2015.

    “Kita (The Bunker) sudah berdiri sejak 2015 akhir. The Bunker Boardgame Cafe sendiri adalah sebuah kafe, kita tuh menawarkan experince (pengalaman) tamu-tamu yang datang ke sini,” ujar Vania.

    Pengalaman yang dihadirkan sudah pasti bermain boardgame. Pengunjung bebas memilih boardgame yang akan mereka mainkan.

    Selain bermain boardgame, kamu juga bisa menikmati aneka makanan dan minuman yang ditawarkan. Harganya cukup terjangkau untuk ukuran kafe. Apalagi porsinya cukup besar yang cocok untuk makan tengah bersama teman.

    Syarat dan Ketentuan Bermain Boardgame

    The Bunker Boardgame Cafe di Gading SerpongThe Bunker Boardgame Cafe di Gading Serpong Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Vania lebih lanjut juga menjelaskan soal syarat dan ketentuan (mekanisme) untuk bermain boardgame di The Bunker Cafe. Saat baru datang, pengunjung akan disambut oleh seorang Game Master.

    Setelah itu, Game Master akan mengarahkan ke rak yang berisikan aneka boardgame. Sebelum memilih, mereka juga akan menjelaskan aturan beserta daftar harganya.

    Pengunjung bisa memilih antara bermain per jam atau sepuasnya dalam sehari penuh. Harganya Rp 15.000 per jam dan Rp 50.000 untuk sehari penuh. Harga tersebut berlaku untuk 1 orang saja.

    The Bunker Boardgame Cafe di Gading SerpongThe Bunker Boardgame Cafe di Gading Serpong Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Setelah memilih paket mana yang diambil, pengunjung bisa langsung memilih boardgame yang diinginkan. Boardgame itu juga dibedakan berdasarkan tingkat kesulitan dan genrenya.

    Untuk tingkat kesulitan dari anak-anak hingga mahir. Genre yang dapat dipilih berupa adventure, bluffing, economic, dan action.

    Jika pengunjung baru pertama kali datang ke Boardgame Cafe bisa meminta arahan ingin bermain game seperti apa. Nantinya, Game Master juga akan mengajarkan permainan tersebut.

    “Kalau baru pertama kali nih main boardgame, pemula lah istilahnya. Nggak perlu khawatir, karena Game Master di sini akan memberikan rekomendasinya, biasanya dimulai dari level mudah dulu. Lalu, nanti mereka juga akan mengajarkan permainan tersebut,” ujarnya.

    Vania sebagai manager juga memberikan rekomendasi boardgame yang tepat. Ia merekomendasikan bermain ‘Survive’ jika pengunjung datang berempat, karena permainannya seru dan bertemakan petualangan.

    Simak Video ‘Rekomendasi Tempat Ngafe Sambil Main Board Game yang Seru’:

    [Gambas:Video 20detik]

    Waffle Ice Cream hingga Spaghetti Carbonara Enak

    The Bunker Boardgame Cafe di Gading SerpongThe Bunker Boardgame Cafe di Gading Serpong Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Selain bermain boardgame, kafe ini juga menyediakan makanan dan minuman yang lezat. Jadi, tak hanya seru bermain saja tapi bisa menikmati camilan dan mengisi perut.

    Pilihan makanan di sini juga beragam, kalau ingin yang mengenyangkan bisa memesan aneka rice bowl. Sajian pasta, camilan platter, hingga dessert juga bisa dinikmati di The Bunker Boardgame Cafe.

    Kami memilih Spaghetti Carbonara (Rp 55.000) sebagai hidangan utama. Karena menggunakan bumbu carbonara, sudah pasti cita rasa creamynya nendang di lidah. Dipadukan bersama potongan smoked beef sangat menggugah selera. Porsi spaghetti ini juga sangat banyak, cocok juga jika ingin sharing bersama teman.

    Lalu, untuk camilannya ada kulit ayam goreng. Kulit ayam goreng ini dibalut lelehan mentega yang gurihnya nagih. Seporsi kulit goreng ini enak dinikmati cocolan saus BBQ.

    The Bunker Boardgame Cafe di Gading SerpongThe Bunker Boardgame Cafe di Gading Serpong Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Tak hanya itu saja, tapi kami juga menikmati camilan berupa waffle. Waffle stick yang ditambahkan es krim (Rp 35.000) ini juga dapat memuaskan selera. Porsinya yang besar juga cocok untuk sharing dengan teman.

    Kami sangat menikmati waffle satu ini, tekstur luarnya renyah. Sehingga tak mudah lembek ketika dipadukan dengan es krim vanilla. Rasanya juga tak begitu manis. Selain vanilla, es krim yang dapat dipilih ada cokelat dan stroberi.

    Minuman juga tersedia, ada aneka kopi, jus, hingga mocktail. Kami memesan Ovaltine Macchiato (Rp 36.000), berupa es cokelat dari bubuk Ovaltine. Macchiato ini ada sentuhan krim keju yang gurih.

    Mocktail Blue Watermelon (Rp 36.000) disajikan dengan tampilan cantik. Perpaduan minuman bersoda dengan sirup semangka yang segar. Tak ada asamnya, tapi justru manis nikmat.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip Jjampong hingga Kalguksu ala Street Food Pasar Korea


    Jakarta

    Kuliner Korea di Indonesia ditawarkan dengan konsep restoran yang beragam. Kali ini mengusung tema ala warung kaki lima di pasar tradisional.

    Banyak tempat makan Korea baru yang bisa dikunjungi, salah satunya ada Koryo Jjampong. Lokasinya ada di kawasan Gading Serpong, Tangerang.

    Koryo Jjampong ini langsung viral, karena konsep yang dihadirkan berbeda dari restoran Korea lainnya. Menu yang ditawarkan juga ala street food Korea dan harganya terjangkau.


    Konsep ala ‘Pasar Gwangjang’ di Korea

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Koryo Jjampong ini menempati ruko dua lantai di kawasan Ruko Pisa Grande Gading Serpong. Area lantai 1 yang paling menarik perhatian, karena konsepnya yang mengusung ala pasar tradisional Korea itu begitu terasa.

    Baru masuk ke area restoran saja, kamu pasti akan langsung tertarik. Konsep tempat duduknya juga bukan pr meja, melainkan di buat berjajar ala warung kaki lima. Suasana ini kerap ditemui di pasar tradisional Korea.

    Salah satu pasar tradisonal yang terkenal di Korea Selatan adalah Pasar Gwangjang. Pasar itu diketahui sebagai pasar tertua di Seoul dan juga surganya kuliner kaki lima.

    Menu yang Ditawarkan

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Tak hanya konsepnya saja yang dibuat ala Pasar Gwangjang, tapi juga menunya. Salah satu menunya ada Kalguksu yang merupakan olahan mie populer di pasar tersebut, bahkan sampai masuk liputan Netflix.

    Beberapa menunya juga disajikan dengan konsep open kitchen. Di antaranya untuk menu tteokbokki dan odeng, jadi kesan warung kaki lima ala pasar tradisional itu benar terasa.

    Menu lain yang menjadi andalan adalah jjampong. Jjangpong di sini ditawarkan beberapa varian, ada yang menggunakan seafood, daging sapi, dan daging ayam.

    Kalguksu yang kuahnya gurih ringan juga tak kalah menarik untuk dicoba. Kalau ingin yang lebih kenyang, ada menu nasi goreng dengan paduan kimchi yang sedap.

    Jjampong dan Kalguksu yang Patut Dicoba

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    DetikFood memesan dua menu mie andalan, yaitu Chadol Jjampong (Rp 40.000) dan Dak Kalguksu (Rp 43.000). Kedua hidangan mie ini memiliki karakteristik yang berbeda.

    Jjampong ada campuran khas Chinese Food yang kuahnya nendang dan berwarna kemerahan, sedangkan kalguksu ini berkuah bening dari kaldu. Untuk rasanya, kuah jjampong terasa gurih nendang dengan sentuhan rasa pedas agak manis. Buat yang tak menyukai pedas, masih aman menyantapnya.

    Kami sangat menyukai paduan rasa kuah tersebut, apalagi mienya yang mulur dan agak kenyal. Topping daging sliced-nya juga melimpah, jadi kami masih bisa menikmatinya sampai suapan terakhir. Selain daging, isinya juga terdiri dari bawang bombay, kol, zuchini, jamur, dan wortel.

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Beralih mencicipi kuah kalguksu, kami mendapati rasanya yang gurih berkaldu ayam. Untuk mie yang digunakan berbeda dengan jjampong, karena ukurannya yang lebar dan teksturnya kenyal.

    Jika di Korea, jenis mienya homemade yang dipotong menggunakan pisau ketika akan direbus. Proses memasak mie ini yang membuat sajiannya viral masuk tayangan Netflix.

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Kalguksu dari Koryo Jjampong ini juga cukup enak dan mengenyangkan, karena porsinya yang besar. Irisan daging ayamnya juga besar, jadi puas ketika menyantapnya.

    Kimchi Bokkeumbap hingga Tteokbokki

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menu lain yang bisa dipesan adalah Kimchi Bokkeumbap (Rp 37.000) dan beberapa menu jajanan kaki lima, seperti tteokbokki (Rp 20.000) dan mandu (Rp 20.000). Menu jajanan kaki lima itu bisa dipilih kalau hanya ingin menikmati camilan saja.

    Kimchi Bokkeumbap di sini disajikan komplet dengan telur mata sapi. Nasinya tak begitu lembek dan agak terasa smoky. Dalamnya diracik dengan tambahan daging ayam dan kimchi yang membuat sensasinya semakin nikmat.

    Tteokbokki di sini juga cukup lezat meski harganya murah. Teksturnya empuk lembut ditambah kuahnya yang merah merona, agak pedas dengan sensasi rasa manis yang pas.

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Untuk menu mandu, kami memilih yang rasa digoreng dan rasanya pedas. Isinya terdiri dari sayuran dan daging ayam, rasa pedasnya cukup nendang, tapi masih bisa ditoleransi.

    Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea.Koryo Jjampong: Restoran Korea bergaya ala Pasar Gwangjang di Korea. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sebagai penutup, kami juga mencoba minumannya yang unik, yaitu Korean Banana Soda Milk (Rp 18.000). Jadi, minuman ini terbuat dari susu pisang Korea yang hits ditambahkan soda, jadi rasanya mirip minuman milkist atau soda gembira.

    Koryo Jjampong

    Ruko Pisa Grande, Blok. L1 Tahap 2,
    Gading Serpong, Tangerang
    Jam operasional: 11.00 – 22.00 WIB
    No. Telp: 0852-8336-5298
    Instagram @koryo.jjampong

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967


    Jakarta

    Berawal dari bakso pikulan sederhana, warung bakso legendaris ini mampu bertahan 57 tahun. Tetap mempertahankan racikan bakso dan kaldu yang lezat.

    Kulineran di kawasan Tangerang memiliki banyak pilihan tempat makan yang bisa disesuaikan dengan selera. Mau cari tempat makan kekinian dan modern, atau blusukan cari warung makan legendaris juga mudah ditemukan di Tangerang.

    Salah satunya warung bakso sederhana milik Pak Bandi yang sudah terkenal sejak dulu di Tangerang. Warung bakso ini sudah berjualan lebih dari 57 tahun dan mampu bertahan sampai sekarang.


    Walau hanya berjualan bakso, Pak Bandi rupanya memiliki racikan hingga ciri khas tersendiri dari bakso yang dijualnya. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Bakso Paling Legendaris di Tangerang

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Membicarakan kuliner legendaris di Tangerang, nama warung bakso Pak Bandi kerap muncul di daftar rekomendasi warga Tangerang. Warung bakso ini letaknya cukup tersembunyi di kawasan pemukiman Sukabakti, Sukasari, Kota Tangerang.

    “Awal mulanya, bapak itu jualan dari tahun 1967 tapi memang baru terkenal ditahun 1968. Dulu Pak Bandi jualannya pakai pikulan dulu keliling desa, terus semakin banyak pelanggan bapak akhirnya ganti jualan pakai gerobak. Baru di tahun 1985 bapak buka warung bakso kecil-kecilan,” jelas Pak Samhuri selaku anak dari Pak Bandi, yang sudah meneruskan usaha bakso ini sejak tahun 2020.

    Pak Samhuri menceritakan bahwa dulunya sang ayah hanya menumpang di teras milik rumah mertua untuk berjualan bakso. Setelah uang terkumpul dari jualan bakso, baru Pak Bandi menyulap rumah tinggalnya menjadi warung sekaligus dapur produksi bakso.

    2. Hanya Jual Bakso Polos

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Pak Samhuri, penerus Warung Bakso Bandi. Foto: detikFood

    Berbeda dengan warung bakso lainnya yang menyediakan bakso urat hingga bakso telur, kalau di Pak Bandi hanya ada bakso polos. Rupanya ada alasan tersendiri mengapa Pak Bandi hanya menjual bakso polos saja.

    “Jadi saat masih jualan bakso dipikul, bapak memang buat bakso urat juga. Cuma pernah satu hari, mungkin bapak lagi apes ya, bagian daging uratnya masih mentah akhirnya banyak pembeli yang komplain. Dari sana bapak mutusin buat jual bakso polos saja sampai sekarang,” sambung Pak Samhuri.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Semua bakso di sini digiling dan diolah sendiri. Perbandingan antara daging sapi dengan tepungnya juga sekitar 2/5. Jadi meski baksonya polos tapi tekstur daging sapi serta rasa dagingnya tetap terasa di setiap suapan.

    3. Pakai Kaldu dan Tulang Ayam

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Selain hanya menjual bakso polos, Pak Bandi lebih memilih menggunakan kaldu dari tulang ayam dibandingkan tulang sapi. Menurut Pak Samhuri penggunaan kaldu ayam ini memang sudah jadi ciri khas Pak Bandi yang membedakannya dengan penjual bakso lainnya.

    “Selain itu semua kaldu ayam itu kita biasanya rebus sampai 2-3 jam hingga kaldunya keluar. Lalu kita diamkan selama sehari baru dipakai besoknya, jadi kaldu yang dipakai hari ini untuk kuah bakso itu dimasaknya kemarin. Tujuannya biar rasa kaldunya itu legit dan gurih,” jelas Pak Samhuri.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Keunikan lainnya juga terletak pada penggunaan tulang ayam sebagai topping makan bakso. Seporsi harganya Rp 8.000 berisi tulang dan daging ayam rebus yang empuk.

    “Orang-orang banyak yang suka tulang ayam di sini, biasa dimakan sama bakso katanya buat rasanya lebih gurih. Ada juga yang langsung dimakan tanpa bakso,” sambung Pak Samhuri.

    4. Bakso Legendaris Tanpa Pengawet

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Seporsi bakso Pak Bandi harganya hanya Rp 20.000 saja, bisa pilih mau pakai bihun atau mie kuning yang diproduksi sendiri. Ukuran baksonya juga ada dua jenis, ukuran sedang dan ukuran kecil. Tapi kebanyakan bakso ukuran kecil ini hanya pelanggan lama saja yang tahu.

    Untuk tekstur baksonya sendiri tipe yang kenyal dan lembut, meski polos tapi rasa daging sapinya tetap ‘medok’. Begitu juga dengan kuah baksonya yang lebih ringan karena menggunakan kaldu ayam. Rasa kaldunya gurih mirip seperti makan sop ayam bening.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    “Sambal dan saus juga kita produksi sendiri. Jadi cabe kita haluskan sampai biji-bijinya hancur sehingga sambalnya ini encer dan lebih enak kalau dicampur ke kuah bakso,” tutur Pak Samhuri.

    5. Warung Bakso Favorit Lintas Generasi

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967 Foto: detikFood

    Sebelum pandemi COVID-19, setiap harinya warung bakso Pak Bandi bisa menghabiskan 40 kg daging sapi untuk membuat bakso. Tapi kini di angka 12 kg – 20 kg saja.

    “Memang ada penurunan saat pandemi ya, tapi alhamdulilah pelanggan setia masih banyak yang mampir dan makan ke sini. Ada banyak pelanggan yang dulunya ke sini masih SD, sekarang sudah bawa anak buat makan di sini,” kenang Pak Samhuri.

    Salah satu pelanggan bakso Pak Bandi, bernama Riska sudah dua tahun terakhir menjadi langganan di warung bakso tersebut. Meski masih terbilang baru, tapi Riska dan teman-temannya tak pernah absen untuk makan di sini setiap minggunya.

    Wow! Warung Bakso di Tangerang Ini Sudah Ada Sejak 1967Riska salah satu pelanggan setia Warung Bakso Pak Bandi. Foto: detikFood

    “Saya sudah dua tahun terakhir langganan di sini, yang paling saya suka jelas tulang ayamnya karena gurih banget. Selain itu baksonya juga enak, tekstur dagingnya berasa. Biasanya saya selalu ke sini kalau sedang ingin makan bakso,” pungkas Riska ke detikFood.

    Bagi yang penasaran ingin mencoba bakso legendaris di Tangerang ini, bisa langsung mampir ke Warung Pak Bandi. Setiap harinya buka dari jam 08.30 pagi hingga jam 15.00 kecuali hari Jumat libur. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan


    Jakarta

    Sempat viral di tahun 2020 lalu, bakpao jumbo yang satu ini masih diminati meski jualannya di dalam perumahan. Pembelinya selalu antre!

    Berasal dari China, bakpao jadi camilan populer di Indonesia. Berbeda dengan roti kukus biasa, kalau bakpao dibuat dari tepung terigu yang diberi ragi sehingga mengembang dan teksturnya lembut.

    Agar tidak kosong, bagian dalam bakpao memiliki aneka isian misalnya daging kukus, kacang ijo, kacang merah sampai cokelat.


    Kalau mau coba bakpao yang enak dan porsiya jumbo, bisa mampir ke toko Bakpao Elfin di dalam perumahan Villa Melati Mas Blok L-5.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Berjualan lebih dari 30 tahun, Bakpao Elfin ini awalnya berjualan menggunakan mobil bak terbuka dan ditawarkan secara berkeliling di kawasan BSD. Nama ‘Elfin’ sendiri diambil dari nama putra sang pemilik.

    Pada tahun 2020 silam, bakpao Elfin ini sempat viral bahkan diantre ratusan orang setiap harinya. Orang-orang rela antre sampai satu jam lebih untuk bisa mencoba bakpao legendaris ini, tak jarang dulu sering sekali orang sudah mengantre tapi tetap kehabisan bakpao karena tingginya animo pembeli.

    Sejak dulu ciri khas bakpao ini terletak pada ukurannya yang tiga kali lipat lebih besar pada bakpao umumnya. Isiannya juga padat dan melimpah serta harga yang masih terjangkau yaitu di angka Rp 11.000 saja per buahnya.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Untuk pilihan rasanya hanya ada tiga saja, yaitu bakpao ayam, kacang merah (tausa) dan cokelat. Karena dibuat secara homemade, tentunya bakpao ini terjamin kualitasnya.

    Bagian luar bakpao empuk, dan bagian dalamnya memiliki tekstur yang lembut tapi tetap ada kesan ‘fluffy’ seperti makan roti. Isiannya tak pelit sama sekali, di bakpao ayam, isiannya menggunakan daging cincang ayam yang dikukus dengan bumbu manis gurih. Rasanya mirip seperti ayam yang dikukus.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam Perumahan Foto: detikFood

    Kemudian bakpao isi kacang merahnya juga tak kalah juara, dari suapan pertama sudah terasa kacang merah yang dihaluskan namun masih ada tekstur kacangnya yang tak terlalu halus. Bakpao ini cocok buat penggemar makanan yang tak terlalu suka manis.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao kacang merah (tausa). Foto: detikFood

    Terakhir ada bakpao cokelatnya, menu bakpao ini bisa dibilang paling laris karena paling cepat habis. Menggunakan selai cokelat homemade, tekstur selai cokelatnya sedikit kasar tapi cocok dipadukan dengan lembutnya bakpao yang masih hangat.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanBakpao cokelat. Foto: detikFood

    Jangan lupa coba juga siomay ayamnya, harganya Rp 6.500 per buah dan ukurannya cukup besar. Berbeda dengan siomay pada umumnya, kalau siomay ayam di Bakpao Eflin lebih ke gaya shumai dimsum.

    Di sini siomay bukan diolah dari ikan, melainkan dari daging ayam cincang sehingga dari segi tekstur lebih padat, dan rasa siomaynya lebih gurih dengan cocolan saus merah yang sedikit manis.

    Bakpao Jumbo yang Viral Ini Lokasinya Ada di Dalam PerumahanSiomay Ayam. Foto: detikFood

    Bagi yang mampir ke Bakpao Elfin cabang Villa Melati Mas, antrian di sini cukup normal meski tetap ramai pengunjung. Waktu antrenya kurang dari lima menit saja, tempatnya pun lebih nyaman karena berada di ruko.

    Setiap harinya Bakpao Elfin cabang perumahan Villa Melati Mas ini buka dari jam 12.30 – 19.30. Oh ya, bakpao di sini bisa beli yang hangat atau yang masih dingin. Yuk mampir!

    Bakpao Elfin

    Villa Melati Mas.
    JL. Villa Melati Mas Raya no.17B.
    Blok L-5, Serpong Utara, Tangerang.
    Instagram: @bakpao.elfin

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Oseng Nila dan Ampas Kecap khas Sunda di Warung Langganan PNS


    Jakarta

    Berlokasi ‘nyempil’ di dalam perkampungan, tempat makan langganan PNS ini punya suasana teduh. Menunya sedap menawarkan masakan Sunda, seperti Oseng Nila hingga Hampas Kecap.

    Masakan Sunda rasanya pas untuk dinikmati kapan pun. Menu-menunya merupakan masakan rumahan yang sederhana, sedap, dan dilengkapi dengan sambal dan lalapan yang segar.

    Seperti yang ditawarkan warung makan ini. Bernama RM Imah Mih Asri yang berlokasi jalan Masjid Ciater, Gg H Sa’it, Serpong, Tangerang Selatan.


    Warung makan ini lokasinya agak nyempil di dalam perkampungan dan suasananya teduh. Tak heran jika warung ini jadi langganan rombongan keluarga hingga PNS.

    Detail Informasi RM Imah Mih Asri
    Nama Tempat Makan RM Imah Mih Asri
    Alamat Jl. Masjid Ciater Gg. H. Sa’it, Ciater, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
    No Telp 0895-3529-90332
    Jam Operasional 09.30
    16.00
    Estimasi Harga Mulai Rp 15.000
    Tipe Kuliner Masakan Sunda
    Fasilitas
    • Gubukan lesehan
    • Parkir
    • Toilet

    Berikut ini pengalaman bersantai di RM Imah Mih Asri:

    1. Bisnis persepupuan

    RM Imah Mih Asri, warung makan Sunda yang jadi langganan PNS.RM Imah Mih Asri, warung makan Sunda yang jadi langganan PNS. Foto: detikcom/Riska Fitria

    RM Imah Mih Asri dikelola oleh persepupuan, yakni Ayu dan Ucha. Kepada detikFood (1/7) Ayu menceritakan bahwa warung makan sunda ini baru berdiri Desember 2024.

    “Sebenarnya kita baru, tapi sebelumnya kita juga pernah buka warung Oseng Juragan pada 2017. Sayangnya itu kolaps karena COVID-19, lalu kita beralih ke warung makan Sunda,” tutur Ayu.

    Pada menu-menu di warung makan Sunda ini, Ayu tetap menggunakan bumbu dasar yang dipakai pada saat membuat usaha Oseng Juragan.

    2. Menggunakan resep nenek

    RM Imah Mih Asri, warung makan Sunda yang jadi langganan PNS.RM Imah Mih Asri menggunakan resep nenek. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Bumbu yang dipakai tersebut merupakan resep sang nenek. Ayu menceritakan neneknya merupakan orang yang hobi masak. Bahkan ia bisa membuat makanan enak dengan bahan seadanya di kebun.

    “Beliau itu bukan dari bidang masak sih, tapi memang pintar memasak. Dia sering banget masak dari hasil kebunnya yang sederhana, dimasak dan jadi makanan enak,” tutur Ayu.

    Karenanya Ayu dan Ucha kemudian terinspirasi menggunakan resep nenek untuk diaplikasikan di bisnis kulinernya. Bahkan di RM Imah Mih Asri ini banyak menu-menu unik yang jarang ditemui.

    Menu yang ditawarkan di RM Imah Mih Asri ada di halaman berikutnya.

    3. Uniknya Hampas Kecap

    RM Imah Mih Asri, warung makan Sunda yang jadi langganan PNS.Hampas Kecap, terbuat dari kacang kedelai hitam dari proses pembuatan kecap. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Beberapa menu unik yang jarang ditemui di warung Sunda lainnya, ada Oseng Daun Pucuk Labu, Oseng Kulit Melinjo, hingga Hampas Kecap.

    Kami mencicipi Hampas Kecap (Rp 13.000) yang merupakan oseng kacang kedelai hitam ampas dari pembuatan kecap. Menurut Ayu, menu ini merupakan makanan tradisional kampung halamannya di Kuningan, Jawa Barat.

    “Ampas kecap itu kita ambil dari Cirebon langsung ada pabrik kecap di sana, karena di sini gak ada,” tuturya.

    Kacang kedelai hitam ditumis dengan cabai merah. Teksturnya empuk, rasanya perpaduan gurih dan manis dari campuran kecapnya. Taburan bawang merah goreng juga menambah aroma tersendiri.

    4. Oseng Ikan Nila hingga Cakalang Kecombrang

    RM Imah Mih Asri, menawarkan banyak masakan Sunda yang sedap.Cakalang Kecombrang yang harum. Foto: detikcom/Riska Fitria

    RM Imah Mih Asri punya menu yang lengkap. Berbagai olahan ikan pun dapat kamu nikmati di sini. Salah satunya Oseng Ikan Nila (Rp 28.000).

    Ikan nilanya berukuran sekitar 250 gram, digoreng kering baru kemudian diracik dengan bumbu oseng. Bumbunya yang dominan gurih, agak pedas, ada sensasi segar dari tomat dan kemangi. Daging ikannya padat, gurih, dan renyah.

    Cakalang Kecombrang (Rp 28.000) juga tak kalah enak. Ikan cakalangnya disuwir-suwir dan diracik dengan bumbu kecombrang. Aroma kecombrangnya cukup kuat dan menambah selera makan. Rasanya juga tidak begitu pedas.

    5. Bakwan Udang hingga Es Teler

    RM Imah Mih Asri, warung makan Sunda yang jadi langganan PNS.Bakwan udang yang berukuran besar. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain itu, RM Imah Mih Asri juga menawarkan menu pelengkap, seperti Telur Dadar Jabrik (Rp 15.000) yang gurih dan renyah dan Karedok (Rp 16.000) yang segar dan bisa disesuaikan tingkat kepedasannya.

    Juga ada Bakwan Udang (Rp 20.000) dengan isian 3 buah per porsi. Bakwan udangnya berukuran besar. Digoreng garing dengan cita rasa gurih. Selain itu, disajikan dengan udang utuh yang royal.

    RM Imah Mih Asri, menawarkan banyak masakan Sunda yang sedap.Es teler yang manis dah menyegarkan cocok untuk menu penutup. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Udangnya cukup padat dan berukuran besar-besar. Untuk menu penutup bisa pesan Es Teler (Rp 17.000). Berisi alpukat, biji selasih, kelapa muda, dan sirup susu yang manis dan menyegarkan.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel Bersejarah


    Tangerang Selatan

    Sebuah rumah sederhana yang terkesan tua ternyata rumah makan legendaris milik seorang chef. Menunya ada fuyunghai hingga udang kuluyuk bercita rasa oriental.

    Cita rasa makanan oriental atau Chinese melekat di lidah masyarakat Indonesia sebab pengaruh budayanya yang kuat di masa lampau. Mulai dari restoran di dalam hotel mewah hingga pedagang kaki lima menyajikannya.

    Begitupula RM Rico yang lokasinya terbilang tak wajar. Bagi tim detikfood yang baru pertama kali menyambanginya, mungkin takkan tahu kalau bangunan tersebut adalah rumah makan jika tak ada plang nama di depannya.


    Namun ketika masuk dan memesan makanannya kami seolah mendapat jawaban mengapa rumah makan tersebut bertahan hingga sekarang. Sedikit berbincang dengan Arpah, pemiliknya, ia mengungkap keahliannya memasak datang dari profesinya dulu yaitu mantan chef hotel mewah.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan RM Rico
    Alamat Jalan Bukit Barisan, Serua, Tangerang
    No Telp
    Jam Operasional Setiap hari, 10.00 – 15.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner Chinese food
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Pesan Online
    • Parkir Terbatas
    • dll
    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahArpah, pemilik RM Rico yang pernah bekerja di Hotel Indonesia pada 1962. Foto: Tim detikfood

    Mantan Chef di Hotel Bersejarah

    Arpah, pemilik Rumah Makan Rico, bukan mendirikan rumah makan tanpa alasan. Ia yang memasuki usia senja, ketika ditemui oleh detikcom (1/7) masih gagah memasak di dapur rumah makannya.

    Ternyata keahliannya memasak dari datang pengalamannya sebagai seorang chef. Pada 1962 Arpah bekerja di Hotel Indonesia yang diawali sebagai pencuci piring di dapurnya.

    “Ada satu hari itu salah satu kokinya gak masuk, terus chefnya suruh saya masak. Saya bilang mana bisa saya masak, orang di sini setiap hari cuma cuci piring. Tapi dia yakin, saya dikasih coba masak. Ya karena setiap hari ngeliat cara masak aja, jadi pelan-pelan bisa,” ujarnya kepada tim detikcom.

    Lebih lanjut Arpah mengatakan sejak di Hotel Indonesia ia bekerja oleh seorang chef keturunan China untuk menyajikan makanan oriental. Pengalamannya tersebut yang membuat Arpah kini piawai memasak makanan Chinese.

    Uniknya, Arpah juga memiliki andil dalam sejarah Hotel Indonesia. Ia menjadi salah satu pekerja yang sudah menggerakan dapur hotel tersebut sejak tahun pertama restoran tersebut didirikan oleh Presiden Soekarno dalam menyambut delegasi Asian Games ke-4 di Jakarta.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahDi balik rumah tua ini, Arpah, Rico, dan beberapa orang karyawannya menyajikan makanan Chinese yang enak. Foto: Tim detikfood

    Kisah Perjuangannya Mendirikan Rumah Makan

    Menjadi seorang chef di hotel bintang lima pertama di Jakarta, perjalanan Arpah tak selamanya mulus. Gejolak politik dan finansial negara yang saat itu belum stabil menjadi salah satu alasan Arpah dikeluarkan dari Hotel Indonesia.

    “Dulu pas berhenti dikasih uang, zaman dulu mah Rp 100.000 udah banyak banget. Saya beli sawah di sini, dapet 1.200 meter. Sekarang ya tanahnya udah jadi rumah makan,” jelasnya.

    Rumah makan Rico sendiri baru didirikan Arpah pada 1984. Keputusannya bulat ketika sawah yang dimiliki kurang menghasilkan hingga sebagian dijual pada orang lain.

    Sejak dahulu hingga sekarang Arpah mengelola sendiri rumah makan tersebut dibantu anaknya. Ada juga beberapa pekerja, satu yang membantunya masak dan satu lagi yang membantu Rico, anaknya, untuk mencatat serta mengantarkan makanan kepada pelanggan.

    Sajian fuyunghai hingga udang kuluyuknya yang lezat ada di halaman berikutnya.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahMie goreng menjadi salah satu menu yang paling laris dipesan pelanggan. Foto: Tim detikfood

    Mie Goreng dan Fuyunghai Jadi Andalan

    Bagi pengunjung pertama atau yang tak biasa datang kes sini, bisa saja dibuat terkejut dengan setiap sudutnya. Rumah makan ini jauh dari kata mewah seperti restoran atau rumah makan di tempat lain.

    Namun jika sudah mencicipi hidangannya, pasti ingin terus kembali ke sini. RM Rico hanya mengandalkan spanduk besar yang ditempel di bagian atas pintu dapur untuk menuliskan nama menu dan harganya.

    Bertanya pada Salahudin Al Ayubi, salah satu pekerja, mie goreng dan fuyunghai menjadi salah satu yang banyak dipesan sehingga membuat kami penasaran mencobanya. Untuk sajian mie goreng seharga Rp 35.000, porsinya sangat banyak.

    Aromanya smoky tipis tetapi sejak suapan pertama bumbunya terasa menyeruak di dalam mulut. Seporsi mie gorengnya dilengkapi dengan irisan sawi, kol, telur orak arik, serta bakso.

    Sementara untuk Fuyunghai, Arpah membanderolnya Rp 45.000. Isinya ada dua buah fuyunghai dengan ukuran sedang namun tebal dan saus yang berlimpah.

    Komposisi antara campuran tepung, sayuran, dan telur pada fuyunghainya seimbang ketika dipotong. Hal ini juga yang membuat fuyunghai di RM Rico tak setebal di tempat makan lain.

    Tekstur saus pelengkapnya memiliki kekentalan sedang, tidak terlalu cair maupun terlalu kental hingga kurang cocok dipadukan dengan nasi putih. Racikan bumbunya manis lembut, gurih, asam tomat yang khas, dengan sedikit rasa bawang putih tipis yang terasa di lidah.

    RM Rico: Fuyunghai hingga Udang Kuluyuk Sedap Bikinan Mantan Chef Hotel BersejarahBistik Ayam dengan citarasa oriental yang khas juga sayang untuk dilewatkan. Foto: Tim detikfood

    Bistik Ayam dan Udang Kuluyuk yang Khas

    Seporsi makanan di sini disajikan dengan jumlah yang cukup banyak. Bahkan bisa dinikmati hingga 3-4 orang sekaligus, apalagi jika ditambah nasi putih.

    Melabeli rumah makannya dengan spesialis hidangan Chinese, rasanya tak lengkap bagi kami tidak memesan Bistik Ayam dan Udang Kuluyuk. Kedua makanan tersebut masing-masing dibanderol Rp 45.000 per porsi.

    Bistik Ayam yang disajikan di RM Rico menggunakan bagian dada ayam, terlihat dari teksturnya yang berserat. Arpah tidak membuat lapisan tepung pada bistik terlalu renyah, sehingga menyerap bumbunya dengan baik.

    Bistik ayam disajikan dengan pelengkap berupa irisan kentang goreng dan timun. Bistiknya sendiri memiliki rasa gurih yang sangat tipis, tetapi ini membuatnya cocok dengan siraman kuah yang juga gurih dan sedikit manis.

    Begitupula dengan udang kuluyuk yang dimasak tak terlalu renyah bagian luarnya dengan saus yang sama persis dengan bistik ayam. Bedanya, pada Udang Kuluyuk ditambahkan pelengkap berupa potongan wortel, timun, dan kembang kol.

    Citarasa yang dihadirkan oleh Arpah di RM Rico memang terasa seperti restoran Chinese legendaris melalui sentuhan rasa pada sausnya. Arpah menjamin menu-menu yang dihidangkan juga halal untuk pengunjung Muslim.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikcom? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com