Tag: kuningan

  • Sawah Lope Desa Cikaso, Nikmatnya Lihat Persawahan Sambil Ngebotram


    Kuningan

    Sawah Lope di Desa Cikaso menyuguhkan panorama indah khas perkampungan warga dengan mata pencaharian bertani. Area sawah tampak hijau dan luas dengan latar Gunung Ceremai, lengkap dengan jalan aspal tepat berada di tengah.

    Lukisan alam Sawah Lope di Desa Cikaso persis gambar pemandangan anak SD tahun 90-an. Bedanya, Desa Cikaso menyediakan gazebo di pinggir jalan dan lokasi lain yang memungkinkan pengunjung melihat langsung keindahan Sawah Lope.

    Sawah Lope di Desa Cikaso yang hijau, luas, dengan angin sepoi dan hawa sejuk menjadikan destinasi ini cocok sebagai tempat liburan bareng keluarga. Apalagi sambil makan bekel bersama alias ngebotram di gazebo. Bisa juga makan menu dari restoran pilihan di Desa Cikaso.


    Selain sawah yang menguning jika siap panen dan gazebo, saluran irigasi pertanian di Desa Cikaso ini juga jadi spot wisata. Anak-anak sekitar desa kerep bermain di saluran yang airnya sangat bersih itu. Mereka menggunakan ban bekas dan menjadikannya seperti seluncuran air.

    Kawasan Desa Cikaso dikelilingi 7 sumber air yang bikin wilayah tersebut tak pernah kekeringan. Mata air Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan membantu areal pertanaman selalu subur.

    Area Sawah Lope, Desa Cikaso yang terletak di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat cocok bagi warga Jakarta yang ingin piknik. Tentunya masyarakat sekitar Jakarta bisa juga ke Sawah Lope, Desa Cikaso untuk healing dan piknik di tengah alamnya yang indah.

    Berkat pengelolaan Bumdes Desa Cikaso, Kuningan diganjar penghargaan Desa BRILian Juara 2 tingkat nasional dari Bank BRI.Sawah Lope, Desa Cikaso (Wisma Putra/detikJabar)

    Fakta Unik Desa Cikaso

    Beberapa keistimewaan Desa Cikaso yang memiliki segudang prestasi ini adalah

    1. Terletak di dataran rendah

    Desa Cikaso berlokasi di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tetap merasa sejuk. Hawa yang selalu bersahabat, rindang, dan lingkungan asri menjadikan Sawah Lope salah satu alternatif lokasi piknik bareng orang-orang terdekat.

    2. Lope bukan plesetan love

    Kata lope adalah kepanjangan dari lokasi persawahan yang menjadi spot wisata utama Desa Cikaso. Data Jadesta Kemenparekraf menyatakan, luas sawah mencapai 11.470 m2 yang masih produktif digarap warga. Selain sawah, ada juga tanaman hortikultura yang diusahakan warga. Misal sayur, buah, rempah, dan komoditas lain.

    3. Bangkit usai COVID-19

    Dampak pandemi dirasakan juga oleh warga Desa Cikaso dengan banyaknya jumlah pasien. Sebanyak 11 orang positif dan satu pasien meninggal akibat COVID-19. Jalan Desa Cikaso digunakan warga untuk berjemur yang ketika itu terkena lockdown.

    Selepas COVID-19, warga Desa Cikaso perlahan menata kembali hidupnya. Jalanan desa sepanjang 1 km itu mulai ramai dengan aktivitas warga dan pedagang. Aktivitas itulah yang menginspirasi masyarakat dan perangkat desa membuat desa wisata dengan semua proses serta pendanaan dikelola bersama.

    4. Sempat viral

    Situs Jadesta Kementerian Pariwisata menyatakan, Desa Cikaso sempat viral sebagai pilihan destinasi wisata Kabupaten Kuningan. Warga Desa Cikaso telah siap sepenuhnya saat kunjungan wisatawan meningkat.

    Berbagai fasilitas mulai dari tiket, penyewaan alat, gazebo, kostum, dan spot selfie bersama melayani kebutuhan turis. Warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Padi semangat membangun layanan wisata sambil terus merawat sawah dan areal pertanaman lainnya.

    5. Dibangun tanpa investasi dari luar

    Menurut Kepala Desa Cikaso di tahun 2024 Hidayat Nur, Sawah Lope dibangun dengan swasembada masyarakat. Semua warga perlahan membangun fasilitas wisata, misal gazebo bisa menjadi 21 dari yang semula hanya lima. Pedagang dan restoran adalah warga sekitar yang membangun layanan sesuai kebutuhan turis.

    Sawah Lope yang tergabung dalam BUMDesa Sangga Emas mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 100 juta per tahun. Desa wisata berhasil setor penghasilan Rp 25 juta per tahun pada BUMDesa. Penghasilan tersebut ditambah dari sektor lain digunakan untuk kemandirian dan pembangunan desa.

    6. Punya keunggulan lain

    Sawah Lope merupakan salah satu keunggulan Desa Cikaso untuk menjadi mandiri. Sektor unggul lainnya adalah pertanian bawang merah, pengolahan menjadi bawang goreng, budidaya jamur tiram, dan pembuatan pupuk hayati. Hasilnya, warga tak pernah kekurangan pupuk untuk tanamannya.

    Tiket masuk Sawah Lope, Desa Cikaso

    Harga tiket

    Biaya sewa

    • Gazebo: Rp 25 ribu untuk kapasitas lebih dari 6.
    • Sewa ban bekas: Rp 5 ribu.
    • Spot selfie: Rp 5 ribu.
    • Sewa kostum: Rp 5 ribu.

    Sawah Lope, Desa Cikaso juga menyediakan homestay yang merupakan rumah warga setempat. Harga sewa bergantung pada kebijakan pemilih rumah.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Sawah Lope, Desa Cikaso, sebaiknya update informasi lebih dulu di medsos atau situs traveling. Info terbaru memungkinkan pengunjung memperoleh layanan yang diinginkan.

    (row/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Lepaskan Penat dan Duduk Santai di Kawasan One Satrio Kuningan



    Jakarta

    One Satrio di Kuningan, Jakarta, boleh dibilang menjadi tempat ideal untuk bersantai setelah bekerja. Nikmati suasana sore, taman, kafe, dan area bermain tanpa biaya.

    One Satrio yang berada di tengah bilangan Kuningan yang padat bisa jadi alternatif bersantai selepas bekerja. Tak sedikit karyawan yang suntuk dengan pekerjaannya sebelum pulang menyempatkan datang ke area ini.

    Salah satu karyawan di area perkantoran yang tak jauh dari One Satrio, Nadya, mengatakan beberapa kali datang ke sini selepas jam kerjanya tuntas. Alasannya hanya sekadar duduk-duduk sembari bermain gawai hingga rasa ingin pulang pun tiba.


    “Ke sini nggak sering tapi nggak jarang juga, ya beberapa kali suka nyempetin buat ke sini sepulang kantor. Duduk-duduk sambil main hp aja gitu,” katanya saat disambangi detikTravel, Kamis (1/7/2024).

    Sore hari jadi waktu yang pas untuk menikmati suasana di One Satrio ini. Matahari yang sudah mulai redup dan angin yang berhembus jadi suguhan kala bersantai di kawasan ini.

    One Satrio terletak di kawasan CBD Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Banyaknya pepohonan dan spot-spot duduk jadi pilihan pengunjung bercengkrama atau menyendiri tengah kota.

    Bising kendaraan di jalanan seakan dihiraukan oleh para pengunjung. Di One Satrio ini selain terdapat taman di tengahnya, deretan cafe dan tempat makan juga tersedia bagi pengunjung yang perutnya mulai keroncongan.

    Adapun tempat bermain anak yang berada tak jauh dari taman dan deretan kafe. Berbagai wahana seperti rumah rintangan hingga ayunan terdapat di area bermain itu dan bagi pengunjung yang membawa peliharaan tersedia juga area untuk bermain bersama peliharaan.

    Bagi yang ingin berolahraga pun di One Satrio ini juga tersedia jogging track serta arena kebugaran. Saat detikTravel berada di kawasan ini, mayoritas memang para pekerja.

    Berbeda jika di akhir pekan, menurut salah satu petugas kebersihan di One Stario. Sabtu dan Minggu adalah waktu bagi pengunjung dari manapun bermain ke tempat ini, bukan lagi para karyawan kantoran sekitar. Bahkan salam malam Minggu biasanya pengunjung hingga pukul 23.00 WIB.

    “Malem sih (tutup) semua area ini kan One Satrio, kalau malam Minggu sampai jam 23.00 WIB. Kalau Sabtu-Minggu (pengunjung) dari mana aja mau dari kampung atau mana pun,” katanya kemudian tertawa.

    One Satrio bisa didatangi setiap harinya mulai dari jam 08.00 hingga 22.00 WIB. Tak ada pungutan biaya untuk datang ke sini, lebih baik datang ke tempat ini setelah jam 15.00 WIB atau menjelang malam untuk melihat lampu-lampu gedung yang indah.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Dulu Stadion Sepakbola, Kini Taman Hits di Jakarta


    Jakarta

    Memiliki sejarah yang panjang Stadion Menteng di Jakarta Pusat menjelma menjadi Taman Menteng, sebuah kawasan ruang terbuka hijau yang jadi destinasi masyarakat untuk menikmati hari dan berolahraga.

    detikTravel menyambangi taman itu pada Selasa (27/8/2024). Taman Menteng merupakan sebuah stadion sepakbola di era kolonial Belanda dan pernah menjadi stadion klub sepakbola Persija Jakarta.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pada 19601, Stadion Menteng menjadi markas Persija. Kendati menjadi kandang tim sepakbola ibu kota, Stadion Menteng bahkan telah dikenal pula sebagai Stadion Persija, pada 1975 stadion itu dialihfungsikan menjadi taman untuk resapan air.


    Pemda DKI juga memasukkannya ke dalam cagar budaya yang tidak boleh diubah. Hingga kemudian pada 2006 menjadi Taman Menteng.

    Melansir Jakarta Tourism, alih fungsi stadion tersebut karena saat itu Kota Jakarta kekurangan kawasan resapan sehingga harus mengubah stadion menjadi taman. Kini Taman Menteng memiliki kurang lebih 44 sumur resapan.

    Kandang Persija

    Merujuk sejumlah sumber disebutkan Stadion Menteng berdiri pada 1921 dengan nama Stadion Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Pembangunannya diarsiteki dua orang dari Belanda, yakni F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

    Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Stadion Menteng kemudian digunakan sebagai kandang Persija. Sebelumnya, Persija bermarkas di Stadion IKADA. Presiden Sukarno memberikan Stadion Menteng kepada Persija pada awal 1960-an setelah Stadion IKADA disulap menjadi Monas.

    Tetapi, Persija juga harus tergusur lagi pada 26 Juli 2006 saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Stadion Menteng sebagai taman dan tempat parkir.

    Kendati keberatan dan membawanya ke ranah hukum, Persija kalah. Persija pindah markas ke Stadion Lebak Bulus.

    Kondisi Terkini

    Terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto, Taman Menteng jadi tempat bersantai dengan fasilitas yang lengkap. Taman itu memiliki tiga lapangan yakni futsal, basket, area alat kebugaran. Adapun wahana permainan anak seperti perosotan-ayunan, dua rumah kaca, hingga toilet.

    Masyarakat banyak menggunakan taman ini berbagai kegiatan, Taman Menteng ini juga banyak dikelilingi oleh perdagangan makanan dan minum. Jadi tak perlu khawatir jika berkunjung ke sini perut keroncongan atau dahaga kering.

    Salah satu pedagang yang sudah berjualan lama di taman ini adalah Erwin, pedagang es kelapa muda ini menyebut sudah 20 tahun berjualan di kawasan ini.

    Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Dari yang masih kecil sampe sekarang ada yang udah anak dua, jadi polisi, jadi tentara. Banyak lah dan rata-rata bilang ‘masih aja jualan di sini bang’,” sebut Erwin sembari bersantai di atas motor.

    Erwin juga mengatakan hari-hari ramai taman ini adalah Sabtu dan Minggu, pada pagi hari juga sore hari. Jika di hari kerja Senin hingga Jumat, taman ini biasa didatangi oleh para pelajar yang berolahraga ataupun karyawan yang hendak santap siang.

    “Kalau hari-hari kaya begini ya cuma segini-segini aja, banyaknya anak-anak sekolah Obama (SDN 01 Menteng) yang olahraga di sini,” tambahnya.

    Taman Menteng ini bisa dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan biaya, buka setiap hari dari jam 05.00 hingga 22.00 WIB. Untuk parkir pun tak perlu khawatir karena taman ini terdapat tempat parkir bertingkat atau juga bisa parkir di antara Taman Menteng dan Taman Kodok.

    Tugu Trirura 66

    Di Taman Menteng tersimpan Tugu Tritura 66. Sebelumnya, tugu itu berdiri kokoh di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan monumen bersejarah itu dipindahkan dari Jalan Rasuna Said ke Taman Menteng pada acara peresmian relokasi Tugu 66 pada Rabu (5/10/2022). Selain Anies, acara itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh pergerakan mahasiswa angkatan 66, seperti Akbar Tandjung, Laskar Ampera, anggota DPD RI Fahira Idris, BEM Nusantara, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.

    Anies mengatakan kehadiran Monumen Tugu 66 menjadi peringatan perjalanan sejarah Indonesia. Namun, visual patung itu menjadi terhalang lantaran adanya proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said.

    “Sebetulnya ini dibahas agak panjang, ketemuan dengan senior kita semua para pejuang 66 yang ceritakan tentang kondisi monumen di kawasan Rasuna Said yang saat itu ada proses konstruksi dan lain-lain sehingga kehadirannya sebagai monumen berkurang efektivitasnya,” kata Anies.

    “Monumen itu kan salah satu tugasnya memberikan kepada kita peringatan, ada sebuah bangunan yang bisa bisa lihat lalu kita teringat. Nah, itu bermasalah dan kita sampaikan insyaallah dan akan kami lakukan prosesnya,” ujar Anies.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 15 Wisata Kuningan Cocok untuk Healing Bareng Keluarga


    Jakarta

    Wisata Kuningan memiliki daya tarik dan potensi besar di ranah keindahan alam. Terdapat kebun, telaga, curug, hutan, gua, hingga gunung yang cocok untuk menenangkan pikiran.

    Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, tercatat 156 destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alami, buatan, hingga wisata bersejarah. Berikut beberapa rekomendasi Wisata Kuningan yang terkenal dengan keindahan khas Gunung Ciremai.

    Rekomendasi Wisata Kuningan Terbaik

    Wisata Kuningan dalam daftar ini bisa dikunjungi bareng keluarga saat liburan, untuk healing atau memperluas pengetahuan (edukasi). Berikut rekomendasinya:


    1. Kebun Raya Kuningan

    Kebun Raya Kuningan adalah lokasi konservasi, penelitian, penunjang, dan pariwisata yang dibuka untuk umum. Wisata ini berguna untuk melestarikan tumbuhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hayati dengan berkelanjutan.

    Wisata ini menawarkan pemandangan perbukitan dan pohon rindang sejak awal pintu masuk. Terdapat beberapa zona wisata yang bisa dikunjungi seperti Taman Tematik Mangga, Taman Bambu, Zona Vegetasi, Gunung Ciremai, Green House, dan lain-lain.

    Lokasi: Padabeunghar, Kebun Raya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)

    Harga Tiket:

    • Anak-anak: Rp 4.000
    • Dewasa: Rp 6.000.

    2. Rock Garden Batu Luhur

    Rock Garden Batu Luhur adalah destinasi yang menawarkan pengalaman bermain wahana mengasyikkan dengan pemandangan alam indah. Wisata ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terkenal dengan udara sejuknya.

    Wisatawan dapat bermain flying fox, mengendarai sepeda, bermain air, dan berkemah disini. Jika detikers menyukai tantangan, maka bisa mencoba jembatan gantung yang menghubungkan antara lereng satu dengan lainnya.

    Lokasi: Desa Padebeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    3. Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang

    Bukit 1000 Bintang adalah wisata terkenal di Kabupaten Kuningan yang memiliki spot indah untuk melihat bintang. Dari atas sini sorot lampu perkotaan akan terlihat samar sehingga ribuan bintang dapat terlihat jelas.

    Untuk datang ke sini, wisatawan harus menggunakan kendaraan dengan mesin penggerak 4×4 atau motor cross. Perjalanan menuju puncak akan sedikit menegangkan karena terjalnya jalanan yang dilewati. Wisatawan juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah di Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang.

    Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket:

    • Pelajar TK-SMP: Rp 50.000/Orang
    • Pelajar SMA-Mahasiwa: Rp 75.000/orang
    • Masyarakat Umum: Rp 100.000/orang.

    4. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem adalah destinasi instagrammable yang cocok untuk Gen Z. Pasalnya terdapat berbagai spot foto estetik yang tampak cantik dengan birunya air telaga.

    Wisatawan dapat bersantai di pinggir telaga dengan duduk di gazebo yang tersedia atau memberi makan ikan. Para pecinta diving sangat disarankan untuk menyelam disini karena indahnya pesona bawah telaga dan ikan-ikan besar yang tampak bahkan dari atas kolam.

    Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    5. Hutan Kota Mayasih

    Wisata Kuningan terkenal berikutnya adalah Hutan Kota Mayasih yang penuh dengan bunga dan batuan. Awalnya, area ini adalah tambang batu yang beralih fungsi menjadi tempat wisata tahun 2014.

    Hutan Kota Mayasih cocok untuk jogging tanpa takut kepanasan dengan jalur pejalan kaki di sekeliling taman. Tebing batu dan air mancur adalah spot utama yang menjadi favorit wisatawan ketika berkunjung disini.

    Lokasi: Jalan Mayasih, Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

    6. Balong Dalem

    Balong Dalem adalah kawasan hutan lindung yang sangat asri dan teduh. Wisata alam ini berada di tanah seluas 6,5 hektar yang dipenuhi 3000 pohon berusia tua dan 400 primata monyet.

    Wisatawan dapat menikmati wahana air, outbound, hiking, terapi rematik, dan berkemah bersama rombongan. Tempat ini juga cocok untuk spot befoto khususnya pre wedding berkonsep alam.

    Lokasi: Jalan Babakan Mulya, Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

    Harga Tiket: Rp 10.000/orang dan biaya camping Rp 20.000/malam.

    7. Bukit Lambosir

    Bukit Lambosir adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Penamaan nama Lambosir diambil dari daging bagian dalam yang nikmat.

    Dengan kata lain wisatawan akan merasakan ketentraman dan kenyamanan selama disini layaknya memakan daging tersebut. Keindahan pemandangan alam di Bukit Lambosir bahkan disebut sebagai surga dunia. Terdapat batuan besar yang khas dan sering dijadikan spot foto oleh wisatawan ketika mendaki disini.

    Lokasi: Desa Setia Negara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    8. Situ Gunung Hayu

    Wisata hits berikutnya datang dari wisata air yang menawarkan pemandangan pegunungan alami sebagai latarnya. Situ Gunung Hayu didirikan tahun 2011 dan resmi dibuka di tahun 2012.

    Disebutkan jika kawasan wisata ini cocok untuk menikmati segar dan sejuknya area pedesaan. Wisatawan dapat berkeliling area setu dengan wahana perahu bebek yang disewakan pengelola.

    Lokasi: Randobawailir, Mandirancan, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

    9. Curug Bungawari

    Curug Bungawari adalah hidden gem wisata Kuningan yang menawarkan pemandangan alam yang masih sejuk dan alami. Belum banyak orang yang mengetahui air terjun yang indah ini.

    Untuk sampai di area curug, wisatawan harus melewati tracking jalan setapak di tengah hamparan sawah luas. Kelelahan selama perjalanan terbayar ketika sampai di Curug Bungawari. Pengelola desa wisata juga menyediakan area bumi perkemahan untuk pengunjung yang ingin menenangkan pikiran lebih lama.

    Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

    Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

    10. Curug Windu Jati

    Curug Windu Jati diklaim sebagai tempat sempurna untuk menenangkan pikiran. Areanya yang tersembunyi membuat siapapun merasakan kedamaian ketika berkunjung ke curug ini.

    Namun diperlukan usaha lebih untuk sampai di Curug Windu Jati. Wisatawan harus melewati pematang sawah, melewati tepi sungai, dan tracking cukup menantang untuk merasakan sensasi pijatan alami dari aliran air terjun.

    Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)

    Harga Tiket: Gratis.

    11. Bumi Pelangi

    Bumi Pelangi Jalaksana adalah pemandian air yang diapit oleh area perbukitan. Di sekelilingnya terdapat pohon lebat dan rindang yang membuatnya semakin sejuk.

    Primadona utama wisata seluas 7,2 hektar ini adalah pada pemandangan yang ditawarkan. Terdapat beberapa petak kolam yang berwarna-warni dengan kedalaman berbeda yang cocok untuk wisata keluarga.

    Lokasi: Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan tambahan Rp 10.000 jika berenang.

    12. Sangkanhurip Alami

    Pemandian air panas ini adalah objek wisata keluarga uang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Wisatawan akan disajikan dengan kolam renang air panas dan dingin yang cocok untuk meringankan pegal-pegal di badan.

    Anak-anak juga dapat menikmati fasilitas pemandian air di sini karena adanya seluncuran naga di ujung kolam. Daya tarik utama lain ketika berada disini adalah pemandangan pegunungan yang sejuk dan membantu menenangkan pikiran selama bekerja.

    Lokasi: Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

    Harga Tiket:

    • Anak-anak: Rp 7.000/ orang
    • Dewasa: Rp 10.000/ orang.

    13. Ghiffary Valley

    Ghiffary Valley menjadi wisata Kuningan yang ramah anak dan keluarga. Destinasi ini didesain dengan konsep taman untuk mempermudah interaksi anak dengan hewan.

    Terdapat taman kelinci, burung, kebun binatang mini, taman teletubbies, dan kolam terapi ikan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga bisa menikmati serunya menunggang kuda maupun flying fox yang dijamin sangat mengasyikkan.

    Lokasi: Linggarjati, Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket:

    • Anak-anak: Rp 15.000/ orang
    • Dewasa: Rp 20.000/ orang.

    14. Sikageuri View

    Salah satu spot Instagrammable yang terkenal di Kuningan yaitu Sikageuri View. Wisata ini menawarkan pemandangan indah Gunung Ciremai pada jarak dekat.

    Wisatawan Jakarta dapat menenangkan pikiran dengan hemat tanpa jauh-jauh ke luar pulau. Fasilitas gardu pandang menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan momen bersama rombongan. Tersedia juga area camping yang nyaman untuk menghabiskan waktu selama liburan.

    Lokasi: Jalan Cisantana, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

    Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

    15. Woodland

    Rekomendasi wisata Kuningan terakhir dan terpopuler adalah Woodland. Taman rekreasi dan bermain ini sangat cocok untuk liburan keluarga dengan fasilitas menarik yang ada.

    Tersedia kolam renang, flying fox, wahana sepeda gantung, perosotan pelangi, kereta kecil, area panahan, dan berkuda yang aman untuk anak-anak. Tidak hanya mengasyikkan, wahana di Woodland Kuningan juga melatih keberanian dan ketangkasan anak di masa pertumbuhan.

    Lokasi: Jl. Ragasakti No.130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

    Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

    Harga Tiket:

    • Weekday: Rp 15.000/orang
    • Weekend: Rp 20.000/orang.

    Demikian rekomendasi wisata Kuningan terkenal dan Instagrammable yang cocok untuk mengisi waktu liburan. Sebelum berkunjung, jangan lupa update info lokasi wisata sehingga bisa liburan dengan aman dan nyaman.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Perpustakaan Erasmus Huis Senyaman Itu…, Seestetik Itu…



    Jakarta

    Di kawasan Jakarta Selatan terdapat perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya tentang koleksi bukunya saja. Tetapi, juga suasana perpustakaan yang bikin nyaman.

    Perpustakaan itu ada di dalam Kantor Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jaksel. Yakni, perpustakaan Erasmus Huis.

    Perpustakaan itu bisa diakses oleh masyarakat umum. Jika ingin mengunjungi perpustakaan ini masyarakat tinggal bertanya kepada petugas penjaga yang mengarahkan ke area perpustakaan.


    Suasana yang nyaman dan tentunya bersih membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Memang Perpustakaan Erasmus Huis itu didominasi oleh buku-buku Bahasa Belanda dan Inggris, namun ada pula koleksi buku dengan Bahasa Indonesia.

    “Ada paling cuma 5% dari keseluruhan koleksi yang ada,” ujar petugas perpustakaan kepada detikTravel, Jumat (19/72024).

    Koleksi buku-buku di Perpustakaan Erasmus Huis itu mencapai 6.000 buku. Seluruh buku terpajang rapi di setiap raknya, ada di rak lantai satu dan rak lantai dua.

    Variasi buku di sini pun beragam seperti buku anak, biografi, sejarah hingga buku kebudayaan Indonesia Pencak Silat yang berbahasa Belanda.

    Erasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta SelatanErasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Salah satu pengunjung saat itu adalah Ni Eko. Dia memang ada kepentingan di Kantor Kedutaan Belanda makanya sekaligus ke perpustakaan untuk mencari buku yang diincar.

    “Tujuannya itu untuk ambil visa kan udah appointment sebelumnya terus hari ini jadi terus hari ini diambil. Sekalian aja mau cari buku tentang lingkungan gitu kan, kebetulan saya dulu jurusannya Biologi tapi spesialisasinya lingkungan jadi pengen cari-cari buku tentang lingkungan,” kata dia.

    Bagi Ni Eko, Perpustakaan Erasmus Huis itu nyaman untuk dikunjungi dan juga ia menyebut Perpustakaan Erasmus Huis ini menyimpan koleksi buku sulit dicari di pasaran. Dia pun kagum ketika berada di perpustakaan itu.

    “Saya sukanya tuh ternyata banyak buku yang nggak disebarluaskan secara komersial gitu, banyak sih buku menarik cuma nggak sesuai dengan bidang saya. Tadi tuh banyak buku tentang kebudayaan Indonesia gitu kan, terus tentang bagaimana kondisi lanskap Indonesia di zaman kolonialisme nah itu tuh bagus soalnya belum pernah nemu,” kata Ni Eko.

    Selain Ni Eko, pengunjung yang menikmati Perpustakaan Erasmus Huis ini adalah Salwa. Dia datang bersama beberapa temannya untuk mencari pengetahuan baru yang ada di dalam koleksi buku-buku.

    Salwa mengetahui keberadaan Perpustakaan Erasmus Huis dari media dan teman-temannya.

    “Ke sini ingin lebih tahu tentang wawasan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum aku tahu di sini gitu, maksudnya masih banyak hal-hal yang belum aku ketahui juga. Kalau aku tahu (perpustakaan) ini dari media sosial sama rekomendasi dari teman-teman di kampus,” kataSalwa.

    Tak hanya membaca buku, ia pun menjelaskan kedatangannya ke perpustakaan ini untuk kebutuhan konten. Alasannya karena tempat dan suasana di Perpustakaan Erasmus Huis bisa jadi magnet untuk para content creator membuat konten.

    Di ruang samping perpustakaan juga tengah ada pameran foto dari fotografer bernama Kadir van Lohuizen yang menceritakan tentang dampak naiknya permukaan laut bagi manusia akibat dampak perubahan iklim. Terdapat sekitar 35 foto yang dipamerkan dari delapan negara dan salah satunya ada Indonesia.

    Pameran foto tersebut telah dihelat dari tanggal 22 Mei hingga 3 Agustus 2024.

    Jadi, buat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Erasmus Huis Perpustakaan Erasmus Huis yang berada di komplek Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kav S3, Jakarta Selatan ini bisa sekaligus melihat pameran foto tersebut, untuk akses masuk ke perpustakaan tidak mengeluarkan biaya alias gratis.

    “Ini perpustakaan buka dari hari Selasa sampai Sabtu, dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Pameran juga mengikuti waktu buka perpustakaan, kecuali kalau lagi ada event,” kata petugas keamanan, Siti.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Wisata Populer di Kuningan, Cocok untuk Healing dan Liburan


    Jakarta

    Kuningan, Jawa Barat memiliki banyak objek wisata yang cocok untuk didatangi traveler. Mulai dari telaga, curug, kolam renang, hingga gua untuk wisata rohani. Sejumlah tempat ini menawarkan panorama indah, air jernih, serta wahana seru.

    Kalau kamu sedang di Kuningan dan bingung mau main ke mana, tenang karena detikTravel bakal kasih tahu deretan spot wisata menarik. Temukan rekomendasinya di bawah ini.

    Rekomendasi Wisata di Kuningan

    Berikut sederet tempat wisata di Kuningan yang patut untuk dikunjungi:


    1. Telaga Biru Cicerem

    Patung perempuan di tengah keindahan Telaga Biru Cicerem KuninganTelaga Biru Cicerem. Foto: Bima Bagaskara
    • Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 07.00-17.00
    • Harga tiket masuk: Rp 15.000 per orang

    Telaga Biru Cicerem termasuk destinasi wisata hits di Kuningan. Di sini, traveler bisa menyaksikan air telaga hijau kebiruan yang bening. Di dalamnya terdapat ratusan ikan besar yang berwarna nyentrik.

    Aktivitas paling banyak dipilih di sini yaitu menaiki ayunan di atas telaga. Nantinya pengunjung dapat sekalian berfoto di atas ayunan dengan view telaga dan sekumpulan ikan di bawahnya. Selain itu, kamu dapat menaiki perahu untuk mengelilingi telaga dan bersantai di batuan pinggir telaga sambil memberi makan ikan.

    2. Kebun Raya Kuningan

    Kebun Raya KuninganKebun Raya Kuningan Foto: (Bima Bagaskara/detikcom)
    • Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000 (dewasa), Rp 5.000 (anak), Rp 2.500 (sepeda), Rp 5.000 (motor), Rp 10.000 (mobil), Rp 15.000 (bus/truk)

    Kebun Raya Kuningan bisa dipilih kalau kamu ingin berpiknik, menjajal outbound, hingga menginap di vila berada di tengah-tengah alam hijau yang asri nan menenangkan. Di sini terdapat pula Situ Padabeunghar yang menjadi spot wahana air.

    Sebagai tempat konservasi, kebun raya ini memiliki koleksi tanaman dari berbagai jenis. Di Rumah Anggrek, kamu dapat melihat 94 jenis bunga berwarna-warni. Di samping bunga dan tanaman, traveler bisa melihat bebatuan vulkanik hasil erupsi Gunung Ciremai pada masa lalu di Taman Kuning.

    Cobalah naik ke menara pandang untuk menikmati keseluruhan view Kebun Raya Kuningan. Karena areanya luas, kamu dapat menunggangi kuda jika lelah berjalan kaki mengelilingi kebun raya ini.

    3. Objek Wisata Cibulan

    Objek Wisata Cibulan Kuningan.Objek Wisata Cibulan Kuningan. Foto: Erick Disy Darmawan
    • Lokasi: Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 07.30-17.00
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000-22.000 per orang

    Objek Wisata Cibulan merupakan tempat wisata populer yang telah ada sejak 1939. Di sana terdapat dua kolam besar berkedalaman 1-2 meter berisi “ikan dewa” yang konon dikeramatkan oleh warga setempat. Di kolam ini, traveler dapat berenang bersama ikan berukuran sebetis orang dewasa itu.

    Ada pula sejumlah wahana permainan, air mancur, hingga terapi ikan. Kalau lapar, terdapat resto dan food court yang menyediakan aneka makanan dan minuman.

    Di sisi lain, terdapat juga petilasan dan tujuh sumur bekas peninggalan Prabu Siliwangi di sini. Ketujuh sumur yaitu sumur kejayaan, sumur keselamatan, sumur pengabulan, sumur kemuliaan, sumur cisadane (cita-cita), sumur cirencana, dan sumur kemudahan.

    4. Curug Bangkong

    Curug Bangkong di Kuningan, Jabar saat libur Idul Adha ramai wisatawan.Curug Bangkong di Kuningan. Foto: Bima Bagaskara/detikTravel
    • Lokasi: Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
    • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang

    Curug Bangkong dapat didatangi kalau ingin menikmati segarnya air terjun alami di Kuningan, Jawa Barat. Lingkungannya asri dan suasananya juga sejuk. Arus airnya cenderung deras dan mengalir langsung ke kolam serta aliran sungai. Pengunjung tidak diperbolehkan berenang dan hanya bisa bermain air di pinggir saja. Tersedia kolam kecil untuk anak-anak.

    Untuk sampai di lokasi curug, traveler perlu trekking terlebih dahulu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi parkir tetapi medan jalannya cukup naik turun dan kecil. Meski begitu, lelahnya tidak akan terasa karena sepanjang rute melewati persawahan dan hamparan pepohonan hijau.

    5. Woodland

    Objek wisata Woodland Kuningan jadi tempat favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan.Objek wisata Woodland Kuningan. Foto: Fathnur Rohman
    • Lokasi: Jl. Ragasakti No. 130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan
    • Jam buka: Senin-Jumat (08.00-17.00), Sabtu-Minggu (07.30-17.00)
    • Harga tiket masuk: Rp 15.000 (Senin-Jumat), Rp 20.000 (Sabtu-Minggu)

    Ingin ke tempat wisata yang komplet di Kuningan? Bisa ke Woodland. Di sana pengunjung dapat menjajal sejumlah wahana dan outbond seru, berenang di kolam renang, hingga menyantap menu lezat di restonya.

    Terdapat wahana flying fox, sepeda gantung, rainbow slide, kereta, perahu, panahan, berkuda, serta jeep adventure. Menariknya, kolam renang di sini berada di tengah hutan pinus dan airnya berasal dari sumber mata air langsung lho. Untuk menu hidangan di restonya banyak dan enak-enak, mulai dari nasi liwet, spaghetti bolognese, sampai barbeque dan steambot.

    6. Taman Wisata Alam Linggarjati

    • Lokasi: Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 07.00-17.30
    • Harga tiket masuk: Rp 12.500-15.000

    Bisa ke Taman Wisata Alam Linggarjati kalau ingin bermain wahana air seperti sepeda air, angsa boat, dan angry boat. Di sana, traveler dapat pula piknik bersama keluarga atau teman yang datang di bawah pepohonan rindang menyejukkan.

    Kalau ingin berenang bisa pula mendatangi area kolam renangnya. Tapi dikenakan tiket tambahan seharga kisaran Rp 10.000 per orang. Terdapat beberapa tipe kolam dan papan seluncur.

    7. Pondok Cai Pinus

    Vila Pondok Cai Pinus di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, JabarVila Pondok Cai Pinus di kaki Gunung Ciremai, Kuningan. Foto: Bima Bagaskara/detikTravel
    • Lokasi: Jl. Pejambon-Sagara Hiang, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-20.00
    • Harga tiket masuk: Rp 25.000

    Di Kuningan terdapat spot istana bak negeri dongeng lho, yaitu Pondok Cai Pinus. Suasananya pun kini bak di Bali dengan ornamen patung khas. Terdapat pula perahu besar yang bisa dijadikan spot foto Instagramable.

    Selain itu, di Pondok Cai Pinus terdapat resto dan kafe yang menyediakan berbagai menu. Ada juga vila dengan view Gunung Ciremai dari ketinggian yang harga sewanya cukup terjangkau.

    8. Telaga Nilem

    Telaga Nilem Kuningan, Telaga NilemTelaga Nilem Kuningan, Telaga Nilem Foto: Melati Raya Sihotang/d’Travelers
    • Lokasi: Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

    Telaga Nilem memiliki air jernih hijau kebiruan yang berasal langsung dari sumber mata air pegunungan. Traveler bisa berenang serta menaiki perahu ban karet di area telaganya ini. Lingkungannya yang asri dan suasana sejuk sangat cocok jadi tempat wisata keluarga. Di sini juga tersedia fasilitas seperti gazebo, mini resto, dan penginapan jika tertarik bermalam.

    9. Wisata Cipaniis

    Wisata alam CipaniisWisata alam Cipaniis Foto: Bima Bagaskara/detikcom
    • Lokasi: Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-17.00
    • Harga tiket masuk: Rp 15.000

    Lagi-lagi objek wisata air di Kuningan, yaitu Wisata Cipaniis. Di sini kamu dapat berenang di aliran sungainya yang berair bening menyegarkan dan berarus tenang. Namun, traveler harus ekstra hati-hati berenang di sana ya karena sungainya dipenuhi bebatuan besar. Tersedia penyewaan ban karet untuk bantu berenang.

    10. Taman Batu Hanjuang

    • Lokasi: Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-17.00
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000 (dewasa), Rp 15.000 (anak)

    Kalau mau berenang di kolam renang yang dikelilingi view bukit bebatuan, kamu bisa datang ke Taman Batu Hanjuang. Terdapat beberapa kolam renang dengan kedalaman berbeda di sini. Traveler bisa naik papan seluncur yang meliuk-liuk atau seluncuran lurus dengan ember tumpah di atasnya.

    Di objek wisata ini juga ada terapi ikan yang cocok untuk mengisi waktu selagi menunggu anak berenang. Terdapat pula area playground untuk anak dengan wahana putar dan ayunan.

    11. Waduk Darma

    Waduk Darma KuninganWaduk Darma Kuningan Foto: Bima Bagaskara/detikcom
    • Lokasi: Kecamatan Darma, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.30
    • Harga tiket masuk: Rp 20.000

    Di Kuningan terdapat Waduk Darma yang pembangunannya selesai pada 1962. Selain untuk menampung air dan dimanfaatkan untuk keperluan pertanian serta budidaya ikan, danau buatan ini dijadikan spot wisata menarik.

    Traveler dapat berkeliling waduk dengan perahu, menaiki wahana banana boat, piknik di area sekitar, hingga memancing. Bisa juga bermain mobil anak, menyewa sepeda listrik, serta kulineran di sepanjang pinggir waduk.

    12. Gua Maria Fatima Sawer Rahmat

    Suasana dan aktivitas peziarah di Gua Maria, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan.Peziarah di Gua Maria, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan. Foto: Fathnur Rohman/detikJabar
    • Lokasi: Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan
    • Jam buka: Setiap hari 24 jam
    • Harga tiket masuk: Gratis

    Gua Maria Fatima Sawer Rahmat merupakan tempat ziarah rohani bagi umat Katolik. Untuk sampai di lokasi, traveler perlu menaiki banyak anak tangga terlebih dahulu. Karena itu, kamu harus memiliki tenaga dan kondisi fisik yang prima.

    Di atas dapat ditemukan patung Bunda Maria yang berada di gua kecil berhiaskan aneka tanaman dan bunga cantik. Di depannya terdapat barisan bangku untuk berdoa. Ada juga Kapel Perutusan, krusifiks, dan ornamen keagamaan lain. Lokasinya nyaman, tenang, dan hening sehingga cocok untuk berdoa.

    Nah, itu tadi sederet wisata Kuningan yang patut dikunjungi saat berlibur di sana. Sebelum berkunjung, jangan lupa update informasi terkait lokasi wisata pilihan ya detikers.

    Info paling baru terkait harga tiket, ketersediaan layanan, dan fasilitas memungkinkan detikers bisa piknik dengan nyaman. Apakah ada tempat wisata di Kuningan yang ingin dikunjungi detikers?

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Terpikat Pemandangan Gedung Pencakar Langit Jakarta di Tanjakan 13



    Jakarta

    Banyak cara menikmati kota Jakarta yang sibuk. Salah satunya dengan melihat indahnya pemandangan gedung pencakar langit di Tanjakan 13, Mall Kuningan City.

    Tanjakan 13 menyuguhkan panorama gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Tempat ini jadi spot menarik muda-mudi untuk menghabiskan waktu dengan menikmati Kota Jakarta dari ketinggian.

    Beberapa waktu lalu, Tanjakan 13 Mall Kuningan City memang ramai berseliweran di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.


    Di sini tak perlu khawatir jika butuh camilan untuk menghabiskan waktu, karena di Tanjakan 13 ini tersedia beberapa kafe yang menyuguhkan aneka hidangan makan dan minuman bagi pengunjung yang datang.

    Waktu yang tepat untuk berada di rooftop mal ini adalah sore menjelang malam, karena pemandangan gedung-gedung tinggi akan lebih indah saat lampu-lampunya mulai menyala.

    Tanjakan 13 Kunigan City MallTanjakan 13 Kuningan City Mall Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Tim detikTravel datang ke Tanjakan 13 sekitar pukul 17.00. Kami menikmati langsung pemandangan gedung-gedung bertingkat itu seperti dalam unggahan di media sosial.

    Banyak pengunjung datang karena penasaran dan memang biasa menjadi tujuan nongkrong di wilayah sini. Nur Afifah sudah kesekian kalinya bersantai di Tanjakan 13.

    Bersama teman-temannya, ia kerap habiskan waktu sore hari di tempat ini. Memang menurutnya jam-jam tersebut merupakan waktu yang tepat berkunjung ke Tanjakan 13.

    Tentunya karena area rooftop ini adalah outdoor sore hari jadi waktu yang pas agar tidak merasakan panas Jakarta yang begitu menyengat kala siang.

    “Sore hari sih enak buat di sini tuh, terus kan cuacanya mulai agak adem jadi makin nambah nyaman nongkrongnya. Di sini tempat nongkrongnya juga asik banyak makanan dan minuman,” katanya kepada detikTravel.

    Tanjakan 13 Kunigan City MallTanjakan 13 Kuningan City Mall Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Betul saja, semakin matahari terbenam area ini semakin ramai pengunjung. Banyak pengunjung yang bersiap dengan kamera handphonenya untuk mengabadikan gambar dan memang pemandangan gedung-gedung kala malam merupakan pemandangan yang berbeda.

    Salah satu pengunjung yang baru pertama kali ke sini adalah Tika, perantau asal Bandung ini awalnya melihat di media sosial tentang Tanjakan 13 di Mall Kuningan City. Ia tak menyangka bahwa melihat pemandangan yang seperti ini.

    “Ini jadi pengalaman baru juga buat aku, selama ini baru lihat langsung pemandangan seperti ini. Ternyata Jakarta keren banget kalau malam gedung-gedungnya,” papar Tika.

    Kawasan Tanjakan 13 ini bisa dinikmati setiap harinya hingga menjelang tengah malam sekitar pukul 22.30 WIB. Akses untuk berada di Tanjakan 13 ini pengunjung tinggal menggunakan lift untuk naik ke P7, setelah itu tinggal keluar untuK ke area terbuka.

    “Kita pemberitahuan untuk clear area jam 22.00, untuk bener-bener clear areanya paling lambat jam 22.30,” ucap petugas keamanan di sana, Eriyanto.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Makam Gaya Eropa yang Penuh Misteri di Pinggir Jalan Kuningan



    Jakarta

    Makam dengan gaya bangunan gaya Eropa masih menyimpan misteri hingga kini. Lokasinya di pinggir sebuah jalan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Lokasi persisnya di Jalan Raya Cigugur-Palutungan, Kabupaten Kuningan. Konon, banyak yang menyebut bangunan berada di samping markas Koramil 1515 Cigugur itu merupakan makam pembesar Belanda bernama Van Beck.

    Meski demikian, tak banyak warga yang mengetahui silsilah ataupun rekam jejak meneer Belanda yang konon tinggal di daerah Cigugur itu. Hal itu jugalah yang ada di benak Iim Wakim.


    Juru pemelihara situs makam tersebut mengaku hanya mendapat sedikit informasi mengenai sosok Van Beck.

    Makam Van Beck di Kuningan.Makam Van Beck di Kuningan (Foto: Mohamad Taufik/detikJabar)

    “Bangunan ini adalah makam Jenderal Van Beck yang meninggal pada tahun 1912. Tapi tidak ada catatan sejarah ataupun informasi dari warga sini siapa sosok Van Beck tersebut, apakah dia seorang tentara Belanda atau saudagar kaya waktu itu,” ungkap Iim kepada detikJabar, belum lama ini.

    Termasuk makam Van Beck yang mana, Iim tak mengetahui. Sebab, di dalam bangunan berbentuk bulat bak Igloo di Kutub Utara ini terdapat dua makam yang saling berdampingan.

    “Ada dua makam, kondisi satu makam di sebelah Barat sudah terbongkar sedangkan satu lagi di sebelahnya sudah bolong. Tidak ada keterangan makam Van Beck yang mana, dan makam siapa yang satu lagi, apakah istrinya atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

    Pastinya, kata Iim, di lokasi tersebut dulunya memang area pemakaman yang didominasi warga Belanda yang tinggal di daerah Cigugur. Ini terlihat dari beberapa makam yang tersisa di dekat makam Van Beck mempunyai bentuk makam bergaya Eropa.

    Baca artikel selengkapnya di detikJabar

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita Mistis yang Menyelimuti Gedung Negara Cirebon



    Cirebon

    Di Cirebon ada satu bangunan bersejarah peninggalan era Hindia Belanda. Namanya Gedung Negara. Konon, cerita mistis menyelimuti gedung ini. Seperti apa?

    Gedung Negara terletak di Kesenden, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Bangunan yang didominasi warna putih ini telah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Cirebon.

    Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, Gedung Negara dibangun sekitar tahun 1860-an. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai rumah dinas dan kantor keresidenan Cirebon.


    Lingga menjelaskan keresidenan merupakan bentuk pemerintahan pada masa Hindia Belanda yang setingkat dengan provinsi. Keresidenan Cirebon mencakup wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu.

    “Residen itu setingkat provinsi, gemeente setingkat kotapraja, bupati di kabupaten, district setingkat kecamatan, kewedanan setingkat desa, serta Gubernur Jendral yang menjadi setingkat presiden sebagai perwakilan atau penyambung lidah dari ratu Belanda,” tutur Lingga, belum lama ini.

    Pembangunan Gedung Negara tidak terlepas dari hancurnya benteng Fort De Beschermingh, sebuah benteng yang dibangun oleh VOC pada sekitar tahun 1680 di Kebumen, dekat pesisir Cirebon. Saat masih berfungsi, benteng ini juga digunakan sebagai kantor oleh keresidenan Cirebon.

    Namun, sekitar tahun 1840-an, terjadi ledakan bubuk mesiu di dalam benteng yang disebabkan oleh kelalaian seorang pegawai, yang mengakibatkan benteng tersebut hancur total.

    Setelah Indonesia merdeka, Gedung Negara beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan. Berdasarkan catatan, gedung ini pernah dikelola oleh pemerintah provinsi hingga Badan Koordinasi Daerah.

    Gedung Negara CirebonGedung Negara Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

    Hingga kini, status kepemilikan Gedung Negara masih berada di tangan pemerintah. Pengunjung pun tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Negara.

    Namun terdapat taman di samping gedung yang memiliki kandang rusa dan burung merak. Pengunjung bisa menghabiskan waktu dengan melihat dan memberi makan rusa, menjadikan tempat ini tujuan alternatif untuk berlibur di Cirebon.

    Cerita Mistis Menyelimuti Gedung Negara

    Sebagai bangunan tua, Gedung Negara memiliki beberapa cerita mistis. Salah satunya paparkan oleh penjaga Gedung Negara, Mulyono. Ia mengatakan memang ada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian mistis di Gedung Negara.

    “Memang ada saja beberapa tamu yang menginap di sini, terus pada minta pindah. Katanya, ada yang gangguin, kayak mendengar suara-suara seperti anak kecil, atau suara perempuan noni Belanda,” tutur Mulyono.

    Meski sering mendengar cerita mistis, Mulyono mengaku tidak terlalu memedulikannya.

    “Kalau bagi saya yang sudah lama bekerja di sini, hal seperti itu biasa saja,” katanya santai.

    Gedung Negara memiliki beberapa ruangan, termasuk aula yang dipenuhi perabotan antik berusia ratusan tahun.

    “Untuk kamarnya ada sekitar lima kamar, ada juga ruang tamu, ruang rapat, ruang tengah sama ruang keluarga,” pungkas Mulyono.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Hotel Termahal di Indonesia, Ada yang Harganya Ratusan Juta Semalam


    Jakarta

    Indonesia tak hanya dikenal dengan wisata alam dan budaya, tapi juga memiliki pilihan akomodasi mewah. Ada berbagai hotel kelas atas yang menawarkan fasilitas dan layanan eksklusif untuk tamu.

    Beberapa hotel menawarkan harga yang fantastis, bahkan hingga ratusan juta. Apa saja hotel termahal di Indonesia?

    Hotel Termahal di Indonesia

    Hotel yang menawarkan fasilitas mewah dan harga yang mahal di antaranya Ritz Carlton, Amanjiwo, hingga Hotel Mulia. Berikut informasi mengenai fasilitas dan harganya menurut penelusuran detik Travel di situs dan kontak langsung dengan hotel terkait:


    1. Ritz Carlton

    Kamar dan suite Ritz Carlton Jakarta menawarkan pemandangan kota. Hotel ini menawarkan penginapan mewah yang bisa dirasakan traveler.

    Salah satu suite mewahnya adalah Presidential suite dengan luas 400 m2 dengan akses klub, 1 tempat tidur king, kamar mandi, ruang tamu, hingga ruang makan. Berdasarkan keterangan dari Ritz Carlton, harga untuk kamar ini yaitu sekitar 73 juta.

    2. Amanjiwo

    Berada di jantung Jawa Tengah, Amanjiwo menghadap ke Candi Borobudur. Pilihan suitenya ada Borobudur Suite dengan pemandangan indah borobudur dan lembah di sekitarnya hingga Garden Pool Suite dengan kolam renang pribadi dan pemandangan perbukitan menoreh.

    Mengutip laman resmi nya, harga untuk Garden Pool Suite-nya sekitar USD1.634 atau Rp 22 juta per malam. Sementara yang termahal yaitu Dalem Jiwo Suite seharga USD 5445 atau Rp 85 juta per malam. Kamar ini terletak di tengah hamparan sawah, paviliun dua kamar tidur, koman renang pribadi, dan ruang tamu menghadap Candi Borobudur.

    3. Hotel Indonesia Kempinski

    Hotel Kempinski berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan Mal Grand Indonesia, kantor, atraksi dan kedutaan. Ada Kamar Deluxe, Grand Deluxe, dan Executive Grand Deluxe, Diplomatic Suite, dan Presidential Suite. Kamar Deluxenya mulai dari harga Rp 2,5 juta.

    Presidential Suitenya seluas 412 m2 dengan lanskap kota Jakarta. Ada ruang tamu, ruang maka, kamar tidur terpisah, hingga dapur. Menurut keterangan Kempinski Hotel Indonesia yang dihubungi detikTravel, harga untuk hotel ini sekitar Rp 120 juta.

    4. Grand Hyatt

    Grand Hyatt Jakarta mempunyai 415 kamar dan suite mewah. Ada King Bed with City View, King Bed Family with Bundaran View, Premier Suite, hingga Presidential Suite.

    Mengutip laman resmi Grand Hyatt, untuk King Bed with City View harganya mulai dari USD 172 atau sekitar Rp 2,7 juta. Sementara untuk Presidential Suite mewahnya di harga USD 6928 atau sekitar Rp 128 juta. Suite ini memiliki luas 315 m persegi dengan 2 kamar tidur, ruang belajar, dapur kecil, ruang tamu, hingga teras kaca.

    5. Four Seasons Jakarta

    Four Seasons berlokasi strategis dengan tempat makan dan belanja. Pilihan kamarnya ada executive suite, deluxe suite hingga presidential suite.

    Menurut laman Four Seasons, harga untuk Deluxe Suite-nya sekitar Rp 3,8 juta, sementara Presidential Suite-nya Rp 145 juta. Luas Presidential Suite-nya 330 m2 dengan pemandangan kota. Ada kamar tidur, ruang makan, hingga ruang tamu.

    6. Hotel Raffles Jakarta

    Raffles adalah salah satu hotel termewah di Jakarta. Berada di kawasan Kuningan, hotel ini terhubung dengan Lotte Shopping Avenue dan Ciputra Artpreneur Center. Dari Jakarta Convention Centre, jaraknya hanya 3 km.

    Berbagai kamar dan suite mewah yang ditawarkan. Ada Raffles King Room NS, Raffles Garden View King NS, hingga Raffles Suite King Twin Ns. Untuk Harga Raffles King Roomnya mulai dari Rp 3,4 juta per malam.

    Menurut keterangan dari Raffles Hotel, harga untuk raffles suitenya sekitar Rp 150++ juta per malam. Presidential suite seluas 390 m persegi ini mempunyai kamar tidur dengan pemandangan kota, ruang tamu, ruang makan, dan kamar mandi yang besar.

    7. Hotel Mulia Senayan & The Suites – Jakarta

    Hotel Mulia berlokasi strategis di jantung kota Jakarta. Hotel ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan, stadion serbaguna, kedutaan besar, hingga perusahaan multinasional terkemuka.

    Pilihan kamar hotel Mulia di antaranya, Mulia Splendor Twin City View, Mulia Grandeur Twin City View, Mulia Executive Golf View. Mengutip laman resmi hotel, harganya mulai dari Rp 3 juta. Salah satu kamar termahalnya adalah Duke Suite. Menghubungi kontak Hotel Mulia, harga untuk kamar ini yaitu USD 13.000 atau sekitar Rp 205 juta.

    Kamar ini memiliki luas 595 meter persegi dengan pemandangan lapangan golf Senayan. Fasilitasnya berupa ruang keluarga, kamar tidur, meja kerja, kamar mandi terpisah, ruang pijat pribadi, dan dapur.

    8. Bvlgari Resort Bali

    Bvlgari Resort Bali berada di atas tebing kapur setinggi 160 meter yang berkelok-kelok di sepanjang pantai selatan. Ada resort Ocean view 1 dengan 1 kamar, premier ocean view 1 kamar, hingga resor dengan 5 kamar, Five Bedroom Mansion.

    Menurut website resminya. harga untuk Ocean View dengan satu kamarnya Rp 23,8 juta. Sementara, harga Five Bedroom Mansionnya sekitar Rp 243.850.000, belum termasuk pajak.

    Itulah 8 hotel termahal di Indonesia dengan fasilitas mewah. Pencarian tarif hotel dilakukan di sekitar bulan November 2024.

    Masih banyak berbagai hotel dengan harga mahal lainnya di Indonesia. Kamu tertarik menginap di salah satu hotel ini?

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com