Source : unsplash.com / Eater Collective
Jakarta –
Mengonsumsi kopi hitam dapat membantu mengurangi perlemakan hati (fatty liver). Khasiatnya semakin ampuh ketika dicampur dengan 5 bahan alami ini.
Fatty liver atau perlemakan hati merupakan kondisi ketika organ hati menyimpan terlalu banyak lemak. Ada banyak pemicunya, salah satunya pola makan yang buruk.
Misalnya terlalu banyak minum minuman beralkohol hingga berlebihan makan yang menyebabkan obesitas. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi hati untuk membantu proses metabolisme tubuh.
Namun, perlemakan hati bisa diatasi dengan mengonsumsi kopi hitam. Kafein pada kopi dapat berperan meningkatkan enzim ALT dan AST pada hati.
Agar lebih efektif mengurangi lemak pada hati, kamu juga bisa menambahkan 5 bahan ini pada seduhan kopi hitam:
1. Air jeruk lemon
Air jeruk lemon mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Foto: iStock
|
Perpaduan antara kopi hitam dan air jeruk lemon bagus untuk mengurangi perlemakan hati. Air jeruk lemon mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan.
Vitamin C tersebut akan melindungi sel hati dari kerusakan stres oksidatif. Jus lemon juga meningkatkan detoksifikasi karena mengaktifkan hati mengeluarkan empedu.
Mengingat empedu tersebut yang memfasilitasi pemecahan atau pembuangan lemak oleh hati dengan lebih efektif. Menambahkan jus lemon pada kopi hitam terbukti meningkatkan fungsi hati.
2. Kunyit
Menambahkan sejumput kunyit ke dalam kopi hitam dapat meningkatkan kesehatan hati. Ini karena adanya kurkumin yang memiliki sifat anti inflamasi pada kandungan kunyit.
Kurkumin tersebut akan membantu mengurangi peradangan hati dan stres oksidatif, yang keduanya merupakan faktor kunci penyebab terjadinya perlemakan hati.
Selain itu, menambahkan kunyit pada kopi hitam akan mendorong proses detoksifikasi di hati sehingga membantu membuang racun.
Bahan campuran kopi hitam untuk mengurangi perlemakan hati ada di halaman selanjutnya.
3. Kayu Manis
kopi kayu manis untuk meningkatkan kesehatan hati. Foto: Getty Images/iStockphoto/nerudol
|
Kayu manis merupakan bumbu dapur yang kuat untuk meningkatkan kesehatan hati. Kayu manis dilengkapi dengan sifat anti inflamasi dan kandungan antioksidan yang tinggi.
Kedua hal tersebut yang akan mengurangi peradangan hati. Selain itu, kayu manis juga akan membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Dengan begitu, lemak yang mengendap pada hati akan luntur sedikit demi sedikit. Perpaduan kopi hitam dan kayu manis ini juga dapat membantu metabolisme lemak yang sehat.
4. Jahe
Jahe dikenal akan potensinya yang memiliki sifat anti-inflamasi. Dengan memasukkan jahe ke kopi hitam, maka bisa menstimulasi fungsi hati melalui penghambatan peradangan.
Tak hanya itu, menambahkan jahe pada kopi hitam pun bisa meningkatkan metabolisme lemak. Jahe berperan dengan merangsang pencernaan yang baik serta efisien dalam proses metabolisme.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun kaya akan asam lemak omega-3. Foto: iStock/site news
|
Menambahkan minyak zaitun ke racikan kopi hitam tidak hanya meningkatkan karakteristik rasanya, tetapi juga meningkatkan manfaatnya untuk mengurangi perlemakan hati.
Minyak zaitun tinggi akan asam lemak omega-3 yang berguna untuk mengontrol berat badan Selain itu, minyak zaitun juga dapat menurunkan tingkat enzim hati.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh World Journal of Gastroenterology membuktikan bahwa minyak zaitun mampu menurunkan penumpukan lemak pada hati.
(raf/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Kesehatan usus bisa dijaga dengan konsumsi makanan sehat. Selain makanan utuh, jenis rempah seperti kunyit juga disebut menjadi salah satu yang terbaik untuk usus. Ini alasannya!
Menjaga kesehatan usus merupakan hal yang penting dilakukan. Terlebih, ketika semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus berhubungan dengan hampir setiap aspek kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menjaga kesehatan usus melibatkan konsumsi makanan bervariasi dan seimbang, mencakup konsumsi banyak buah, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga protein rendah lemak.
Namun, kamu juga tidak boleh mengabaikan rempah-rempahan di dapur. Rempah atau bahan herbal tidak hanya menambah rasa, tetapi juga mengandung banyak nutrisi yang dapat mendukung kesehatan usus.
Di antara banyaknya rempah, ada satu jenis yang menurut para ahli menjadi jenis rempah terbaik untuk kesehatan usus. Jenis rempah itu adalah kunyit, dikenal mampu mendukung mikrobioma usus lebih sehat.
Melansir eatingwell.com (14/08/2024), berikut 5 alasan mengapa konsumsi kunyit bagus untuk kesehatan usus:
1. Mengandung kurkumin
Kandungan kurkumin di dalam kunyit dapat membantu meningkatkan kesehatan usus. Foto: iStock
|
Menurut ahli gastroenterologi bersertifikat, Will Bulsiewicz, MD, kunyit tidak hanya menambah rasa pada masakan, tetapi juga mengandung bahan aktif kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi.
Namun, salah satu kendalanya yaitu kurkumin tidak diserap baik oleh tubuh. Untuk mengatasinya, disarankan menambah lada hitam saat mengonsumsi kunyit.
Menurut Bulsiewicz, senyawa dalam lada hitam yang disebut piperin, tidak hanya meningkatkan penyerapan kurkumin, hingga 50% atau 100%, tetapi bisa lebih.
Penelitian telah menemukan hubungan kurkumin dalam kunyit dan mikrobioma usus adalah hubungan dua arah.
Pertama, kurkumin membantu menjaga keseimbanagan positif bakteri baik dalam usus. Kedua, semua bakteri usus baik itu memecah kurkumin untuk menciptakan senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang mendukung kesehatan usus dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Mengurangi peradangan
Senyawa lain di dalam kunyit juga mampu mengurangi peradangan Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Kunyit mengandung polifenol dalam jumlah tinggi. Senyawa ini menawarkan manfaat potensial, seperti membantu mengurangi peradangan, dan juga memiliki sifat antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas yang merusak sel.
Konsumsi kunyit juga telah dikaitkan dengan tingkat peradangan lebih rendah.
Menurut penelitian yang disebut Eating Well, kurkumin dalam kunyit dapat membantu meningkatkan mikrobioma usus sehat, mengurangi peradangan di saluran pencernaan, dan meringankan gejala gangguan pencernaan.
Untuk mengetahui cara lain meningkatkan kesehatan usus, bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Cara lain untuk meningkatkan kesehatan usus
Selain kunyit, ahli gizi Bulsiewicz dan Nahar juga merekomendasikan beberapa makanan dan kegiatan untuk mendukung kesehatan usus.
Misalnya dengan makan lebih banyak sayuran hijau, buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh kaya akan serat larut dan pati resisten. Ketika dimetabolisme oleh bakteri usus, makanan tersebut menghasilkan asam lemak disebut butirat.
Menurut Bulsiewicz, butirat memiliki sejumlah efek menguntungkan pada bakteri usus dan penghalang usus pada sistem kekebalan tubuh.
Penting juga fokus terhadap hidrasi. Hidrasi yang cukup membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik, dengan melunakkan tinja dan mendukung lapisan mukosa usus.
Jika ingin mendukung mikrobioma usus, kamu juga perlu konsumsi makanan ‘biotik’ lebih baik. Mulai dari probiotik yang merupakan mikroorganisme hidup dalam makanan fermentasi, seperti yogurt dan kefir.
Di sisi lain, ada prebiotik yang membantu memberi makan bakteri baik di usus. Prebiotik bisa ditemui di makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan banyak biji-bijian utuh.
Mengonsumsi makanan beragam, mencakup makanan nabati memang mampu menjaga mikrobioma usus tetap sehat. Namun, jangan lupa menyertakan beberapa bahan herbal, salah satunya kunyit.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Kunyit bisa dinikmati sebagai minuman maupun campuran bumbu masakan. Ternyata, kalau terlalu banyak mengonsumsi kunyit juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Kunyit merupakan tanaman rempah yang juga biasa digunakan sebagai obat herbal. Di Indonesia, kunyit bisa dinikmati sebagai jamu tradisional maupun rempah untuk bumbu masakan.
Dilansir dari Health.com (19/8), kunyit diketahui mengandung zat anti-inflamasi dan antioksidan yang tinggi. Rempah berwarna oranye ini dianggap dapat membantu mengatasi beberapa kondisi peradangan, termasuk osteoartritis, alergi, hingga infeksi saluran pernapasan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kunyit dapat memperbaiki kondisi kesehatan. Di antaranya seperti depresi, hiperlipidemia, hingga alzheimer.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi kunyit juga tak baik bagi kesehatan. Beberapa efek masalah kesehatan dapat dirasakan dari terlalu banyak mengonsumsi kunyit.
Jadi, berapa batasan aman mengonsumsi kunyit? Menurut penelitian, kunyit dalam dosis hingga 3 gram setiap hari dianggap aman hingga 3 bulan. Lalu, produk dengan kandungan kurkumin hingga 8 gram dianggap aman untuk penggunaan harian hingga 2 bulan.
FDA menganggap kunyit aman dalam dosis 4.000-8.000 mg per hari. Ini termasuk jumlah kunyit yang ditambahkan ke makanan maupun suplemen.
Berikut 4 efek yang dirasakan dari terlalu banyak mengonsumsi kunyit:
1. Masalah Pencernaan
Kunyit Asam Foto: iStock
|
Masalah pada sistem pencernaan atau lambung ini yang paling umum disebabkan dari efek samping mengonsumsi kunyit. Efek samping gastrointestinal ini lebih umum terjadi pada dosis kunyit yang lebih tinggi.
Efek samping pada sistem pencernaan itu meliputi sembelit, perut kembung, mual atau muntah, refluks asam, hingga diare. Untuk membatasi jumlah efek sampingnya bisa dengan mengonsumsi kunyit bersama makanan atau dijadikan bumbu masakan.
2. Risiko Pendarahan
Kunyit juga dilaporkan memiliki khasiat sebagai pengencer darah. Rempah ini diyakini secara langsung menghalangi jalur kalsium yang dibutuhkan untuk menormalkan aliran darah dalam tubuh.
Orang dengan gangguan pendarahan, seperti hemofilia, harus berhati-hati saat mengonsumsi kunyit. Harus mempertimbangkan untuk menghindari konsumsi kunyit. Efek samping pendarahan dapat meliputi mudah memar, pendarahan abnormal (mimisan dan gusi berdarah), darah dalam tinja atau urine.
3. Timbul Ruam Kulit
Jika menggunakan produk skincare yang mengandung kunyit atau curcumin, pada beberapa kasus ada yang menyebabkan ruam kulit. Beberapa penelitian telah melaporkan ada orang yang mengalami ruam kulit setelah mengoleskan kunyit ke kulit.
Jadi, jika melihat ruam pada kulit setelah menggunakan produk kunyit, sebaiknya segera hentikan. Kamu juga harus langsung konsultasi kepada pihak medis.
4. Kerusakan Hati
Efek samping paling serius yang disebabkan karena mengonsumsi kunyit adalah kerusakan hati. Hal ini sudah terbukti dalam sebuah studi yang mencatat efek samping kerusakan hati karena dosis tinggi kurkumin sekitar 250-1.800 mg per hari.
Contoh kerusakan hati ini meliputi hepatitis (radang hati), kolestasis, dan cedera sel hati. Gejala umumnya meliputi penyakit kuning, nyeri perut, mual, dan urin berwarna gelap.
(yms/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Khasiat anti-inflamasi pada kunyit telah dimanfaatkan sejak lama untuk mengatasi perut kembung. Kunyit juga bisa dikombinasikan dengan 5 bahan ini untuk manfaat lebih baik.
Sejak lama, kunyit dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Menambahkan kunyit ke dalam makanan atau minuman bisa membantu menyehatkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan.
Secara khusus, mengonsumsi kunyit bisa mengatasi masalah perut kembung akibat sifat anti-inflamasinya. Kandungan kurkumin pada kunyit juga bisa mengurangi tekanan gas pada perut, dan membantu lambung menghentikan produksi asam berlebihan.
Namun, kunyit tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tapi juga dikombinasikan dengan bahan lainnya. Melansir Times of India (05/09/2024), berikut 5 racikan kunyit yang bisa membantu atasi perut kembung.
1. Teh kunyit jahe
Teh kunyit campur jahe punya khasiat yang baik untuk meredakan kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Kunyit dan jahe adalah dua bahan yang terkenal dengan khasiat melancarkan pencernaan.
Kunyit dapat menenangkan sistem pencernaan dan mengeluarkan gas yang terjebak di dalam perut. Sedangkan jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi yang mampu mengatasi kelebihan gas dalam perut.
Teh kunyit jahe juga mudah dibuat. Hanya perlu merebus air dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan parut sejumlah jahe segar. Biarkan mendidih selama 5-10 menit.
Saring, lalu sajikan di dalam cangkir. Kamu bisa menambah madu sebagai pemanis atau irisan lemon yang menyegarkan.
Teh ini tidak hanya menenangkan saluran pencernaan, tetapi juga mengurangi peradangan dan membantu melancarkan pencernaan.
2. Infused water kunyit dan peppermint
Air infus kunyit dengan tambahan peppermint bisa menghilangkan kembung dan gas berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Untuk minuman yang menyegarkan dan menyehatkan usus, kamu bisa mencampurkan satu sendok teh bubuk kunyit ke dalam satu liter air, dan tambahkan daun mint segar. Biarkan meresap selama minimal 30 menit di dalam kulkas.
Daun peppermint dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan membantu meredakan kembung. Sedangkan kunyit memberikan manfaat anti peradangan yang juga dapat menghilangkan gas berlebihan di perut.
Racikan minuman kunyit lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Smoothie kunyit dan jinten
Siapa sangka smoothie yang dibuat dari mencampurkan kunyit dan jinten juga berkhasiat. Foto: iStock
|
Kunyit juga bisa diolah menjadi smoothie yang tidak kalah enak dengan smoothie buah atau sayuran.
Kamu bisa mencampurkan secangkir yogurt tawar, setengah sendok teh bubuk kunyit, dan setengah sendok teh jinten bubuk. Tambahkan setengah pisang dan segenggam bayam agar lebih nikmat.
Smoothie ini pun menawarkan manfaat lebih besar dalam membantu pencernaan. Jinten dan kunyit keduanya dikenal dapat mendukung pencernaan dan mengurangi kembung.
Yogurt sebagai bahan tambahan probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan usus.
4. Minuman detoks lemon dan kunyit
Jika ingin membuat ramuan detoksifikasi, kamu bisa memadukan kunyit dan lemon.
Campurkan setengah sendok teh bubuk kunyit dengan perasan setengah lemon dalam secangkir air hangat. Aduk rata dan tambahkan madu jika mau.
Lemon yang dicampur dengan air hangat menjadi diuretik alami yang memiliki sifat pencahar ringan. Di sisi lain kunyit juga mengandung kurkumin yang dapat meredakan gejala perut kembung dan menyejukkan sistem pencernaan.
5. Teh kunyit dan adas
Tambahan kunyit dan adas dapat mengatasi perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Kombinasi kunyit dan adas juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung.
Rebus air yang sudah ditambahkan dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan satu sendok teh biji adas selama 5-10 menit, lalu saring. Sajikan dalam cangkir dan minum saat masih hangat.
Biji adas terkenal dengan manfaatnya bagi pencernaan, termasuk mengurangi kembung dan gas. Dikombinasikan dengan kunyit, teh ini mendukung proses pencernaan seimbang.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bumbu dapur dipakai sebagai pelezat masakan. Selain mudah didapat bumbu dapur bisa membantu diet terutama proses penuruan berat badan.
Meskioun kini banyak bumbu masak instan tang praktis tetapi dianjurkan untuk mengonsumsi bumbu dapur segar alami. Sedangkan bumbu yang boleh untuk diet disarankan murni berasal dari rempah-rempah yang diolah sendiri tanpa campuran pengawet lainnya.
Mengutip Healthline, berikut rempah alami yang bisa dijadikan bumbu masakan sekaligus bermanfaat untuk membantu penurunan berat badan.
1. Cabai Rawit
Cabai rawit sebenarnya punya manfaat kesehatan, terutama untuk menurunkan berat badan. Foto: Pexels/Lum3n
|
Varietas cabai seperti rawit paling populer digunakan sebagai perisa ke dalam makanan supaya menciptakan sensasi pedas.
Rasa pedas itu berasal dari senyawa capsaicin, yang ternyata mempunyai banyak manfaat kesehatan, terutama menurunkan berat badan karena bisa memaksimalkan metabolisme.
Akan tetapi, penggunaan cabai rawit ini perlu diperhatikan. Khususnya bagi penderita nyeri lambung, sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsinya. Untuk pengganti rasa pedas, bisa menggunakan lada hitam atau jahe.
2. Jahe
Jahe juga baik untuk meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori. Foto: Times of India
|
Jahe seringkali diolah menjadi bahan utama minuman tradisional, seperti wedang jahe, teh serai jahe, atau bajigur.
Tidak hanya minuman, jahe juga dapat dijadikan bumbu yang boleh untuk diet. Sebab gingerol dalam jahe mampu meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran kalori.
Memasukkan jahe untuk campuran bumbu masak bermanfaat mengontrol kadar gula darah supaya tetap stabil.
3. Oregano
Selain menjadi pelengkap hidangan, oregano juga bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/marrakeshh
|
Oregano adalah rempah daun yang masih satu keluarga dengan mint, basil, thyme, rosemary, dan sage.
Senyawa kuat carvacrol pada oregano ini diklaim bisa membantu turunkan berat badan karena mampu mengontrol sintesis lemak dalam tubuh.
Selain dijadikan serbuk bumbu masak, oregano juga ada yang dijadikan suplemen diet dengan khasiat sama untuk menurunkan berat badan.
4. Ginseng
Ginseng merupakan tanaman herbal yang ampuh menurunkan berat badan. Foto: Shutterstock/
|
Ginseng merupakan tanaman herbal yang banyak dipercaya dalam pengobatan tradisional di Tiongkok.
Bahkan banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ginseng cukup ampuh membantu menurunkan berat badan.
Hal ini dikarenakan ginseng mengandung jaringan adiposa cokelat atau BAT. Jaringan tersebut dapat mengubah lemak menjadi energi dengan cepat.
5. Kunyit
Kunyit juga dapat menekan jaringan lemak dan mengontrol kadar gula darah. Foto: iStock
|
Kunyit cukup populer dalam pengobatan herbal karena bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan.
Tak hanya itu, kunyit mampu menekan pertumbuhan jaringan lemak serta mengontrol kadar gula darah berkat komponen utamanya yaitu kurkumin.
Hasil studi pada orang obesitas menunjukkan bahwa menambahkan kunyit ke dalam bumbu masakan cukup efektif dalam mengurangi lemak perut sekitar 5 persen.
6. Lada hitam
Lada hitam adalah bumbu dapur yang berasal dari buah kering piper nigrum berbunga asli India.
Biji buah tersebut mengandung senyawa kuat yaitu piperine, yang menciptakan rasa pedas dan memberi efek dalam proses penurunan berat badan.
Sebuah studi menyatakan bahwa piperine pada lada hitam ini cukup efektif bekerja menghambat pembentukan sel lemak dalam tubuh.
7. Kayu manis
Kayu manis pun merupakan rempah yang bisa membantu penurunan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula
|
Kayu manis atau bubuk kayu manis merupakan rempah aromatik terbuat dari kulit bagian dalam pohon kayu manis.
Sifat dari kayu manis ini antimikroba sehingga efektif untuk diet. Senyawa tersebut mampu memberi respons negatif pada tubuh ketika menerima asupan berlemak tinggi.
Menambahkan bubuk kayu manis ke dalam masakan atau kue, cukup efektif menstabilkan gula darah dan membantu mengurangi nafsu makan berlebih.
Untuk menghindari efek samping, penggunaan bumbu-bumbu yang boleh untuk diet ini disarankan tidak lebih dari satu sendok makan per hari.
Selain itu, imbangi juga dengan pola hidup lebih sehat seperti makan-makanan bergizi, olahraga rutin, serta istirahat cukup.
(aqr/odi)

Sumber : food.detik.com
|