Tag: Kutub Utara

  • Kode Sumber Bitcoin Akan Disimpan di Kutub Utara, Demi Cucu dan Cicit Kita

    Perusahaan GitHub, milik raksasa Microsoft, berencana menyimpan cadangan kode sumber (source code) Bitcoin di bawah gunung es di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara. Kode itu dijamin aman hingga 1000 tahun lamanya untuk anak cucu dan cicit kita. Proyek dimulai akhir April 2020.

    Langkah itu adalah bagian dari GitHub Archive Program, di mana semua “snapshot” kode sumber yang tersimpan di servermilik GitHub sejak 2 Februari 2020 akan dibuatkan cadangannya. Semua disimpan ke gulungan film sepanjang 1 kilometer, secara berkala.

    Untuk memuluskan proyek itu, GitHub berkerjasama dengan Software Heritage Foundation, Arctic World Archive dan Oxford University’s Bodleian Library. Penyimpanan kode dibantu secara khusus oleh perusahaan asal Norwegia, Piql.

    Gulungan film akan disimpan di sebuah wadah baja, kemudian diletakkan di bawah tanah sedalam 250 meter.

    Kebetulan di Svalbard itu terdapat sebuah bekas tambang batubara. Posisinya pun tak jauh dari Global Seed Vault, yang merupakan tempat penyimpanan cadangan ribuan jenis bibit tanaman.

    Proyek ambisius GitHub dan Global Seed Vault kurang lebih serupa, yakni demi mengantisipasi manakala bumi terjadi perang nuklir yang maha kacau atau mungkin asteroid yang mengancam kehidupan manusia.

    Global Seed Vault di kepulauan Svalbard, Norwegia di Samudera Arktik, Kutub Utara.

    Bagi GitHub, sumber kode Bitcoin penting dibuatkan cadangannya, karena skenario terburuk terhadap Bumi di masa depan, bisa memusnahkan kode sumber Bitcoin yang tersimpan secara elektronis di ribuan komputer di dunia saat ini, termasuk di GitHub.

    Selain kode sumber Bitcoin, kode sumber protokol Lightning Network juga akan disimpan di tempat yang sama, selain kode sumber Dogecoin dan Ethereum. Yayasan Internet Archive dan Yayasan Long Now mendukung upaya itu, termasuk sejumlah ilmuwan dan sejarawan.

    Ratusan kode sumber yang disertakan dalam GitHub Archive Program.

    “Saya pikir ada kemungkinan bahwa di masa depan, catatan elektronis [file kode sumber Bitcoin-Red] akan hilang. Jelas sangat rapuh. Melestarikan beberapa hal ke dalam bentuk hard copy, pasti sangat membantu,” kata Wladimir van der Laan, lead developer Bitcoin.

    Sejumlah batasan
    Namun demikian ada sejumlah batasan yang mungkin ditemui atas langkah itu. Kata Van der Laan, dari sudut pandang programer di masa depan, katakanlah lebih dari 100 tahun dari sekarang, kode sumber seperti itu mungkin tak cukup istimewa, karena perlu konteks khusus.

    Jason Teutsch Pendiri Ethereum Truebit berpendapat serupa. Menurutnya, harus disertakan pula penjelasan dan konteks atas kode sumber itu, yakni meliputi catatan sosial, ekonomi, peraturan dan beraneka penelitian yang menggambarkan motivasi dan sumber daya.

    “Pun pada akhirnya pengembangan terhadap sumber kode, akhirnya menjadi lebih penting daripada kode itu sendiri,” katanya. [Coindesk/Bitcoinnews/Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Makam Gaya Eropa yang Penuh Misteri di Pinggir Jalan Kuningan



    Jakarta

    Makam dengan gaya bangunan gaya Eropa masih menyimpan misteri hingga kini. Lokasinya di pinggir sebuah jalan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Lokasi persisnya di Jalan Raya Cigugur-Palutungan, Kabupaten Kuningan. Konon, banyak yang menyebut bangunan berada di samping markas Koramil 1515 Cigugur itu merupakan makam pembesar Belanda bernama Van Beck.

    Meski demikian, tak banyak warga yang mengetahui silsilah ataupun rekam jejak meneer Belanda yang konon tinggal di daerah Cigugur itu. Hal itu jugalah yang ada di benak Iim Wakim.


    Juru pemelihara situs makam tersebut mengaku hanya mendapat sedikit informasi mengenai sosok Van Beck.

    Makam Van Beck di Kuningan.Makam Van Beck di Kuningan (Foto: Mohamad Taufik/detikJabar)

    “Bangunan ini adalah makam Jenderal Van Beck yang meninggal pada tahun 1912. Tapi tidak ada catatan sejarah ataupun informasi dari warga sini siapa sosok Van Beck tersebut, apakah dia seorang tentara Belanda atau saudagar kaya waktu itu,” ungkap Iim kepada detikJabar, belum lama ini.

    Termasuk makam Van Beck yang mana, Iim tak mengetahui. Sebab, di dalam bangunan berbentuk bulat bak Igloo di Kutub Utara ini terdapat dua makam yang saling berdampingan.

    “Ada dua makam, kondisi satu makam di sebelah Barat sudah terbongkar sedangkan satu lagi di sebelahnya sudah bolong. Tidak ada keterangan makam Van Beck yang mana, dan makam siapa yang satu lagi, apakah istrinya atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

    Pastinya, kata Iim, di lokasi tersebut dulunya memang area pemakaman yang didominasi warga Belanda yang tinggal di daerah Cigugur. Ini terlihat dari beberapa makam yang tersisa di dekat makam Van Beck mempunyai bentuk makam bergaya Eropa.

    Baca artikel selengkapnya di detikJabar

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com