Trulioo, perusahaan penyedia verifikasi identitas global mengatakan peningkatan kepatuhan untuk AML dan KYC dapat menjadi pembeda besar bagi perusahaan kripto.
Kemampuan untuk memverifikasi dokumen dan mematuhi persyaratan anti pencucian uang/ anti-money laundering (AML) dan know-your-customer (KYC) sekarang menjadi pembeda dalam perusahaan kripto, kata Trulioo.
Anatoly Kvitnitsky, VP Growth Trulioo mengatakan kepada tim Cointelegraph bahwa sebagaimana kripto melintasi banyak perbatasan, siapapun yang ingin menonjol dan mungkin menarik mereka yang ingin bertukar crypto ke fiat atau sebaliknya akan mematuhi aturan dan persyaratan.
“Ini adalah ide bagus untuk meningkatkan pendekatan dunia kripto terhadap kepatuhan, terutama karena pertukaran (aset kripto) menjadi makin umum”, kata Kvitnitsky. “Tentu saja sesuatu seperti verifikasi dokumen sangat berbeda dan hal tersebut adalah sesuatu yang kami lihat telah berubah dalam dua tahun terakhir. Dunia kripto benar-benar membutuhkan solusi ini”.
Trulioo meluncurkan EmbedID, alat yang menyematkan verifikasi identitas untuk KYC melalui API, pada 8 Juli. Ini ditargetkan bagi perusahaan dengan tim kepatuhan kecil untuk membuat kegiatan KYC dan AML lebih otomatis. Kvitnitsky mengatakan Trulioo dan EmbedID sudah menghitung beberapa perusahaan kripto sebagai pelanggan.
Kvitnitsky mengatakan bahwa Trulioo ingin membuat dokumen dan verifikasi identitas semudah mungkin bagi klien yang tidak memiliki akses ke teknologi perbankan. Pertukaran kripto dan manajer aset, kata Kvitnitsky, sering ditemukan memiliki tim yang sangat kecil untuk mengurus semua dokumen yang diberikan klien mereka untuk memastikan bahwa hal tersebut memenuhi peraturan.
Yuridiksi regulatori juga memiliki persyaratan KYC dan AML yang berbeda, kata Kvitnitsky, sehingga akan menjadi sangat sulit untuk mencocokkan dokumen yang diperlukan untuk setiap negara. Ia mengatakan sifat kripto yang inheren internasional dan tanpa batas sangat cocok untuk Trulioo.
“Jika sebuah perusahaan sangat ingin bekerja dengan regulator, anda akan melihat pendekatan yang lebih utama terhadap kepatuhan”, kata Kvitnitsky.
Beberapa pemerintah telah meningkatkan pemantauan terhadap perusahaan kripto meski hanya beberapa yang memiliki regulasi khusus. Otoritas Perilaku Keuangan Inggris mendesak bisnis kripto lokal untuk mendaftar dengan pengawas sebagai sarana untuk membantu pengawasan terhadap aktivitas anti pencucian uang atau AML. Komisi perdagangan komoditas dan berjangka Amerika Serikat juga menjanjikan kerangka kerja kripto yang baru.
Pemeriksaan KYC (Know Your Customer) mengharuskan penyedia layanan keuangan untuk mengenal dan memverifikasi identitas pelanggan mereka. Ini merupakan bagian dari upaya kepatuhan Anti Pencucian Uang/Melawan Pendanaan Terorisme (APU/MPT) guna melawan kejahatan keuangan dan memastikan keakuratan informasi pelanggan.
KYC secara proaktif melawan aktivitas kriminal dengan mengumpulkan dan memverifikasi data pelanggan. Langkah ini meningkatkan kepercayaan di industri keuangan dan membantu penyedia layanan dalam mengelola risiko. KYC telah menjadi hal umum dalam dunia kripto. Meski begitu, beberapa kritikus berpendapat bahwa langkah ini mengorbankan anonimitas dan desentralisasi yang menjadi ciri khas kripto.
Pengenalan
KYC merupakan persyaratan yang umum diterapkan oleh penyedia layanan keuangan. Pemeriksaan ini terutama bertujuan untuk melawan pencucian uang dan pendanaan dari aktivitas yang dilarang. KYC adalah salah satu langkah utama dalam peraturan anti pencucian uang, sehingga memiliki peran penting terutama dalam konteks aset kripto. Lembaga keuangan dan penyedia layanan seperti Tokocrypto harus menerapkan prosedur KYC yang kuat untuk melindungi pelanggan dan aset mereka.
Apa itu KYC?
Jika Anda telah membuka akun di bursa aset kripto, kemungkinan besar Anda sudah melalui proses KYC. KYC (Know Your Customer) mengharuskan penyedia layanan keuangan untuk mengumpulkan informasi yang dapat memverifikasi identitas pelanggan. Hal ini dapat dilakukan melalui metode seperti identifikasi resmi atau laporan bank. Sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan APU, kebijakan KYC membantu melawan pencucian uang, pendanaan terorisme, penipuan, dan transfer dana ilegal.
Biasanya, KYC adalah pendekatan yang bersifat proaktif daripada reaktif. Sebagian besar penyedia layanan keuangan mengumpulkan data pelanggan saat proses pendaftaran sebelum pelanggan dapat melakukan transaksi keuangan. Dalam beberapa kasus, akun dapat dibuat tanpa KYC, tetapi dengan fitur terbatas. Misalnya, Tokocrypto memperbolehkan pengguna membuka akun, namun mereka tidak dapat melakukan perdagangan sampai proses KYC selesai.
Ketika menyelesaikan proses KYC, Anda mungkin diminta untuk memberikan:
Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Surat Izin Mengemudi (SIM)
Paspor
Selain memverifikasi identitas pelanggan, mengkonfirmasi lokasi dan alamat mereka juga penting. Dokumen identitas Anda akan memberikan informasi dasar seperti nama dan tanggal lahir, tetapi data tambahan mungkin diperlukan, misalnya untuk menentukan yurisdiksi perpajakan Anda. Anda mungkin juga harus melewati tahap KYC ulang secara berkala sesuai kebijakan penyedia layanan keuangan.
Ilustrasi KYC (Know Your Costumer).
Siapa yang Mengatur Kepatuhan terhadap KYC?
Peraturan KYC (Know Your Customer) berbeda di setiap negara, namun terdapat kerja sama internasional dalam hal informasi dasar yang dibutuhkan. Di Amerika Serikat, Undang-Undang Kerahasiaan Bank dan Undang-Undang Patriot 2001 mengatur sebagian besar proses APU dan KYC yang ada saat ini. Uni Eropa dan negara-negara Asia-Pasifik telah mengembangkan peraturan mereka sendiri, meski terdapat banyak kesamaan dengan Amerika Serikat. Pedoman Anti Pencucian Uang (AMLD) Uni Eropa dan peraturan PSD2 memberikan kerangka kerja utama bagi negara-negara Uni Eropa. Secara global, Financial Action Task Force (FATF) mengkoordinasikan kerja sama multinasional terkait persyaratan peraturan ini.
Di Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memiliki peran dalam mengatur kepatuhan terhadap KYC untuk aset kripto di Indonesia. Bappebti adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pengaturan perdagangan berjangka, termasuk perdagangan aset kripto. Bappebti telah mengeluarkan peraturan terkait pengaturan aset kripto, yang juga mencakup persyaratan KYC yang harus dipatuhi oleh bursa aset kripto di Indonesia.
Kepatuhan terhadap KYC diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengatur sektor jasa keuangan di Indonesia. Dalam hal KYC, OJK menerapkan peraturan dan pedoman yang mengharuskan penyedia layanan keuangan, termasuk lembaga keuangan seperti bank dan bursa aset kripto, untuk melaksanakan prosedur KYC yang ketat.
Sebagai bagian dari upaya melawan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kejahatan keuangan lainnya, OJK mewajibkan penyedia layanan keuangan untuk mengumpulkan informasi identitas pelanggan, memverifikasi keaslian dokumen, dan memantau transaksi pelanggan secara teratur. Dengan demikian, OJK berperan penting dalam mengatur dan mengawasi pelaksanaan KYC di sektor keuangan Indonesia.
Selain OJK, pihak lain yang terlibat dalam kepatuhan KYC di Indonesia adalah Badan Intelijen Keuangan (BIN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). BIN bertanggung jawab dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi keuangan terkait potensi tindak pidana keuangan, sementara PPATK bertugas mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan atau berpotensi melanggar hukum.
Mengapa KYC Diperlukan dalam Aset Kripto?
Mengingat sifat pseudonim kripto, sering kali digunakan untuk mencuci dana yang tidak sah dan menghindari pembayaran pajak. Penyempurnaan peraturan aset kripto akan meningkatkan reputasinya dan memastikan kewajiban pajak dapat dipenuhi tepat waktu. Terdapat tiga alasan utama mengapa pemeriksaan KYC diperlukan dalam industri kripto:
Transaksi blockchain tidak dapat dibatalkan. Tidak ada administrator yang dapat membantu jika terjadi kesalahan. Artinya, dana yang hilang tidak dapat dikembalikan atau dipulihkan.
Aset kripto bersifat anonim (pseudonim). Anda tidak perlu mengirimkan rincian pribadi untuk membuka dompet kripto.
Peraturan seputar perpajakan dan legalitas aset kripto masih belum jelas di banyak negara.
Meskipun KYC (Know Your Customer) memakan waktu dalam proses pendaftaran, manfaatnya sangat penting. Kebanyakan pelanggan tidak menyadari dampaknya, tetapi KYC memiliki peranan signifikan dalam menjaga keamanan dana dan melawan tindakan kriminal.
Apa Manfaat KYC?
Manfaat yang diperoleh dari penerapan KYC tidak selalu jelas bagi semua pihak. Namun, manfaatnya melebihi sekadar melawan penipuan dan memiliki dampak yang lebih luas terhadap sistem keuangan secara keseluruhan:
Membantu pemberi pinjaman dalam mengevaluasi risiko dengan lebih baik melalui identifikasi dan verifikasi identitas pelanggan serta riwayat keuangan mereka. Proses ini memungkinkan pemberian pinjaman dan manajemen risiko yang lebih bertanggung jawab.
Melawan pencurian identitas dan berbagai bentuk penipuan keuangan lainnya.
Mengurangi risiko pencucian uang sejak awal dengan mengambil tindakan proaktif.
Meningkatkan kepercayaan, keamanan, dan akuntabilitas penyedia layanan keuangan. Reputasi yang baik ini memiliki dampak tidak langsung pada keseluruhan industri keuangan dan dapat mendorong investasi.
Ilustrasi KYC (Know Your Costumer).
KYC dan Desentralisasi
Dari awal, kripto telah menekankan pada konsep desentralisasi dan kebebasan dari pihak-pihak perantara. Sebagaimana telah disebutkan, siapa pun dapat memiliki dompet kripto dan aset kripto tanpa harus memberikan rincian identitas pribadi mereka. Namun, hal inilah yang membuat kripto menjadi pilihan populer untuk pencucian uang.
Pemerintah dan regulator umumnya mewajibkan bursa kripto untuk melaksanakan prosedur KYC terhadap pelanggan mereka. Meskipun KYC wajib sulit diterapkan pada dompet kripto, layanan pertukaran fiat ke kripto lebih cocok untuk menerapkannya. Beberapa investor tertarik pada aspek spekulatif aset kripto, sedangkan yang lain lebih aktif dalam menghargai nilai inti dan utilitasnya.
Argumen Melawan KYC
Meskipun KYC memiliki manfaat yang jelas, ada beberapa kritikus yang berpendapat sebaliknya. Argumen-argumen yang menentang KYC menjadi lebih umum di dunia aset kripto, terutama karena sejarah dan latar belakangnya. Umumnya, kritik-kritik ini terkait dengan masalah privasi dan biaya:
Terdapat biaya tambahan yang terkait dengan penerapan KYC, yang sering kali ditanggung oleh pelanggan melalui biaya tambahan.
Beberapa individu mungkin tidak memiliki dokumen yang diperlukan untuk KYC atau mungkin tidak memiliki alamat tetap, sehingga sulit bagi mereka untuk mengakses layanan keuangan tertentu.
Kelemahan keamanan data dan risiko kebocoran informasi pribadi akibat serangan siber oleh penyedia layanan keuangan yang tidak bertanggung jawab.
Sebagian kritikus berpendapat bahwa KYC bertentangan dengan prinsip desentralisasi dalam kripto.
Kesimpulan
Proses KYC (Know Your Customer) merupakan standar umum dalam industri layanan keuangan dan bursa kripto. KYC adalah salah satu elemen yang paling penting dalam melawan pencucian uang dan kegiatan kriminal lainnya. Meskipun proses KYC dapat terasa merepotkan, namun penting untuk memberikan keamanan yang baik. Sebagai bagian dari upaya APU yang lebih luas, KYC memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan aset kripto di platform seperti Tokocrypto dengan kepercayaan dan keamanan yang lebih tinggi.
Tokocrypto adalah salah satu pedagan aset kripto terkemuka di Indonesia. Untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan untuk menjaga keamanan pengguna, Tokocrypto menerapkan prosedur KYC yang mudah dan sederhana. Berikut adalah beberapa kemudahan KYC yang ditawarkan oleh Tokocrypto:
Proses Pendaftaran yang Cepat: Tokocrypto menyediakan proses pendaftaran yang cepat dan mudah bagi pengguna baru. Anda dapat membuat akun dengan mengisi formulir pendaftaran yang singkat dan memberikan informasi dasar seperti nama, alamat email, dan kata sandi.
Verifikasi Identitas yang Mudah: Setelah membuat akun, pengguna akan diminta untuk melengkapi proses verifikasi identitas. Tokocrypto mengintegrasikan teknologi otomatisasi untuk mempercepat verifikasi identitas. Pengguna dapat mengunggah salinan dokumen identitas seperti KTP atau paspor mereka, serta melakukan selfie untuk verifikasi wajah.
Penyelesaian yang Cepat: Tim verifikasi Tokocrypto berusaha untuk menyelesaikan proses verifikasi dengan cepat. Dalam kebanyakan kasus, proses verifikasi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Ini memungkinkan pengguna untuk segera memulai perdagangan aset kripto di platform Tokocrypto.
Layanan Pelanggan yang Responsif: Jika pengguna menghadapi masalah atau pertanyaan selama proses KYC, Tokocrypto menyediakan tim dukungan pelanggan yang responsif. Tim dukungan pelanggan siap membantu dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses KYC dengan lancar.
Dengan menyediakan prosedur KYC yang mudah dan responsif, Tokocrypto memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat dan mudah memulai aktivitas perdagangan mereka di platform. Selain itu, melalui KYC yang kuat, Tokocrypto juga melindungi pengguna dari penyalahgunaan dan kegiatan ilegal serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia.
Asosiasi Financial Technology Indonesia (AFTECH) buka suara terkait temuan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) adanya indikasi transaksi judi online melalui fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online. Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan pihaknya mendorong perusahaan P2P untuk melakukan beberapa hal.
Pandu meminta perusahaan pinjol untuk melakukan proses pengelolaan manajemen risiko secara profesional, sistematis, dan terstruktur dengan prinsip kehati-hatian. Dia bilang untuk memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam proses Know Your Customer (KYC), underwriting, penentuan portofolio pendanaan dalam menilai kelayakan calon penerima pinjaman hingga identifikasi underserved segments yang belum memiliki rekam jejak.
“AFTECH mendorong perusahaan fintech lending untuk melakukan proses pengelolaan manajemen risiko secara profesional, sistematis dan terstruktur dengan prinsip kehati-hatian, termasuk, memanfaatkan inovasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam prosesKnow Your Customer (KYC),” kata Pandu dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7/2024).
Pandu menekankan pihaknya bersama dengan anggotanya terus berkomitmen melakukan penguatan tata kelola internal perusahaan anggota sesuai dengan perintah OJK. Pandu menyebut OJK telah meminta perusahaan pinjol untuk melakukan pemblokiran rekening berdasarkan daftar sejumlah rekening yang terdata di OJK.
Dia menegaskan pihaknya melawan seluruh praktik dan aktivitas yang berkaitan dengan judi online, termasuk keterlibatan di dalam ekosistem keuangan digital. Selain itu, pihaknya juga terus mendorong anggotanya untuk secara konsisten melakukan peningkatan edukasi dan literasi terkait penggunaan produk dan layanan fintech yang tepat guna.
“Sejatinya, inovasi digital pada sektor keuangan memberikan dampak yang positif dan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini menjadi upaya bersama untuk menghindari penyalahgunaan pinjaman dari produk dan layanan fintech lending untuk tidak dipergunakan dan dimanfaatkan untuk bertransaksi judi online,” imbuhnya.
Belakangan ini ramai diperbincangkan penyalahgunaan data pelamar kerja untuk pinjaman online (pinjol). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun akan memanggil perusahaan peer to peer (P2P) lending untuk membahas masalah ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya akan mengusut kasus ini, mulai dari perusahaan pinjol legal mana saja yang terkait dalam kasus ini. Hal tersebut juga berlaku untuk industri perbankan.
“Kaya misalnya tadi informasikan buka di bank kita, carikan bank-nya nanti kita panggil atau pinjol legal kita panggil,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan pihaknya akan bertanya terkait proses know your customer (KYC) pada masing-masing perusahaan. Dia juga akan menyelidiki terkait mudahnya pencairan dana pinjol padahal bukan pengguna data yang mencairkan.
“Pinjol legal kita panggil gimana proses KYC di tempatmu? Kok bisa bukan orang ini yang buka kok langsung dibukain?” jelas Kiki.
Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik
Seperti diberitakan sebelumnya, belakangan ini ramai data pelamar kerja yang digunakan untuk pendaftaran dana pinjol. Salah satu kasusnya ada sejumlah pelamar kerja di Cililitan, Jakarta Timur mendadak ditagih utang pinjaman online (pinjol). Usut punya usut, data diri para pelamar kerja ini disalahgunakan untuk pinjaman online.
Bukannya mendapatkan pekerjaan, para korban kini malah tertipu. Mereka kini ditagih-tagih pinjol. Sejauh ini terdata ada 26 orang pelamar kerja yang menjadi korban. Kerugian total ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan modus terlapor berinisial R berpura-pura menjadi penyalur tenaga kerja di sebuah konter HP di Cililitan, Jaktim.
“Si terlapor dalam hal ini Saudara R melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter HP,” kata Nicolas, saat dihubungi wartawan, Senin (8/7).
Nicolas mengatakan sejauh ini ada 26 korban yang terdata. Total kerugian para korban mencapai Rp 1,1 miliar.
“Jadi dengan modus tersebut dia mendapatkan korban kurang lebih ada 26 orang, dan jumlah kerugian Rp 1 miliar lebih. Untuk sampai saat ini, pemeriksaan kami terhadap para saksi yang ada bahwa terlapor R ini melakukan seorang diri,” jelasnya.
Setelah melihat utilitas dan pergerakan harga Dogecoin, seringkali kita menjadi penasaran untuk trading Dogecoin. Namun, sebagai pemula tentu ada pertanyaan mulai dari mana untuk trading crypto?
Kemudian yang paling penting, bagaimana cara menyimpan Dogecoin dengan aman? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Pastikan Anda melakukan DYOR (Do Your Own Research), update analisa harga Dogecoin terbaru dengan membaca berita-berita seputar Dogecoin.
Cara Trading Dogecoin untuk Pemula
Berikut adalah beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan untuk mulai trading Dogecoin dengan rasa aman dan nyaman:
1. Pilih Pedagang Kripto Terpercaya di Indonesia
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih pedagang fisik aset kripto yang legal di Indonesia, seperti Tokocrypto. Bappebti mendorong pedagang aset kripto menjadi PFAK untuk memperkuat ekosistem aset kripto dan melindungi masyarakat.
Tentunya perusahaan yang berupaya mengikuti regulasi pemerintah adalah perusahaan yang berkomitmen dan dapat dipercaya untuk mengelola aset kripto pelanggan.
2. Registrasi dan KYC
Setelah memilih aplikasi trading, Anda perlu membuat akun. Sama seperti pembukaan akun di bank, selain registrasi Anda perlu melakukan KYC.
KYC adalah program penting untuk mencegah terjadinya aktivitas keuangan ilegal seperti phising, money laundry, pendanaan kegiatan terorisme, dan kejahatan digital lainnya.
3. Deposit dengan Rupiah atau Kripto
Biasanya Anda baru bisa melakukan deposit setelah proses KYC Anda disetujui. Tergantung platform trading yang dipilih, Anda bisa melakukan deposit Rupiah dari bank atau e-wallet.
Cek biaya deposit atau diskon-diskon deposit yang Anda agar biaya trading kripto Anda lebih hemat. Atau Anda bisa juga mentransfer aset kripto dari cold wallet Anda ke akun CEX lokal Anda.
4. Mulai Trading Dogecoin
Sebenarnya ada beberapa cara melakukan trading Dogecoin. Di Tokocrypto Anda bisa melakukan trading crypto dengan 3 cara:
Mencari pasangan perdagangan Dogecoin misalnya DOGE/IDR atau DOGE/USDT,
Menggunakan fitur Instant jika Anda malas mencari pasangan trading Dogecoin, atau
Menggunakan fitur DCA apabila Anda ingin mengumpulkan Dogecoin saja, karena meyakini harganya akan naik.
Selain itu, penting untuk memahami pergerakan harga Dogecoin. Pergerakan harga aset kripto dapat sangat volatil, sehingga penting untuk selalu memantau harga dan menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.
Cara Menyimpan Dogecoin dengan Aman
Lalu bagaimana menyimpan Dogecoin dengan aman. Mari kita bahas di bawah ini:
1. Dompet Digital (Hot Wallet)
Hot wallet adalah aplikasi dompet digital yang terhubung ke internet. Anda bisa menginstall-nya di handphone Anda, sehingga memudahkan akses dan transaksi sehari-hari. Namun, karena terhubung ke internet, hot wallet lebih rentan terhadap serangan hacker.
Beberapa hot wallet yang populer untuk menyimpan Dogecoin antara lain adalah Trust Wallet dan dompet bawaan dari platform trading.
2. Dompet Hardware (Cold Wallet)
Cold wallet adalah jenis dompet yang tidak terhubung ke internet. Bentuknya seperti hard disk tapi dapat menyimpan aset kripto. Cold wallet menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena tidak terhubung ke internet.
Dompet ini biasanya berbentuk perangkat fisik, seperti Ledger atau Trezor, yang memungkinkan Anda menyimpan Dogecoin secara offline. Cold wallet adalah pilihan terbaik bagi mereka yang berencana menyimpan Dogecoin dalam jangka waktu panjang tanpa sering melakukan transaksi.
3. Backup dan Keamanan
Sangat penting untuk selalu melakukan backup dari dompet digital Anda. Catat seed phrase (frasa pemulihan) yang diberikan saat Anda membuat dompet. Seed phrase ini bisa digunakan untuk memulihkan dompet Anda jika terjadi masalah, seperti kehilangan perangkat atau lupa kata sandi. Simpan seed phrase ini di tempat yang aman dan jangan bagikan kepada siapa pun.
Selain itu, selalu aktifkan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor (2FA), pada akun trading dan dompet digital Anda. Hal ini akan memberikan lapisan perlindungan ekstra dari potensi peretasan.
Tips Tambahan untuk Pemula
Mulai dengan Investasi Kecil
Jangan langsung menginvestasikan seluruh dana Anda dalam Dogecoin. Mulailah dengan jumlah kecil hingga Anda merasa nyaman dengan proses trading.
Perhatikan Biaya Transaksi
Setiap platform trading memiliki biaya transaksi yang berbeda. Pastikan Anda memahami biaya ini sebelum melakukan pembelian atau penjualan Dogecoin.
Tetap Tenang di Tengah Volatilitas
Harga Dogecoin bisa sangat fluktuatif. Sebagai pemula, penting untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan trading. Lakukan riset sebelum mengambil langkah.
Trading dan menyimpan Dogecoin dapat menjadi pengalaman yang menguntungkan, tetapi juga penuh risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Sebagai pemula, pastikan Anda memilih platform trading yang aman, memverifikasi akun dengan benar, dan menyimpan Dogecoin di dompet yang sesuai dengan kebutuhan keamanan Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mulai berinvestasi dan trading Dogecoin dengan lebih aman.
Transaksi judi online (judol) masih menjadi perhatian pemerintah, termasuk di e-wallet atau dompet elektronik. GoPay menegaskan komitmennya untuk berantas judi online dengan kerja sama dengan pihak lain.
Head of Gopay Wallet Kelvin Timotius mengatakan pihaknya selalu aktif dalam menghentikan transaksi judi online di GoPay. Dia mengakui judol masih menjadi permasalahan di tengah masyarakat.
“Judi online memang satu problem yang ada di masyarakat dan kita memang selalu proaktif menghentikan judi online yang terdeteksi,” katanya saat ditemui di Greyhound Cafe, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2024).
Dia menjelaskan pihaknya akan berencana menggandeng mitra lain untuk meningkatkan kewaspadaan transaksi judol di GoPay. Meski begitu, dia belum mau membeberkan kolaborasi tersebut dalam bentuk apa. Dia hanya bilang bulan ini, pihaknya akan mengumumkan kolaborasi tersebut.
“Ini sebenarnya kita selalu proaktif untuk stop terus dan kita juga ada kolaborasi baru nanti akan kita luncurkan juga kita akan serius memerangi judi online. Jadi, aplikasi GoPay itu akan selalu menghentikan menjadi online. Bulan ini (mengumumkan),” terangnya.
Selain itu, dia bilang pihaknya terus mengimbau agar pengguna GoPay tidak terlibat dalam transaksi judol. Dia pun akan serius menindaklanjuti isu tersebut, meskipun tidak semua transaksi dapat terlacak.
“Kita nggak bisa lihat semua transaksi, tapi kita selalu akan menutup semua judi online. Kita serius banget untuk menangani judi online,” imbuhnya.
Sebelumnya, Head of Regulatory and Public Affairs GoTo Financial Budi Gandasoebrata mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cara untuk menangkal transaksi judi online melalui GoPay.
“Pemberantasan judi online menjadi upaya dan tanggung jawab kita bersama. Sebagai perusahaan karya anak bangsa, GoPay berkontribusi secara aktif dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya di Indonesia,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2024).
Dia menjelaskan untuk mencegah judi online, GoPay menjalankan prosedur operasional secara ketat, termasuk melakukan pengecekan pada setiap tahapan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna. Adapun beberapa cara yang diterapkan pihaknya dalam memberantas judi online.
Pertama, proses Know Your Customer (KYC), termasuk verifikasi muka (facial recognition) yang wajib dilakukan pengguna saat upgrade ke GoPay Plus. Hal ini dilakukan untuk mencegah pencurian identitas dan penyalahgunaan akun.
Kedua, pihaknya memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk memantau setiap pergerakan uang dan mendeteksi transaksi atau transfer yang mencurigakan, baik di akun GoPay maupun GoPay Plus. Hal ini dilakukan secara real time dan terotomasi sehingga mampu mendeteksi aktivitas transaksi yang mencurigakan secara cepat dan akurat.
“Maraknya aktivitas judi online, salah satunya dilatarbelakangi oleh literasi keuangan masyarakat di Indonesia yang masih rendah. Maka dari itu, GoPay juga memberikan edukasi kepada konsumen terkait bahaya judi online,” jelasnya.
Di tengah semakin berkembangnya dunia kripto, keamanan menjadi prioritas utama bagi banyak platform dan pengguna. Salah satu langkah penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman adalah penerapan Know Your Customer (KYC).
KYC bukan hanya sekadar prosedur sepele, melainkan bagian penting dalam membangun kepercayaan di antara pengguna dan platform kripto. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan harga Ethereum atau aset digital lainnya, penting memahami peran KYC dalam menjaga keamanan dan integritas ekosistem kripto.
Apa Itu Know Your Customer (KYC)?
KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna yang diterapkan oleh platform bursa kripto tersentralisasi atau lembaga keuangan. Proses ini memastikan bahwa setiap pengguna teridentifikasi dengan jelas sebelum bisa menggunakan layanan.
Identitas pengguna biasanya diverifikasi melalui dokumen resmi, seperti KTP atau SIM, serta bukti alamat tempat tinggal. Dengan KYC, platform dapat menekan risiko keuangan dan memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna.
Mengapa KYC Sangat Penting dalam Dunia Kripto?
1. Mencegah Aktivitas Ilegal
Tanpa regulasi yang ketat, aset kripto berisiko digunakan untuk aktivitas kriminal seperti pencucian uang atau perdagangan gelap. KYC memungkinkan platform mengidentifikasi pengguna dan memantau transaksi mencurigakan.
Ini membuat transaksi di dunia kripto lebih transparan dan membantu lembaga hukum jika terjadi pelanggaran.
2. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
Banyak pengguna ragu untuk menggunakan layanan atau berinvestasi di platform yang tidak memiliki sistem keamanan yang jelas. Penerapan KYC membantu membangun kepercayaan karena pengguna tahu bahwa platform tersebut serius dalam menjaga keamanan dan transparansi.
Pengguna cenderung merasa lebih aman saat menggunakan platform yang memastikan bahwa pengguna bertransaksi dengan orang-orang yang telah terverifikasi.
3. Mematuhi Regulasi Pemerintah
Regulasi di berbagai negara semakin ketat terhadap aset kripto dan banyak pemerintahan sebuah negara mewajibkan bursa kripto tersentralisasi untuk menerapkan KYC. Dengan mengikuti regulasi ini, platform kripto dapat beroperasi secara legal dan menghindari sanksi dari otoritas keuangan.
Langkah ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi platform karena bisa menghindarkan dari kemungkinan diblokir atau ditutup.
4. Perlindungan Terhadap Penipuan
Penipuan menjadi salah satu masalah serius di dunia kripto. KYC membantu platform mendeteksi akun-akun palsu atau aktivitas mencurigakan sehingga dapat melindungi pengguna dari kerugian.
Selain itu, jika terjadi masalah KYC memungkinkan bursa untuk melacak identitas pelaku dengan cepat dan mempercepat proses penyelesaian sengketa.
Tantangan dalam Implementasi KYC
Meski KYC memberikan banyak manfaat penerapannya tidak selalu mudah. Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi oleh platform kripto seperti:
Platform harus memastikan keamanan data dengan teknologi enkripsi dengan standar perlindungan privasi tinggi.
Beberapa pengguna merasa terganggu dengan proses verifikasi yang memakan waktu terutama saat traffic pendaftaran tinggi.
Implementasi KYC membutuhkan investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia sehingga menjadi tantangan bagi platform kecil.
Di Indonesia, Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto yang menerapkan KYC secara ketat untuk memastikan keamanan dan transparansi. Tokocrypto mewajibkan setiap pengguna untuk melalui proses verifikasi identitas sebelum dapat melakukan transaksi di platformnya.
Langkah ini tidak hanya mendukung pencegahan penipuan tetapi juga membantu Tokocrypto mematuhi regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Selain verifikasi yang ketat, Tokocrypto juga menawarkan edukasi kepada penggunanya tentang pentingnya keamanan data. Dengan demikian, pengguna lebih paham mengapa proses KYC diperlukan dan merasa nyaman saat menyerahkan data pribadi.
Langkah tersebut membantu meningkatkan kepuasan pengguna, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali masuk ke dunia kripto. Tokocrypto juga aktif melakukan pembaruan sistem untuk menjaga efisiensi proses KYC agar pengguna tidak mengalami kendala dalam mengakses layanan platform.
Penerapan KYC di dunia kripto adalah langkah penting dalam menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya. Selain mencegah aktivitas ilegal dan penipuan KYC juga membangun kepercayaan di antara pengguna dan membantu platform mematuhi regulasi.
Memahami dan mengikuti proses KYC adalah langkah bijak bagi siapa pun yang ingin terlibat lebih dalam dalam dunia kripto karena bisa melindungi diri dari risiko yang tidak diinginkan.
Lihat Video: Crypto in 2023, is it still worth it?
Akun DANA yang dibekukan tentu bisa menjadi masalah besar, terutama jika saldo dan transaksi penting Anda tersimpan di dalamnya. Pembekuan akun biasanya terjadi karena alasan keamanan seperti aktivitas mencurigakan, pelanggaran kebijakan, atau kesalahan dalam verifikasi data.
Jika mengalami hal ini, sebaiknya Anda tidak panik karena ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulihkan akun DANA. Nah, ini cara memulihkan akun DANA yang dibekukan agar Anda dapat kembali menggunakan layanan dompet digital ini dengan lancar tanpa kendala.
Faktor Penyebab Akun DANA Dibekukan
Pembekuan akun DANA dapat terjadi karena berbagai faktor yang berkaitan dengan keamanan dan kebijakan penggunaan. Sistem DANA sendiri sudah dilengkapi dengan fitur keamanan canggih yang secara otomatis mendeteksi aktivitas mencurigakan atau pelanggaran tertentu.
1. Salah PIN
Beberapa penyebab umum pembekuan akun yakni salah memasukkan PIN tiga kali berturut-turut. Hal ini dapat memicu pembekuan akun sementara, sebagai upaya perlindungan DANA untuk akun pengguna dari akses tidak sah.
Selain itu, verifikasi identitas yang belum lengkap juga bisa menjadi faktor pembekuan akun, karena Know Your Customer (KYC) merupakan langkah penting dalam memastikan keabsahan data pengguna.
2. Transaksi mencurigakan
Indikasi penipuan dalam penggunaan akun seperti transaksi yang mencurigakan atau terkait dengan aktivitas ilegal juga dapat menyebabkan akun dibekukan demi keamanan pengguna.
Selanjutnya transaksi yang tidak normal, misalnya nominal yang sangat besar atau pola penggunaan yang tidak biasa. Hal itu bisa memicu sistem untuk melakukan tindakan pencegahan.
3. Penyalahgunaan akun
Pelanggaran kebijakan pengguna seperti penyalahgunaan akun untuk transaksi yang dilarang dapat berujung pada pembekuan sebagai bentuk penegakan aturan DANA.
Setelah memahami penyebab pembekuan akun, Anda dapat mengambil langkah pencegahan agar tetap bisa menggunakan layanan DANA dengan lancar. Namun bila Anda termasuk salah satu pengguna yang mengalami pembekuan akun DANA, coba simak cara memulihkan akun DANA berikut ini.
Cara Memulihkan Akun DANA yang Dibekukan
1. Lapor ke Live Chat DIANA
DIANA merupakan layanan asisten digital DANA yang akan membantu menyelesaikan berbagai masalah Anda dan tersedia selama 24 jam. Untuk melapor ke DIANA, Anda perlu membuka aplikasi DANA dan masuk ke halaman ‘Saya’, kemudian pilih ‘Pusat Resolusi’, dan pilih ‘Bantuan’. Selanjutnya Anda akan menemukan live chat DIANA.
Anda juga bisa mengakses DIANA melalui ‘Riwayat Transaksi’ pada aplikasi DANA. Setelah menemukan DIANA, bisa langsung melaporkan kendala yang dialami seperti akun Anda dibekukan. Lalu jelaskan juga kronologi secara jelas agar tim DANA bisa membantu Anda dengan cepat.
Jika sudah menjelaskan kronologinya, Anda hanya perlu mengikuti instruksi dari DIANA. Biasanya Anda akan diminta untuk melengkapi dokumen tambahan atau mengikuti proses verifikasi ulang.
Setelah laporan diterima, maka DANA akan memverifikasi akun dan mengkonfirmasi apakah bisa segera diaktifkan kembali atau membutuhkan waktu yang lebih lama.
2. Lengkapi Verifikasi Identitas
Jika pembekuan akun Anda disebabkan oleh verifikasi identitas yang belum lengkap, maka sebaiknya segera selesaikan proses KYC dengan benar.
Pastikan Anda memasukkan data yang valid dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar proses verifikasi dapat berjalan lancar. Dengan demikian, akun Anda bisa segera dibuka kembali dan digunakan lagi.
3. Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Kebijakan
Jika akun Anda dibekukan karena dugaan pelanggaran kebijakan, maka segera lakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada pelanggaran lebih lanjut. Tinjau kembali aturan dan kebijakan DANA agar Anda memahami ketentuan yang berlaku.
Ketika memastikan kepatuhan terhadap kebijakan tersebut, Anda dapat menghindari masalah serupa di masa depan dan menjaga akun tetap aktif serta dapat digunakan dengan aman.
4. Hubungi Layanan Pelanggan DANA
Jika kendala yang Anda hadapi tidak dapat diselesaikan melalui DIANA, maka segera hubungi layanan pelanggan DANA untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Anda dapat menghubungi layanan pelanggan DANA melalui email atau media sosial resmi, seperti Twitter/X di @danawallet, Facebook di facebook.com/danawallet, atau Instagram di @ dana.id.
Pastikan untuk menyampaikan detail permasalahan serta nomor telepon Anda agar proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.
Cara Mencegah Pembekuan Akun DANA
Mencegah pembekuan akun tentu akan lebih baik daripada harus mengatasinya setelah terjadi. Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan agar akun DANA Anda terjaga. Berikut cara mencegahnya:
Selalu ingat PIN Anda dan hindari kesalahan berulang saat memasukkannya. Jika lupa, segera gunakan fitur reset PIN di aplikasi.
Pantau aktivitas transaksi agar tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Jika berencana melakukan transaksi dalam jumlah besar, sebaiknya lakukan secara bertahap untuk menghindari deteksi sebagai aktivitas abnormal.
Lengkapi verifikasi identitas (KYC) dengan benar agar tidak ada pembatasan di kemudian hari.
Pastikan penggunaan akun sesuai dengan kebijakan DANA dengan membaca dan memahami syarat serta ketentuannya. Hindari aktivitas yang melanggar aturan agar akun tetap aman dan dapat digunakan tanpa kendala.
Memulihkan akun DANA yang dibekukan memang memerlukan langkah-langkah yang tepat dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Namun dengan memahami penyebab pembekuan akun, melengkapi verifikasi identitas Anda, serta memastikan kepatuhan terhadap aturan, Anda dapat mengembalikan akses ke akun dengan lebih cepat.
Jika masih mengalami kendala, jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan DANA melalui email atau media sosial resmi seperti tercantum di atas.
Bila akun sudah pulih, Anda bisa kembali lagi bertransaksi menggunakan DANA seperti untuk membayar berbagai tagihan, belanja, hingga investasi. Anda juga bisa saling transfer ke sesama pengguna DANA maupun ke rekening bank secara gratis.