Tag: langit

  • Harga Tiket, Daya Tarik, dan Jam Bukanya


    Taman Langit Pangalengan adalah destinasi wisata alam di Bandung Selatan. Pas buat traveler untuk berlibur di tengah pegunungan dan berhawa sejuk.

    Taman Langit akan jadi pilihan sempurna bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam, udara segar, dan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Daya Tarik Taman Langit Pangalengan 360

    Pangalengan dibangun dan dikelola oleh PT Taman Langit Jaya Wisata. Objek wisata ini dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 1 hektar. Simak berbagai daya tarik wisatanya.


    1. Camping Ground

    Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

    Taman Langit Pangalengan terkenal sebagai area perkemahan, yang juga menyediakan fasilitas untuk camping di alam terbuka. Pengunjung bisa menikmati suasana pemandangan yang eksotis dan menawan.

    Daftar Harga Paket Camping di Taman Langit Pangalengan

    Dilansir situs resmi pengelolanya, berikut adalah harga paket camping di Wisata Taman Langit Pangalengan:

    • Paket Camping Standar (untuk 4 orang): Rp 450.000 per hari.
    • Paket Camping Medium (untuk 4 orang): Rp Rp 550.000 per hari.
    • Paket Sunrise Camping Deck (untuk 4 orang): Rp 650.000 per hari.
    • Paket Camping Private (untuk 4 orang): Rp 700.000 per hari.

    Setiap paket akan mendapatkan fasilitas dan area yang berbeda. Camping medium menawarkan tenda family double layer, paket private camping memiliki kelebihan camping dengan area khusus dan toilet terpisah.

    Sementara untuk paket sunrise camping, sesuai namanya pengunjung akan diberi tempat camping dengan view area matahari terbit yang indah yang ada di Taman Langit.

    Sebagai contoh, untuk paket camping medium seharga Rp 550 ribu itu sudah termasuk fasilitas:

    • Tiket masuk camping
    • Tenda Quechua Arpenaz
    • Sleeping bag
    • Extra bed
    • Terminal listrik
    • Kayu bakar
    • Lampu Penerangan

    2. Jembatan di Tengah Kebun Teh

    Taman Langit PangalenganPengunjung yang berfoto di jembatan kebun teh Taman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

    Salah satu daya tarik utama yang menawarkan pengalaman unik di tengah keindahan alam di Taman Langit adalah jembatan di tengah kebun teh.

    Di atas hamparan kebun teh yang hijau dan luas, jembatan ini memberikan pandangan menakjubkan ke arah ladang teh yang terhampar hingga ke kaki gunung. Tempat ini jadi salah satu spot foto Instagramable di Taman Langit.

    3. Pemandangan yang Indah

    Taman Langit PangalenganPemandangan di sekitar kawasan Taman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

    Dari Taman Langit pengunjung bisa melihat kecantikan kota Bandung, dari ketinggian 1670 mdpl.

    Dari arah timur, akan ada suguhan pemandangan kota Pangalengan, Danau Situ Cileunca, dan Gugusan Gunung Wayang.

    Sementara dari arah selatan, kita bisa melihat pemandangan perbukitan Teh Perkebunan Cukul, Pegunungan Garut Selatan, dan Garis Samudera Hindia Laut Selatan.

    Dari daya tarik di atas, ada juga berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di Taman Langit Pangalengan, seperti melihat dan menikmati suasana kebun teh, berkemah, berkuliner, melihat sunrise dan sunset, hingga menikmati keindahan awan.

    Lokasi Taman Langit Pangalengan

    Taman Langit Pangalengan beralamat di Kampung Puncak Mulya, Jalan Cukul, Sukaluyu, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Letaknya sekitar 50 km di selatan pusat kota Bandung.

    Rute menuju Taman Langit Pangalengan bisa ditempuh melalui Jalan Raya Situ Cileunca, kalau kalian berangkat menggunakan kendaraan milik sendiri.

    Dari catatan detikTravel, jika menggunakan transportasi umum, traveler bisa memilih pilihan kendaraan dan rute di bawah ini:

    • Naik bus dari terminal Leuwi Panjang dengan rute Pangalengan-Bandung.
    • Mini bus atau elf dari terminal Tegal Lega.

    Semua transportasi umum tadi akan menuju pemberhentian terakhir di terminal Pangalengan.

    Harga Tiket Masuk

    Harga tiket masuk Taman Langit Pangalengan adalah Rp 15.000 untuk dewasa, dan
    Rp 5.000 untuk kategori anak-anak.

    Untuk biaya parkir kendaraan regular (tanpa camping) Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

    Sementara, bagi pengunjung yang bawa kendaraan dan camping di sini akan dikenakan biaya parkir Rp 10.000 untuk motor dan Rp 20.000 untuk mobil.

    Jam Operasional Taman Langit Pangalengan

    Wisata Taman Langit Pangalengan buka setiap hari, dengan jam buka sebagai berikut.

    • Senin – Jum’at : 05.00 -17.00 WIB.
    • Sabtu – Minggu : 24 jam.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Panduan Wisata dan Rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung


    Jakarta

    Wilayah Pangalengan, Bandung terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Ada satu destinasi wisata yang patut traveler datangi kalau berminat ke sana, yaitu Taman Langit Pangalengan.

    Terletak di ketinggian 1.670 mdpl, objek wisata ini menyuguhkan panorama cantik sejauh mata memandang. Terlebih kamu bisa menyaksikan matahari terbit apabila bermalam di sana. Penasaran dengan Taman Langit Pangalengan? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

    Ada Apa Saja di Taman Langit Pangalengan?

    Berikut daya tarik dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Taman Langit Pangalengan:


    1. Panorama Mempesona

    Tentunya pemandangan alam menawan merupakan daya tarik utama kawasan Taman Langit di Pangalengan ini. Letaknya yang berada di ketinggian, traveler bakal melihat panorama hijau perbatasan Bandung Selatan dan Garut Selatan sejauh mata memandang 360 derajat.

    Di arah timur, kamu akan disuguhkan pemandangan wilayah Pangalengan, Situ Cileunca, dan deretan Gunung Wayang. Di selatan, pengunjung dapat menatap perbukitan perkebunan teh Cukul, pegunungan di Garut Selatan, dan garis Samudera Hindia di Laut Selatan.

    Sementara di sisi utara, sebagian panorama Kota Bandung dan Pegunungan Bandung Utara bisa dilihat. Karena berada di ketinggian 1.670 mdpl juga, traveler dapat menyaksikan “samudera awan” jika beruntung.

    Hamparan panoramanya yang menawan menjadikan Taman Langit Pangalengan objek wisata yang cocok banget untuk healing. Tak heran tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

    Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

    2. Jembatan di Tengah Kebun Teh

    Jembatan kayu memanjang jadi ikon di Taman Langit Pangalengan. Pasalnya, jembatan ini berada di tengah-tengah kebun teh hijau yang luas. Dengan latar belakang hamparan kebun teh, jembatan jadi spot foto favorit yang tak boleh dilewatkan para pengunjung yang datang.

    Jika kedatanganmu bertepatan dengan munculnya “samudera awan’, traveler bisa banget berfoto dengan latar tersebut.

    3. Tempat Berkemah

    Taman Langit menyediakan camping ground atau area perkemahan di alam terbuka yang memukau ini. Sehingga traveler pun bisa menikmati pemandangan mempesona, baik di pagi, siang, maupun malam hari.

    Kamu yang tertarik berkemah di sana bisa menghubungi pengelola kawasan Taman Langit Pangalengan. Terdapat variasi paket camping yang ditawarkan dengan fasilitas dan area kemah yang berbeda.

    Selain dapat menikmati nuansa alamnya, traveler yang bermalam di sini akan sangat beruntung karena bisa menyaksikan matahari terbit yang menyapa di pagi hari.

    Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: dok. Instagram @tamanlangitpangalenganofficial

    Lokasi dan Rute ke Taman Langit Pangalengan

    Taman Langit Pangalengan terletak di Perkebunan Cukul, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasinya dari pusat kota Bandung cukup jauh, sekitar 57 km dengan waktu tempuh kisaran 2 jam.

    Traveler yang tertarik ke sini dapat menjangkau tempat wisata ini menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Mengutip catatan detikcom, transportasi dan rute ke Taman Langit Pangalengan yakni sebagai berikut:

    1. Kendaraan Pribadi

    Kamu yang menggunakan mobil atau motor sendiri dapat melalui Jalan Raya Situ Cileunca untuk menuju ke tempat wisata ini..

    2. Transportasi Umum

    Apabila menggunakan kendaraan umum, kamu bisa memilih transportasi dan rute:
    – Bus dengan rute Pangalengan-Bandung dari terminal Leuwi Panjang
    – Minibus atau elf dari terminal Tegal Lega.

    Kamu yang menaiki kendaraan umum akan turun di pemberhentian akhir yaitu terminal Pangalengan.

    3. Transportasi Online

    Kalau memilih transportasi online, maka traveler bisa memesan langsung mobil atau ojek dari tempatmu berada untuk sampai langsung di Taman Langit Pangalengan.

    Jam Buka Taman Langit Pangalengan

    Kawasan wisata Taman Langit Pangalengan buka setiap hari. Kamu bisa datang kemari mulai dari jam 05.00-17.00 WIB. Sebaiknya datang sejak pagi agar tempat wisata belum terlalu ramai pengunjung.

    Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

    Tiket Masuk Taman Langit Pangalengan

    Untuk masuk ke Taman Langit Pangalengan, kamu perlu membeli tiket seharga Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Apabila hendak berkemah maka tiket masuknya sebesar Rp 35.000.

    Bagi yang membawa kendaraan pribadi, traveler perlu mengeluarkan tarif parkir sebesar Rp Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Jika camping maka tarif parkir yang dikenakan yaitu Rp 10.000 untuk motor dan Rp 20.000 untuk mobil.

    Untuk kamu yang tertarik berkemah di Taman Langit Pangalengan, berikut harga paket yang disediakan pengelola, dikutip dari laman resminya:

    • Paket Camping Standar (untuk 4 orang): Rp 450.000 per hari
      Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, matras tipis, dan toilet bersama.
    • Paket Camping Medium (untuk 4 orang): Rp Rp 550.000 per hari
      Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kayu bakar, tikar, dan toilet bersama.
    • Paket Sunrise Camping Deck (untuk 4 orang): Rp 650.000 per hari
      Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kompor dan cooking set, kayu bakar, area private dek kayu, dan toilet bersama.
    • Paket Camping Private (untuk 4 orang): Rp 700.000 per hari.
      Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, air mineral, tikar, area private dek kayu, dan toilet pribadi.

    Tips Berkunjung ke Taman Langit Pangalengan

    Sebelum traveler pergi ke Taman Langit, sebaiknya simak sejumlah tips berikut terlebih dahulu nih:

    • Sebaiknya tidak datang di hari libur karena akan ramai wisatawan
    • Datang saat cuaca cerah agar tidak kesulitan selama perjalanan
    • Menggunakan kendaraan roda dua karena akses jalan yang hanya muat satu mobil
    • Membawa bekal makanan dan minuman
    • Mengenakan pakaian hangat yang nyaman karena cuaca yang relatif dingin
    • Memakai alas kaki yang tidak licin
    • Berhati-hati saat berjalan di perkebunan teh
    • Tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan
    • Membawa aksesoris untuk berfoto.

    Nah, itu tadi panduan berwisata dan rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung. Jadi, kamu tertarik berkunjung ke sana nggak?

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Doa ketika Melihat Langit Sesuai Anjuran Rasulullah SAW


    Jakarta

    Saat melihat langit yang indah, terkadang seseorang merasa kagum hingga mengabadikannya melalui jepretan foto. Keindahan langit termasuk ciptaan Allah SWT sehingga sudah sepatutnya umat Islam dapat memanjatkan doa saat memujinya.

    Segala ciptaan Allah SWT di alam semesta menunjukkan tanda keagungan-Nya. Keindahan yang ada di langit tidak serta merta terwujud begitu saja, melainkan Allah SWT telah begitu detail menciptakannya.

    Sudah semestinya, memandangi keindahan langit juga dapat membawa seseorang kepada pengalaman ruhaniyah terhadap kemahabesaran Allah SWT. Tak sedikit orang merasa damai saat memandangi langit dan menikmati keindahan yang tertangkap oleh mata.


    Mengutip dari Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW dalam hadits shahih menganjurkan umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit. Seperti apa bacaan doanya?

    Bacaan Doa ketika Melihat Langit

    Bacaan doa ketika melihat langit merupakan kutipan dari Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 191 yang berbunyi:

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-latin: rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Perintah untuk Merenungkan Penciptaan Langit dan Bumi

    Dalam bacaan lengkap surat Ali Imran tersebut, diterangkan tentang perintah bagi umat Islam untuk mengingat Allah SWT serta merenungkan penciptaan langit dan bumi. Berikut ini bacaan lengkap surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-Latin: Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la`āyātil li`ulil-albāb. Allażīna yażkurụnallāha qiyāmaw wa qu’ụdaw wa ‘alā junụbihim wa yatafakkarụna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ, rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191)

    Diterangkan dalam Kitab Tafsir fi Zhilalil Qur’an Edisi Istimewa Jilid 4 oleh Sayyid Quthb, seseorang yang dapat memikirkan penciptaan langit dan bumi sebagai tanda-tanda kebesaran Allah termasuk dalam golongan ulul albab.

    Golongan ulul albab adalah orang-orang yang memiliki akal, pikiran, dan pemahaman yang benar. Ia juga senantiasa banyak berdzikir, bertafakur, dan mengingat Allah SWT dalam segala kondisi, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring.

    Lebih lanjut dijelaskan, umat Islam yang senantiasa mampu menggunakan akal dan pikirannya untuk memikirkan penciptaan alam semesta dapat menjadi bagian dari golongan ulul albab yang dimuliakan Allah SWT.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Bulan dan Langit Cerah yang Diajarkan Rasulullah



    Jakarta

    Ada sejumlah bacaan doa yang bisa dipanjatkan ketika melihat bulan dan langit cerah. Bulan adalah benda langit ciptaan Allah SWT yang menjadi satelit bumi. Dalam Islam, keberadaan bulan menjadi acuan sistem penanggalan kalender hijriah.

    Keberadaan bulan dan benda langit lainnya turut menunjukkan bukti kebesaran Allah SWT, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya melalui Al-Qur’an surat Fussilat ayat 37:

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS Fussilat: 37).

    Bentuk dan siklus pergerakan bulan yang mengitari bumi sering kali dapat terlihat dengan jelas oleh mata manusia. Maka dari itu, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa saat melihat bulan dan langit cerah sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.

    Bacaan Doa ketika Melihat Bulan

    Berikut ini sejumlah bacaan doa ketika melihat bulan yang diajarkan Rasulullah SAW, dirangkum dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi dan Pendidikan Rohani oleh Ali Abdul Halim Mahmud.

    1. Doa Melihat Bulan Sabit

    اللهُ أَكْبَرُ، اللهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

    Latin: Allahu akbar, allahumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni, wassalâmati wal islâmi, wattaufiqi limâ tuhibbu wa tardha, rabbunâ warabbukallah.

    “Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan awal bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhoi. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (H.R. At-Tirmidzi)

    2. Doa Melihat Bulan Purnama

    اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

    Latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk.”

    Bacaan Doa ketika Melihat Langit Cerah

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam hadits yang dinukil dari kitab Shahih Bukhari Muslim menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit cerah.

    Bacaan doa ketika melihat langit yang cerah ini merupakan kutipan dari Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 191 yang bunyinya:

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-latin: Rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 191).

    Dalam bacaan lengkap surat Ali Imran tersebut sebenarnya berisi tentang perintah Allah SWT kepada umat manusia untuk senantiasa mengingatnya dan memikirkan penciptaan langit dan bumi. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191).

    Itulah bacaan doa melihat bulan dan langit cerah yang diajarkan Rasulullah SAW. Saat melihat keindahan langit, umat Islam dapat mengamalkan doa tersebut seraya memikirkan penciptaannya untuk mensyukuri kebesaran Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Langit Cerah dan Bulan Purnama: Arab, Latin, Arti



    Yogyakarta

    Alam semesta ini begitu indah dan penuh misteri, memberikan kita momen-momen berharga yang sering kali terlewatkan begitu saja. Salah satu momen indah itu adalah saat langit cerah dan bulan purnama bersinar dengan gemilangnya di langit malam.

    Tidak hanya sebagai pemandangan alam yang menakjubkan, momen ini juga bisa menjadi panggilan untuk merenung dan berdoa.

    Melihat keindahan langit dapat membuat rasa kagum dan bersyukur kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191,


    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ . الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”

    Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 5,

    هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٥

    Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui.”

    Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT mengajak umatnya untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Allah SWT juga mengingatkan umatnya untuk selalu berdzikir dan memohon perlindungan dari siksa neraka.

    Doa Melihat Langit Cerah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW mengajarkan umat muslim untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Doa ini merupakan kutipan dari bagian ayat di atas.

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbanaa maa khalaqta haazaa baatilaa, sub-haanaka fa qinaa ‘azaaban-naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksaan api neraka.”

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat bulan purnama,

    اللهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامِ وَالإِسْلامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ الله

    Bacaan latin: “Allaahummaa ahlilhu ‘alainaa bilyamni wal imaani was salaami wal islaami rabbii wa rabbukallahu.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah setiap permulaan bulan bagi kami dengan kebaikan, keimanan, perdamaian, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

    Marilah sebagai umat muslim membiasakan diri untuk membaca doa ketika melihat langit cerah ataupun bulan purnama, sebagai salah satu cara untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com