Tag: latin

  • 6 Cara Ampuh Menghilangkan Semut Merah yang Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Semut merah sering kali menjadi masalah di dalam rumah. Selain menggigit kulit sehingga membuat gatal, semut merah juga bisa merusak perabotan di rumah.

    Tapi jangan khawatir, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan semut merah. Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, rumah bisa terbebas dari gangguan semut merah dan tetap nyaman untuk ditinggali.

    Dampak Keberadaan Semut Merah di Rumah

    Dalam salah satu publikasi e-Jurnal Universitas Negeri Gorontalo, semut merah dikenal juga dengan semut api. Dalam bahasa Inggris semut ini disebut fire ants atau bernama latin Solenopsis invicta.


    Semut api memiliki bentuk tubuh yang kecil, warna tubuhnya merah, dan mampu mengigit makhluk hidup lain. Tubuh semut merah terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).

    Walaupun fisik semut merah sangat kecil, tapi mampu menggigit manusia dan dapat menyebabkan bekas gigitannya berair dan bengkak karena memiliki kantung racun yang dapat memproduksi bahan kimia yang bersifat racun seperti asam format.

    Jika dibiarkan, koloni semut merah dapat berkembang dengan cepat, membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Banyak faktor yang bisa menyebabkan semut merah masuk ke dalam rumah, mulai dari sisa makanan yang terbuka, kebersihan rumah yang kurang terjaga, hingga adanya celah atau lubang kecil yang memungkinkan mereka masuk dan bersarang.

    6 Cara Ampuh Menghilangkan Semut Merah yang Bersarang di Rumah

    Dikutip dari laman Homes and Gardens dan Ant Pests, berikut beberapa metode yang bisa digunakan untuk menghilangkan semut merah dari rumah dengan mudah:

    1. Temukan Sarangnya dan Tuangkan Air Panas

    Salah satu pengobatan rumahan yang lama, yaitu menuangkan air panas ke sarang tempat mereka tinggal. Cara ini dinilai efektif sampai 60 persen.

    Namun memang jika sarangnya berada di taman atau tanah, maka akan berbahaya bagi aplikator dan akan membunuh tumbuhan di sekitarnya. Selain itu, jumlah air panas yang dibutuhkan akan sangat banyak.

    2. Guyur dengan Cairan Sabun dan Jeruk

    Salah satu metode yang saat ini sedang dievaluasi dan menunjukkan hasil yang menjanjikan adalah dengan membasmi sarang semut menggunakan campuran cairan pencuci piring dan minyak jeruk (perasan kulitnya). Air sabun juga efektif sekitar 60-70 persen untuk membasmi semut merah.

    Tapi, baik air panas atau air sabun mungkin hanya membunuh sebagian koloni atau menyebabkannya berpindah. Plus, jika kamu mencoba dua cara di atas, baiknyalakukan dengan hati-hati untuk menghindari sengatan.

    3. Menggunakan Tepung Maizena

    Salah satu cara sederhana untuk mengusir semut merah adalah dengan menaburkan tepung maizena. Selain berfungsi sebagai bahan makanan, tepung maizena juga bisa melumpuhkan semut merah sehingga mereka tidak dapat bergerak.

    Caranya cukup mudah, taburkan tepung langsung ke area yang banyak dilewati semut, lalu bersihkan sisa tepung dan semut yang sudah mati dengan sapu atau penyedot debu.

    4. Membuat Pestisida Alami dengan Minyak Mimba

    Jika ingin menggunakan metode yang lebih praktis, minyak mimba atau neem oil, bisa menjadi alternatif. Minyak ini berasal dari biji pohon mimba (Azadirachta indica) dan dikenal sebagai insektisida alami yang efektif melawan berbagai hama, termasuk semut merah.

    Cukup encerkan minyak mimba dengan air, masukkan ke dalam botol semprot, lalu semprotkan ke area yang sering dilewati semut. Menurut Rachel Crow, editor Homes & Gardens, minyak mimba murni tanpa campuran bahkan lebih efektif untuk membasmi semut merah.

    5. Campuran Baking Soda dan Gula

    Cara alami lainnya adalah dengan mencampurkan baking soda dan gula dengan perbandingan yang sama. Gula akan menarik perhatian semut merah, sementara baking soda akan membunuhnya setelah dikonsumsi. Letakkan campuran ini di sudut-sudut rumah yang sering dilewati semut untuk membasmi koloninya secara efektif.

    6. Menggunakan Obat Pengusir Serangga

    Jika cara alami tidak cukup ampuh, kamu bisa menggunakan obat pengusir serangga yang dijual di pasaran. Namun, penggunaan bahan kimia ini harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika di rumah ada anak kecil, hewan peliharaan, atau anggota keluarga dengan masalah pernapasan seperti asma. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pemakaian agar tetap aman.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir semut merah dari rumah. Semoga bisa membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Fakta di Balik Menara Pencakar Langit di Mars dan Bulannya


    Jakarta

    Pekan lalu, episode podcast Joe Rogan dan Elon Musk membahas objek di Mars yang mereka sebut “struktur persegi”. Objek ini tertangkap oleh kamera Mars Global Surveyor (MGS) Mars Orbiter Camera (MOC)

    Pembahasan ini memicu obrolan warganet soal batu “tunggal” atau “monolit” di Mars dan Phobos, bulan yang mengitari Mars. Katanya, objek diduga monolit ini ditemukan oleh Reconnaissance Orbiter.

    Dari pembahasan tersebut, muncul pula istilah menara pencakar langit setinggi 90 meter yang berdiri di Phobos. Benarkah ada bangunan seperti itu di planet dan bulan lain?


    Fakta Menara Pencakar Langit di Mars dan Phobos

    Menara di Bulan Mars

    Laboratorium Propulsi Jet (JPL) Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) dalam laman resminya menjelaskan, “menara pencakar langit” di Phobos adalah bongkahan batu besar yang kemungkinan terlontar dari kawah tumbukan Stickney. Salah satu batu bisa berdiameter sekitar 85 meter.

    Kawah Stickney sendiri sangat besar, dengan diameter sekitar 9 km. Kawah ini meliputi sekitar setengah permukaan Phobos. Di masa lalu, peristiwa tumbukan membentuk kawah ini, sehingga diperkirakan membuat batu amat besar terlontar dari perut bulan Mars ini.

    “Sebagian besar bongkahan batu tersebut mungkin telah terlontar dari kawah tumbukan terbesar di Phobos, Stickney,” tulis JPL NASA.

    Mengambil Foto Menara di Bulan Mars

    Foto “menara pencakar langit” di bulan Mars tersebut lalu diabadikan dalam foto hasil tangkapan wahana antariksa NASA pada 1998. Saat itu, wahana mars Global Surveyor (MGS) melakukan empat lintasan di dekat Phobos.

    Pada lintasan keempat, yang terjadi pada 12 September 1998, Mars Orbiter Camera (MOC) dapat menjepret citra bulan dengan resolusi tertinggi yang pernah ada saat itu. Dalam foto itu, ada beberapa bongkahan batu besar yang terlihat. Salah satunya adalah “menara pencakar langit” di bulan Mars tersebut.

    “Menara” di Phobos tersebut tampak memiliki bayangan di foto, mirip dengan menara di Bumi saat disinari Matahari saat menuju sore hari. Rupanya, bongkahan batu besar itu juga diterangi sinar Matahari dari sudut kiri atau kiri bawah.

    Menara di Mars

    Sementara itu, “menara pencakar langit” di Mars adalah batu besar yang berbentuk persegi panjang. Berdasarkan lokasinya di dasar tebing, batu besar tersebut diperkirakan pecah dari tebing dan jatuh ke tempatnya saat ini di masa lalu.

    Penjelasan tersebut disampaikan Jonathon Hill, teknisi penelitian dna perencana misi di Fasilitas Penerbangan Luar Angkasa Mars di Arizona State University. Hill kerap memproses gambar yang diambil selama misi Mars NASA.

    Hill menjelaskan, anggapan bahwa batu tersebut adalah menara atau mercusuar yang dibangun alien agak sulit diyakini. Sebab, posisinya di dasar tebing membuatnya rentan tertimbun relatif cepat.

    “Puing-puing yang jatuh dari tebing akan menutupinya cukup cepat dalam skala waktu geologis,” ucapnya pada Life’s Little Mysteries.

    Menara di Mars, Batu Berlengkung Jadi Persegi

    “Menara pencakar langit” di Mars dipotret dengan kamera HiRISE dengan resolusi sekitar 30 cm per piksel. Resolusi ini menurut Hill cukup detail jika memotret permukaan Mars, yang biasanya dari ketinggian 300 km.

    Namun, resolusi kamera ini menurutnya tidak menghasilkan foto yang cukup tajam untuk menangkap batu berukuran sedang. Alhasil, batu yang berlengkung bisa tampak persegi.

    “Jika resolusi kamera terlalu rendah untuk sepenuhnya mengungkap objek, objek tersebut cenderung terlihat persegi panjang karena piksel dalam gambar berbentuk persegi. Lengkungan apa pun akan terlihat seperti serangkaian garis lurus jika resolusi kamera dikurangi hingga tingkat tertentu,” terangnya.

    Menara Tinggi karena Efek Cahaya?

    Mirip dengan batu di Phobos, batu di Mars juga terkesan lebih tinggi dari aslinya karena angle atau sudut cahaya rendah pada saat pengambilan foto. Saat itu, Matahari dekat dengan horizon sehingga bayangan batu terlihat sangat panjang.

    Bayangan batu yang tampak sangat panjang dan batu yang tampak seperti persegi panjang membuat teori konspirasi menara pencakar langit di Mars jadi muncul.

    Soal Monolit Buatan?

    Di sisi lain, Hill juga tidak menilai sebutan “monolit” pada batu-batu tersebut sepenuhnya salah. Sebab dalam bahasa Latin, monolit berarti satu batu.

    Namun dalam istilah umum, monolit atau monolitikum lazimnya dipahami sebagai batuan yang dibuat pandai batu di suatu zaman. Nah, menurut Hill, “menara pencakar langit” di Mars ini tidak dibuat oleh tangan penduduk Mars.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Masjid dan Pesantren, Cikal Bakal Lembaga Pendidikan Tertua di Dunia



    Jakarta

    Rekor dunia Guinness atau Guinness World Record mencatat, lembaga pendidikan tertua di dunia yang masih ada adalah Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Institusi ini berawal dari masjid dan pembelajaran serupa pesantren. Ada sejak kapan?

    Al-Qarawiyyin didirikan pada 859 M oleh seorang cendekiawan wanita muslim bernama Fatima al-Fihri. Ia membangun kompleks Masjid Al-Qarawiyyin, yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan hingga universitas terkemuka di dunia.

    Mengutip World History, Fatima merupakan anak dari pedagang Arab kaya bernama Muhammad al-Fihri al-Qayrawwani. Usai ayah dan saudara laki-lakinya meninggal dunia, Fatima dan saudara perempuannya mendapatkan warisan kekayaan yang sangat besar.


    Karena tidak tertarik dengan perdagangan, Fatima dan saudarinya memilih untuk menggunakan hartanya dengan membangun masjid. Berawal dari sini Fatima kemudian membangun lembaga pendidikan tertua di dunia, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin.

    Lembaga Pendidikan Tertua Berawal dari Masjid dan Madrasah

    Pada hari pertama Ramadan tahun 859, Fatima dan saudarinya meletakkan fondasi pertamanya. Ia akan membangun masjid dan madrasah dalam satu kompleks.

    Madrasah, dalam bahasa Arab merujuk pada segala jenis lembaga pendidikan, baik sekuler maupun keagamaan, dasar maupun menengah. Definisi ini juga ditemukan dalam bahasa Indonesia.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), madrasah berkaitan dengan pesantren. Dalam KBBI, pesantren adalah asrama tempat santri atau murid-murid belajar mengaji, dsb.. Makna lain pesantren dalam KBBI yaitu madrasah.

    Di dunia muslim, masjid telah lama menjadi pusat peradaban keilmuan dan komunitas. Masjid tidak hanya untuk tujuan spiritual, tapi juga pertemuan sosial, layanan amal, ruang pendidikan, hingga demonstrasi politik.

    Fatima, tak hanya menjadi sosok sentral dalam pembangunan peradaban pendidikan di Al-Qarawiyyin, ia juga mengawasi setiap arsitekturnya. Fatima merekrut insinyur dan pengrajin paling terampil di Maroko pada masanya.

    Alhasil, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin memiliki halaman luas berlantai keramik, air mancur, dan tata letak yang indah. Selain itu, juga ada menara untuk adzan, perpustakaan, hingga ruang terpisah untuk wanita.

    Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan dari Abad ke-9 hingga ke-14

    Fatima bukan kelahiran asli Maroko. Ia lahir di kota Qairouan (Kairouan), Tunisia dan bermigrasi ke Maroko utara yakni Fez, saat remaja.

    Di kota Fez ini, Fatima membangun peradaban yang maju di bidang ilmu pengetahuan. Dengan membangun Masjid Al-Qarawiyyin dan madrasah di lingkungan sekitarnya, perlahan terbentuk institusi pendidikan untuk cendekiawan dari seluruh dunia.

    Sistem ‘pesantren’ ini, seiring waktu terus berkembang. Sejarah mencatat, konsep pembelajaran melingkar di madrasah Al-Qarawiyyin sudah diterapkan pada abad ke-10.

    Konsep itu disebut Halaqas, yang berarti lingkaran pembelajaran, merujuk pada pengaturan ruang kelas madrasah tempat para siswa duduk setengah lingkaran mengelilingi guru mereka.

    Sejarawan dan duta besar Maroko, Abdelhadi Tazi (1921-2015), berpendapat bahwa catatan tertulis paling awal tentang pengajaran Al-Qarawiyyin itu berasal dari tahun 1141

    Kompleks Al-Qarawiyyin sendiri, tak hanya menghidupkan peradaban keilmuan, tapi juga lingkungan sekitarnya. Selama abad ke-9, kota Fez berkembang menjadi pusat perdagangan, budaya, hingga komunitas.

    Fez mencapai puncaknya sebagai pusat intelektual, budaya, dan perdagangan pada abad ke-13 dan ke-14, di bawah kekuasaan Dinasti Berber Marinid (1248-1465).

    Berkembang Menjadi Universitas

    Sejarawan Maroko, Mohammed Al-Manouni, menyebutkan bahwa Masjid Al-Qarawiyyin berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi formal. Al-Qarawiyyin, bahkan memberikan sertifikat kualifikasi kepada para ‘sarjana’, antara tahun 1040-1147, pada masa pemerintahan Almoravid.

    Sebagian besar sejarawan sepakat, bahwa Al-Qarawiyyin merupakan lembaga pemberi gelar pertama di dunia, sekaligus pusat terkemuka perdebatan dan beasiswa ilmiah yang di kemudian hari disebut sebagai universitas.

    Sejak saat itu, Al-Qarawiyyin menetapkan standar yang akan menjadi titik acuan bagi lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia, menarik pengunjung, mahasiswa, dan dosen dari seluruh dunia.

    Kurikulum di Al-Qarawiyyin tak hanya mencakup ilmu-ilmu sekuler dan filsafat. Ada juga bidang yurisprudensi Islam, aljabar, astronomi, botani, kartografi dan geografi, tata bahasa, sejarah, sastra, logika, matematika, kedokteran, fisika, dan berbagai bahasa asing termasuk Yunani dan Latin.

    Meski telah lama menjadi institusi yang memberi gelar kepada ‘siswa’, tapi baru pada 1947, Al-Qarawiyyin diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan negara. Kompleks yang dibangun oleh Fatima al-Fihri itu akhirnya bergabung dengan sistem universitas negeri modern melalui dekrit kerajaan pada 1963, setelah berakhirnya era protektorat Prancis di Maroko.

    Pada 1965, nama resminya diubah menjadi Universitas Al-Karaouine, yang sebelumnya hanya disebut Al-Qarawiyyin (Al-Karaouine), demikian melansir BBC.

    Sejak peradaban kompleks masjid dan madrasah Al-Qarawiyyin maju, ada banyak cendekiawan yang belajar di sana. Mereka di antaranya:

    1. Al-Biruni (973-1048), seorang polymath yang memberikan kontribusi besar bagi matematika, fisika, astronomi, dan geografi

    2. Al-Idrisi (1100-1165) kartografer yang petanya dipelajari dengan penuh semangat oleh para ahli geografi Renaisans

    3. Ibn Tufayl (wafat 1185) yang menulis novel fiksi ilmiah pertama di dunia serta risalah tentang pembelajaran mandiri yang disebut Hayy ibn Yaqzan

    4. Ibn Rushd (1126-1198) penerjemah dan komentator Aristoteles yang dikenal di Eropa sebagai Averroes

    5. Sarjana Yahudi dan mistikus Maimonides (1138-1204) yang akan memiliki pengaruh yang mendalam pada filsafat dan teologi Yahudi

    6. Astronom Al-Bitruji (w. 1204) yang dikenal di Eropa sebagai Alpetragius

    7. Ibn Al-Arabi (1165-1240) adalah seorang mistikus sufi, filsuf dan penyair

    8. Sejarawan Ibn Khaldun (1332-1406) yang karyanya meletakkan dasar bagi sosiologi modern, sejarah ekonomi politik

    Jadi, sebelum Eropa menyentuh puncak peradaban ilmu pengetahuan era Renaisans (abad ke-14 hingga ke-17), seorang wanita muslim bernama Fatima al-Fihri telah lebih dulu membangun kompleks peradaban ilmu pengetahuan pada 859 M. Itu ada kompleks yang bermula dari masjid dan madrasah, yang pada akhirnya melahirkan cendekiawan penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Surah Al-Kahfi Ayat 1-10 dan 100-110, Pelindung dari Fitnah Dajjal


    Jakarta

    Setiap surah dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan dan kandungan yang dapat menjadi pedoman hidup bagi umat. Di antara surah yang istimewa adalah Surah Al-Kahfi, yang seringkali dikaitkan dengan amalan pada hari Jumat.

    Menukil dari buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa karya Abdillah F. Hasan, Surah Al-Kahfi merupakan surah ke-18 dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 110 ayat. Menurut sebagian besar ulama tafsir, surah ini termasuk golongan Makkiyah karena diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

    Nama Al-Kahfi diambil dari kisah para pemuda beriman yang disebut dalam ayat 9 hingga 26, yakni sekelompok pemuda yang berlindung di dalam gua dan ditidurkan oleh Allah selama 300 tahun ditambah 9 tahun. Kisah ini menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah sekaligus pelajaran penting tentang keimanan.


    Selain kisah Ashabul Kahfi tersebut, kandungan Surah Al-Kahfi juga mencakup banyak pelajaran lain, seperti pentingnya keikhlasan dalam beribadah, semangat menuntut ilmu, adab murid kepada guru, hingga prinsip kepemimpinan yang baik dalam mengurus rakyat serta perjuangan untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

    Di samping keseluruhan surahnya, surah Al-Kahfi 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir merupakan ayat-ayat yang memiliki sejumlah keutamaan. Berikut bacaannya dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

    Surah Al-Kahfi Ayat 1-10: Arab, Latin, dan Artinya

    1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

    Arab latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

    2. قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

    Arab latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

    Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

    3. مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

    Arab latin: mākiṡīna fīhi abadā

    Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

    4. وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

    Arab latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

    Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

    5. مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

    Arab latin: mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

    Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

    6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

    Arab latin: fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

    Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).

    7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

    Arab latin: innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā

    Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

    8. وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

    Arab latin: wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā

    Artinya; Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

    9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

    Arab latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā

    Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

    10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Arab latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

    Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

    Surah Al-Kahfi Ayat 101-110: Arab, Latin, dan Artinya

    Berikut ini bacaan surah Al-Kahfi 10 ayat terakhir (ayat 101 sampai 110)

    101. ۨالَّذِيْنَ كَانَتْ اَعْيُنُهُمْ فِيْ غِطَاۤءٍ عَنْ ذِكْرِيْ وَكَانُوْا لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَمْعًا

    Arab latin: Allażīna kānat a’yunuhum fī giṭā`in ‘an żikrī wa kānụ lā yastaṭī’ụna sam’ā

    Artinya: (yaitu) orang-orang yang mata (hati)-nya dalam keadaan tertutup dari ingat kepada-Ku dan mereka tidak sanggup mendengar.

    102. اَفَحَسِبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ يَّتَّخِذُوْا عِبَادِيْ مِنْ دُوْنِيْٓ اَوْلِيَاۤءَ ۗاِنَّآ اَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ نُزُلًا

    Arab latin: A fa ḥasiballażīna kafarū ay yattakhiżụ ‘ibādī min dụnī auliyā`, innā a’tadnā jahannama lil-kāfirīna nuzulā

    Artinya: Maka, apakah orang-orang yang kufur mengira bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?457) Sesungguhnya Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.

    103. قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ۗ

    Arab latin: Qul hal nunabbi`ukum bil-akhsarīna a’mālā

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah perlu kami beri tahukan orang-orang yang paling rugi perbuatannya kepadamu?”

    104. اَلَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

    Arab latin: Allażīna ḍalla sa’yuhum fil-ḥayātid-dun-yā wa hum yaḥsabụna annahum yuḥsinụna ṣun’ā

    Artinya: (Yaitu) orang-orang yang sia-sia usahanya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

    105. اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَاۤىِٕهٖ فَحَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا

    Arab latin: Ulā`ikallażīna kafarụ bi`āyāti rabbihim wa liqā`ihī fa ḥabiṭat a’māluhum fa lā nuqīmu lahum yaumal-qiyāmati waznā

    Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhannya dan (kufur pula terhadap) pertemuan dengan-Nya.458) Maka, amal mereka sia-sia dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.

    106. ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوْا وَاتَّخَذُوْٓا اٰيٰتِيْ وَرُسُلِيْ هُزُوًا

    Arab latin: żālika jazā`uhum jahannamu bimā kafarụ wattakhażū āyātī wa rusulī huzuwā

    Artinya: Itulah balasan mereka (berupa neraka) Jahanam karena mereka telah kufur serta menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olokan.

    107. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ۙ

    Arab latin: Innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti kānat lahum jannātul-firdausi nuzulā

    Artinya; Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh memperoleh surga Firdaus sebagai tempat tinggal.

    108. خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا

    Arab latin: Khālidīna fīhā lā yabgụna ‘an-hā ḥiwalā

    Artinya: Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.

    109. قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

    Arab latin: Qul lau kānal-baḥru midādal likalimāti rabbī lanafidal-baḥru qabla an tanfada kalimātu rabbī walau ji`nā bimiṡlihī madadā

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Tuhanku selesai (ditulis) meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

    110. قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

    Arab latin: Qul innamā ana basyarum miṡlukum yụḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥid, fa mang kāna yarjụ liqā`a rabbihī falya’mal ‘amalan ṣāliḥaw wa lā yusyrik bi’ibādati rabbihī aḥadā

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.

    Waktu Terbaik Membaca Surah Al-Kahfi

    Dalam kitab Majmu’ Syarif dan Al-Ma’tsurat susunan Sulthan Adam, S.Q., dijelaskan bahwa waktu paling utama untuk membaca Surah Al-Kahfi adalah pada malam Jumat. Amalan ini memiliki keutamaan yang besar sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:

    “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi)

    Selain itu, terdapat riwayat lain yang menegaskan keutamaan membacanya pada hari Jumat:

    “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. An Nasa’i)

    Dari kedua hadits ini, dapat dipahami bahwa membaca Surah Al-Kahfi di malam maupun siang hari Jumat akan mendatangkan cahaya yang menyinari kehidupan seorang Muslim. Cahaya tersebut dipahami sebagai petunjuk, keberkahan, dan senantiasa akan dijaga oleh Allah SWT hingga datang Jumat berikutnya.

    Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi

    Selain dianjurkan untuk dibaca, Surah Al-Kahfi juga memiliki keutamaan besar jika dihafalkan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menghafal sepuluh ayat dari surah ini akan menjadi pelindung dari fitnah Dajjal.

    Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

    “Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)

    Tidak hanya itu, ada pula riwayat lain yang menambahkan keterangan mengenai sepuluh ayat terakhir:

    “Dari akhir surah Al-Kahfi.” (HR. Muslim)

    Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa baik sepuluh ayat pertama maupun sepuluh ayat terakhir dari Surah Al-Kahfi memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai benteng perlindungan dari fitnah terbesar di akhir zaman, yakni fitnah Dajjal.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com