Tag: laut

  • Nggak Disangka, Kuliner Favorit Bule di Pulau Tidung Adalah…



    Jakarta

    Wisata kuliner berupa seafood umumnya menjadi favorit di Pulau Tidung. Tapi ternyata, ada soto yang jadi favorit Bule-bule.

    Nama kedainya Soto Lamongan Sugiono, pemiliknya adalah Ibu Kukut Wijawati (49). Asli Lamongan, Jawa Timur, ibu dua anak itu dulu bisa sampai ke Pulau Seribu karena paksaan keadaan. Dirinya yang takut dengan laut, harus mampu terbiasa dengan lingkungan karena sang suami bekerja sebagai pengantar galon ke sana.

    Berjalannya waktu, ia mulai mencintai laut, tepatnya Pulau Tidung. Tahun 2013, ia mendirikan usahanya, Soto Lamongan jadi pilihan karena kuliner itu berasal dari kota kelahirannya.


    Usaha pertama tentu butuh modal besar, ia kemudian memutuskan untuk melakukan pinjaman KUR kepada BRI sebanyak Rp 100 juta. Dewi Fortuna berpihak padanya, usahanya laris manis di tengah gempuran makanan laut.

    Saat weekend, tempat duduk di kedai makannya selalu sesak oleh wisatawan. Kebanyakan mereka datang karena tak sengaja melewati kedai makan itu, karena biasanya wisatawan yang datang mendapat katering dari operator tur yang membawanya.

    Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungIbu Kukut pemilik Soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

    Namun, rejeki sudah ada yang atur. Ibu Kukut berbisnis dengan sukacita. Di musim libur panjang seperti lebaran, ia buka sejak pagi sampai tengah malam. Wisatawan ramai, warga yang sudah bosan dengan menu lebaran mampir untuk mencari pilihan.

    “Kemarin jam 8 malam udah habis, tapi masih banyak orang. Jadi bikin kuah lagi dibantu sama keluarga,” katanya terkekeh.

    Dua hari lebaran membuat Ibu Kukut dan keluarga kewalahan, tapi tentu saja cuan. Kebanyakan datang saat malam, makan kuat-kuat sehabis berenang di pantai.

    Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

    Dalam perjalanan bisnisnya, pelanggan bule tentu jadi yang paling mudah diingat. Dari banyaknya bule yang berkuliner ke sana, ia ingat akan seorang wanita, tak tahu asalnya darimana. Perawakannya yang tinggi, putih dan berbahasa Inggris membuatnya yakin, pelanggan ini datang dari negeri seberang.

    “Bule itu setengah bulan makan ke sini setiap hari,” katanya singkat, sambil mencoba mengingat.

    Hari pertama biasa saja, karena si bule bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Di hari ketiga, si bule mulai mengajak Ibu Kukut ngobrol. Ia tentu panik.

    “Katanya enak, mantep,” ucapnya sambil tertawa.

    Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

    Bule ini kemudian datang setiap hari selama hampir setengah bulan. Ia rutin mampir setelah habis dzuhur.

    “Selalu pesan soalnya aja, nggak pake nasi. Datang sehari sekali,” katanya.

    Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 500 porsi soto kalau ramai seperti long weekend dan 30 porsi jika sepi. Satu porsi diberi harga Rp 15.000 sudah dengan nasi. Selain soto ayam, ada pula bakso yang melengkapi menu di rumah makan itu.

    Meski harganya murah, tapi rasa soto ini sungguh menggoyang lidah. Santannya legit dan porsinya banyak. Di makan dengan nasi panas, membuat masuk angin bablas keluar dari tubuh. Wajar saja, kalau si bule sampai kepincut makan tiap hari di sini.

    Cerita lain datang dari seorang anak SMP yang sedang study tour. Bocah lelaki itu ketinggalan kapal fery. Ibu Kukut memberikan seporsi soto ayamnya kepada si bocah.
    “Saya bilang makan nggak usah bayar, anak laki-kan bisa tidur di masjid. Kasian banget dia,” ceritanya.

    Anak itu pulang keesokan harinya saat kapal fery datang. Ia berterima kasih dengan kebaikan pemilik warung soto yang mau memberinya makan cuma-cuma.

    Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungPembayaran digital di soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

    “Saya senang dibantu BRI, pokoknya terima kasih lah, saya jadi bisa membantu orang lain,” katanya lembut.

    Mantri BRI Ryan (35) mengatakan bahwa Soto Lamongan Sugiono memang tiada dua. Sebagai wakil dari BRI dirinya mendukung perkembangan usaha Ibu Kukut dan siap membantu saat butuh modal tambahan.

    “Apalagi warungnya ramai dan sudah digitalisasi, kita harus dukung UMKM pulau ini,” katanya.

    Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan oleh Bank BRI untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) . Tujuan KUR BRI adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah bagi UMKM yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bekas Tempat Eksekusi, Ini Pulau di Jakarta yang Paling Ditakuti



    Jakarta

    Satu-satunya bank terapung dunia, Teras BRI Kapal berlayar ke berbagai pulau di Nusantara. Mereka tentu punya pengalaman berbeda dari pekerja bank lainnya.

    Teras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ melayani inklusi keuangan di Kepulauan Seribu. Setiap minggu, mulai Senin-Jumat, kapal ini bergantian ke lima pulau yaitu Pramuka, Panggang, Kelapa-Harapan, Tidung dan Untung Jawa.

    Setiap pulau memiliki cerita yang berbeda, termasuk kisah yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan masa lalu kelam Indonesia. Saat berlayar ke Pulau Panggang bersama bank terapung BRI, detikTravel mendengar langsung tentang seramnya Pulau Karya.


    Pulau ini berada tepat di seberang dermaga Pulau Panggang. Saat Bahtera Seva I bersandar di dermaga, satu sisi kapal otomatis menghadap ke pulau itu. Jaraknya tak sampai satu kilo.

    Teras BRI KapalTeras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ Foto: (bonauli/detikcom)

    Salah satu mantri BRI yang bernama Ryan (35) mendapat jadwal ke pulau itu. BRI memiliki dua tim yang bergantian untuk melayani ke Pulau Seribu, tim ini akan berganti setiap minggu.

    Ia bercerita bahwa pernah sekali waktu ia masih terjaga sampai pukul 01.30 WIB. Masih asyik dengan telepon genggamnya, sayup-sayup ia mendengar suara berupa ketokan di dinding kamar.

    Beberapa ketukan ia abaikan. Ia masih terpaku dengan layar handphone. Namun kali kedua, jantung Ryan seakan berhenti berdetak.

    “Kamar itukan posisinya menghadap ke laut Pulau Karya. Langsung tahu, nggak bener nih. Langsung tidur saat itu,” kenangnya sambil memeragakan di depan kru kapal.

    Yang lain ikut menimpali sambil tertawa, mereka belum pernah merasakan pengalaman yang horor, tapi sering mendengar cerita-cerita gaib dari warga Pulau Panggang.

    “Iya, tau pulau itu horor,” kata yang lain bersahutan.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    detikTravel bertanya langsung pada seorang warga asli Pulau Panggang, Sopyan Hadinata (38). Leluhurnya termasuk tokoh agama terpandang di pulau itu.

    Iyan (sapaan akrab) mengakui bahwa Pulau Karya memang angker. Sejak dulu, ia sudah mendengar cerita-cerita horor sampai jadi terbiasa dengan hal itu.

    “Dulu itu bilangnya tempat buat latihan menembak tentara. Jadi warga nggak boleh ke sana kalau ada latihan,” katanya memulai cerita.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Sebelum jadi pulau khusus pemakaman (TPU) seperti sekarang ini, Pulau Karya hanyalah hutan belantara. Ada berbagai macam tumbuhan, buah-buahan dan tentu saja pantai yang indah sana.

    “Di era pemerintahan Soeharto itu, kalau ada tentara yang ke sana warga langsung tahu mau ada latihan menembak. Karena orang tua kita zaman dulu banyak juga yang jadi pahlawan, mereka bilang kita harus hormat sama tentara,” katanya.

    Mandat untuk menjauhi pulau saat ada tentara tidak pernah dilanggar oleh warga Pulau Panggang. Yang mereka tahu, suara tembakan selalu terdengar saat tentara tiba. ‘Oh sedang latihan’, pikiran itu akan otomatis muncul tanpa kecurigaan. Dua atau tiga kapal tentara muncul jika waktu ‘latihan’ tiba.

    Sampai kerusuhan tahun 1998 terjadi. ‘Latihan menembak’ semakin sering, barulah warga sadar apa arti letusan bedil, yaitu eksekusi. Lalu terbentuklah reformasi dan ‘latihan menembak’ tak pernah terjadi lagi.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Iyan tidak ingat jelas kapan, tapi sekitar tahun 2000-an, pembangunan Pulau Karya dimulai. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah dinas untuk pejabat dan unit lainnya seperti polres dan pemadam kebakaran.

    Saat menggali tanah, ditemukan puluhan tengkorak. Tak ada identitas, hanya tulang belulang. Masa lalu Pulau Karya terkuak, diceritakan turun-temurun sampai sekarang.

    “Orang sini udah nggak asing lagi sama cerita horor. Dulu polisi sering cerita digangguin kalau tidur. Tadinya tidur di dalem kantor, bangun-bangun udah ada di luar,” ungkapnya.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Tak hanya polisi, narapidana yang dikirim ke Pulau Karya juga merasa sengsara. Kata Iyan, jumlah napi seringkali bertambah, mereka terus minta pindah karena diganggu oleh makhluk halus.

    “Pernah mereka lagi tidur, terus dinampakin ada jari-jari segede pisang ambon. Pokoknya digangguin terus sampai mereka bilang lebih mending di Cipinang daripada di sini,” jawabnya.

    Iyan sendiri pernah mengalaminya langsung. Bapak beranak empat itu ingat betul dirinya membawa lima teman kampus UNINDRA untuk kemping di Pulau Karya. Sebelum kemping, Iyan mengajak teman-temannya untuk ziarah, meminta izin untuk masuk ke pulau.

    Lelaki lulusan Teknik Informatika itu mengatakan ada sebuah aturan untuk bisa kemping di sana. Mereka tidak boleh berkata kasar dan berbuat mesum saat kemping. Teman-temannya mengiyakan.

    “Setelah puas main di pantai, mereka kecapean lalu tertidur di tenda,” katanya.

    Dua perempuan dan tiga pria tentu membuat kemah cukup sesak. Tak mau mengganggu temannya yang kelelahan, Iyan pun ngungsi ke rumah dinas pemadam kebakaran.

    Tak berapa lama angin kencang muncul, awan gelap seakan jadi pertanda akan hadirnya badai. Iyan khawatir akan teman-temannya. Dari ujung pulau ke ujung satunya, ia berlari untuk mendapati kawan-kawannya.

    “Saya kaget, kok mereka udah nunggu di dermaga. Pas saya tanya, mereka jawab ‘kan tadi kamu udah bangunin katanya suruh siap-siap’,” ucapnya.

    Dalam hati Iyan paham, yang tadi datang bukan dirinya. Namun makhluk gaib yang menyerupai dirinya. Tak ingin membuat temannya panik, ia kemudian membawa mereka pulang ke Pulau Panggang.

    “Di sini itu udah biasa, pokoknya kita hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu, itu aja,” pungkasnya.

    Teras BRI Kapal terjadwal hadir di Pulau Panggang setiap Selasa. Pulau pemukiman dengan penduduk terpadat di Pulau Seribu itu memiliki jumlah penduduk 6.260 jiwa menurut sensus tahun 2017. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya yang sangat erat dengan kegiatan pariwisata, Panggang murni pemukiman. Kebanyakan nasabah BRI yang melakukan transaksi di kapal terapung berupa setoran tabungan, peminjaman, pembuatan tabungan dan penarikan ATM.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



    Lampung

    Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

    Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

    Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


    1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

    Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

    Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

    2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

    Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

    Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

    Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

    Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

    Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

    3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

    Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

    Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

    4. Desa Wisata Dayun di Riau

    Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

    Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

    Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

    Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

    Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

    Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

    EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

    “Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 16 Pantai Sekitar Jakarta, Destinasi Pilihan Piknik Bareng Keluarga


    Jakarta

    Pantai selalu jadi pilihan piknik bareng keluarga saat libur nasional atau akhir pekan. Laut biru, angin sepoi, dan ruang terbuka memungkinkan anak serta orang tua bermain bersama atau sekadar santai menikmati hari.

    Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mau piknik ke pantai tentu tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan pantai yang bisa diakses gratis atau berbayar sebagai destinasi wisata bersama orang-orang terkasih

    16 Pilihan Pantai Sekitar Jakarta

    Berikut adalah beberapa pantai yang bisa jadi tujuan wisata di Jakarta dan sekitarnya, dikutip dari arsip tulisan detikcom dan media sosial pantai terkait.


    1. Aloha Pasir Putih PIK 2

    Sesuai namanya, pantai ini menyediakan nuansa khas Hawaii dengan pasir putih dan angin sejuk. Sebagai tempat wisata keluarga, pantai ini menyediakan banyak ruang terbuka dan aneka pilihan kuliner.

    Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha Pasir Putih PIK 2 (detikfood)
    • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

    2. Pulau Macan

    Dengan konsep ramah lingkungan, Pulau Macan menikmati lingkungan alam yang sangat nyaman dan indah. Pengunjung bisa menikmati sunset dan sunrise sambil berenang, snorkeling, atau diving.

    Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul (Putu Intan/detikcom)
    • Lokasi: Kepulauan Seribu.
    • Harga tiket masuk: Sesuai pilihan paket wisata.

    3. Pantai Florida

    Destinasi wisata ini menawarkan pantai yang nyaman, landai, dan tanpa karang sehingga minim risiko bagi pengunjung. Traveler bisa menyewa aneka sarana permainan air, tempat menginap, atau perlengkapan piknik pada biro wisata yang dikelola warga. Pantai Florida kerap disebut Pantai Florida Indah Anyer atau Pantai Florida 1 dan 2 yang semuanya merujuk pada lokasi yang sama.

    • Lokasi: Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Pejalan kaki Rp 15 ribu, motor Rp 30 ribu, mobil Rp 100 ribu.

    4. Pantai Carita

    Lokasi wisata Pantai Carita sudah lama menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk liburan. Pasir putih plus angin sepoi sangat cocok bagi traveler yang ingin refreshing bersama keluarga dari penatnya hari kerja.

    Wisatawan menikmati objek wisata Pantai Carita saat libur lebaranPantai Carita (Aris Rivaldo/detikcom)
    • Alamat: Jl. Raya Carita Nomor 28, Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Tiket per orang Rp 15 ribu, motor (2 orang): Rp 30 ribu, mobil pribadi: Rp 30 ribu.

    5. Pantai Ancol

    Kawasan Ancol sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata warga Jakarta. Ancol tak pernah sepi pengunjung apalagi saat libur panjang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati Ancol, berikut beberapa pantai di Ancol yang direkomedasikan:

    Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (ANTARA/Fitra Ashari)

    – Pantai Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

    – Pantai Festival: Area terbuka di pantai ini kerap menjadi lokasi festival atau agenda lain. Di ini pengujung bisa melihat dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat pengunjung menikmati keindahan laut.

    – Pantai Marina: Pantai ini dilengkapi pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal. wisatawan yang mau menyeberang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini.

    – Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dilengkapi kuliner, wisata bahari lain sebagainya

    – Pantai Ria: Panatai ini didominasi pohon kelapa menjulang dan hamparan pasir putih menawan.

    • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara.
    • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

    6. Pantai Marunda

    Destinasi wisata ini identik dengan pemandangan tanggul beton yang memungkinkan pengunjung melihat sunset, mancing, atau sekadar bengong. Pantai yang dianggap makin bersih ini juga punya aneka pilihan kuliner dan dekat tempat wisata lain yang juga menarik, misal Rumah Si Pitung.

    Sejumlah pengunjung berjalan setibanya untuk berlibur di Pantai Marunda, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Pengelola objek wisata pantai tersebut mengenakan tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang sehingga ramai dikunjungi warga saat periode libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Pantai Marunda, Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
    • Alamat: Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
    • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

    7. Pulau Bidadari

    Gugusan Kepulauan Seribu memang selalu menarik untuk dijelajahi, tak terkecuali Pulau Bidadari. Sesuai namanya pulau ini memberikan pemandangan indah, ombak tenang, dan suasana nyaman.

    Sandiaga renang di pulau bidadariSandiaga renang di Pulau Bidadari (Muhammad Fida ul Haq/detikcom)
    • Lokasi: Kepulauan Seribu.
    • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

    8. Pantai Sambolo 1

    Pantai yang Bali banget ini punya pasir coklat halus dan deburan ombak yang sangat cocok dinikmati sambil jalan santai. Dikutip dari akun medsos Media Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Serang @funtasticserang, Pantai Sambolo punya jembatan menjorok ke laut yang bisa dinikmati pengunjung.

    • Alamat: Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

    9. Pantai Pasir Perawan

    Destinasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu ini, punya pemandangan yang bikin traveler seketika merasa lebih segar dan tidak lagi penat. Di sini, pengunjung bisa merasakan bermain di air laut jernih dan pasir putih yang halus.

    • Alamat: Jl. Pari Utama, Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.
    • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu tidak termasuk biaya parkir, penyeberangan, dan sewa alat.

    10. Pulau Perak

    Kawasan ini adalah satu dari banyak gugusan pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati air pantai yang segar dan halusnya pasir putih. Tentunya, pengunjung bisa menyewa banana boat sebagai sarana hiburan.

    • Alamat: Kepulauan Seribu, Jakarta.
    • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk biaya penyeberangan dan tambahan lain.

    11. Pulau Tidung

    Detikers yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung bisa menggunakan perahu penyeberangan dari Muara Angke. Total perjalanan sekitar tiga jam, sebelum bisa menikmati pasir putih dan air biru.

    Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Tidung (Bonauli/detikcom)
    • Lokasi: Kepulauan Seribu
    • Harga tiket masuk: Rp 20-50 ribu belum termasuk parkir dan sewa fasilitas.

    12. Pulau Untung Jawa

    Kawasan Untung Jawa menawarkan banyak fasilitas pada pengunjung untuk menikmati suasana pantai. Misalnya, gazebo dan berbagai sarana wisata pantai yang bisa digunakan bersama teman dan keluarga.

    Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu (Kemenparekraf)
    • Lokasi: Kepulauan Seribu.
    • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

    13. Pantai Tanjung Lesung

    Tanjung Lesung menawarkan keindahan bawah laut buat kamu yang suka snorkeling dan diving. Misalnya terumbu karang aneka warna dan air laut biru kehijauan. Kamu juga bisa menikmati penginapan dan sarana hiburan lain yang disediakan warga sekitar.

    Tanjung LesungTanjung Lesung Foto: (dok. Istimewa)
    • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu di hari biasa dan Rp 40 ribu pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

    14. Pantai Sawarna

    Pantai yang ini cocok buat para pecinta olahraga selancar. Dengan ombak yang kuat dan konsisten serta lingkungan aman, pengunjung bisa surfing tanpa rasa khawatir. Tentunya, pantai ini juga bisa dinikmati para pecinta snorkeling.

    • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
    • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

    15. Pantai Lontar

    Destinasi wisata ini bisa jadi spot favorit kamu berburu sunset dan angin sepoi. Di sini juga tersedia jembatan pelangi yang membelah hutan mangrove sebagai benteng abrasi. Tentunya kamu bisa selfie, healing, atau sekadar jalan-jalan di sini.

    • Lokasi: Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
    • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu belum termasuk parkir dan tarif masuk hutan mangrove.

    16. Pantai Tanjung Layar

    Seperti namanya, pantai ini memiliki tebing berbentuk menyerupai layar perahu kayu yang terbuka. Dikutip dari situs Indonesia Kaya, tebing ini bisa dilihat dari atas bukit yang bisa diakses lewat sebuah tangga. Pemandangan dari atas bukit memungkinkan pengunjung melihat langsung deburan ombak pantai, angin sepoi, dan pemandangan matahari tenggelam.

    • Lokasi: Dewa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
    • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan liburan.

    Buat detikers yang ingin piknik ke pantai di sekitar Jakarta, jangan lupa update informasi lebih dulu ya. Informasi harga tiket, parkir, transportasi, dan biaya lain memungkinkan persiapan liburan yang lebih baik.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pulau Bedil, Raja Ampat dari Banyuwangi



    Banyuwangi

    Tak banyak yang tahu, Banyuwangi punya ‘kembaran’ dari Raja Ampat. Namanya Pulau Bedil yang begitu eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

    Terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Pulau Bedil menawarkan lanskap bahari yang memukau.

    Pulau eksotis ini kini menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama alam yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat.


    Dikelilingi sejumlah pulau kecil, gugusan ini tampak makin memesona bila dilihat dari Puncak Kemuning, titik tertinggi di pulau itu. Tak heran bila banyak orang menjulukinya sebagai Raja Ampat dari Banyuwangi.

    “Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini lengkap, ada wisata alam, bawah laut, petualangan, edukasi, bahari, kuliner, dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus kami kembangkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

    Dari atas Puncak Kemuning, wisatawan akan disuguhi panorama laut bergradasi hijau kebiruan. Selain menikmati pemandangan, beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini.

    Contohnya seperti berenang di laguna yang tenang, snorkeling untuk melihat biota laut, hingga sekadar duduk santai memandangi Samudera Hindia yang luas.

    Cara Menuju ke Pulau Bedil

    Untuk menuju ke Pulau Bedil, wisatawan harus lebih dulu ke Pantai Mustika di kawasan Pancer. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan darat menuju Pantai Mustika memakan waktu sekitar dua jam.

    Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu menuju pulau. Saat musim liburan, Pulau Bedil menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

    Pada libur panjang hari raya Waisak kemarin misalnya, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

    “Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,” kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang berlibur bersama keluarga besarnya ke sini.

    Usai puas menjelajahi Pulau Bedil, wisatawan bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan laut segar.

    Sejumlah restoran di sekitar pantai menyajikan aneka kuliner laut yang menggugah selera, dan menjadi penutup yang sempurna setelah seharian menjelajahi sisi selatan Banyuwangi.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO di 2025


    Jakarta

    Geopark (taman bumi) adalah bentang alam yang menyimpan jejak geologis berupa keragaman batu dan mineral, hayati, dan budaya serta diwariskan antar generasi. Geopark dapat dikelola masyarakat setempat dengan mempertimbangkan keseimbangan lingkungan, edukasi, dan ekonomi.

    Di dunia banyak geopark dengan luas, ciri, dan keragaman yang layak mendapat pengakuan dunia. Biodiversitas dan jejak kebumian (geologis) dalam geopark wajib dilindungi demi keberlanjutan kehidupan di dunia yang ramah lingkungan.

    Daftar 12 Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO

    Dikutip dari situs UNESCO, ada 12 geopark di Indonesia berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp). Berikut daftarnya

    1. Geopark Batur

    • Lokasi: Gunung Batur, Bali
    • Lanskap: Kawasan kaldera Gunung Batur dan dinding luarnya yang membentuk bentang alam khas Bali serta danaunya.

    2. Geopark Gunung Sewu

    • Lokasi: Antar wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
    • Lanskap: Menampilkan bentang alam karst pada iklim tropis yang terbentuk jutaan tahun lalu melalui proses geologis.

    3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

    • Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
    • Lanskap: Jejak geologi sejak 65 juta tahun lalu dengan formasi batuan unik, air terjun, dan pantai.

    4. Geopark Rinjani-Lombok

    • Lokasi: Nusa Tenggara Barat
    • Lanskap: Mencakup Gunung Rinjani dengan kaldera, savana, dan hutan tropis.

    5. Geopark Kaldera Toba

    • Lokasi: Sumatra Utara
    • Lanskap: Terdiri dari 16 geosite dengan bentang alam air terjun, bukit, dan Danau Toba yang menyatukannya.

    6. Geopark Belitong

    • Lokasi: Kepulauan Bangka Belitung
    • Lanskap: Terdiri dari batu granit besar yang eksotis lengkap dengan kekayaan hayati di darat dan laut.

    7. Geopark Ijen

    • Lokasi: Jawa Timur
    • Lanskap: Kawah dengan danau asam terbesar di dunia serta fenomena api biru yang langka.

    8. Geopark Maros-Pangkep

    • Lokasi: Sulawesi Selatan
    • Lanskap: Susunan batuan kapur (karst) yang berasal dari zaman purba.

    9. Geopark Merangin Jambi

    • Lokasi: Jambi
    • Lanskap: Lokasi asal fosil tumbuhan berusia 296 juta tahun kurang lebih periode Permian Awal.

    10. Geopark Raja Ampat

    • Lokasi: Papua Barat
    • Lanskap: Biodiversitas laut lengkap dengan batuan tua dari era Silur-Devon.

    11. Geopark Kebumen

    • Lokasi: Jawa Tengah
    • Lanskap: Batuan purba, goa-goa karst, dan jejak geologis sejak jutaan tahun lalu.

    12. Geopark Meratus

    • Lokasi: Kalimantan Selatan
    • Lanskap: Warisan jejak kebumian tropis lengkap dengan kekayaan budaya dan masyarakat adat.

    Buat traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa update informasi untuk memastikan ketersediaan layanan. Termasuk harga tiket, rute, dan transportasi terbaik menuju destinasi wisata pilihan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Sukabumi



    Sukabumi

    Di selatan Kabupaten Sukabumi, jauh dari jalan utama dan keramaian wisata populer, Pantai Minajaya terhampar tenang. Pasir hitamnya memanjang, bersentuhan langsung dengan laut lepas yang tak dibatasi beton atau pemecah ombak.

    Suasana di sini terasa seperti ruang jeda tak terlalu banyak pengunjung, tak banyak bangunan, hanya suara air dan angin.

    “Tempatnya bersih dan sepi. Tidak banyak hal yang dibuat-buat. Saya malah senang enggak ada warung-warung besar di tepi pantai,” kata Dira, warga Bandung.


    Dira berjalan menyusuri pasir yang sedikit lembap. Sesekali ia melihat karang-karang kecil dan jejak kaki burung. Ia memilih duduk di bawah pohon cemara laut, membentangkan tikar kecil, dan membuka bekal yang dibawanya dari penginapan. Tak ada musik, tak ada jaringan internet yang stabil dan itu justru membuatnya betah.

    Beberapa ratus meter dari tempat Dira duduk, Arman (34) seorang mahasiswa semester akhir dari salah satu universitas di Bogor terlihat sibuk menyiapkan kamera DSLR di atas tripod. Ia sudah lima kali datang ke Minajaya sejak 2022 dan hampir semuanya untuk memotret lanskap pantai.

    “Pantai ini punya karakter yang kuat. Langitnya terbuka, garis pantainya panjang, dan kadang bisa lihat perahu nelayan masuk di ujung timur. Kalau sore, pantulan cahaya di pasir basah itu luar biasa,” ujar Arman.

    Tak hanya untuk fotografer, Minajaya juga cocok bagi wisatawan yang butuh suasana tenang. Ombaknya sedang, tidak terlalu keras, dan pasirnya padat cukup nyaman untuk berjalan kaki.

    Pantai Minajaya, Sukabumi.Pantai Minajaya, Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Beberapa titik menawarkan latar menarik untuk berfoto, mulai dari susunan batu karang hingga pohon tunggal yang berdiri sendiri di tepi pantai.

    Saat ini, Pantai Minajaya sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet umum, dan beberapa gazebo yang dikelola oleh warga. Akses jalannya pun semakin baik.

    Untuk yang ingin berkunjung ke lokasi ini, waktu terbaik adalah pagi dan sore hari. Sinar matahari tidak terlalu terik dan pantulan cahaya di air terlihat lebih dramatis.

    Disarankan membawa bekal makanan, alas duduk, serta kantong sampah pribadi. Jaringan internet terbatas, namun justru itulah daya tarik tempat ini pengunjung bisa benar-benar lepas dari layar telepon seluler.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar, baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masjid Unik di Mojokerto, Bentuk Kapal Pesiar di Hutan Rimbun


    Mojokerto

    Di Mojokerto, Jawa Timur, ada sebuah masjid unik berbentuk kapal pesiar yang berdiri di hutan rimbun. Bangunan bernama Masjid Ar-Rahman ini adalah milik Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Vila Durian Doa Yatim Sejahtera.

    Dikutip dari situs NU Online Mojokerto, masjid ini tak hanya tempat ibadah. Masjid juga digunakan sebagai tempat tinggal anak yatim dan duafa, lengkap dengan fasilitas penunjang kegiatan sehari-hari.

    Masjid Ar-Rahman berdiri seluas 45 x 25 meter persegi dengan lima lantai. Peruntukannya adalah sebagai berikut:


    • Lantai 1: Asrama putri dan balita
    • Lantai 2: Tempat ibadah
    • Lantai 3: Aula
    • Lantai 4 dan 5: Tamu.

    Menurut Ketua Vila Durian Doa Yatim Sejahtera Muhammad Mukhidin, Masjid Ar-Rahman dibangun pada tahun 2016-2021. Pembangunan selama lima tahun ini, menghabiskan dana kurang lebih Rp 2,5 miliar. Tahapannya meliputi perbaikan, penataan masjid, dan interior dalam bangunan.

    Interior Unik Masjid Kapal Pesiar

    Tema kapal pesiar ternyata tidak hanya menjadi tampilan luar Masjid Ar-Rahman. Penataan interior masih mempertahankan ciri khas sebuah kapal pesiar, yang bisa dilihat di tempat imam salat dan mimbar khatib.

    Spot bagi imam dan khatib menggunakan hiasan setir kapal asli, penunjuk arah (kompas) besar dan kecil, monitor kemudi, jangkar dengan dereknya, serta lukisan laut pada dinding.

    Tampilan ini benar-benar menyiratkan sebuah ruang kapal kemudi. Masjid ini juga punya banyak jendela di sisi kanan dan kiri, yang membuat ruang selalu terang. Di lantai lain, penataan mengikuti keperluan pengelolaan masjid.

    masjid kapal pesiar mojokertoInterior masjid kapal pesiar Mojokerto (Enggran Eko Budianto)

    Filosofi Masjid Unik Kapal Pesiar

    Pemilihan bentuk kapal pesiar masjid yang terletak di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Pacet ini ternyata punya pertimbangan mendalam. Kapal diibaratkan bahtera penyelamat berbagai masalah sosial.

    Masjid Ar-Rahman tak hanya mengelola anak yatim dan duafa, tapi juga korban pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Masjid Ar-Rahman yang unik berbentuk kapal pesiar diharapkan bisa membantu masyarakat lepas dari penyakit sosial, serta mengelola para korbannya.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Fakta Pantai Mandorak, NTT dan 11 Tips Hindari Pemalakan


    Jakarta

    Terpencil tapi memikat, Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah surga tersembunyi dengan lanskap mempesona. Tebing-tebing karang yang dramatis, air laut sebening kristal, dan pasir putih yang halus menjadikan pantai ini tempat sempurna untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.

    Berbeda dengan pantai-pantai ramai di Bali atau Lombok, suasana di Pantai Mandorak masih sangat alami dan sepi. Letaknya yang agak tersembunyi di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi membuat pantai itu belum banyak dijamah wisatawan.

    Pantai Mandorak dikelilingi oleh dua tebing batu karang besar yang mengapit bibir pantai. Di atas salah satu tebing, terdapat rumah adat Sumba yang berdiri anggun, menambah kesan eksotis.


    Dari atas tebing ini, pengunjung bisa menikmati panorama laut lepas dan menyaksikan matahari terbenam yang dramatis-sebuah momen sempurna untuk menenangkan pikiran dan menyatu dengan alam.

    Selain itu, masih ada banyak pesona Pantai Mandorak. Simak di sini.

    Fakta Pantai Mandorak di NTT

    Pantai di Desa Kalena, Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya itu menyimpan banyak pesona eksotis. Berikut penjelasannya dikutip dari situs Muruhumba Escape.

    1. Kecantikan yang Belum Terjamah

    Pantai Mandorak adalah bukti cantiknya alam yang belum terjamah tangan manusia. Seperti oasis, Pantai Mandorak adalah pusat perhatian di tengah alam yang masih asri dan tenang. Pantai ini adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang jadwal sehari-hari dipenuhi berbagai kegiatan.

    2. Pantai yang sangat tenang

    Air biru turqoise dengan pasir putih halus selalu setia menemani turis yang menyusuri pantai. Sesekali, ombak kecil akan menyapu pesisir pantai dengan sangat tenang. Bagi turis dengan hobi foto, Pantai Mandorak adalah objek yang pas diambil gambarnya dari segala sudut.

    3. Formasi batu unik

    Pantai Mandorak memiliki formasi bukit batu alami yang seperti saling menunjuk. Pengunjung bisa mendaki bukit batu ini untuk melihat pantai dengan sudut pandang yang lebih luas. Formasi alami batu Pantai Mandorak juga membentuk kolam pasang surut yang bisa dinikmati para turis.

    4. Bisa untuk selancar

    Bagi pecinta olahraga surfing, Pantai Mandorak dengan ombak berkelas internasional dan atmosfer santai adalah pilihan tepat. Keunikan ini bisa menjadi daya tarik autentik untuk para turis yang mencari pengalaman berselancar di pesisir Sumba. Daya tarik ini juga bisa membantu Pantai Mandorak terus berkembang.

    5. Punya banyak goa dan bukit tersembunyi

    Goa dan bukit adalah daya tarik lain Pantai Mandorak yang cocok bagi wisatawan dengan jiwa petualang. Para turis bisa masuk gua dan naik bukit asal tetap berhati-hati. Di penghujung senja, wisatawan bisa duduk di pinggir pantai menyaksikan pemandangan matahari tenggelam (sunset).

    6. Berdekatan dengan warga lokal

    Berkunjung ke Pantai Mandorak, para turis bisa melihat langsung kehidupan tradisional warga di desa sekitar. Wisatawan bahkan bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan warga, tradisi, dan memperoleh pengalaman baru.

    Dengan kenyataan ini, wisatawan wajib menghormati aturan adat yang diterapkan warga lokal. Turis juga dilarang mengganggu kehidupan satwa, tumbuhan, dan keseimbangan alam di Pantai Mandorak. Selanjutnya, para turis wajib menjaga kebersihan dan tingkah laku selama berwisata.

    Cara ke Pantai Mandorak dari Jakarta

    Turis yang berangkat dari Jakarta bisa naik pesawat menuju Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya. Dikutip dari Google Flights pada Selasa (20/5/2025) harga tiket berkisar Rp 2 jutaan dengan transit lebih dulu di Denpasar, Bali.

    Selanjutnya, para turis bisa menggunakan transportasi darat melalui jalan Lukas Dairo Bili dan Soeharto. Arsip berita detikcom menjelaskan, para turis bisa menggunakan jasa guide lokal untuk membantu perjalanan hingga Pantai Mandorak.

    Tips Menghindari Pemalakan

    Pantai Mandorak sempat muncul di video akun Instagram Jajago Keliling Indonesia. Video tersebut viral karena content creator ini terkena pemalakan dari warga lokal. Mereka dimintai duit dan dikenakan uang jasa foto dan sewa kuda lebih tinggi dari kesepakatan.

    Pemalakan turis kerap terjadi di sejumlah destinasi wisata, terutama yang belum dikelola dengan baik. Dikutip dari situs The LUXY Ride, berikut beberapa tips menghindari pemalakan:

    1. Jangan percaya pada tarif hotel, perjalanan, atau biaya akomodasi yang terlalu murah.
    2. Jangan asal menggunakan WiFi gratis apalagi yang membutuhkan informasi pribadi, misal nomor rekening atau kartu kredit.
    3. Segera matikan sambungan telepon yang menanyakan data pribadi.
    4. Waspada copet terutama saat berada di keramaian dengan berbagai modus operasi. Misal pura-pura mendorong, mencari barang, atau menumpahkan minuman.
    5. Cek kembali bukti pembelian barang sebelum membayar dan uang kembalian jika membeli dengan uang cash.
    6. Bawa uang cash sesuai kebutuhan dalam berbagai nilai.
    7. Bawaan pribadi wajib diurus dan dibawa sendiri untuk menghindari kehilangan. Para turis wajib hati-hati selama dalam perjalanan.
    8. Jangan tidur di kendaraan umum.
    9. Jangan gunakan taksi gelap atau kendaraan apapun yang menawarkan biaya lebih rendah. Penumpang biasanya dibawa ke rute yang lebih jauh sehingga ongkos makin mahal.
    10. Jangan lekas tergiur pada restoran yang menawarkan menu terlalu murah, enak, dengan banyak layanan.
    11. Pastikan hanya membeli souvenir dengan label harga.

    Dengan banyaknya risiko pemalakan, turis sebaiknya merencanakan lebih dulu perjalanannya. Termasuk turis yang akan berwisata ke Pantai Mandorak, NTT. Itinerary dan semua akomodasi bisa lebih dulu dipesan sehingga para turis tidak perlu kebingungan selama berwisata.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Libur Akhir Pekan di Tanjung Lesung, Ini 5 Destinasinya



    Pandeglang

    Untuk suasana yang berbeda, traveler bisa menghabiskan libur akhir pekan di Tanjung Lesung. Berikut 5 pilihan destinasinya:

    Berlokasi di pesisir provinsi Banten, Tanjung Lesung jadi destinasi yang kerap disambangi traveler dari ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

    Tanjung Lesung memiliki pantai dan wisata lain yang menarik dan cocok untuk segala usia. Berikut beberapa pilihan destinasinya:


    1. Lalassa Beach Club

    Yang pertama ada Lalassa Beach Club, sebuah pusat kegiatan olahraga air dan darat di Pantai Lalassa. Di sini traveler bisa menjajal berbagai kegiatan wisata air atau darat yang seru, baik untuk perorangan maupun keluarga.

    Traveler bisa mencoba main jetski, stand up paddle board, glass kayaking, banana boat, donat boat, snorkeling, diving, hingga glass bottom trip. Jika tidak mau basah-basahan, traveler bisa seru-seruan naik all-terrain vehicle atau ATV maupun sepeda.

    2. Pantai Lalassa

    Selanjutnya ada Pantai Lalassa, dimana traveler bisa menghabiskan waktu untuk main air dan pasir, melihat sunset romantis, hingga duduk di bangku sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang sejuk.

    Tidak perlu khawatir perut lapar atau haus di pantai ini, karena di sekitar pantai Lalassa ada restoran Candini yang menyediakan beragam menu seafood hingga minuman menyegarkan seperti es kelapa atau aneka jus buah-buahan.

    3. Pantai Bodur

    pantaipantai Bodur di Tanjung Lesung Foto: (Randy/detikTravel)

    Pantai lain yang bisa traveler sambangi adalah pantai Bodur. Pantai ini memiliki pasir putih nan lembut, air laut yang jernih, dan langit yang biru.

    Pantai ini juga direkomendasikan untuk melihat sunset. Traveler akan melihat matahari bulat sempurna berukuran lebih besar dari biasanya dengan latar gradasi langit berwarna jingga yang perlahan hilang bersamaan dengan matahari yang tenggelam.

    4. Mongolian Culture Center

    Di Tanjung Lesung juga ada Mongolian Culture Center, pusat kebudayaan Mongolia pertama di Asia Tenggara. Di sini traveler bisa mengenal budaya Mongolia dengan lebih dekat.

    Pantai Tanjung LesungMongolian Cultural Center Foto: Aris Rivaldo/detikcom

    Banyak aktivitas menarik yang bisa dicoba di sini, mulai dari melihat dan memasuki tenda khas Mongol yang identik dengan kehidupannya nomaden, foto pakai kostum orang Mongolia hingga latihan memanah.

    5. Penangkaran Penyu

    Terakhir, traveler bisa main-main ke tempat penangkaran penyu di Tanjung Lesung. Destinasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

    Si kecil bisa diajak untuk mengenal cara melestarikan penyu, melihat aneka jenis penyu, hingga memegang dan berfoto langsung dengan penyu muda maupun tukik (anak penyu).

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com