Tag: layanan

  • 5 Penyebab Muncul Pesan ‘Nomor yang Anda Tuju Tidak Dapat Dihubungi’

    Jakarta

    Ketika menelepon seseorang, pasti pernah mendengar pesan, “Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi”. Apa sebabnya ya?

    Detikers tentu jengkel saat mendengar pemberitahuan tersebut, terlebih jika ada keperluan mendesak dengan pemilik nomor. Sesuai pemberitahuannya, nomor yang detikers panggil sedang tidak dapat menerima panggilan dan ini bisa disebabkan karena sejumlah alasan. Apa itu?

    Kenapa Nomor yang Dituju Tidak Dapat Dihubungi?

    Ada sejumlah alasan mengapa nomor yang dituju tidak tersambung saat ditelepon. Mengutip Mobile Tech Addicts, berikut di antaranya:


    1. Koneksi Jaringan Buruk

    Jaringan yang buruk dianggap sebagai alasan paling umum nomor tidak dapat dihubungi. Hal ini bisa terjadi jika detikers atau pemilik kontak berada di area dengan cakupan jaringan yang tidak stabil. Tidak hanya sulit menelepon, saat mengalami situasi ini akan sulit menerima telepon masuk serta mengirim pesan.

    2. Pemilik Mematikan Ponselnya

    Ketika pemilik nomor tersebut mematikan handphone (HP), maka otomatis kamu tidak bisa menghubunginya Apabila terjadi hal seperti ini dan detikers mempunyai keperluan mendesak, maka bisa kirimkan pesan teks ke kontak itu. Pesan akan sampai saat pemilik menyalakan kembali ponselnya.

    3. Nomor Diblokir

    Apabila kamu terus-menerus menelepon suatu nomor selama beberapa tapi tak kunjung tersambung, bisa jadi kontak tersebut memblokir nomormu. Jika benar demikian, tidak ada cara yang dapat dilakukan agar panggilan terhubung kecuali pemilik nomor membuka blokir.

    Namun untuk memastikan apakah kontakmu benar diblokir atau tidak, detikers bisa mengkonfirmasinya dengan menghubungi nomor itu menggunakan nomor lain.

    4. Nomor Tidak Aktif

    Pemberitahuan nomor tidak bisa dihubungi juga bisa terdengar ketika kontak tersebut sudah tidak lagi dalam layanan atau tidak aktif. Kondisi ini dapat disebabkan pemilik nomor tidak membayar tagihan dalam jangka waktu lama sehingga sambungannya diputus. Bisa juga karena nomornya tidak diisi pulsa hingga melewati masa tenggang dan akhirnya tidak aktif.

    5. Mengaktifkan Mode Pesawat

    Nomor menjadi tidak bisa dihubungi juga bisa karena mengaktifkan mode pengaturan seperti mode pesawat atau mode jangan ganggu secara tidak sengaja. Coba periksa pengaturan ponselmu untuk menonaktifkannya. Jika kontak yang dituju masih tidak dapat ditelepon, maka mungkin pemilik nomor yang mengaktifkan mode tersebut.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Nomor yang Dituju Tidak Dapat Dihubungi?

    Ketika mendapati pesan ‘nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi’ saat menelepon seseorang, maka detikers bisa lakukan hal-hal berikut:

    1. Tunggu Sebentar

    Detikers dapat menunggu sebentar jika kontak yang dimaksud tidak bisa dihubungi. Hal ini karena boleh jadi pemilik nomor itu sedang berada di lokasi dengan koneksi jaringan buruk. Namun apabila kamu yang berada di area tersebut, maka detikers bisa berpindah tempat sebentar lalu coba melakukan panggilan ke kontak itu lagi.

    2. Mengirim Pesan

    Jika ada keperluan mendesak, kirimlah pesan meski kontak tidak dapat dihubungi. Pesan teks biasanya akan masuk apabila ia kembali menyalakan ponsel maupun data internetnya. Bisa juga menghubungi pemilik nomor melalui media sosial, karena saat ia online dan membuka jejaring sosialnya maka pesanmu dapat terlihat.

    3. Periksa Daftar Blokir

    Apabila kontakmu tidak diblokir oleh pemilik nomor yang dituju, bisa jadi kamulah yang memblokirnya. Maka dari itu, coba periksa pengaturan telepon detikers untuk memastikan apakah kamu memblokir nomor tersebut secara sengaja atau tidak.

    Nah, itu tadi alasan terdengar ‘nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi’ saat menelepon seseorang. Semoga jadi informasi membantu!

    (azn/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Mengembalikan Chat Whatsapp yang Terhapus Permanen


    Jakarta

    Pengguna WhatsApp kerap kali menghapus pesan tanpa sengaja. Berikut cara untuk mengembalikan pesan tersebut.

    Chat pada WhatsApp dapat dihapus untuk pengirim, maupun untuk semua orang dalam chat tersebut. Jika pengguna tidak sengaja menghapus chat, pesan tersebut akan hilang dan tidak dapat muncul kembali.

    Untuk mengatasi hal tersebut, berikut beberapa cara untuk mengembalikannya:


    1. Batalkan Hapus Pesan

    Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengurungkan atau membatalkan fitur itu. Selain fitur menghapus, WhatsApp juga menghadirkan fitur mengembalikan chat yang tidak sengaja dihapus.

    Namun, cara ini hanya dapat dilakukan jika menghapus pesan untuk pengirim saja. Setelah klik ‘hapus untuk saya’, Anda akan melihat opsi mengembalikan atau ‘undo’.

    2. Google Drive

    Anda dapat mengembalikan pesan menggunakan Google Drive. Layanan berikut akan memulihkan chat melalui cadangan yang sudah dibuat sebelumnya.

    Jadi pastikan Anda sudah membuat cadangan chat di Google Drive untuk bisa melakukannya. Berikut cara mengembalikan chat melalui Google Drive:

    • Hapus aplikasi WhatsApp.
    • Install ulang dengan mengunduhnya.
    • Login akun dan selesaikan proses verifikasi akun.
    • Setelah itu, akan muncul opsi memulinkan data dari Google Drive.
    • Klik menu pulihkan data.
    • Tekan opsi ‘Lanjut’ dan seluruh chat yang terhapus akan muncul kembali.

    Nah, di atas adalah beberapa tips untuk mengembalikan pesan WhatsApp yang tidak sengaja terhapus. Semoga membantu!

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fyk/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 88,20 Sangat Memuaskan



    Jakarta

    Badan Pusat Statistik hari ini mengumumkan hasil survei indeks kepuasan Jemaah haji Indonesia (IKJHI) tahun 2024 atau 1445 Hijriah. Berdasarkan survei dengan melibatkan 14.400 responden didapat hasil IKJHI 2024 sebesar 88,20.

    “Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia tahun 2024 mencapai 88,20. Secara umum, Jemaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang diberikan oleh pemerintah secara sangat memuaskan,” kata Direktur Sistem Informasi Statistik Badan Pusat Statistik, Joko Parmiyanto, Jumat 20 September 2024 di Jakarta.

    Nilai IKJHI 2024 mengalami kenaikan dibandingkan indeks tahun 2023 yakni 85,83. Tahun ini tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia tertinggi dicapai oleh daerah kerja atau satuan operasi Bandara, dengan nilai indeks sebesar 90,83. Sementara jenis layanan dengan nilai IKJHI tertinggi adalah layanan transportasi bus shalawat, dengan nilai indeks sebesar 91,61


    Menurut Joko survei kepuasan haji BPS dilakukan dengan metode pengumpulan data melalui kuisioner secara mandiri (self Enumeration). Dalam kuisioner ini Jemaah menilai berdasarkan persepsi tentang kualitas berbagai pelayanan yang diterima.

    Selain kuisioner dilakukan juga wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data kualitatif yang akan memperkaya informasi. Wawancara juga dimaksudkan untuk mengamati fasilitas dan proses pelayanan yang diterima Jemaah.

    Survei dilakukan dengan menggunakan sampel 14.400 Jemaah yang terbagi dalam dua gelombang, gelombang pertama 6.400 Jemaah dan gelombang kedua 8.000 Jemaah. Pengambilan sampel dilakukan di 7 titik pengamatan yakni Bandara Madinah kedatangan, Bandara Jedah kedatangan, Madinah Gelombang 1, Makkah Pra Armuzna, Armuzna, Makkah pasca Armuzna dan Madinah gelombang 2.

    Jenis pelayanan yang disurvei meliputi pelayanan petugas haji, pelayanan ibadah, pelayanan transportasi, akomodasi, pelayanan konsumsi dan pelayanan lainnya. Unsur survei kepuasan antara lain kemampuan petugas, pembinaan, informasi dan komunikasi, jaminan dan keamanan, bukti nyata, kesiapan atau cepat tanggap dan tepat Waktu, perlindungan, akses, kemudahan memperoleh pelayanan dan dapat dipercaya, serta sikap keramahan dan kepedulian.

    Joko memastikan bahwa survei BPS ini independen, tidak ada intervensi apapun dari Kementerian Agama. BPS, kata dia, tidak ada tendensi apapun dengan survei indeks kepuasan Jemaah haji Indonesia 2024.

    “Kami melakukan metode khusus yang bisa di-challenge. Bagaimana sebelum pengumpulan sampel, sebelum tim ke lapangan kami minta data ke Siskohat (Sistem komputerisasi Haji Terpadu),” tegas Joko.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com