Tag: Lazarus Group

  • Kelar Cuci Ethereum, Lazarus Group Kuasai 6.706 BTC

    Analisis blockchain dari Arkham Intelligence mengungkap bahwa kelompok peretas Lazarus Group telah menyelesaikan pencucian ethereum (ETH) yang diperoleh dari peretasan Bybit.

    Sebagian besar dana hasil kejahatan ini telah dikonversi menjadi bitcoin (BTC), dengan total kepemilikan mencapai 6.706 BTC.

    Dari 57 akun yang diperiksa, kelompok hacker asal Korea Utara itu diketahui telah menghabiskan hampir seluruh saldo awal mereka sebanyak 499.000 ETH.

    Saat ini, hanya tersisa 0,1991871 ETH atau sekitar $432 dalam akun mereka. Konversi besar-besaran ke BTC ini menjadi indikasi bahwa kelompok tersebut telah berhasil mencuci dana mereka melalui berbagai transaksi.

    Lazarus Group dan Aliran Dana Tak Terlacak

    Arkham Intelligence juga melaporkan bahwa platform Thorchain telah memproses lebih dari $5,5 miliar dalam volume transaksi sejak serangan terhadap Bybit pada 21 Februari 2025 lalu.

    Sebagian besar dana tersebut kini telah berpindah ke BTC, dengan transaksi yang dilakukan melalui jaringan alamat yang belum teridentifikasi oleh regulator.

    BitcoinNews melaporkan pada Rabu (5/3) bahwa Pada 4 Maret 2025 pukul 15:30 ET, kepemilikan bitcoin Lazarus Group melonjak menjadi 6.706 BTC, dengan nilai sekitar $591 juta.

    Meskipun jumlah aset mereka saat ini turun menjadi $619,5 juta dari $919 juta dua hari sebelumnya, peretas ini tetap aktif melakukan transaksi.

    ETH Masih Beredar dalam Jaringan Lazarus Group

    Meskipun sebagian besar ETH telah dikonversi ke BTC, jaringan dompet Lazarus Group yang berisi lebih dari 70 akun masih menyimpan sekitar 10.690 ETH.

    Dana ini terus bergerak, dengan puluhan transaksi keluar yang tercatat dalam dua minggu terakhir.

    Sayangnya, belum diketahui secara pasti alasan utama peretas ini beralih ke BTC, tetapi faktor likuiditas kemungkinan menjadi alasan utama di balik keputusan mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cuci Dana $26 Juta dari Bybit, Lazarus Group Rilis Meme Coin

    Lazarus Group, kelompok peretas asal Korea Utara, kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan meme coin bernama QinShihuang.

    Cryptopolitan mengabarkan pada Senin (24/2) bahwa koin ini digunakan untuk mencuci dana sebesar $26 juta (Rp 423 miliar) yang mereka curi dari bursa kripto Bybit.

    Dengan memanfaatkan platform Pump Fun, mereka menciptakan transaksi yang sulit dilacak.

    Di sisi lain, peneliti blockchain, ZachXBT, mengungkap bahwa peretas ini pertama kali mengirim 60 SOL ke dompet lain sebelum meluncurkan setengah juta token QinShihuang.

    Dalam waktu tiga jam, volume transaksi token ini mencapai $26 juta (Rp 423 miliar), yang menunjukkan adanya manipulasi pasar dalam jumlah besar.

    Sembunyikan Jejak dengan Teknik Canggih

    Setelah mendapatkan USDC yang dicuri dari Bybit, Lazarus Group lantas memindahkannya ke Binance Smart Chain (BSC) melalui beberapa dompet.

    Dana ini kemudian dibagi menjadi lebih dari 30 alamat, sebelum akhirnya dikonsolidasikan kembali ke satu dompet utama. Teknik ini bertujuan untuk menyulitkan pelacakan transaksi oleh peneliti blockchain.

    Dalam melancarkan aksinya, Lazarus Group tidak hanya menggunakan transaksi biasa, tetapi juga menukar meme coin kecil yang mereka terima secara acak menjadi SOL.

    Mereka lalu menggunakan Pump Fun untuk memperdagangkan meme coin, untuk menciptakan ilusi transaksi sah dan akhirnya membersihkan dana hasil curian.

    Kritik Terhadap Platform DeFi

    Akibat kebocoran ini, CEO Helius Labs, Mert, mengkritik platform seperti Pump Fun yang tidak memiliki sistem filter untuk mencegah pencucian uang.

    Ia juga membandingkannya dengan layanan email seperti Gmail besutan Google yang dapat memblokir pengirim berbahaya, sementara banyak aplikasi DeFi masih membiarkan transaksi dari dompet berisiko tinggi.

    Sialnya, aksi yang dilakukan Lazarus Group bukan yang pertama kalinya. Dalam investigasi lanjutan, para peneliti menyebutkan bahwa sindikat peretas asal Korea Utara itu telah beberapa kali menggunakan teknik serupa.

    Mereka sebelumnya meluncurkan meme token lain di Pump Fun untuk tujuan pencucian uang. Firma keamanan SlowMist juga mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan platform mixing seperti eXch untuk mengubah dana curian menjadi aset yang lebih sulit dilacak, seperti Bitcoin dan Monero.

    Sementara itu, Arthur Hayes yang merupakan salah satu pendiri BitMEX, sempat meminta Vitalik Buterin untuk mempertimbangkan rollback Ethereum guna mengembalikan dana Bybit yang dicuri.

    Namun, komunitas kripto menentang ide tersebut, mengingat rollback sebelumnya yang dilakukan saat peretasan DAO tahun 2016 menimbulkan kontroversi besar.

    Implikasi bagi Masa Depan Keamanan Kripto

    Meskipun rollback tidak mungkin dilakukan di Ethereum saat ini, kasus ini kembali memicu perdebatan tentang keamanan blockchain dan perlunya regulasi yang lebih ketat.

    Beberapa jaringan blockchain yang lebih kecil telah berhasil melakukan rollback setelah serangan, tetapi untuk jaringan besar seperti Ethereum dan Bitcoin, ini sangat sulit dilakukan.

    Menanggapi kasus peretasan Bybit, komunitas kripto secara luas mengecam taktik Lazarus, serta menyoroti kurangnya sistem keamanan di platform DeFi.

    Binance dan platform lain sebelumnya telah mengambil langkah untuk membatasi dompet yang terkait dengan Lazarus, tetapi pencucian dana melalui metode yang semakin canggih tetap menjadi tantangan besar.

    Dengan demikian, kemunculan meme coin QinShihuang menunjukkan bagaimana kelompok peretas terus mengembangkan metode baru untuk mencuci uang dalam skala besar.

    Dengan semakin canggihnya teknologi blockchain, tantangan bagi regulator dan peneliti keamanan, khususnya di dunia kripto, juga semakin meningkat.

    Ke depannya, transparansi dan sistem keamanan yang lebih ketat sangat diperlukan untuk mengatasi ancaman serupa.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lazarus Group: Dalang di Balik Peretasan Bybit Senilai $1,4 Miliar

    Lazarus Group kembali mengguncang industri kripto dengan salah satu peretasan terbesar dalam sejarah. Pada hari Sabtu (22/2) lalu, platform bursa kripto Bybit mengalami serangan siber yang menyebabkan hilangnya aset kripto senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini sontak menciptakan kepanikan di seluruh ekosistem kripto, dengan para ahli dan analis keamanan siber berusaha mengungkap dalang di baliknya.

    Lazarus Group dan Jejak Digitalnya

    Tak butuh waktu lama hingga seorang penyelidik independen, ZachXBT, berhasil mengungkap jejak yang mengarah pada kelompok peretas terkenal, Lazarus Group, yang diduga berasal dari Korea Utara.

    Dilaporkan Coinfomania, kelompok ini telah lama dikenal sebagai salah satu ancaman terbesar di dunia siber, dengan rekam jejak peretasan terhadap berbagai platform keuangan, termasuk bank dan bursa kripto.

    Dalam investigasinya, ZachXBT menemukan pola khas yang digunakan oleh Lazarus Group, termasuk metode pencucian dana serta penggunaan alamat dompet yang sama untuk beberapa serangan sebelumnya.

    Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa mereka tidak hanya menyerang Bybit tetapi juga platform Phemex beberapa hari sebelumnya. Aksi mereka semakin terstruktur dengan penggunaan alamat pencurian awal yang sama untuk mengumpulkan dana dari kedua peretasan tersebut.

    Metode Operasi Lazarus Group

    Ilustrasi Bybit.
    Ilustrasi Bybit.

    Lazarus Group dikenal menggunakan berbagai teknik canggih dalam serangan sibernya. Mereka kerap melakukan transaksi uji sebelum melancarkan serangan utama, melacak kelemahan dalam sistem keamanan, serta menggunakan dompet yang saling terhubung untuk mencuci dana hasil kejahatan mereka.

    Bukti tambahan dari investigasi menunjukkan bahwa kelompok ini diduga mendapat dukungan dari pemerintah Korea Utara, menjadikannya ancaman global bagi industri keuangan digital.

    Dampak Besar bagi Dunia Kripto

    Peretasan yang dilakukan Lazarus Group menimbulkan kekhawatiran besar terhadap sistem keamanan di industri aset digital. Dengan meningkatnya frekuensi serangan siber terhadap bursa kripto, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aset digital masih rentan terhadap ancaman serius dari kelompok peretas yang disponsori negara.

    Lebih dari sekadar peretasan biasa, insiden ini juga menyoroti kenyataan bahwa dunia kripto kini berada di garis depan peperangan digital global. Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah regulator, seperti SEC dan lembaga keamanan lainnya, akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dana investasi kripto atau apakah dunia harus bersiap menghadapi lebih banyak serangan di masa depan.

    Satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh industri bahwa keamanan harus selalu menjadi prioritas utama dalam ekosistem aset digital yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com