Tag: lebaran 2024

  • Cara Menggunakan Google Maps untuk Motor, Jangan Nyelonong ke Jalan Tol

    Jakarta

    Bagi pemudik sepeda motor yang menggunakan Google Maps untuk pulang kampung, ada baiknya simak tips-tips berikut ini. Jangan sampai, detikers malah nyasar masuk ke jalan tol saat dalam perjalanan.

    Aplikasi navigasi ini dirancang untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi dan alamat lokasi tujuan. Google Maps menyediakan berbagai informasi, seperti jarak tempuh hingga status kepadatan lalu lintas.

    Meskipun demikian, seringkali pengguna masih kesulitan menemukan rute yang tepat, terutama para pengendara sepeda motor yang kadang-kadang secara tidak sengaja masuk ke jalan tol. Situasi tersebut dapat menjadi sangat berbahaya bagi pengguna dan pengguna jalan lainnya.

    Yuk, simak cara menggunakan Google Maps khusus untuk pengendara sepeda motor agar terhindar dari masuk ke jalan tol dan tersesat saat melakukan perjalanan.


    Cara Pakai Google Maps untuk Pemudik Sepeda Motor

    1. Buka Aplikasi Google Maps

    Pertama-tama, buka aplikasi Google Maps di ponselmu. Pastikan ponselmu terhubung dengan jaringan internet sebelum melanjutkan.

    2. Pilih Lokasi Tujuan

    Pastikan untuk mengetik nama lokasi tujuan dalam kolom pencarian setelah memastikan dengan cermat lokasi saat ini dan tujuan yang diinginkan. Ingat ya detikers, perhatikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan alamat.

    Selain itu, pilih tampilan satelit untuk mempermudah saat melihat rute menuju lokasi yang diinginkan. Dengan tampilan satelit, pengguna dapat dengan jelas melihat rute yang akan diambil beserta kontur topografi atau bangunan di sepanjang jalanan.

    3. Pilih Direction

    Setelah kamu menemukan lokasi yang ingin dituju. Nantinya Google Maps akan membuat rute menuju tujuan yang kamu inginkan.

    4. Wajib Pilih Ikon Motor

    Ingat ya detikers untuk tetap berhati-hati, dan pastikan untuk memilih rute dengan cermat. Pastikan rute yang dipilih sesuai dengan moda transportasi yang digunakan. Jika detikers menggunakan sepeda motor, klik ikon sepeda motor di aplikasi Google Maps. Dengan cara ini, detikers akan mendapatkan rekomendasi rute tercepat dan terbaik untuk sepeda motor, dan dihindarkan dari rute jalan tol.

    Selain itu, detikers dapat menyesuaikan opsi rute dengan mengklik titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih opsi rute. Di sana, tersedia beberapa pilihan untuk menghindari jalan tol, jalan raya, atau feri.

    Dengan memilih opsi rute tersebut, Google Maps akan mengatur rute kamu sesuai dengan preferensi detikers. Misalnya, jika kamu ingin menghindari jalan tol, cukup pilih opsi untuk menghindari jalan tol, dan Google Maps akan menyesuaikan rute Anda tanpa melalui jalan tol.

    5. Evaluasi Rute yang Dipilih

    Sebaiknya tidak terburu-buru berangkat, namun perhatikan dengan seksama dan evaluasi rute yang telah detikers pilih. Rute tercepat umumnya ditandai dengan warna biru, sementara rute alternatif akan ditampilkan dengan warna abu-abu. Kamu juga dapat memeriksa kondisi lalu lintas di sepanjang rute, yang ditunjukkan dengan warna merah.

    6. Fokus dan Ikuti Rute Peta

    Setelah kamu yakin untuk memulai perjalanan, klik tombol mulai untuk memulai navigasi. Perhatikan dengan seksama dan ikuti rute yang telah direkomendasikan oleh Google Maps.

    Selama perjalanan, pastikan untuk mematuhi semua aturan lalu lintas. Hindari perilaku yang melanggar aturan seperti melawan arus, karena hal itu dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

    7. Apabila Ragu, Bertanyalah!

    Jika kamu merasa ragu karena merasa rute yang diambil terasa menyesatkan, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada penduduk sekitar untuk memastikan bahwa kamu berada di jalur yang benar.

    Demikianlah cara menggunakan aplikasi Google Maps untuk pengendara sepeda motor. Sekarang detikers dapat melakukan perjalanan tanpa khawatir tersesat atau masuk ke jalan tol. Namun, perlu diingat bahwa meskipun aplikasi ini mudah digunakan, tetaplah berhati-hati dan teliti. Selamat mencoba, dan selalu hati-hati di jalan!

    *Artikel ini ditulis oleh Mohammad Frizki Pratama, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Link Lihat CCTV Jalur Mudik Supaya Tidak Terjebak Macet

    Jakarta

    Momen mudik lebaran seringkali diwarnai dengan kemacetan. Namun, untuk mengatasi hal tersebut, pemudik kini dapat memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV online.

    Website seperti Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol, dan aplikasi seperti Travoy telah menyediakan layanan CCTV untuk jalan tol. Begitu Kementerian Perhubungan juga menawarkan pemantauan melalui CCTV untuk jalan non tol.

    Pemudik dapat mengakses CCTV online melalui berbagai sumber, termasuk Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub. Di sana, pemudik dapat memilih jalur yang akan digunakan dan memantau situasi lalu lintas secara langsung. Selain itu, situs Bina Marga juga menyediakan layanan serupa dengan fokus pada jalan non tol.


    Meskipun cakupannya tidak seluruh wilayah, layanan CCTV online ini tetap sangat membantu bagi pemudik, terutama di Jawa Barat dan sekitarnya. Selain itu, aplikasi Tol Kita dan Travoy juga memberikan akses kepada pemudik untuk memantau arus mudik di jalan tol.

    Dengan demikian, para pemudik kini memiliki beragam opsi untuk memantau kondisi lalu lintas secara online dan memilih rute yang paling lancar untuk perjalanan mudik mereka.

    detikINET pun sudah merangkum beberapa website dan aplikasi apa saja yang dapat berguna untuk pemudik. Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya detikers!

    1. Bina Marga

    • Kunjungi situs CCTV dari Bina Marga menggunakan tautan https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_mudik#cctv
    • Pilih opsi menu untuk CCTV non tol setelah masuk ke situs tersebut.
    • Setelah itu, detikers akan dialihkan ke Live CCTV dari situs RTTMC yang merupakan milik Kemenhub.
    • Perlu diketahui bahwa cakupan CCTV RTTMC Kemenhub terbatas hanya pada pemantauan arus mudik di Jawa Barat dan sekitarnya. Jangkauannya terjauh hanya sampai Comal di Pemalang, Ketanggungan di Bumiayu, Karanganyar, dan Terminal Semarang. Meskipun demikian, layanan ini tetap sangat membantu.

    2. BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol)

    3. Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub

    • Kunjungi situs Live CCTV dari Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Kemenhub melalui tautan http://rttmc.dephub.go.id/rttmc/livecctv
    • Setelah mengakses link tersebut, Anda akan diarahkan ke halaman Live CCTV.
    • Pilih jalur mudik yang ingin Anda amati, dengan opsi yang mencakup jalur utara, tengah, selatan, dan barat.
    • Selain itu, detikers juga dapat memantau situasi terminal dan kondisi jalan raya menggunakan drone.
    • Setelah memilih jalur mudik, lanjutkan dengan memilih kamera CCTV yang ingin Anda pantau sesuai dengan nama yang tertera.
    • Anda dapat memantau dan mengamati kondisi area jalan raya secara langsung menggunakan CCTV secara real-time dari lokasi yang Anda pilih.

    4. Aplikasi Tol Kita

    • Unduh aplikasi Tol Kita yang disediakan oleh BPJT dari Play Store atau App Store.
    • Setelah mengunduh, buka aplikasi Tol Kita dan navigasikan ke menu ‘CCTV’.
    • Pilih kamera CCTV yang ingin dipantau di ruas jalan tol yang Anda tuju.
    • Secara langsung, Anda akan dapat melihat siaran live dari CCTV yang menampilkan arus mudik di jalan tol.

    5. Aplikasi Travoy

    • Unduh aplikasi Travoy yang disediakan oleh Jasa Marga melalui Play Store atau App Store.
    • Setelah mengunduh, buka aplikasi Travoy dan navigasikan ke opsi menu ‘CCTV’.
    • Pilih kamera CCTV yang ingin Anda pantau di ruas jalan tol yang dituju.
    • Dengan demikian, Anda akan dapat melihat siaran live dari CCTV yang menampilkan arus mudik di jalan tol.

    Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Saran Dokter Gizi agar Body Nggak ‘Lebaran’ di Momen Lebaran


    Jakarta

    Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat. Meskipun mengandung gula, lemak, dan garam tinggi, ahli gizi menegaskan bahwa tetap menikmati makanan enak saat hari raya tidak akan merusak diet bagi yang menjalankannya.

    “Sebenarnya, tidak ada satu yang membuat diet menjadi lebih baik atau yang merusak. Jadi gini, mindset-nya diet itukan bukan berarti nggak makan, diet itukan artinya justru pengaturan pola makan,” ungkap spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, SpGK, M.Kes saat dihubungi detikcom.

    Saat Lebaran, wajar untuk menikmati makanan khas seperti ketupat, opor, kue kering, dan hidangan lainnya. Namun, penting untuk tetap mindful. Artinya, perlu sepenuhnya menyadari makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.


    “Tetep mindful itu bukan berarti ‘cheating’, kalau cheating kayanya mindsetnya oh bisa bebas nih makan apa aja dan seberapa banyak, banyak-banyak terserah, mungkin makannya apa aja minumnya apa aja, nah nggak bisa,” jelas dr Diana.

    “Nah tetep mindful artinya apa, oke kita tahu sebenarnya seberapa banyak sih yang diperlukan oleh tubuh,” imbuhnya.

    “Tadi kalau misalnya makanan tinggi santan segala macem ya mindful aja, makan sesuai dengan porsi yang tadi tapi ngerasa cukup, ya udah kalau udah siang tadi makan santan dengan ketupat dan sebagainya, ya kalau bisa malem ya bening-bening,” pungkasnya.

    Penting untuk tetap menjaga pola makan dan hindari konsumsi makanan lebaran secara berlebihan. Selain itu juga harus mindful atau memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Baju Lebaran yang Penting Halalnya Bukan Mahalnya



    Jakarta

    Lebaran hanya tinggal menghitung hari. Biasanya, jelang Idul Fitri umat Islam berbondong-bondong membeli baju baru untuk di hari raya.

    Tak jarang, sebagian dari mereka membeli pakaian yang mahal agar terlihat mempesona saat lebaran. Berkaitan dengan itu, Nasaruddin Umar dalam detikKultum detikcom turut menjelaskan terkait hal ini.

    “Kenapa harus pakai yang mahal? Allah tidak memandang pakaian mahal, tapi yang paling bersih. Bersih perolehannya, bersih juga zatnya. Kadang-kadang bersih itu susah,” katanya dalam detikKultum yang tayang Minggu (8/4/2024).


    Menurutnya, pakaian lebaran tidak perlu mahal. Yang terpenting, cara memperoleh pakaian tersebut halal dan bersih zatnya dari kotoran serta najis.

    Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyarankan kaum muslimin memakai pakaian warna putih atau ada yang nuansa putihnya.

    Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umat Islam untuk memakai pakaian terbaik yang dimilikinya. Dari Al-Hasan bin Ali RA (cucu Rasulullah SAW), ia berkata:

    “Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan menyembelih kurban hewan termahal yang mampu kami sediakan.” (HR AI-Hakim)

    Selain pakaian baru, hendaknya umat Islam merayakan Idul Fitri dengan suasana batin yang bersih pula.

    “Saya ingin betul-betul bapak ibu sekalian mempersiapkan suasana batin yang bersih dengan pakaian yang baru tapi bersumber dari yang halal,” pungkasnya.

    Selengkapnya detikKultum Nasaruddin Umar dapat ditonton Di SINI. Kultum Prof Nasaruddin Umar ini tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04.20 WIB.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Larangan Puasa 1 Syawal, Ini Dalil Hadits dan Alasannya


    Jakarta

    Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal adalah satu dari dua hari raya umat Islam. Rasulullah SAW melarang puasa pada hari tersebut.

    Larangan puasa 1 Syawal disebutkan dalam sejumlah hadits sebagaimana dikeluarkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya. Salah satunya dari Abu ‘Ubaid. Saat itu, ia mengikuti salat Id bersama Umar bin Khaththab RA lalu dia berkata,

    هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَالْيَوْمُ الْآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ.


    Artinya: “Dua hari ini hari yang dilarang Rasulullah untuk berpuasa, yaitu Hari Raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa (Ramadan) dan hari raya lain setelah manasik kalian.”

    Dalam redaksi lain dikatakan, Umat salat sebelum khotbah. Kemudian dia berkhotbah di hadapan manusia dengan menyatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang kalian berpuasa di dua hari raya ini. Yang pertama hari kalian berbuka (1 Syawal) setelah berpuasa (Ramadan). Sedangkan hari berikutnya adalah hari kalian memakan daging kurban kalian.”

    Abu Said Al-Khudri turut meriwayatkan hal serupa. Ia berkata,

    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا صَوْمَ فِي يَوْمَيْنِ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى.

    Artinya: “Rasulullah bersabda, ‘..dan tidak patut berpuasa pada dua hari tertentu, yakni Hari Idul Fitri dan Hari Adha’.”

    Larangan puasa 1 Syawal juga disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Umar yang berbunyi,

    عَنْ زِيَادِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ رَجُلٌ نَذَرَ أَنْ يَصُومَ يَوْمًا قَالَ أَظُنُّهُ قَالَ الاِثْنَيْنِ فَوَافَقَ ذَلِكَ يَوْمَ عِيدٍ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ أَمَرَ اللَّهُ بِوَفَاءِ النَّذْرِ وَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ هَذَا الْيَوْمِ.

    Artinya: “Ziyad bin Jubair berkata, ‘Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar dan mengatakan bahwa dirinya pernah bernazar untuk berpuasa pada suatu hari.’ Ziyad bin Jubair berkata, ‘Aku mengira dia berkata hari Senin, ternyata hari Id.’ Ibnu Umar berkata, ‘Allah memerintahkan untuk menepati nadzar, dan Rasulullah SAW melarang puasa pada hari ini’.”

    Hadits-hadits tersebut dihimpun dalam kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan, kitab kumpulan hadits shahih dari kitab Shahih Bukhari dan Muslim.

    Dijelaskan dalam Fiqh Puasa Wajib dan Sunnah (Syarh Kitabus Shiyaam min Bulughil Maram) karya Abu Utsman Kharisman, para ulama sepakat puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha itu adalah terlarang. Para ulama menghukumi puasa pada dua hari raya haram, baik itu puasa wajib maupun sunah.

    Alasan Larangan Puasa 1 Syawal

    Ulama Syafi’iyyah Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina menjelaskan, alasan larangan puasa 1 Syawal sebab Hari Raya Idul Fitri adalah hari untuk berbuka setelah sebelumnya berpuasa Ramadan.

    Hal itu bersandar pada perkataan Umar RA, “Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari ini (Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha). Sebab, Hari Raya Idul Fitri merupakan hari di mana kalian harus berbuka setelah puasa, sedangkan Hari Raya Idul Adha agar kalian memakan hasil ibadah kurban.” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan an-Nasa’i)

    Jadwal 1 Syawal 1445 H/2024 M

    Pemerintah RI menetapkan 1 Syawal 1445 H/2024 M jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Ketetapan ini diputuskan dalam sidang isbat penetapan awal Syawal yang digelar pada Selasa (9/4/2024) kemarin petang.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Kuburan dan Adabnya yang Perlu Dipahami Muslim


    Jakarta

    Doa masuk kuburan dibaca ketika memasuki area pemakaman. Biasanya, masyarakat muslim Indonesia melakukan ziarah kubur pada momen-momen tertentu, seperti jelang Ramadan dan Idul Fitri atau bahkan bertepatan dengan hari raya tersebut.

    Anjuran ziarah kubur dijelaskan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadits. Beliau bersabda,

    “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan, sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan kamu pada hari akhirat.” (HR Muslim)


    Mengutip buku Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual susunan Purwadi, tradisi ziarah kubur dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Kata ziarah sendiri diserap dari bahasa Arab, yaitu ziyarah yang artinya kunjungan.

    Ulama hadits Syekh Al Albani dalam kitab Ahkaamul Janaa’iz wa Bid’ihaa yang diterjemahkan A.M. Basalamah menuliskan bahwa ziarah kubur termasuk amalan yang disunnahkan.

    Dari Aisyah RA, ia berkata Nabi SAW bersabda,

    “Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

    Doa Masuk Kuburan: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, setidaknya ada sejumlah versi doa masuk kuburan. Seperti apa? Berikut bacaannya.

    1. Doa Masuk Kuburan Versi Pertama

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

    Arab latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

    Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

    2. Doa Masuk Kuburan Versi Kedua

    Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

    3. Doa Masuk Kuburan Versi Ketiga

    Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

    Adab Ziarah Kubur

    Setelah membaca doa masuk kuburan, ada sejumlah adab yang perlu diperhatikan kaum muslimin. Berikut adabnya yang dinukil dari buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa susunan Sopian Riduan.

    1. Berwudhu
    2. Membaca doa masuk kuburan
    3. Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir
    4. Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, berikut doa ziarah yang dapat dipanjatkan

      السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

      Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

      Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    5. Setelah berdoa dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah
    6. Membaca ayat-ayat pendek
    7. Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan
    8. Tidak melakukan hal yang berlebihan

    Itulah doa masuk kuburan dan adabnya yang perlu diperhatikan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com