Tag: legendaris

  • Sejak Tahun 80-an, Roti Sobek di Bakery Pasar Baru Ini Jadi Favorit


    Jakarta

    Di dalam Pasar Atom Pasar Baru, ada bakery kecil yang menawarkan beragam jenis roti. Disebut-sebut menunya sudah eksis sejak mereka buka tahun 1980-an.

    Pasar Baru tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi sejak dulu kawasan ini juga sudah dikelilingi dengan berbagai macam kuliner menarik.

    Sejumlah kuliner legendaris juga masih bisa ditemui di sini. Salah satunya adalah Bistro Bakery, bakery legendaris yang sudah ada sejak tahun 1980-an.


    Bistro Bakery merupakan bakery kecil legendaris yang lokasinya berada di dalam Pasar Metro Atom Plaza, Pasar Baru. Lokasi tepatnya ada di sekitar Food Court lantai dasar atau GF, bersebelahan dengan kedai Pondok Bakso Loncat.

    Toko rotinya memang kecil, tetapi selalu ramai pengunjung. Ketika kami menyambangi pada hari Rabu (05/06/2024) sekitar pukul 11.30, terlihat gerainya sudah diantre pembeli.

    Kami pun ikut mengatre dan membeli roti spesial yang ditawarkan Bistro Bakery. Bistro Bakery punya pilihan roti paling favorit, berupa roti sobek yang bentuknya bulat.

    Bistro BakeryBistro Bakery merupakan salah satu bakery legendaris di Pasar Baru. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut pegawai di sana, roti ini paling banyak dicari orang. Biasanya juga disebut dengan roti mahkota atau roti matahari karena bentuknya.

    Terdapat beberapa varian rasa roti sobek, tetapi favoritnya adalah roti sobek 5 rasa. Isiannya terdiri dari coklat, keju, vanilla, srikaya, kopi, dan coklat kacang. Satu roti sobek berbentuk bulat ini dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Beruntung ketika kami sampai di Bistro Bakery, stok roti sobek tersebut masih ada. Sebab, tidak lama kemudian stok roti sobek habis dan pelanggan perlu menunggu sampai roti yang baru matang.

    Bistro BakeryBistro Bakery menawarkan beberapa jenis roti tapi favoritnya adalah roti sobek. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bistro Bakery terus membuat roti dari pagi sampai tutup, pukul 19.00 WIB. Namun, tetap stoknya tidak selalu ada. Kalau memang sedang habis, pelanggan perlu menunggu roti selanjutnya.

    Kami mencoba dua jenis roti favorit di sini, yaitu roti sobek 5 rasa dan rasa coklat keju. Keduanya sama-sama dibanderol dengan harga Rp 18.000.

    Tidak seperti roti sobek pada umumnya yang berbentuk loaf panjang, tetapi di sini bentuknya bulat. Saat kami beli, kondisi rotinya masih sedikit hangat. Keduanya juga punya bentuk dan ukuran sama, hanya isiannya berbeda.

    Bistro BakeryBegini tampilan dua jenis roti sobek yang kami pesan di Bistro Bakery. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika dipotek, tekstur rotinya sangat lembut dan sedikit berserat. Adonan rotinya pun sudah punya rasa manis susu yang ringan. Rotinya juga memiliki sentuhan aroma mentega.

    Untuk roti 5 rasa, meski namanya 5 rasa, tetapi mereka datang dengan 8 potongan. Ada beberapa potongan yang punya rasa sama.

    Dimulai dari coklat yang hampir memadati adonan roti. Tekstur coklatnya seperti pasta coklat yang agak kering, dengan rasa manis yang pas.

    Untuk roti cokelat kacang, kacang nya seperti sudah dihancurkan dan menyatu dengan coklat. Rasa kacangnya lebih dominan, dengan sentuhan aroma smokey seperti kacang yang sudah disangrai.

    Jika suka yang manis, kamu akan menyukai varian vanilla. Vanillanya berbentuk vla yang teksturnya cukup pekat. Rasanya manis, dengan aroma essence yang kuat.

    Bistro BakeryBegini tekstur dan isian roti sobek varian coklat kejunya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Varian srikaya tidak boleh dilewatkan karena selai srikayanya punya rasa manis legit yang pas. Untuk varian kopi, rasa kopinya cukup kuat dengan sentuhan pahit yang tercap di lidah. Varian kopi cocok bagi mereka yang tidak begitu suka manis.

    Sedangkan kejunya menurut kami tidak begitu spesial. Diisi dengan parutan keju cukup banyak dan rasanya perpaduan antara manis dari roti dan gurih keju.

    Untuk varian roti sobek keju coklatnya diisi dengan parutan keju dan coklat yang sudah dicampur. Coklatnya lebih mendominasi baik dari tingkat kepadatan maupun rasanya. Namun, tetap terasa sentuhan rasa gurih dari keju. Kalau memang suka rasa keju coklat, bisa membeli varian ini.

    Selain roti sobek, mereka juga punya varian roti kesed isi keju separo, coklat separo, roti satuan yang isi nya ada coklat, kelapa, coklat keju, pisang coklat, pisang keju, dan masih banyak lagi. Harga roti-rotinya dibanderol mulai dari Rp 9.000 an saja.

    Kami cukup puas dengan rasa roti jadul di tempat ini. Sebab, punya adonan lembut dan rasa manis yang pas. Menurut pengalaman kami, meski roti baru dimakan beberapa hari setelah dibeli, teksturnya juga masih sangat lembut dan enak dimakan. Tertarik coba?

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kembalinya Event Lari Legendaris di Kota Hujan: Bogor 10K Siliwangi


    Cibinong

    Event lari legendaris di kota Bogor digelar lagi tahun ini dengan nama Bogor 10K Siliwangi. Begini keseruannya.

    Sejak pertama kali diadakan tahun 1981 oleh KOREM 061/ Surya Kencana, lomba lari yang dulunya bernama Bogor Siliwangi Marathon ini menjadi lomba lari 10 kilometer populer dan ditunggu.

    Event Bogor Marathon Siliwangi sempat berhenti tahun 1996, sebelum digelar lagi pada 2010. Sejak saat itu, event tersebut digelar rutin dengan format 10K, bertitel Bogor 10K Siliwangi.


    Bogor 10K Siliwangi digelar dalam rangka merayakan HUT TNI ke-80 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (12/10/2025). Ada sekitar 1.500 peserta yang hadir dan kompak memakai jersey warna hijau bertuliskan nama acara. Mereka memulai lomba pukul 05.30 WIB sambil lari seseruan bersama.

    Ini merupakan kolaborasi antara KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Kodim 0621 /Surya Kencana, dan Chibi Runners.

    Bogor 10K SiliwangiBogor 10K Siliwangi digelar di Stadion Pakansari 12 Oktober. (Foto: dok.Bogor 10K Siliwangi)

    Para peserta lari bersama menempuh lintasan penuh energi dengan udara sejuk khas Kabupaten Bogor. Rute acara Bogor 10K Siliwangi dimulai dan berakhir di dalam Stadion Pakansari melewati Kodim 0621/ Kabupaten Bogor yang steril dari kendaraan bermotor sehingga keamanan peserta terjamin.

    Tak berlebihan kalau lomba lari ini dianggap menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan prestasi olahraga dan wisatawan ke Kabupaten Bogor.

    Piagam Bersejarah

    Berbeda dari acara lari lainnya, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menjelaskan bahwa Bogor 10K Siliwangi terbilang istimewa. Selain rutenya yang unik dengan pemandangan kota Bogor, lomba lari ini juga membangkitkan romansa kenangan warga, terutama para peserta yang dulu pernah mengikuti edisi awal ajang lari ini.

    Untuk membangkitkan memori para peserta lomba yang terdiri dari berbagai kategori mulai atlet, TNI/ POLRI, pelajar sampai masyarakat umum, mereka mendapatkan piagam yang desainnya seperti piagam yang diperoleh para peserta di tahun 1990.

    “Bogor 10K Siliwangi bukan sekadar ajang lari, tapi juga ada nilai sejarah, kebersamaan, dan bangganya ini jadi bagian dari Kabupaten Bogor,” ungkap Rike.

    (mrp/ran)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Event Trail Run Terbesar Jateng! Taklukkan Jalur Legendaris MesaStila100 2025


    Jakarta

    Event tahunan yang memasuki edisi ke-15 ini akan digelar pada 4-5 Oktober 2025 dengan berlokasi di kawasan eksotis MesaStila Resort & Spa, Magelang.

    Mengusung semangat petualangan dan koneksi dengan alam, MesaStila100 dikenal luas sebagai salah satu trail run paling bergengsi dan menantang di Indonesia, dengan rute ikonik yang melintasi Gunung Andong, Gunung Kelir, dan Gunung Telomoyo di Jawa Tengah.

    Pasca pandemi dan di tengah dunia kerja yang makin serba digital, banyak dari kita yang terjebak di meja kerja selama berjam-jam. Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti stres, kelelahan kronis, hingga penurunan kebugaran tubuh. Trail running bisa jadi solusi menyeluruh, menggabungkan gerak fisik, udara segar, dan panorama alam yang menenangkan.


    MesaStila100 bukan hanya sekadar lomba. Ini adalah panggilan untuk kamu yang ingin re-connect dengan alam, menantang dirimu sendiri, sekaligus menikmati atmosfer komunitas yang suportif dan penuh semangat.

    Lima Kategori yang Disesuaikan dengan Tingkat Kemampuan

    Salah satu keunggulan MesaStila100 adalah fleksibilitas kategorinya. Kamu bisa menyesuaikan dengan tingkat kemampuan fisikmu:

    • 7K – Fun Run (EG ± 215m | COT: 2 jam)
    • 12K – Fun Run (EG ± 594m | COT: 3 jam)
    • 21K – Trail Run (EG ± 1313m | COT: 7 jam)
    • 37K – Trail Run (EG ± 2339m | COT: 11 jam)
    • 50K – Ultra Trail Run (EG ± 3542m | COT: 13 jam)

    Kategori 7K, 12K, dan 21K sangat cocok untuk kamu yang ingin mulai dari tantangan ringan hingga menengah, tanpa perlu pengalaman ekstrem. Tiket untuk kategori ini sudah bisa dibeli langsung melalui detikevent.

    Sementara untuk kamu yang sudah berpengalaman di dunia ultra trail, kategori 37K dan 50K bisa menjadi medan pembuktian diri. Namun, kamu perlu melalui proses kualifikasi terlebih dahulu melalui tautan ini, untuk memastikan kesiapan fisik dan keamanan selama race.

    Setiap peserta MesaStila100 2025 akan mendapatkan fasilitas lengkap yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik selama event. Mulai dari race jersey, BIB number, medali finisher, goodie bag, hingga air minum dan post-race refreshment tersedia untuk semua kategori. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapatkan finisher jersey eksklusif.

    Bukan hanya itu, kamu juga akan mendapatkan hasil lomba, e-sertifikat, serta dokumentasi resmi dari penyelenggara. Setelah garis finish, nikmati post-race meal dengan standar sajian resort bintang lima. Buat kamu yang berhasil mencapai podium, tersedia juga hadiah penghargaan untuk juara 1, juara 2, dan juara 3, baik pria maupun wanita.

    Dengan fasilitas ini, MesaStila100 bukan cuma soal berlari, tapi juga soal menikmati proses, pencapaian, dan kenyamanan di tengah tantangan.

    Pendaftaran resmi dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2025, sementara pengambilan racepack dilakukan pada 3-4 Oktober 2025. Dengan kuota terbatas dan antusiasme peserta yang selalu tinggi, penting untuk mengamankan slot-mu sejak dini.

    Terutama jika kamu termasuk dalam generasi aktif yang ingin mengubah gaya hidup lebih sehat, mindful, dan aktif. Trail run seperti MesaStila100 juga bisa jadi momen berkumpul dan healing bersama teman, komunitas lari, atau bahkan keluarga. Karena di balik setiap tanjakan dan turunan, ada kepuasan yang nggak bisa diukur dengan angka.

    Jangan lewatkan keseruannya, yuk ikut meriahkan MesaStila 2025 dan beli tiketnya melalui detikevent!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tiket Masih Ada! Trail Run Spektakuler Susur Jalur Legendaris di UTMM 2025


    Jakarta

    Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2025 janjikan pengalaman seru. Siap-siap bawa passion trail running kamu ke level selanjutnya!

    Setiap tahun, tren lari gunung semakin berkembang dan membentuk komunitas yang tidak hanya mengejar garis finis, tapi juga pengalaman luar biasa di setiap langkahnya. Bagi kamu yang ingin membawa passion trail running ke level selanjutnya, Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2025 bisa jadi tantangan yang layak kamu hadapi.

    UTMM 2025 hadir dengan semangat baru “Experience the Best and Most Challenging Evolution.” Artinya, kamu tidak hanya akan disuguhkan jalur yang indah dan alami, tapi juga medan yang telah ditingkatkan secara teknis dan emosional.


    Tahun ini, UTMM hadir dengan Dragontrail 100K, Muria Peak 50K, 30K, dan 15K yang menjanjikan pengalaman lari spektakuler di tengah alam liar yang penuh kejutan. Baik pendaki, pelari trail pemula, hingga ultra-runner berpengalaman akan menemukan jalur yang sesuai dengan kapasitas dan ambisi mereka.

    Tidak hanya memfasilitasi pelari elite, kamu yang baru menjajal trail run pun tetap bisa menikmati atmosfer kompetitif, fasilitas lengkap, dan keramahan komunitas. Setiap peserta akan mendapatkan race jersey, medali finisher, BIB dengan RFID, e-sertifikat, refreshment post, hingga doorprize dan foto resmi.

    Dan jika kamu mengejar podium, UTMM memberikan penghargaan untuk 5 pelari terbaik pria dan wanita di kategori 15K, 30K, dan 50K.
    Menariknya, tiket UTMM 2025 telah ditutup pada 17 Juli kemarin. Namun, karena membludaknya minat pelari dari berbagai penjuru tanah air, panitia resmi membuka kembali pendaftaran hingga 27 Juli 2025.

    Bukan hanya sekadar kompetisi, UTMM juga jadi ajang kumpul para pecinta lari trail. Komunitas, semangat solidaritas, hingga momen saling menyemangati antar pelari menjadi daya tarik yang membuat event ini selalu dirindukan setiap tahunnya.

    Tantang adrenalin kamu, menjajal jalur ekstrem, dan menjadi bagian dari UTMM 2025, segera amankan tiketmu sebelum 27 Juli! Jangan sampai menyesal hanya sampai di garis penonton.

    Beli tiketnya sekarang juga hanya di detikevent!

    (aff/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



    Jakarta

    Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

    Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

    Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


    Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

    Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

    “Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

    Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

    Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

    “Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

    Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

    “Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

    Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

    Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

    Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

    Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

    Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

    Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

    Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

    Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



    Jakarta

    Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

    Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

    1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

    Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


    Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

    Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

    2. Nasi Bali Pak Gede

    Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

    Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

    Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

    Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

    Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

    3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

    Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

    Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

    Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

    Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

    Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

    4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

    ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

    Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

    Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

    Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

    5. Soto Betawi H. Husein

    Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

    Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

    Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

    Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyantap Ragusa Ice Cream hingga Bakmi Gang Kelinci



    Jakarta

    Pasar Baru salah satu kawasan legendaris di Jakarta Pusat bisa menjadi jujugan saat libur tahun baru. Belanja, kuliner, berwisata sejarah. bisa dilakukan.

    Pasar Baru mudah dijangkau dengan transportasi umum, dekat dengan Stasiun Juanda dan Halte TransJakarta Juanda dan halte TransJakarta Pasar Baru.

    Di sinilah perpaduan nuansa Jakarta tempo dulu dengan pesona modern ibu kota. Traveler bisa berfoto dengan nuansa jadul atau pun kekinian.


    Berikut adalah rekomendasi jalan-jalan sehari di Pasar Baru:

    1. Memulai Hari dengan Es Krim Legendaris Ragusa

    ice cream Ragusa di Jakarta PusatIce cream Ragusa di Jakarta Pusat (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

    Perjalanan dimulai di Ragusa Italian Ice Cream, yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun Juanda maupun Halte TransJakarta Juanda. Setelah turun di Stasiun Juanda, traveler dapat mengikuti petunjuk keluar menuju Masjid Istiqlal dengan berjalan melalui skybridge. Ikuti jalur skybridge hingga melewati pintu masuk halte TransJakarta.

    Setelah keluar dari skybridge, belok kiri dan lanjutkan perjalanan lurus hingga tiba di Ragusa Italian Ice Cream yang berada di seberang Masjid Istiqlal. Es krim yang telah berdiri sejak 1932 ini terkenal karena menggunakan resep tradisional tanpa pengawet.

    Menu andalannya, seperti Spaghetti Ice Cream menjadi favorit pengunjung dari berbagai generasi. Suasana nostalgia semakin terasa dengan interior sederhana dan bangunan bergaya kolonial. Sembari menikmati es krim, traveler juga dapat melihat di atas lalu lalang KRL melintas dan pengamen jalanan yang sering tampil di depan Ragusa, menambah pengalaman otentik khas Jakarta tempo dulu.

    2. Menyusuri Kemegahan Masjid Istiqlal

    Hari ketiga Ramadan, umat muslim dari Jakarta dan sekitarnya menghadiri buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (14/3/2024). Begini suasananya.Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

    Hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Ragusa Italian Ice Cream, Masjid Istiqlal menjadi destinasi wajib selanjutnya. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung hingga 120.000 jemaah, Istiqlal memancarkan keindahan arsitektur modern dengan sentuhan tradisional yang memancarkan nuansa religius yang menenangkan.

    Kubahnya yang megah berbentuk seperti payung melambangkan persatuan umat Islam di Indonesia, menjadikan masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebangsaan.

    Traveler dapat menjelajahi interiornya di dalam masjid Istiqlal, termasuk tepat sholat yang megah dan area wudhunya yang luas. Bagi para fotografer, halaman luar masjid juga menjadi spot menarik untuk mengabadikan perpaduan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang berada di seberangnya.

    3. Menikmati Seni dan Kreativitas di Pos Bloc

    Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Dari Masjid Istiqlal, perjalanan berlanjut ke Pos Bloc, pusat kreatif baru yang berada di Gedung Filateli Jakarta. Gedung ini dulunya adalah kantor pos dan kini diubah menjadi ruang multifungsi yang dipenuhi dengan kafe, toko kerajinan lokal, dan spot nongkrong dan bengong.

    Di sini, traveler bisa menikmati kopi, nyemil-nyemil cantik, photobox, atau sekadar bersantai di sudut-sudut estetik gedung Pos Bloc ini. Suasananya sangat Instagramable, cocok untuk traveler yang ingin berbagi momen di media sosial traveler.

    4. Berburu Barang Unik di Pasar Baru

    Setelah menikmati suasana santai di Pos Bloc, saatnya melanjutkan perjalanan ke destinasi utama yaitu berburu barang unik di Pasar Baru. Kawasan yang telah berdiri sejak 1820 merupakan surga belanja dengan berbagai toko legendaris yang menawarkan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau.

    Selain itu, Pasar Baru juga dikenal dengan gerai bahan pakaian yang menyediakan koleksi menarik dan unik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan belanja sekaligus merasakan nuansa nostalgia Jakarta tempo dulu.

    5. Menutup Hari dengan Bakmi Gang Kelinci

    Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    Setelah lelah berbelanja, akhiri perjalanan dengan mencicipi kuliner legendaris di Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, restoran ini terkenal dengan sajian bakminya yang lembut dan kuahnya yang gurih. Menu andalan seperti Bakmi Ayam isian jamur, Bakso, dan Pangsit Goreng selalu menjadi pilihan favorit pengunjung.

    Restorannya terletak di kawasan Pasar Baru tepat di belakang pasar baru, sehingga mudah dijangkau setelah seharian menjelajahi dan berbelanja di Pasar Baru. Sambil menikmati makanan, traveler bisa mengenang kembali perjalanan yang penuh kenangan di kawasan bersejarah ini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Terowongan Kereta Legendaris yang Bakal Hidup Lagi di Pangandaran



    Pangandaran

    Jalur kereta api Banjar-Pangandaran sepanjang 82 kilometer bakal dihidupkan lagi. Itu berarti, 3 terowongan kereta legendaris ini bakal bangkit lagi dari mati.

    Jika jalur ini kembali aktif, maka kereta api itu akan melintasi tiga terowongan bersejarah yaitu Terowongan Hendrik, Wilhelmina, dan Juliana.

    Ketiga terowongan tersebut tersebar di lokasi desa yang berbeda di wilayah Kabupaten Pangandaran. Meski telah berusia lebih dari seabad, struktur bangunan terowongan masih tampak kokoh. Namun, sejumlah bagian mulai menunjukkan kerusakan dan membutuhkan perbaikan.


    Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Sugeng, menyebutkan Terowongan Hendrik berada di wilayah Desa Kalipucang, Wihelmina berada di Desa Bagolo, dan Juliana berada di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang.

    “Karena usianya lebih dari 50 tahun,” kata dia.

    Berikut Profil 3 Terowongan yang Akan Dilewati Jalur KA Banjar-Pangandaran:

    1. Terowongan Hendrik

    Terowongan ini terletak di Desa Kalipucang dan membentang dari utara ke selatan. Panjangnya 106 meter dengan tinggi 5 meter dan lebar 4 meter. Mulut terowongan bagian selatan menggunakan konstruksi batu kali hingga setinggi 2,5 meter di sisi timur dan barat. Langit-langitnya berupa beton cor, dan masih terlihat bekas bekisting pengecoran.

    Terdapat saluran drainase di kedua sisi terowongan dengan lebar dan kedalaman masing-masing 20 cm. Terowongan ini dibangun menembus perbukitan berbatuan breksi.

    2. Terowongan Wilhelmina

    Inilah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia, dengan panjang mencapai 1.116 meter. Terowongan ini berada di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang. Lantainya berupa tanah yang telah mengeras dan dipenuhi batu koral.

    Kedua mulut terowongan menghadap timur laut dan barat daya. Mulut terowongan berukuran lebar 4 meter dan tinggi 4,5 meter. Karena bentuknya lurus, cahaya dari ujung lain terlihat dari pintu masuk.

    3. Terowongan Juliana

    Terowongan ini terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, dan memiliki panjang 147 meter. Uniknya, terowongan ini berbelok di bagian tengah, sehingga ujungnya tidak dapat langsung terlihat dari pintu masuk.

    Mulut pertama menghadap ke selatan, sementara mulut kedua mengarah ke barat laut (330°). Struktur mulut terowongan berbentuk setengah lingkaran di bagian atas dan persegi di bagian bawah, dibangun dengan batu yang diplester halus.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari yang Legendaris Hingga Kekinian


    Jakarta

    Kota Bogor tak hanya dikenal dengan pesona wisata alamnya, tetapi juga menawarkan beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda. Mulai dari sajian legendaris hingga makanan kekinian yang sedang tren, semua bisa ditemukan di kota yang dijuluki Kota Hujan ini.

    Bagi para traveler yang berencana menjelajahi kuliner di Bogor, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan legendaris hingga kekinian yang layak dicoba.

    Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis

    Toge Goreng H. Gebro

    Telah hadir sejak tahun 1967, Toge Goreng H. Gebro menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang melegenda. Hidangan ini terdiri dari lontong, mie kuning, tahu, taoge, dan oncom merah, disiram dengan bumbu tauco yang khas dan gurih. Seporsi toge goreng ini dapat dinikmati mulai dari harga Rp 15.000 di Pasar Anyar, Blok B2, Jalan Dewi Sartika.


    Soto Kuning Pak Salam

    Mulai berjualan sejak era 1980-an, Soto Kuning Pak Salam dikenal berkat kuah santan kuningnya yang kaya rempah. Menunya terdiri dari aneka isian seperti daging, paru goreng, dan berbagai jenis jeroan. Lokasinya berada di Jalan Suryakencana, Sukasari, dengan harga mulai dari Rp 11.000.

    Martabak Encek

    Martabak Encek yang telah berdiri sejak tahun 1975 menyajikan martabak manis berukuran besar yang dimasak menggunakan arang. Tekstur martabaknya yang lembut dan rasanya yang khas membuatnya tetap menjadi pilihan favorit hingga kini.

    5 Martabak Enak di Bogor yang Kelezatannya Teruji Puluhan TahunIlustrasi martabak. (Istimewa)

    Nasi Uduk Kaum 58

    Sudah ada sejak tahun 1890, Nasi Uduk Kaum 58 menawarkan cita rasa nasi uduk beraroma rempah khas, lengkap dengan lauk tradisional seperti ayam goreng, tongkol, hingga jengkol. Lokasinya berada di Jalan Masjid 1, kawasan Empang, Bogor Selatan.

    Kuliner Kekinian yang Instagramable

    Two Stories Cafe

    Terletak di Jalan Pajajaran Indah V, Two Stories Cafe menyuguhkan suasana rooftop yang nyaman dengan desain interior yang menarik untuk berswafoto. Menu yang ditawarkan antara lain pasta, rice bowl, hingga burger cocok sebagai tempat hangout bersama teman.

    Kopi Daong

    Menikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong BogorMenikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong Bogor. (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Berlokasi di kawasan Puncak Dua, Pancawati, Kabupaten Bogor, Kopi Daong menghadirkan pengalaman ngopi di tengah hutan pinus yang sejuk dan asri. Berbagai pilihan kopi dan camilan tersedia untuk dinikmati sambil meresapi keindahan alam sekitar.

    The Lake House

    Berlokasi di Pesona Alam Sedayu Resort & Spa, Puncak, The Lake House menawarkan area makan outdoor dengan pemandangan danau yang menenangkan. Menu yang disajikan beragam, mulai dari masakan lokal hingga hidangan Barat.

    Breve Hills

    Terletak di Jalan Raya Puncak No. 81, Desa Leuwimalang, Cisarua, Breve Hills menyajikan panorama pegunungan yang memukau. Dengan suasana yang tenang dan menyegarkan, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati hidangan dan pemandangan alam yang indah.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Malam Seru di Pasar Lama Tangerang, Pusat Kuliner Legendaris


    Jakarta

    Kalau detikers mencari tempat wisata kuliner dengan pilihan lengkap, Pasar Lama Tangerang adalah jawabannya. Mulai dari makanan legendaris hingga hidangan unik, semua ada di sini.

    Deretan pedagang kuliner di Pasar Lama sudah ada sejak puluhan tahun lalu, menjadikannya ikon wisata khas Tangerang yang tak pernah sepi. Lokasinya berada di Jl. Kisamaun, Sukasari, Kota Tangerang, Banten, detikers bisa menikmati makanan yang sudah ada sejak lama serta berbagai jajanan kekinian.


    Daftar Pilihan Kuliner Pasar Lama dari Legedaris hingga Unik

    Jangan kaget dengan melimpahnya pengunjung Pasar Lama, Tangerang, terutama saat weekend. Deretan stand kuliner dengan rasa dan kualitas bermutu, plus harga terjangkau menjadikan Pasar Lama adalah spot liburan bagi warga Tangerang dan sekitarnya.

    Buat kamu yang ingin pergi ke Pasar Lama tapi takut kalap dan bingung pilih jajanan, hasil liputan detik travel bisa jadi bahan pertimbangan. Kamu bisa pilih makanan berat yang bikin kenyang, atau aneka camilan unik bikin penasaran

    Kedai Kuliner Legendaris

    Seperti namanya, kuliner berikut sudah berusia belasan hingga puluhan tahun sehingga tak perlu diragukan lagi terkait mutu dan rasa hidangan yang otentik.

    1. Bubur Ayam Ko Iyo

    Bubur Ayam Ko Iyo Pasar Lama TangerangBubur Ayam Ko Iyo Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Di pusat kuliner Pasar Lama, ada warung kecil bubur ayam yang selalu ramai dikunjungi dan telah melegenda. Namanya Bubur Ayam Ko Iyo, yang sudah berdiri sejak tahun 1966 dan kini punya lima cabang di wilayah Kota Tangerang.

    Harga bubur di kedai yang sudah berusia 59 tahun ini ternyata masih sangat ramah di kantong, yaitu Rp 20-24 ribu bergantung dari pilihan topping. Detikers bisa intip aneka menu, perjalanan, hingga keseharian bubur ayam ini di Instagram @bas_koiyo1966.

    2. Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie

    Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie Pasar Lama TangerangBubur dan Bakmi Kepiting Hokie Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Kedai legendaris ini sudah eksis lebih dari 15 tahun di Pasar Lama Tangerang saat kawasan ini belum terlalu ramai. Seiring waktu, pedagang kuliner di Pasar Lama makin banyak dan menarik atensi masyarakat mulai tahun 2010-2011.

    Dalam kurun waktu tersebut, Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie setia menemani penikmat kuliner dengan menu andalan bakmi kepiting. Detikers juga bisa menikmati menu lain yaitu bubur, bakmi, kwetiau, bihun, hingga bakso dengan berbagai topping mulai harga Rp 10-35 ribu.

    3. Sate Ayam H. Ishak

    Sate Ayam H. Ishak Pasar Lama TangerangSate Ayam H. Ishak Pasar Lama Tangerang Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Sate Ayam H. Ishak adalah salah satu kuliner paling legendaris di Pasar Lama. Berdiri sejak 1954, kedai ini berlokasi di seberang kantor BCA Pasar Lama.

    Uniknya, gerobak sate ini tidak pernah berganti sejak awal berdiri dan tidak membuka cabang. Setiap hari, kedai ini bisa menjual hingga 600 porsi dengan satu porsi sate ayam berisi 10 tusuk sate plus 2 lontong dengan harga Rp 30 ribu.

    Kedai Kuliner Unik

    Nah, buat detikers yang ingin mencicipi hidangan unik dan kekinian maka penjaja kuliner ini wajib masuk daftar wish list Pasar Lama, Tangerang kamu. Di sini ada sate ular dan biawak yang dipercaya bisa mennyembuhkan pengakit kulit dan pernapasan.

    1. The Lhonjong

    Mr.Lonjohng Pasar Lama TangerangMr.Lonjohng Pasar Lama Tangerang Foto: Instagram @sapikotak

    Detikers tau nggak, apa itu MR. Lonjohng? Namanya unik kan? Jajanan masa kini ini sering disebut “sapi kotak” dan punya cita rasa yang bikin ketagihan. Dinamakan MR. Lonjohng karena bentuk roti hotdognya yang sangat panjang.

    Menu yang tersedia antara lain burger, sate wagyu, dan hotdog dengan harga beragam. Sate wagyu dibanderol Rp 35 ribu-Rp 40 ribu, burger Rp 25 ribu-Rp75 ribu, dan hotdog Rp 20 ribu-Rp 30 ribu.

    2. Kebab Durian Becek

    Kuliner Kebab Durian Becek hadir khusus buat detikers yang suka kebab dan ingin cari isian lain yang lebih variatif. Di sini juga ada menu kebab durian frozen, siap makan, hingga es durian becek dengan kisaran harga Rp 23 -104 ribu.

    3. Telur Gulung 1000

    Belum lengkap rasanya kulineran tanpa mencoba jajanan ikonik ini. Telur gulung selalu jadi primadona karena murah meriah. Detikers bisa mencoba berbagai varian mulai dari original, nugget, bakso, sosis, hingga telur gulung jumbo dengan harga seribu sampai Rp 4 ribu.

    4. Citul Mantul Az

    Citul Mantul AZ Pasar Lama TangerangCitul Mantul AZ Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Citul atau aci tulang jadi salah satu jajanan viral di Pasar Lama Tangerang dengan tekstur kenyal yang bikin nagih. Tersedia dalam rasa original dan pedas citul tersedia dengan harga Rp15 ribu per porsi, terdiri dari 2 citul dan 1 saus.

    5. Sate Biawak dan Ular

    Sate ular dan biawak Tenda Dua Cobra Pasar Lama TangerangSate ular dan biawak Tenda Dua Cobra Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Kedai ini sudah ada sejak 1980 dan terkenal dengan menu sate daging biawak dan ular. Konon, daging hewan melata alias reptil ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

    Kedai Hidangan Penutup

    Kamu yang suka hidangam manis, nggak perlu khawatir saat berkunjung ke Pasar Lama. Seperti kuliner lain, jenis makanan penutup di sini tersedia banyak pilihan dengan rupa dan harga terjangkau.

    1. Es Pucok

    Es Pucok cocok banget buat pelepas dahaga setelah puas jajan di Pasar Lama. Di sini ada es mangga dan durian kocok dengan harga Rp 7 ribu untuk ukuran kecil dan size besar tersedia seharga Rp 15 ribu.

    2. Es Oyen Macan

    Es Oyen Macan Pasar Lama TangerangEs Oyen Macan Pasar Lama Tangerang Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Meski baru buka, Es Oyen Macan langsung jadi incaran dengan antrean panjang bahkan sebelum kedai dibuka. Selain es oyen, ada juga menu lain seperti bakmi ayam dan batagor yang tak kalah enak.

    Pasar Lama Tangerang bukan sekadar tempat makan, tapi juga destinasi wisata malam yang penuh cerita dan cita rasa. Dari kuliner legendaris hingga jajanan kekinian, semua bisa detikers nikmati dalam satu kawasan.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com