Tag: leopard

  • 13 Tahun Berkarya, Vivi Zubedi Rilis Koleksi Gabungkan Monogram dan Bunga

    Jakarta

    Desainer Vivi Zubedi menggelar fashion show dalam rangka 13 tahun berkarya di City Hall, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2024). Vivi menghadirkan fashion show bertemakan The Realm of Monogram.

    Vivi Zubedi identik dengan rancangan khas serba monogram bernuansa monokrom. Pada pagelaran ini, Pada fashion show di penghujung tahun ini Vivi meluncurkan koleksi yang memadukan monogram dan bunga.

    “13 tahun ini perjuangan yang tidak mudah dan tidak sebentar. Tahun ke 13 ini lebih percaya diri untuk mengeluarkan produk-produk yang sesuai karakter Vivi Zubedi. Lebih keluar lagi dari dalam diri saya sendiri sebagai desainer dari brand ini. Di tahun 13 ini lebih berani mengeluarkan apapun yang ada di isi kepala saya ini. Saya tuangkan untuk pelanggan. Kalau dulu-dulu kan masih mau mengikuti kemauan pelanggan. Hari ini, lebih percaya diri untuk memadukan apa yang saya dan pelanggan inginkan,” kata Vivi Zubedi sebelum pagelaran dimulai.


    Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical 'The Realm of monogram' bertempat di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical ‘The Realm of monogram’ di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom. Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Bagi ibu dua anak tersebut, karya The Realm of Monogram memiliki arti yang menggambarkan ciri khas Vivi Zubedi yang serba monogram. Tahun lalu, ia mengangkat koleksi dengan motif leopard.

    “Jadi tema hari adalah Mesmerical yang kita angkat The Realm of Monogram. Di mana tahun lalu kita sudah metamorfosa waktu itu di tahun ke 12 itu kita mengangkat look yang out of the box. Kalau masih ingat tahun lalu, kita mengangkat leopard. Tahun ini kita mengeluarkan identitas kita sebagai pelopor monogram,” jelasnya.

    Istri dari Walikota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Muhammad Aditya Mufti Arifin ini mengungkapkan elemen bunga masih menjadi favorit. Maka dari itu, ia mengaplikasikan monogram dan bunga.

    Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical 'The Realm of monogram' bertempat di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical ‘The Realm of monogram’ di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    “Di tahun ini saya mengeluarkan monogram dan elemen floral yang menjadi salah satu eleman kesukaannya Vivi Zubedi Darling. Kita mengikuti apa keinginan pasar, apa yang diinginkan pasar Indonesia dan ternyata bunga masih menjadi papan atasnya dan karakter kita adalah monogram dan dikombinasikan dengan adanya The Realm Monogram,” ucap Vivi.

    Wanita yang bernama Filza Mar’I Isa az-Zubedi tak menyebutkan secara spefisik jenis bunga dalam setiap rancangannya. Koleksi The Realm of Monogram terdiri dari dress, atasan, rok dan setelan jas polos.

    “Macam-macam tidak ada yang spesifik karena berdasarkan imajinasi yang tertuang dalam warna dan berbentuk bunga. Ada dress, top, skirt, jas one set dan polos,” ujar Vivi.

    Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical 'The Realm of monogram' bertempat di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical ‘The Realm of monogram’ di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Vivi mengaku koleksi The Realm of Monogram tak mengikuti prediksi tren warna 2025 mendatang. Ia konsisten dengan ciri khasnya yang serba monokrom dan monogram.

    “Warnanya hari ini kita bermain dengan warna kuning, merah dan pink. Hitam tetap menjadi favorit. Sebetulnya ini bukan tren warna 2025, tapi kita ingin menciptakan tren yang memang orang belum ciptakan. Orang sekarang sudah mengelarkan pastel, kita mencoba keluar dari zona nyaman itu dan warna yang lebih berani,” tutur Vivi.

    Koleksi The Realm of Monogram menggunakan bahan jaquard, katun, satin dan dominan bahan emboss monogram. Vivi juga memperkenalkan lini usaha barunya dalam bidang kosmetik.

    Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical 'The Realm of monogram' bertempat di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.Koleksi Terbaru Vivi Zubedi Angkat tema Mesmerical ‘The Realm of monogram’ di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu, [14/12/2024]. Foto: Mohammad Abduh/detikcom. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    “Sengaja di desain khusus bahannya untuk tidak ada merek lain selain VZ. Koleksi laris manisnya ada dress, abaya dan monogram menjadi primadona dan diburu oleh VZ Darling. Ada launching beauty juga jadi semuanya itu menjadi satu kesatuan. Musenya Paula Verhouven, Olla Ramlan, Kimberly Rider, Arumi Bahcsin, Sonya Fatmatal, dan Tiqasya,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Perjuangan yang Gigih



    Jakarta

    Tanda-tanda kelemahan dan kejumudan kaum muslimin terjadi pada abad ke 6 Hijriyah. Setelah jatuhnya dinasti Saljuk, dunia Islam pecah menjadi beberapa kerajaan kecil di beberapa wilayah. Pada saat itu, dunia Nasrani menunjukkan keberaniannya dengan mencetuskan Perang Salib. Pada masa itu Allah SWT. melimpahkan rahmat karunia-Nya kepada umat Islam dengan munculnya beberapa pemimpin besar yang sanggup mempertahankan kemuliaan dan kejayaan Islam.

    Para pemimpin Islam mampu memulihkan kehidupan Islam yang sedang dilanda kerusakan dan menuju keruntuhan. Kaum Nasrani menginginkan penguasaan tempat suci di Palestina. Dengan kekuatan senjata mereka menentang dan menyerang kaum muslimin. Mereka benar-benar mengancam keselamatan kota kelahiran Islam yaitu Mekah dan juga negeri sekitar Syam ( Syiria ). Kaum Salib berhasil menguasai Al-Quds ( Yerusalem ) dan benteng di semua wilayah Syam pada umumnya, kemudian mengarahkan serangan ke kota Rasulullah SAW. yaitu Madinah.

    Ingatlah bahwa Allah SWT. akan menolong umat Islam yang saat itu kritis dan telah dilemahkan kaum Salib, hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surah Muhammad ayat 7 yang terjemahannya, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”


    Maknah ayat di atas adalah : Allah SWT. menyeru orang mukmin, jika mereka membela dan menolong agama-Nya dengan mengorbankan harta dan jiwa, niscaya Ia akan menolong mereka dari musuh-musuhnya. Allah akan menguatkan hati dan barisan mereka dalam melaksanakan kewajiban mempertahankan agama Islam dengan memerangi orang-orang kafir yang hendak meruntuhkannya, sehingga agama Allah itu tegak dengan kokohnya.

    Pada saat kritis itulah Allah SWT. mempercayakan kepada para pemimpin yang cakap seperti Imaduddin Atabik Zinki, Nuruddin Mahmud Zinki dan dilanjutkan oleh Shalahuddin Yusuf bin Ayub, Raja Mesir yang dikenal dengan Saladin. Ia adalah pemimpin yang dipersiapkan oleh Yang Kuasa untuk menunaikkan tugas besar dengan memiliki sifat-sifat utama seperti : tegas, kuat tekadnya, ikhlas, tanpa pamrih, berani mati untuk membela kebenaran Allah SWT. bersemangat melawan pembela kekufuran dan kedurhakaan, sanggup memimpin dengan baik, tekun beribadah, berakhlak luhur serta mampu berorganisasi.

    Di bawah bendera Shalahuddin, dunia Islam dapat dipersatukan kembali. Islam bersatu dan berjuang melawan Eropa yang telah mengerahkan bala tentara sangat besar, termasuk raja dan para bangsawan, panglima besar untuk melawan dunia Islam. Ketahuilah bagi orang yang takwa seperti sosok Shalahuddin ini akan diberikan jalan keluar, sebagaimana dalam firman-Nya surah at-Thalaq ayat 2 yang terjemahannya, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.”

    Shalahuddin memanfaatkan penemuan teknologi peperangan yang saat itu telah dicapai umat Islam. Dengan keuletan, kecerdasan berpikir dengan strategi yang tepat, ia berhasil mengalahkan kaum Salib di Hathin pada tahun 583 Hijriyah. Setahun berikutnya Yerusalem jatuh kembali ke tangan kaum muslimin, yang disusul dengan jatuhnya seluruh wilayah Palestina. Itulah janji-Nya untuk memberikan jalan keluar bagi hamba yang bertakwa kepada-Nya.

    Saat Paus menyerukan Perang Salib secara besar-besaran, maka seluruh Eropa menyerbu tanah suci. Semua raja dan bangsawan Eropa terjun dalam peperangan, seperti kaisar Frederick, para raja Inggris, Perancis, Sicilia, Leopard raja Austria, Duck von Burgand, Count von Flander, beratus-ratus panglima perang, pembesar pemerintahan Nasrani di Yerusalem dan Palestina, padukan berkuda pilihan. Mereka mengerahkan segala kekuatan dan kesanggupan untuk menguasai kota Yerusalem guna menjamin berkembangnya pemerintahan Nasrani di kota tersebut.

    Bagaimana kesudahan atas serangan yang besar tersebut ? Kaisar Frederick mati, Raja-raja Inggris dan Perancis pulang kandang, sedangkan bangsawan dan para panglima perang mereka banyak yang mati dalam peperangan dan mayat mereka dikuburkan di Elia. Kota suci Yerusalem tetap dalam kekuasaan Shalahuddin seperti sediakala. Ingatlah bahwa dunia Nasrani bergerak serentak dan bersatu dalam menghadapi kaum muslimin, namun mereka tidak dapat menggoyahkan kedudukan Shalahuddin. Padahal pasukan Shalahuddin sudah terlampau letih akibat perjuangan yang sangat lama dan banyak menghadapi kesulitan besar, itulah pertolongan Allah SWT.

    Kaum muslimin berjuang bertahun-tahun bahu membahu melawan musuh yang amat kuat. Tiada seorang pun dari mereka mengeluh maupun merintih. Mereka tidak pernah absen dan tidak pernah memikirkan keuntungan harta dan kekayaan, jiwa, raga dan lainnya bila mereka mendengar seruan Shalahuddin untuk bertempur di medan perang. Kenapa itu terjadi ? Bagi pasukan muslim yang beriman, tujuan mereka bertempur adalah menggapai syahid. Sehingga pasukan muslimin menjadi berani mati, tanpa lelah, tidak pernah berpikir untuk menyelamatkan diri. Hal ini berbeda dengan mental pasukan lawan. Namun demikian, semua ini adalah skenario dari Yang Maha Kuasa.

    Kepatriotan Shalahuddin tidak diragukan karena Ia sosok yang bisa mempersatukan kelompok-kelompok yang berlainan secara ajaib, sekalipun mereka itu terdiri atas berbagai jenis kebangsaan dan ras. Faktor inilah yang menjadikan pasukan kaum muslimin kokoh dan kuat. Makna dari kisah perjuangan kaum muslimin yang dipimpin Shalahuddin adalah :

    1. Tetap taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
    2. Mempunyai keyakinan yang kokoh bahwa kehidupan akhirat menjadi tujuannya, sehingga dalam bertempur tidak takut mati. Mereka sama sekali tidak berebut harta rampasan apalagi memanipulasi agar memperoleh keuntungan pribadi.

    Ya Allah, bimbinglah para pemimpin kami saat ini agar mereka tidak silau dengan pesona maupun gemerlapnya dunia. Berilah cahaya-Mu agar para pemimpin menjalankan amanahnya seperti semangat yang dicontohkan Shalahuddin.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com