Tag: leverage

  • Leverage adalah? Simak Pengertian dan Fungsinya Dalam Trading Kripto

    Trading aset kripto semakin populer di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Salah satu metode yang digunakan dalam trading kripto adalah leverage. Sederhananya, leverage adalah pinjaman untuk Anda gunakan dalam trading. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut!

    Leverage adalah proses yang seperti apa?

    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai leverage dalam trading, mari membahas pengertian leverage secara umum. Leverage adalah peminjaman sejumlah dana yang dijadikan sebagai tambahan modal oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis, bisa dalam bentuk membeli aset hingga memperluas jangkauan bisnis. Sebelum populer di dunia kripto, istilah leverage banyak digunakan di kalangan perusahaan.

    Jenis Leverage Keuangan Dalam Perusahaan

    1. Debt to Assets

    Jenis ini digunakan untuk menghitung seberapa besar dari aset yang menggunakan utang untuk membiayai aset perusahaan. Semakin kecil nilainya, maka semakin bagus tingkat keamanan dana yang dimiliki perusahaan.

    DAR = Total Utang + Total Aset

    1. Debt to Equity

    Jenis ini menunjukkan adanya hubungan antara utang jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan jumlah modal yang dimiliki. Sama seperti DAR, nilai DER yang baik menunjukkan tingkat keamanan dana yang baik.

    DER =Total Utang KeseluruhanModal Sendiri x 100%

    1. Long-term Debt to Equity

    Mirip dengan DER, LTDER berarti perhitungan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar modal sendiri yang digunakan untuk menjaminkan utang jangka panjang. 

    LTDER = Utang Jangka PanjangModal Sendiri

    1. Debt to Capital

    Rumus satu ini berfokus kepada keseluruhan utang yang dimiliki perusahaan sebagai dasar total modal perusahaan, baik itu utang jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan nilai DCR yang rendah, berarti kecil risiko kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

    DCR = Total Utang Saat IniTotal Utang + Total Ekuitas

    1. Times Interest Earned

    Selanjutnya, jenis yang satu ini berfungsi untuk mengukur besarnya keuntungan operasional yang bisa digunakan untuk membayar bunga dari utang yang sebelumnya dilakukan. Perhitungan ini juga menunjukkan jumlah laba bersih yang dimiliki perusahaan.

    TIE = Laba Operasi (termasuk Penyusutan)Bunga Utang Jangka Panjang

    1. Tangible Assets Debt Coverage

    Terakhir, TAD Coverage berguna untuk menghitung seberapa besar aset tetap yang bisa digunakan perusahaan untuk menjamin utang jangka panjang (Tangible Assets Debt).

    TAD Coverage = Jumlah Aset + Utang Jangka Panjang + Utang LancarUtang Jangka Panjang

    Leverage Sebagai Pinjaman Untuk Trading

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, selain peminjaman oleh perusahaan, leverage juga bisa didefinisikan sebagai kegiatan berupa meminjam sejumlah uang dari lender, di mana uang tersebut umumnya digunakan untuk trading. Leverage dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan modal sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari modal seminimal mungkin. 

    Akan tetapi, penggunaan leverage dalam dunia trading membutuhkan strategi yang matang karena Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam satu waktu atau menderita kerugian berkali-kali lipat jika Anda salah strategi.

    Biasanya, para trader menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan dalam short trading. Ada beberapa jenis tingkat leverage yang ditawarkan oleh berbagai platform trading, mulai dari 10x, 20x, 50x, hingga 3000x. Setiap tingkatan memiliki risiko yang berbeda sesuai dengan besarannya dan disesuaikan juga dengan jenis trading, apakah itu aset kripto atau trading lainnya seperti Forex.

    Oh, iya, selain untuk trading kripto, leverage juga banyak digunakan pada Forex. Leverage di sini akan menunjukkan perbandingan margin yang dihasilkan oleh trader, dengan besaran dana yang dipinjamkan oleh lender atau broker. Biasanya, proporsi leverage yang ideal digunakan adalah 100x dan 200x.

    Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Pemula saat Belajar Trading

    Cara Kerja Leverage untuk Trading Kripto

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa leverage umumnya digunakan dalam membantu trader melakukan trading. Namun, perlu diketahui bahwa modal yang sudah Anda lepaskan untuk mengaktifkan leverage tidak akan bisa ditarik kembali, karena sejumlah dana tersebut menjadi jaminan bagi lender yang sudah memberikan pinjaman untuk Anda saat trading. 

    Misalnya untuk kripto, Anda hanya memiliki modal Rp5.000.000,00 dan ingin membeli token ETH (Ethereum) yang memiliki harga sebesar Rp2.500.000,00 per tokennya. Kalau Anda tidak menggunakan leverage, Anda pasti hanya bisa membeli dua token ETH saja, tapi jika Anda menggunakan leverage, misalnya 10x, Anda bisa membeli 20 token ETH dengan modal Rp5.000.00000, sebab modal Anda akan berubah menjadi 10 kali lipatnya, yaitu Rp50.000.000,00.

    Anda mungkin akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika harga ETH naik menjadi Rp3.000.000,00 per tokennya. Itu artinya nilai ETH yang Anda miliki menjadi Rp60.000.000,00, sehingga Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000.000,00. Akan tetapi, kalau ternyata harga ETH turun menjadi Rp2.000.000,00 per tokennya, seluruh modal awal Anda akan habis karena kerugian Anda sebesar Rp500.000,00 dikali dengan leverage 10x, yaitu Rp5.000.000,00.

    Apa Saja Kekurangan dan Kelebihan Leverage?

    Setelah mengetahui penjelasan seputar leverage dan cara kerjanya dalam trading kripto, kini saatnya Anda memahami betul apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan leverage. Kelemahan leverage, seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat memberikan kerugian yang cukup besar karena kerugian Anda akan dikalikan dengan jumlah leverage yang Anda ambil. 

    Meski begitu di sisi lain, keuntungan leverage yang bisa Anda rasakan adalah Anda bisa memperoleh lebih banyak aset karena modalnya akan berlipat ganda sesuai jumlah leverage yang Anda ambil. Namun, hal tersebut hanya akan terjadi apabila menggunakan strategi yang benar, ya. Hal itu juga akan membuat Anda berpotensi memiliki keuntungan yang lebih banyak. Selain itu, leverage juga cenderung mudah untuk digunakan.

    Deretan 3 Platform Trading yang Menyediakan Leverage 

    contoh platform yang menghasilkan leverage untuk bitcoin

    Terdapat beberapa platform transaksi aset digital yang menyediakan leverage. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bisa Anda coba.

    1. Binance

    Binance mengalami perkembangan pesat dan menjadi platform transaksi aset digital terbesar di dunia. Anda dapat mengakses fitur leverage Binance, baik di Android maupun iOS. Binance memiliki keunggulan dengan memiliki hampir 200 jenis aset kripto, memberikan fasilitas perolehan bunga di rekening tabungan Binance, menawarkan leverage hingga 10x-125x pada transaksi spot serta trading derivatif, dan keunggulan lainnya.

    1. FTX

    FTX merupakan platform transaksi aset digital yang memberikan dana asuransi. FTX menyediakan trading spot, derivatif, dan token saham. Beberapa fitur FTX yaitu menawarkan berbagai macam token leverage, memberikan fasilitas kapasitas penarikan hingga 2.000 USD setiap hari, menyediakan leverage 20x, dan lain sebagainya.

    1. ByBit

    ByBit merupakan platform transaksi aset digital yang khusus untuk perdagangan derivatif. ByBit menyediakan tempat yang ideal untuk mengakses likuiditas maksimum. Anda dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ByBit yang seamless. ByBit memiliki kelebihan dengan menawarkan leverage hingga 100X, memiliki kemampuan pemrosesan 100.000 transaksi per detik, memiliki fitur stop loss dan take profit order dengan hanya satu klik saja, dan kelebihan lainnya.

    Jadi, leverage dalam trading kripto adalah pinjaman yang bertujuan untuk terus meningkatkan daya beli Anda sebagai investor atau trader pada pasar aset kripto. Anda perlu menggunakan leverage yang bijak disesuaikan dengan kemampuan keuangan, riset, dan manajemen risiko yang mumpuni.

    Pastikan juga untuk trading di platform yang tepat seperti Tokocrypto yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur, termasuk leverage. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocrypto, kunjungi https://www.tokocrypto.com/ dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di Tokonews dan komunitas resmi Tokocrypto di Discord dan Telegram!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    Bagi trader yang sering menggunakan futures untuk trading, fitur leverage menjadi daya tarik utama karena dengan leverage, trader bisa membuka posisi yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki.

    Melalui leverage ini, potensi trader dalam mendapatkan keuntungan jadi lebih besar seiring dengan posisi leverage yang diambil. Namun tentunya potensi keuntungan yang lebih besar ini berbanding lulus dengan risiko yang menanti.

    Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading crypto futures, mari pahami terlebih dahulu mengenai peluang dan risiko menggunakan leverage lebih lengkap yuk!

    Apa Itu Leverage dalam Crypto Futures?

    Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari exchange agar bisa membuka posisi trading yang lebih besar dari modal awal yang kamu miliki.

    Bayangkan leverage seperti papan jungkat‑jungkit… modal awal yang kamu miliki berada di satu ujung, sementara total yang bisa kamu beli ada di seberangnya. Dengan menggeser leverage yang ada di tengah tersebut, kamu bisa menentukan seberapa besar daya beli yang bisa kamu dapat.

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Bagaimana Cara Kerja Leverage?

    Ketika menggunakan leverage, trader perlu memiliki modal awal (margin) sebagai jaminan untuk meminjam dana dari bursa sehingga bisa membuka posisi yang lebih besar daripada modal sebenarnya.

    Leverage, seperti 2x, 5x, atau 10x menjadi penentu berapa kali modal dikalikan untuk mendapatkan total akhir posisi yang akan dimiliki.

    Agar lebih mudah, coba bayangkan jika kamu hanya memiliki modal $100 untuk melakukan trading Bitcoin. Di pasar biasa (spot), kamu hanya bisa membeli Bitcoin senilai $100. Namun, di pasar futures, jika kamu menggunakan leverage 10x, bursa akan meminjamkan dana sehingga kamu bisa membuka posisi trading sebesar $1.000 atau 10x dari modal awal kamu tadi. 

    Jadi… $100 (modal awal) x 10x (leverage yang kamu pilih) = $1.000 (total modal setelah leverage)

    Keuntungan dan kerugian kemudian dihitung berdasarkan nilai posisi tersebut, bukan hanya dari modal awal.

    Misalnya:

    • Jika harga naik 5%, maka keuntungan = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 5%, maka kerugian = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 10%, maka kerugian = $1.000 × 10% = $100 dan modal awal habis → posisi tertutup otomatis.

    Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Peluang Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa peluang yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan leverage:

    • Peluang Profit Jangka Pendek: Cocok untuk scalping atau day trading, karena pergerakan kecil bisa menghasilkan return besar terhadap modal.
    • Memaksimalkan Potensi Profit: Dengan modal yang relatif kecil, trader bisa mendapatkan eksposur untung-rugi yang lebih besar saat trading.
    • Membuka Posisi Lebih dari Modal: Trader bisa membuka posisi lebih dari batas modal maksimal yang dimiliki.
    • Efisiensi Modal: Leverage memberi kesempatan bagi trader ritel dengan modal terbatas untuk mengakses strategi yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh institusi besar.
    • Diversifikasi Strategi: Karena bisa dengan margin kecil, trader bisa membuka beberapa posisi sekaligus.

    Risiko Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa risiko yang wajib kamu tahu saat menggunakan leverage:

    • Potensi Kerugian: Sama seperti profit, kerugian juga akan dihitung berdasarkan total posisi. Bahkan pergerakan harga kecil bisa berdampak besar.
    • Risiko Likuidasi: Jika kerugian mencapai batas tertentu, posisi akan otomatis ditutup oleh sistem (likuidasi). Ini bisa membuat modal hilang karena menutupi kerugian dari leverage yang kamu ambil.
    • Membuat Pergerakan Semakin Volatil: Harga crypto yang sudah fluktuatif akan terasa lebih volatil ketika menggunakan leverage, terutama leverage tinggi karena persentase pergerakan kecil akan jadi besar karena leverage.
    • Butuh Manajemen Risiko: Stop loss, leverage rendah, dan diversifikasi wajib diterapkan untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar.

    Tips Menggunakan Leverage

    Agar leverage tidak menjadi bumerang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

    • Pastikan kamu paham dan cukup berpengalaman untuk menggunakan leverage saat trading
    • Gunakan leverage sesuai toleransi risiko
    • Hindari menggunakan leverage terlalu tinggi
    • Selalu gunakan stop loss dan strategi saat trading
    • Kelola ukuran posisi dengan sesuai dengan strategi dan profil risiko
    • Hindari trading berdasarkan emosi

    Kesimpulan

    Leverage dalam crypto futures menjadi alat yang bisa memperbesar peluang keuntungan, tetapi dalam waktu yang bersamaan juga dapat meningkatkan risiko kerugian.

    Oleh sebab itu penting untuk menerapkan disiplin dan strategi trading, sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. 

    Pastikan kamu selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan gunakan exchange resmi serta terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Praktis! Day atau Swing Trader Bisa Raih Cuan Emas dengan Strategi Ini


    Jakarta

    Trading emas kini bukan lagi ranah eksklusif para trader profesional. Lewat panduan praktis ini, siapa pun dan apa pun gaya tradingnya, baik pemula, day trader, ataupun swing trader punya peluang yang sama untuk memanfaatkan potensi cuan dari si ‘logam mulia’ ini.

    Mengapa Emas Makin Berkilau di Dunia Trading?

    Emas telah lama menjadi aset pelindung nilai yang diandalkan saat gejolak ekonomi melanda. Di tengah ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik, inflasi tinggi, hingga perlambatan ekonomi di negara-negara besar, emas justru semakin diburu sebagai aset safe haven. Tak hanya itu, kebijakan bank sentral dunia, seperti suku bunga rendah yang bertahan di banyak wilayah ikut memperkuat daya tarik emas sebagai pilihan investasi jangka panjang.


    Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas global menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Di tahun 2025, tren kenaikan harga emas diperkirakan masih berlanjut. Selain karena fungsinya sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang, tingginya permintaan ikut menopang harga emas.

    adv valburyGambar .1.2 Gold Chart (dok.valbury)

    Peluang Keuntungan Trading Emas

    Trading emas adalah cara untuk mendapatkan keuntungan baik dari naik maupun turunnya harga emas dunia. Jika membeli emas fisik, keuntungannya hanya bisa diraih kalau harga naik. Tapi dalam trading, ada peluang cuan baik saat harga naik maupun turun, tergantung posisi yang diambil. Selama arah pergerakan bisa dianalisis dengan baik, peluang tetap terbuka.

    Beberapa keuntungan/ kelebihan trading emas diantaranya:

    * Emas cocok untuk diversifikasi portofolio karena pergerakannya yang cenderung berbeda dengan aset lain, seperti saham dan obligasi

    * Modal relatif tidak besar, dapat disesuaikan dengan kemampuan

    * Likuiditas tinggi sehingga memungkinkan investor/trader untuk masuk dan keluar pasar dengan mudah.

    * Peluang di berbagai kondisi pasar. Trader dapat meraih keuntungan dengan strategi posisi beli (long) maupun posisi jual (short) sesuai dengan analisis pasar yang telah dilakukan.

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Trading Emas

    Sama seperti bentuk investasi lainnya, dalam trading emas juga memiliki kekurangan yang perlu Anda pahami

    * Kebutuhan pengetahuan market. Pemahaman terhadap analisis teknikal dan fundamental, serta sentimen pasar sangat penting untuk mengelola risiko dan mengambil keutusan trading yang tepat.

    * Biaya dan spread. Setiap platform trading memiliki besaran biaya & spread yang berbeda. Penting bagi trader untuk memilih platform yang terpercaya dan teregulasi.

    * Penggunaan Leverage. Banyak trader pemula juga tertarik pada leverage tinggi yang ditawarkan. Tapi hati-hati, karena meskipun potensi keuntungan meningkat, kerugian pun bisa berlipat ganda.

    Tips Memulai Trading Emas Lebih Praktis & Percaya Diri

    adv valbury

    Gambar .1.3 Ebook Cover Image (dok.valbury)

    Berikut ini beberapa langkah awal agar Anda bisa memulai trading Emas dengan lebih percaya diri:

    * Pilih pialang terpercaya yang sudah berizin dan diawasi regulator resmi

    * Pelajari dasar-dasar analisis teknikal dan fundamental

    * Kenali batas risiko Anda

    * Buat rencana trading sesuai gaya trading & batas risiko anda

    * Mulai dengan akun demo untuk latihan tanpa risiko kehilangan uang sungguhan

    * Kelola risiko dengan bijak dengan selalu menentukan stop loss dan target profit

    Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai trading emas lewat strategi trading praktis melalui e-book gratis bertajuk ‘Trading Gold From A-Z’. E-book ini akan mengupas tuntas cara memulai trading gold, hingga strategi trading gold sesuai dengan gaya trading anda. Selain itu E-book ini juga cocok untuk pemula, day trader, ataupun swing trader.

    Tonton juga “Boleh Nggak Kredit Emas dalam Islam?” di sini:

    (copr/Valbury)



    Sumber : finance.detik.com

  • 7 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Terjun ke Dunia Forex Indonesia


    Jakarta

    Pasar forex global mencatat volume transaksi harian lebih dari US$ 7 triliun pada tahun 2025. Di Indonesia, minat terhadap trading forex meningkat pesat, terutama pada kelompok usia produktif 25 sampai 50 tahun yang mencari alternatif investasi dan sumber penghasilan tambahan.

    Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses ke platform trading membuat semakin banyak orang ingin memahami cara kerja forex serta pentingnya memilih broker forex Indonesia yang terpercaya.

    Namun, sebelum memulai aktivitas trading, Anda perlu memahami aspek legalitas, risiko, serta standar pemilihan broker agar transaksi berlangsung aman dan sesuai regulasi. Oleh karena itu, silakan simak pembahasan berikut sampai selesai untuk mengetahui tujuh hal krusial yang wajib diketahui berdasarkan sumber resmi dan informasi kredibel.


    1. Apa Itu Forex dan Mengapa Populer di Indonesia?

    Forex atau foreign exchange adalah aktivitas perdagangan mata uang asing yang bertujuan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi nilai tukar. Popularitas forex di Indonesia terus meningkat karena beberapa alasan penting.

    Pertama, pasar forex dapat beroperasi selama 24 jam pada hari kerja. Ini tentu membuat trader menjadi lebih fleksibel dalam melakukan trading. Kedua, potensi keuntungan dari pergerakan harga mata uang tergolong tinggi sehingga menarik minat masyarakat.

    Ketiga, platform trading kini dapat diakses melalui perangkat mobile dan desktop, sehingga memungkinkan transaksi dilakukan dari mana saja.

    Selain itu, kemampuan teknologi kelas menengah di Indonesia semakin tumbuh. Ini sedikit banyaknya turut menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya aktivitas trading. Kesadaran akan pentingnya diversifikasi investasi juga membuat masyarakat mulai mencari instrumen yang lebih dinamis dibandingkan tabungan atau deposito. Bahkan, banyak generasi muda kini menjadikan forex sebagai sarana belajar memahami pasar keuangan global.

    Banyak masyarakat urban dan suburban mulai menjadikan forex sebagai alternatif investasi jangka pendek. Likuiditas pasar yang tinggi serta akses informasi yang semakin mudah memperkuat minat para trader pemula untuk belajar dan mencoba strategi di pasar forex.

    2. Legalitas dan Regulasi Forex di Indonesia

    Seluruh aktivitas trading forex di Indonesia berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bappebti menetapkan aturan agar kegiatan perdagangan berjangka berlangsung secara aman dan transparan.

    Lembaga ini juga merilis daftar broker forex legal yang telah memenuhi persyaratan izin usaha dan standar perlindungan dana nasabah.

    Menggunakan broker yang tidak memiliki izin adalah tindakan berisiko karena tidak ada perlindungan hukum terhadap dana maupun aktivitas transaksi yang dilakukan. Risiko penipuan, manipulasi harga, dan kesulitan penarikan dana dapat terjadi jika Anda memilih broker ilegal sehingga memahami regulasi menjadi langkah penting sebelum memulai trading.

    Selain Bappebti, lembaga kliring seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI) juga berperan penting dalam menjamin penyelesaian transaksi para nasabah. Hadirnya sistem pengawasan berlapis ini membantu mencegah praktik tidak transparan dalam pergerakan harga serta memastikan bahwa broker mematuhi ketentuan perlindungan dana.

    3. Cara Memilih Broker Forex Indonesia yang Terpercaya

    Memilih broker merupakan keputusan yang sangat penting bagi setiap trader. Jadi, Anda perlu memastikan bahwa broker sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti. Namun, selain aspek legalitas broker, terdapat beberapa hal lain perlu diperhatikan agar aktivitas trading lebih aman dan nyaman.

    Pertama, perhatikan struktur biaya dan spread yang diberikan. Spread rendah biasanya lebih menguntungkan bagi trader. Kedua, pastikan platform trading memiliki antarmuka yang mudah digunakan serta dilengkapi chart, indikator, dan eksekusi cepat.

    Ketiga, pilih broker yang menyediakan edukasi agar Anda dapat mempelajari dasar trading secara lebih terarah.

    Broker terpercaya umumnya juga menyediakan layanan dukungan pelanggan yang responsif, mengutamakan biaya yang transparan, serta memiliki rekam jejak yang baik. Selain itu, broker terpercaya juga menawarkan fitur seperti akun demo, metode deposit yang aman, dan proses penarikan yang cepat juga menjadi indikator kualitas sebuah broker.

    Salah satu contoh platform yang memberikan layanan edukasi dan transparansi adalah RRFX, sebuah platform forex terpercaya di Indonesia. RRFX menyediakan materi pembelajaran untuk membantu trader pemula memahami analisis pasar dan cara mengelola risiko.

    4. Risiko Trading Forex yang Harus Diwaspadai

    Trading forex mengandung risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risikonya sebelum memulai.

    Trading forex memiliki karakteristik high risk high return. Maka dari itu, trading forex memiliki potensi keuntungan dan kerugiannya sama besar.

    Pergerakan harga mata uang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global sehingga pasar dapat berubah dalam waktu singkat.

    Salah satu faktor risiko utama adalah penggunaan leverage. Leverage memungkinkan Anda membuka posisi dengan modal yang lebih kecil.

    Namun leverage juga dapat memperbesar kerugian jika prediksi Anda tidak tepat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap manajemen risiko menjadi hal wajib.

    Tanpa strategi yang terukur, kerugian dapat terjadi dalam waktu cepat. Oleh karena itu, pastikan untuk menetapkan strategi pengelolaan risiko.

    Beberapa teknik pengelolaan risiko yang umum digunakan adalah penggunaan stop loss, pembatasan ukuran posisi, dan menjaga alokasi modal dengan disiplin.

    Selain itu, risiko non-teknis seperti gangguan server, volatilitas akibat berita mendadak, serta kondisi psikologis trader juga berperan besar. Ini yang menyebabkan banyak pemula melakukan overtrading karena euforia setelah profit atau panik setelah mengalami kerugian, sehingga keputusan menjadi tidak rasional.

    5. Tips Memulai Trading Forex untuk Pemula

    Untuk memulai trading forex secara lebih aman, terdapat beberapa langkah dasar yang perlu Anda lakukan.

    Pertama, gunakan akun demo untuk berlatih tanpa risiko. Akun demo memungkinkan Anda memahami fitur platform dan mencoba strategi sebelum menggunakan dana nyata.

    Kedua, fokus pada pair mata uang utama seperti EUR USD atau USD JPY karena likuiditasnya tinggi dan pergerakan harganya lebih dapat diprediksi. Ketiga, pelajari dasar analisis teknikal dan fundamental agar Anda dapat membuat keputusan berdasarkan data dan kondisi pasar.

    Untuk belajar lebih jauh, Anda dapat memanfaatkan materi edukasi dari berbagai platform. Contohnya, Anda bisa mempelajari lebih lanjut di RRFX yang menyediakan panduan bagi trader pemula.

    Selain itu, pemula sebaiknya menghindari penggunaan leverage tinggi dan tidak tergoda untuk mengejar profit cepat. Penting untuk membiasakan diri mencatat setiap transaksi dalam jurnal trading agar Anda bisa mengevaluasi strategi yang digunakan dan memperbaiki kesalahan secara konsisten.

    6. Peran Teknologi dalam Trading Forex Modern

    Peran teknologi dalam trading forex semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Platform trading modern hadir dengan fitur seperti chart real time, indikator teknikal lengkap, dan eksekusi cepat yang mendukung pengambilan keputusan.

    Penggunaan algoritma dan kecerdasan buatan mulai berkembang dalam analisis pasar. Teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar untuk membantu trader membaca pola dan peluang.

    Meski demikian, Anda tetap perlu memastikan bahwa broker yang digunakan memiliki infrastruktur teknologi yang stabil, aman, dan sesuai dengan strategi trading yang Anda jalankan.

    7. Tren Forex Indonesia di Tahun 2025

    Tren pasar forex Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data dari Bappebti dan media industri, jumlah trader forex meningkat lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh akses edukasi yang lebih mudah serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih broker legal. Lebih lanjut, pasar forex Indonesia diprediksi menjadi lebih stabil dan semakin diminati oleh masyarakat.

    Broker yang semakin mengutamakan transparansi dan menyediakan edukasi bagi para trader merupakan salah satu faktor utama dari perkembangan forex di Indonesia. Disisi lain, regulasi di Indonesia semakin kuat dengan akses informasi yang semakin luas, seiring dengan Bappebti memperketat regulasi untuk melindungi nasabah dari risiko penipuan dan manipulasi pasar.

    Selain itu, perkembangan ekosistem digital seperti pembayaran online, dompet elektronik, dan akses internet cepat turut mempercepat perkembangan industri forex di Indonesia. Banyak trader pemula kini belajar melalui webinar, komunitas trading, hingga platform edukasi digital yang memberikan wawasan tentang analisis teknikal, fundamental, hingga psikologi trading.

    Memahami dunia Forex Indonesia adalah langkah penting sebelum memulai aktivitas trading. Anda perlu memahami regulasi, risiko, serta memilih broker forex Indonesia yang legal dan terpercaya.

    Dengan mengikuti aturan Bappebti serta mempelajari strategi yang tepat, Anda dapat memulai trading dengan lebih aman dan percaya diri. Untuk memperdalam pengetahuan, Anda dapat pelajari lebih lanjut di RRFX.

    Simak juga Video ‘Oikos Nomos: China Tutup Keran Wisata ke Jepang, Bisnis Travel Amsyong!’:

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Merosot, Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level US$ 60.000 pada perdagangan Jumat (6/2). Tekanan jual yang kuat menyeret Bitcoin ke level terendah intraday di kisaran US$ 60.000 sebelum bergerak fluktuatif, dengan penurunan hampir 30% dalam sepekan terakhir.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengungkap kondisi ini dipicu oleh kombinasi gelombang likuidasi posisi leverage dan meningkatnya tekanan jual dari investor institusional.

    Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto melampaui US$ 1,8 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Lebih dari 500 ribu trader terdampak, termasuk satu posisi Bitcoin bernilai lebih dari US$ 12 juta yang terlikuidasi di bursa global.


    “Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama,” ujar Antony dalam keterangannya, Sabtu (7/7/2026).

    Aksi likuidasi di pasar kripto juga diikuti oleh aksi jual dari investor besar. Hal ini terlihat dari aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat volume perdagangan harian tertinggi dengan nilai transaksi melampaui US$ 10 miliar.

    Lonjakan aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga IBIT dan diikuti penarikan dana dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa investor institusional ikut melepas kepemilikan mereka.

    “Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran US$ 65.000 hingga US$ 62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area US$ 60.000,” kata Antony.

    Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) sempat turun di bawah US$ 1.800, sementara Solana (SOL) menembus level US$ 70 untuk pertama kalinya sejak Desember 2023. Tekanan ini menunjukkan aksi jual yang meluas di pasar kripto.

    Antony menegaskan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini tidak hanya dialami pasar kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak.

    Antony menjelaskan kondisi tersebut mencerminkan fase risk-off di pasar global, di mana investor mulai mengurangi kepemilikan pada aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan rilis data ekonomi yang mengecewakan dari sejumlah negara.

    Terkait pergerakan selanjutnya, Antony menegaskan bahwa arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas pasar global dan respons investor terhadap kondisi makro.

    “Selama sentimen global belum stabil, pergerakan Bitcoin masih akan mudah berfluktuasi,” lanjutnya.

    Di tengah volatilitas yang masih tinggi, Antony menilai pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku pasar untuk menyikapi kondisi saat ini. Menurutnya, dalam situasi pasar yang belum stabil, strategi pembelian bertahap bisa membantu mengurangi tekanan dari fluktuasi harga jangka pendek.

    “Yang penting, tetap menyesuaikan dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing. Kami juga tidak bosan mengingatkan agar investasi dilakukan menggunakan dana yang memang disiapkan untuk itu atau uang dingin” tutup Antony.

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com