Tag: $libra

  • Skandal Libra: CEO Kelsier Diduga Bayar Adik Presiden Argentina

    Libra, sebuah token kripto yang baru-baru ini mencuri perhatian, tengah diterpa kontroversi yang mengguncang para pemerhati industri aset digital.

    Kontroversi itu muncul dari dugaan pembayaran kepada adik perempuan Presiden Argentina, yaitu Karina Milei, guna mempromosikan proyek Libra tersebut.

    CEO Kelsier Ventures, Hayden Davis Berbohong Mengutip laman Atlas21 pada Kamis (20/2), CEO Kelsier Ventures, Hayden Davis, diduga berbohong telah memberikan dana kepada Karina untuk mendapatkan dukungan dari Presiden Javier Milei.

    Menurut laporan dari La Nacion, Davis diklaim telah mengirimkan pesan kepada seorang eksekutif firma investasi kripto yang menyatakan bahwa ia dapat “mengendalikan” Presiden Argentina melalui pembayaran kepada Karina Milei.

    Salah satu pesan yang dikirimkan pada bulan Desember lalu berbunyi: “Kita juga bisa membuat Milei berkicau dan bertemu langsung serta melakukan promosi.”

    Promosi Meme Coin Libra

    Lebih lanjut, sebuah pesan lain yang dikaitkan dengan Davis menyebutkan: “Saya mengirim $$ ke saudara perempuannya dan dia menandatangani apa pun yang saya katakan serta melakukan apa yang saya inginkan.”

    Menanggapi skandal Libra, melalui juru bicaranya, Davis membantah telah mengirim pesan tersebut atau melakukan pembayaran kepada Karina Milei.

    Kasus ini semakin rumit dengan dugaan bahwa Davis dan Kelsier Ventures merupakan pihak yang paling diuntungkan dari aksi rug pull, dengan keuntungan mencapai sekitar $100 juta (Rp 1,6 triliun).

    Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek Libra mungkin telah dirancang untuk menipu investor sejak awal.

    Karina Milei Bungkam

    Di sisi lain, Karina Milei, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kepresidenan, belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

    Sementara itu, dalam wawancara dengan Todo Noticias, Presiden Argentina, Javier Milei menepis tuduhan promosi penipuan, dengan alasan bahwa ia hanya “membagikan informasi.

    “Kontroversi ini menambah daftar panjang skandal dalam dunia kripto yang melibatkan figur politik. Kasus Libra ini juga mengingatkan investor akan risiko tinggi yang sering kali menyertai proyek-proyek berbasis blockchain yang kurang transparan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Libra: Kontroversi dan Seruan Akuntabilitas di Dunia Meme Coin

    Token Libra menjadi sorotan setelah mengalami crash besar yang memicu kemarahan investor.

    Alon Cohen, salah satu pendiri platform meme coin Pump.fun, mengkritik keras cara token ini ditangani dan menyerukan akuntabilitas yang lebih baik dalam industri crypto.

    Alon Cohen, Co-Founder Pump.fun seperti dikabarkan oleh Cryptopotato pada Rabu (19/2), menyoroti eksploitasi yang terjadi dalam kasus Token Libra.

    Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik manipulatif yang hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan investor kecil.

    Menurut Cohen, proses pembuatan meme coin harus lebih terdesentralisasi, otomatis, dan bebas dari campur tangan tim pengembang serta market maker untuk mencegah penyalahgunaan.

    Keterlibatan Presiden Argentina, Javier Milei

    Kontroversi semakin memanas setelah Presiden Argentina, Javier Milei, dikaitkan dengan promosi Token Libra. Awalnya, unggahan Milei di media sosial membuat harga token ini melonjak drastis hingga mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $4 miliar (Rp 65 triliun).

    Namun, setelah kenaikan pesat tersebut, para insider diduga mencairkan keuntungan besar, menyebabkan nilai Token Libra anjlok sebesar 94%.

    Milei membantah secara resmi mendukung token ini dan menyatakan bahwa postingannya hanya bertujuan untuk menyebarkan informasi.

    Bagi para investor yang memperhatikan pasar, kasus ini menunjukkan bagaimana pasar crypto masih rentan terhadap manipulasi oleh aktor-aktor tertentu.

    Hayden Davis, seorang trader yang mengaku menjadi penasihat Milei dalam proyek ini, diketahui menguasai lebih dari $100 juta (Rp 1,6 triliun) dari peluncuran Token Libra.

    Davis berdalih dana tersebut awalnya direncanakan untuk reinvestasi, tetapi gagal karena Milei tidak merilis video promosi kedua. Akibatnya, investor mengalami kerugian besar.

    Dampak dan Seruan Reformasi di Dunia Crypto

    Insiden Token Libra semakin mempertegas perlunya regulasi yang lebih ketat dalam industri crypto, terutama untuk mencegah eksploitasi investor ritel.

    Cohen menegaskan bahwa industri ini harus lebih transparan dan bebas dari kepentingan individu tertentu. Para ahli dan regulator kini didesak untuk mengambil langkah konkret guna melindungi investor dari skenario serupa di masa depan.

    Kasus Token Libra menjadi pelajaran berharga bagi dunia crypto, mengingatkan kita bahwa tanpa regulasi dan transparansi, industri ini masih dapat dengan mudah dimanipulasi oleh segelintir pihak yang ingin meraup keuntungan cepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skandal Libra Seret Javier Milei Senilai $5 Juta

    Dunia kripto kembali diguncang isu kontroversial setelah muncul laporan mengenai dugaan dokumen yang mengaitkan Presiden Argentina, Javier Milei, dengan promosi token Libra.

    Dokumen tersebut, yang diklaim ditemukan dari ponsel pelobi kripto Mauricio Novelli, disebut merinci skema pembayaran senilai $5 juta yang diduga berkaitan dengan dukungan terhadap token tersebut.

    Menurut laporan The Block, jika dugaan ini terbukti, kasus ini berpotensi berkembang dari sekadar kontroversi kripto menjadi isu politik serius.

    Baca Juga: Skandal Libra: CEO Kelsier Diduga Bayar Adik Presiden Argentina

    Isi Dokumen: Pembayaran Bertahap dan Keterkaitan Promosi

    Berdasarkan laporan yang beredar, dokumen tersebut menguraikan skema pembayaran dalam beberapa tahap.

    Pembayaran ini diduga dikaitkan dengan pengumuman publik terkait token Libra, hubungan dengan tokoh kripto Hayden Davis, kontrak konsultasi di bidang blockchain dan kecerdasan buatan (AI), dan keterlibatan pihak yang disebut berada dalam lingkaran dekat Milei.

    Selain itu, catatan panggilan forensik yang beredar juga disebut memperkuat dugaan adanya koordinasi dalam promosi token tersebut.

    Dari Memecoin ke Dugaan Isu Politik

    Awalnya, token Libra hanya dipandang sebagai bagian dari tren memecoin yang sering kali mengandalkan hype dan dukungan figur publik. Namun, dengan munculnya dokumen ini, narasi kasus berubah secara drastis.

    Jika tuduhan ini terbukti benar, maka kasus Libra tidak lagi sekadar soal spekulasi pasar, melainkan berpotensi menjadi dugaan penyalahgunaan jabatan, potensi konflik kepentingan, hingga risiko pelanggaran hukum terkait korupsi.

    Perubahan ini dapat meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemerintahan Argentina.

    Dampak Lebih Luas dari Sekadar Skandal Kripto

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, temuan ini memiliki implikasi yang jauh lebih besar dari sekadar isu kripto biasa.

    “Kalau temuan ini terbukti, kasus Libra akan bergeser dari sekadar skandal memecoin menjadi isu penyalahgunaan jabatan dan potensi korupsi politik yang jauh lebih berat,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dalam skala yang lebih luas, Tim Research Tokocrypto menjelaskan dampaknya bukan cuma ke Milei, tapi juga ke cara regulator dan publik memandang promosi token oleh tokoh negara, karena pasar akan makin menuntut disclosure, jejak komunikasi, dan akuntabilitas yang lebih brutal terhadap endorsement kripto bernuansa politik.

    Secara keseluruhan, dampak dari kasus ini bisa saja meluas ke seluruh ekosistem kripto global.

    Risiko Reputasi dan Regulasi

    Jika dugaan ini terbukti, konsekuensinya bisa sangat signifikan, baik dari sisi politik maupun industri kripto:

    1. Risiko Reputasi

    Nama Presiden Milei dan pemerintahannya dapat terdampak serius.

    2. Pengetatan Regulasi

    Regulator kemungkinan akan memperketat aturan terkait promosi token, terutama oleh pejabat publik.

    3. Perubahan Persepsi Publik

    Masyarakat bisa menjadi lebih skeptis terhadap endorsement kripto oleh figur terkenal.

    Transparansi Jadi Kunci

    Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam promosi aset kripto. Ke depan, pasar kemungkinan akan menuntut:

    • Pengungkapan (disclosure) yang lebih jelas
    • Dokumentasi komunikasi yang dapat diaudit
    • Akuntabilitas penuh dari pihak yang terlibat

    Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar.

    Dampak bagi Industri Kripto Global

    Terlepas dari hasil investigasi, kasus ini berpotensi memicu perubahan besar, terutama terkait standar etika dalam promosi kripto meningkat.

    Selain itu, keterlibatan tokoh politik dalam aset digital diawasi lebih ketat sehingga proyek kripto harus lebih berhati-hati dalam strategi pemasaran.

    Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempercepat profesionalisasi industri kripto.

    Baca Juga: Token Libra: Kontroversi dan Seruan Akuntabilitas di Dunia Meme Coin

    Dugaan dokumen pembayaran $5 juta yang mengaitkan Javier Milei dengan promosi token Libra membuka babak baru dalam hubungan antara kripto dan politik.

    Jika terbukti, kasus ini dapat menjadi salah satu skandal terbesar yang menggabungkan kedua dunia tersebut.

    Lebih dari sekadar isu lokal, perkembangan ini berpotensi mengubah cara regulator, investor, dan publik memandang endorsement kripto oleh tokoh publik.

    Di tengah pertumbuhan industri yang pesat, transparansi dan akuntabilitas kini menjadi faktor yang tidak bisa ditawar lagi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden Argentina Terancam Dimakzulkan Usai Promosikan Kripto


    Jakarta

    Presiden Argentina Javier Milei menghadapi ancaman pemakzulan setelah mempromosikan mata uang kripto $LIBRA. Sejumlah anggota parlemen oposisi menilai tindakan itu sebagai skandal yang mempermalukan Argentina di tingkat internasional.

    “Skandal ini, yang mempermalukan kita dalam skala internasional, mengharuskan kita untuk mengajukan permintaan pemakzulan terhadap presiden,” kata anggota parlemen oposisi, Leandro Santoro dikutip dari Reuters, Senin (17/2/2025).

    Awalnya Milei memposting di X yang merekomendasikan mata uang kripto $LIBRA hingga membuat nilainya melonjak hampir US$ 5 per keping. Kemudian dalam beberapa jam kemudian, mata uang kripto itu anjlok hingga di bawah US$ 1.


    Fenomena ini langsung memicu spekulasi bahwa $LIBRA adalah kasus ‘rug pull’, yakni modus penipuan di mana pengembang token kripto menggaet investor untuk menaikkan harga, lalu menarik keuntungan dengan menjual aset mereka sehingga nilai kripto tersebut runtuh seketika.

    Milei menghapus unggahan di X setelah mengetahui keadaan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak memiliki hubungan dengan mata uang kripto tersebut.

    “Saya tidak mengetahui detail proyek tersebut dan setelah mengetahuinya, saya memutuskan untuk tidak lagi mempublikasikannya,” kata Milei.

    Meskipun sudah memberikan klarifikasi, banyak pihak tetap mempertanyakan bagaimana mungkin seorang kepala negara bisa secara terbuka mendukung mata uang kripto tanpa lebih dulu meneliti latar belakangnya.

    Simak juga Video ‘Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih’:

    (aid/rrd)



    Sumber : finance.detik.com