Tag: LINA

  • LINA Berpotensi Naik? Simak Analisis dan Kompetisi Perdagangannya!

    Linear Finance ($LINA) menjadi sorotan di pasar kripto dengan harga saat ini berada di level $0.00208. Aset ini terus berusaha menembus level resistensi krusial di $0.0023, yang menjadi penentu apakah harga akan mengalami lonjakan lebih lanjut atau kembali melemah.

    Dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai $28 juta, likuiditas LINA tetap dalam kondisi sehat, memberi indikasi adanya pergerakan signifikan dalam waktu dekat.

    Analisis Pergerakan Harga LINA

    Saat ini, LINA menghadapi dua kemungkinan pergerakan harga:

    Skenario Bullish: Jika harga mampu menembus level resistensi $0.0023, potensi kenaikan menuju kisaran $0.03–$0.05 dalam jangka pendek semakin terbuka. Momentum bullish bisa diperkuat oleh volume perdagangan yang meningkat serta adanya sentimen positif dari pelaku pasar.

    Skenario Bearish: Jika harga LINA gagal menembus resistensi tersebut, ada kemungkinan LINA mengalami koreksi hingga level support di $0.0015. Level ini menjadi kunci bagi investor untuk menentukan apakah tren naik masih bertahan atau akan mengalami pembalikan arah.

    Namun, salah satu faktor yang dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan harga LINA adalah pelaksanaan Kompetisi Perdagangan Linear PerpDEX, yang berpotensi meningkatkan volume transaksi dan permintaan terhadap aset ini.

    Pergerakan harga Linear Finance (LINA/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Linear Finance (LINA/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kompetisi Trading Linear PerpDEX – Momentum Kenaikan LINA?

    Seiring dengan potensi breakout harga, Linear Finance mengumumkan Kompetisi Trading Linear PerpDEX yang menawarkan total hadiah hingga $1.000 bagi para trader dengan volume perdagangan tertinggi selama periode yang telah ditentukan.

    Periode kompetisi: 20 Maret 2025 – 27 Maret 2025, dengan hadiah mulai dari juara 1: $1.000, juara 2: $350, dan juara 3: $150

    Bagaimana Cara Berpartisipasi? Peserta hanya perlu melakukan perdagangan di Linear PerpDEX dan mencatatkan volume transaksi tertinggi selama periode kompetisi. Dengan adanya kompetisi ini, permintaan terhadap LINA diperkirakan akan meningkat, yang berpotensi mendorong harga ke level lebih tinggi.

    Selain hadiah utama, Linear PerpDEX juga menawarkan potongan biaya melalui sistem rujukan serta pengurangan biaya melalui sistem loyalitas, yang semakin memberikan insentif bagi trader untuk meningkatkan volume perdagangan mereka.

    Kesimpulan: LINA Berpotensi Naik?

    Dengan kombinasi antara analisis teknikal yang menunjukkan kemungkinan breakout dan faktor eksternal seperti kompetisi perdagangan yang meningkatkan aktivitas pasar, LINA memiliki peluang untuk mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.

    Namun, investor tetap harus memperhatikan level resistensi utama di $0.0023 serta faktor eksternal lainnya yang bisa memengaruhi pergerakan harga.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pantai Marunda Masih Dilirik Wisatawan, meski Ada Sampah Berserakan



    Jakarta

    Pantai di Jakarta tak cuma Ancol, ada juga Marunda. Pantai itu masih dilirik oleh wisatawan, meski masih ada sampah yang berserakan.

    Ternyata pantai Marunda di Jakarta Utara masih menjadi pilihan masyarakat sebagai tempat rekreasi keluarga. Bukan hanya karena tak perlu mengeluarkan kocek yang besar, lebih dari itu, bagi pengunjung pantai ini juga cukup nyaman dengan segala keterbatasan.

    Bila berbicara tentang fasilitas, Pantai Marunda mungkin tak seperti pantai-pantai lain, sebut saja pantai Ancol. Perbandingannya sangat jauh.


    Di Pantai Marunda tak ada wahana untuk bermain anak-anak. Bahkan untuk toilet pun masih terbatas. Namun dengan keterbatasan fasilitasnya, Pantai Marunda masih sangat dicintai oleh para pengunjung.

    Liliana yang merupakan warga Tambun, Bekasi misalnya. Ia memutuskan pilihan untuk berkunjung ke pantai ini sehabis melancong ke Rumah Si Pitung yang tak jauh dari lokasi pantai.

    Pantai MarundaPantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Bersama rombongan ia ingin menikmati sore yang nikmat di pinggiran pantai yang berbeda. Karena tak ada pasir yang indah di Pantai Marunda.

    “Dalam rangka liburan awalnya buka-buka (internet) jalan-jalan ke mana ya, terus keluar lah Pantai Marunda ini jadi ‘Marunda aja yuk’ murah juga kan bayar cuma Rp 2.000,” ungkapnya kepada detikTravel, Selasa (2/7/2024).

    Saat ditanyai, ia baru pertama kali datang ke Pantai Marunda. Kesan yang ia sebutkan cukup baik untuk pantai yang katanya kotor. Baginya dengan harga yang murah, rasanya setimpal juga dengan kualitas yang disuguhkan di pantai ini, namun masih dalam koridor yang nyaman.

    “Sejujur-jujurnya kotornya cuma ke area sini aja sih, dari awal depan nggak kayaknya. Ya juga murahlah masuk Rp 2.000,” terangnya.

    Dalam kesempatan di Pantai Marunda ini, detikTravel juga masih melihat sampah-sampah yang berserakan di beberapa titik pantai. Ada petugas kebersihan di pantai ini yang setiap hari membersihkan sampah-sampah bekas pengunjung ataupun yang terbawa dari laut.

    Pantai MarundaWarung di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Di beberapa titik pantai pun, terutama di deretan warung terlihat ada beberapa tempat sampah baru. Karena masih memiliki warna yang cerah, hal ini pun dikonfirmasi oleh salah satu pedagang yang bernama Lina.

    “Masalah sampah sih udah agak mendingan apalagi sekarang udah diadain tempat sampah, kalau waktu itu kan masih ada yang buang sembarangan,” ucap Lina sambil memperhatikan dagangannya.

    Sedari kecil memang dirinya tinggal di wilayah Marunda dan telah melihat perubahan yang besar dari segi pengurangan sampah. Selain adanya petugas kebersihan, kesadaran pengunjung dan pedagang akan sampah ini juga sudah meningkat.

    Jadi pengunjung pun bisa betah untuk berlama-lama saat berada di Pantai Marunda. Alhasil dagangannya pun banyak dibeli oleh pengunjung ketika pantai ramai.

    Pantai MarundaAnak-anak berenang di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Lina serupa dengan pedagang lainnya yang menjual berbagai macam makanan dan minum seperti makanan laut, layaknya kerang ijo hingga mie instan ataupun minuman-minuman dingin.

    “Ya lumayan dah cukup, Sabtu-Minggu meningkat lah lumayan. Apalagi pas libur sekolah ini lumayan lah dapet Rp 100.000 ya alhamdulilah,” pungkas Lina.

    Pengunjung di Pantai Marunda ini banyak melakukan aktivitas yang berbeda. Ada yang tengah asyik berkaraoke, memancing, berenang di laut hingga duduk santai di beton-beton penyangga ombak sembari melihat matahari terbenam.

    Udara di Pantai Marunda pun cukup sejuk, tak begitu panas atau lembab seperti pantai biasa, jadi membuat banyak pengunjung di sini betah untuk berlama-lama.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Konservasi Penyu di Bali Utara, Ada Ratusan Bayi Penyu!



    Jakarta

    Biar liburan di Bali Utara semakin seru, cobain deh datang ke penangkaran penyu yang ada di Desa Pemuteran ini. Kamu bisa melihat bagaimana telur-telur penyu itu diselamatkan hingga dilepaskan.

    Tempatnya tidaklah besar. Lokasinya berada di Reef Seen Diver’s Resort Desa Pemuteran, Gerokgak. Di sana terdapat beberapa kolam yang berisi ratusan anak-anak penyu yang berenang ke sana ke mari.

    ‘Proyek Penyu’ tertulis besar di papan yang berada di tengah-tengah kawasan kolam. Yap, sudah lebih 30 tahun proyek ini berjalan di Desa Pemuteran.


    “Kita di sini ada tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau, penyu olive dan penyu sisik. Penangkaran ini telah ada sejak tahun 1991 dan setiap tahunnya ribuan penyu yang kita lepas dari sini,” kata Ina, salah satu tim Proyek Penyu, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengKepala Desa Pemuteran bersama Chris Brown dan Ina (Syanti Mustika/detikcom)
    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengProyek Penyu di Desa Pemuteran, Buleleng (Syanti Mustika/detikcom)

    Proyek Penyu ini diinisiatif pertama kali oleh Chris Brown, warga Australia yang datang ke Bali di tahun 1990-an. Dia resah melihat telur-telur penyu dijual belikan tanpa masyarakat tahu nilai hidup dari penyu yang masuk ke dalam daftar terancam punah ini.

    Lina pun mengatakan bahwa di sini terdapat dua cara penetasan telur, yaitu dengan ditanam di pasir dan inkubator.

    “Kita dari dulu menetaskan telur dengan menanamnya di pasir. Dan tingkat keberhasilan dari telur yang menetas adalah 65% saja. Namun, bila menggunakan inkubator, keberhasilan telur mentas mencapai 95%. Kita menggunakan inkubator baru 2 tahun ini, dan bila inkubator penuh, sebagiannya akan kita tanam di tanah,” kata Lina.

    Telur-telur penyu ini didapatkan dari nelayan-nelayan yang datang langsung ke sini. Nanti, para nelayan akan mendapatkan insentif terhadap telur yang mereka serahkan.

    “Jadi kita ambil telur dan kasih santunan ke nelayan. Lumayan banyak yang kita dapatkan, tahun ini bulan Januari sampai Juli kita udah dapat 2.500 telur,” dia menambahkan.

    Proyek Penyu di Desa Pemuteran, BulelengTelur-telur penyu di dalam inkubator (Syanti Mustika/detikcom)

    Setelah telur-telur menetas, mereka pun dipindahkan ke dalam kolam-kolam dan dirawat di sana. Setelah 2-3 bulan, barulah tukik ini dilepaskan ke laut.

    “Biasanya, di kehidupan alaminya tukik yang menetas akan langsung berenang ke laut. Namun daya survival mereka sangat rendah dan rentan di makan predator. Karena itulah kita rawat dia hingga usia bisa mencari makan sendiri,” kata dia.

    Bayi-bayi penyu ini diberi makan setiap harinya sekali sehari. Kolam mereka pun juga dibersihkan berkala hingga mereka tidak asing bila dipindahkan ke laut.

    Untuk bisa melihat penyu-penyu ini dan belajar tentang mereka, traveler hanya perlu membayar Rp 20 ribu saja (untuk domestik) dan Rp 40 ribu (untuk mancanegara). Tiket ini berlaku untuk seminggu, jadi kamu bisa bolak-balik datang ke sini selama satu minggu.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com