Tag: line

  • Aplikasi Chat LINE, Luncurkan Program Hadiah Token!

    LINE, aplikasi chat asal Jepang dengan lebih 90 Juta pengguna di Indonesia, memulai program rewards berupa token LINK (token asli dari blockchain LINE) kepada para pengguna layanan digital tersebut. Kabar ini diumumkan pada hari Jumat lalu, dengan juga meluncurkan halaman peluncuran terkait LINK Rewards Program tersebut.

    Baca Juga: Uniswap Rilis Token UNI dan Bagikan Cuma-cuma Kepada Pengguna

    Untuk saat ini, program rewards ini hanya tersedia untuk pengguna LINE di Jepang. Nantinya, pengguna akan diberikan semacam penghargaan/rewards berupa LINK dengan syarat telah menghubungkan akun LINE ke dalam tiga aplikasi seluler lainnya. Terdiri dari LINE Pay berupa produk pengiriman uang, Line Securities berupa produk investasi, dan Line Score berupa produk evaluasi kredit.  LINE Securities sendiri saat ini mulai bekerja sama dengan Nomura Holdings, salah satu pialang saham terbesar di Jepang.

    Program rewards ini merupakan bentuk dari promosi terkait dengan pembangunan jaringan blockchain LINE sendiri. Pada 2018 lalu, perusahaan tersebut membuat laboratorium internal yang berfokus pada pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan dasar LINE Blockchain yang telah dipatenkan.

    Program ini sudah dijalankan tertanggal 18 September 2020 lalu. Berdasarkan laporan dari LINE, 10.000 pengguna yang memiliki kartu kredit keluarga LINE yang diterbitkan oleh LINE Pay akan menerima token LINK senilai 2.000 YEN atau setara dengan Rp283.000. Sementara pengguna LINE Securities akan mendapatkan hingga 500 YEN atau setara Rp70.500 dalam token LINK.

    Nantinya, Pengguna akan dapat mengubah token tersebut menjadi mata uang fiat melalui layanan perdagangan aset kripto LINE, Bitmax, dan lainnya dengan mendaftarkan diri pada platform-platform tersebut.

    Dengan adanya program ini, perusahaan ini bertujuan untuk mendorong penggunanya untuk ikut berpartisipasi dalam token economy dari LINK. Hal ini akan membuat banyak orang untuk menggunakan LINK sebagai alat pembayaran dan meningkatkan kegunaannya.

    Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anak Perusahaan Aplikasi Chat LINE Kembangkan Blockchain Finschia

    LINE Corporation terus memperdalam bisnisnya di dunia blockchain dan kripto. Perusahaan yang punya aplikasi chat LINE ini sedang mengembangkan jaringan blockchain bernama “Finschia.”

    LINE Tech Plus, anak perusahaan LINE Corporation dan pengelola bisnis yang terkait dengan kripto dan blockchain, mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan “Finschia,” sebuah mainnet blockchain yang disebut perusahaan sebagai generasi ketiga, untuk membantu pengembang lebih mudah mengelola program mereka dan mendukung smart contract.

    Mainnet saat ini hanya mendukung token LINK (LN), tetapi di masa depan akan lebih banyak token dan fitur akan diperkenalkan. Dengan mainnet yang sekarang aktif, LINE telah resmi menjadi platform terdesentralisasi yang menawarkan media sosial dan layanan pembayaran.

    LINE Tech Plus, anak perusahaan LINE Corporation mengumumkan peluncuran mainnet blockchain Finschia, Sumber: LINE Corporation.
    LINE Tech Plus, anak perusahaan LINE Corporation mengumumkan peluncuran mainnet blockchain Finschia. Sumber: LINE Corporation.

    Baca juga: Penerimaan Pajak Kripto Tembus Rp 231 M, Investor Terus Bertambah

    Peluncuran mainnet blockchain Finschia menandai langkah lain menuju realisasi rencana besar perusahaan untuk membuat layanan terdesentralisasi dapat diakses oleh semua orang. Selain itu, dengan peluncuran ini LINE memantapkan dirinya sebagai pesaing langsung Ethereum dalam pengembangan dApps.

    “Kami sangat senang memperkenalkan Finschia, di mana kami dapat bekerja sama dengan pengembang lain untuk membuka kemungkinan jaringan blockchain kami,” kata CEO LINE NEXT, Youngsu Ko.

    “Kami berharap dapat menciptakan ekosistem blockchain baru dan memperluas ekonomi token LINE berdasarkan LINK aset kripto.”

    Finschia telah menambahkan banyak fitur untuk meningkatkan fungsionalitas, kecepatan, dan stabilitas. Ia menggunakan Ostracon, algoritma konsensusnya sendiri, yang menambahkan VRF (Verifiable Random Function) ke algoritma konsensus Cosmos.

    Dengan peningkatan ini, Finschia 400 kali lebih cepat dalam kecepatan perdagangan dan mengurangi biaya hingga 98% dibandingkan dengan Ethereum. Selain itu, Finschia telah memperkenalkan penghargaan berbasis kontribusi, di mana pengguna dan pengembang dapat menerima penghargaan berdasarkan kontribusi mereka untuk memperluas ekosistem blockchain.

    Keunggulan

    LINE Tech Plus, anak perusahaan LINE Corporation mengumumkan peluncuran mainnet blockchain Finschia, Sumber: LINE Corporation.
    LINE Tech Plus, anak perusahaan LINE Corporation mengumumkan peluncuran mainnet blockchain Finschia. Sumber: LINE Corporation.

    Baca juga: Huobi dan Visa Kolaborasi Rilis Kartu Debit Kripto Buat Belanja

    Dengan peluncuran ini, LINE bermaksud untuk mendekatkan diri ke para pengembang blockchain, untuk mengenalkan keunggulannya yang mudah dalam mengembangkan dApps.

    Melalui Finschia, pengembang dapat berkolaborasi dengan layanan LINE dan menggunakan sumber daya yang dimiliki LINE untuk mengembangkan layanan blockchain yang mudah digunakan.

    LINE telah mengembangkan ekosistem blockchain sejak 2018 melalui pengenalan layanan seperti LINK kripto, layanan perdagangan aset kripto, wallet, dan NFT marketplace.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    LINE, aplikasi media sosial asal Jepang, akhirnya resmi meluncurkan marketplace NFT pada 13 April 2022. Pada saat peluncuran perdananya, platform yang diberi nama LINE NFT ini menawarkan sekitar 40.000 produk NFT untuk dijual.

    Dilaporkan Cointelegraph, LINE bermitra dengan Yoshimoto Kogyo, konglomerat hiburan besar Jepang untuk melahirkan LINE NFT di bawah perusahaan LVC Corporation. Saat ini marketplace NFT tersebut tersedia di Jepang dan belum diketahui apakah akan ke ekspansi ke Indonesia yang memiliki jumlah pengguna LINE yang cukup banyak.

    Saat ini saja, aplikasi LINE di Jepang telah digunakan sekitar 90 juta orang. LINE NFT menjawab kebutuhan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi di bisnis terkait blockchain.

    Di marketplace LINE NFT, pengguna dapat membeli dan memperdagangkan NFT serta menyimpan NFT yang dibeli di LINE BITMAX Wallet, dompet aset digital di akun LINE pengguna. Melalui aplikasi LINE, pengguna juga dapat mengirim atau bertukar NFT dengan teman-teman LINE lainnya.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Tutorial Lengkap Cara Beli dan Minting NFT di TokoMall

    Penjualan Yoshimoto NFT Theatre

    Gelombang pertama NFT yang akan segera dirilis di LINE NFT adalah konten hasil kerja sama dengan Yoshimoto Kogyo Holdings Co. Ltd. Ada Yoshimoto NFT Theater yang menampilkan video pertunjukan dari komedian papan atas Yoshimoto Kogyo.

    Menurut Beincrypto, ada pula konten NFT dari serial anime klasik Patlabor the Mobile Police—yang dibuat khusus untuk merayakan peringatan 30 tahun animasi itu. Selain itu, video NFT dari karakter populer seperti Gyuunyuu, Usagyuuun! dan Betakkuma juga akan meluncur.

    NFT ini bisa diperdagangkan di antara pengguna LINE NFT setelah mereka membelinya. Lantas, mulai 20 April 2022, LINE bakal mengeluarkan NFT untuk memperingati pensiunnya atlet senam Kohei Uchimura serta NFT asli karya seniman manga Yashiroazuki.

    LINE Perkuat Bisnis Blockchain

    Kemunculan marketplace LINE NFT semakin memperkuat dorongan perusahaan untuk mengadopsi teknologi blockchain dalam lanskap bisnis utama mereka.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    Line memiliki reputasi sebagai salah satu perusahaan teknologi besar pertama di Jepang yang mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain, setelah meluncurkan pertukaran crypto sendiri pada tahun 2018.

    NFT menjadi semakin populer di seluruh Jepang, terlepas dari peraturan kripto yang relatif ketat. Konglomerat jasa keuangan Jepang, Nomura Holdings, menjadi pemain utama terbaru di negara itu yang mengembangkan rencana aksi untuk mengimplementasikan NFT.

    Minat investor Jepang ke NFT terlihat memang besar. Ini tercermin dari survei akhir tahun lalu, yang digelar exchange di Jepang, Bitbank, mengenai minat investasi di pasar aset digital. Hasilnya, sebanyak 26% investor aset kripto di Jepang telah menyimpan NFT ketika mereka berinvestasi dalam kripto.

    Berdasarkan hasil survei, mayoritas investor NFT di pasar Jepang berusia sekitar 20 tahun hingga 40 tahun. Sebagian besar responden tertarik memegang NFT karena peluang investasi jangka panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com