Tag: link

  • SBI dan Chainlink Bersinergi: Misi Tokenisasi Aset Riil

    Jepang kembali menjadi pusat inovasi finansial global melalui kemitraan strategis antara SBI Group dan platform oracle terkemuka Chainlink.

    Dalam upaya mendigitalisasi layanan keuangan dan mempercepat adopsi blockchain di Asia-Pasifik, kolaborasi ini menjanjikan sejumlah solusi institusional yang dapat merombak lanskap industri.

    Alih-alih membatasi diri pada proyek kripto murni, SBI hendak merangkul institusi keuangan tradisional seperti bank, manajer dana, hingga penerbit obligasi dan developer real estate.

    Tujuan utamanya adalah tokenisasi aset riil seperti properti, obligasi, stablecoin, dan produk investasi lainnya, serta memungkinkan perdagangan on-chain yang efisien.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Chainlink Meroket Berkat Sistem Cadangan Baru dan Adopsi RWA

    Teknologi Inti dari Chainlink

    Lebih dari sekadar kolaborasi branding, SBI akan memanfaatkan solusi teknologi Chainlink secara komprehensif, termasuk:

    • Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP): Menghubungkan berbagai blockchain untuk transaksi lintas sistem secara aman dan tervalidasi.
    • SmartData NAV: Mentransfer nilai aktiva bersih (Net Asset Value) dana tokenisasi secara real-time ke rantai blok, meningkatkan transparansi dan likuiditas.
    • Proof of Reserve: Memverifikasi cadangan stablecoin secara on-chain—fitur penting di tengah meningkatnya kebutuhan trust dan kepatuhan regulasi.

    Tantangan Teratasi, Pembiayaan Dipermudah

    Riset internal SBI Digital Asset Holdings menunjukkan bahwa lebih dari 76% institusi keuangan di Asia berencana menginvestasikan dana ke produk keuangan tokenisasi, namun terhambat oleh minimnya infrastruktur yang aman dan tersertifikasi.

    Kolaborasi ini dirancang sebagai solusi atas dulunya kendala tersebut.

    Pembayaran Lintas-Batas Ditingkatkan

    Tak hanya tokenisasi, kemitraan ini juga membidik efisiensi pembayaran internasional.

    Dengan teknologi Payment-versus-Payment (PvP) yang didukung Chainlink, SBI berharap mempermudah settlement transaksi valuta asing dan lintas-negara dengan model cepat, akurat, dan compliant.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi lebih luas SBI untuk menjadi pionir transformasi keuangan digital di Asia. Beberapa kemitraan besar sebelumnya antara lain dengan Circle (USDC), Ripple (RLUSD), dan Startale untuk platform tokenisasi investasi.

    Chainlink
    Chainlink (LINK)

    Sinyal Pasar dan Reaksi Token LINK

    Pengumuman ini memicu sentimen positif terhadap token LINK, terkait dengan ekspektasi adopsi luas teknologi oracle Chainlink dalam sistem keuangan resmi.

    Meski demikian, pergerakan harga LINK tetap rentan volatilitas pasar kripto secara umum.

    Di sisi lain, langkah ini menjadi penting karena Asia secara global mengalami lonjakan pertumbuhan infrastruktur blockchain, dengan angka CAGR mendekati 89,4% menuju target hampir $296,6 miliar pada 2030.

    Implementasi tokenisasi aset dan sistem settlement lintas-batas menjadikan wilayah ini peluang emas bagi inovasi institusional yang tunduk regulasi ketat, seperti Jepang, kini tengah siap hadirkan solusi compliant dan skalabel.

    Baca Juga: Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan
    Kolaborasi antara SBI dan Chainlink adalah sinyal eksplisit bahwa blockchain kini beranjak dari hype inovasi menjadi infrastruktur fundamental untuk institusi.

    SBI, dengan jaringan keuangan yang matan serta kuat di Asia, kini memperkuat langkahnya ke ekosistem tokenisasi asset, sementara Chainlink menyiapkan tank interoperabilitas dan data integrasi.

    Kombinasi ini penting untuk mainstreaming kripto di ranah keuangan serius, mendukung efisiensi, transparansi, dan kepatuhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Chainlink Meroket Berkat Sistem Cadangan Baru dan Adopsi RWA

    Chainlink (LINK) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah reli tajam mendorong harganya ke level $17,85, naik 8,24% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini turut mengangkat kapitalisasi pasar LINK melampaui $12 miliar, memicu optimisme investor terhadap potensi kenaikan yang lebih tinggi berkat kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang solid.

    Langkah Strategis: Sistem Cadangan LINK Resmi Berjalan

    Pada 7 Agustus 2025, Chainlink mengaktifkan mekanisme Cadangan (Reserve System) terbarunya. Sistem ini mengonversi seluruh pendapatan protokol — baik dari dalam maupun luar jaringan — menjadi token LINK. Hingga kini, lebih dari $1 juta LINK telah dikunci tanpa rencana penarikan dalam waktu dekat.

    Langkah ini menciptakan tekanan beli konstan dengan menyerap pasokan token, sehingga memperkuat kelangkaan LINK seiring pertumbuhan jaringan. Dengan suplai beredar sebesar 678 juta LINK, inisiatif ini dipandang sebagai dorongan besar bagi keberlanjutan ekosistem jangka panjang dan menjadi sinyal kuat bagi investor institusional tentang keyakinan terhadap model ekonomi Chainlink.

     Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan

    Ekspansi Besar: Menjembatani Aset Dunia Nyata ke Blockchain

    Beberapa hari sebelum peluncuran sistem cadangan, Chainlink merilis data feed ekuitas dan ETF AS yang telah ditokenisasi di 37 blockchain. Proyek-proyek seperti GMX dan Kamino menjadi pengguna awal, menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi Chainlink di pasar aset dunia nyata (RWA) yang bernilai lebih dari $10 triliun.

    Pengembangan ini melengkapi integrasi Chainlink dengan Mastercard pada Juni lalu, memperkuat peran LINK sebagai infrastruktur penting untuk menghadirkan data keuangan tradisional ke Web3 — melampaui sekadar peran di ranah DeFi.

    Analisis Teknikal: Potensi Bullish, tapi Butuh Konfirmasi

    Secara teknikal, LINK berhasil menembus level $17,55, yang merupakan retracement Fibonacci 38,2% dari rentang harga $20,24 (puncak) hingga $13,21 (dasar). Pergerakan ini juga mengonfirmasi formasi double-bottom, yang umumnya menjadi sinyal bullish.

    Meski begitu, indikator masih campuran:

    • MACD masih berada di wilayah negatif.
    • RSI mendekati area netral.
    • Rasio perputaran 24 jam sebesar 4,85% menunjukkan likuiditas tinggi.

    Momentum kenaikan berkelanjutan kemungkinan memerlukan dukungan dari volume perdagangan yang lebih besar.

    Proyeksi Harga: Target $46 dalam Jangka Panjang

    Menurut analis kripto Ali (@ali_charts), tren LINK akan tetap positif selama harga tidak jatuh di bawah support $13. Jika mampu menembus swing high $20,24, LINK berpotensi melaju menuju $46 dalam pola kanal harga yang sedang terbentuk.

    Prospek ke Depan: Bullish, tapi Waspadai Faktor Makro

    Fundamental Chainlink semakin kuat berkat inovasi on-chain dan perluasan peran di sektor keuangan dunia nyata. Namun, beberapa faktor kunci tetap perlu diperhatikan:

    • EMA 200 hari di kisaran $15,84 harus dipertahankan untuk menjaga tren positif.
    • Sentimen pasar global, terutama dominasi Bitcoin.
    • Perkembangan ekonomi makro AS, termasuk kebijakan suku bunga Federal Reserve.

    Dengan kombinasi inovasi teknologi, dukungan institusional, dan posisi strategis di pasar RWA, Chainlink berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam gelombang adopsi blockchain berikutnya.

    Baca juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan

    Chainlink, pelopor penyedia layanan oracle dalam dunia blockchain, kembali menunjukkan taringnya dengan meluncurkan layanan data pasar saham AS real-time yang tersedia di 37 blockchain berbeda secara bersamaan.

    Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menjembatani ekosistem keuangan tradisional (TradFi) dengan dunia Web3, dan membuka potensi besar bagi inovasi produk keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Apa Itu Chainlink dan Mengapa Ini Penting?

    Chainlink dikenal sebagai penyedia layanan oracle yang memungkinkan smart contract di berbagai blockchain untuk terhubung dengan data dari dunia nyata.

    Dengan reputasi sebagai penyedia data yang andal dan aman, Chainlink telah lama menjadi pilihan utama bagi banyak proyek DeFi.

    Kini, Chainlink memperluas cakupan layanannya dengan menghadirkan data pasar saham AS secara real-time ke ekosistem blockchain, yang meliputi harga saham perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Amazon, hingga Google.

    Langkah ini memungkinkan blockchain untuk mengakses data pasar keuangan tradisional secara langsung dan akurat.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20

    37 Blockchain, Satu Sumber Data

    Inovasi ini didukung oleh Chainlink Data Streams, sebuah solusi oracle generasi berikutnya yang dirancang untuk memberikan data dengan latensi rendah dan pembaruan berkala secara cepat.

    Dengan kata lain, data yang disediakan oleh Chainlink kini tidak hanya akurat dan aman, tapi juga sangat cepat — menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk perdagangan otomatis (algo-trading), derivatif sintetis, dan banyak lagi.

    Dengan mengintegrasikan layanan ini di 37 blockchain, Chainlink memperkuat statusnya sebagai penghubung utama antara dunia keuangan tradisional dan ekosistem blockchain yang berkembang pesat.

    Ini adalah langkah konkret menuju integrasi yang lebih dalam antara TradFi dan DeFi.

    Dampaknya bagi DeFi dan Aplikasi Web3

    Peluncuran layanan ini membuka pintu bagi berbagai inovasi produk keuangan di dunia kripto:

    • Synthetic Assets: Proyek-proyek seperti Synthetix kini dapat membuat turunan saham secara on-chain dengan data yang lebih real-time dan kredibel.
    • Automated Trading: Pengembang dapat menciptakan bot trading atau strategi arbitrase yang menggunakan data saham AS langsung dari blockchain.
    • Tokenisasi Aset Tradisional: Dengan data akurat di ujung jari, perusahaan dapat lebih mudah melakukan tokenisasi saham di blockchain, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

    Langkah ini juga memberi peluang besar bagi pasar negara berkembang yang selama ini sulit mengakses pasar saham global secara langsung.

    Dengan data yang tersedia secara terbuka di blockchain, partisipasi investor ritel global dalam pasar saham bisa meningkat secara drastis.

    Kolaborasi Strategis

    Chainlink menggarap proyek ini bersama beberapa mitra infrastruktur dan penyedia data terkemuka.

    Meskipun detail teknisnya belum sepenuhnya dibuka ke publik, layanan ini kemungkinan menggunakan pendekatan hybrid off-chain dan on-chain untuk memastikan efisiensi biaya sekaligus menjaga kecepatan dan reliabilitas data.

    Hal ini juga menunjukkan bahwa Chainlink tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga ekosistem kolaboratif yang kuat untuk membawa keuangan masa depan menjadi lebih terbuka, transparan, dan inklusif.

    Baca Juga: Chainlink Bertahan di Support $13, Analis Optimistis Potensi Pemulihan

    Dengan mengintegrasikan data pasar saham AS real-time ke dalam 37 blockchain, Chainlink sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai jembatan antara dunia nyata dan Web3.

    Inovasi ini bukan hanya soal membawa data ke blockchain, tapi tentang membangun masa depan di mana keuangan global benar-benar terdesentralisasi dan bisa diakses siapa saja, di mana saja.

    Langkah ini membuka babak baru bagi DeFi dan aplikasi blockchain—sebuah dunia di mana batas antara pasar tradisional dan aset digital semakin kabur. Masa depan keuangan bukan hanya digital, tetapi juga global dan terdesentralisasi—dan Chainlink berada di garis depan revolusi ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

    Ekosistem DeFi kembali mencatatkan perkembangan penting setelah Chainlink melalui protokol CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) mengaktifkan transfer cbBTC dari jaringan Base ke Monad.

    Cointelegraph menyebut, integrasi ini membuka jalur bagi likuiditas berbasis Bitcoin untuk masuk ke dalam ekosistem DeFi Monad.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kolateral berbasis Bitcoin ke pasar lending dan borrowing Monad, sekaligus memperluas utilitas aset wrapped BTC seperti cbBTC dalam sektor keuangan terdesentralisasi.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Mengenal cbBTC

    cbBTC merupakan representasi Bitcoin yang diterbitkan di jaringan EVM tertentu, memungkinkan pemegang BTC untuk mengakses aplikasi DeFi tanpa harus menjual aset utamanya.

    Dengan aktivasi transfer lintas jaringan melalui CCIP, pemilik cbBTC di Base kini dapat memindahkan aset mereka ke Monad.

    Artinya, Bitcoin yang sebelumnya “diam” sebagai store of value kini bisa dimanfaatkan sebagai kolateral untuk meminjam, memberikan likuiditas, atau mendapatkan yield di protokol DeFi Monad.

    Akses terhadap kolateral berbasis BTC selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Total Value Locked (TVL) di berbagai ekosistem DeFi.

    Dampak terhadap Ekosistem Monad

    Monad, sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk performa tinggi dan kompatibilitas EVM, tengah membangun fondasi likuiditas agar ekosistem DeFi-nya berkembang pesat.

    Masuknya cbBTC berpotensi menjadi katalis penting, karena Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan basis pemegang yang luas.

    Likuiditas berbasis BTC dapat mempercepat pertumbuhan protokol lending dan borrowing di Monad, terutama jika pengguna mulai aktif memanfaatkan cbBTC sebagai jaminan pinjaman.

    Namun, keberhasilan integrasi ini sangat bergantung pada adopsi nyata di lapangan.

    Analisis: Potensi Besar, Tapi Belum Tentu Instan

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa akses terhadap kolateral BTC memang membuka peluang besar, tetapi dampaknya tidak otomatis terjadi hanya karena pengumuman integrasi.

    “Akses ke kolateral BTC bisa mempercepat TVL, tapi itu baru nyata jika pengguna menerapkan cbBTC dalam skala besar. Asumsi keamanan bridge dan permintaan berkelanjutan akan menentukan ini sekadar pengumuman atau perubahan nyata,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Garis besarnya, transfer via cbBTC ini menyoroti dua faktor kunci: keamanan dan permintaan.

    Pertama, keamanan bridge menjadi isu krusial dalam ekosistem cross-chain. Sejarah industri kripto mencatat berbagai insiden eksploitasi bridge yang menyebabkan kerugian besar.

    Meskipun CCIP dirancang dengan standar keamanan tinggi, kepercayaan pengguna tetap menjadi faktor utama.

    Kedua, permintaan riil dari pengguna akan menentukan apakah cbBTC benar-benar digunakan sebagai kolateral atau hanya sekadar dipindahkan tanpa aktivitas signifikan.

    Peran Chainlink CCIP dalam Interoperabilitas

    CCIP dari Chainlink dirancang untuk menyediakan infrastruktur transfer aset dan pesan lintas jaringan secara aman.

    Dengan meningkatnya fragmentasi likuiditas di berbagai blockchain, solusi interoperabilitas menjadi kebutuhan mendesak.

    Integrasi ini menunjukkan bagaimana Chainlink memperluas perannya, bukan hanya sebagai oracle harga, tetapi juga sebagai penghubung ekosistem multi-chain.

    Jika adopsi CCIP terus berkembang, model interoperabilitas semacam ini dapat menjadi standar baru dalam perpindahan likuiditas lintas jaringan.

    Outlook: Katalis TVL atau Sekadar Eksperimen?

    Dalam jangka pendek, dampak terhadap TVL Monad kemungkinan bertahap.

    Aktivitas lending dan borrowing perlu menunjukkan peningkatan signifikan agar integrasi ini benar-benar mengubah lanskap likuiditas.

    Namun dalam jangka panjang, akses terhadap kolateral BTC dapat memperkuat fondasi DeFi Monad, terutama jika dikombinasikan dengan insentif yield atau program likuiditas tambahan.

    Bagi pasar DeFi secara keseluruhan, integrasi ini mencerminkan tren besar: Bitcoin semakin terintegrasi ke dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi lintas chain.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Aktivasi transfer cbBTC dari Base ke Monad melalui Chainlink CCIP membuka peluang baru bagi pemanfaatan likuiditas berbasis Bitcoin di DeFi. Potensinya besar, terutama untuk mendorong pertumbuhan TVL dan pasar lending.

    Namun, keberhasilan nyata akan ditentukan oleh tingkat adopsi pengguna, keamanan bridge, dan permintaan berkelanjutan terhadap produk DeFi berbasis cbBTC.

    Apakah ini akan menjadi lonjakan likuiditas besar bagi Monad atau sekadar integrasi teknis tanpa dampak signifikan, pasar akan segera memberikan jawabannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINK Terancam Fire Sale ke $5? Inflow Exchange Naik 19%

    Chainlink (LINK) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul sinyal tekanan jual baru yang berpotensi menyeret harga lebih dalam. Setelah sempat mencatat pemulihan singkat dari level $7,19, data terbaru menunjukkan lonjakan besar aliran LINK ke exchange. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan bearish kembali mendominasi pasar.

    Menurut data yang beredar, inflow LINK ke exchange melonjak sekitar 19% dalam satu hari, sebuah pola yang disebut mirip dengan tekanan jual yang terjadi pada akhir Januari. Lonjakan inflow ke exchange umumnya diasosiasikan dengan potensi aksi jual, karena token yang dipindahkan ke bursa sering kali disiapkan untuk dilepas ke pasar.

    Level $7,19 Jadi Penentu, Risiko Turun ke $5 Menguat

    Kenaikan inflow tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa jika support $7,19 gagal bertahan, LINK dapat mengalami flush menuju area $5,00. Analis menilai level tersebut berpotensi menjadi target koreksi berikutnya seiring tekanan spekulatif meningkat.

    Meski begitu, pasar juga mencatat adanya kemungkinan bahwa koreksi ini hanya bersifat sementara, karena sejumlah indikator menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya keluar. Beberapa pihak menilai penurunan tajam dapat menjadi fase shakeout, yaitu situasi di mana investor ritel terdorong menjual karena panik sebelum harga kembali pulih.

    Data ETF: LINK Disebut Belum Pernah Alami Outflow

    Di tengah kekhawatiran tekanan jual, data ETF Chainlink disebut masih menunjukkan sinyal positif. Disebutkan bahwa sejak peluncuran, LINK ETF belum pernah mencatat satu hari pun outflow. Kondisi ini dinilai mencerminkan bahwa minat institusional terhadap LINK masih relatif stabil meskipun harga mengalami volatilitas.

    Hal ini menjadi faktor yang dipantau pasar, karena arus ETF sering dianggap sebagai indikator sentimen investor institusi terhadap aset kripto tertentu.

    Baca juga: Harga Chainlink (LINK) di Ujung Tanduk: Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

    Aktivitas Oracle Chainlink Klaim Capai $28,02 Triliun

    Selain ETF, metrik dari situs resmi Chainlink juga menunjukkan bahwa layanan oracle Chainlink disebut telah memfasilitasi transaksi dengan total nilai mencapai $28,02 triliun. Angka tersebut dilaporkan terus meningkat, menandakan bahwa penggunaan jaringan Chainlink masih berkembang di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

    Di sisi lain, disebutkan pula bahwa cadangan strategis Chainlink yang didanai dari pendapatan (revenue-funded reserves) terus mengalami kenaikan, yang dinilai memperkuat keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

    Investor Ritel Panik, Smart Money Diduga Tunggu Harga Diskon

    Sejumlah analis menyebut bahwa penurunan harga LINK saat ini kemungkinan masih dipengaruhi panic selling dari investor ritel. Namun, data juga memunculkan spekulasi bahwa investor besar atau smart money justru menunggu kesempatan untuk membeli di level lebih rendah, khususnya jika harga benar-benar turun ke area $5.

    Peta volume juga menunjukkan sinyal “cooling”, yang diartikan sebagai meredanya tekanan jual dibanding sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sell-off besar mulai kehilangan tenaga, meskipun risiko penurunan masih tetap terbuka dalam jangka pendek.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan demikian, LINK kini berada pada fase krusial. Jika level $7,19 gagal bertahan, pasar berpotensi melihat koreksi lebih dalam menuju $5. Namun, jika tekanan jual melemah dan akumulasi institusi tetap berlangsung, level tersebut juga dapat menjadi zona masuk strategis bagi investor yang menunggu harga diskon.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pola inflow tinggi sering mendahului volatilitas/koreksi jangka pendek (tekanan jual retail), tapi divergensi dengan aksi whale/institusi (yang diam/akumulasi) adalah sinyal bullish tersembunyi. Area $5 disebut sebagai “generational entry point”.

    Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

    Harga Chainlink (LINK) saat ini berada di titik krusial yang menjadi perhatian para analis kripto. Support utama di kisaran US$10–11 disebut sebagai penentu arah pergerakan harga LINK sepanjang tahun ini. Jika level tersebut gagal dipertahankan, LINK berpotensi mengalami tekanan besar hingga turun ke US$7,15.

    Sejumlah analis menilai risiko penurunan semakin nyata seiring munculnya indikasi teknikal bearish pada grafik mingguan. Salah satu pola yang disorot adalah Head & Shoulders, yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bawah.

    Analisis Harga LINK

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Kripto Paling Bullish Minggu Ini: SEI dan Chainlink Jadi Favorit Investor!

    Dilaporkan Coincu, analis kripto CryptoBullett memperingatkan bahwa pelemahan di bawah area US$10–11 dapat berdampak buruk bagi LINK. Ia menyebut skenario terburuk bisa membawa harga Chainlink turun ke kisaran US$4–5, yang diperkirakan menjadi level terendah tahun ini. Meski demikian, analis menekankan bahwa pergerakan pasar kripto sangat dinamis dan proyeksi tersebut tidak bersifat pasti.

    Pada saat penulisan, harga LINK tercatat diperdagangkan di level US$11,92, naik 3,94% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai US$395,8 juta.

    Di sisi lain, masih terdapat peluang pemulihan apabila LINK mampu bertahan di zona support US$11,8–12,2. Area ini sebelumnya terbukti kuat dan berpotensi menjadi landasan bagi pergerakan naik menuju level resistansi berikutnya di US$14,9.

    Data On-chain LINK

    Data on-chain dari Santiment menunjukkan bahwa LINK saat ini berada dalam kondisi undervalued. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari tercatat di angka -9,5%, yang mengindikasikan potensi fase stabilisasi harga. Sementara itu, CoinGlass melaporkan penurunan open interest sebesar 2,19%, menandakan berkurangnya risiko spekulatif di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Chainlink (LINK) saat ini berada di persimpangan teknikal yang sangat krusial, di mana para analis memperingatkan adanya risiko penurunan tajam menuju $7,15 atau bahkan $4-5 jika zona penyangga utama di kisaran $10-11 ditembus, sebuah skenario bearish yang diperkuat oleh pembentukan potensi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.

    “Namun, di tengah ancaman tersebut, harga yang bertahan di atas area $11,8–$12,2 saat ini memberikan harapan pemulihan jangka pendek menuju $14,9, didukung oleh sentimen pasar yang masih mencoba mempertahankan struktur harga agar tidak runtuh,” ujarnya.

    Dengan meningkatnya volume perdagangan dalam beberapa hari terakhir, pergerakan LINK ke depan dinilai akan sangat menentukan, apakah harga akan menembus support penting atau justru memantul dan melanjutkan tren pemulihan.

    Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

    Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

    Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

    Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

    Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

    Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Rata-rata outflow terus naik

    Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

    Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

    Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

    Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

    “Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

    Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

    Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

    Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

    Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINK Berpotensi Meledak di April Usai Koreksi 6 Bulan

    Setelah enam bulan berturut-turut mencatatkan penurunan, Chainlink (LINK) akhirnya menunjukkan tanda pemulihan dengan munculnya candle hijau bulanan. Meski demikian, harga LINK masih bergerak di bawah level psikologis US$10, dengan pergerakan sideways sepanjang Maret yang dinilai investor sebagai fase akumulasi.

    Sejumlah data on-chain terbaru mengindikasikan adanya sentimen positif yang berpotensi mendorong pemulihan harga LINK pada April mendatang.

    Akumulasi Whale Meningkat Tajam

    Dilaporkan BeInCrypto, aktivitas pembelian oleh investor besar (whale) menjadi salah satu sinyal utama. Data Arkham Intelligence mencatat beberapa transaksi besar dalam sepekan terakhir, termasuk pembelian 217.000 LINK senilai sekitar US$2 juta melalui transaksi over-the-counter (OTC), serta 83.000 LINK senilai US$800.000 di Binance.

    Selain itu, satu alamat besar juga tercatat membeli 384.000 LINK atau sekitar US$3,49 juta dari B2C2 Group dan Galaxy Digital.

    Kenaikan aktivitas ini diperkuat oleh data Santiment yang menunjukkan jumlah wallet yang memegang minimal 1.000 LINK meningkat menjadi 25.420 — level tertinggi sejak Desember 2025.

    Tren ini mengindikasikan bahwa investor menengah hingga besar cenderung menambah kepemilikan, bukan melakukan aksi jual.

    Baca juga: Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

    Arus Dana Institusional Terus Mengalir

    Minat institusi terhadap Chainlink juga terlihat dari produk keuangan tradisional. Pada Maret 2026, total aset bersih ETF spot LINK di Amerika Serikat mencapai rekor baru sebesar US$93,74 juta.

    Data menunjukkan arus masuk dana (inflow) terjadi secara konsisten setiap minggu tanpa adanya arus keluar. Hal ini mencerminkan permintaan institusional yang tetap kuat terhadap eksposur LINK.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur on-chain LINK sekarang jauh lebih sehat daripada kelihatannya dari harga yang masih lesu.

    “Saat whale beli agresif, wallet besar bertambah, ETF terus menyerap, dan exchange reserve turun bersamaan, pasar sebenarnya sedang membangun tekanan beli tersembunyi yang biasanya jadi fondasi recovery yang lebih serius,” jelasnya.

    Pasokan di Bursa Menyusut

    Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan cadangan LINK di bursa terus menurun dan kini berada di angka 127,3 juta token.

    Penurunan suplai di exchange biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual. Jika dikombinasikan dengan akumulasi investor besar, kondisi ini dapat menciptakan tekanan beli yang mendorong harga naik.

    Level Support Kritis Jadi Penentu

    Secara teknikal, LINK saat ini berada di zona support penting yang telah bertahan sejak 2019. Analis menilai bahwa jika level ini mampu dipertahankan, maka struktur harga berpotensi berbalik arah menjadi bullish.

    Zona support jangka panjang secara historis sering menjadi titik awal pemulihan harga yang signifikan.

    Risiko Tetap Mengintai

    Meski indikator terlihat positif, pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi. Laporan terbaru menunjukkan volume perdagangan altcoin turun hingga 85%, seiring pergeseran minat investor ke Bitcoin.

    Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga LINK, meskipun skenario pemulihan terjadi pada April.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terlanjur Klik Link Palsu Penipuan di WA? Ini yang Mesti Dilakukan


    Jakarta

    Penipuan online merajalela. Oknum penipu dengan berbagai modusnya semakin gencar berusaha menguras uang korbannya. Salah satu modus yang kerap dipakai yaitu melalui tautan atau link yang dibagikan melalui WhatsApp (WA).

    Tak sedikit peringatan untuk tidak asal klik link yang muncul untuk menghindari menjadi korban penipuan phishing. Namun bagaimana jika sudah terlanjur mengklik link yang dikirimkan kontak tak dikenal di WA? Jangan khawatir ini langkah yang mesti kamu lakukan.

    1. Matikan Akses Internet


    Hal pertama yang perlu kamu lakukan jika terlanjur klik aplikasi penipuan yakni segera matikan data seluler atau wifi. Ini akan menghentikan malware yang ada pada aplikasi. Dengan mematikan akses internet, maka akan mencegah malware mencuri data pengguna atau menyebarkan data ke perangkat lain.

    2. Segera Ganti Username dan Password

    Segera ganti kredensial (password dan username) semua akun di ponsel kamu, termasuk akun bank, email, media sosial, dan lainnya. Ganti dan gunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun. Lakukan hal ini secara berkala untuk membatasi jumlah waktu kredensial yang hilang, dicuri, atau dipalsukan dapat digunakan oleh orang lain

    3. Hubungi CS Resmi

    Terakhir, segera laporkan kejadian ini ke Customer Service (CS) secepatnya melalui nomor resmi. Hal ini dapat membantu mengamankan akun dan data kamu supaya aman dari malware yang mungkin menguras saldo rekening kamu. Jika menghubungi CS melalui media sosial, pastikan akun tersebut sudah terverifikasi dengan tanda centang berwarna hijau atau biru.

    Waspada Penipuan Link DANA Kaget

    Belakangan ini kerap muncul modus penipuan link palsu DANA Kaget melalui pesan singkat atau media sosial. Dalam modus ini, korban diiming-imingi akan mendapatkan hadiah dengan meng-klik tautan tersebut. Padahal jika dilakukan, justru saldo DANA Anda bisa lenyap dalam sekejap.

    DANA Foto: dok. DANA

    Melihat penipuan ini, DANA pun mengimbau penggunanya berhati-hati. DANA juga membagikan tips melalui campaign #AwasJebakanBadman dengan mengajak para pengguna melakukan 3 langkah berikut:

    1. Monitor

    Selalu berhati-hati jika ada nomor tak dikenal yang menghubungi dan menyebarkan link tertentu. Adapun link DANA Kaget yang asli selalu diawali dengan https://link.dana.id. Jika bukan diawali dengan alamat tersebut maka harus waspada. Selain itu, cek juga nomor pengirim. Biasanya penipu menggunakan nomor HP umum, bukan nomor khusus.

    2. Konfirmasi

    Jika masih ragu, lakukan konfirmasi untuk memastikan apakah link DANA Kaget tersebut benar dari sumber terpercaya. Coba cek keaslian link atau nomor, atau media sosial DANA lewat fitur DANA Protection di aplikasi DANA.

    3. Lapor

    Apabila link tersebut terbukti bukan dari DANA yang asli, segera melapor melalui DANA Protection agar tidak memakan korban lagi. Saat ini, fitur DANA Protection telah terhubung ke layanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Lewat fitur ini, pengguna DANA bisa mengecek nomor/link/akun media sosial palsu.

    DANA juga mengimbau agar men-download DANA hanya di penyedia aplikasi resmi. Hindari menginstall dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp, Telegram dan lainnya. Pengguna juga diminta untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP. Jangan pernah dibagikan ke siapa pun termasuk DANA.

    Di samping itu, seluruh pengguna DANA juga diimbau untuk mengacu hanya kepada informasi melalui platform resmi DANA Indonesia di website di https://dana.id, serta media sosial resmi DANA di Facebook, Twitter, dan Instagram @dana.id, dan menggunakan layanan pelanggan Live Chat di aplikasi DANA atau e-mail help@dana.id.dalam menyelesaikan berbagai kendala.

    (ads/ads)



    Sumber : finance.detik.com

  • Awas! Modus Kuras Rekening Via Link Banyak Beredar di Media Sosial


    Jakarta

    Menurut laporan yang diterima dari Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), sejak Januari hingga November 2024 terdapat lebih dari 340 link yang terkait dengan penipuan impersonation yang dilaporkan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) di bidang pasar modal, fintech, dan lainnya.

    Impersonation adalah praktik saat seseorang menyamar untuk menjadi individu lain ataupun entitas tertentu. Dalam hal ini pelaku berpura-pura menjadi perusahaan investasi tertentu untuk mencuri uang korban.

    “Kalau melihat jumlah link yang digunakan untuk penipuan impersonation antara lain pada platform Telegram, itu cukup banyak ya, lebih dari 100. Kemudian ada dengan menggunakan website sebanyak 54, kemudian dengan Whatsapp yang dilaporkan sebanyak 77 nomor (Whatsapp), Instagram sebanyak 67 URL, dan platform lainnya,” terang Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers secara daring, Jumat (13/12/2024).


    Selain itu, Friderica menyebut jumlah pelaku usaha berdasarkan sektor yang digunakan untuk penipuan impersonation dilakukan di sektor pasar modal terdapat 18 kasus, di sektor fintech ada 15 kasus, dan lainnya ada 16 kasus.

    “Kita langsung mengajukan pemblokiran terhadap URL tersebut, dan melaporkan nomor telepon yang mengatasnamakan perusahaan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Kemudian kita juga mengajukan pemblokiran terhadap nomor rekening yang digunakan, dan menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan upaya penegakan hukum,” terangnya.

    Lebih lanjut, Friderica menerangkan bahwa pada periode Januari-November 2024, OJK dengan Satgas PASTI sudah menghentikan lebih dari 2.930 entitas pinjol ilegal dan 310 penawaran investasi ilegal dari situs dan aplikasi yang telah dan berpotensi merugikan masyarakat. OJK juga melakukan pemblokiran terhadap 1.447 nomor kontak kepada Kemkomdigi.

    Sebagai informasi, hingga 30 November 2024 OJK telah menerima 380.943 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), termasuk 31.099 pengaduan. Dari jumlah pengaduan tersebut, 11.901 pengaduan berasal dari sektor perbankan, 10.961 dari industri financial technology, 6.496 dari perusahaan pembiayaan, 1.322 dari perusahaan asuransi, serta sisanya terkait dengan sektor pasar modal dan industri keuangan non-bank lainnya.

    Selain itu, hingga November 2024 OJK telah menerima 15.350 pengaduan terkait entitas ilegal. Dari total tersebut, 14.364 pengaduan mengenai pinjaman online ilegal dan 986 pengaduan terkait investasi ilegal.

    Untuk memitigasi kian bertambahnya kasus, OJK mengimbau agar PUJK melakukan pengecekan rutin, melakukan cyber patrol secara berkala untuk mengumpulkan informasi terkait website, aplikasi, atau akun media sosial yang melakukan aktivitas dengan mengatasnamakan perusahaan.

    “Langsung laporkan melalui Satgas PASTI supaya langsung dilakukan pemblokiran. Jadi kita melakukan upaya supaya PUJK proaktif juga untuk melihat apakah ada yang meniru atau menyamar sebagai mereka. Kemudian menyampaikan laporan kepada kepolisian sebagai upaya penegakan hukum apabila perusahaan mengalami kerugian atas tindakan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” tambahnya.

    Friderica menambahkan, perusahaan yang melaporkan adanya penipuan dengan modus impersonation belum tentu mengalami kerugian secara materi.

    “Jadi, jangan menunggu ada korban baru melapor. Tidak harus seperti itu, karena ketika PUJK menemukan ada yang meniru seolah itu dari mereka, itu langsung laporkan saja. Kalau dibiarkan, ini akan berpotensi mengganggu reputasi bagi PUJK dan tentu saja bisa berpotensi merugikan konsumen dan masyarakat,” tandasnya.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com