Tag: Litecoin

  • Data Ungkap Alasan kripto Litecoin (LTC) Reli 80% ke Harga US$ 100

    Aset kripto Litecoin (LTC) baru-baru ini mengalami reli 80% yang mengesankan setelah mengalami performa yang buruk sejak November 2022. Bisa dibilang LTC memulai bulan Februari dengan catatan yang indah, karena harganya mencapai lebih dari US$ 100 atau sekitar Rp 1,4 juta.

    Menurut CoinGecko, token LTC telah meningkat 34% dalam kerangka waktu bulanan dengan keuntungan juga terjadi di grafik mingguan. Ini menunjukkan pendakian bertahap dan mantap menuju level resistensi saat ini.

    Litecoin dikenal sebagai salah satu kripto paling andal di pasar. Menurut BitPay, platform pembayaran kripto tertua, meskipun Litecoin belum mengambil alih Bitcoin sebagai alat pembayaran, LTC telah menjadi keharusan bagi penggemar kripto yang ingin beralih dari keuangan tradisional ke aset digital.

    Di Balik Tren Bullish Litecoin

    Baca juga: CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

    Menurut Santiment, sebuah firma analitik kripto, peningkatan luar biasa ini dihasilkan dari dua faktor utama. Berdasarkan tweet Santiment, dua kekuatan pendorong utama Litecoin adalah adopsi yang meningkat dan proses pengurangan separuh di tahun 2023.

    Litecoin menjadi lebih diterima oleh trader karena biaya transaksinya yang rendah dan waktu transaksi yang cepat. Fakta ini memungkinkan orang menggunakannya untuk pembelian sehari-hari, seperti membeli barang secara online atau mengirim uang ke orang lain. Akibatnya, permintaan Litecoin telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, yang telah membuat harga LTC melonjak.

    Pemegang token yang besar telah menambahkan banyak uang ke dalamnya, dan pengadopsiannya terus meningkat. Dalam tujuh bulan terakhir, alamat yang memegang koin telah menambahkan sekitar 1,15 juta token. Acara ini telah meningkatkan total pasokan token sebesar 0,5%.

    Menurut laporan Santiment, beberapa pemegang token memperolehnya menjelang akhir Juli 2022. Pada saat itu, setiap token Litecoin diperdagangkan dengan harga kurang dari US$ 60, sehingga memberikan keuntungan yang baik bagi pemegangnya.

    Halving Litecoin

    Harga Litecoin melonjak pada candle harian l LTCUSDT di Tradingview.com.
    Harga Litecoin melonjak pada candle harian l LTCUSDT di Tradingview.com.

    Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

    Halving adalah mekanisme untuk mengurangi hadiah blok untuk penambang hingga setengahnya. Proses ini bermaksud untuk menjaga pasokan aset kripto tetap terkendali dan untuk membantu menjaga stabilitas harganya. Setiap empat tahun, jaringan membagi dua penambang hadiah blok yang diterima untuk menambang di blockchain Litecoin.

    Tindakan ini mengurangi total Litecoin yang dapat dihasilkan jaringan menjadi sekitar 84 juta koin. Penambang hanya akan menerima 6,25 LTC per blok saat peristiwa halving terjadi alih-alih hadiah 12,5 LTC saat ini.

    Menurut beberapa analis, harga LTC yang lebih tinggi diharapkan, mengingat halving yang akan datang dijadwalkan pada Agustus 2023. Peristiwa ini akan terjadi pada saat ketinggian blok token mencapai 2.520.000, seperti yang telah terjadi di masa lalu.

    Secara umum, peristiwa halving dapat memengaruhi harga secara positif, tetapi tidak ada jaminan bahwa harga koin akan mempertahankan momentum bullishnya. Harga LTC saat ini diperdagangkan pada US$ 99. Juga, perubahan harga 24 jamnya mencapai 0,60% pada saat penulisan.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Kripto Korsel Ingatkan Pengguna Terkait Pembaruan Litecoin (LTC)

    Bursa kripto, Bithumb dan Upbit menerbitkan peringatan investasi soal Litecoin (LTC) menyusul pembaruan Mimblewimble yang menambahkan fitur transaksi rahasia ke aset kripto tersebut.

    Bithumb dan Upbit merupakan dua di antara empat bursa kripto terbesar di Korea Selatan yang menguasai mayoritas volume perdagangan kripto di negara itu.

    Aktivasi teknologi privasi Mimblewimble oleh Litecoin berarti pengguna dapat melakukan transaksi rahasia melalui blockchain Litecoin. Fitur ini ditambahkan pada 20 Mei 2022, dua setengah tahun setelah diumumkan pertama kali.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

    Pada hari Senin (23/05), Bithumb berkata pengguna Litecoin dapat mengirim token sembari menyamarkan informasi transaksi. Sebab itu, LTC memasuki daftar aset kripto yang diawasi.

    “Demi melindungi nasabah dan investor, kebijakan Bithumb meliputi delisting aset digital yang tidak sesuai dengan regulasi dan panduan dari pemerintah serta regulator keuangan,” jelas Bithumb.

    Hari ini, Upbit menerbitkan peringatan serupa. Kedua bursa kripto besar lainnya di Korsel, yakni Korbit dan Coinone, belum merilis pengumuman terkait fitur baru dari Litecoin tersebut.

    Bithumb dan Upbit merujuk kepada Pelaporan dan Penggunaan Informasi Transaksi Keuangan, aturan di Korsel yang mewajibkan bursa kripto untuk menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) dan anti pencucian uang.

    The Block Crypto melansir, berdasarkan rekam jejak sebelumnya, bursa kripto di Korea acapkali melakukan delisting aset kripto yang dianggap tidak sesuai dengan aturan tersebut.

    Baca juga: Hasil Survei The Fed: Warga AS Membeli Kripto untuk Investasi, Bukan Transaksi

    Pembaruan Litecoin, MimbleWimble

    Litecoin diluncurkan pada tahun 2011 dan merupakan salah satu pesaing paling awal bagi Bitcoin (BTC). LTC merupakan aset kripto terbesar ke-18 berdasarkan kapitalisasi pasar sebesar US$ 4,9 milyar menurut data CoinGecko.

    Pada tahun 2019, pencipta Litecoin Charlie Lee mengungkap potensi penggunaan teknologi Mimblewimble untuk menambahkan fitur privasi dan fungibility kepada aset kripto tersebut.

    “Perjuangan berikutnya adalah soal fungibility dan privasi. Saya akan fokus menjadikan Litecoin lebih fungible dengan cara menambahkan transaksi rahasia,” ungkap Lee saat itu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Litecoin (LTC)? – Tokocrypto News

    Litecoin (LTC) adalah altcoin yang diciptakan pada tahun 2011 oleh mantan insinyur Google, Charlie Lee. Litecoin dirancang untuk menjadi versi ringan dari Bitcoin, memungkinkan pembayaran yang hampir instan dan berbiaya rendah. Litecoin menggunakan beberapa fitur dan kode dari Bitcoin dalam blockchain-nya, namun menekankan pada kecepatan konfirmasi transaksi untuk memungkinkan transaksi per detik (TPS) yang lebih tinggi dan waktu pembuatan blok yang lebih cepat.

    Karena kesamaan dengan Bitcoin, Litecoin sering digunakan sebagai tempat uji coba bagi pengembang untuk menguji teknologi yang mereka rencanakan untuk Bitcoin. Misalnya, Segregated Witness (SegWit) dan Lightning Network diuji di Litecoin sebelum diimplementasikan di Bitcoin.

    Litecoin memiliki total pasokan sebesar 84 juta koin. Seperti Bitcoin, Litecoin bersifat deflasioner dan mengalami halving setiap 840.000 blok (sekitar setiap 4 tahun). Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2023. Litecoin tersedia untuk dibeli di berbagai bursa mata uang kripto, termasuk Binance.

    Pendahuluan

    Litecoin (LTC) adalah salah satu altcoin tertua yang ada di pasar. Saat diperkenalkan pada tahun 2011, Litecoin dijuluki sebagai “versi perak dari emas Bitcoin” karena blockchain-nya didasarkan pada kode Bitcoin. Meskipun beberapa investor kripto melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang bagus, Litecoin sering dianggap sebagai pilihan yang lebih baik untuk pembayaran peer-to-peer karena waktu konfirmasi yang singkat dan biaya transaksi yang rendah.

    Apa Itu Litecoin (LTC)?

    Litecoin (LTC) adalah salah satu altcoin pertama. Litecoin dibuat oleh mantan insinyur Google, Charlie Lee, pada tahun 2011, dengan blockchain yang dikembangkan dari kode sumber terbuka milik Bitcoin. Namun, Litecoin memperkenalkan beberapa modifikasi, seperti laju pembuatan blok yang lebih cepat dan algoritme mining Proof of Work (PoW) yang berbeda, yaitu Scrypt.

    Litecoin memiliki total pasokan terbatas sebesar 84 juta koin. Seperti Bitcoin, Litecoin dapat diperoleh melalui mining dan memiliki mekanisme halving yang terjadi setiap 840.000 blok (sekitar setiap 4 tahun). Halving terakhir terjadi pada bulan Agustus 2019, mengubah reward blok dari 25 LTC menjadi 12,5 LTC. Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2023.

    Bagaimana Cara Kerja Litecoin?

    Sebagai versi modifikasi dari Bitcoin, Litecoin dirancang untuk memfasilitasi transaksi yang lebih murah dan lebih efisien daripada jaringan Bitcoin. Seperti Bitcoin, Litecoin menggunakan mekanisme Proof of Work untuk memungkinkan miner mendapatkan koin baru dengan menambahkan blok ke blockchain. Namun, Litecoin tidak menggunakan algoritme SHA-256 milik Bitcoin, melainkan Scrypt, algoritme hashing yang dapat menghasilkan blok baru setiap sekitar 2,5 menit, dibandingkan dengan waktu konfirmasi blok Bitcoin yang memerlukan waktu rata-rata 10 menit.

    Scrypt dikembangkan oleh tim Litecoin untuk menciptakan ekosistem mining yang terdesentralisasi dan terpisah dari Bitcoin, serta membuat serangan 51% menjadi lebih sulit. Pada awalnya, Scrypt memungkinkan mining yang lebih mudah diakses bagi pengguna kartu GPU dan CPU tradisional, namun kemudian miner ASIC berkembang untuk melakukan mining LTC secara efisien, menyebabkan mining GPU dan CPU menjadi usang.

    Karena kemiripannya dengan Bitcoin, Litecoin sering digunakan sebagai “tempat pengujian” bagi pengembang untuk bereksperimen dengan teknologi blockchain yang akan diadopsi di Bitcoin. Misalnya, Segregated Witness (SegWit) diadopsi di Litecoin sebelum Bitcoin pada tahun 2017. SegWit memungkinkan blockchain untuk memproses lebih banyak transaksi per detik (TPS) dengan memisahkan tanda tangan digital dari setiap transaksi untuk memanfaatkan ruang blok dengan lebih baik.

    Solusi penskalaan lainnya, Lightning Network, juga diimplementasikan di Litecoin sebelum Bitcoin. Lightning Network adalah protokol lapisan 2 yang memungkinkan transaksi Litecoin menjadi lebih efisien melalui saluran pembayaran mikro yang dihasilkan oleh pengguna, sehingga mengurangi biaya transaksi.

    Selain itu, Litecoin berusaha mengatasi masalah privasi transaksi dengan mengadopsi protokol MimbleWimble Extension Block (MWEB), yang memungkinkan informasi transaksi tetap anonim. MimbleWimble juga menghilangkan informasi transaksi yang tidak diperlukan, membuat ukuran blok lebih ringkas dan skalabel. Per Desember 2021, protokol MWEB Litecoin masih dalam pengembangan.

    Kegunaan Litecoin

    Sebagai salah satu altcoin pertama, Litecoin menyempurnakan kode Bitcoin untuk meningkatkan skalabilitasnya, memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah. Meskipun tidak dapat bersaing dengan Bitcoin dalam segi kapitalisasi pasar, Litecoin memiliki keunggulan kompetitif sebagai sistem pembayaran peer-to-peer. Pada November 2021, Litecoin Foundation mengumumkan bahwa LTC dapat digunakan sebagai metode pembayaran melalui kartu debit VISA Litecoin yang mengonversi LTC menjadi USD secara real-time. Selain itu, beberapa bisnis telah menerima Litecoin sebagai metode pembayaran, termasuk perusahaan perjalanan, toserba, agen properti, dan toko online.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah rilis MimbleWimble yang sangat dinantikan di jaringan Litecoin. MimbleWimble tidak hanya mengaburkan alamat dompet dalam sebuah transaksi tetapi juga berpotensi menggandakan TPS Litecoin. Jika berhasil diimplementasikan, peningkatan ini akan meningkatkan privasi dan efisiensi transaksi LTC lebih jauh lagi. Namun, belum ada tanggal pasti untuk perilisan di mainnet per Desember 2021.

    Penutup

    Litecoin terus menunjukkan upaya pengembangan untuk menjadi “versi perak dari emas Bitcoin” sejak debutnya pada tahun 2011. Meskipun tidak sepopuler Bitcoin atau Ethereum (ETH) dalam hal kapitalisasi pasar, komunitas Litecoin mengharapkan pengembangan lebih lanjut yang dapat menghadirkan fitur dan kegunaan yang lebih baik.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Kripto Borong Tiga Altcoin Ini di Akhir Maret, Sinyal Bullish?

    Menjelang akhir Maret, para whale kripto tercatat aktif mengakumulasi tiga altcoin, yakni Litecoin (LTC), Uniswap (UNI), dan Virtuals Protocol (VIRTUALS).

    Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan aktivitas pemegang besar ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor dan berpotensi mendorong pergerakan harga lebih kuat.

    Litecoin (LTC): Akumulasi Whale Menguatkan Sinyal Positif

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam beberapa hari terakhir, jumlah dompet yang menyimpan 10.000 hingga 100.000 LTC meningkat dari 503 pada 21 Maret menjadi 519 pada 23 Maret. Kenaikan ini menunjukkan minat baru dari pemegang besar, yang sering kali dikaitkan dengan potensi tren bullish.

    Jika momentum berlanjut, harga LTC berpeluang menguji level resistensi di $97,29 dan $109. Penembusan di atas level ini dapat membuka jalan menuju $130 dalam beberapa pekan mendatang. Sebaliknya, jika momentum melemah, LTC berisiko turun ke level support di $87 atau bahkan $83.

    Uniswap (UNI): Investasi Besar Dorong Minat Investor

    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sentimen terhadap Uniswap sempat beragam usai peluncuran Unichain Layer 2, namun berbalik positif setelah komunitas menyetujui investasi sebesar $165,5 juta dalam ekosistemnya. Dampaknya, jumlah dompet yang menyimpan 10.000 hingga 1.000.000 UNI meningkat dari 1.151 menjadi 1.158 dalam rentang 20-23 Maret.

    Jika tren akumulasi ini terus berlanjut, harga UNI dapat menguji level resistensi di $7,69 dan $8,33, dengan target lebih lanjut di $9,64. Namun, jika momentum melemah, UNI bisa kembali ke level support $6,82 dan berisiko turun ke $5,97 atau bahkan $5,50.

    Virtuals Protocol (VIRTUALS): Reli Berpotensi Jika Sektor AI Bangkit

    Setelah sempat melemah dalam beberapa bulan terakhir, VIRTUALS mulai menarik perhatian whale kripto. Dompet yang menyimpan antara 100.000 hingga 1.000.000 VIRTUALS naik dari 82 menjadi 88 dalam beberapa hari terakhir, menandakan potensi pemulihan harga.

    Jika sektor AI kripto kembali menguat, harga VIRTUALS berpotensi menembus resistensi di $0,97 dan melaju ke $1,24 atau bahkan $1,49. Namun, jika pasar masih terkoreksi, token ini dapat kembali ke level support di $0,80 atau bahkan turun lebih dalam ke $0,51.

    Akumulasi oleh whale kripto sering kali menjadi sinyal penting dalam pergerakan harga aset digital. Dengan meningkatnya minat terhadap LTC, UNI, dan VIRTUALS, pelaku pasar akan mencermati pergerakan ketiga altcoin ini dalam waktu dekat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin Cetak Rekor Transaksi di BitPay, Sinyal Positif Menuju ETF?

    Litecoin (LTC) kembali mencuri perhatian dengan mencatatkan rekor global baru sebagai mata uang kripto yang paling banyak digunakan di BitPay.

    Menurut laporan The Coin Republic, pencapaian ini terjadi di tengah meningkatnya antusiasme investor terhadap kemungkinan persetujuan ETF Litecoin yang diprediksi dapat semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran aset digital.

    LTC Ungguli Bitcoin dalam Transaksi di BitPay

    Dalam laporan terbaru yang dirilis akun resmi Litecoin di platform X, LTC mencatatkan dominasi luar biasa dengan menyumbang 34,28% dari total transaksi di BitPay dalam 12 bulan terakhir. Ini berarti dari 234.874 transaksi yang diproses, sebanyak 79.502 di antaranya menggunakan Litecoin.

    Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) yang selama ini dianggap sebagai mata uang kripto utama hanya berada di posisi kedua dengan 27,24% transaksi. Ethereum (ETH) menyusul di tempat ketiga dengan 10,94%, sementara Bitcoin Cash (BCH) menempati urutan keempat dengan pangsa 8,6%. Beberapa aset lain seperti Dogecoin (DOGE), Polygon (MATIC), USDC, dan USDT masing-masing mencatatkan angka di bawah 6%.

    Peningkatan signifikan ini membuktikan bahwa Litecoin semakin diminati sebagai alat pembayaran digital, terutama karena keunggulannya dalam efisiensi biaya dan kecepatan transaksi dibandingkan dengan Bitcoin.

    Dengan biaya transaksi yang lebih rendah dan pemrosesan lebih cepat, LTC menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin melakukan pembayaran dengan lebih praktis.

    Spekulasi ETF Litecoin Meningkat

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kesuksesan Litecoin dalam ranah pembayaran ini terjadi beriringan dengan semakin banyaknya spekulasi mengenai kemungkinan persetujuan ETF spot Litecoin. Setelah keberhasilan ETF Bitcoin dan Ethereum, kini investor mulai melirik kemungkinan hadirnya ETF Litecoin yang dapat membuka akses lebih luas bagi investor tradisional.

    Menurut data dari Polymarket, peluang persetujuan ETF Litecoin pada tahun 2025 telah meningkat menjadi 77%. Bahkan, analis dari Bloomberg lebih optimistis, memperkirakan peluang persetujuan mencapai 90%. Jika ETF ini disetujui, diharapkan dapat menarik aliran modal baru ke dalam ekosistem Litecoin dan meningkatkan harga LTC secara signifikan.

    Namun, tidak semua pihak yakin bahwa ETF Litecoin akan segera mendapat lampu hijau. Beberapa analis menilai bahwa kapitalisasi pasar Litecoin yang masih lebih kecil dibandingkan Bitcoin dan Ethereum bisa menjadi faktor penghambat bagi regulator dalam memberi persetujuan.

    Prospek Harga Litecoin ke Depan

    Saat artikel ini ditulis, Litecoin diperdagangkan pada harga $90,66 setelah mengalami penurunan 3,60% dalam 24 jam terakhir. Analis memperkirakan bahwa LTC harus mampu menembus level resistensi $135 untuk melanjutkan tren kenaikannya. Jika berhasil, harga Litecoin berpotensi melonjak ke kisaran $150 hingga $200 dalam beberapa bulan mendatang.

    Sebaliknya, jika LTC gagal bertahan di atas $100, harga dapat kembali ke level support di $80 atau bahkan lebih rendah. Dengan dinamika pasar kripto yang fluktuatif, investor perlu memperhatikan sentimen pasar dan perkembangan terbaru terkait ETF Litecoin yang dapat menjadi pemicu utama pergerakan harga ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Picu Kenaikan Litecoin Hingga 18%

    Litecoin (LTC) mengalami lonjakan hingga 18% dalam 24 jam terakhir, dipicu oleh ekspektasi bahwa aset ini akan segera mendapatkan persetujuan Exchange-Traded Fund (ETF).

    Thedefiant menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi meskipun pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, dengan Bitcoin (BTC) anjlok di bawah $84.000 dari hampir $96.000 pada 24 Februari.

    Sementara itu, analis Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart memperkirakan peluang persetujuan ETF Litecoin mencapai 90%.

    Prediksi ini mendorong LTC keluar dari tren penurunan dan mengungguli sebagian besar pasar kripto lainnya. Menurut mereka, Litecoin tetap memiliki peluang besar untuk mendapatkan ETF bahkan jika regulator anti-kripto masih berkuasa di SEC.

    Kenaikan Harga Litecoin Hanya Menutupi Kerugian Sebelumnya

    Meskipun mencatatkan kenaikan signifikan, lonjakan harga LTC sebenarnya hanya menutupi penurunan harga sehari sebelumnya.

    Saat artikel ini ditulis, LTC diperdagangkan di sekitar $130, masih di bawah level tertingginya dalam tujuh hari terakhir di $138 pada 21 Februari.

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, Ben Yorke, kepala ekosistem di Woo Network, menilai skeptis bahwa ETF Litecoin akan membawa dampak positif yang berkelanjutan.

    Menurutnya, Litecoin hanya mendapat dorongan dari spekulasi dan tidak memiliki daya tarik jangka panjang bagi investor institusional karena kurangnya utilitas dan imbal hasil.

    Yorke berpendapat bahwa persetujuan ETF Litecoin justru bisa menjadi pemicu aksi jual besar-besaran. Investor kemungkinan akan menjual aset ini setelah berita ETF disahkan dan mengalihkan dana mereka ke aset kripto lain yang lebih menarik atau tren ETF berikutnya.

    Jauh Dari Harga Puncak

    Meskipun mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir, Litecoin masih berada sekitar 70% di bawah harga tertingginya pada tahun 2021 yang mencapai sekitar $400.

    Hal ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Litecoin masih belum menjanjikan dibandingkan aset kripto lainnya.

    Meskipun Litecoin berhasil naik 18% di tengah hype ETF, kenaikan ini lebih didorong oleh spekulasi daripada fundamental yang kuat.

    Jika ETF Litecoin benar-benar disetujui, ada kemungkinan besar bahwa investor akan segera menjual aset ini, yang dapat menghambat kenaikan lebih lanjut.

    Dengan prospek jangka panjang yang masih meragukan, penting bagi investor untuk tetap berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin Pimpin Pemulihan Altcoin: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

    Salah satu altcoin yang menunjukkan pemulihan signifikan adalah Litecoin (LTC), yang mencatat lonjakan harga lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir.

    Sementara gelombang besar likuidasi di pasar kripto yang mencapai lebih dari $1,4 miliar, akhirnya angin segar mulai terasa. Apakah ini pertanda bahwa kondisi terburuk sudah berlalu?

    Litecoin dan Altcoin Mulai Bangkit

    Dilaporkan U Today, pada saat artikel ini ditulis, harga Litecoin naik sebesar 5,62% menjadi $118,67. Meskipun volatilitas masih tinggi, perlahan tapi pasti LTC mulai memangkas kerugiannya dari pekan sebelumnya.

    Meskipun volume perdagangan Litecoin masih mengalami penurunan 19% menjadi $1,2 miliar, beberapa platform seperti Binance dan OKX mencatat kenaikan volume masing-masing sebesar 14,39% dan 5,98%.

    Tak hanya Litecoin, beberapa altcoin lain juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ethereum (ETH) misalnya, yang sebelumnya terdampak peretasan Bybit, berhasil rebound 2,85% ke $2.463. Sementara itu, XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) masing-masing mencatat kenaikan 4,77%, 1,87%, dan 2,4%.

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apakah LTC Sudah Mencapai Titik Terendah?

    Beberapa analis percaya bahwa Litecoin mungkin telah mencapai titik terendahnya di $108,4 sebelum investor mulai mencegah aksi jual lebih lanjut.

    Salah satu faktor yang tetap menjadi sorotan adalah potensi persetujuan ETF Litecoin, yang bisa menjadi katalis utama bagi investor jangka panjang.

    Sebagai aset yang dikategorikan sebagai komoditas, LTC berpotensi mendapatkan keuntungan dari perkembangan kebijakan regulasi kripto yang sedang berlangsung. Para investor yang memahami hal ini mulai berspekulasi bahwa pemulihan ini bisa menjadi awal dari reli yang lebih besar.

    Meskipun masih ada tantangan di depan, Litecoin menunjukkan ketahanan yang kuat dan memimpin pemulihan di pasar altcoin. Dengan minat yang terus meningkat, ditambah dengan spekulasi mengenai ETF Litecoin, potensi kenaikan lebih lanjut masih terbuka. Namun, seperti biasa, investor disarankan untuk tetap melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Canary Capital Listingkan Litecoin Spot ETF dengan Ticker LTCC

    Canary Capital telah mencatatkan Litecoin Spot ETF di sistem Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) dengan ticker LTCC, menandai langkah penting menuju peluncuran dana tersebut.

    Dikutip dari Cryptobriefing, pada Sabtu (22/2), meskipun telah terdaftar di DTCC, persetujuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) masih dalam proses.

    Pencatatan di DTCC ini memastikan infrastruktur perdagangan yang diperlukan untuk ETF. DTCC sendiri adalah penyedia utama layanan kliring dan kustodian untuk transaksi sekuritas di AS.

    Dengan masuknya LTCC dalam sistem DTCC, investor melihat ini sebagai sinyal positif bagi pasar Litecoin.

    Menunggu Keputusan SEC

    Sebelumnya, Canary Capital mengajukan aplikasi ETF Litecoin Spot pada Oktober 2024 lalu, bersama dengan perusahaan lain seperti Grayscale dan CoinShares.

    Namun, aplikasi dari Canary Capital diprediksi akan menjadi yang pertama mendapatkan keputusan dari SEC.

    Sementara itu, analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, menilai prospek ETF berbasis Litecoin lebih menjanjikan dibandingkan dengan dana kripto lainnya.

    Mereka mencatat bahwa ETF ini memenuhi persyaratan persetujuan, karena Litecoin sudah diklasifikasikan sebagai komoditas oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

    Lonjakan Harga Litecoin

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak pengajuan pertama ETF Litecoin ke SEC, harga aset digital ini telah naik lebih dari 100%, menurut data dari CoinGecko. Saat ini, Litecoin diperdagangkan di sekitar $130 (Rp 2,1 juta), dengan kenaikan 2% dalam satu jam terakhir.

    Dengan pencatatan di DTCC dan prospek persetujuan dari SEC, Litecoin Spot ETF milik Canary Capital berpotensi menjadi pionir di sektor ini.

    Investor semakin optimis terhadap dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin (LTC) Berpotensi Mengekor Kesuksesan XRP dan Solana (SOL)

    Litecoin (LTC) mungkin bukan nama yang paling sering diperbincangkan dalam dunia kripto.

    Namun, tidak ada hype besar atau tren media sosial harian. Namun, pertumbuhan yang stabil bisa berbicara lebih keras daripada sekadar popularitas.

    Baru-baru ini, Litecoin telah menunjukkan performa yang sulit untuk diabaikan oleh para investor, seperti dikabarkan oleh U Today pada Sabtu (22/2).

    Selama dua minggu terakhir, kapitalisasi pasar Litecoin melonjak 46%. Selain itu, aktivitas jaringannya mengalami pertumbuhan signifikan.

    Pada Agustus 2024, volume transaksi harian Litecoin mencapai $2,8 miliar (Rp 45,6 triliun). Kini, angka tersebut telah meningkat drastis menjadi $9,6 miliar (Rp 156,5 tiriliun) per hari.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang bertransaksi menggunakan LTC.

    Potensi ETF Litecoin

    Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan Litecoin adalah pembicaraan mengenai ETF (Exchange-Traded Fund). CoinShares, sebuah perusahaan keuangan ternama, telah mengajukan permohonan untuk mencatatkan ETF Litecoin di Nasdaq.

    Saat ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (U.S. Securities and Exchange Commission / SEC) sedang meninjau proposal tersebut. Meskipun belum ada jaminan, para analis pasar memperkirakan peluang persetujuan ETF ini mencapai 90% sebelum akhir 2025.

    Jika disetujui, ETF Litecoin akan memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap LTC melalui pasar saham yang diatur.

    Hal ini akan membuka peluang baru bagi adopsi institusional tanpa harus berurusan dengan dompet kripto atau pertukaran terpusat.

    Dampak ETF bagi Pasar Kripto

    Bitcoin telah lebih dulu mendapatkan ETF pada awal 2024, dan kini Litecoin menjadi kandidat berikutnya. Jika ETF Litecoin mendapatkan lampu hijau, ini bisa menjadi preseden bagi altcoin lain seperti XRP, Solana, dan Chainlink untuk mengikuti jejak yang sama.

    Proses ini menandakan bahwa pasar kripto semakin matang dan diterima dalam sistem keuangan tradisional. Litecoin mungkin bukan aset kripto yang paling mencolok, tetapi langkah-langkah yang diambil saat ini sangat signifikan.

    Dengan pertumbuhan stabil, peningkatan transaksi harian, dan potensi persetujuan ETF, LTC berpotensi mengalami lonjakan harga lebih lanjut.

    Jika berhasil, Litecoin tidak hanya mengukuhkan posisinya tetapi juga membuka jalan bagi altcoin lain untuk masuk ke pasar yang lebih luas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Litecoin (LTC) Naik 12,8% dalam Sehari, ETF Segera Disetujui?

    Litecoin (LTC) mengalami lonjakan harga sebesar 12,88% dalam sehari, mencapai angka $139,41 (Rp 2,2 juta).

    Mengacu pada laporan Cryptotimes, dalam satu minggu terakhir, harga Litecoin telah meningkat hingga 18%, didorong oleh optimisme seputar kemungkinan persetujuan ETF Litecoin.

    Litecoin Menjadi Sorotan InvestorSaat ini, Litecoin memiliki kapitalisasi pasar sebesar $10,53 miliar (Rp 171 triliun) dengan volume perdagangan dalam 24 jam yang melonjak 70,94% menjadi $1,86 miliar (Rp 30,3 miliar).

    Tentu saja, lonjakan ini menunjukkan bahwa investor semakin memperhatikan potensi Litecoin, terutama terkait kemungkinan hadirnya ETF.

    Upaya Nasdaq dan CoinShares

    Pada 10 Februari, Nasdaq mengajukan permohonan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) untuk mencatatkan dua ETF kripto baru dari CoinShares, yaitu untuk Litecoin dan XRP. Pengajuan ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan produk keuangan berbasis kripto yang lebih teratur.

    Di sisi lain, optimisme terkait ETF Litecoin semakin menguat setelah analis Bloomberg memperkirakan bahwa ETF ini memiliki peluang lebih besar untuk disetujui pada 2025 dibandingkan mata uang kripto lainnya. Sentimen positif ini menyebar luas di media sosial. Sehingga semakin mendorong kenaikan harga LTC.

    Pergerakan Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tokocrypto.

    Selain Nasdaq dan CoinShares, Grayscale Investments juga mengajukan permohonan ETF kripto, termasuk Litecoin, ke SEC pada 25 Januari.

    ETF Litecoin

    ETF ini akan memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus memilikinya secara langsung.Di sisi lain, Monochrome Asset Management dari Australia juga telah mengajukan aplikasi untuk Monochrome Litecoin ETF (LTCC).

    ETF ini dirancang untuk memberikan akses terhadap Litecoin dalam lingkungan yang lebih teregulasi, melengkapi produk mereka yang sudah ada seperti Bitcoin ETF (IBTC) dan Ethereum ETF (IETH).

    Dengan berbagai pengajuan ETF yang terus berlangsung, Litecoin semakin menarik perhatian pasar. Jika persetujuan ETF ini terwujud, harga LTC bisa terus mengalami peningkatan, memberikan peluang investasi yang lebih luas bagi para pelaku pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com