Tag: little salt bread

  • Rela Antre Demi Cicip Salt Bread Korea di Blok M yang Viral


    Jakarta

    Roti salt bread khas Korea Selatan sedang naik daun. Di Jakarta sudah bisa mencicipi salt bread yang ditawarkan kafe baru di Blok M, bernama Little Salt Bread.

    Inovasi roti atau pastry seperti tidak ada habisnya. Usai cromboloni kali ini jenis roti salt bread Korea Selatan muncul dan berhasil membuat banyak orang penasaran.

    Selama beberapa tahun terakhir, salt bread telah menarik perhatian masyarakat Korea Selatan. Sesuai namanya ‘salt bread’ atau sogeum ppang dalam bahasa Korea, roti ini berupa adonan roti dengan taburan garam kasar di atasnya.


    Bentuk roti ini digulung seperti croissant. Bentuknya mirip croissant, tetapi adonannya berupa roti gurih. Jika dipotong akan terlihat gulungan adonan berbentuk relungan.

    Adonan salt bread dilapisi mentega gurih. Ketika dipanggang, mentega lumer dan rasa gurihnya semakin menyebar ke seluruh lapisan adonan roti.

    Pada dasarnya roti salt bread bisa dimakan polosan saja. Namun, beberapa bakery menawarkan variasi berbeda, dengan tambahan topping keju hingga jamur truffle.

    Jika penasaran dengan roti viral di Korea Selatan ini, kamu bisa mencobanya di kafe baru berlokasi di Melawai, Blok M, namanya Little Salt Bread.

    Little Salt Bread menawarkan banyak varian salt bread yang dibuat fresh setiap harinya. Tidak hanya menikmati roti, di sini kamu bisa sekaligus menyeruput kopi hingga milk tea.

    Meskipun belum lama buka, tampaknya Little Salt Bread sudah menjadi salah satu bakery hits di Jakarta Selatan. Kalau ke sini kamu harus siap-siap antre panjang.

    DetikFood sempat menyambangi Little Salt Bread untuk mencicipi langsung roti, sekaligus menikmati suasana kafenya. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Little Salt Bread
    Alamat Jl. Melawai III No. 10, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Instagram @little.saltbread
    Jam Operasional Senin – Minggu 14.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 17.000 – Rp 28.000
    Tipe Kuliner Roti ala Korea
    Fasilitas
    • Meja dan tempat duduk
    • Ruangan indoor dan outdoor
    • Bisa dine in dan takeaway

    1. Perlu antre 30 menit

    Little Salt BreadButuh waktu kurang lebih 30 menit bagi detikFood untuk antre dan pesan salt bread di Little Salt Bread. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat menyambangi Little Salt Bread (03/01/24), kafenya baru buka pukul 15.00. Kami memang tidak langsung datang pas kafe buka, tetapi baru sampai pukul 16.20.

    Kafenya sudah ramai dipadati pengunjung. Meja dan kursi di bagian indoor maupun outdoor pun penuh. Antreannya juga cukup panjang, sampai ke bagian luar kafe.

    Saat tiba di lokasi kami langsung baris di antrean. Meskipun panjang, antreannya tidak lama. Kurang lebih hanya menghabiskan waktu 30 menit untuk antre.

    Sampai di kasir bisa langsung memesan variasi salt bread yang diinginkan. Namun, tidak semua variasi tersedia saat itu juga. Lebih baik sebelum antre memastikan dulu variasi apa yang stoknya masih banyak.

    Sistemnya di sini, pelanggan hanya bisa membeli salt bread dengan variasi yang tersedia. Jika ingin variasi lain, perlu menunggu, antre, dan pesan ulang.

    2. Konsep kafe yang industrial

    Little Salt BreadBegini konsep kafe Little Salt Bread di Blok M. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bangunan Little Salt Bread memang tidak begitu besar, tetapi cukup banyak kursi dan meja. Konsep kafenya pun dibuat seperti industrial modern dengan sentuhan furnitur kayu klasik.

    Selain meja biasa, mereka juga punya area meja bar. Pengunjung bisa duduk di area tersebut sambil melihat para barista menyajikan kopi atau pesanan minuman lain.

    Little Salt BreadKonsep dapur di Little Salt Bread juga open kitchen seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dapurnya juga mengusung konsep open kitchen, sehingga pembeli bisa melihat langsung proses pembuatan roti. Tentu saja setiap saat aroma wangi roti yang dipanggang menguar ke udara.

    Konsep open kitchen ini juga memudahkan pelanggan mengetahui stok roti yang sedang dibuat. Membuat pelanggan bisa menentukan variasi salt bread yang akan dipesan.

    3. 5 variasi salt bread dijual 400 buah setiap hari

    Little Salt BreadTerdapat 5 variasi rasa yang ditawarkan oleh kafe bakery Little Salt Bread ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kafe ini memang buka lebih sore dibandingkan kafe lainnya. Namun, mereka selalu memastikan semua roti dibuat fresh setiap hari.

    Little Salt Bread menawarkan 5 variasi salt bread; Salt Bread Plain, Cheese, Truffle Egg, Miso Nori, dan Bread Garlic. Harganya mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 28.000 per pieces.

    Kepada detikFood (03/01) salah satu pegawai mengungkap, “Kita bukanya jam 15.00, tapi udah mulai bikin roti dan panggang roti tuh dari jam 13.00,”

    Dari pukul 13.00 siang sampai tutup pukul 22.00 malam, Little Salt Bread terus membuat stok roti mereka. Menurut salah satu pegawai, pemanggangan terakhir biasanya dilakukan pukul 19.00 malam.

    Little Salt Bread pun telah menyiapkan stok kurang lebih 400 buah roti setiap harinya. Namun, tidak menutup kemungkinan sebelum kafe tutup, stok habis terjual.

    Cita rasa variasi salt bread bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Salt bread plain dan cheese yang jadi favorit

    Little Salt BreadSalah satu menu andalan di Little Salt Bread adalah salt bread plainnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami antre, variasi yang tersedia hanya salt bread plain dan cheese. Tidak ada batas maksimal pembelian salt bread per transaksi. Namun, jika dilihat dari update terbaru Instagram mereka, kini satu orang hanya boleh pesan maksimal 8 buah.

    Dari segi tampilan, Salt Bread Plain (Rp 12 ribu) memang tampak seperti croissant versi mini dengan sedikit taburan garam dan lada di atasnya.

    Tekstur rotinya renyah di luar tetapi lembut dan lembap seperti roti biasa. Rasa gurih asin mentega tercecap kuat. Mentega yang lumer pun membuat salt bread ini menjadi cukup berminyak.

    Adonan rotinya sangat ringan di mulut. Saat dimakan tidak terlalu kering sehingga dimakan berkali-kali tak perlu khawatir tenggorokan serat.

    Untuk variasi rasa yang lebih kompleks, Salt Bread Cheese (Rp 17.000) bisa jadi pilihan. Basis adonan rotinya sama, hanya dilengkapi dengan topping keju natural.

    Little Salt BreadVariasi keju yang ditawarkan Little Salt Bread tidak kalah menarik loh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dilihat dari prosesnya, parutan keju natural kasar yang sudah dilumuri saus dipanggang secara terpisah dengan roti. Setelah itu, barulah ditaruh di atas adonan salt bread yang sudah matang.

    Keju panggangnya tak sekedar gurih asin, tetapi ada rasa manis dan sedikit asam karena memang kejunya diberi saus sweet mayo. Tekstur kejunya pun garing, dengan sedikit rasa smoky karamel.

    5. Antre ulang demi cicip varian truffle egg

    Little Salt BreadKami pun perlu antre ulang di Little Salt Bread, untuk membeli salt bread egg truffle yang baru saja matang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Setelah kami selesai antre yang pertama, tiba-tiba variasi Truffle Egg baru saja diangkat dari oven. Kami akhirnya antre ulang untuk membeli Salt Bread Truffle Egg (Rp 25.000).

    Dari segi tampilan cukup berbeda karena, salt bread disayat lalu diisi dengan topping truffle egg. Terdiri dari telur rebus yang sudah dihaluskan, dicampur dengan saus egg mayo dan sedikit minyak jamur truffle.

    Ketika digigit, potongan putih telurnya masih terasa kenyal. Rasa egg trufflenya secara keseluruhan manis gurih mirip seperti saus mustard. Ditambah dengan aroma dan rasa truffle yang tidak begitu kuat.

    Sensasi makan variasi ini cukup berbeda karena, isiannya padat dan teksturnya creamy. Makan sedikit saja sudah mengenyangkan.

    Little Salt Bread juga punya variasi minuman unik yang cocok dipadukan dengan salt breadnya. Jika suka kopi bisa pesan Sweet Japanese Iced coffe (Rp 35.000).

    Es kopi yang diseduh dengan teknik Jepang ini semakin enak ditambah dengan cream (Rp 3 ribu). Sebelum diseruput, jangan lupa aduk terlebih dahulu.

    Little Salt BreadMakan salt bread bisa ditemani dengan minuman es kopi Jepang dan honey milk tea yang manis segar ini! Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Teksturnya memang tidak creamy sepenuhnya, karena bagian bawah gelas masih cair. Namun, jika diseruput perlahan dari atas, terasa es kopi dengan sentuhan rasa pahit yang cukup kuat. Tetapi diimbangi rasa manis dan tekstur creamy yang pas.

    Jika tidak suka kopi, kamu bisa pesan Honey Milk Tea (Rp 35.000). Aroma tehnya cukup kuat dipadukan rasa manis dari campuran susu dan madu. Ada tekstur renyah legit dari topping honeycomb.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip 3 Salt Bread Viral, Mana yang Lebih Gurih Renyah?


    Jakarta

    Salt bread sedang viral di awal tahun 2024. Roti bercita rasa agak asin ini ditawarkan beberapa bakery. Ada 3 bakery yang menjual Salt bread, manakah yang paling gurih?

    Banyak roti viral yang hits di media sosial, salah satunya salt bread atau shio bread. Roti ini terbuat dari adonan plain bread yang digiling tipis kemudian dioles mentega dan digulung bentuk seperti croissant. Bagian atasnya ditaburi garam kasar.

    Roti yang rasanya agak asin ini mulai hits karena munculnya bakery aesthetic di kawasan Melawai, Blok M, bernama Little Salt Bread.


    Hadirnya bakery tersebut membuat banyak orang penasaran. Mereka rela antre untuk mencicipi beberapa varian salt bread di sana. Apalagi harga rotinya yang bisa disebut terjangkau.

    Setelah salt bread di sana viral, banyak bakery lain yang mengikuti jejaknya. Untuk mencari yang terbaik, detikFood mencoba dari 3 bakery, yaitu Little Salt Bread, Super Furry, dan Nool Strala.

    Bagaimana rasa dan perbedaan salt bread dari 3 bakery tersebut?

    1. Little Salt Bread

    Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Munculnya Little Salt Bread yang langsung viral ini tentunya menarik perhatian kami untuk turut mencobanya. Akhirnya, pada Januari 2024 lalu kami mengunjungi gerainya dan ikut mengantre untuk mendapatkan rotinya.

    Little Salt Bread menawarkan 5 varian rasa, yaitu Salt Bread Plain, Cheese, Truffle Egg, Miso Nori, dan Bread Garlic. Namun, kami hanya berhasil mencoba 3 varian saja, yaitu Plain, Cheese, dan Truffle Egg. Harganya mulai dari Rp 12.000 – Rp 25.000.

    Semua rotinya memakai dasar yang sama, hanya saja ditambahkan topping pada varian cheese dan truffle egg. Untuk rotinya benar-benar terasa renyah di luarnya, tapi tetap empuk dalamnya. Aroma butter tercium kuat ditambah sentuhan asin dari garam kasar yang jadi topping ketika mencicipi varian plain.

    Untuk varian cheese (keju), rasanya langsung meledak ketika gigitan cheese crumble itu masuk ke mulut. Apalagi ada sedikit sentuhan manis dari mayonesnya yang membuat paduan rasanya semakin nagih.

    Varian truffle egg juga cukup memikat selera kami. Salad telurnya yang melimpah ini agak menutupi aroma dari minyak truffle-nya. Padahal kami menunggu sensasi nikmat dari aroma truffle tersebut.

    Salt bread yang viral ini berhasil menaikkan ekspektasi kami dan menjadikannya pembanding kenikmatan dari 2 bakery lainnya. Karena, konsistensi tekstur dan variannya terbukti lezat.

    2. Super Furry

    Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Super Furry cukup dikenal sebagai bakery hits yang menawarkan aneka roti ala Korea. Peluang salt bread ini juga dicoba oleh mereka. Kami mengunjungi salah satu gerainya yang berada di PIM 2.

    Terdapat 3 varian, yaitu Sea Salt Butter, Truffle, dan Truffle Cheese, harganya mulai dari Rp 9.500 – Rp 23.000. Bukan roti yang disajikan fresh, melainkan sudah dipajang pada rak display. Semuanya juga sudah dikemas, jadi pelanggan bisa langsung mengambilnya.

    Sayangnya, salt bread di sini benar-benar jauh dari ekspektasi kami. Tekstur rotinya tak seperti salt bread pada umumnya yang kokoh dan renyah di luarnya. Saat kami sentuh malah seperti tekstur roti biasa.

    Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Bagian dalamnya juga alot terkesan bantet. Kami juga tak mencium adanya aroma butter pada ketiga varian. Rasa asin yang harusnya tertinggal juga sangat tipis kami rasakan.

    Varian truffle yang lebih bisa dinikmati dari ketiganya. Aroma truffle nya terasa dengan sentuhan rasa yang cukup kuat. Namun, tekstur rotinya membuat kami tak cukup berselera.

    Review salt bread dari Nool Strala ada di halaman berikutnya…

    3. Nool Strala

    Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry dan Nool Strala Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Nool Strala banyak menawarkan pastry, terutama croissant. Croissant almond di bakery ini adalah juaranya. Ketika salt bread ini viral, mereka juga menjual dalam berbagai varian rasa.

    Beberapa varian salt bread ditawarkan oleh Nool Strala. Kami berhasil mendapatkan 3 varian salt bread, yaitu Plain, Mozzarella, dan Aren. Harganya mulai dari Rp 15.000 – Rp 25.000.

    Salt bread tersebut kami dapatkan dari kafe Kaneki di Dharmawangsa, Minggu (18/2). Saat itu, Nool Strala memang sedang bekerja sama dengan 4 kafe hits di Jakarta Selatan untuk pop-up store.

    Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Nool Strala Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Tekstur roti salt bread dari Nool Strala ini sesuai dengan karakteristiknya. Kokoh dan renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalamnya, bahkan membentuk rongga melingkar yang cantik.

    Ketika kami cicipi, aroma butter dari salt bread ini juga tercium kuat. Namun, sebagai ‘salt bread’, menurut kami rasa asinnya kurang nendang di lidah. Hanya terasa pada varian plain, karena diberikan topping garam kasar di atasnya.

    Untuk varian mozzarella, kami membayangkan mulurnya keju ketika roti disobek, sayangnya teksturnya tak seperti itu. Kami bisa merasakan sensasi rasa kejunya, ditambah juga ada sedikit crumble keju di atasnya.

    Sayangnya, kami tak menyukai varian aren salt bread ini. Varian ini istimewa ditawarkan untuk pop up di kafe Kaneki, tapi menurut kami isi custard-nya terlalu banyak dan kemanisan.

    4. Jadi, Salt Bread Apa yang Terbaik?

    Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Setelah mencicipi ketiganya, kami memilih salt bread terbaik yang patut dicoba. Kami menilainya berdasarkan kualitas rasa dan teksturnya.

    Salt bread dari Little Salt Bread yang paling juara, menurut kami. Tekstur roti renyah di luar lembut di dalam, begitu juga sentuhan rasa asinnya pas di lidah. Varian rasanya yang beragam dan terpadu nikmat dengan dasar rotinya juga membuat bakery ini lebih menonjol.

    Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tak heran kalau Little Salt Bread langsung viral dan banyak orang rela mengantre. Apalagi roti-nya juga benar-benar ‘fresh from the oven’ bahkan bisa langsung dimakan begitu selesai dipanggang.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Itinerary Keliling Jakarta Seharian dengan Transportasi Umum



    Jakarta

    Traveler yang sedang mencari ide liburan untuk mengisi Natal dan tahun baru, detikTravel punya rekomendasinya, nih. Destinasi ini bisa digapai dengan naik transportasi umum.

    Traveler mau liburan dengan tema apa nih? Memperkaya edukasi anak, me time atau seru-seruan bersama bestie? detikTravel telah menyusun rangkaian tempat yang bisa kamu kunjungi seharian di Jakarta dengan transportasi umum.

    Pagi (08.00 WIB-12.00 WIB)

    1. Monas

    Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi untuk membuka petualangan kamu adalah Monumen Nasional alias Monas. Traveler bisa nih menikmati indahnya kota Jakarta dengan naik ke puncak Monas atau melihat-lihat di museumnya.


    Untuk bisa naik ke Puncak Monas, harga tiketnya Rp 24 ribu untuk dewasa, Rp 13 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Operasionalnya mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

    Sedangkan harga tiket ke Museum Sejarahnya Rp 8.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 untuk mahasiswa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

    Cara menuju Monas dengan transportasi umum adalah dengan naik Transjakarta dan berhenti di Halte Monas.

    2. Museum Nasional

    Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

    Setelah puas bermain di Monas, kamu bisa lanjut ke Museum Nasional yang berada di seberangnya. Kamu harus tahu nih, Museum Nasional makin cantik dan kekinian lho. Dijamin berkeliling museum tidak membosankan!

    Untuk harga tiket anak-anak (usia 3-12 tahun) Rp 15 ribu/orang, pengunjung dewasa Rp 25 ribu/orang, tikey Imersifa Rp 35 ribu dan untuk turis asing Rp 50 ribu per orangnya. Untuk jam operasionalnya Selasa-Kamis 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu 08.00-20.00 WIB dan hari Senin tutup.

    Di sini, kamu bisa menjelajahi koleksi arkeologi, etnografi, seni rupa, dan ragam pameran. Dan yang sedang digemari sekarang adalah pameran wajah nusantara. Di sini kamu bisa melihat dan mencari tahu keturunan suku menggunakan Augmented Reality, berdasarkan lukisan karya RM Pirngadie. Keren, kan?

    Siang (12.00-15.00 WIB)

    3. Kota Tua

    Sebelum berkeliling Kota Tua, kamu bisa nih mencari makan siang di sekitaran sana. Banyak pilihan kok, mulai dari Cafe Batavia, Taman Fatahillah Food Court, Kedai Kopi Taman Fatahillah dan lainnya. Namun bila ingin makan hemat, banyak pedagang kaki lima yang bisa kamu temui di pinggiran Kota Tua kok.

    Setelah makan siang, kamu bisa nih menikmati Kota Tua dengan mendatangi museum-museumnya. Ada Museum Keramik, museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

    4. Ikut workshop di Museum Seni Rupa dan Keramik

    Banyak cara untuk melepas penat keseharian. Salah satu caranya dengan mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta.Mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk me time adalah mengikuti workshop membuat gerabah di Mudeum Seni Rupa. Harganya Rp 50 ribu untuk sekali sesi dan kamu akan mendapatkan pemandu, tanah liat, serta box pembungkus agar bisa dibawa pulang.

    Sore (15.00-18.00 WIB)

    5. M Blok Space

    Destinasi terakhir yang bisa kamu kunjungi adalah kawasan Blok M yang memang sedang hits di tengah anak muda. Menuju kawasa Blok M juga mudah dengan transporrasti umum kok.

    Bila naik Transjakarta, kamu bisa turun di beberapa halte, diantaranya Halte CSW, Halte Kejaksaan, dan Halte Blok M.

    Bila naik MRT, kamu turun saja di Stasiun MRT Blok M.

    Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah M Blok Space. Di sini tak hanya untuk kulineran di berbagai kedai saja, namun banyak pameran menarik yang bisa kamu lihat lho.

    M Blok Space sering mengadakan bazaar atau pop-up market yang menampilkan berbagai produk kreatif karya lokal. Kadang juga ada konser mini atau live musik dari seniman lokal.

    Kamu yang ingin menambahkan keahlian visa juga mengikuti ragam workshop kreatif dan cari saja jadwalnya di medsos M Blok Space ya.

    6. Berburu kuliner viral

    Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

    Setelah puas di M Blok Space, kita bergeser ke kawasan Blok M Square. Di sini kamu bisa menemui ragam makanan dan minuman viral.

    Sebut saja Haka Dimsum, Claypot Popo, Uma Oma Cafe, Fitago Ya, Bakmi Tjo Kin, London Layers, Little Salt Bread, Kopi Tuku, Filosofi Cafe, Fumo Chicken Bar, RM Loklin dan banyak lainnya.

    7. Taman Literasi

    Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

    Setelah seharian berkegiatan, kamu bisa nih menikmati sore di Taman Literasi. Banyak juga kafe-kafe yang bisa kamu pilih untuk lokasi ngobrol, bertemu teman atau sekedar me time.

    Namun banyak kok kawasan gratis yang bisa kamu duduki di Taman Literasi. Biasanya yang sering dilakukan di sini adalah duduk menghadap ke arah jalur MRT. Bila kamu beruntung, bisa mendapatkan pemandangan kereta MRT lewat dengan latar ciamik langit Jakarta berwarna jingga.

    Malam (19.00-20.00 WIB)

    8. Makan gultik

    Gultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per HariGultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per Hari (Andi Annisa DR/detikcom)

    Menutup hari ini kamu bisa menikmati kuliner gultik yang begitu identik dengan kawasan Blok M. Beberapa rekomendasi diantaranya Gultik Agus Budi (Bulungan), Gultik Barito (Depan Gereja Barito), Gultik Sticker, Gultik Mas Tri, Gultik Pak Roni dan Gultik Mas Adit.

    Harga kuliner hits ini mulai Rp 10 ribuan.

    (sym/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker