Tag: loa unconditional

  • Siap-siap! Beasiswa Chevening Bakal Dibuka Besok



    Jakarta

    Beasiswa Chevening 2025/2026 akan dibuka mulai besok Selasa, 6 Agustus 2024. Pendaftaran beasiswa terbuka untuk semua usia.

    Beasiswa Chevening merupakan beasiswa dari pemerintah Inggris Raya untuk calon mahasiswa internasional, termasuk Indonesia. Penerima beasiswa akan mendapatkan biaya pendidikan S2 selama 1 tahun, tunjangan bulanan, hingga dukungan biaya transportasi pergi-pulang ke UK.

    Pendaftaran Beasiswa Chevening dibuka hingga 5 November. Tertarik mendaftar? Berikut syarat Beasiswa Chevening seperti dilansir dari laman resminya.


    Syarat Beasiswa Chevening 2025/2026

    1. Warga negara yang eligible mendaftar, termasuk Indonesia.
    2. Berkomitmen untuk kembali ke Indonesia minimal selama 2 tahun setelah beasiswa berakhir.
    3. Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun (2.800 jam).
    4. Pengalaman kerja dapat berbentuk:
      – Pekerjaan penuh waktu
      – Pekerjaan paruh waktu
      – Kerja sukarela
      – Magang berbayar atau tidak berbayar
    5. Pengalaman kerja yang diperoleh selama masa kerja wajib untuk memperoleh gelar jenjang sebelumnya tidak dihitung.
    6. Pelamar boleh menggabungkan hingga 15 periode kerja yang berbeda untuk memenuhi persyaratan.
    7. Dapat melamar sambil bekerja, tidak perlu mengundurkan diri dari pekerjaan, tetapi sebaiknya mendiskusikan lamaran dengan atasan dan memperlihatkan laman resmi Chevening.
    8. Memiliki gelar sarjana yang memenuhi syarat prodi di Inggris.
    9. Memenuhi syarat dan mendaftar ke 3 prodi di universitas-universitas Inggris.
    10. Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional, minimal dari 1 prodi pilihan sebelum batas waktu pengiriman referensi dan dokumen pendidikannya.
    11. Tidak memiliki kewarganegaraan Inggris atau kewarganegaraan ganda Inggris.
    12. Tidak berstatus sebagai pengungsi di negara yang tidak memenuhi syarat untuk Beasiswa Chevening.
    13. Bukan karyawan, mantan karyawan, atau kerabat dari karyawan pemerintah Inggris, Kedutaan Besar/Komisi Tinggi Inggris, British Council, Asosiasi Universitas Persemakmuran, atau universitas sponsor Inggris.
    14. Karyawan, mantan karyawan, atau kerabat dari karyawan organisasi Mitra Chevening berhak untuk melamar.
    15. Tidak pernah belajar di Inggris dengan beasiswa yang didanai Pemerintah Inggris.
    16. Pemilik gelar master boleh mendaftar jenjang master kedua di Inggris dengan Beasiswa Chevening, asalkan bisa menjelaskan bagaimana gelar tersebut selaras dengan tujuan karier dan akan bantu mendorong perubahan positif di Indonesia.

    Syarat Prodi Beasiswa Chevening 2025/2026

    Prodi yang dipilih wajib memenuhi syarat berikut:

    1. Kuliah penuh waktu.
    2. Dimulai pada semester musim gugur, biasanya September atau Oktober.
    3. Program master, bukan master riset (research focused/MRes).
    4. Lulusan meraih gelar Master.
    5. Berlokasi di Inggris Raya.
    6. Bukan paruh waktu dan bukan pendidikan jarak jauh.
    7. Tidak berdurasi kurang dari 9 bulan dan lebih dari 12 bulan.
    8. Bukan program gelar PhD atau DPhil.
    9. Tidak diajarkan lebih dari 1 bulan di luar Inggris Raya.

    Jadwal Beasiswa Chevening 2025/2026

    Pendaftaran: 6 Agustus 2024 12.00 BST (18.00 WIB) – 5 November 2024 11.59 UTC (18.59 WIB)
    Asesmen lamaran oleh Reading Committee: Tengah November 2024 – Januari 2025
    Shortlist pelamar untuk tahap wawancara: Tengah Februari 2025
    Pengiriman dua orang referensi dan dokumen pendidikannya: 19 Februari 2025
    Wawancara: 25 Februari – 25 April 2025
    Pengumuman hasil seleksi: Mulai Juni 2025
    Batas waktu pengiriman Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang diterbitkan kampus UK: 11 Juli 2025 pukul 17.00 BST (23.00 WIB)
    Mulai kuliah di UK: September/Oktober 2025

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Chevening 2025/2026 dapat dicek melalui https://chevening.org dan https://www.chevening.org/scholarship/indonesia/. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Terbaru! Batas Waktu Pencarian LoA Unconditional Beasiswa LPDP Kini 18 Bulan



    Jakarta

    Detikers pejuang beasiswa LPDP? Ada kabar terbaru nih, waktu pencarian Letter of Acceptance (LoA) Unconditional untuk kuliah dengan beasiswa LPDP kini berubah menjadi 18 bulan. Hal ini diumumkan lewat unggahan Instagram resmi @lpdp_ri, Rabu (27/12/2023).

    Sebelumnya, batas waktu pencarian LoA Unconditional calon penerima beasiswa LPDP ini selama 24 bulan. Namun, kini waktu pencarian kembali ke aturan semula yakni 18 bulan terhitung sejak dinyatakan lulus seleksi substansi.

    Pengubahan waktu pencarian LoA Unconditional ini didasari situasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah semakin tertangani. Begitu pun berbagai kegiatan kampus di luar negeri saat ini sudah kembali normal.


    Apa Itu LoA Unconditional?

    Mengutip laman Puslapdik Kemdikbud, LoA Unconditional menjadi syarat penting bagi peserta yang mendaftar beasiswa LPDP. Dengan memiliki LoA Unconditional, seseorang artinya sudah diterima 100 persen di kampus tertentu tanpa syarat.

    Setelah mengajukan LoA Unconditional, calon mahasiswa tinggal menunggu waktu registrasi ulang dan memulai perkuliahan. Beberapa LoA pun ada yang menyediakan informasi profil kampus, biaya hidup, kost, dan lainnya.

    Selain LoA Unconditional, jenis lainnya adalah LoA Conditional. LoA ini mengharuskan calon mahasiswa memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu.

    LoA Conditional menandakan seseorang sudah diterima di kampus tertentu tetapi perlu memenuhi persyaratan yang ada. Syarat-syaratnya bisa berupa skor TOEFL atau IELTS, proposal penelitian, dan sebagainya.

    Cara Mendapatkan LoA untuk Beasiswa

    Setiap perguruan tinggi mempunyai aturan soal LoA masing-masing. Beberapa ada yang mewajibkan calon mahasiswa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi terlebih dahulu, juga ada yang hanya meminta memenuhi persyaratan berkas.

    Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mencari tahu informasi dari website atau media sosial resmi kampus tujuan. Untuk mendapatkan LoA, di samping mengikuti seleksi dari kampus tujuan, calon mahasiswa bisa menyiapkan beberapa berkas dokumen berikut yang biasanya diminta pihak kampus:

    1. Curriculum Vitae (CV)
    2. Ijazah
    3. Transkrip nilai
    4. Sertifikat
    5. Sertifikat mahir bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau sejenisnya
    6. Rekomendasi dari dosen atau pemimpin perusahaan tempat bekerja
    7. Proposal penelitian atau karya tulis ilmiah
    8. Sertifikat Graduate Management Admission Tes (GMAT). Sertifikat ini adalah hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang mencakup kemampuan analisis, matematika, hingga bahasa yang telah terkomputerisasi. Tes ini bisa menunjukkan standar bagi perkuliahan jenjang S2 dan S3.

    Nah, itulah informasi terbaru soal waktu pencarian LoA Unconditional. Bagi peserta LPDP yang lolos tahap seleksi substansi, yuk segera persiapkan!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu LoA untuk Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024? Begini Cara Dapatnya



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Tahap 1 telah dibuka hari ini, Kamis, 11 Januari 2024 melalui laman resmi LPDP. Salah satu syarat pendaftaran adalah LoA Unconditional. Apa itu?

    Beasiswa LPDP adalah beasiswa jenjang pascasarjana yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, hingga biaya visa jika melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

    Peminat bisa langsung mendaftar beasiswa LPDP melalui laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ dengan menyertakan dokumen pendaftaran. Adapun salah satu dokumen yang disyaratkan adalah LoA atau Letter of Acceptance.


    LoA merupakan bukti diterimanya seseorang sebagai calon mahasiswa di universitas terkait. LoA sendiri dibagi menjadi LoA Conditional dan LoA Unconditional.

    Perbedaan LoA Conditional dan LoA Unconditional

    1. LoA Conditional

    Melansir dari laman resminya, LoA Conditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi dengan beberapa persyaratan. Artinya, kandidat belum sepenuhnya dinyatakan diterima karena belum memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan, seperti:

    • TOEFL/IELTS belum memenuhi skor yang disyaratkan.
    • Belum menyerahkan tema riset/penelitian.
    • Belum menyerahkan dokumen persyaratan dalam pendaftaran perguruan tinggi, seperti ijazah atau transkrip nilai.
    • Belum menyerahkan pernyataan sponsorship, dan lain sebagainya.

    2. LoA Unconditional

    Sementara LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat. Artinya, peserta hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.

    Informasi yang tercantum dalam LoA Unconditional antara lain:

    • Program studi
    • Durasi studi
    • Awal perkuliahan (intake)
      informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan, seperti registrasi ulang, pembayaran, dan lain sebagainya.

    Batas waktu pencarian LoA Unconditional LPDP adalah 18 bulan. Menurut LPDP dalam Instagram resmi @lpdp_ri, batas waktu pencarian LoA Unconditional ini didasari situasi kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik. Begitu juga dengan berbagai kegiatan kampus di luar negeri saat ini sudah kembali normal.

    Cara Mendapatkan LoA untuk Beasiswa LPDP

    Untuk mendapatkan LoA Unconditional, beberapa universitas mewajibkan calon mahasiswa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi terlebih dahulu.

    Calon mahasiswa bisa menyiapkan beberapa berkas dokumen sebagai berikut:

    • Curriculum Vitae (CV)
    • Ijazah
    • Transkrip nilai
    • Sertifikat
    • Sertifikat mahir bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau sejenisnya
    • Rekomendasi dari dosen atau pemimpin perusahaan tempat bekerja
    • Proposal penelitian atau karya tulis ilmiah
    • Sertifikat Graduate Management Admission Tes (GMAT). Sertifikat ini adalah hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang mencakup kemampuan analisis, matematika, hingga bahasa yang telah terkomputerisasi. Tes ini bisa menunjukkan standar bagi perkuliahan jenjang S2 dan S3.

    Itulah penjelasan LoA Unconditional LPDP dan cara mendapatkannya. Siap jadi awardee LPDP 2024, detikers?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Pengertian Letter of Acceptance atau LoA di Syarat Beasiswa LPDP



    Jakarta

    Pemburu beasiswa bisa tersenyum lebar karena Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 telah membuka pendaftarannya mulai hari ini Jumat (17/1/2025). Namun perlu diingat, ada syarat LoA dalam persyaratan Beasiswa LPDP. Apa itu?

    LoA atau Letter of Acceptance adalah bukti diterimanya seseorang sebagai calon mahasiswa di universitas terkait. LoA dibedakan menjadi LoA Conditional dan LoA Unconditional.

    Perbedaan LoA Conditional dan LoA Unconditional

    1. LoA Conditional

    LoA Conditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi dengan persyaratan tertentu Artinya, kandidat belum sepenuhnya dinyatakan diterima karena belum memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan, seperti:


    TOEFL/IELTS belum memenuhi skor yang disyaratkan.
    Belum menyerahkan tema riset/penelitian.
    Belum menyerahkan dokumen persyaratan dalam pendaftaran perguruan tinggi, seperti ijazah atau transkrip nilai.
    Belum menyerahkan pernyataan sponsorship, dan lain sebagainya.

    2. LoA Unconditional

    Kemudian LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat. Artinya, peserta hanya tinggal melakukan registrasi ulang.

    Informasi yang tercantum dalam LoA Unconditional antara lain:

    Program studi
    Durasi studi
    Awal perkuliahan (intake)
    informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan, seperti registrasi ulang, pembayaran, dan lain sebagainya.

    Apakah Mendaftar LPDP Harus dengan LoA?

    Meski termasuk dalam salah satu persyaratan, pendaftar tidak wajib menyertakan LoA saat mendaftar LPDP. Melansir dari laman resminya, pendaftar yang sudah mendapatkan LoA dan belum sama-sama bisa mengikuti pendaftaran LPDP.

    Lebih lanjut, tidak ada perbedaan atau prioritas antara mendaftar dengan LoA maupun non-LoA dalam menentukan kelulusan LPDP. Pelamar yang nantinya lolos LPDP namun belum mendapat LoA, akan diberikan waktu 18 bulan untuk mencari LoA.

    “Jika kamu dinyatakan lulus dan layak menerima beasiswa LPDP maka akan diberikan waktu selama 18 bulan untuk mencari LoA. Tentunya waktu ini sangat cukup untuk kamu bisa mencari kampus idaman yang sudah didaftarkan di aplikasi beasiswa LPDP,” tulis LPDP dalam laman resminya dikutip Jumat (17/1/2024). https://lpdp.kemenkeu.go.id/informasi/berita/mendaftar-beasiswa-lpdp-harus-pakai-loa-atau-tidak-ini-jawabnya

    Peserta yang lolos seleksi LPDP juga akan mendapat Letter of Sponsorship (LoS) yaitu surat keterangan yang menyatakan dukungan pendanaan dari LPDP. LoS dapat disertakan saat mencari LoA dan bisa menambah peluang untuk diterima di kampus idaman.

    Cara Mendapatkan LoA untuk Beasiswa LPDP

    Untuk mendapatkan LoA, beberapa universitas mewajibkan calon mahasiswa mengikuti seleksi masuk universitas terlebih dahulu. Pendaftar bisa menyiapkan beberapa berkas dokumen sebagai berikut:

    Curriculum Vitae (CV)
    Ijazah
    Transkrip nilai
    Sertifikat
    Sertifikat mahir bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau sejenisnya
    Rekomendasi dari dosen atau pemimpin perusahaan tempat bekerja
    Proposal penelitian atau karya tulis ilmiah
    Sertifikat Graduate Management Admission Tes (GMAT). Sertifikat ini adalah hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang mencakup kemampuan analisis, matematika, hingga bahasa yang telah terkomputerisasi. Tes ini bisa menunjukkan standar bagi perkuliahan jenjang S2 dan S3.

    Demikian penjelasan LoA dalam syarat beasiswa LPDP dan cara mendapatkannya. Bagaimana detikers, siap menjadi awardee LPDP 2025?

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

    Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


    Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

    Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

    Jadwal Pengumuman LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

    Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

    1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
    2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
    3. Klik tombol “Masuk”
    4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

    Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

    Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

    Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

    Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

    Sudah Punya LoA Unconditional

    Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

    1. Persiapan keberangkatan

    Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

    SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

    LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum Punya LoA Unconditional

    Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

    Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP, Jangan Lupa Simulasi Ini


    Jakarta

    Rangkaian seleksi beasiswa LPDP telah melalui pengumuman hasil sanggah pada 8 September 2025. Selanjutnya, pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan sanggahnya akan melalui Seleksi Bakat Skolastik (SBS).

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mengingatkan, ada simulasi Seleksi Bakat Skolastik yang harus diikuti peserta.


    “Peserta SBS wajib mengikuti Simulasi SBS sesuai jadwal yang ditentukan LPDP yaitu di tanggal 10 sampai 12 September 2025,” tulis LPDP pada laman resminya, dikutip Rabu (10/9/2025).

    Adapun peserta beasiswa LPDP tahap 2 program Beasiswa Reguler yang harus mengikuti Seleksi Bakat Skolastik yakni mereka yang belum memperoleh dokumen persyaratan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari kampus tujuannya.

    Seleksi Bakat Skolastik dijadwalkan berlangsung pada 10-25 September 2025. Pengumuman hasil SBS akan disampaikan pada 2 Oktober 2025

    Sementara itu, peserta Beasiswa Reguler yang mendaftar dengan LoA Unconditional sesuai dengan ketentuan LPDP bisa melanjutkan ke tahap Seleksi Substansi tanpa mengikuti Seleksi Bakat Skolastik. Seleksi Substansi akan berlangsung pada 7 Oktober-19 November, dengan pengumuman hasil pada 27 November 2025 .

    Seleksi Bakat Skolastik & Simulasi

    Seleksi Bakat Skolastik menguji aspek-aspek kemampuan berpikir kritis dan logis pelamar beasiswa. Seleksi ini terdiri dari penalaran verbal, penalaran kuantitatif, dan pemecahan masalah.

    Simulasi Seleksi Bakat Skolastik bertujuan untuk mengecek kesiapan perangkat, memahami prosedur tes, dan mengenali tampilan aplikasi ujian, dikutip dari unggahan akun Instagram @lpdp_ri.

    Siapkan perangkat komputer atau laptop serta smartphone untuk ujian. Pasang juga aplikasi exam browser versi terbaru sesuai panduan LPDP.

    Informasi Seleksi Bakat Skolastik beasiswa LPDP lebih lanjut bisa dicek di buku panduan resminya pada akun masing-masing di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kini, Daftar Beasiswa LPDP Afirmasi Dalam Negeri Tak Perlu Lagi Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Detikers ingin daftar beasiswa LPDP tapi belum punya sertifikat kemahiran bahasa Inggris? Tak perlu khawatir, tidak semua jenis beasiswa mewajibkan dokumen tersebut.

    Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Ari Kuncoro mengatakan, para pemburu beasiswa LPDP kategori Afirmasi dengan tujuan dalam negeri tidak diwajibkan menyertakan syarat tersebut seperti TOEFL atau IELTS.

    “Jadi bagi yang hanya ingin studi (afirmasi) di dalam negeri, LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris,” kata Ari dalam seminar The Future Festival 2025 di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).


    Ari mengatakan LPDP akan menyediakan kelas dan pelatihan bahasa Inggris setelah peserta dinyatakan lolos beasiswa. Pematangan bahasa Inggris bagi pelamar LPDP ini akan dilakukan selama tiga bulan.

    “Nanti kalau kalian dapat beasiswa LPDP, kami yang akan menyekolahkan kalian untuk belajar bahasa Inggris,” katanya.

    Meski tidak jadi syarat wajib, Ari mengimbau pelamar LPDP dalam negeri agar tidak menyepelekan syarat ini. Ia mengimbau pelamar tetap serius mengikuti kelas bahasa Inggris.

    “Jadi kemampuan bahasa Inggris memang perlu. Nanti LPDP akan sekolahin 3 bulan,” ujarnya.

    Syarat Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Adapun syarat lebih lengkap untuk mendaftar beasiswa LPDP Afirmasi dalam negeri yakni:

    1. Status Kewarganegaraan

    Wajib Warga Negara Indonesia (WNI).

    2. Latar Belakang Pendidikan

    – Magister (S2): lulusan D4/S1.

    – Doktor (S3): lulusan S2, atau D4/S1 langsung ke doktor (dengan syarat memiliki LoA unconditional dan memenuhi semua kriteria S3).

    – Tidak boleh daftar ke jenjang yang sama/lower dari gelar yang sudah dimiliki (misalnya lulusan S2 tidak bisa daftar S2 lagi).

    3. Dokumen Tambahan (Khusus)

    – Pendaftar S3: diutamakan melampirkan surat pernyataan promotor atau surat dukungan instansi/lembaga.

    – Lulusan dokter spesialis/subspesialis: bisa pakai transkrip nilai spesialis sebagai syarat IPK.

    – Lulusan luar negeri: wajib sertakan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemdikbudristek/Kemenag, atau minimal bukti ajuan jika belum terbit.

    4. Pendaftar Tidak Sedang Menempuh Studi (On Going)

    Pendaftar yang berstatus on going bisa tidak bisa daftar magister maupun doktor baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri.

    5. Rekomendasi

    Harus melampirkan surat rekomendasi dari akademisi bagi yang belum bekerja dan atasan yang sudah bekerja.

    6. Perguruan Tinggi & Program Studi

    Hanya untuk kelas reguler. Tidak berlaku untuk kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh, khusus, internasional (untuk studi dalam negeri), multi-kampus lintas negara, atau kelas non-reguler lainnya.

    7. Komitmen & Dokumen Lain

    – Setuju dengan surat pernyataan LPDP.
    – Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai.
    – Menulis rencana pasca studi,
    – Menulis rencana kontribusi di Indonesia.
    – Untuk S3 wajib menulis proposal penelitian.
    – Jika ada, lampirkan publikasi ilmiah, prestasi, atau pengalaman organisasi.

    Dokumen Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Berkas Utama

    • Biodata diri (isi di formulir pendaftaran).
    • KTP.
    • Ijazah & Transkrip sesuai jenjang (S1/D4/S2) atau SKL (jika baru lulus).
    • Surat pemberhentian studi (jika pernah kuliah tapi tidak selesai).
    • Penyetaraan ijazah & konversi IPK (khusus lulusan luar negeri).

    Dokumen Tambahan

    • LoA Unconditional (jika sudah ada).
    • Surat rekomendasi dari akademisi/tokoh masyarakat.
    • Surat usulan khusus untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI.
    • NIDN (khusus dosen tetap).

    Dokumen Khusus Doktor (S3)

    • Surat pernyataan promotor (opsional).
    • Surat keterangan pimpinan instansi/lembaga (opsional).
    • Proposal penelitian.
    • Surat pernyataan & komitmen
    • Menyetujui surat pernyataan LPDP di aplikasi.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi.
    • Mengisi profil diri (termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai).
    • Publikasi ilmiah.
    • Prestasi (akademik/non-akademik).
    • Pengalaman organisasi.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com