Tag: loa

  • BIM Persiapan S1 LN Angkatan 4 Dipastikan Tetap Jalan Pakai Dana LPDP



    Jakarta

    Ketua Paguyuban Orang Tua Murid (OTM) Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4, Ishandawi beberkan hasil audiensi dengan pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Ungkap BIM 4 dipastikan tetap jalan menggunakan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    “Sudah confirm, sangat confirm (menggunakan) dana dari LPDP. Dalam waktu 2 hari ini, LoA (Letter of Acceptance) yang sudah kami terima dari anak-anak itu akan dikumpulkan. Kemudian akan diproses satu demi satunya,” ujar Ishandawi kepada wartawan di Kemdiktisaintek Jakarta, Rabu (19/2/2025).

    BIM 4 Ada di Ranah Siapa?

    Ishandawi bercerita memang pelaksanaan BIM masih dipertanyakan kejelasannya. Namun usai bertemu dengan Kemdiktisaintek yang diwakili Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Henri Togar Hasiholan Tambunan, dijelaskan bila pelaksanaan BIM terpecah menjadi dua.


    Di tahap persiapan, BIM akan dilakukan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sedangkan pembiayaan ada di tangan Kemdiktisaintek.

    “Sehingga dua kementerian itu berkoordinasi secara birokrasinya. Itu yang mungkin (menjadi) hambatanya,” tutur Ishandawi.

    “Tapi secara teknis, program BIM 4 itu tetap lanjut dan anak-anak juga Alhamdulillah nanti LoA-nya bisa langsung diproses oleh pembiayaan di Diktisaintek,” imbuh dia.

    Batas Waktu LoA Awardee BIM Segera Habis

    Dalam tuntutan yang disampaikan Paguyuban OTM BIM 4 dijelaskan LoA yang sudah diterima siswa sudah tidak bisa menunggu lagi. Karena masa berlakunya segera habis.

    Untuk itu, mereka menuntut agar konfirmasi pembiayaan atas LoA yang sudah diterima segera dilakukan. Karena terdapat batas akhir pembayaran uang jaminan/pangkal ke universitas.

    Terkait batas waktu LoA, Ishandawi menjelaskan setiap kampus berbeda-beda. Di Asia, beberapa kampus menerapkan batas waktu LoA hingga 1 Maret, 27 April, hingga 1 Mei.

    “Tetapi Alhamdulillah sudah dipastikan kementerian ini (Kemdiktisaintek) memproses secara berjenjang, secara bertahap dalam waktu (LoA) yang dekat,” ungkapnya.

    Melalui postingan media sosial Instagramnya, Stella Christie membagikan ulang postingan salah satu orang tua murid Paguyuban OTM BIM 4. Ia menyebut menunggu LoA diberikan ke Kemdiktisaintek.

    Prof Stella Christie carikan solusi penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 LN angkatan 4Prof Stella Christie carikan solusi penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 LN angkatan 4 Foto: Tangkapan layar IG story @prof.stellachristie

    “Semoga berita baik hasil diskusi kemarin menjadi sumber semangat baru untuk anak-anak kita penerima BIM angkatan 4. Ditunggu LoA-nya! (bendera Indonesia),” kata Stella dikutip Kamis (20/2/2025).

    Mimpi Penerima BIM Kuliah di LN Segera Terkabul

    Siswa dan orang tua Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4 yang aksi di depan KemdiktisaintekSiswa dan orang tua Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Angkatan 4 yang aksi di depan Kemdiktisaintek Foto: (Devita Savitri/detikcom)

    Yosua Abdi Tulus Kondang, siswa penerima BIM 4 asal SMAN 26 Jakarta ikut memperjuangkan haknya di aksi OTM BIM 4, Rabu (19/2/2025) kemarin. Sejak kecil ia dikenal sebagai sosok yang berprestasi dan kerap langganan beasiswa.

    Hal ini dilakukannya untuk bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Kendati demikian, mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat terhalang karena masalah biaya.

    Hingga ketika kelas 9 SMP, Yosua berkenalan dengan BIM dari kakak kelasnya. Sejak saat itu, ia berusaha keras agar bisa menjadi salah satu penerima BIM.

    “Saya di situ belum ada lomba yang bisa dibilang berkualitas untuk dikurasi ke BIM, dan akhirnya saya dapat perunggu di Australian Mathematics Competition dan masuk BIM,” cerita Yosua.

    Berhasil diterima menjadi awardee BIM membuat Yosua menaruh harapan tinggi pada beasiswa ini. Ia bahkan melepaskan bangku siswa eligible di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    Kini diketahui Yosua telah mengantongi tiga LoA yang masa berlakunya segera habis. Ia berhasil diterima tiga kampus dunia yakni University of Alberta Kanada, Arizona State University Amerika Serikat, dan Pennsylvania State University Amerika Serikat.

    Perjuangan ini ia harapkan tidak sia-sia, karena Yosua merasa tidak ada kejelasan timeline atau lini masa sesuai dengan BIM tahun-tahun sebelumnya. Terlebih usai pemerintahan dan Kemendikbudistek dipecah menjadi tiga.

    “Jadi timeline itu pertama setelah seleksi kita akan ada pembekalan, webinar dari universitas, pelatihan SAT (Scholastic Assessment Test) dan IELTS, terakhir kita ada tes wawancara kebangsaan dan kemudian kami diberangkatkan,” jelasnya.

    “Selama satu tahun ini kami menjalani semuanya lancar. Sampai akhirnya pas pergantian pemerintahan ini lah yang seharusnya kami (berhak) mendapat kan konsuler ini kami tidak dapat dan disuruh cari sendiri,” imbuhnya.

    Kendati demikian dengan perjuangan OTM BIM 4, anak-anak penerima beasiswa akhirnya mendapat konsuler yang sukarela membantu. Perjuangan itu kembali dilanjutkan hingga akhirnya ada kejelasan bagaimana penerima BIM 4 akan mendapatkan haknya.

    Jika lancar, Yosua akan memilih kampus tujuannya dan berangkat studi di kuartil 4 tahun 2025. Persiapan mungkin akan mulai dilakukan pada Agustus mendatang.

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Kronologi Lengkap Demo Orang Tua Siswa BIM Persiapan S1 LN Angkatan 4


    Jakarta

    Sebanyak puluhan orang tua murid penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 melakukan unjuk rasa di di depan kantor Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2025). Masa demonstrasi meneriakan jargon “Save BIM 4” dan membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

    Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Realisasikan Pernyataan Menteri Prof Satryo untuk 350 Siswa Penerima Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4”. Sedangkan poster-poster lainnya bertuliskan “Jangan Biarkan LOA Anak-anak Kami Jadi Sia-sia” hingga “Ikan hiu melayang-layang, Beasiswa masih di awang-awang”.

    Ketua Orang Tua Murid (OTM) BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, Ishandawi menjelaskan selama ini siswa penerima BIM masih menunggu keberlanjutan studi. Mereka semula dijanjikan bisa meneruskan S1 ke universitas terkemuka luar negeri.


    “Sebagai bagian dari penyiapan sumber daya Manusia di Generasi Emas 2045 tidak jelas kepastiannya,” kata Ishandawi.

    Beri 4 Tuntutan

    Ketidakjelasan BIM 4 terjadi salah satunya karena ada transisi kepemimpinan dan perubahan struktur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolog (Kemendikbudristek) menjadi tiga kementerian. Terjadi simpang siur informasi di masyarakat yang akhirnya menimbulkan keresahan siswa penerima dan orang tua penerima BIM 4.

    “Apakah BIM Program Bergelar tersebut dilanjutkan?,” tanya Ishandawi.

    Kekhawatiran semakin bertambah karena hadirnya Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025. Ketidakjelasan semakin menggerogoti hati para orang tua murid.

    Kendati demikian, mereka tidak ingin mengalah dan memberikan 4 tuntutan kepada Kemdiktisaintek, yakni:

    • Realisasi, kepastian mekanisme dan timeline dari pernyataan Mendiktisaintek tertanggal 12 Feb 2025 di rapat dengan Komisi X DPR RI terkait pemberian beasiswa S1 Luar Negeri lewat dana LPDP.
    • Segera jalankan pemrosesan Beasiswa Indonesia Maju S1 Luar Negeri mengingat LoA yang sudah diterima dan beberapa sudah harus dikonfirmasi ke universitas terkait. Tidak bisa menunggu lagi.
    • Konfirmasi pembayaran atas LoA yang sudah diterima (yaitu Letter of Guarantee dan Letter of Sponsorship) segera dilakukan, mengingat adanya batas akhir pembayaran uang jaminan/pangkal ke Universitas.
    • Tidak ada pembatasan jumlah LoA yang diajukan oleh masing-masing anak penerima BIM 4.

    Diterima Kemdiktisaintek

    Ishani mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat akan aksi yang dilakukan OTM BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 hari ini. Ia juga turut mengundang Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono, tetapi secara mendadak tidak bisa hadir.

    Sempat tidak berjalan mulus karena tidak mendapat kepastian ruang audiensi, para orang tua akhirnya diterima Kemdiktisaintek sekitar pukul 10.00 WIB.

    Selama prosesnya, tim Paguyuban OTM BIM 4 membeberkan pihaknya diterima oleh Wamendiktisaintek Stella Christie. Namun, proses mediasi dengan Stella hanya berlangsung sebentar karena Wamen harus melaju ke agenda selanjutnya bersama Kementerian Dalam Negeri.

    Dapat Respon Positif dari Kemdiktisaintek

    Usai audiensi, Ishandawi menyatakan pihaknya diterima dengan baik oleh Kemdiktisaintek dan pihak kementerian mendengar aspirasi Paguyuban OTM. Ishan dengan tegas akan terus berkomunikasi dengan Kemdiktisaintek agar program BIM 4 tetap berlanjut hingga para awardee mendapatkan haknya.

    “Sangat positif dari kementerian mendengar semua aspirasi kami. Komunikasi akan terus dijaga agar program BIM 4 ini tetap berlanjut sampai anak-anak mendapatkan haknya,” ungkap Ishan.

    Tidak hanya Prof Stella, Paguyuban OTM BIM 4 juga diterima oleh Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Henri Togar Hasiholan Tambunan. Hasilnya, beasiswa BIM 4 dipastikan berlanjut menggunakan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    “Bahwa beasiswa ini akan berlanjut dengan dana LPDP. Alhamdulillah menjadi plong kami semua,” tambahnya.

    Dalam waktu 1-2 hari ke depan, Kemdiktisaintek akan mengumpulkan seluruh Letter of Acceptance (LoA) yang dimiliki awardee BIM 4. Selanjutnya LoA ini akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Alhamdulillah mereka (Kemdiktisaintek) sudah paham dan sudah menerima secara teknis akan ditindaklanjuti. Itu yang kami percaya,” tandas Ishan.

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP, Siapkan dari Sekarang!


    Jakarta

    Jelang pembukaan pendaftaran beasiswa LPDP 2025, detikers dapat menyiapkan dokumen persyaratan. Secara umum, beasiswa LPDP mensyaratkan ijazah pendidikan tinggi tingkat sebelumnya dan komitmen untuk kembali ke Tanah Air.

    Sejumlah jenis beasiswa LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris atau TOEFL. Simak selengkapnya di bawah ini.

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP

    Dokumen yang perlu disiapkan untuk pendaftaran beasiswa LPDP berbeda-beda sesuai jenisnya. Simak rinciannya di bawah ini.


    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler

    Beasiswa LPDP Reguler adalah beasiswa LPDP untuk kuliah magister dan doktor di dalam dan luar negeri. Berikut dokumen pendaftarannya:

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Hasil scan transkrip nilai S1/S2, bukan transkrip profesi
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atau Kementerian Agama (Kemenag), atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dariETS,PTE Academic, atauIELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
      Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP PTUD

    Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) adalah beasiswa umum LPDP untuk WNI yang sudah mendapat Letter of Admission/Acceptance dari salah satu Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) LPDP untuk kuliah program magister atau doktor. Berikut syarat dokumennya:

    • KTP
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek atau Kemenag, atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi utama dunia dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
    • Dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) bagi pendaftar yang berprofesi dosen tetap
    • Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Dokumen Beasiswa LPDP Parsial

    Beasiswa LPDP Parsial adalah beasiswa umum LPDP untuk jenjang magister dan doktor dengan pendanaan bersama dari pemerintah dan penerima beasiswa. Berikut syarat dokumennya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler
    • Bagi pendaftar yang berprofesi sebagai dosen tetap, sertakan juga dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bahwa dana yang berasal dari individu calon penerma beasiswa tidak bersumber dari APBN/APBD

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

    Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi atau Beasiswa LPDP Afirmasi adalah beasiwa magister dan doktor dalam dan luar negeri bagi calon penerima beasiswa yang berasal dari daerah afirmasi. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan pelamar S2 atau S3 dalam neger tidak wajib menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris
    • Bagi pelamar S2/S3 luar negeri, sertakan dokumen sertifikat kemahiran bahasa Inggris yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat keterangan dari lurah/kepala desa yang menyatakan pendaftar beasiswa bertempat tinggal di daerah afirmasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, atau SMA, atau surat keterangan lurah/kades bahwa sudah tinggal minimal 10 tahun di daerah afirmasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP Prasejahtera

    Beasiswa Prasejahtera LPDP adalah beasiswa magister (S2) di dalam negeri dan luar negeri. Berikut syarat dokumennya:

    • Kartu Keluarga (KK)
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

    Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas diperuntukkan bagi penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, dan disabilitas ganda/multi untuk kuliah S2 atau S3. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dan S3 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Khusus pelamar beasiswa luar negeri disabilitas rungu, sertakan dokumen kemahiran bahasa Inggris di atas dengan ketentuan skor minimal:
      • S2 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 40 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 4.5 kecuali listening
      • S2 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
      • S3 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 45 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 5.0 kecuali listening
      • S3 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
    • Surat keterangan disabilitas dari RS pemerintah atau puskesmas sesuai format
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua

    Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua diperuntukkan bagi anak-anak Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya untuk kuliah S2 dan S3. Calon pendaftar wajib bermarga asli Papua atau ayah/ibu adalah Orang Asli Papua.

    Berikut dokumen persyaratan beasiswa yang bisa disiapkan:

    • KK
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, kecuali sertifikat kemampuan bahasa Inggris
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, dan SMA bagi pendaftar yang bertempat tinggal di luar provins-provinsi di Papua
    • Surat pernyataan yang menyatakan pendaftar bermarga asli Papua, Ibu kandung adalah Orang Asli Papua, atau Bapak kandung adalah Orang Asli Papua, ditandatangani oleh orang tua/wali pendaftar
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan berbagai pihak untuk menyediakan jenis-jenis Beasiswa LPDP Targeted, termasuk beasiswa LPDP prioritas. Dokumen persyaratannya lebih lanjut dapat diakses di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa LPDP Indonesia-China Perpanjang Masa Pendaftaran, Cek Infonya!



    Jakarta

    Masa pendaftaran beasiswa kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia dan Central South University China diperpanjang sampai 1 Agustus 2024. Warga Negara Indonesia termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan calon PNS (CPNS) dengan dapat mendaftar, kecuali personel TNI/Polri.

    Beasiswa LPDP di CSU China dibuka di program S2 bidang ekonomi dan perdagangan internasional untuk logam nonbesi dan bidang transportasi. Pendaftar beasiswa ini akan menjalani seleksi administrasi dan seleksi substansi. Jika lolos seleksi substansi, pendaftar akan diberikan letter of acceptance (LoA) unconditional oleh CSU.

    Syarat Beasiswa LPDP di CSU China 2024

    Untuk dapat mendaftar, peminat beasiswa perlu memenuhi sejumlah syarat, antara lain:


    • Memenuhi syarat usia:
      • – Maksimal 35 tahun bagi kelompok masyarakat umum.
      • – Maksimal 37 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok CPNS dan PNS
      • – Maksimal 42 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok PNS fungsional medis, paramedis, peneliti, perekayasa, atau pendidik.
    • Mengantongi indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.0 dari 4.0.
    • Memiliki sertifikat bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80.
    • Peserta mendaftar program Beasiswa Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi melalui laman LPDP.
    • Sudah menyelesaikan studi pada program D4 atau sarjana.
    • Calon pendaftar yang sudah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi (on going) dapat mendaftar jika mendaftar pada prodi/kampus tujuan berbeda dan bersedia mundur dari prodi saat ini sesuai aturan.
    • Melampirkan surat rekomendasi atau usulan yang diterbitkan pada tahun pendaftaran sesuai ketentuan.
    • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran LPDP dengan keseluruhan poin-poin terlampir.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
    • Isi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran jika ada.
    • Ketentuan pendayagunaan alumni:
      • – Wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2n + 1) secara berturut-turut.
      • – Masyarakat umum dapat mendapat peluang kerja sesuai kompetensi dan rencana strategis pemerintah pada bidang terkait
      • – CPNS atau PNS menyesuaikan kebijakan kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah asal masing-masing.

    Komponen Beasiswa

    • Biaya kuliah
    • Tunjangan buku
    • Dana bantuan penelitian tesis
    • Dana bantuan seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana hidup bulanan
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana transportasi
    • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana kedatangan, dan
    • Dana aplikasi visa/permohonan izin tinggal

    Bagaimana detikers, berminat mendaftar? Cek informasi lebih lanjut DI SINI.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Apa Itu LoA untuk Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024? Begini Cara Dapatnya



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Tahap 1 telah dibuka hari ini, Kamis, 11 Januari 2024 melalui laman resmi LPDP. Salah satu syarat pendaftaran adalah LoA Unconditional. Apa itu?

    Beasiswa LPDP adalah beasiswa jenjang pascasarjana yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, hingga biaya visa jika melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

    Peminat bisa langsung mendaftar beasiswa LPDP melalui laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ dengan menyertakan dokumen pendaftaran. Adapun salah satu dokumen yang disyaratkan adalah LoA atau Letter of Acceptance.


    LoA merupakan bukti diterimanya seseorang sebagai calon mahasiswa di universitas terkait. LoA sendiri dibagi menjadi LoA Conditional dan LoA Unconditional.

    Perbedaan LoA Conditional dan LoA Unconditional

    1. LoA Conditional

    Melansir dari laman resminya, LoA Conditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi dengan beberapa persyaratan. Artinya, kandidat belum sepenuhnya dinyatakan diterima karena belum memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan, seperti:

    • TOEFL/IELTS belum memenuhi skor yang disyaratkan.
    • Belum menyerahkan tema riset/penelitian.
    • Belum menyerahkan dokumen persyaratan dalam pendaftaran perguruan tinggi, seperti ijazah atau transkrip nilai.
    • Belum menyerahkan pernyataan sponsorship, dan lain sebagainya.

    2. LoA Unconditional

    Sementara LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat. Artinya, peserta hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.

    Informasi yang tercantum dalam LoA Unconditional antara lain:

    • Program studi
    • Durasi studi
    • Awal perkuliahan (intake)
      informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan, seperti registrasi ulang, pembayaran, dan lain sebagainya.

    Batas waktu pencarian LoA Unconditional LPDP adalah 18 bulan. Menurut LPDP dalam Instagram resmi @lpdp_ri, batas waktu pencarian LoA Unconditional ini didasari situasi kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik. Begitu juga dengan berbagai kegiatan kampus di luar negeri saat ini sudah kembali normal.

    Cara Mendapatkan LoA untuk Beasiswa LPDP

    Untuk mendapatkan LoA Unconditional, beberapa universitas mewajibkan calon mahasiswa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi terlebih dahulu.

    Calon mahasiswa bisa menyiapkan beberapa berkas dokumen sebagai berikut:

    • Curriculum Vitae (CV)
    • Ijazah
    • Transkrip nilai
    • Sertifikat
    • Sertifikat mahir bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau sejenisnya
    • Rekomendasi dari dosen atau pemimpin perusahaan tempat bekerja
    • Proposal penelitian atau karya tulis ilmiah
    • Sertifikat Graduate Management Admission Tes (GMAT). Sertifikat ini adalah hasil tes kemampuan bahasa Inggris yang mencakup kemampuan analisis, matematika, hingga bahasa yang telah terkomputerisasi. Tes ini bisa menunjukkan standar bagi perkuliahan jenjang S2 dan S3.

    Itulah penjelasan LoA Unconditional LPDP dan cara mendapatkannya. Siap jadi awardee LPDP 2024, detikers?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasil Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 2024 Diumumkan, Ini Langkah Selanjutnya



    Jakarta

    Pengumuman hasil akhir seleksi substansi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahap 1 tahun 2024 resmi diumumkan, Selasa (11/6/2024) kemarin. Peserta bisa melihat hasil seleksi di akun pendaftaran masing-masing pada laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.

    Hasil seleksi akan tertera di dashboard akun LPDP, sehingga peserta cukup login menggunakan username dan kata sandi yang telah didaftarkan sebelumnya. Untuk detikers yang belum berhasil pada seleksi kali ini jangan khawatir, karena LPDP tahap 2 akan segera dibuka pada 19 Juni 2024 mendatang.

    Namun bagi kamu yang telah berhasil lolos, masih ada tahapan lanjutan hingga akhirnya bisa resmi berkuliah di kampus impian. Berikut penjelasannya dikutip dari postingan Instagram resmi LPDP, Rabu (12/6/2024).


    Tahapan Lanjutan Usai Resmi Jadi Awardee LPDP 2024

    Ada dua tahapan yang bisa dilalui awardee LPDP 2024, yakni bagi mereka yang sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional ataupun belum. Ini tahapannya:

    Sudah memiliki LoA Unconditional

    Bila sudah memiliki LoA Unconditional ada beberapa langkah dan dokumen yang perlu dipersiapkan peserta, yaitu:

    1. Persiapan Keberangkatan

    Sebelum berangkat studi, seluruh penerima beasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

    • LoA Unconditional
    • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

    2. Pengajuan Surat Pernyataan (SP)

    Surat Pernyataan (SP) adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk menaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. Pengajuan juga bisa dilakukan di aplikasi e-Beasiswa dengan syarat dokumen:

    • LoA Unconditional
    • Kalender Akademik
    • Silabus Pembelajaran
    • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
    • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
    • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

    3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

    Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Setelah SP diproses dan SK diterbitkan, peserta bisa mengakses menu LoG di aplikasi e-beasiswa.

    Untuk diingat, LoG menjadi dokumen ketentuan wajib yang perlu diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi LoG juga menjadi surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

    Belum memiliki LoA Unconditional

    Namun, bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan Pengayaan Bahasa.

    Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

    Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

    Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Untuk diingat, batas waktu dalam memperoleh LoA Unconditional maksimal 18 bulan dari dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP ya detikers!

    Jika LoA Unconditional sudah ditangan, peserta bisa melanjutkan ke langkah persiapan keberangkatan (PK), pengajuan surat pernyataan (SP), dan pengajuan LoG. Ketika semuanya selesai, kamu akan siap melanjutkan studi di kampus impian dengan LPDP!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Dibuka 19 Juni, Bisakah Daftar Beasiswa LPDP Tahap II Tanpa LoA?



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan tahap II tahun 2024 tinggal menghitung hari, tepatnya 19 Juni mendatang. Namun, tahukah detikers daftar LPDP bisa tanpa LoA?

    Bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar LPDP untuk melanjutkan studi S2 dan S3 ini, perlu segera mempersiapkan diri, termasuk dalam memenuhi syarat letter of acceptance (LoA).

    LoA merupakan bukti diterimanya seseorang sebagai calon mahasiswa di universitas terkait yang terbagi menjadi dua jenis yakni LoA Conditional dan LoA Unconditional. LoA Conditional berarti mahasiswa sudah diterima di sebuah perguruan tinggi namun belum sepenuhnya karena harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan.


    Sementara LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat, sehingga calon mahasiswa hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.

    Sampai saat ini, LPDP menerima dua jalur pendaftaran berdasarkan dua status kepemilikan LoA ini. Calon awardee yang telah menerima LoA Unconditional dapat melewatkan tahap Seleksi Bakat Skolastik.

    Sehingga dari Seleksi Administrasi mereka bisa dinyatakan lolos langsung ke tahap Seleksi Substansi atau proses wawancara terakhir.

    Namun bagaimana dengan yang baru menerima LoA conditional ataupun belum punya LoA? Begini penjelasannya dikutip dari laman Indonesia.go.id, Kamis (6/6/2024).

    Mendaftar Beasiswa LPDP Tanpa LoA

    Pada dasarnya pendaftar beasiswa LPDP yang baru memiliki LoA Conditional ataupun belum memiliki LoA tetap bisa mendaftar. Namun, ada beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi seperti dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai, sponsor pendanaan, dan syarat lainnya.

    Meskipun penerima LoA Unconditional bisa melewati beberapa seleksi, tetap tidak ada perbedaan atau prioritas dalam menentukan kelulusan mendapatkan beasiswa LPDP.

    Jika hingga seleksi akhir atau telah dinyatakan lulus dan layak menerima LPDP, peserta LoA Conditional ataupun non-LoA akan diberikan waktu selama 18 bulan untuk mencari LoA. Jangan khawatir, karena pihak LPDP juga akan membantu dengan hadirnya Letter of Sponsorship (LoS).

    LoS adalah surat keterangan yang akan menyatakan adanya dukungan pendanaan dari LPDP. Sehingga calon mahasiswa bisa menambah peluang untuk diterima di kampus idaman saat mencari LoA.

    Syarat Pendaftaran LPDP Tanpa LoA

    Adapun syarat yang perlu dipenuhi peserta untuk mendaftar LPDP tanpa LoA, yakni:

    1. Biodata Diri (Online Form)

    2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Unggah)

    3. Scan Ijazah S1/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus).

    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi. (Unggah)

    5. Scan Transkrip Nilai S1/S2 (bukan Transkrip Profesi) (Unggah)

    6. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK (Unggah)

    7. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK (Unggah)

    8. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli) (Unggah)

    9. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi serta Program studi yang dipilih (Unggah)

    10. Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah)

    11. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir) (Online Form)

    12. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan (Unggah)

    13. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (Online Form)

    14. Proposal Penelitian 1500-2000 kata (khusus Doktor) (Online Form)

    15. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (Online Form)

    Pendaftaran akan dibuka pada 19 Juni 2024 mendatang. Yuk persiapkan dirimu, detikers!

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan Hal Ini Jika Ingin Lolos Seleksi Administrasi LPDP, Tutup 2 Hari Lagi!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2025 Tahap 1 akan ditutup 17 Februari mendatang. Seleksi dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

    Setidaknya ada tiga tahapan yang akan dilalui pendaftar sebelum akhirnya resmi jadi awardee LPDP. Yaitu seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi.

    Dari ketiganya, seleksi administrasi adalah pintu masuk dalam rekrutmen beasiswa LPDP. Diketahui puluhan ribu orang melakukan pendaftaran LPDP setiap pendaftaran dibuka.


    Tetapi, ada ribuan orang juga yang gagal pada tahapan awal ini. Endowmin atau tim LPDP menjelaskan gagal seleksi administrasi LPDP ibarat kalah sebelum berperang.

    Untuk itu, tim LPDP memberikan daftar berbagai hal yang kerap membuat pendaftar LPDP gagal pada tahap seleksi administrasi. Dikutip dari postingan Instagram resminya, Sabtu (15/2/2025) cek daftarnya!

    Alasan Kenapa Pendaftar Bisa Gagal Seleksi Administrasi LPDP

    Satu-satunya kunci keberhasilan untuk lulus tahap ini adalah kelengkapan dan kesesuaian berkas yang diminta dalam syarat seleksi, seperti:

    1. Surat rekomendasi offline form

    • Tidak sesuai dengan format yang disediakan LPDP.
    • Dibuat lebih dari satu tahun. Untuk pendaftaran LPDP Tahap 1 2025, surat rekomendasi paling lama diterbitkan Januari 2024.
    • Surat rekomendasi dengan offline form tidak ditandatangani oleh pemberi rekomendasi.
    • Surat rekomendasi bukan ditujukan untuk beasiswa LPDP.

    2. Surat usulan bagi pendaftar PNS/TNI/Polri

    • Pejabat yang mengesahkan surat usulan bukan Pejabat Eselon II yang membidangi SDM sesuai ketentuan LPDP.
    • Surat usulan tidak mencantumkan informasi nama dan NIP/NRP pendaftar.
    • Surat usulan bukan ditujukan untuk beasiswa LPDP.
    • Usulan bidang yang direkomendasikan berbeda dengan pilihan pendaftar pada saat mengisi aplikasi pendaftaran.

    3. Sertifikat Bahasa Inggris

    • Skor kurang dari yang dipersyaratkan.
    • Sertifikat bahasa berupa prediction test.
    • Tidak terverifikasi keasliannya pada portal resmi lembaga penerbit sertifikat bahasa.
    • Telah kedaluwarsa atau melebihi waktu 2 tahun. Pada pendaftaran tahap 1 kali ini, pastikan sertifikat bahasa Inggris aktif setidaknya sampai 25 Maret 2025.

    4. Letter of Acceptance (LoA)

    • Tidak mencantumkan tanggal intake atau mulai studi
    • Pilihan program studi dan/atau perguruan tinggi di luar daftar LPDP, namun tidak melampirkan dokumen bukti pendukung.
    • LoA masih bersifat conditional atau masih mempunya syarat tambahan yang dapat membatalkan penerimaan pendaftar di kampus tujuan.
    • Tidak melampirkan surat keterangan defer (tunda studi) bagi LoA yang tanggal intake lebih cepat dari ketentuan LPDP
    • LoA yang dilampirkan berbeda dengan tujuan studi yang diisi dalam aplikasi pendaftaran.

    Cara Daftar LPDP 2025

    Bila sudah memenuhi seluruh syarat pendaftaran LPDP 2025, cara untuk mendaftar bantuan pendidikan tinggi dari Kemenkeu ini adalah:

    1. Masuk ke laman pendaftaran https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Jika belum punya akun, klik ‘daftar di sini’
    3. Isi formulir daftar akun yang mencakup informasi akun dan informasi pribadi
    4. Masukkan kode verifikasi, kemudian klik ‘buat akun’
    5. Setelahnya, masuk lagi ke laman pendaftaran
    6. Masuk dengan email atau WhatsApp yang sudah didaftarkan
    7. Begitu masuk, laman akan meminta sejumlah informasi, dokumen, dan berkas
    8. Lengkapi dokumen yang diminta kemudian unggah ke laman LPDP
    9. Klik ‘beasiswa’ lalu klik ‘status’ di bagian atas laman
    10. Pilih ‘daftar beasiswa’, kemudian pilih jenis beasiswa lalu klik ‘daftar’
    11. Selanjutnya, validasi foto dengan cara klik centang di bagian bawah laman, kemudian pilih ‘daftar beasiswa’
    12. Setelahnya, lengkapi seluruh informasi dan kelengkapan administrasi yang diminta laman
    13. Pastikan setelahnya klik ‘submit’ pada pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi
    14. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

    Jadwal Pendaftaran LPDP Tahap 1 2025

    • Pendaftaran: ditutup 17 Februari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa S2 LPDP-AAS 2025 Dibuka, Tanpa Seleksi Bakat Skolastik!



    Jakarta

    Beasiswa LPDP-Australia Awards Scholarships (AAS) telah dibuka hingga 5 Mei 2025. Beasiswa ini ditujukan untuk WNI yang ingin melanjutkan studi Master ke Australia.

    Beasiswa LPDP-AAS merupakan program beasiswa pendanaan bersama antara LPDP dan AAS yang memberikan kesempatan studi program master bidang blue economy, green/renewable economy, dan digital/information technology pada 22 perguruan tinggi di Australia.

    Beasiswa ini dibuka untuk WNI baik umum atau CPNS/PNS. Untuk saat ini, Beasiswa LPDP-AAS tidak membuka pendaftaran bagi TNI/POLRI.


    Cakupan studi di Beasiswa LPDP-AAS mencakup bidang blue economy, green/renewable economy, dan digital/information technology sesuai daftar perguruan tinggi.

    Pendaftar beasiswa mengikuti proses pendaftaran dan seleksi beasiswa pada aplikasi pendaftaran LPDP. Selanjutnya, Pendaftar Beasiswa LPDP-AAS akan didaftarkan oleh Tim AAI pada perguruan tinggi tujuan pada saat telah dinyatakan lulus seleksi.

    Pendaftar tidak diwajibkan mengunggah dokumen LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan. Selain itu, pelamar hanya dibolehkan memilih maksimal 3 jurusan atau universitas.

    Komponen Beasiswa LPDP-AAS 2025

    Melansir dari laman resminya, komponen Beasiswa LPDP-AAS 2025 adalah:

    Dana Pendidikan

    • Tuition Fee
    • Dana Pendaftaran
    • Dana Tunjangan Buku
    • Dana Penelitian Tesis
    • Dana Seminar Internasional (di supplementary academic support)
    • Dana Publikasi Jurnal Internasional

    Dana Pendukung

    • Dana Transportasi
    • Dana Aplikasi Visa
    • Dana Asuransi Kesehatan
    • Dana Kedatangan
    • Dana Hidup Bulanan
    • Dana Lomba Internasional
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana Tambahan (sepanjang memenuhi kriteria)
    • Pre-course Departure Training
    • Dana Dukung Disabilitas
    • Introductory Academic Program
    • Medical Check-up saat pembuatan Visa
    • Supplementary Academic Support
    • Reunion Airfare

    Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP-AAS 2025

    Tertarik mendaftar Beasiswa LPDP-AAS? Berikut syarat-syaratnya:

    • Warga Negara Indonesia.
    • Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1).
    • Usia paling tinggi 42 tahun pada 31 Desember 2025
    • Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa magister.
    • Minimal IPK 3,00 dari skala 4,00 pada jenjang S1 atau D4
    • Melampirkan surat rekomendasi (berbahasa Inggris) yang diterbitkan paling lama 1 (satu) tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa.
    • Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (8 Oktober 2024). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (ets.org), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:
      PTE Academic 58 (tanpa skor keterampilan komunikasi kurang dari 50),
      TOEFL iBT® 84 (dengan minimal 21 di semua sub-tes), atau
      IELTS™ 6,5 (tanpa band kurang dari 6,0).

    Cara Mendaftar Beasiswa LPDP-AAS 2025

    1. Mendaftar secara online pada situs Pendaftaran Beasiswa LPDP: https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran.
    3. Pastikan melakukan submit tepat waktu pada aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pengisian Profil Diri, Essa, dan Surat Rekomendasi pada aplikasi ditulis dalam Bahasa Inggris.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP-AAS 2025

    Pendaftaran: 18 Februari-5 Mei 2025
    Seleksi Administrasi: 6-22 Mei 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 23 Mei 2025
    Masa Sanggah: 24-25 Mei 2025
    Pengumuman Hasil Sanggah: 3 Juni 2025
    Seleksi Substansi I (Proses Shortlisted Peserta Wawancara): 4-16 Juni 2025
    Pengumuman Shortlisted Peserta Wawancara: 17 Juni 2025
    Seleksi Substansi II (Pelaksanaan Wawancara): 18 Juli 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi II: 18 Juli 2025
    Perkuliahan Paling Cepat: Januari 2026

    Demikian informasi mengenai pendaftaran Beasiswa LPDP-AAS 2025. Tertarik mendaftar?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP ke Prancis Tahun 2025 Dibuka, Cek Syarat & Cara Daftarnya!



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka beasiswa doktor atau S3 ke Prancis. Pendaftaran beasiswa sudah dimulai sejak 2 Mei hingga 2 Juni 2025.

    Beasiswa ini ditujukan bagi calon mahasiswa umum, CPNS, PNS, TNI maupun Polri. Bidang-bidang keilmuan yang tersedia selaras dengan prioritas pembangunan Indonesia.

    Durasi maksimal pembiayaan beasiswa selama 48 bulan. Pelamar nantinya akan diseleksi secara administrasi maupun substansi.


    Apa saja syarat yang diperlukan agar bisa daftar beasiswa ini? Mengutip laman resmi LPDP, berikut informasi lengkapnya.

    Komponen Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    Dana Pendidikan

    • Biaya kuliah (tuition fee)
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional.

    Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana tunjangan keluarga.

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    • Warga Negara Indonesia
    • Warga umum, CPNS, PNS, TNI atau Polri
    • Berusia maksimal 47 tahun
    • Mempunyai IPK S2 minimal 3,00 pada skala 4,00
    • Mempunyai skor kemahiran bahasa minimal 27 untuk TOEFL iBT, 6.0 untuk IELTS, dan B2 untuk DELF
    • Melampirkan surat kesediaan promotor/co-promotor
    • Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri harus membuat ijazah penyetaraan.
    • Bagi mahasiswa yang sedang on going dapat mendaftar dengan prodi dan pilihan kampus berbeda.
    • Pendaftar yang pernah mengikuti S3 tetapi tidak selesai juga boleh mencoba beasiswa ini tetapi dengan membuktikan surat pemberhentian/sejenisnya.
    • Melampirkan surat rekomendasi online dan offline
    • Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia pasca studi
    • Menulis proposal penelitian.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    1. Melakukan pendaftaran pada laman IFI/kampus di Prancis lewat laman https://www.ifi-id.com/pre-registration-lpdp-france-doctoral-scholarship-2025/
    2. Melakukan pendaftaran juga di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    3. Isi formulir yang ada dan submit formulir sebelum waktu yang ditentukan.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    • Pendaftaran: 2 Mei-2 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 3-12 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 13 Juni 2025
    • Pengajuan sanggah: 14-16 Juni 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 25 Juni 2025
    • Pemrosesan LoA oleh kampus: 13 Juni-14 Juli 2025
    • Seleksi substansi: 14 Juli-15 Agustus 2025
    • Penerbitan LoA oleh mitra: 25 Agustus-1 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 8 September 2025
    • Periode perkuliahan paling cepat: Oktober 2025.

    Bagaimana detikers, tertarik kuliah S3 lewat beasiswa ini? Ayo segera daftarkan diri kalian!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com