Tag: lonjakan

  • Investor Borong Bitcoin di Harga Diskon saat Timur Tengah Memanas


    Jakarta

    Harga Bitcoin melonjak di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Lonjakan signifikan tercatat pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026), yang bergerak dari rentang harga US$ 68.513 atau sekitar Rp 1,15 miliar (asumsi kurs Rp 16.900) menjadi US$ 72.028 atau sekitar Rp 1,21 miliar.

    Sebelumnya, diketahui harga Bitcoin sempat terkoreksi di area US$ 66.000 atau sekitar Rp 1,11 miliar. Koreksi tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah dunia ke level US$ 85 per barel imbas serangan AS terhadap Iran pada Sabtu (28/2) kemarin.

    Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menilai kembalinya harga kripto dipicu oleh meningkatnya kepercayaan investor ritel maupun institusional. Kondisi ini memperkuat fondasi pasar kripto di tengah momentum harga diskon.


    “Pergerakan Bitcoin yang cepat pulih setelah sempat terkoreksi menunjukkan bahwa minat beli investor masih aktif, khususnya di pasar spot. Koreksi ke area US$ 66.000 hingga US$ 67.000 justru dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk melakukan akumulasi,” ujar Fyqieh dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

    Di samping itu, ia menyebut investor institusional juga mulai melakukan inflow pada produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF. Fyqieh mengatakan, tercatat ratusan juta dolar AS masuk ke produk ETF Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.

    “Arus masuk dana ke ETF Bitcoin menjadi salah satu indikator bahwa minat investor institusional terhadap aset ini masih tinggi. Hal ini membantu menjaga likuiditas pasar dan memberikan dukungan terhadap harga ketika terjadi tekanan jangka pendek,” katanya.

    Meski begitu, Fyqieh mengatakan masih tercatat netflow di sejumlah bursa kripto besar dunia. Binance misalnya, mencatat netflow sekitar 13.500 Bitcoin sejak akhir Februari. Bahkan dalam satu hari, lebih dari 3.800 Bitcoin ditarik dari bursa Binance.

    Secara keseluruhan, tren netflow ini terjadi selama tujuh hari berturut-turut di berbagai bursa kripto utama. Namun menurut Fyqieh, tren ini menjadi sinyal sebagian investor memiliki pandangan jangka panjang terhadap Bitcoin.

    “Ketika netflow di bursa berubah menjadi negatif, biasanya itu mengindikasikan investor tidak berniat menjual dalam waktu dekat. Mereka memindahkan aset ke wallet pribadi sebagai bagian dari strategi penyimpanan jangka menengah atau panjang,” ungkapnya.

    Fyqieh mengingatkan, volatilitas pada aset Bitcoin masih berpotensi terjadi mengingat pasar global yang sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi. Ia mengatakan, Bitcoin yang bergerak di level US$ 70.000 menjadi area teknikal penting untuk menjaga momentum pergerakan harga.

    “Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area US$ 70.000, peluang untuk melanjutkan pergerakan menuju kisaran US$ 72.000 hingga US$ 74.000 masih terbuka. Level tersebut menjadi area yang cukup penting untuk menjaga momentum pasar,” imbuhnya.

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Haruskah Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Petir?



    Jakarta

    Pemadaman listrik sering terjadi saat ada hujan lebat dan disertai petir. Itu dilakukan untuk menghindari korsleting listrik akibat adanya sambaran petir. Oleh karena itu, kita sering mendengar nasihat untuk mematikan dan mencabut perangkat elektronik dan kabel-kabel yang ada di rumah saat terjadi hujan petir.

    Lalu, apakah benar tindakan tersebut diperlukan? Atau hanya asumsi ? Berikut penjelasannya.

    Mengutip dari laman How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi badai petir ternyata memang bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik yang disebabkan oleh petir. Saat kondisi hujan lebat, petir bisa menyambar ke mana saja termasuk juga ke dekat kabel listrik rumah.


    Saat petir menyambar kabel listrik, alirannya akan merambat melalui kabel tersebut sehingga terjadi lonjakan listrik yang besar. Akibatnya bisa membakar peralatan elektronik di rumah kamu atau bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir hal ini, yaitu dengan memasang pelindung lonjakan arus listrik. Pelindung ini bisa membantu untuk membatasi jumlah voltase yang diterima oleh perangkat elektronik sehingga bisa meminimalisir adanya lonjakan listrik pada perangkat elektronik di rumah. akan tetapi, kamu tidak bisa hanya mengandalkan pelindung lonjakan ini.

    Sebab, lonjakan listrik yang dihasilkan dari sambaran petir sangat besar dan sangat mungkin untuk bisa melewati pelindung ini. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk mencabut perangkat elektronik yang berpotensi tinggi terkena lonjakan arus listrik saat tersambar petir. Contohnya seperti televisi, printer, charger, telepon, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana yang mungkin terjadi akibat sambaran petir.

    Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mencabut perangkat elektronik kamu dari stop kontak saat ada hujan dan petir, ya!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Lindungi Rumah dari Sambaran Petir Saat Hujan Lebat



    Jakarta

    Belakangan ini hujan terjadi cukup lebat di beberapa wilayah di Indonesia. Hujan lebat yang turun juga kadang disertai petir yang bisa membahayakan rumah jika tersambar.

    Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, petir yang menyambar bisa menyebabkan sejumlah kerusakan alat di rumah.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?


    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.

    Antisipasi Sambaran Petir

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cabut Alat Elektronik Saat Hujan Disertai Petir, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Detikers mungkin sering mendengar nasihat bahwa alat elektronik harus dicabut dari stop kontak saat terjadi hujan disertai petir. Katanya, alat elektronik bisa tersambar petir dan rusak. Ini mitos atau fakta, ya?

    Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui apakah petir bisa masuk ke rumah dan menjalar ke alat elektronik. Simak juga beberapa tips untuk meminimalkan risiko sambaran petir.

    Perlukah Mencabut Alat Elektronik Saat Ada Petir?

    Dilansir dari situs How Stuff Works, mencabut perangkat elektronik saat terjadi hujan disertai petir ternyata memang diperlukan. Saat hujan lebat, petir bisa menyambar dan mengenai kabel listrik yang menyambung ke rumah.


    Petir akan membuat lonjakan listrik yang besar, kemudian merambat melalui kabel hingga ke rumah. Lonjakan listrik itu bisa membakar peralatan elektronik di rumah, bahkan menyebabkan korsleting dan kebakaran.

    Berdasarkan dari situs Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), petir bisa masuk rumah tidak hanya lewat kabel listrik. Petir bisa menjalar lewat berbagai konduktor listrik, seperti pintu besi, pipa besi, hingga kabel telepon rumah.

    Jadi, beberapa benda di rumah yang perlu dihindari saat terjadi hujan disertai petir antara lain komputer, televisi, pengisi daya HP, keran air logam yang tersambung dengan pipa besi, serta pintu atau jendela besi.

    Tips Mencegah Dampak Petir di Dalam Rumah

    Memang di dalam rumah cenderung lebih aman ketika terjadi hujan disertai petir. Namun seperti penjelasan di atas, petir tetap saja bisa masuk ke rumah melalui konduktor. Berikut cara mencegahnya:

    • Yang paling utama, cabut perangkat elektronik dari stop kontak.
    • Untuk meminimalkan risiko, pasanglah pelindung lonjakan arus listrik untuk membatasi jumlah voltase yang diterima.
    • Hindari menggunakan air saat badai petir, apalagi jika saluran air di rumah menggunakan pipa logam.
    • Menjauhlah dari jendela, pintu, dan teras. Jangan bersandar di dinding beton atau berbaring di lantai beton.
    • Jangan menggunakan telepon kabel. Gunakanlah ponsel.

    Nah, sekarang detikers tahu kan bahwa mencabut alat elektronik saat terjadi hujan disertai petir bukanlah mitos belaka. Faktanya, petir bisa menjalar masuk ke rumah. Maka tak jarang PLN memutus aliran listrik saat hujan badai.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Petir Berbahaya bagi Alat Elektronik di Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Saat hujan deras disertai angin dan petir, kita sering mendengar nasihat untuk segera mematikan TV, ponsel, atau radio di rumah. Peralatan elektronik itu disebut-sebut bisa tersambar petir.

    Apakah hal tersebut benar dapat terjadi atau sekadar mitos?

    Dilansir dari CNET, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, petir yang menyambar di dekat tiang listrik dapat menyebabkan lonjakan listrik yang menembus ke kabel listrik di sekitarnya.


    Salah satu cara untuk mencegah peralatan listrik tetap aman adalah dengan mencabut kabel peralatan elektronik di rumah. Namun perlu diperhatikan, waktu yang tepat untuk mencabut kabel listrik adalah sebelum petir dan hujan datang, bukan setelah terdengar sambaran petir. Sebab, apabila kamu menyentuh kabel saat terjadi lonjakan arus berisiko tersengat listrik.

    Selain mencabut kabel listrik dari colokan, bisa juga melakukan beberapa langkah antisipasi lainnya. Berikut ini informasinya.

    1. Pasang Alat Pembatas Lonjakan Listrik

    Saat ini sistem listrik di rumah sudah cukup canggih dengan berbagai pelindung, salah satunya adalah alat khusus untuk melindungi atau membatasi lonjakan listrik di rumah. Alat ini dapat mendeteksi lonjakan arus dan secara otomatis mematikan aliran listrik di rumah. Ada pula alat yang cara kerjanya dengan mengurangi arus tersebut.

    2. Hindari Penggunaan Telepon Seluler di Lokasi Terbuka

    Dilansir dari laman Kementerian ESDM, ponsel sebaiknya tidak dalam keadaan tersambung jaringan internet saat hujan badai atau munculnya petir. Jika kamu butuh untuk menyalakan internet, cari tempat yang tertutup dan aman seperti di dalam rumah. Apabila sedang berada di luar sebaiknya atur ponsel dalam mode pesawat (flight mode).

    3. Pasang Instalasi Listrik Grounding

    Pemasangan instalasi listrik di luar jauh lebih berisiko daripada yang tertutup (grounding). Di Indonesia masih banyak yang menggunakan tiang listrik dengan tampilan kabel berantakan. Padahal penyimpanan instalasi listrik di dalam tanah jauh lebih aman dan rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Rumah Bisa Tersambar Petir, Ketahui Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Saat hujan turun kita sering mendengar himbauan perangkat elektronik sebaiknya dimatikan karena takut tersambar petir. Apalagi saat hujan deras disertai dengan suara petir beberapa kali.

    Namun, sebelum benar-benar mempercayai himbauan tersebut, ketahui dahulu apa yang menyebabkan petir menyambar sebuah rumah.

    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Dilansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke arah bumi yang bermuatan positif.


    Sambaran petir sangat mungkin terjadi karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Seperti yang kita tahu petir hanya muncul pada musim hujan, sebelum, ketika, dan setelah hujan turun. Objek yang mungkin paling rentan terkena sambaran petir adalah bangunan yang tinggi, termasuk gedung bertingkat, rumah bertingkat, tugu, tiang, atau infrastruktur yang cukup tinggi.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Family Handy, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Sejak lama sudah ditemukan alat untuk menangkal petir. Mungkin kalian juga sudah pernah melihat. Bentuknya adalah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Tidak begitu tinggi sampai seperti tiang listrik, tetapi cukup panjang untuk terlihat dari bawah rumah.

    Batang logam tersebut tidak hanya menempel pada atap, melainkan dihubungkan ke kawat tembaga yang dipasang ke tanah. Penghubungnya dari batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Perlindungan kedua adalah memakai alat pelindung listrik di rumah atau surge protector. Pelindung ini bisa melindungi listrik saat terjadi lonjakan tiba-tiba, listrik bocor, atau arus pendek listrik. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    Petir adalah salah satu fenomena alam yang membawa muatan listrik yang besar. Ketika menyambar ke arah rumah, listrik di rumah berisiko juga terkena kejutan listrik. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Meskipun tidak semua benda akan disambar petir, tetapi untuk perlindungan sebaiknya mematikan perangkat elektronik saat hujan terlalu deras disertai petir besar.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segera Cabut 7 Benda Elektronik Ini Ketika Hujan Badai!


    Jakarta

    Belakangan ini cuaca di sejumlah daerah sedang diguyur hujan deras. Bahkan, hujan disertai petir dan angin kencang turut melanda beberapa wilayah di Indonesia.

    Saat terjadi hujan deras disertai petir, sebaiknya segera berlindung di dalam rumah. Lalu, disarankan untuk mencabut barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak agar tidak tersambar petir.

    Sebab, sambaran petir bisa memicu terjadinya lonjakan arus listrik, sehingga dapat merusak barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak.


    Penasaran, apa saja barang elektronik yang perlu dicabut ketika sedang hujan deras disertai petir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Elektronik yang Perlu Dicabut saat Hujan Badai

    Ketika hujan badai disertai petir melanda rumah kamu, dianjurkan untuk segera mencabut sejumlah barang elektronik dari stopkontak. Meski begitu, tidak semua barang elektronik perlu dicabut.

    Direktur Komunikasi Asosiasi Produsen Peralatan Rumah Tangga Chris Doscher mengatakan peralatan portabel perlu segera dicabut dari stopkontak saat hujan badai. Sebab, petir yang menyambar dapat menyebabkan lonjakan daya yang dapat merusak peralatan kecil.

    “Secara umum, peralatan portabel harus dicabut dari stokkontak saat tidak digunakan. Pastikan kabelnya berada di tempat yang aman agar tidak tertarik atau tersangkut sehingga tidak menyebabkan penghuni rumah tersandung,” kata Doscher mengutip Better Homes & Gardens.

    Beberapa peralatan portabel yang dimaksud oleh Doscher di antaranya:

    • Mesin pembuat kopi
    • Air fryer
    • Mixer
    • Pemanggang roti
    • Microwave
    • Vacuum cleaner
    • Blender.

    Menurut Doscher, barang-barang di atas perlu segera dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Langkah ini untuk mengantisipasi sambaran petir yang bisa saja menimbulkan kerusakan pada barang elektronik tersebut.

    Tidak Semua Barang Elektronik Harus Dicabut saat Hujan Badai

    Akan tetapi, Doscher menyebut tidak semua barang elektronik di rumah harus dicabut dari stopkontak, terutama jika terjadi hujan badai. Ada beberapa barang yang telah dirancang dan diuji menahan lonjakan arus listrik.

    “Ada barang-barang elektronik yang telah dirancang dan diuji untuk menahan lonjakan arus listrik ketika sedang badai,” ujarnya.

    Beberapa barang elektronik yang tidak perlu dicabut antara lain kulkas, mesin pencuci piring (dishwasher), dan mesin cuci. Menurutnya, barang elektronik tersebut masih tetap aman walau tidak dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai.

    Namun, jika kamu khawatir dengan barang elektronik lainnya seperti TV, radio, PC, atau konsol game, tidak masalah jika dicabut dari stop kontak. Pastikan kamu segera mencabutnya ketika sudah melihat tanda-tanda ada hujan badai, sebelum petir menyambar dan merusak barang elektronik.

    Itulah tujuh barang elektronik yang perlu dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Fungsi Relay Starter pada Sepeda Motor dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Sepeda motor terdiri dari berbagai macam komponen, salah satunya adalah relay starter. Meski komponen ini memiliki ukuran yang kecil, tetapi punya fungsi sangat penting pada sepeda motor.

    Fungsi utama relay starter adalah sebagai penghubung antara komponen di kelistrikan. Selain itu, masih ada sejumlah fungsi lainnya dari relay starter.

    Simak beberapa fungsi relay starter pada sepeda motor dan cara kerjanya dalam artikel ini.


    Fungsi Relay Starter di Sepeda Motor

    Relay starter adalah sebuah komponen elektromagnetik yang berfungsi sebagai sakelar atau switch yang dioperasikan secara elektrik. Relay dapat memberikan daya ketika pemicu internal menerima arus listrik.

    Mengutip laman Planet Ban, relay memungkinkan sirkuit dengan arus atau tegangan rendah untuk mengendalikan, membuka, dan menutup sirkuit lain yang memiliki arus atau tegangan yang lebih tinggi.

    Selain itu, ada sejumlah fungsi lain dari relay starter pada sepeda motor, yakni:

    1. Menghidupkan Sepeda Motor

    Fungsi utama relay starter adalah untuk menghidupkan sepeda motor. Jika relay starter bermasalah, maka motor akan sulit atau bahkan tidak bisa dinyalakan melalui starter elektrik.

    2. Penghubung Antara Komponen

    Relay starter berfungsi sebagai jembatan penghubung antara kontak, aki, dan dinamo starter pada sepeda motor. Saat kontak dalam posisi ‘On’, arus listrik dari aki mengalir ke dinamo starter, meskipun mesin belum menyala.

    Ketika tombol starter elektrik ditekan, maka relay starter akan menghubungkan arus listrik ke dinamo starter, sehingga mesin langsung menyala.

    3. Melindungi Lonjakan Arus Listrik

    Ketika motor dihidupkan maka dapat menarik arus listrik yang lebih besar dari arus operasi normal. Dalam hal ini, relay starter bekerja dengan komponen lain, seperti resistor start, untuk memastikan bahwa lonjakan awal arus listrik tidak merusak motor atau komponen lainnya di sirkuit.

    4. Pemisahan Sirkuit

    Relay starter memungkinkan sirkuit dengan arus rendah mengontrol operasi sirkuit dengan arus tinggi. Hal ini memastikan bahwa komponen-komponen yang rentan, seperti starter dan kontrol elektronik tidak perlu menangani beban arus yang tinggi.

    5. Melindungi Beban Arus Berlebih

    Fungsi lain dari relay starter adalah untuk melindungi motor dari kerusakan akibat beban arus berlebih. Jika arus yang mengalir ke motor melebihi batas yang aman, relay starter akan memutus sirkuit untuk mencegah beban berlebih.

    Cara Kerja Relay Starter

    Prinsip kerja relay starter cukup sederhana, yakni sebagai pemutus dan menghubungkan arus. Sama seperti sakelar, hanya saja semua tugas relay dilakukan dengan sangat cepat dan otomatis.

    Di dalam relay terdapat dua komponen utama, yakni kumparan atau elektromagnet dan sakelar. Jadi, kumparan bertugas untuk memutus arus listrik dan menghubungkan arus listrik ke sakelar.

    Pada umumnya, relay yang digunakan merupakan relay dengan arus yang kecil, bentuknya lebih kompak dan model bodinya transparan. Desain tersebut dapat memudahkan pemasangan serta pengecekan jika terjadi kerusakan pada relay.

    Memasang relay pada sepeda motor juga mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Namun, pastikan detikers memilih relay starter berkualitas tinggi.

    Untuk sepeda motor, ukuran standar relay yang biasa dipasang adalah 12V dan 30-40A. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup ideal untuk menjaga kinerja komponen tetap maksimal dan mencegah aki tidak mudah tekor.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi relay starter sepeda motor dan cara kerjanya. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Aman Lewat Jalur One Way saat Arus Balik



    Jakarta

    Pemerintah memberlakukan rekayasa lalu lintas one way di jalan tol untuk mengurai macet saat arus mudik dan balik lebaran 2025. Bagi para pemudik yang hendak kembali ke wilayah Jakarta dan sekitar, perlu mengetahui cara aman melewati jalan tol yang memberlakukan one way.

    Bagi yang belum tahu, one way adalah kebijakan lajur searah di tol Trans Jawa. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi saat momen puncak arus mudik atau arus balik.

    Diketahui, mulai hari ini (3/4/2025) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerapkan one way lokal tahap pertama dari KM 188 Palimanan hingga KM 70 Cikatama. Jika lonjakan arus kendaraan masih tinggi, akan diberlakukan skema contraflow tahap kedua dari KM 246 hingga KM 188.


    “Kebangkitan arus pada tanggal 3 kami sudah akan lakukan one way lokal,one way lokal tahap pertama kami berlakukan dari KM188 Palimanan hingga KM 70 Cikatama. Apabila ditanggal 4 masih ada bangkitan yang cukup deras dari arah timur menuju Jakarta kami akan lakukan contraflow tahap 2 dari KM 246 – KM 188,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dikutip dari Antara, Kamis (3/4/2025).

    Sebelumnya Kakorlantas memprediksi puncak arus balik lebaran 2025 terjadi antara tanggal 5 atau 6 April.

    Cara Aman Melewati Jalur One Way

    Dikutip berbagai sumber, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna jalan saat melintas di tol dengan sistem lalu lintas one way.

    Hal pertama yang harus dilakukan yakni, pengendara agar tetap disiplin dalam satu lajur, mengingat sistem one way sifatnya dinamis dan situasional, dan ada para petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas.

    Jadi, gunakanlah lajur kanan untuk mendahului dan tetap di lajur kiri saat ingin bergerak lebih lambat.

    Selain itu, pandangan mata harus jauh ke depan, untuk melihat dinamika sistem one way. Apakah ada akhir one way atau tidak.

    Pengguna jalur one way juga diimbau agar tidak pindah lajur secara mendadak atau sembarangan. Berpindah lah lajur sesuai titik yang ditentukan petugas.

    Saat berpindah lajur, jangan lupa cek spion, menoleh sekilas. Dan bunyikan klakson sebagai penanda keberadaan kendaraan kita. Setelah itu, pindahlah ke lajur sebelah saat semua kondisi terpantau aman.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berat Badan Stuck Susah Turun? Mungkin karena Masih Keseringan Minum Ini


    Jakarta

    Berat badan yang stuck selama proses penurunan berat badan merupakan hal yang umum dialami ketika seseorang sedang diet. Selain makanan dan olahraga, rupanya ini juga dapat berkaitan dengan apa yang diminum.

    Ahli diet Annemarie Abburow membagikan sebuah perubahan kecil yang mungkin dapat memperlancar proses diet, yaitu dengan menghindari jus buah. Jus buah memang sehat, namun kandungan gula yang ada di dalamnya sering diremehkan, sehingga orang cenderung akan mengonsumsinya secara berlebihan.

    Ketika jus buah dikonsumsi berlebihan, maka kandungan gula yang terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk kesehatan. Belum lagi banyak produk jus kemasan yang memberikan gula tambahan.


    “Meskipun jus buah merupakan sumber vitamin yang baik, jus buah mengandung banyak gula, karena proses pembuatan jus melepaskan gula alami dari sel-sel buah,” kata Abburow dikutip dari Mirror, Minggu (20/10/2024).

    Sebagai gantinya, ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke air putih yang bebas gula. Abburow juga lebih menyarankan orang-orang untuk mengonsumsi buah potong utuh, dibandingkan dengan jus buah.

    Pola makan yang tinggi gula tidak hanya membuat tubuh lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan. Namun, juga dapat menimbulkan komplikasi. Konsumsi jangka panjang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga jantung koroner.

    Meta-analisis dari 42 penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Paediatrics, segelas besar jus buah 100 persen setiap hari dapat menyebabkan penambahan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa.

    Menurut peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, setiap porsi tambahan jus 100 persen per hari dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi sebesar 0,03 pada anak dan 0,02 untuk orang dewasa.

    “Segelas jus jeruk sama dengan tiga buah jeruk yang dapat dihabiskan dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali dan makan lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata penulis studi.

    Bukannya tidak boleh mengonsumsi jus buah. Terpenting adalah masyarakat bisa memperhatikan jumlah porsi jus buah yang dikonsumsi.

    (avk/up)



    Sumber : health.detik.com