Tag: lpdp

  • Harus Jujur, Personal, dan Bikin ‘Malu’



    Jakarta

    Menulis esai beasiswa sering kali menjadi tantangan besar bagi calon mahasiswa. Penulis sekaligus aktivis muda pendidikan, Abigail Limuria, menyampaikan kunci membuat esai yang baik bukan sekadar kalimat indah, tapi juga kejujuran dan sisi personal penulis.

    “Esai yang bagus itu tuh adalah esai yang menurut aku ya, yang merupakan teman-teman hampir malu tulisnya. Karena itu personal, dan benar-benar menggambarkan seseorang kayak apa sih,” ujar Abigail dalam acara The Future Festival yang diselenggarakan LPDP di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

    Menurutnya, pendaftar harus bisa menempatkan diri sebagai reviewer. Dengan begitu, pelamar bisa menilai apakah esai yang ditulis memberi kesan kuat bagi pembacanya.


    “Nah itu tuh harus bisa taruh di posisi reviewer-nya juga gitu ya. Tapi lagi-lagi aku juga saranin, dalam menulis esai coba refleksi yang banyak, apa sih kehidupan teman-teman tuh yang masa-masa paling challenging untuk teman-teman. Atau misalnya pencapaian yang paling mengembangkan,” sarannya.

    Belajar dari Kegagalan dan Penolakan

    Abigail juga menekankan pentingnya menerima kegagalan dalam proses seleksi beasiswa atau masuk kampus. Rasa sakit akibat ditolak menurutnya justru bisa menjadi ‘otot mental’ yang melatih keberanian.

    “Semakin sering kita gagal, semakin kita terbiasa bangkit lagi. Justru kalau kita nggak pernah gagal, bisa jadi kita kurang berani mencoba hal-hal menantang,” jelas penulis buku Makanya, Mikir! itu.

    Bagi Abigail, kegagalan bisa dilihat sebagai “badge of honor”. Artinya, kegagalan adalah tanda keberanian seseorang melangkah keluar dari zona nyaman.

    Turunkan Ego, Siap Bertumbuh

    Di akhir sesi, Abigail menekankan pentingnya menurunkan ego saat menghadapi kegagalan melamar beasiswa. Ego yang terlalu tinggi menurutnya hanya bisa membuat penolakan terasa lebih menyakitkan.

    “Walaupun tentu keliru, pasti masih sakit, pasti menakutkan, pasti memalukan kadang-kadang. Tapi nggak lama ya, ini dari pengalaman aku juga, semakin ego aku tinggi, semakin ditolak dan gagal itu rasanya sakit,” kata Abigail.

    Abigail menegaskan, berpikir kritis, reflektif, dan jujur pada diri sendiri adalah bekal utama bagi pelajar. Prinsip itu juga yang mendukung penulisan esai beasiswa menjadi lebih berbobot

    “Jadi ketika kita menerima informasi, kita tidak langsung melakukan apa-apa, tapi kita bisa olah. Jadi kita ada pertanyaan yang selanjutnya tidak terlalu menarik. Dan di atasnya itu lagi adalah berpikir secara kreatif,” tutupnya.

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Penerima Beasiswa LPDP Mau Diarahkan ke Industri Strategis, Begini Rencananya



    Jakarta

    Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya akan melakukan reformasi skema beasiswa sesuai kebutuhan pembangunan bersama Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Salah satunya yakni akselerasi pengembangan SDM unggul dan industri strategis masa depan.

    Rencana peningkatan dampak LPDP 2026 ini disampaikan Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan pada kanal YouTube TVR Parlemen.

    “Kalau saat ini LPDP hanya fokus di proses penerimaan, nanti kami bersama (Kementerian) Diktisaintek, Dikdasmen, dan juga Kemenag untuk mulai grooming dari awal sehingga nanti peserta atau calon pendaftar tadi sudah akan tahu kaitannya dengan industri strategisnya, termasuk dengan universitasnya nanti dan sebagainya,” kata Sudarto.


    Sudarto mengatakan, langkahnya antara lain beasiswa LPDP akan fokus pada science, technology, engineering, and mathemathics (STEM) dan non-STEM with STEM adjective untuk mendukung delapan industri prioritas nasional. Kedelapannya yaitu pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju.

    Kemudian, penetapan prioritas program studi (prodi) dan universitas kelas dunia sesuai dengan kepentingan nasional, termasuk lewat program joint, dual, atau double degree prioritas (co-funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.

    Sudarto menambahkan, beasiswa LPDP juga dialokasikan secara tematik sesuai kebutuhan industri prioritas nasional. Kemudian, lulusan LPDP dalam dan luar negeri disinergikan agar sesuai dengan kebutuhan stakeholder industri.

    Beasiswa LPDP ke depannya juga memungkinkan pengembangan keahlian prioritas, termasuk melalui program nondegree.

    Sudarto mengatakan pengelolaan beasiswa LPDP ke depan akan meliputi sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.

    Di samping itu, kontribusi alumni pada sektor industri strategis juga akan dimaksimalkan agar optimal mendukung peningkatan PDB.

    Sudarto menambahkan, alumni LPDP juga akan didayagunakan melalui kerja sama pada tahap yang lebih awal dengan industri, Danantara atau BUMN, dan kementerian atau lembaga. Contohnya melalui ikatan dinas.

    Di samping itu, pendayagunaan alumni LPDP menurut Sudarto rencananya juga akan merangkul alumni beasiswa LPDP Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lain.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Kemenag-LPDP Siapkan Beasiswa Riset untuk Dosen PTK, Ini Syarat Ajukannya



    Jakarta

    Kabar gembira bagi para dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) dan ma’had aly di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan akan membuka program beasiswa riset kolaboratif MoRA The Air Funds untuk 2025.

    Beasiswa ini secara resmi disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Ruchman Basori saat kegiatan sosialisasi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Jumat (29/8/2025).

    “Selain menangani Program Indonesia Pintar (PIP) pada pendidikan dasar dan menengah keagamaan, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Bantuan beasiswa non gelar dan investasi dan pembiayaan pendidikan, Puspenma juga menangani Bantuan Riset Kolaboratif (MoRA The Air Funds),” ujar Ruchman dikutip dari laman Kemenag, Senin (1/9/2025).


    Program MoRA The Air Funds tak hanya sekadar dana hibah. Menurut Ruchman, program ini bertujuan mendorong riset-riset inovatif yang bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan hingga peningkatan daya saing bangsa.

    “(Tujuan lainnya) meningkatkan dan mengembangkan keilmuan pada perguruan tinggi keagamaan, berbasis riset, sehingga lebih inovatif dan berdampak pada kehidupan masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya.

    Anggaran MoRA The Air Funds Capai Rp 50 Miliar

    Anggaran untuk beasiswa ini mencapai Rp 50 miliar. Penerima beasiswa berlaku juga untuk dosen di kampus di bawah Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu dan juga entitas ma’had aly.

    Untuk riset bertema sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, kebijakan layanan dan keagamaan, diberi anggaran maksimal Rp 500 juta. Sementara untuk tema sains, anggaran maksimal Rp 2 miliar.

    Fokus Bidang Riset yang Dibiayai

    Riset yang diajukan akan difokuskan pada empat tema utama, yakni:

    • Sosial humaniora
    • Ekonomi dan lingkungan
    • Kebijakan layanan pendidikan dan keagamaan
    • Sains dan teknologi

    Syarat Daftar MoRA The Air Funds 2025

    Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu)
    • Memiliki rekam jejak akademik yang baik
    • Lulusan program doktoral (S3)
    • Berpangkat minimal Lektor
    • Memiliki skor SINTA overall minimal 50
    • Diutamakan menggandeng kolaborator dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings.

    Dosen Ma’had Aly

    • Warga Negara Indonesia
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Minimal berpendidikan S2 dan memiliki SK pengangkatan dari Mudir Ma’had Aly
    • Membuat pakta integritas
    • Mendapat rekomendasi dari Majelis Masyayikh
    • Memiliki karya ilmiah berbahasa Arab yang sesuai dengan bidang keilmuan.

    Menurut Rektor UIN SATU Tulungagung, Abdul Aziz program ini dapat mendorong para dosen dalam melakukan riset. Selain itu, kapasitas riset mereka pun akan bertambah.

    “Program MoRA The Air Fund merupakan program strategis, para dosen harus memanfaatkan dana riset ini, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas riset”, katanya.

    Pendaftaran MoRA The Air Funds dibuka mulai awal September 2025. Ikuti terus informasi pendaftarannya di https://kemenag.go.id/

    (cyu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • 5 Tips Lolos Beasiswa Tanpa Nilai Rapor Tinggi


    Jakarta

    Nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan beasiswa! Kalau nilai rapormu tak tinggi-tinggi sekali, maka tonjolkan sisi-sisi nonakademik. Simak 5 tips ini.

    1. Jangan Malas Riset

    Nilai rapormu boleh tak tinggi-tinggi sekali asal jangan malas. Jangan malas riset, mencari tahu, memelototi dan mempelajari syarat-syarat administrasi beasiswa, terutama beasiswa yang menonjolkan prestasi nonakademik.

    Dini Agustina, SIkom, M IKom, sebagai penerima Beasiswa Unggulan pada tahun 2018 jenjang magister, memberikan tips pertama. Agar lolos seleksi berkas awal, kita harus mempersiapkan administrasi secara lengkap sesuai aturan yang tertulis dalam buku panduan beasiswa, demikian seperti dilansir dari laman Kemdikbud.


    2. Sorot Pengalaman Kepemimpinan

    Beberapa kampus di Indonesia membuka jalur penerimaan dan beasiswa berdasarkan riwayat kepemimpinan selama di sekolah seperti OSIS. Umumnya, jalur OSIS ini masuk dalam kategori jalur prestasi. Oleh karena itu, pelamar wajib melampirkan bukti dokumen prestasi sebagai pengurus OSIS.

    Di tahun 2025 ini, dari arsip detikEdu, kampus yang memiliki jalur Ketua OSIS adalah IPB University, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Jalur OSIS Undip 2025 mensyaratkan nilai rata-rata rapor per semester 70 (skala 100). Jalur OSIS IPB University tak mensyaratkan nilai rapor sama sekali, tetapi mesti ada:
    – Surat kepala sekolah yang menyatakan siswa benar bersekolah di sana dan pernah menjadi ketua OSIS selama minimal satu periode.
    – Surat keputusan kepala sekolah tentang pengangkatan pelamar sebagai ketua OSIS.

    3. Tonjolkan Prestasi Nonakademik

    Bila nilai akademikmu pas-pasan, kamu bisa menonjolkan prestasi nonakademikmu. Contohnya, IPB University menerima mahasiswa dari jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) seperti:

    • Olahraga
    • Hafiz Al-Quran
    • Pramuka
    • Seni
    • Debat bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol.

    Beberapa kampus hingga pemerintah bahkan menyediakan beasiswa atlet. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan.

    Program ini memberikan kesempatan kepada atlet aktif, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam menjadikan olahraga bukan hanya sebagai prestasi sesaat, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul berkelanjutan, demikian dilansir dari laman Kemenpora, Rabu (9/7/2025).

    4. Buat Esai Personal yang Menggugah

    Ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan untuk menulis esai. Dilansir dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menulis esai yang baik, menggugah, realistis, rendah hati, dan jujur bisa membantumu untuk mendapatkan beasiswa.

    Usahakan kepribadianmu bisa terlihat dari esai itu. Kamu bisa menceritakan masalah terberat dalam hidup kamu, dan bagaimana kamu menghadapinya. Beasiswa cenderung memiliki tema. Jika bisa, sesuaikan esaimu dengan tema beasiswanya. Kamu harus bisa meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut!

    Dini Agustina menyarankan esai dapat menceritakan tujuan kita ke depan setelah meraih beasiswa ini. Tips lainnya yaitu isi esai sebaiknya dikaitkan dengan jurusan kuliah yang akan kita ambil dalam beasiswa ini.

    Misalnya, jika berniat meraih Beasiswa Unggulan untuk jurusan hukum, maka ceritakan target, tujuan, dan harapan yang ingin kita capai seandainya dapat berkuliah dengan beasiswa di sana.

    5. Dapatkan Rekomendasi yang Personal

    Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen resmi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki hubungan profesional atau akademik dengan pelamar. Surat rekomendasi dari guru atau dosen yang mendeskripsikan etika kerja, ketekunan, dan potensi bisa lebih dipercaya daripada nilai rapor.

    Surat ini penting karena bertujuan untuk memberikan penilaian objektif mengenai kelayakan pelamar dalam menerima beasiswa, berdasarkan pengamatan langsung terhadap kemampuan, etika kerja, dan potensi yang dimiliki oleh pelamar.

    (nwk/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Sandiaga Uno Tak Bolehkan Anak Ikut Beasiswa LPDP, Kenapa?



    Jakarta

    Sandiaga Uno tak memperbolehkan anaknya ikut beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu RI. Apa alasannya?

    Sandiaga menilai para penerima beasiswa LPDP sangat beruntung. Pasalnya hanya sedikit yang berhasil memperoleh beasiswa ini.

    “Saya melihat bahwa kalian sangat beruntung. Hanya 0,00 sekian persen dari orang Indonesia yang bisa mendapatkan LPDP,” kata Sandiaga saat bertemu dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia, dikutip melalui unggahan media sosialnya pada Rabu (2/7/2025).


    “Anak saya, saya larang dapat LPDP. Kenapa? Karena saya bilang kalau kamu dapat LPDP berarti kamu ngambil jatah orang lain,” ungkapnya.

    Sandiaga menceritakan salah satu anaknya baru saja lulus jenjang magister dari New York University (NYU). Namun, ia melarangnya untuk mendaftar beasiswa LPDP karena ada orang lain yang lebih berhak.

    “Karena kalian yang lebih berhak gitu. Jadi memiliki sebuah keberuntungan, memiliki LPDP itu. Seyogianya memiliki responsibility bagi Indonesia,” kata Sandiaga saat berdialog dengan PPI Malaysia.

    Beasiswa dari Negara bagi Sandiaga Bukan Utang

    Di samping itu, Sandiaga juga menilai beasiswa bukanlah utang kepada negara. Ia menyebut hal ini merupakan tanggung jawab.

    “Saya nggak menyebutnya hutang ya, tapi responsibility, tanggung jawab kita untuk membangun negeri,” kata dia.

    Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini meluruskan agar mahasiswa tidak menganggap beasiswa seperti berutang ke perusahaan pinjaman. Ia menegaskan lagi kesempatan memperoleh beasiswa dapat diartikan sebagai tanggung jawab untuk membangun negeri.

    “Jadi terpulang kepada adik-adik sekalian bagaimana menganggapnya. Tapi saya yakin keputusan terpenting itu adalah bagaimana kita tanya kepada hati kita sebagai yang memiliki keberuntungan dan keberkahan mendapat LPDP itu untuk berkontribusi kembali kepada bangsa dan negara,” pesannya.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025 Dibuka, Cek Infonya Di Sini!


    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran untuk tahap 2 tahun anggaran 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/ hingga 31 Juli 2025 mendatang.

    Seperti yang diketahui, LPDP adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Penerima beasiswa nantinya akan mendapat pendanaan untuk melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister atau doktoral di kampus dalam dan luar negeri.

    Terdapat tiga kelompok besar yang dibuka pada pendaftaran beasiswa LPDP tahap 2 tahun 2025. Ketiganya adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted.


    Masing-masing kelompok memuat berbagai jalur beasiswa yang telah dirancang secara inklusif. Sehingga, penerimaan bisa disesuaikan dengan profil anak bangsa secara maksimal.

    Lalu apa saja yang harus diketahui untuk mendaftar beasiswa LPDP tahap 2 tahun 2025? Dikutip dari laman resmi LPDP, berikut informasinya.

    Proses pendaftaran dan pengumuman LPDP dilaksanakan secara terpadu melalui laman resmi mereka. Adapun linknya adalah:

    https://lpdp.kemenkeu.go.id/

    Pada laman tersebut, detikers bisa menemukan seluruh informasi tentang pendaftaran berdasarkan jalur yang diikuti, tips-tips, hingga kisah sukses para awardee.

    Program LPDP yang Dibuka pada Tahap 2 Tahun 2025

    Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri Papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, Polri
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    Syarat Daftar LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    Setiap jalur seleksi akan memiliki syarat pendaftaran yang berbeda-beda. Namun, syarat umum yang harus dipenuhi adalah:

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Telah menyelesaikan studi D4/S1 untuk program magister dan S2 untuk jenjang doktor.

    3. Pendaftar yang menyelesaikan studi D4/S1 langsung doktor diperbolehkan mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    4. Pendaftar yang telah menyelesaikan S2/S3 tidak diizinkan mendaftar di jenjang yang sama.

    5. Pendaftar jenjang S3 diutamakan bagi yang melampirkan surat ketentuan tambahan.

    6. Pendaftar jenjang S3 yang merupakan lulusan dokter spesialis atau subspesialis dapat menggunakan transkrip nilainya untuk memenuhi syarat IPK.

    7. Bagi pendaftar lulusan kampus luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kemdiktisaintek.

    8. Mahasiswa on going bisa mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    9. Mahasiswa dokter spesialis/subspesialis yang tengah berkuliah bisa mendaftar program S2/S3 dengan ketentuan tambahan.

    10. Pendaftar yang pernah menempuh studi S2/S3 tapi tidak selesai diperbolehkan mendaftar dengan bukti surat pemberhentian/sejenisnya.

    11. Melampirkan surat rekomendasi yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.

    12. Pendaftar PNS wajib melampirkan surat usulan atau rekomendasi dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat eselon II.

    13. Lulusan sekolah kedinasan bisa mendaftar asal belum diangkat menjadi CPNS dan mendapatkan izin.

    14. Pendaftar prajurit TNI wajib melampirkan usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.

    15. Pendaftar berstatus POLRI wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES POLRI.

    16. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.

    17. Beasiswa LPDP hanya diperuntukkan bagi kelas reguler/kelas yang ditetapkan oleh LPDP.

    18. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan.

    19. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran.

    20. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.

    21. Menulis proposal penelitian untuk pendaftar S3.

    22. Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi, dan pengalaman organisasi maka harus dilengkapi pada aplikasi pendaftaran.

    Komponen Dana LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Uang kuliah
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis/disertasi
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Lomba internasional
    • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Keadaan darurat (jika diperlukan)

    Jadwal Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026

    Informasi lain bisa dilihat dengan mengunjungi laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 Diperpanjang, Cek Jadwal Terkini!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) belum lama ini membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025. Kini Kemdiktisaintek memperpanjang pendaftarannya hingga 26 Juni 2025, yang semula hanya sampai 14 Juni.

    Beasiswa ini berbentuk joint degree dan dual degree. Program disediakan dengan skema program doktor by research dan doktor by coursework.

    Simak jadwal seleksi program ini setelah mendapatkan perpanjangan!


    Jadwal Beasiswa PDDI 2025

    • Penutupan pendaftaran: 26 Juni 2025 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi administrasi: Juni 2025
    • Seleksi substansi: Juli 2025
    • Penetapan dan pengumuman hasil: Agustus 2025.

    Tahapan Seleksi Beasiswa PDDI 2025

    Dikutip dari unggahan resmi Kemdiktisaintek, berikut ini tahapan seleksi Beasiswa PDDI 2025:

    • Pendaftaran: Peserta melengkapi seluruh berkas dan syarat mendaftar.
    • Seleksi administrasi: Panitia melakukan validasi kesesuaian dan kebenaran dokumen.
    • Seleksi substansi: Wawancara dengan pendaftar untuk menilai aspek kemampuan akademik/keterampilan, sikap, dan wawasan kebangsaannya.
    • Pleno dan penetapan: Penetapan penerima Beasiswa PDDI.

    Tujuan Beasiswa PDDI 2025

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut beasiswa ini adalah salah satu upaya peningkatan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menyampaikan sekitar 74,95% persen dosen di Indonesia belum memiliki kualifikasi pendidikan doktor.

    Brian menuturkan peningkatan kualifikasi dosen juga mendukung dosen untuk naik pangkat dan meningkatkan kesejahteraannya. Maka dari itu saat ini pihaknya juga sedang mengusahakan beasiswa doktor untuk dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ujarnya dalam peluncuran Beasiswa PDDI 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta (2/6/2025), dikutip dari arsip detikEdu.

    Perlu dicatat, beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen di lingkungan koordinasi Kemdiktisaintek. Daftar perguruan tinggi yang jadi tujuan beasiswa ini bisa diakses melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/informasi.

    Sementara, format lampiran dokumen pendaftaran bisa dilihat dalam Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa PDDI Tahun 2025 yang bisa diunduh melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/unduh/.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa Indonesia Bangkit Masih Buka hingga 31 Mei, Cek Lagi Golongan Penerimanya


    Jakarta

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 masih membuka pendaftaran hingga 31 Mei 2025 mendatang. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Beasiswa Kementerian Agama (Kemenag) pada tautan https://beasiswa.kemenag.go.id/.

    Sebagai informasi, BIB merupakan program beasiswa hasil kerja sama antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Agama. Beasiswa yang diberikan bertujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang S1, S2, dan S3.

    Pada dasarnya beasiswa ini ditujukan untuk siswa, alumni, tenaga pendidik, hingga pegawai lembaga yang berada di bawah Kementerian Agama. Namun, setiap jenis beasiswa memiliki syaratnya sendiri-sendiri.


    Dikutip dari postingan Instagram Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Jumat (23/5/2025) berikut informasi tentang golongan penerima BIB 2025 selengkapnya.

    Golongan Penerima BIB Kemenag 2025

    1. Beasiswa Umum S1 Dalam Negeri

    • Lulusan satuan pendidikan menengah di bawah binaan Kemenag
    • Lulusan SMA/SMK yang dikelola oleh Pondok Pesantren

    2. Beasiswa Prestasi S1 Dalam Negeri

    • Lulusan satuan pendidikan menengah di bawah binaan Kemenag atau SMA/SMK yang dikelola oleh Pondok Pesantren
    • Juara 1, 2, 3 Olimpiade Sains Internasional, MTQ atau sejenis
    • Juara 1, 2, 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), MTQ, dan ajang kompetisi sejenis tingkat nasional
    • Finalis Nasional OSN dan KSM
    • Juara 1, 2, 3 Utsawa Dharma Gita dan Jambore Pasraman
    • Juara 1, 2, 3 Sippa Dhamma Samajja tingkat nasional
    • Penghafal Al-Qur’an (Tahfidz) minimal 10 Juz

    3. Beasiswa S1 PJJ Keagamaan

    • Guru madrasah di lingkungan Kemenag.
    • Guru madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah.
    • Guru pada Pondok Pesantren.

    4. Beasiswa S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

    • Santri asal dari pesantren dari satuan pendidikan PDF/SPM/PKPPS/Ma’had Aly dan/atau MAS/MAN/SMA/SMK yang diselenggarakan dan/atau terintegrasi dan/atau berada di lingkungan pesantren.
    • Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut.

    5. Beasiswa Umum S2 Dalam Negeri

    • Lulusan S1 perguruan tinggi keagamaan
    • Lulusan S1 Ma’had Aly
    • Lulusan S1 PBSB
    • Tenaga kependidikan perguruan tinggi keagamaan
    • Guru/pendidik di Kemenag
    • PNS Kemenag

    6. Beasiswa Umum S2 Luar Negeri

    • Lulusan S1 perguruan tinggi keagamaan
    • Lulusan S1 Ma’had Aly
    • Lulusan S1 PBSB
    • Tenaga kependidikan perguruan tinggi keagamaan
    • Guru/pendidik di Kemenag
    • PNS Kemenag

    7. Beasiswa Umum S3 Dalam Negeri

    • Dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK)
    • Dosen fakultas agama islam (FAI) pada perguruan tinggi umum (PTU)
    • Dosen Ma’had Aly
    • PNS Kemenag

    8. Beasiswa Umum S3 Luar Negeri

    • PNS Kemenag
    • Dosen ASN/dosen non-ASN
    • Alumni perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)
    • Tenaga kependidikan di bawah binaan Kemenag

    9. Beasiswa Double Degree

    • Lulusan S1 PTK
    • Lulusan S1 FA pada PTU
    • Lulusan S1 PBSB.

    Jadwal BIB Kemenag 2025

    1. Pendaftaran: Hingga 31 Mei 2025
    2. Seleksi administrasi: 1-7 Juni 2025
    3. Seleksi skolastik: 11-25 Juni 2025
    4. Seleksi wawancara: 28 Juni-15 Juli 2025
    5. Pengumuman hasil seleksi: 31 Juli 2025

    Informasi lain bisa detikers ketahui melalui laman resmi BIB Kemenag pada tautan https://beasiswa.kemenag.go.id/. Jangan lewatkan kesempatan ini ya detikers!

    (det/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Tampil Meyakinkan di Wawancara LPDP Tak Perlu Pamer, Begini Tipsnya



    Jakarta

    Ada satu titik krusial yang tak bisa dilewatkan dalam seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan yaitu wawancara substansi. Momen ini menjadi penentu, apakah seorang kandidat hanya membawa daftar panjang prestasi, atau benar-benar siap memberi makna bagi Indonesia.

    Tahap wawancara kerap menjadi sumber kegelisahan bagi kandidat pelamar beasiswa. Kegugupan muncul bukan hanya karena khawatir salah bicara, tetapi juga karena dilema antara tampil percaya diri dan tidak terkesan menyombongkan diri.

    Dalam situasi ini, banyak justru jatuh dalam jebakan humble bragging. Humble bragging adalah sikap seolah merendah tapi sebenarnya ingin menunjukkan kehebatan. Sikap ini sering kali justru menjadi bumerang.


    Alih-alih memperkuat kesan positif, humble bragging bisa mengaburkan kesan tulus dan mengurangi kredibilitas. Sikap ini bahkan bisa menurunkan kesan autentik dan kredibel yang sebenarnya ingin ditampilkan.

    Untuk diketahui pelamar beasiswa akan diuji oleh 3 orang pewawancara yang memiliki latar belakang psikolog, akademisi, dan praktisi-profesional.

    Lalu, bagaimana caranya menampilkan diri secara elegan tanpa terkesan pamer di depan para pewawancara tersebut? Berikut tipsnya seperti dikutip dari media sosial LPDP.

    1. Gunakan “Kami” Saat Relevan

    Tak semua prestasi harus diklaim secara individual. Jika pencapaian merupakan hasil kolaborasi, tak ada salahnya menggunakan kata “kami”.

    Ini menunjukkan pelamar menghargai kerja tim dan memiliki sikap rendah hati. Kedua sikap tersebut merupakan kualitas yang sangat diapresiasi dalam dunia profesional maupun akademik.

    2. Hindari Merendah untuk Meninggi

    Ucapan seperti “Saya biasa saja, tapi sering diminta jadi pembicara” bisa menimbulkan kesan tidak tulus. Lebih baik, bicarakan pengalaman secara objektif. Contohnya, “Kesempatan menjadi pembicara membantu saya membangun rasa percaya diri dan memperluas jaringan.”

    Intinya jujur, konkret, dan tetap profesional.

    3. Tekankan Proses, Bukan Sekadar Hasil

    Sebuah prestasi memang penting, tetapi proses mencapainya jauh lebih menarik bagi pewawancara.

    Daripada hanya mengatakan “Saya juara nasional”, akan lebih bermakna jika menjelaskan prosesnya: “Selama tiga bulan saya belajar secara mandiri sambil bekerja paruh waktu. Itu mengasah kedisiplinan dan manajemen waktu saya.”

    4. Tampilkan Dampak, Bukan Ego

    Pewawancara lebih menghargai kontribusi yang berdampak dibanding sekadar daftar penghargaan.

    Misalnya, daripada menyebut “Saya memenangkan 10 lomba”, lebih baik katakan “Saya menginisiasi program literasi yang menjangkau 20 siswa di desa saya.” Dampak riil jauh lebih berkesan dibanding pencapaian personal semata.

    (pal/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dibuka 1 April, Kuliah S1-S3 Dalam dan Luar Negeri


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 akan dibuka pada 1 Maret 2025 oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag). Penerima beasiswa dapat studi di jenjang S1, S2, atau S3 di dalam atau luar negeri dengan pembiayaan penuh (fully funded).

    Sekretaris Jenderal Kemenag Prof Phil Kamaruddin Amin MA PhD mengatakan, BIB adalah beasiswa kolaborasi Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Kementerian Agama pada bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, dan keagamaan.

    “Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, tanpa terkendala biaya,” kata Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (20/3/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag.


    Jenis Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

    Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori mengatakan jenis BIB 2025 terdiri dari beasiswa umum, beasiswa prestasi, dan beasiswa target. Beasiswa umum adalah beasiswa reguler bagi keluarga besar Kemenag, baik santri, siswa, mahasiswa, guru, ustadz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kementerian Agama.

    Beasiswa prestasi BIB 2025 adalah beasiswa bagi calon pendaftar berprestasi akademik dan nonakademik. Prestasi yang dapat disertakan pada pendaftaran antara lain tahfidz Al-Qur’an dan juara olimpiade tingkat nasional atau internasional.

    Beasiswa target BIB 2025 adalah beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

    Syarat Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

    Berikut sejumlah persyaratan yang perlu diketahui dan segera disiapkan peserta dari sekarang:

    • Usia maksimal 40 tahun untuk pendaftar S2 dan 45 tahun untuk pendaftar S3
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL)
    • Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus
    • Bagian dari Keluarga Besar Kemententerian Agama, baik santri, siswa, mahasiswa, guru, ustadz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag
    • Memenuhi persyaratan administrasi lainnya.

    Informasi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 lebih lanjut dapat dipantau di laman www.beasiswa.kemenag.go.id.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin