Tag: lpdp

  • Awas! 3 Hal Ini Bisa Gagalkan Seleksi Administrasi LPDP



    Jakarta

    Akhirnya Beasiswa LPDP 2024 kembali dibuka. Pendaftaran tahap 1 ini akan dibuka hingga 12 Februari 2024 melalui https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

    Beasiswa LPDP merupakan bantuan di bawah naungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu). Beasiswa ini mencakup bantuan pendidikan pascasarjana termasuk tunjangan hidup.

    Dalam prosesnya, LPDP mengadakan beberapa tahapan seleksi. Salah satunya adalah seleksi administrasi.


    Seleksi administrasi berusaha memilah kandidat berdasarkan kesesuaian dokumen yang dikumpulkan. Kandidat yang lolos pada tahap ini akan diseleksi lagi pada tahap seleksi bakat skolastik dan seleksi substansi.

    Dalam unggahan resmi Instagram @lpdp_ri, ada tiga hal yang bisa membuat pelamar gagal dalam seleksi administrasi LPDP. Apa saja? Simak di bawah ini.

    3 Hal yang Bikin Gagal di Seleksi Administrasi LPDP

    1. Surat Rekomendasi dan Surat Usulan

    Surat rekomendasi dan surat usulan merupakan syarat dokumen Beasiswa LPDP. Apabila surat ini tidak sesuai standar/format yang disediakan LPDP, maka pelamar bisa gagal dalam seleksi administrasi.

    Ketentuan surat yang membuat pelamar gagal dalam seleksi administrasi antara lain:

    • Surat rekomendasi dibuat lebih dari satu tahun
      Surat rekomendasi harus diterbitkan paling lama 1 tahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran. Artinya, bila kamu mendaftar di bulan Januari-Februari 2024, surat rekomendasi setidaknya dibuat pada Januari-Februari 2023.
    • Surat usulan dibuat pada tahun yang berbeda dengan pendaftaran
      Surat usulan merupakan syarat Beasiswa LPDP bagi PNS/TNI/POLRI. Tidak seperti ketentuan surat rekomendasi, surat usulan harus sesuai tahun mendaftar. Artinya, bila kamu mendaftar beasiswa di tahun 2024, maka surat usulan juga harus bertahun 2024.

    2. Sertifikat Bahasa Inggris

    Sertifikat bahasa Inggris yang gagal dalam seleksi administrasi ialah:

    • Skor kurang dari yang dipersyaratkan
    • Tidak mengunggah hasil official test, LPDP tidak menerima hasil prediction.
    • Sertifikat bahasa tidak terverifikasi oleh provider-nya, pada umumnya terjadi pada TOEFL ITP.

    3. Letter of Acceptance

    Terakhir, LoA atau Letter of Acceptance juga menjadi salah satu hal yang bikin pelamar gagal dalam mendapatkan Beasiswa LPDP. Pastikan LoA yang kamu kirimkan tidak mencangkup hal-hal berikut:

    • Tidak mencantumkan tanggal awal intake/perkuliahan
    • Prodi tidak sesuai dengan daftar perguruan tinggi tujuan studi LPDP.
    • LoA yang dilampirkan berbeda dengan tujuan studi yang diinput dalam aplikasi pendaftaran.
    • Tidak melampirkan surat keterangan defer bagi LoA yang pelaksanaan studinya mendahului pengumuman kelulusan LPDP.

    Itulah tiga hal yang bisa bikin gagal di seleksi administrasi LPDP. Teliti sebelum mendaftar, ya!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Cek Syarat Skor TOEFL dan IELTS di Sini



    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP kembali dibuka pada 2024. Pendaftaran tahap pertama dibuka melalui laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ mulai Kamis, 11 Januari 2024.

    Beasiswa LPDP memiliki berbagai kategori untuk kuliah gratis di jenjang S2 atau S3 pada 2024. Kategori beasiswa LPDP tersebut yakni:

    1. Reguler (umum): Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD), beasiswa reguler, dan beasiswa co-funding.


    2. Afirmasi: Beasiswa Putra-Putri Papua, Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Prasejahtera.

    3. Targeted: Beasiswa Pendidikan Kader Ulama; Beasiswa PNS, TNI, dan Polri; Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis; Beasiswa Kewirausahaan; Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Targeted Prioritas: Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA; Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master; Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor; Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master; Beasiswa Proritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    5. Program Double Degree/Joint Degree

    Detikers yang tertarik mendaftar beasiswa LPDP 2024 perlu menyiapkan dokumen sesuai dengan persyaratan berikut ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi LPDP.

    15 Dokumen untuk Mendaftar Beasiswa LPDP Reguler 2024

    1. Biodata diri;

    2. Kartu tanda penduduk;

    3. Pindaian ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus;

    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi;

    5. Pindaian transkrip nilai S1/S2;

    6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi atau Kementerian Agama; atau tangkapan layar pengajuannya;

    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli);

    8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan perguruan tinggi serta program studi yang dipilih;

    9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi;

    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit.

    Selain itu, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi oleh pendaftar, termasuk skor kemampuan bahasa Inggris yang sesuai standar LPDP.

    Syarat Khusus Beasiswa LPDP Reguler

    1. Ketentuan batas usia pada 31 Desember di tahun pendaftaran bagi pendaftar Beasiswa Reguler yaitu:

    – Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia maksimal 35 tahun.

    – Pendaftar jenjang pendidikan doktor berusia maksimal 40 tahun.

    2. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan berikut:

    – Pendaftar jenjang magister wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,00 pada skala 4,00 atau setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir.

    – Pendaftar jenjang doktor wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,25 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Khusus untuk pendaftar jenjang doktor dari program magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.

    3. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran. Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan seperti di bawah ini.

    4. Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah).

    Syarat TOEFL dan IELTS Beasiswa LPDP 2024 Reguler

    1. Pendaftar program magister dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 500

    – TOEFL iBT 61

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Pendaftar program magister luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 80

    – PTE Academic 58

    – IELTS 6,5.

    3. Pendaftar program doktor dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 530

    – TOEFL iBT 70

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    4. Pendaftar program doktor luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 94

    – PTE Academic 65

    – IELTS 7,0

    Untuk diketahui, sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

    Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar LPDP 2024, semoga berhasil, ya!

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal Beasiswa LPDP 2024


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP tahap 1 untuk jalur umum, afirmasi, dan targeted dibuka sejak Kamis (11/1/2024). Salah satu jenis beasiswa umum yang dibuka adalah beasiswa reguler.

    Beasiswa reguler adalah beasiswa jenjang master dan doktor yang ditujukan bagi WNI melalui mekanisme dan prosedur yang ditetapkan LPDP. Bagi yang belum paham seperti apa persyaratan dan cara daftar beasiswa LPDP pada jalur ini, simak informasinya di bawah ya!

    Syarat Beasiswa LPDP 2024

    Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia
    • Telah menyelesaikan D4 atau S1 untuk beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan dan memenuhi semua syarat pendaftar S3.
    • Pendaftar yang telah menyelesaikan S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, begitu juga yang telah menyelesaikan S3.
    • Pendaftar doktor semua program beasiswa LPDP yang merupakan lulusan dokter spesialis/subspesialis bisa memakai transkrip nilai sebagai bukti pemenuhan syarat IPK.
    • Pendaftar lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yaitu mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus, pendaftar yang mendapat gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa.
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat ususlan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri.
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP.
    • Menyetujui surat pernyataan yang sudah disediakan
    • Menulis profil diri, termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar pendidikan doktor
    • Apabila mempunyai publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan di aplikasi pendaftaran.

    Syarat Khusus

    • Memenuhi batas usia per 31 Desember yaitu 35 tahun untuk jenjang magister dan 40 untuk jenjang doktor
    • Mengunggah dokumen IPK dengan pendaftar magister minimal IPK 3,00 dari skala 4,00 atau setara. Pendaftar jenjang doktor wajib memiliki IPK jenjang studi sebelumnya minimal 3,25 dari skala 4,00. Khusus pendaftar doktor dari program magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari kampus asal.
    • Unggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan maksimal dua tahun terakhir dari tahun pendaftaran beasiswa oleh ETS, PTE Academic, atau IELTS.
    • Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2024

    1. Mendaftar secara online di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen syarat di aplikasi pendaftaran
    3. Memastikan melakukan submit di aplikasi pendaftaran untuk memperoleh kode registrasi/pendaftaran.

    Jadwal Beasiswa LPDP 2024

    Peserta beasiswa reguler yang mendaftar dengan LoA unconditional sesuai ketentuan LPDP, bisa melanjutkan ke tahap seleksi substansi tanpa seleksi bakat skolastik. Berikut ini jadwal seleksi beasiswa reguler LPDP:


    Tahap 1

    1. Pendaftaran: 11 Januari-12 Februari 2024
    2. Seleksi administrasi: 15-28 Februari 2024
    3. Pengumuman hasil seleksi administrasi: 1 Maret 2024
    4. Pengajuan sanggah: 2-3 Maret 2023
    5. Pengumuman hasil sanggah: 14 Maret 2024
    6. Seleksi bakat skolastik: 18-22 Maret 2024
    7. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 27 Maret 2024
    8. Seleksi substansi: 2 April-31 Mei 2024
    9. Pengumuman hasil seleksi substansi: 10 Juni 2024
    10. Periode perkuliahan paling cepat: Juli 2024.

    Tahap 2

    1. Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2
    2. Pendaftaran: 19 Juni 2024
    3. Seleksi administrasi: 22 Juli 2024
    4. Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    5. Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024
    6. Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024
    7. Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    8. Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024
    9. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    10. Seleksi substansi: 10 September 2024
    11. Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Demikian informasi mengenai syarat, cara pendaftaran, dan jadwal beasiswa LPDP 2024 untuk jalur umum reguler jenjang S2-S3. Semoga berhasil ya, detikers!

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Ini 16 Dokumen yang Harus Disiapkan



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 tahap 1 telah dibuka pada Kamis (11/1/2024) kemarin. Masa pendaftaran akan dibuka hingga 12 Februari mendatang yang dilakukan secara online pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Lantas berkas apa saja yang perlu disiapkan para pelamar beasiswa LPDP?

    Seperti diketahui ada 4 jenis beasiswa yang ditawarkan melalui lembaga di bawah Kementerian Keuangan tersebut mulai dari beasiswa reguler, targeted, afirmasi, hingga kolaborasi.

    Untuk dapat mendaftar sebagai calon awardee LPDP, terdapat sejumlah syarat dokumen yang telah ditetapkan. Dokumen inilah yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran beasiswa LPDP 2024.


    1. Biodata Diri (Online Form)
    2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Unggah)
    3. Scan Ijazah S1/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus).
    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi. (Unggah)
    5. Scan Transkrip Nilai S1/S2 (bukan Transkrip Profesi) (Unggah)
    6. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK (Unggah)
    7. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK (Unggah)
    8. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli) (Unggah)
    9. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi serta Program studi yang dipilih (Unggah)
    10. Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah)
    11. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir) (Online Form)
    12. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan (Unggah)
    13. Profil diri pada formulir pendaftaran online (Online Form)
    14. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (Online Form)
    15. Proposal Penelitian (khusus Doktor) (Online Form)
    16. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (Online Form)

    LoA Unconditional yang disebut dalam poin 9 di atas adalah surat resmi dari perguruan tinggi (official admission).

    Surat tersebut menyatakan seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut dengan tanpa persyaratan, kecuali persyaratan sponsor pendanaan, dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai jenjang studi sebelumnya, dan/atau persyaratan tambahan yang tidak berisiko mengubah status diterimanya orang tersebut sebagai mahasiswa pada program studi yang dituju serta memuat nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta durasi studi, lama studi, permulaan studi dan/atau akhir studi.

    Adapun dokumen LoA Unconditional yang diunggah sebagai syarat beasiswa LPDP harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

    • Kampus dan jurusan harus sesuai dengan salah satu pilihan pada aplikasi pendaftaran
    • Intake studi harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan LPDP terkait waktu perkuliahan paling cepat yang diizinkan
    • Jika intake perkuliahan yang tercantum pada LoA Unconditional yang diunggah tidak sesuai ketentuan maka wajib melampirkan Surat Defer (Penundaan) dari Perguruan Tinggi yang menerbitkan LoA
    • Jika pendaftar mengunggah LoA Unconditional yang tidak sesuai ketentuan LPDP, maka dianggap tidak memenuhi kriteria pendaftaran.

    Sementara surat rekomendasi yang disebut pada butir ke-10 harus diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa LPDP 2024.

    Panitia akan melakukan seleksi administrasi pada 15-28 Februari 2024 dan hasilnya diumumkan pada 1 Maret 2024. Pelamar diperkenankan melakukan sanggahan hasil tersebut mulai 2-3 Maret 2024. Hasil sanggah akan diumumkan pada 14 Maret 2024.

    Peserta beasiswa LPDP 2024 yang lolos seleksi administrasi akan menjadi seleksi bakat skolastik dan seleksi substansi. Proses seleksi dapat dilakukan secara daring atau luring, atau gabungan daring dan luring (hibrid) menyesuaikan kebijakan LPDP dan akan diinformasikan kemudian.

    Sehingga, pada aplikasi pendaftaran, pelamar harus memilih kota atau lokasi seleksi yang disediakan oleh LPDP.

    (pal/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Beasiswa LPDP Prasejahtera 2024? Begini Syarat-syaratnya


    Jakarta

    Beasiswa LPDP memiliki beragam jenis, salah satunya adalah Beasiswa Prasejahtera 2024. Beasiswa ini merupakan salah satu jenis beasiswa afirmasi LPDP.

    Beasiswa LPDP Prasejahtera 2024 diberikan untuk jenjang pendidikan magister satu gelar (single degree/joint degree) atau dua gelar (double degree) dengan durasi pendanaan maksimal 24 bulan. Nah, bagi yang belum tahu seperti apa syarat mengikutinya, cek informasi berikut ya!

    Syarat beasiswa LPDP Prasejahtera 2024

    Dikutip dari situs resmi LPDP Kemenkeu, seperti ini syarat beasiswa prasejahtera:


    Syarat Umum

    • WNI
    • Telah menyelesaikan studi D4 atau S1
    • Pendaftar yang telah menyelesaikan studi S2 tidak boleh mendaftar program magister.
    • Pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya wajib menyerahkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, atau tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK jika hasil penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi on going bisa mendaftar pada prodi dan/atau kampus tujuan yang berbeda dari yang tengah ditempuh.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi dan lulus seleksi substansi wajib membuat dan menandatangani surat pengunduran diri yang ditujukan ke perguruan tinggi dan menyampaikan surat tersebut ke LPDP maksimal dua pekan setelah diumumkan kelulusan seleksi substansi.
    • Pendaftar wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi atau perguruan tinggi sebelum penandatanganan surat pernyataan penerima beasiswa.
    • Pendaftar yang lulus seleksi substansi tapi tidak memenuhi ketentuan di atas, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai calon penerima beasiswa.
    • Pendaftar yang menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sebelum pengumuman seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai calon penerima beasiswa.
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi S2 tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama. Hal ini dibuktikan dengan melampirkan surat pemberhentian atau sejenisnya.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat prodi masing-nasing yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Beasiswa hanya untuk kelas reguler atau kelas lain yang ditetapkan LPDP.
    • Menyetujui surat pernyataan yang disediakan di aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP
    • Menulis profil diri di aplikasi pendaftaran, termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Apabila pendaftar mempunyai publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, dan pengalaman organisasi, maka pengalaman-pengalaman tersebut diisi di aplikasi pendaftaran

    Syarat Khusus

    • Saat mendaftar, peserta dinyatakan terdaftar dan aktif sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan/atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada sistem DTKS Kemensos RI yang sudah terhubung dengan laman pendaftaran beasiswa LPDP yang diverifikasi melalui nomor KTP/NIK dan nomor KK pada aplikasi pendaftaran.
    • Diutamanan anggota keluarga pertama di keluarga yang memperoleh S1 atau yang mengejar S2 dan dibuktikan dengan KK dan surat pernyataan bermaterai Rp 10 ribu.
    • Tidak berstatus CPNS/PNS/prajurit TNI/anggota Polri
    • Usia maksimal 42 per 31 Desember tahun pendaftaran’
    • IPK minimal 3,0 dari skala 4,0 atau setara
    • Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi
    • Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan maksimal 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran, dengan ketentuan:
    • Pendaftar program S2 dalam negeri: minimal TOEFL ITP 400, TOEFL iBT 33, PTE Academic 30, IELTS 4.5, Duolingo 65, TOEP 36 atau ekuivalen 400.
    • Pendaftar S2 luar negeri: minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, Duolingo 95, TOEP 66 atau ekuivalen 500.
    • Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga remi penyelenggara TOEFL ITP di Indonesia.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP Prasejahtera 2024

    1. Mendaftar di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Lengkapi dan unggah semua dokumen syarat
    3. Pastikan submit aplikasi pendaftaran agar bisa memperoleh kode registrasi.

    Jadwal Beasiswa LPDP Prasejahtera 2024

    Peserta yang mendaftar dengan LoA unconditional sesuai ketentuan LPDP bisa melanjutkan ke tahap seleksi substansi tanpa ikut seleksi bakat skolastik. Seperti ini jadwal seleksinya:

    1. Pendaftaran: 11 Januari-12 Februari 2024
    2. Seleksi administrasi: 15-28 Februari 2024
    3. Pengumuman hasil seleksi administrasi: 1 Maret 2024
    4. Pengajuan sanggah: 2-3 Maret 2024
    5. Pengumuman hasil sanggah: 14 Maret 2024
    6. Seleksi bakat skolastik: 18-22 Maret 2024
    7. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 27 Maret 2024
    8. Seleksi substansi: 2 April-31 Mei 2024
    9. Pengumuman hasil seleksi substansi: 10 Juni 2024
    10. Perkuliahan paling cepat: Juli 2024

    Itulah penjelasan mengenai beasiswa LPDP Prasejahtera 2024, syarat, cara daftar, dan jadwalnya.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Beasiswa Prioritas LPDP, Gandeng Kampus Top Dunia



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP tahap 1 2024 telah dibuka Kamis (11/1/ 2024). LPDP membuka sebanyak 7 program beasiswa prioritas, yang termasuk dalam kategori Program Targeted.

    Beasiswa Prioritas merupakan program beasiswa yang memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk dapat melakukan pendaftaran pada dua program sekaligus, yaitu pada program beasiswa kemitraan/kerja sama LPDP dan pada salah satu program Beasiswa Afirmasi/Beasiswa Targeted/Beasiswa Umum tujuan luar negeri.

    Program beasiswa ini disesuaikan dengan prioritas kebutuhan Indonesia saat ini. Selain itu, ada juga skema program kerja sama pendanaan (co-funding) misalnya dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise.


    LPDP menggandeng sejumlah kampus top dunia untuk menggelar program beasiswa prioritas seperti Nanyang Technological University (NTU), Singapura untuk program MBA dan program doktor.

    NTU merupakan salah satu kampus terbaik di Asia yang menduduki peringkat ke-26 QS World University Rankings 2024.

    Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan University of New South Wales (UNSW) untuk program doktor. UNSW merupakan kampus peringkat ke-19 versi QS World University Rankings 2024.

    Lantas, apa saja 7 beasiswa prioritas yang dibuka LPDP tahun 2024?

    7 Program Beasiswa Prioritas LPDP

    1. Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja di sektor publik untuk menempuh pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Durasi pembiayaan pendidikan yang akan dijalani mahasiswa paling lama 12 bulan.

    2. Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor

    Beasiswa ini dibuka khusus untuk pendidikan doktor di NTU Singapura pada program studi bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) dan non-STEM. Studi akan dibiayai dengan durasi paling lama 48 bulan.

    Ada 20 program studi yang dapat dipilih, di antaranya Chemical and Biomolecular Engineering; Communication and Information; Earth and Environmental Science; dan Public Policy & Global Affairs.

    3. Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master

    Beasiswa Kemitraan LPDP – Campus France merupakan beasiswa kerja sama antara LPDP dan Pemerintah Perancis pada jenjang master untuk bidang prioritas pembangunan Indonesia sesuai dengan keahlian pengetahuan yang dimiliki oleh universitas di Perancis. Adapun durasi pendanaan paling lama 24 bulan.

    Pelamar dapat memilih 52 prodi program magister di sejumlah kampus di Prancis. Seperti misalnya Master in Marine Technology – Hydrodynamics for Ocean Engineering di Ecole Centrale de Nantes; Master Cybersecurity di Institut Polytechnique de Paris; Master of Neuroscience di Université de Bordeaux.

    4. Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor

    Beasiswa LPDP – UC Davis Program Doktor merupakan program beasiswa kerja sama antara LPDP dan University of California Davis di Amerika Serikat untuk mendidik calon Doktor pada bidang Pertanian, Lingkungan, Teknik dan Pendidikan.

    Studi akan dibiayai dengan durasi paling lama 5 tahun. Ada 19 program studi yang tersedia untuk beasiswa ini seperti Atmospheric Science, Nutritional Biology, Biological System Engineering, dan Materials Science and Engineering.

    5. Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor

    Beasiswa LPDP – UNSW Australia merupakan program beasiswa kerja sama antara LPDP dan University of New South Wales di Australia untuk mendidik calon Doktor pada bidang energi terbarukan dan inovasi. Studi akan dibiayai selama maksimal 48 bulan.

    Ada 32 program studi yang bisa dipilih untuk beasiswa ini di antaranya Biochemistry & Molecular Genetics; Microbiology and Immunology; Physiology & Pharmacology; Information Systems, Technology and Management; dan Art, Design and Media.

    6. Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master

    Beasiswa Diktiristek – LPDP – OKP merupakan program Beasiswa kerja sama antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Nuffic Neso Indonesia.

    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan fokus pada bidang yang relevan dan penting bagi pembangunan Indonesia dan sesuai dengan keahlian utama di sektor pengetahuan Belanda.

    Beasiswa ini khusus untuk pendidikan pada 34 bidang di sejumlah universitas di luar negeri. Di antaranya LLM Technology Law and Innovation di University of Groningen; MSc Spatial Planning di Utrecht University; dan MA Heritage Studies di Vrije Universiteit Amsterdam.

    Adapun durasi pendanaan studi melalui skema beasiswa ini paling lama 16 bulan.

    7. Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    Beasiswa ini merupakan program kerja sama pendanaan (Co-Funding) antara LPDP dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise, untuk mendidik calon pengusaha yang ingin meluncurkan usaha baru dan mengembangkan bisnis melalui bimbingan untuk pengembangan bisnis dan akses teknologi yang dimiliki NUS Enterprise serta peluang jaringan dan akses pasar.

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa jenjang pendidikan magister di National University of Singapore (NUS). Namun, khusus untuk program studi Master Science in Venture Creation bidang Kewirausahaan. Adapun durasi pendanaan studi bagi beasiswa ini paling lama 12 bulan, termasuk program magang.

    Pelamar untuk program beasiswa LPDP ini wajib melampirkan Rencana Bisnis atau Pegembangan Bisnis sesuai format LPDP.

    (pal/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Kampus Dalam Negeri Tujuan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024



    Jakarta

    Beasiswa LPDP tahun ini kembali menyediakan bantuan pendidikan bagi warga Indonesia penyandang disabilitas. Pendaftaran beasiswa dibuka hingga 12 Februari 2024.

    Beasiswa LPDP jenis ini berlaku bagi penyandang disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, disabilitas sensorik, dan disabilitas ganda atau multi. Program yang bisa dipilih dalam beasiswa jenis ini yakni S2 dan S3 satu gelar (single degree/joint degree) atau dua gelar (double degree).

    Sama seperti jenis beasiswa LPDP lainnya, beasiswa LPDP penyandang disabilitas mempunyai tujuan kampus dalam dan luar negeri. Mengutip laman LPDP, berikut informasinya:

    Komponen Dana LPDP 2024

    1. Dana Pendidikan

    • Dana pendaftaran
    • Dana SPP/tuition fee/uang kuliah tunggal
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis/disertasi
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
    • Biaya pendukung pendamping penerima beasiswa kelompok penyandang disabilitas

    Persyaratan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024

    • WNI
    • Menyelesaikan studi D4/S1 untuk pendaftar S2, menyelesaikan S2 untuk pendaftar S3 atau menyelesaikan D4/S1 untuk pendaftar langsung doktor
    • Lulusan D4/S1 yang daftar langsung doktor harus memiliki LoA dari kampus tujuan
    • Lulusan S2 tidak dapat daftar beasiswa S2, begitupun pada S3
    • Pendaftar jenjang doktor yang merupakan lulusan dokter spesialis atau dokter subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai dokter spesialis atau dokter subspesialis sebagai bukti IPK
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa daftar dengan ketentuan tertentu (baca di sini)
    • Melampirkan surat rekomendasi
    • Bagi PNS/CPNS wajib melampirkan surat rekomendasi minimal dari pejabat eselon II di tempat bekerja
    • Bagi anggota POLRI wajib melampirkan surat rekomendasi minimal dari yang membina SDM pada Mabes POLRI
    • Memilih kelas reguler (tidak berlaku untuk kelas eksekutif dan lainnya)
    • Menyetujui surat pernyataan pendaftaran
    • Menulis profil diri dan riwayat pendidikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia
    • Menulis proposal penelitian bagi pendaftar S3
    • Melampirkan hasil publikasi ilmiah/prestasi juara (jika ada)

    Daftar Kampus Tujuan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024

    1. IAIN Manado
    2. IAIN Curup
    3. IAIN Kediri
    4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
    5. ISI Denpasar
    6. ISI Surakarta
    7. ISI Yogyakarta
    8. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    9. Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas)
    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    11. Monash University Indonesia
    12. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
    13. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Semarang
    14. Politeknik Negeri Malang (UM)
    15. Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri)
    16. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
    17. Sekolah Tinggi Manajemen PPM
    18. UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi
    19. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
    20. UIN Sunan Ampel
    21. UIN Sunan Gunung Djati
    22. UIN Sunan Kalijaga
    23. UIN Syarif Hidayatullah
    24. UIN Walisongo Semarang
    25. Universitas Islam Sultan Agung
    26. Universitas Jambi (Unja)
    27. Universitas Jember (Unej)
    28. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
    29. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    30. Universitas Katolik Parahyangan
    31. Universitas Katolik Soegijapranata
    32. Universitas Komputer Indonesia
    33. Universitas Kristen Duta Wacana
    34. Universitas Kristen Satya Wacana
    35. Universitas Lambung Mangkurat
    36. Universitas Lampung
    37. Universitas Mercu Buana
    38. Universitas Muhammadiyah Malang
    39. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
    40. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
    41. Universitas Muhammadiyah Surakarta
    42. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    43. Universitas Mulawarman
    44. Universitas Multimedia Nusantara
    45. Universitas Muslim Indonesia
    46. Universitas Nasional
    47. Universitas Negeri Gorontalo
    48. Universitas Negeri Jakarta
    49. Universitas Negeri Makassar
    50. Universitas Negeri Medan
    51. Universitas Negeri Padang (UPD)
    52. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
    53. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
    54. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    55. Universitas Padjadjaran (Unpad)
    56. Universitas Pancasila
    57. Universitas Pasundan
    58. Universitas Pattimura
    59. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
    60. Universitas Pendidikan Ganesha
    61. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    62. Universitas Pertahanan (Unhan)
    63. Universitas Presiden
    64. Universitas Riau
    65. Universitas Sam Ratulangi
    66. Universitas Sanata Dharma
    67. Universitas Sebelas Maret
    68. Universitas Sriwijaya
    69. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
    70. Universitas Sumatera Utara
    71. Universitas Surabaya
    72. Universitas Syiah Kuala
    73. Universitas Tadulako
    74. Universitas Tanjungpura
    75. Universitas Tarumanagara
    76. Universitas Telkom
    77. Universitas Terbuka
    78. Universitas Trisakti
    79. Universitas Trunojoyo
    80. Universitas Udayana
    81. Universitas Widyatama

    Daftar tersebut adalah kampus yang bisa dipilih pendaftar beasiswa LPDP untuk program S2. Informasi pilihan prodi S2 dan daftar kampus tujuan S3 bisa dilihat DI SINI ya.

    (cyu/nwk)


    Sumber : www.detik.com

  • Suntikan Dana Buat LPDP Mau Disetop, DPR Buka Suara



    Jakarta

    Pemerintah mengkaji opsi penghentian alokasi anggaran untuk dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 20 triliun setiap tahun. Dana yang terkumpul kini hampir mencapai Rp 140 triliun.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan “suntikan” untuk dana abadi tersebut berasal dari anggaran pendidikan yang besarnya 20 % dari anggaran belanja negara dalam APBN.

    “Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya seperti dikutip dari detikFinance beberapa waktu lalu.


    Ia menambahkan,”Jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.”

    Dana tersebut akan dialihkan ke pengembangan riset sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Adapun penyaluran Beasiswa LPDP tetap berlanjut menggunakan dana abadi sebesar Rp136 triliun.

    “LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

    Menanggapi hal ini, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, memberikan pendapatnya. Menurutnya, dana bisa dialihkan untuk mengentaskan isu lain dalam ranah pendidikan. Salah satunya isu pengangkatan guru honorer.

    “Tidak apa-apa yang tadinya untuk dana abadi LPDP dialihkannya untuk menyelesaikan isu-isu hukum pokok pendidikan. Salah satunya adalah menuntaskan agenda pengangkatan guru honorer,” ujarnya kepada detikEdu, Jumat (19/1/2024).

    Selain itu, dana yang dialihkan bisa juga menangani infrastruktur pendidikan. Menurutnya, fasilitas pendidikan perlu menjadi sorotan.

    “Bisa untuk infrastruktur, karena PR kita juga infrastruktur pendidikan kita, sarana-prasarananya kan masih memprihatikan juga,” jelasnya.

    Sampai Kapan Penghentian APBN Buat LPDP Akan Berlangsung?

    Syaiful mengaku belum mengetahui persis waktu pengalihan dana tersebut. Namun ia mendorong perlunya perhitungan yang matang. “Apakah selama ini manfaat dari Rp136 triliun yang itu untuk pemberian beasiswa apakah dirasa cukup? Atau sebenarnya masih kurang?” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia meyakini pemerintah perlu menjelaskan skema beasiswa secara terbuka kepada masyarakat. “Saya kira perlu disambungkan. Sambungkan secara terbuka pada publik, baru nanti publik dan kita bisa menghitung,” ujarnya.

    LPDP Sudah Menyediakan Dana Riset

    LPDP sendiri telah mengadakan skema dana riset berupa Riset Inovatif Produktif atau RISPROS. Syaiful mengungkapkan apabila pengalihan dana diberikan untuk riset maka akan terjadi redundant.

    “Kalau Pak Presiden bilangnya mau dialihkan ke riset itu, itu redundan,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    “Saya kira pihak LPDP dan Kemenkeu perlu menjelaskan kepada Pak Presiden itu bahwa sebenarnya di LPDP sudah ada (dana) riset,” ujarnya.

    Mengenai posisi Komisi X tentang penghentian alokasi dana LPDP ini, Syaiful menegaskan agar pemerintah perlu memberi penjelasan terlebih dahulu.

    “Baru kita akan bersikap mendukung atau tidak. Karena saya merasa alokasi dana itu belum perlu untuk disetop karena kebutuhan kita untuk memberikan biaya bahkan harus ditingkatkan, dan saya merasa dengan sekarang yang ada ini belum memenuhi target,” pungkasnya.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Wacana Beasiswa LPDP Dihentikan Sementara, Dana Dialihkan untuk Bidang Ini



    Jakarta

    Akhir-akhir ini, ramai wacana mengenai Beasiswa LPDP yang akan dihentikan sementara. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan pemerintah akan mengkaji ulang mengenai penghentian ini.

    Diketahui, pemerintah telah menganggarkan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Adapun sekitar Rp20 triliun digelontorkan untuk LPDP.

    “Mungkin kita setop dulu. Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” katanya dalam CNN Indonesia dikutip Kamis (18/1/2024).

    Muhadjir menyebut dana itu akan dialihkan ke pengembangan riset. Hal itu sejalan dengan amanat Presiden Jokowi untuk meningkatkan dana riset.


    “Kan setiap tahun dari 20% anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp 20 triliun di dalam dana abadi sekarang numpuk sekitar Rp 139 triliun. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu dana yang ada,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2024).

    Menurut Muhadjir, seluruh anggaran pendidikan di APBN bakal fokus digunakan untuk membenahi sektor pendidikan, mulai dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi.

    “Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya.

    LPDP Tetap Lanjut

    Kendati demikian, Muhadjir mengatakan beasiswa LPDP tetap berlanjut karena LPDP sebenarnya memiliki dana abadi Rp139 triliun. Dana itu diputar dan selalu menghasilkan imbal hasil. Dana imbal hasil tersebut diperkirakan cukup untuk membiayai beasiswa LPDP.

    “LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

    Perintah Presiden Jokowi

    Wacana Beasiswa LPDP dihentikan sementara bermula dari acara Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, pada 15 Januari 2024, yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo.

    Dalam forum itu, Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan pendidikan tinggi di Indonesia. Jokowi membandingkan keberpihakan Indonesia pada riset dengan berbagai negara, termasuk Vietnam.

    Jokowi ingin menambahkan dana riset. Ia memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

    “Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tetapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Dana Abadi Pendidikan Capai Rp 139 T, Suntikan Pemerintah Mau Disetop



    Jakarta

    Pemerintah sedang mengkaji opsi menghentikan alokasi untuk dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 20 triliun setiap tahun.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itu kini menyentuh angka Rp 139 triliun.

    Setiap tahun pemerintah mengalokasikan Rp 20 triliun untuk dana abadi tersebut. Dana yang disuntikkan tersebut berasal dari anggaran pendidikan yang besarnya 20 % dari anggaran belanja negara dalam APBN.


    “Kan setiap tahun dari 20% anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp 20 triliun di dalam dana abadi sekarang numpuk sekitar Rp 139 triliun. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu dana yang ada,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2024).

    Anggaran Bakal Fokus untuk Sektor Pendidikan

    Menurut Muhadjir, seluruh anggaran pendidikan di APBN bakal fokus digunakan untuk membenahi sektor pendidikan, mulai dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi.

    “Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya.

    Ia menambahkan,”Jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.”

    Kementerian Keuangan telah menetapkan belanja negara pada APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun. Adapun alokasi anggaran pendidikan tahun ini senilai Rp 665 triliun untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

    Tujuan Membangun SDM Indonesia yang Unggul

    Pada puncak acara LPDP Festival Tahun 2023 yang digelar Kamis (3/8/2023) lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan dana yang dialokasi pemerintah untuk LPDP saat ini meningkat signifikan menjadi Rp 139 triliun dari sebelumnya Rp 15 triliun di tahun 2015.

    Sovereign wealth fund di sektor pendidikan ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkualitas, yang menjadi kunci memenangkan persaingan dengan negara lain.

    “Sejak 2019, saya sudah perintahkan ke Ibu Menteri Keuangan, minimal satu tahun itu 20 (triliun rupiah) harus dimasukkan ke LPDP, 20 (triliun rupiah) masukkan ke LPDP, punya uang banyak masukkan LPDP, karena SDM inilah nanti kita bisa bersaing atau tidak bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ucapnya.

    Peningkatan kualitas SDM tersebut, lanjut presiden, sangat penting karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang nanti di tahun 2030 sebanyak 68,3 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Bonus demografi tersebut, kata Presiden biasanya hanya terjadi sekali dalam sejarah peradaban sebuah negara.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    (pal/faz)



    Sumber : www.detik.com