Tag: luar negeri

  • Ada Beasiswa Kuliah Gratis di Korea, Dapat Uang Saku hingga Asrama!



    Jakarta

    Buat kamu yang bercita-cita kuliah di Korea Selatan, ada kabar baik! Gwangju Institute of Science and Technology (GIST) kembali membuka pendaftaran beasiswa hingga 2 Oktober 2025 mendatang. Apa saja syaratnya?

    Beasiswa yang dibuka merupakan program Magister (S2) dan Doktor (S3) dengan skema bantuan finansial yang super lengkap. Beasiswa ini berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru Spring 2026 dan bisa jadi kesempatan emas buat kamu yang ingin riset sekaligus menikmati pengalaman studi internasional di Negeri Ginseng.

    Apa Saja yang Ditanggung Beasiswa GIST?

    Menurut laman resminya, beasiswa GIST memberikan dukungan finansial menyeluruh bagi mahasiswa internasional. Berikut fasilitas yang bisa didapat:


    1. Biaya kuliah penuh sebesar 3.607.000 won/semester atau sekitar Rp 42.543.158 (gratis biaya kuliah, hanya biaya pendaftaran 680.000 won dibebankan ke mahasiswa baru, dengan kemungkinan pengecualian).

    2. Tunjangan bulanan:
    Magister: 140.000 won/bulan (sekitar Rp 1.651.245)
    Doktor: 295.000 won/bulan (sekitar Rp 3.479.409)
    Tunjangan makan: ~100.000 won/bulan (sekitar Rp 1.179.586)
    Tambahan tunjangan internasional: 120.000 won/bulan atau sekitar Rp 1.415.503 (dengan IPK ≥ 3,0 dari 4,5).

    3. Asisten Peneliti (bagi yang mengikuti proyek penelitian):
    Magister: rata-rata 6.400.000 won/tahun (sekitar Rp 75.483.072)
    Doktor: rata-rata 13.740.000 won/tahun (sekitar Rp 162.052.720)

    4. Akomodasi kampus, tersedia asrama single maupun double, serta apartemen untuk mahasiswa menikah.

    5. Biaya bulanan mulai dari 80.000-185.000 won (Rp 943.634-Rp 2.182.154), dengan deposit tertentu.

    6. Asuransi kesehatan, didukung 60% dari Asuransi Kesehatan Nasional Korea + pemeriksaan kesehatan tahunan.

    7. Penggantian tiket pesawat berlaku sekali jalan menuju Korea (hanya untuk pertama kali kedatangan).

    Syarat Pendaftaran

    1. Memiliki atau akan memiliki gelar terakhir sebelum perkuliahan dimulai (Januari 2026 untuk Spring admission).
    2. Bukan warga negara Korea (termasuk mereka dengan kewarganegaraan ganda).
    3. Melengkapi semua dokumen sesuai panduan pendaftaran.

    Jadwal Pendaftaran

    Periode aplikasi online: 2 September 2025 (10:00 KST) – 2 Oktober 2025 (17:00 KST)
    Pengumuman hasil seleksi: mengikuti jadwal resmi GIST

    Link pendaftaran online: https://service.gist.ac.kr/admission/graduate/foreigner

    Sebagai informasi, penting untuk membaca dengan cermat Admission Guide sebelum mendaftar. Dalam hal ini, tidak ada toleransi untuk pengiriman dokumen terlambat.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa S2-S3 GIST bisa cek DI SINI.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Ingin Lanjut S2-S3 di Luar Negeri? Ini 5 Beasiswa yang Bisa Dicoba


    Jakarta

    Apakah melanjutkan studi di luar negeri adalah salah satu impian detikers? Jika demikian, berikut ini ada beberapa beasiswa S2 dan S3 di luar negeri yang bisa dicoba.

    Kuliah pascasarjana di luar negeri biasanya lebih merogoh kocek dibandingkan kuliah di dalam negeri. Namun, lewat beberapa beasiswa ini detikers bisa melanjutkan kuliah S2 atau S3 di luar negeri secara gratis dan fully funded.

    Apa saja beasiswa tersebut? Mengutip arsip detikEdu, inilah beberapa beasiswa S2-S3 luar negeri yang masih bisa dicoba selama bulan Desember 2023 ini? Yuk cek!


    Beasiswa Kuliah Luar Negeri yang Masih Buka Desember 2023

    1. Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP)

    Beasiswa IASP ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S3, khususnya dosen-dosen perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian, Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Pendaftaran beasiswa bisa dilakukan hingga 1 Maret 2024. Beasiswa ini terbilang cukup ketat karena kuota yang disediakan hanya untuk 15 calon mahasiswa saja. Untuk mendaftar, detikers bisa membuka laman https://beasiswadosen.kemdikbud.go.id

    2. Higher Education Stipendium Hungaricum 2024/2025

    Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Hungaria ini dapat menunjang bantuan kuliah bagi detikers yang ingin melanjutkan studi S1, S2, atau S3. Tentunya, kampus tujuan yang bisa dipilih adalah yang berada di negara tersebut.

    Bantuan yang diterima mahasiswa berupa biaya kuliah, tunjangan hidup sebesar HUF 43.700 per bulan, biaya akomodasi, dan asuransi kesehatan. Informasi lengkap dan pendaftaran bisa mengakses laman https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ terakhir 15 Januari 2024.

    3. Gates Cambridge 2024

    Sesuai dengan nama beasiswa, bantuan kuliah S1, S2, dan S3 ini disediakan oleh Bill Gates yang bekerja sama dengan University of Cambridge. Penerima beasiswa dapat berkuliah di kampus tersebut dengan bantuan mencapai Rp 384 juta per tahun.

    Pilihan program dalam beasiswa ini terdiri dari undergraduate degree, part time degree, dan masih banyak lagi. Pendaftaran beasiswa ini dibuka mulai 4 September 2023 – 4 Januari 2024 lewat laman https://www.gatescambridge.org/programme/the-scholarship/.

    4. Doha Institute for Graduate Studies

    Beasiswa satu ini akan memberikan kesempatan bagi detikers untuk menempuh pendidikan di negara Timur Tengah yakni Qatar. Bantuan kuliah ini berlaku bagi seluruh warga di dunia yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dengan pembiayaan fully funded.

    Berbagai program studi tersedia di kampus ini mulai dari sosiologi, jurnalistik, kebijakan publik, dan lainnya. Jika tertarik, detikers bisa mendaftar paling lambat 15 Januari 2024 melalui laman https://www.dohainstitute.edu.qa/.

    5. DAAD EPOS Natural Resources Management and Development

    Beasiswa ini bisa dicoba oleh detikers yang ingin menimba ilmu di negeri China. DAAD EPOS Natural Resources Management and Development ini berlaku bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang Magister atau S2.

    Masa pendaftaran beasiswa ini masih cukup lama yaki ditutup pada Maret 2024. Untuk informasi selengkapnya bisa detikers dapatkan melalui laman https://www2.daad.de/deutschland/studienangebote/international-programmes/en/detail/4189/.

    Itu dia lima beasiswa S2-S3 luar negeri yang masih bisa dicoba selama bulan Desember 2023. Kalau detikers tertarik daftar beasiswa apa nih?

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / nathan dumlao
  • Syarat TOEFL LPDP 2024 Lengkap S2-S3 Dalam dan Luar Negeri, Mana Paling Tinggi?


    Jakarta

    Beasiswa LPDP Tahap 2 bakal dibuka pada 19 Juni. Sebagai persiapan, calon awardee wajib tahu syarat TOEFL LPDP 2024.

    TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing. Tes ini diperlukan untuk mendaftar masuk universitas atau beasiswa ke Amerika dan negara lainnya.

    Selain TOEFL, kamu juga bisa mendaftarkan sertifikat PTE Academic atau tes bahasa Inggris berbasis komputer, dan IELTS. Meski sama-sama merupakan ujian kemampuan bahasa Inggris, IELTS (International English Language Testing System) ditujukan bagi negara-negara persemakmuran, seperti Inggris dan Australia.


    Tak sekedar melampirkan sertifikat TOEFL, PTE Academic, atau IELTS, pendaftar juga wajib memenuhi skor minimum. Bagaimana syarat TOEFL LPDP 2024 dan ujian kemampuan bahasa Inggris lainnya? Simak berikut ini seperti dilansir dari laman resminya.

    Syarat TOEFL, PTE Academic, dan IELTS LPDP 2024

    Program Magister

    1. Skor Minimal Program Magister Dalam Negeri

    – TOEFL ITP 500

    – TOEFL iBT 61

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Skor Minimal Program Magister Luar Negeri

    – TOEFL iBT 80

    – PTE Academic 58

    – IELTS 6,5.

    Program Doktor

    1. Skor Minimal Program Doktor Dalam Negeri

    – TOEFL ITP 530

    – TOEFL iBT 70

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Skor Minimal Program Doktor Luar Negeri

    – TOEFL iBT 94

    – PTE Academic 65

    – IELTS 7,0

    Dokumen Pendaftaran LPDP 2024

    1. Biodata diri
    2. Kartu tanda penduduk
    3. Ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus
    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi
    5. Transkrip nilai S1/S2
    6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kemendikbduristek
    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
    8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku
    9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi
    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit

    Jadwal LPDP 2024 Tahap 2

    Pendaftaran: 19 Juni 2024

    Seleksi administrasi: 22 Juli 2024

    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024

    Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024

    Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024

    Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024

    Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024

    Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024

    Seleksi substansi: 10 September 2024

    Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itu dia syarat TOEFL LPDP 2024 baik magister atau doktor dalam dan luar negeri. Apakah skor detikers sudah sesuai?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2 LPDP ke Australia Masih Dibuka hingga 5 Mei 2025, Cek Syaratnya


    Jakarta

    Beasiswa LPDP ke kampus-kampus Australia masih dibuka pendaftarannya hingga 5 Mei 2025 mendatang. Bagi kamu yang ingin kuliah di Australia bisa cek syaratnya di bawah ini.

    Beasiswa yang dimaksud yakni program pendanaan bersama antara LPDP dan Australia Awards Scholarships (AAS). Beasiswa LPDP-AAS 2025 ini memberi kesempatan studi program master (S2) pada 22 perguruan tinggi di Australia.

    Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk CPNS/PNS. Namun, tidak dibuka untuk TNI/POLRI.


    Skema Beasiswa LPDP-AAS 2025

    1. Ditujukan untuk studi jenjang master satu gelar (single degree) dengan masa studi selama 24 (dua puluh empat) bulan.

    2. Program studi mencakup bidang blue economy, green/renewable economy, dan digital/information technology sesuai daftar perguruan tinggi dan bidang.

    3. Pendaftar beasiswa mengikuti proses pendaftaran dan seleksi beasiswa pada aplikasi pendaftaran LPDP. Selanjutnya, pendaftar Beasiswa LPDP-AAS akan didaftarkan oleh Tim AAI pada perguruan Tinggi tujuan studi pada saat telah dinyatakan lulus seleksi.

    4. Pendaftar tidak disyaratkan mengunggah dokumen LoA unconditional dari perguruan tinggi tujuan, dan dapat memilih 3 (tiga) universitas/prodi tujuan studi.

    Cakupan Bantuan Dana

    1. Dana pendidikan: Tuition fee, dana pendaftaran, dana tunjangan buku, dana penelitian tesis, dana seminar internasional (di supplementary academic support), dan dana publikasi jurnal internasional.

    2. Dana pendukung: Dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi, kesehatan, dana kedatangan, dana hidup bulanan, dana lomba internasional, dan dana keadaaan darurat (jika diperlukan.

    3. Dana tambahan (sepanjang memenuhi kriteria): Pre-course departure training, dana dukung disabilitas, introductory academic program, medical check-up saat pembuatan visa, dan supplementary academic support, dan reunion airfare.

    Persyaratan Beasiswa LPDP-AAS 2025

    1. Warga Negara Indonesia.

    2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1).

    3. Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa magister.

    4. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.

    5. Beasiswa hanya untuk program master pada program studi bidang blue economy, green/renewable energy, dan digital/ information technology sesuai daftar perguruan tinggi dan bidang studi yang ditentukan LPDP.

    6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar yaitu paling tinggi berusia 42 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran.

    7. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran. Profil diri ditulis dalam bahasa Inggris.

    8. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Essay ditulis dalam bahasa Inggris.

    9. Mengunggah dokumen indeks prestasi kumulatif (IPK) dengan ketentuan indeks prestasi kumulatif (IPK) pada jenjang studi sebelumnya (diploma empat/D4 atau sarjana/S1) sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4,00 atau yang setara yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir.

    10. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (3 Juni 2025). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – PTE Academic 58 (tanpa skor keterampilan komunikasi kurang dari 50),

    – TOEFL iBT® 84 (dengan minimal 21 di semua sub-tes), atau

    – IELTS™ 6,5 (tanpa band kurang dari 6,0).

    Untuk syaratnya selengkapnya bisa cek DI SINI.

    Cara Mendaftar Beasiswa LPDP-AAS 2025

    – Mendaftar secara online pada situs Pendaftaran Beasiswa LPDP: https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/.

    – Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran.

    – Pastikan melakukan submit tepat waktu pada aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.

    – Pengisian profil diri, sssay, dan surat rekomendasi pada aplikasi ditulis dalam bahasa Inggris.

    Proses seleksi beasiswa LPDP-AAS 2025, sebagai berikut:

    – Pendaftaran seleksi: 18 Februari-5 Mei 2025

    – Seleksi administrasi: 6-22 Mei 2025

    – Pengumuman hasil seleksi administrasi: 23 Mei 2025

    – Seleksi substansi I (proses shortlisted peserta wawancara): 4-16 Juni 2025

    – Pengumuman shortlisted peserta seleksi substansi I: 17 Juni 2025

    – Seleksi substansi II (pelaksanaan wawancara): 1- 4 Juli 2025

    – Pengumuman hasil seleksi substansi II: 18 Juli 2025

    – Periode perkuliahan: Januari 2026

    Itulah informasi mengenai beasiswa LPDP-AAS 2025. Bagi detikers yang ingin mendaftar, semoga beruntung, ya!

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa D3-S1 yang Buka pada Mei 2025, Tujuan Dalam & Luar Negeri


    Jakarta

    Pada awal Mei 2025, pemerintah meluncurkan berbagai beasiswa kuliah D3-S1. Pengadaan beasiswa ini tentunya dibutuhkan oleh lulusan SMA/SMK yang akan menapaki dunia kampus mulai tahun ini.

    Baik dari kementerian maupun pemerintah daerah, punya masing-masing skema beasiswa. Cakupannya pun luas, ada yang berlaku untuk kampus dalam negeri maupun luar negeri.

    Ada beasiswa apa saja? Mengutip laman resmi masing-masing beasiswa, berikut daftar beasiswa D3-S1 untuk kuliah di dalam dan luar negeri.


    Beasiswa D3-S1 Dalam & Luar Negeri yang Buka Mei 2025

    1. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) menyediakan bantuan pendidikan gratis untuk jenjang S1, S2, dan S3. Pendaftaran beasiswa sudah dibuka sejak 1 April dan ditutup pada 31 Mei 2025.

    Skema pembiayaan BIB adalah fully funded sehingga awardee dapat berkuliah secara gratis. Beasiswa yang dikelola oleh Kementerian Agama ini diperuntukkan siswa, santri, mahasiswa, guru, dosen, ustadz maupun tenaga kependidikan.

    Selain mendapatkan pembebasan biaya kuliah, penerima BIB akan memperoleh biaya hidup bulanan, uang asuransi, dana darurat, settlement allowance, biaya transportasi, biaya program, dan biaya pendukung lainnya.

    2. Beasiswa Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun ini meluncurkan Beasiswa Garuda untuk jenjang D4/S1 ke luar negeri. Gelombang 2 pendaftaran beasiswa ini masih dibuka hingga 24 Mei 2025.

    Lewat Beasiswa Garuda, mahasiswa dibebaskan uang SPP dan uang pendaftaran kuliah. Selain itu, awardee diberikan uang transportasi, uang visa, asuransi kesehatan, uang hidup bulanan, dan dana darurat.

    Salah satu syarat yang harus diperhatikan pelamar beasiswa ini adalah Letter of Acceptance atau bukti sudah diterima di suatu kampus. Untuk syarat lengkapnya bisa dilihat di SINI.

    3. Beasiswa Cendekia Baznas Albukhary International University

    Beasiswa Cendekia Baznas Albukhary International University (BCB AIU) baru dibuka pada 1 Mei 2025 lalu. Pendaftarannya akan ditutup pada 20 Mei 2025.

    Beasiswa ini menyediakan biaya pendidikan gratis kuliah S1 di Albukhary International University, Malaysia. Komponen beasiswa terdiri atas biaya pendidikan, tunjangan bulanan, asrama, biaya jaminan, akomodasi perjalanan, dan visa.

    Namun, beasiswa ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang punya latar belakang ekonomi kurang mampu. Untuk mengetahui persyaratan lebih lengkap bisa dilihat di SINI.

    4. Beasiswa Al-Azhar, Kairo, Mesir

    Kementerian Agama (Kemenag) pada awal Mei 2025 baru saja mengumumkan beasiswa S1 ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Beasiswa ini bisa dicoba oleh lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, dan satuan pendidikan yang memenuhi kriteria.

    Periode pendaftaran cukup singkat yakni selama 1-9 Mei 2025. Dalam proses seleksinya, pelamar beasiswa akan mengikuti ujian Computer Based Test (CBT), sehingga bagi detikers yang berminat harus menyiapkan diri mulai sekarang.

    Selain itu, kandidat terpilih akan diwawancara oleh panitia dalam segi pengetahuan umum dan Islam. Ketentuan dan teknis lengkapnya bisa dilihat di SINI.

    5. Beasiswa Kepri

    Beasiswa Kepri disediakan oleh Pemerintah Kepulauan Riau untuk mahasiswa yang berasal dari daerahnya. Ada berbagai jenis beasiswa Kepri yakni beasiswa D3 Prestasi, D3 Tidak Mampu, D4/S1 Prestasi, D4/S1 Tidak Mampu dan D4/S1 Prestasi.

    Besar beasiswa untuk jenjang D3, D4 dan S1 ini sebesar Rp2,5 juta. Syarat untuk daftar beasiswa ini mahasiswa minimal berada di semester 6 untuk D3 dan semester 8 untuk D4/S1.

    Pendaftaran Beasiswa Kepri berlaku selama 2 Mei sampai 7 Juni 2025. Informasi lebih lanjut bisa ditinjau di SINI.

    Itulah informasi daftar beasiswa yang buka selama Mei 2025 ini. Selamat mencoba, detikers!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Kuliah Gratis di Thailand, Dapat Uang Saku 10 Ribu Baht per Bulan!


    Jakarta

    Kabar gembira buat detikers yang bercita-cita kuliah ke luar negeri! Sirindhorn International Institute of Technology, (SIIT), Thammasat University, Thailand, membuka program beasiswa kuliah penuh untuk pelajar internasional termasuk Indonesia. Pendaftaran dibuka hingga 30 September 2025 mendatang.

    Beasiswa yang dibuka SIIT yaitu program pascasarjana untuk S2 (2 tahun) dan S3 (3 tahun). Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa asing berprestasi atau Excellent Foreign Students/EFS (Tipe B).

    Dikutip dari laman resmi SIIT, jumlah kuotanya mencapai 10 orang (beasiswa berkelanjutan) untuk periode perkuliahan semester 2/2025 (mulai Januari 2026).


    Apa Saja Jurusannya?

    Bidang studi yang ditawarkan cukup luas, mulai dari teknik hingga manajemen. Berikut daftarnya.

    Teknik Biokimia / Biokimia
    Teknik Kimia / Kimia
    Teknik Sipil
    Teknik Komputer / Sains
    Teknik Elektro
    Teknik Mesin
    Teknik Material / Sains / Teknologi
    Teknik Industri dan Sistem Logistik
    Teknik Lingkungan / Sains / Teknologi / Manajemen
    Teknik Digital
    Teknik Logistik dan Sistem Rantai Pasok
    Manajemen Teknik
    Teknologi Energi / Manajemen
    Teknologi Manajemen
    Fasilitas Beasiswa

    Cakupan Beasiswa SIIT S2-S3

    Penerima beasiswa akan mendapat berbagai dukungan penuh, di antaranya:

    – Bebas biaya kuliah & dukungan tesis penuh.
    – Uang saku bulanan 10.000 Baht atau setara lima juta rupiah.
    – Tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi (maksimal 20.000 Baht).
    – Biaya tambahan seperti visa & tes bahasa Inggris (maksimal 10.000 Baht).
    – Asuransi kesehatan & kecelakaan.
    – Wajib tinggal di asrama SIIT minimal 12 bulan.

    Syarat untuk Mendaftar Beasiswa

    Nah, biar bisa lolos seleksi, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi:

    1. Bukan warga negara Thailand.
    2. Punya prestasi akademik sangat baik (lebih diutamakan jika masuk 20% teratas di kelas).
    3. Menyertakan 2 surat rekomendasi dari dosen/penasehat akademik (pakai email resmi institusi, bukan email pribadi).
    4. Sehat jasmani dan berperilaku baik.
    5. Tidak sedang menerima beasiswa lain.

    Untuk proses pendaftaran secara online, harap menyiapkan dan melampirkan dokumen persyaratan dalam bentuk berkas elektronik (format Jpeg., Jpg., PDF.) sebagai berikut:

    1. Pernyataan tujuan (Setidaknya satu halaman pernyataan tujuan)
    2. Curriculum Vitae (CV) atau resume
    3. Transkrip resmi atau transkrip terkini:
    a. Untuk aplikasi gelar Master
    – Transkrip gelar sarjana dengan IPK minimal 2,75

    b. Untuk aplikasi gelar Doktor
    – Transkrip gelar Sarjana, dan transkrip gelar Magister dengan IPK. 3,50
    4. Sertifikat tes kemampuan bahasa Inggris sebagai berikut (jika ada):
    SIIT-EPT 65+ atau
    TOEFL (IBT 32+) atau IBT (Home Edition 32+) atau (ITP 433+) atau
    TOEFL Institusional 433+ atau
    IELTS 4.5+ atau
    TU-GET (PBT 400+, atau CBT 32+) atau
    TOEIC 600+

    5. Kartu Tanda Penduduk atau Paspor
    6. Karya tulis penelitian, publikasi atau sertifikat (jika ada)
    7. Foto terbaru (ukuran 1 x 1,5 inci sebagai jpeg saja)

    Penerima beasiswa juga harus mempertahankan IPK minimal 3,25, menunjukkan kemajuan riset setiap semester, dan ikut membantu kegiatan kampus selama 30 jam per semester.

    Kabar baiknya, kamu bisa daftar program ini tanpa perlu langsung melampirkan nilai tes kemampuan bahasa Inggris. Tapi, kalau sudah resmi diterima di SIIT, Universitas Thammasat, kamu wajib menyerahkan hasil tes bahasa Inggris di semester pertama. Apabila syarat ini nggak dipenuhi tepat waktu, status mahasiswa kamu bisa langsung dibatalkan.

    Jadwal Seleksi Beasiswa SIIT

    Pendaftaran: 1 – 30 September 2025
    Pengumuman hasil seleksi: 31 Oktober 2025

    Cara Pendaftaran Online

    1. Daftar di laman resmi SIIT
    2. Klik untuk aplikasi online program minat anda
    3. Login untuk memeriksa aplikasi online
    4. Kamu akan mendapatkan kata sandi untuk login pertama lewat email saat proses masuk.
    5. Pastikan cek emailmu dan pastikan alamatnya sama dengan yang dipakai saat registrasi.

    Untuk panduan cara daftar secara lebih lengkap bisa cek DI SINI.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa SIIT bisa cek di laman https://graduateadmission.siit.tu.ac.th/. Semoga bermanfaat detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com