Tag: lulusan

  • Cek! Ada Beasiswa Apoteker, Bidan, Fisioterapi, Gizi, Perawat, & Psikolog Klinis



    Jakarta

    Ada pendaftaran Beasiswa Djitu Profesi dibuka Yayasan Khouw Kalbe hingga 25 Agustus 2024 mendatang. Detikers yang ingin menempuh pendidikan profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat (ners), dan psikologi klinis bisa mendaftar.

    Dikutip dari panduan resminya, Beasiswa Djitu Profesi bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan dari daerah-daerah terpencil di Indonesia. Diharapkan para penerima beasiswa nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas sesuai dengan keahliannya.

    Lulusan pendidikan profesi dengan jenis beasiswa Djitu ini juga diharapkan mengurangi kesenjangan distribusi tenaga kesehatan di penjuru Indonesia dengan penguatan kualitas tenaga kesehatan di daerah terpencil.


    Beasiswa Djitu Profesi terdiri dari komponen beasiswa pendidikan hingga Rp 10 juta per semester dan dana penunjang pengembangan kapasitas dan pembekalan pembimbing sebesar Rp 1,2 juta per semester. Penerima beasiswa juga akan menjalani program pengembangan kapasitas, mentoring, dan pengabdian masyarakat.

    Beasiswa Djitu Profesi 2024

    Syarat Pendaftaran

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Perempuan
    3. Usia 22 – 27 tahun
    4. Berasal dari 20 target provinsi, dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP)
    5. Lulusan S1 atau sarjana terapan (D4)
    6. Indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.50 dari skala 4, dibuktikan dengan ijazah dan transkrip atau pendaftar sedang melanjutkan studi profesi (on-going) maksimum semester 1 pada program Profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat dan psikologi klinis
    7. Memiliki jiwa kepemimpinan, inovatif serta komitmen tinggi untuk berkontribusi positif dalam mengembangkan sumber daya di daerahnya

    Syarat Tulisan dan Video

    1. Esai motivasi mengikuti Beasiswa Djitu Profesi dan rencana kontribusi pascastudi sepanjang 350 – 500 kata
    2. Video durasi maksimal 2 menit dengan ketentuan:
      – Menjawab pertanyaan: Siapa kamu dan hal apa yang dapat kamu kontribusikan ke daerahmu setelah studi?
      – Berisi konten informatif, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, dan politik.
      – Video dapat dibuat dengan perangkat apapun, baik kamera, handycam, smartphone, dan lain-lain.
      – Unggah video ke Instagram, TikTok, YouTube, atau yang lain
      – Tag akun @yayasankhouwkalbe
      – Gunakan hashtag #YayasanKhouwKalbe #YKK #BeasiswaDJITUProfesi #DJITUProfesi2024
      – Pastikan akun media sosial yang dipakai untuk mengunggah video tidak dikunci dan dapat diakses oleh Yayasan Khouw Kalbe.
    3. Video yang diikutsertakan dalam proses seleksi menjadi hak milik Yayasan Khouw Kalbe dan dapat digunakan sepenuhnya atau sebagian dan tidak terbatas pada seleksi kepesertaan, publikasi di media sosial, dengan mencantumkan sumber video.

    Syarat Daerah

    Pendaftar wajib berasal dari salah satu target provinsi pada program beasiswa ini dibuktikan dengan KTP. Berikut daftarnya:

    1. Kalimantan Barat
    2. Kalimantan Tengah
    3. Kalimantan Timur
    4. Kalimantan Selatan
    5. Kalimantan Utara
    6. Nusa Tenggara Timur (NTT)
    7. Nusa Tenggara Barat (NTB)
    8. Gorontalo
    9. Sulawesi Barat
    10. Sulawesi Tengah
    11. Sulawesi Tenggara
    12. Sulawesi Utara
    13. Maluku
    14. Maluku Utara
    15. Papua
    16. Papua Barat
    17. Papua Barat Daya
    18. Papua Selatan
    19. Papua Tengah
    20. Papua Pegunungan

    Target Bidang Studi

    1. Apoteker
    2. Bidan
    3. Fisioterapi
    4. Gizi
    5. Perawat (NERS)
    6. Psikologi klinis

    Jadwal Beasiswa

    • Pendaftaran: 6-25 Agustus 2024
    • Seleksi administrasi: 1-15 September 2024
    • Pengumuman hasil administrasi: 16 September 2024
    • Seleksi tes wawancara: 17-30 September 2024
    • Pengumuman tes wawancara: 1 Oktober 2024
    • Registrasi ulang: 2-13 Oktober 2024
    • Proses onboarding: 14-25 Oktober 2024
    • Orientasi: 26 Oktober 2024

    Ketentuan Beasiswa

    1. Diberikan selama menjadi mahasiswa, maksimal 4 semester (2 tahun).
    2. Komponen dana pendidikan meliputi:
      – Sumbangan pengembangan institusi (SPI) di awal kuliah
      – SPP, SKS, atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester
      -Biaya ujian kompetensi di semester akhir.
    3. Penerima beasiswa tidak diizinkan untuk mengajukan cuti akademik dengan alasan apapun.
    4. Tidak boleh mengganti pilihan perguruan tinggi selama beasiswa berlangsung.
    5. Jika mengundurkan diri tanpa alasan yang disetujui pihak pemberi beasiswa, maka seluruh dana yang sudah diberikan wajib dikembalikan pada pemberi beasiswa paling lambat 14 hari kerja.

    Penerima beasiswa akan menanggung biaya jika lalai dalam proses pendidikan dan lain-lain, yang berdampak pada panjangnya masa studi lebih dari yang direncanakan.
    Informasi Beasiswa Djitu Profesi 2024 lebih lanjut dapat diakses di laman https://www.yayasankhouwkalbe.org atau klik di sini. Bagaimana detikers, berminat mendaftar beasiswa profesi ini?

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Harap Ada Beasiswa LPDP Padanan ke USC



    Jakarta

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi (Boy) Thohir mengumumkan beasiswa S2 Administrasi Bisnis di University of Southern California (USC) sedang buka pendaftaran dalam program TAMBA & SAMBA Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Boy berharap ke depannya beasiswa ini bisa menjadi program padanan (matching) beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Boy Thohir menjelaskan, sejak 2023, keluarga Thohir dan keluarga Soerjadjaja mengucurkan dana beasiswa masing-masing senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar) untuk 5 tahun, dengan total USD 2 juta untuk 5 tahun. Dana ini disalurkan melalui beasiswa Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA (TAMBA) Scholarship serta Soerjadjaja AUSCI MBA (SAMBA) Scholarship.

    Ia menambahkan, para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship diharapkan menjadi calon pemimpin Indonesia berwawasan internasional yang berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Namun karena keterbatasan dana, masing-masing jenis beasiswa tersebut hanya dapat membiayai 1 mahasiswa per tahun.


    “Kita komit untuk 5 tahun ke depan. Unfortunately karena mahal banget, kita cuma sanggup setahun 1 (mahasiswa); TAMBA 1, SAMBA 1. Jadi setiap tahun kita kirim 2 (mahasiswa). Selama 5 tahun, kita berharap 10 orang (mahasiswa),” ucap Boy di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Di sisi lain, ia mengatakan, pihak USC saat ini membuka peluang lebih banyak pelajar asal RI untuk kuliah di kampus swasta elite tersebut. Untuk itu, ia berharap dapat bekerja sama dengan LPDP untuk menyediakan beasiswa LPDP matching program.

    “Saya pengen–saya sebetulnya udah minta waktu ke LPDP (untuk bicara), karena kalau bisa saya berharap dari LPDP kan dana kelolaannya banyak, jadi saya berpikir kalau bisa ya apa nanti ada yang dari LPDP mungkin itu yang saya bilang matching program. Kalau misalnya kita (TAMBA & SAMBA Scholarship) kirim 2 (mahasiswa), LPDP ngirim 2 (mahasiswa),” ucap Boy.

    “Nanti kita yang bantu pengurusan (pendaftaran) di USC-nya karena USC tuh susah banget gitu loh. Jangankan yang beasiswa, kita-kita aja yang mau sekolah mau masuk, mau bayar, itu nggak gampang masuknya. Kayak ke UI, ke ITB, deh orang mau masuk, mau bayar aja kan nggak bisa gitu karena sekolahnya memang top banget,” sambungnya.

    Boy mengaku saat ini belum jadi bertemu dengan pihak LPDP. Ia berharap ada pembicaraan lanjut dengan untuk mengadakan beasiswa LPDP matching program MBA di USC.

    “Udah bicara, kemarin itu sebenernya udah mau ketemu. Tapi terus (belum jadi). Mungkin nanti minggu depan saya temuin. Tapi sebetulnya dari LPDP sendiri juga banyak yang mengirim beasiswa ke Amerika kan. Tapi belum, yang MBA ini belum nih,” ucapnya.

    “Insya Allah mungkin kalau nanti mereka bisa match gitu, paling nggak kita kirim 2 (mahasiswa), nanti LPDP kirim 2 (mahasiswa). Jadi kan bisa 4 (mahasiswa). Kalau 4 (mahasiswa), (dalam) 5 tahun kan 20 orang gitu. Saya berharap 20 orang itu yang creme de la creme dari Indonesia sehingga nanti waktu mereka kembali ke Indonesia bisa ikut bersama-sama kita membangun bangsa,” sambung Boy.

    Boy berharap beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship dan padanannya dalam beasiswa LPDP nanti mendukung generasi muda dan calon pemimpin Indonesia memiliki wawasan global sehingga bisa bersaing dengan pemuda dan pemimpin terdidik di negara tetangga.

    “Kita sebagai negara kan mau tidak mau juga competing with other countries. Terutama kita harus akuin lah bahwa salah satu yang cukup advance itu kan negara tetangga kita Singapura, udah kecil, tapi kita lihat dari susunan kabinetnya juga semua pasti itu kalau nggak dia (lulusan) Oxford, dia semua segala macam background education-nya hebat-hebat,” ucapnya.

    “Nah kita sebagai negara kan mau nggak mau harus compete sama mereka gitu. Nah jadi kita berharap tentunya ke depan ini nanti mereka-mereka yang sudah lulus (seperti itu). Bukan gimana-gimana, teman-teman bisa Google, memang kalau education sampai hari ini seluruh dunia mengakui bahwa Amerika itu leading, universitas-universitasnya itu memang hebat-hebat,” imbuhnya.

    Awardee Juga Wajib Kembali ke Indonesia

    Boy mengatakan para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship juga menerima dukungan uang kuliah penuh, tunjangan hidup, dan ongkos PP Indonesia-AS. Setelah 1 tahun studi, awardee juga wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama minimal 5 tahun seperti penerima beasiswa LPDP, jika tidak ingin kena sanksi.

    “Ada syarat harus balik. Kenapa? Karena tujuan utama kita semua atau tujuan utama saya dan Pak Edwin (Soerjadjaja), saya pengennya mereka balik, mereka bisa membangun bangsa ini gitu sama-sama. Jadi memang ada perjanjian antara kita dengan penerima beasiswa, ada perjanjian yang mengikat,” ucapnya.

    “Kalau nggak salah nanti ya mungkin ada dendanya atau segala macam, tapi intinya kita dan saya yakin mereka juga komit, karena mereka kan bukan, sorry to say, undergraduate gitu kan; yang ke sana (kuliah di luar negeri) terus nggak mau balik lagi. Ya mustinya enggak lah,” sambungnya.

    Peluang Berkontribusi di Indonesia

    Boy mengakui sejumlah kualifikasi awardee beasiswa terkadang tidak cocok dengan perusahaan di Indonesia. Namun, ia mendapati kenyataannya berbeda dengan awardee beasiswa MBA ini. Sebab, di samping sudah punya pengalaman dan posisi relatif penting di instansi dan bisnis, pelamar beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship jadi memiliki nilai tambah yang cocok sekembalinya ke Tanah Air.

    “Ini beda. Kenapa? Karena yang dikirim, contoh, batch pertama itu ada tiga orang (awardee). Dua dari Bank Mandiri, satu dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Pajak. Secara logika, pasti Bank Mandiri akan me-retain mereka karena kalau sudah 6 tahun kerja kan mungkin levelnya juga udah lumayan, bukan di bawah banget. Begitu dapat titel lebih tinggi, Master, plus pengalaman di LA selama setahun, dengan semua pola pikir yang berubah, menurut saya sudah hampir pasti Bank Mandiri dan Dirjen Pajak akan me-retain mereka,” ucapnya.

    “Yang Bang Mandiri saya bicara dengan Pak DJ gitu, Pak Dirutnya Bank Mandiri, Pak Darmawan Junedi, mereka appreciate sekali gitu, ‘Pak Boy terima kasih gini-gini nanti kalau mereka udah balik, jangan diambil ya, Pak, Bu.’ Karena menurut saya, nggak mungkin lah mereka mau melepaskan,” imbuhnya.

    Ia berharap, awardee beasiswa ini juga dapat berkontribusi sebagai bagian pemerintahan setelah menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

    “Dan saya bersyukur salah satu yang kita kirim kemarin dari Ditjen Pajak. Saya pengen nanti dari government, misanya dari selain Bank Mandiri, karena saya melihat, kenapa nggak sih nanti mungkin ada lulusan dari IBEAR yang nanti bisa balik menjadi atau berperan di regulator, di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), atau di Ditjen Pajak, atau di Kementerian Keuangan. Saya berharap bahwa future leaders ini, yang membedakannya itu, pengalaman di sana (USC) yang kita nggak dapet,” ucapnya.

    Sementara itu, Boy juga menyatakan alumni beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship yang tidak dapat kembali ke instansinya setelah lulus akan diterima berkarier di jejaring Alumni USC Indonesia (AUSCI).

    “Bila Bank Mandiri ataupun institusi-institusi lain yang berhasil mengirimkan karyawannya nggak bersedia, kita di network-nya AUSCI itu akan sangat welcome. Karena kalau istilah saya tuh, ini barang jadi nih, bukan yang masih nggak jelas gitu, kalau ini pasti akan dibutuhkan,” ucapnya.

    “Dan banyak sekali itu (alumni yang mau menerima). Nanti bisa dilihat list-nya. Mereka-mereka yang lulus dari IBEAR (MBA USC) itu semua udah jadi orang di seluruh dunia gitu,” sambung Boy.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP-AAS Buka Beasiswa S2 ke Australia, Batas Usia Pendaftar hingga 42 Tahun!



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Australia Awards Scholarship (AAS) membuka beasiswa magister (S2) ke Australia bagi warga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan berlaku hingga 13 September 2024.

    Beasiswa ini bisa dicoba oleh detikers yang tertarik melanjutkan pendidikan di bidang blue economy, green/renewable economy, dan digital/information technology. Mengutip laman LPDP, ada sebanyak 22 perguruan tinggi pilihan di Australia dalam beasiswa ini.

    Skema dari beasiswa LPDP-AAS ini bersifat co-funding. Pembiayaan yang disediakan beasiswa mencakup dana pendidikan, biaya hidup, visa, dan masih banyak lagi.


    Jika penasaran dengan beasiswa ini, simak dahulu syarat hingga cara daftarnya berikut ini!

    Komponen Pembiayaan Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Dana Pendidikan

    • Tuition fee
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis
    • Dana seminar internasional (di supplementary academic support)
    • Dana publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    3. Dana Tambahan (sepanjang memenuhi kriteria)

    • Pre-course departure training
    • Dana dukung disabilitas
    • Introductory academic program
    • Medical check-up saat pembuatan visa
    • Supplementary academic support
    • Reunion airfare

    Syarat Umum Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Warga Negara Indonesia.

    2. Lulusan diploma empat (D4) atau sarjana (S1) dan bukan lulusan magister (S2)

    3. Lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    4. Pendaftar yang pernah menempuh studi namun tidak menyelesaikan studi pada program magister dapat mendaftar Beasiswa LPDP di jenjang studi yang sama, dibuktikan dengan melampirkan surat pemberhentian /sejenisnya sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut.

    5. Melampirkan surat rekomendasi (berbahasa Inggris) yang diterbitkan paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa.

    6. Memilih Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.

    7. Beasiswa hanya diperuntukkan bagi kelas reguler atau kelas lain yang ditetapkan oleh LPDP.Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP (poin-poin terlampir).

    8. Menulis profil diri (dalam Bahasa Inggris) termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran.

    9. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (dalam Bahasa Inggris).

    10. Jika pendaftar memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi maka pendaftar mengisi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran.

    11. Beasiswa hanya untuk Program Master pada program studi bidang blue economy, green/renewable energy, dan digital/ information technology sesuai daftar perguruan tinggi dan bidang studi yang ditentukan LPDP.

    12. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar yaitu paling tinggi berusia 42 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran.

    13. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada jenjang studi sebelumnya (Diploma Empat/D4 atau Sarjana/S1) sekurang – kurangnya 3,00 pada skala 4,00 atau yang setara yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Bagi pendaftar lulusan D4 dari studi lanjutan D3, wajib menyertakan transkrip yang memuat seluruh proses studi D3 dan D4.

    14. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada dua tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (8 Oktober 2024). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (ets.org), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:
    – PTE Academic 58 (tanpa skor keterampilan komunikasi kurang dari 50),
    – TOEFL iBT® 84 (dengan minimal 21 di semua sub-tes), atau
    – IELTS™ 6,5 (tanpa band kurang dari 6,0).

    15. Melampirkan surat rekomendasi (berbahasa Inggris) yang diterbitkan paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa. Surat rekomendasi dapat disampaikan dengan dua cara:
    – Surat Rekomendasi Online Form, disampaikan dengan cara menginput data pemberi rekomendasi melalui aplikasi pendaftaran yang terdiri dari nama perekomendasi, instansi, jabatan, email aktif dan nomor handphone. Selanjutnya, LPDP akan mengirimkan email kepada perekomendasi untuk mengisikan rekomendasi yang kemudian dikirimkan (submit) kepada LPDP.
    – Surat Rekomendasi Offline Form (unggahan) yang ditandatangani oleh pemberi rekomendasi, disampaikan dengan cara mengunggah dokumen pada aplikasi pendaftaran serta mengisikan data bulan dan tahun surat tersebut diterbitkan atau ditandatangani (contoh format terlampir).

    Syarat Khusus Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) dapat mendaftar dengan ketentuan berikut:
    – Mendaftar pada program studi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda dari yang sedang ditempuh.
    – Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib membuat dan menandatangani surat pengunduran diri yang ditujukan kepada perguruan tinggi atas program studi yang sedang ditempuh serta menyampaikan surat tersebut kepada LPDP paling lambat dua pekan setelah diumumkan lulus seleksi substansi.
    – Pendaftar wajib untuk menyerahkan surat pemberhentian resmi dari program studi atau perguruan tinggi sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dan mendapat gelar sebelum pengumuman seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.

    2. Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) dokter spesialis/dokter subspesialis dapat mendaftar program magister, dengan ketentuan:
    – Pendaftar yang lulus seleksi substansi wajib menyelesaikan jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan pendaftaran ke LPDP, sebelum melakukan penandatanganan Surat Pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Pendaftar wajib menyerahkan ijazah atau surat keterangan lulus dari perguruan tinggi jenjang studi sebelumnya yang berbeda dengan pendaftaran ke LPDP, sebelum penandatanganan surat pernyataan Penerima Beasiswa.
    – Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa jika telah melebihi batas waktu penandatanganan Surat Pernyataan Penerima Beasiswa, yang telah ditetapkan oleh LPDP.

    3. Bagi pendaftar berstatus PNS dan CPNS, wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi pada saat pendaftaran beasiswa LPDP sekurang-kurangnya dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah tempat pendaftar bekerja dengan ketentuan:
    – Mengusulkan atau merekomendasikan pendaftar untuk mengikuti program beasiswa LPDP.
    – Mencantumkan Nama Lengkap serta Nomor Induk Pegawai (NIP) pendaftar.

    Tata Cara Daftar Beasiswa LPDP-AAS 2024

    1. Buka laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Isi data diri yang ada mulai dari nama, alamat, dan lainnya.
    3. Unggah semua dokumen yang menjadi syarat berkas.
    4. Pastikan melakukan submit tepat waktu pada formulir pendaftaran.
    5. Jangan lupa, isi profil diri, esai, dan surat rekomendasi dalam bahasa Inggris.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP-AAS 2024

    • Pendaftaran seleksi: 26 Agustus – 13 September 2024
    • Seleksi administrasi: 16 – 25 September 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 27 September 2024
    • Pengajuan sanggah: 28- 29 September 2024
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 Oktober 2024
    • Seleksi substansi I: 9 – 24 Oktober 2024
    • Pengumuman shortlisted seleksi substansi: 25 Oktober 2024
    • Seleksi substansi II: 28 Oktober – 1 November 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 14 November 2024
    • Periode perkuliahan: 2025

    Bagaimana detikers, tertarik kah daftar beasiswa ini? Yuk buruan isi formulir pendaftaran sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Mapres Poltekpel Surabaya Dapat Beasiswa Rp 100 Juta dari PELNI



    Jakarta

    PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyalurkan bantuan dana beasiswa senilai total Rp 100 juta bagi 10 mahasiswa berprestasi di Politeknik Pelayaran Surabaya. Tak hanya menerima beasiswa, mahasiswa tersebut juga sekaligus diterima sebagai calon pegawai laut di PT PELNI (Persero).

    Diketahui pemberian beasiswa dilakukan oleh Kepala Cabang PELNI Surabaya Marthin Heryanto bersama Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono saat Wisuda dan Pelepasan Perwira Transportasi Laut di Kampus Poltekpel Surabaya, Kamis (19/9). Marthin mengatakan pemberian beasiswa ini dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2024.

    “Bantuan dana beasiswa ini menjadi bentuk perhatian Manajemen PELNI dalam mengembangkan SDM berkualitas untuk memajukan transportasi laut Indonesia, sebagaimana tema Harhubnas tahun ini, Transportasi Maju, Nusantara Baru,” ujar Marthin dalam keterangan tertulis, Jumat (20/9/2024).


    “Saat melakukan seleksi untuk penerima beasiswa, kami bekerja sama dengan pihak Poltekpel Surabaya untuk sekaligus merekrut penerima beasiswa sebagai calon pegawai. Kami bangga dapat menerima lulusan Poltekpel Surabaya dan kami menunggu kontribusi terbaik yang dapat mereka berikan bagi Perusahaan,” tambah Marthin.

    Sementara itu, Vice President PELNI yang membidangi TJSL Fauziah Ferryna menambahkan penyaluran beasiswa menjadi salah satu program utama pada pilar sosial Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diwujudkan di tahun ini.

    “Fokus program pendidikan kami dengan menggandeng perusahaan pelayaran yang ada di Indonesia. Dengan begitu kami ikut berkontribusi dalam mengembangkan SDM unggul, khususnya di bidang transportasi laut,” terang Ferryna.

    Selain sosial, dia memaparkan pilar TJSL PELNI disusun atas pilar ekonomi, lingkungan, dan tata kelola hukum. Adapun keempat pilar ini mengacu kepada pilar SDG’s atau Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa dan telah diadopsi oleh Kementerian BUMN ke dalam Program TJSL di seluruh perusahaan BUMN.

    Ferryna mengatakan di tahun depan pihaknya akan terus memperluas pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di kampus-kampus pelayaran lainnya.

    “Program TJSL yang kami susun turut mendorong transformasi Perusahaan yang fokus pada integrasi bisnis, pengembangan infrastruktur logistik maritim, dan penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab,” tuturnya.

    Berikut nama-nama penerima beasiswa PT PELNI (Persero) Tahun 2024:

    1. Arya Bhismantara – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    2. Adam Andika Wisesa – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    3. Aditya Gigih Pratomo – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    4. Ihzar Haykal – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    5. Juanda Abel Aprian – Program D-III Nautika
    6. Aziz Cahya Pratama – Program D-III Nautika
    7. Junedo Hutagalung – Program D-III Teknika
    8. Ravindo Bayu Maulana – Program D-III Teknika
    9. Syifaul Jannah – Program D-IV TRPK
    10. Titania Putri Prihartono – Program D-IV TROK

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S3 di Universitas Top Singapura, Dapat Biaya Hidup Sampai Rp 32 Juta Per Bulan!



    Jakarta

    Agency For Science, Technology and Research (A*STAR) bekerja sama dengan lima universitas top Singapura resmi membuka beasiswa SINGA Singapura. Apa saja persyaratannya?

    Melansir dari laman resminya, Singapore International Graduate Award (SINGA) merupakan hasil kerja sama antara Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), Singapore University of Technology and Design (SUTD), Singapore Management University (SMU), dan Singapore Institute of Technology (SIT).

    Beasiswa ini diberikan tanpa ikatan dinas kepada mahasiswa internasional yang berminat untuk meraih gelar doktor (PhD) atau EngD dalam bidang Sains dan Teknik di Universitas Singapura.


    Mahasiswa yang berminat dapat memilih untuk mengikuti pelatihan PhD atau EngD di lembaga penelitian A*STAR, NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT. Setelah berhasil menyelesaikan riset, mahasiswa akan diberikan gelar PhD atau EngD oleh NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT.

    Beasiswa SINGA dibuka untuk Ilmu Biomedis, Ilmu Komputasi dan Informasi, Teknik dan Teknologi, dan Ilmu Fisika. Adapun pendaftaran dibuka hingga 1 Desember 2024.

    Syarat Beasiswa SINGA

    1. Terbuka untuk lulusan internasional yang memiliki minat pada penelitian
    2. Kemampuan dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan
    3. Laporan yang baik dari rekomendasi akademis

    Syarat Dokumen Beasiswa SINGA

    1. Transkrip akademik Sarjana dan/atau Magister.
    2. Dua surat rekomendasi
    3. Pelamar yang melamar ke supervisor/proyek NUS diharuskan untuk menyerahkan skor GRE dalam formulir aplikasi SINGA
    4. Untuk semua pelamar lainnya, kamu mungkin diminta oleh universitas untuk menyerahkan skor GRE yang memuaskan sebagai bagian dari persyaratan penerimaan universitas
    5. Hasil IELTS / TOEFL / SAT I & II / GATE bersifat opsional dan dapat diminta kemudian oleh universitas untuk penerimaan

    Cakupan Beasiswa SINGA

    Beasiswa ini menyediakan dukungan hingga 4 tahun untuk studi PhD, termasuk:

    • Biaya kuliah
    • Biaya hidup bulanan sebesar SGD 2.700 atau Rp 32 juta
    • Beasiswa tiket pesawat satu kali hingga SGD 1.500 atau Rp 17 juta
    • Gaji untuk tempat tinggal satu kali sebesar SGD 1.000 atau Rp 11 juta

    Tata Cara Daftar Beasiswa SINGA

    1. Telusuri Proyek Penelitian S3
    Kunjungi laman https://www.a-star.edu.sg/ untuk menelusuri proyek yang kamu minati.

    2. Siapkan dokumen yang diperlukan
    Selain syarat-syarat dokumen di atas, pendaftar juga wajib menyertakan:

    a. Paspor yang masih berlaku
    b. Foto ukuran paspor terbaru

    4. Transkrip dan Laporan
    Sebelum mengirim dokumen, pastikan kamu sudah menerjemahkan dokumen ke dalam bahasa Inggris.

    5. Pendaftaran

    Kumpulkan dokumen pendaftaran pada laman https://sms-applicant-app.a-star.edu.sg/. Kandidat terpilih akan diumumkan 12 minggu setelah penutupan pendaftaran

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa S3 SINGA dapat dicek melalui https://www.a-star.edu.sg/Scholarships/for-graduate-studies/singapore-international-graduate-award-singa. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Segera Daftar! Beasiswa Santri Baznas 2024 Diperpanjang hingga 31 Oktober!


    Jakarta

    Atas antusiasme yang tinggi terhadap Beasiswa Santri Baznas 2024, pendaftaran diperpanjang hingga 31 Oktober 2024. Bagi detikers yang berminat, bisa mendaftar secara online lewat bazn.as/daftarBSB2024.

    Beasiswa Santri Baznas 2024 sendiri disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk calon mahasiswa yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/favorit. Khususnya, santri berprestasi dari keluarga kurang mampu dan sekarang tengah menginjak kelas 12 Madrasah Aliyah (MA)/sederajat.

    Penerima beasiswa nantinya akan menerima manfaat berupa biaya persiapan masuk PTN sebesar Rp 4 juta. Selain itu, Baznas juga akan memberikan bimbingan kepada para awardee.


    Apa saja syarat daftarnya? Mengutip laman Baznas berikut di antaranya:

    Syarat Daftar Beasiswa Santri Baznas 2024

    Persyaratan Umum

    1. Warga negara Indonesia

    2. Berasal dari pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP)

    3. Siswa aktif kelas 12 MA/sederajat dibuktikan dengan surat keterangan aktif

    4. Santri memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program beasiswa serta telah direkomendasikan Pimpinan Pesantren

    5. Mempunyai wawasan dan komitmen implementasi nilai keislaman

    6. Mempunyai prestasi akademik dan non akademik dengan dibuktikan lampiran nilai rata-rata rapor, sertifikat atau piagam penghargaan

    Persyaratan Khusus

    1. Santri adalah anak dari keluarga dhuafa tapi mempunyai keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN

    2. mendapat persetujuan dari orang tua/wali untuk melanjutkan pendidikan ke PTN

    3. Tidak terikat kewajiban pengabdian di pesantren setelah lulus

    4. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program beasiswa jika sudah diterima

    5. Jika lulus sebagai penerima, santri tidak diperbolehkan menerima beasiswa serupa lainnya

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Santri Baznas 2024

    1. Proposal yang dilampiri dokumen berikut:
    – Izin operasional pesantren dari Kemenag
    – Piagam Statistik Pesantren terlampir NSP
    – Struktur organisasi pesantren
    – SK pengangkatan Pimpinan Pesantren
    – Foto KTP pimpinan
    – Foto buku rekening pesantren
    – Sertifikat akreditasi sekolah
    – Surat keterangan aktif sekolah
    – Surat keterangan tidak ada kewajiban mengabdi
    – Dokumentasi bangunan/gedung pesantren

    2. Data Terpadu Santri (DTS) yang berisi data individu, data sekolah, dan data kampus tujuan.

    3. Strategi pelaksanaan program yang berisi rencana pelaksanaan program, data santri ajuan, data lulusan tiga tahun terakhir, dan rencana anggaran biaya (RAB).

    Cara Daftar Beasiswa Santri Baznas 2024

    Pesantren pendaftar mempelajari petunjuk teknis pendaftaran dan mengunduh dokumen format persyaratan pada link https://bazn.as/panduanBSB2024. Kemudian pesantren pendaftar mengisi formulir online dan mengunggah seluruh dokumen pesyaratan sesuai format melalui link https://bazn.as/daftarBSB2024.

    Nah, itulah informasi terkait pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2024. Ayo segera daftarkan dirimu detikers!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Santri Baznas 2024 Dibuka, Kuota hingga 10 Ribu Awardee!


    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka pendaftaran Beasiswa Santri 2024 hingga 25 Oktober melalui tautan https://bazn.as/daftarBSB2024. Untuk dicatat, beasiswa ini bukanlah bantuan biaya pendidikan, melainkan beasiswa persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) atau kampus favorit di Indonesia tahun 2025.

    Mereka yang bisa mendaftar adalah santri aktif yang sedang menempuh pendidikan formal kelas 12 tingkat madrasah aliyah/sederajat.

    Tersedia kuota bagi 10.000 santri di seluruh Indonesia yang akan mendapat fasilitas beasiswa berupa pendanaan program sebesar Rp 4 juta. Selain itu santri juga akan mendapat kegiatan pembinaan.


    Siap mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari postingan Instagram Baznas Indonesia, Rabu (16/10/2024).

    Syarat Beasiswa Santri Baznas 2024

    Pendaftaran tidak dilakukan secara mandiri oleh santri melainkan kolektif oleh pihak pesantren. Setiap pesantren dapat mengajukan maksimal 30 santri untuk mengikuti program.

    Adapun syarat santri yang bisa mendaftar beasiswa ini yaitu:

    Syarat Umum

    • Santri Warga Negara Indonesia
    • Berasal dari pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama, dibuktikan dengan kepemilikan nomor statistik pesantren (NSP)
    • Siswa aktif kelas 12 MA/sederajat di sekolah formal, dibuktikan dengan surat keterangan aktif.
    • Memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program Beasiswa Santri BAZNAS dan direkomendasikan oleh pimpinan pesantren
    • Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman
    • Santri memiliki prestasi akademik dan nonakademik dengan melampirkan rata-rata nilai rapor, sertifikat, atau piagam penghargaan.

    Syarat Khusus

    • Santri yang diajukan merupakan santri berprestasi dari keluarga dhuafa, namun santri umum yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/favorit diperbolehkan.
    • Mendapatkan izin dan persetujuan dari orang tua/wali untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/favorit
    • Santri tidak terikat kewajiban pengabdian di pesantren setelah lulus dari tingkat MA/sederajat.
    • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program Beasiswa Santri BAZNAS tahun 2024
    • Jika lulus sebagai peserta beasiswa, santri tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa.

    Komponen Pendanaan Beasiswa Santri Baznas 2024

    Pendanaan Beasiswa Santri sebesar Rp 4 juta per santri yang akan diberikan langsung kepada pesantren penerima. Nantinya, pesantren akan diberikan tugas untuk mengelola dana ini yang bisa digunakan untuk:

    1. Biaya Program

    • Biaya bimbel (bimbingan belajar): Biaya bimbel dapat digunakan untuk membiayai kelas bimbel dengan mitra bimbel yang dipilih oleh pesantren.
    • Biaya try out: Biaya try out dapat digunakan untuk membiayai pelaksanaan try out jika berbayar.
    • Biaya buku: Biaya buku dapat digunakan untuk membeli buku persiapan tes masuk perguruan tinggi.

    2. Biaya Operasional program

    • Atribut pelaksanaan program: Atribut pelaksanaan program dapat digunakan untuk pembuatan jaket/blazer/kaos bagi santri penerima beasiswa, pencetakan banner, dan atribut yang terkait dengan keberlangsungan pelaksanaan program.
    • Education expo
    • Biaya internet.

    Cara Daftar Beasiswa Santri Baznas 2024

    1. Pesantren harus membaca dan memahami buku panduan program yang bisa dilihat pada tautan https://bazn.as/panduanBSB2024.

    2. Pesantren mengisi formulir pendaftaran program secara online melalaui tautan https://bazn.as/daftarBSB2024.

    3. Unggah dokumen persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:

    • Proposal dokumen yang diberi nama “Proposal-(Nama Pesantren) berbentuk pdf. Format proposal bisa dilihat di buku panduan program.
    • Data terpadu santri (dalam bentuk file excel) – dokumen diberi nama “DTS-(Nama Pesantren)”
    • Strategi program (dalam bentuk pdf) – dokumen diberi nama “Strategi-(Nama Pesantren)” yang berisi rencana pelaksanaan program, data santri yang diajukan, data lulusan 3 tahun terakhir, dan rencana anggaran biaya (RAB).

    Jadwal Seleksi Beasiswa Santri Baznas 2024

    • Pendaftaran: 15-25 Oktober 2024
    • Seleksi administrasi: 28 Oktober – 8 November 2024
    • Seleksi substansi: 11-15 November 2024
    • Pengumuman akhir: 25 November 2024

    Itulah informasi pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2024. Berminat mendaftar detikers?

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Naikkan Gaji Alumni LPDP atau Alihkan Dana Beasiswa buat Gaji Peneliti


    Jakarta

    Pengamat pendidikan Ina Liem menilai adanya penerima beasiswa LPDP yang enggan pulang ke Tanah Air merupakan tamparan bagi Indonesia. Ia menilai alasannya antara lain karena masalah finansial usai sepulangnya dari studi di luar negeri.

    “Saya rasa juga ini tamparan buat kita karena kalau mereka kembali itu juga kita kadang kurang menghargai juga dalam hal finansial. Kita tahu lah ya, kalau scientist, peneliti di luar negeri itu mapan. Tapi, kalau di Indonesia (tidak) karena ekonomi kita belum berbasis inovasi,” ucap Ina, dikutip dari 20detik, Kamis (7/11/2024).

    Ia mencontohkan, inovasi pengobatan dari ilmuwan di luar negeri yang kemudian diproduksi massal dapat mendatangkan pemasukan besar ke negaranya. Atas capaiannya tersebut, negara kemudian dapat memberikan penghargaan finansial yang layak bagi talenta dalam negerinya.


    “Misalnya negara maju menemukan obat, dijual ke seluruh dunia. Uang masuk ke negaranya sehingga negaranya mampu bayarin si penelitinya lebih gede karena berkat satu orang ini negara mendapatkan pemasukan,” terangnya.

    “Karena kita belum, jadi dampaknya juga ke gaji peneliti juga di Indonesia. Nggak bisa dibandingin sama yang di luar negeri. Akhirnya itu, nggak menarik buat lulusan luar untuk kembali ke Indonesia nah ini kan jadi kayak bola salju nih,” ucapnya.

    Opsi Gaji Setara Luar Negeri

    Ia menilai negara perlu berani menghargai lulusan luar negeri dengan layak sehingga mau kembali ke Tanah Air.

    “Kalau memang ada pendanaan, ya kita harus berani juga menggaji para lulusan luar negeri, (besarnya) harus juga cukup setara dibandingkan dengan mereka tinggal di sana (luar negeri),” ucapnya.

    Opsi Alih Dana Beasiswa ke Gaji Peneliti Dalam Negeri

    Di sisi lain, Ina sepakat atas adanya evaluasi beasiswa LPDP untuk memastikan kinerja program berlangsung efektif sesuai tujuan awal pembentukannya.

    Menyikapi sejumlah keluhan terkait beasiswa LPDP, termasuk keengganan penerima beasiswa untuk berkontribusi bagi negara, ia menilai anggaran beasiswa LPDP juga dapat dialihkan untuk meningkatkan gaji peneliti dalam negeri.

    “Bisa saja tadi kalau dirasa manfaatnya enggak ada, jadi dananya bisa dialihkan untuk mungkin gaji peneliti, supaya kita bisa berinovasi yang dampaknya itu tadi, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dibanding dengan risiko-risiko tadi kalau mereka nggak kembali (ke Tanah Air),” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 King Fahd University 2025, Ada Asrama dan Tunjangan Per Bulan


    Jakarta

    King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM) membuka beasiswa S2 dan S3 reguler tahun akademik 2025 di Arab Saudi. Masa pendaftaran sedang berlangsung hingga 12 Desember 2024.

    Beasiswa penuh ini meliputi uang kuliah penuh, uang saku untuk biaya hidup per bulan, asrama, berobat dan perawatan gigi gratis, buku kuliah gratis, dan subsidi makanan di kantin kampus.

    Penerima beasiswa juga berhak atas pendanaan proyek oleh kampus, ongkos pesawat PP Indonesia-Arab Saudi, dan lain-lain.


    Dikutip dari laman resminya, beasiswa KFUPM 2025 tidak mengenakan biaya pendaftaran. Peminat beasiswa bisa memilih beragam jurusan bidang teknik, sains, ilmu komputer, ilmu Bumi, hingga bisnis.

    Syarat Beasiswa King Fahd University of Petroleum & Minerals 2025

    • Sudah lulus S1 yang berdurasi 4 tahun untuk melamar S2 atau lulus S2 berdurasi 2 tahun dari kampus terakreditasi untuk melamar S3
    • IPK minimal 3.00
    • Skor minimal TOEFL PBT 520, CBT 190, IBT 70; IELTS 6.0; Duolingo English Test (New Test, online) 105
    • Lulusan negara berbahasa Inggris seperti AS, Kanada, UK, Australia, dan Selandia Baru tidak perlu menyertakan skor minimal kemampuan bahasa Inggris.
    • Dua surat rekomendasi

    Syarat Dokumen

    • Fotokopi identitas seperti paspor.
    • Transkrip akademik resmi.
    • Dua surat rekomendasi dari pemberi rekomendasi akademik.
    • Statement of Purpose.
    • Foto paspor berlatar putih.
    • CV yang meliputi informasi tentang pendidikan dan pengalaman kerja.
    • TOEFL, IELTS, GRE, dan GMAT dapat disertakan sesuai ketentuan.

    Berminat mendaftar, detikers? Cek informasi beasiswa King Fahd University of Petroleum and Minerals 2025 di laman https://kfupm.edu.sa. Semoga bermanfaat!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com