Tag: lumajang

  • Cuaca Panas Begini, Cocoknya Main Tubing di Tumpak Selo Lumajang



    Lumajang

    Salah satu aktivitas menyenangkan di cuaca panas adalah bermain air. Nah, coba deh wisata tubing di Tumpak Selo, Lumajang ini. Seru!

    Wisata alam river tubing Tumpak Selo berada di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Untuk menuju ke sini, traveler bisa kok menggunakan roda 2 maupun 4.

    Di wisata ini para pengunjung bisa menikmati river tubing sepanjang 1 kilometer untuk trek panjang dan 350 meter untuk trek pendek dengan air sungai yang jernih. Apalagi sungai yang berkelok kelok dengan bebatuan kecil sepanjang sungai memberikan kesan tersendiri yang menyenangkan.


    Selain itu, rindangnya pohon bambu di sepanjang kawasan wisata ini membuat suasana semakin sejuk. Para pengunjung mengaku senang menikmati liburan bersama keluarga di river tubing tumpak selo ini.

    “Kesan liburan di tumpak selo ini menyenangkan, pemandangannya sejuk serta river tubingnya seru dan asyik air sungainya juga jernih,” ujar salah satu wisatawan asal Malang Vety Vadya kepada detikJatim, Sabtu (11/5/2024).

    Wisata alam river tubing Tumpak Selo LumajangWisata alam river tubing Tumpak Selo Lumajang Foto: Nur Hadi Wicaksono

    Saat liburan long weekend saat ini, wisata river tubing tumpak selo ini dipadati para wisatawan. Bahkan, pengunjung wisata mencapai 1.300 orang per harinya.

    “Untuk tingkat kunjungan wisatawan ada peningkatan saat liburan long weekend saat ini mencapai 1.300 orang per hari,” ujar pengelola wisata Tumpak Selo, Mulyadi.

    Sementara untuk masuk ke wisata ini pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat. Pengunjung yang hendak menikmati river tubing bisa menyewa ban sebesar Rp 10.000.

    Artikel ini telah tayang di detikjatim

    (sym/sym)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Lagi Viral di Lumajang, Wisata Kebun Bunga Marigold yang Cantik Merona



    Lumajang

    Hamparan indahnya ribuan bunga marigold yang bermekaran akan menyambut pengunjung yang datang ke Lumajang. Penasaran dengan wisata yang lagi viral ini?

    Tempat wisata ini berada di lahan pertanian Desa Kedungrejo, Rowokangkung, Lumajang. Bunga marigold yang cantik dijamin bisa menyejukkan mata pengunjung untuk sekadar melepas penat.

    Indahnya bunga marigold bisa menjadi spot foto yang menarik untuk pengunjung mengabadikan momen. Bukan sebagai pemandangan semata, hamparan bunga marigold ini sebagai pengendalian beragam serangan hama ulat dan lainnya yang bisa merusak tanaman petani.


    Wisata petik sayuran ini merupakan inovasi mengembangkan potensi pertanian yang subur dengan wisata bagi para pengunjung.

    “Pengunjung yang datang bisa berbelanja sayuran segar, serta berwisata menikmati indahnya bunga marigold yang indah,” ujar PJ Bupati Lumajang Indah Wahyuni, Minggu (22/9/2024).

    Di lahan seluas 2 hektar, pengunjung bisa memanen aneka sayuran seperti pakcoy, brokoli, bawang pre, cabai, kangkung, dan lainnya secara langsung. Pengunjung yang datang mengaku senang bisa berwisata petik sayuran di lahan pertanian.

    “Untuk pemandangannya bagus dan menarik bagi para pengunjung yang datang. Selain itu, juga bisa berbelanja sayuran dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar salah satu pengunjung Firda.

    Pengunjung juga bisa membawa pulang berbagai jenis sayuran yang dipanen dengan harga mulai Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per kilogram tergantung jenis sayuran.

    Untuk menikmati wisata petik sayuran, pengunjung dikenakan biaya parkir Rp 3.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia, Mana Favoritmu?


    Jakarta

    Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau, salah satunya adalah air terjun.

    Tak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tapi air terjun di Indonesia juga menjadi daya tarik bagi pecinta petualangan dan wisata alam.

    Air terjun menjadi destinasi yang pas untuk healing sejenak dari hiruk pikuk kota. Terdapat begitu banyak air terjun yang Indah tersebar di berbagai daerah. Banyak di antara wisata air terjun tersebut yang begitu populer dan disukai wisatawan.


    10 Wisata Air Terjun Populer di Indonesia

    Begitu banyak wisata air terjun yang populer di Indonesia. Berikut 10 di antaranya:

    1. Air Terjun Sri Gethuk

    Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat.Air terjun Sri Gethuk di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Yuk lihat. (Agung Pambudhy/detikcom)

    Air Terjun Sri Gethuk berada di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keindahan alam di kawasan ini begitu mempesona, mulai dari aliran sungai, bebatuan, pepohonan, hingga tumbuhan.

    Mengutip laman Kabupaten Gunung Kidul, untuk sampai ke air terjunnya, traveler perlu naik perahu karet atau gethek dan menyeberangi sungai sepanjang 450 meter. Air terjun ini mengalir dari atas sebuah tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter.

    • Harga tiket: Rp 15.000
    • Lokasi: Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
    • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    2. Air Terjun Tumpak Sewu

    Air terjun Tumpak SewuAir terjun Tumpak Sewu (Syamsul Arifin/d’traveler)

    Air Terjun Tumpak Sewu mempunyai pemandangan yang mirip seperti tirai raksasa. Menurut laman Kemenparekraf, ada banyak spot yang tersedia untuk melihat keindahan air terjun ini.

    Menariknya, wisatawan bisa melihat keindahan air terjun dari atas. Sebelum itu, traveler perlu berjalan selama 10 menit dengan menaiki beberapa tangga. Jika beruntung, kamu bisa melihat Gunung Semeru di balik dinding Air Terjun Tumpak Sewu.

    • Harga Tiket masuk: Rp 10.000 per orang
    • Lokasi: Jalan Tumpak Sewu, Besukcukit, Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
    • Jam buka: 07.00-17.00 WIB.

    3. Air Terjun Grojogan Sewu

    Taman Wisata Alam Grojogan Sewu.Taman Wisata Alam Grojogan Sewu. Foto: Pemprov Jawa Tengah via visitjawatengah.jatengprov.go.id

    Air Terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Dalam bahasa Jawa, grojogan berarti air, sementara sewu berarti seribu.

    Air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter dan di bawahnya ada sungai yang tak kalah indah. Salah satu lokasi menarik untuk mengambil foto di air terjun Grojogan Sewu adalah jembatan yang melintang di depannya.

    • Harga tiket masuk: Rp 22.000
    • Lokasi: Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
    • Jam buka: 08.00-16.00 WIB

    4. Air Terjun Manuaba

    Tak hanya pantai dengan pasir putihnya yang Indah, kawasan Bali juga memiliki air terjun yang menawan. Air terjun ini dikelilingi berbagai tanaman tropis yang tumbuh subur dan menyejukkan mata.

    Airnya mengalir di antara celah tebing bebatuan dan jatuh ke kolam kecil alami di bawahnya. Mengutip laman Direktorat Event Daerah Kemenparekraf, masyarakat lokal percaya bahwa air terjun Manuaba bisa menyehatkan jiwa dan raga karena berasal dari Danau Batur.

    • Harga tiket masuk: Rp 5.000
    • Lokasi: Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali
    • Jam buka: 08.00-17.00 WITA

    5. Curug Cileat

    Curug CileatCurug Cileat (Cah Jetak/d’travelers)

    Menurut laman Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Curug Cileat berada di atas ketinggian 100 meter pada tebing-tebing tinggi di bawah kaki Gunung Canggah. Aliran air terjunnya begitu deras dengan hembusan angin yang menyejukkan. Curug ini juga dikelilingi hutan rimbun, sehingga memberi suasana asri dan menenangkan.

    • Harga tiket: Rp 15.000
    • Lokasi: Cibogo, Cupunagara, Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat
    • Jam buka: 24 jam

    6. Air Terjun Situmurun

    Sebuah kapal pesiar yang membawa wisatawan bersandar di dekat air terjun Situmurun, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (23/2/2023). Air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter tersebut merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk menikmati Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia di kawasan Danau Toba. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.Air Terjun Situmurun (Risyal Hidayat/ANTARA FOTO)

    Air Terjun Situmurun menjadi daya tarik untuk wisatawan yang berkunjung ke Toba. Uniknya, air terjun ini langsung turun dan mengalir ke Danau Toba.

    Berada di dinding tebing Danau Toba, wisatawan bisa merasakan sensasi segar air terjun dengan ketinggian mencapai belasan meter ini.

    • Harga tiket: Gratis
    • Lokasi: Desa Situmurun, Lumban, Jalu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara
    • Jam buka: 24 jam

    7. Curug Cimahi

    curugCurug Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)

    Curug Cimahi memiliki ketinggian mencapai 87 meter. Aliran air curug ini berasal dari sungai Cimahi yang juga mengaliri curug kainnya, seperti Curug Bugbrug.

    Curug Cimahi dikenal juga sebagai Rainbow Waterfall. Ada cahaya vertikal yang memancar dari air terjun yang menarik dilihat saat malam hari. Sebuah lampu didesain sedemikian rupa hingga menghasilkan warna-warni pelangi.

    • Harga tiket: Rp 20.000
    • Lokasi: Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551
    • Jam buka: 07.30-17.00 WIB

    8. Curug Cilember

    Curug CilemberCurug Cilember (Suyoto Achmadi/d’Traveler)

    Curug Cilember berada di ketinggian sekitar 800-900 mdpl. Menurut laman Disbudpar Kabupaten Bogor, curug ini mempunyai tujuh air terjun di satu lokasi.

    Air terjun di curug ini begitu jernih dengan udara yang sejuk. Ketinggian air terjunnya berbeda-beda, mulai dari 15 meter-50 meter. Curug kembar adalah yang tertinggi dengan ketinggian 50 meter.

    Wisatawan domestik: Rp 25.000
    Wisatawan mancanegara: Rp 75.000

    • Lokasi: Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung
    • Jam buka: 06.00-18.00 WIB

    9. Curug Cikaso

    Curug CikasoCurug Cikaso Foto: Taty Harlini/d’Traveler

    Curug Cikaso memiliki 3 titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi. Untuk sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa memilih berjalan kaki atau naik perahu.

    Kalau memilih naik perahu, kamu akan melihat gradasi warna sungai utama dengan sungai Curug Cikaso dari warna coklat menjadi hijau kebiruan. Setelah sampai ke Curug Cikaso, traveler bisa main air dan berenang.

    Meski begitu, ada kawasan yang dilarang berenang. Beberapa areanya memiliki kedalaman lebih dari 10 meter dengan arus sungai yang kuat.

    Wisatawan dewasa: Rp 12.000
    Wisatawan anak-anak: Rp 7.000
    Harga tiket naik perahu (pulang-pergi): Rp 65.000/perahu

    • Lokasi: Desa Ciniti, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat
    • Jam buka: 06.00-17.00 WIB

    10. Air Terjun Haratai

    Air terjun di KalimantanAir terjun Haratai di Kalimantan (linardyphotography/d’Traveler)

    Air terjun Haratai berlokasi di pulau Kalimantan. Sebab lokasinya berada di tengah Pegunungan Meratus, traveler harus berjalan menyusuri hutan atau menggunakan jasa ojek sampai ke air terjun.

    Namun, setelah sampai di lokasi, rasa lelah akan terbayarkan dengan keindahan air terjun setinggi 20 meter yang mengalir deras. Kamu bisa menyewa rakit bambu dan pelampung untuk mengeksplorasi perairan di sekitar air terjun.

    • Harga tiket: Rp 10.000
    • Biaya naik ojek: Rp 100.000 (pulang pergi)
    • Lokasi: Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
    • Jam buka: 24 jam

    Itulah sejumlah air terjun populer di Indonesia. Beberapa informasi mengenai harga tiket dan jam operasional wisata air terjun diambil dari instagram wisata dan situs travel agent. Sebelum melakukan perjalanan, jangan lupa untuk update informasi terkait wisata yang akan dituju ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Masjid Berusia 1 Abad di Lumajang, Melambangkan Wali Songo



    Lumajang

    Di Lumajang, ada sebuah masjid kuno yang usianya sudah 1 Abad. Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh kiai Usman.

    Masjid kuno di Lumajang ini berada di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Awalnya masjid ini masih berbentuk surau atau mushala. Lalu pada tahun 1933 direnovasi oleh Kiai Suhaemi dan desain masjidnya dipertahankan hingga sekarang.

    Masjid ini menjadi sejarah penyebaran agama Islam di Lumajang dan kini Kiai Usman dan Suhaemi diabadikan sebagai nama jalan di desa setempat.


    “Masjid Baitur Rohman ini dibangun tahun 1911 oleh Kiai Usman kemudian dilakukan renovasi oleh Kiai Suhaemi pada tahun 1933 dan desainnya dipertahankan hingga sampai sekarang,” ujar Imam Masjid Baitur Rohman Yoyon Sudarmanto, Minggu (16/3/2025).

    Bangunan masjid ini dipenuhi keunikan dan berbagai makna filosofi dari kubah masjid yang berjumlah 9. Yang melambangkan jumlah para wali penyebar agama Islam di nusantara yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.

    Tangga tingkat masuk ke teras masjid berjumlah 5 tingkat, mengingatkan pada jumlah rukun islam ada 5. Pintu masuk masjid yang berjumlah 3, dengan pintu imam yang sama berjumlah 3 menunjukkan jumlah rukun iman yang berjumlah 6.

    Jumlah jendela masjid sebanyak 20 mengingatkan pada sifat wajib Allah SWT yang berjumlah 20. Selain itu, ruangan masjid dipenuhi bangunan kusen pintu memiliki makna kehidupan, yang harus terbuka melihat kekurangan kanan dan kiri atau guyub rukun dan saling membantu antar sesama manusia.

    “Masjid ini tidak hanya unik tapi memiliki makna filosofi dalam desain pembangunannya mulai dari kubah, jandela, pintu dan lainnya,” terang Yoyon.

    Selain itu, saat pembangunan Masjid Baitur Rohman ini para pekerja yang sedang membangun masjid tidak boleh memiliki hadas besar maupun kecil.

    Sehingga saat pekerja memiliki hadas kecil, harus berwudhu terlebih dahulu kemudian melanjutkan pekerjaan membangun masjid.

    “Pekerja yang membangun masjid ini juga harus menjaga dari hadas kecil maupun besar,” tandas Yoyon.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Unik Jemaah Haji Tandai Koper, Pakai Boneka hingga Sandal Jepit



    Madinah

    Berbagai cara dilakukan jemaah haji untuk menandai kopernya jelang kepulangan ke Tanah Air. Mereka menyematkan berbagai atribut unik sebagai penanda agar koper tidak tertukar.

    Seperti yang terlihat di Loloat Al Madinah Hotel saat pengumpulan dan penimbangan koper jemaah Embarkasi Surabaya (SUB-51). Ratusan koper milik jemaah haji asal Lumajang dan Bondowoso Jawa Timur ini ditandai dengan barang unik seperti kantong kresek, potongan karung beras, hiasan ketupat, boneka hingga sandal jepit.


    Penanda koper jemaahPenanda unik koper jemaah berupa boneka. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

    Barang-barang unik nan jenaka dipasang oleh jemaah di bagian atas koper. Atribut unik ini juga difungsikan untuk memudahkan jemaah haji mengenali koper mereka sesampainya di Tanah Air.

    Namun, saat proses penimbangan berlangsung, petugas mencopot sejumlah atribut yang dipasang karena dianggap membahayakan saat berada di bagasi dan menutupi identitas yang ada pada koper.

    “Pak ini tidak boleh ada sandal, jadi kita copot ya,” ujar petugas kepada jemaah sambil mencatat berat koper.

    Ada sekitar 181 koper yang ditimbang, tentu koper tersebut sesuai manifes jemaah di hotel. Berat koper juga tak boleh lebih dari 32 kg dan tidak boleh membawa zamzam di dalam koper.

    Rencananya rombongan jemaah kloter SUB-51 embarkasi Surabaya ini akan diberangkatkan pulang ke Tanah Air pada hari ini, Jumat (5/7/2024) sekitar pukul 06.40 WAS. Proses penimbangan dan pengumpulan koper sudah dilakukan pada Rabu (3/7/2024) atau dua hari sebelum jadwal kepulangan.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com